cover
Contact Name
Putri Pradnyawidya Sari
Contact Email
putr003@kominfo.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
putr003@kominfo.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Komunika : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika
ISSN : 23031700     EISSN : 25795899     DOI : -
Jurnal Komunika is a scientific communication media publishing research finding/critical analysis focused on communication, media, and information technology. It is published twice in a year, in June and November.
Arjuna Subject : -
Articles 104 Documents
Public interest of textual characteristics information of Ministry of Environment and Forestry on social media Titis Hutama Syah; Silvana Syah; Nurmalasari Nurmalasari
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 10 No 2 (2021): Komunika
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31504/komunika.v10i2.4442

Abstract

Media sosial banyak dimanfaatkan masyarakat dalam memperoleh informasi, demikian juga lembaga pemerintahan, banyak yang menggunakan media sosial dalam menyebarkan informasi. Salah satunya adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui halaman Facebook fanpage-nya. Informasi yang diberikan pada umumnya berbentuk teks atau video dan gambar disertai penjelasan teks. Untuk itu,penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik informasi tekstual terhadap ketertarikan minat pengunjung pada halaman Facebook fanpage KLHK. Penelitian dilakukan dengan cara melakukan scraping dan dilanjutkan pemrosesan bahasa alamiah (Natural Language Processing) untuk mengetahui karakteristik teks. Minat masyarakat diukur berdasarkan likes, shares, dan comments, dan disusun ke dalam klaster dengan metode Kmeans. Frekuensi kata yang sering muncul pada setiap klaster di analisis menggunakan similaritas cosine agar dapat dilakukan inferensi sesuai dengan domain KLHK. Relabeling dilakukan untuk menarik inferensi pada klaster yang terbentuk. Penelitian yang dilakukan dapat membentuk empat klaster. Klaster-klaster tersebut adalah klaster pengelolaan sumber daya alam nasional, pelestarian satwa liar, kegiatan pelestarian satwa liar,dan tim konservasi. Minat masyarakat tertinggi terdapat pada klaster pelestarian satwa liar yang ditunjukan dengan jumlah likes terbanyak. Sedangkan klaster yang paling banyak dibagikan dan dikomentari adalah klaster tim konservasi. Informasi yang terdapat dalam penelitian ini dapat digunakan oleh lembaga terkait dalam meningkatkan dan mengembangkan penyebaran informasi melalui media sosial.
Persepsi Masyarakat Terhadap Covid-19 Pasca Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Wahyudiyono Wahyudiyono; Bambang Riawan Eko; Trisnani Trisnani
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 10 No 2 (2021): Komunika
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31504/komunika.v10i2.4484

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap Covid-19 pascapelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) 4 level. Persepsi tersebut meliputi persepsi tentang bahaya penyakit Covid-19, penerimaan terhadap vaksinasi Covid-19, tanggapan atas kemungkinan munculnya varian baru Covid-19 dan respons terhadap kehidupan sosial yang normal. Pengumpulan data dilakukan mulai tanggal 25 sampai 31 Oktober 2021. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan  Google form. Link untuk pengisian  tersebut dipublikasikan melalui media sosial dan aplikasi pesan WhatsApp. Umur responden dibatasi antara 17 – 65 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat sangat menyadari bahaya penyakit Covid-19 dan khawatir tertular, dengan persentase sebesar 64,5%. Masyarakat juga mengkhawatirkan munculnya varian baru Covid-19 yang bisa memicu serangan Covid-19 gelombang ketiga, dengan persentase sebesar 74,2%. Masyarakat menyadari dan sangat percaya pentingnya vaksinasi Covid-19 untuk mengatasi penyakit Covid-19, dengan persentase sebesar 90,7% dan sebagian besar (96,9%) sudah melaksanakan vaksinasi. Pelaksanaan vaksin sebagian besar dilakukan saat terjadinya puncak serangan Covid-19. Berkurangnya jumlah kasus penularan Covid-19 akhir-akhir ini membuat sebagian besar responden berpendapat bahwa sudah waktunya berbagai aktivitas mulai dilaksanakan lagi, misalnya kegiatan keagamaan, pembelajaran tatap muka, maupun kegiatan lainnya di tempat umum dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Implementasi Sistem Pendukung Keputusan untuk Pemilihan Siswa Berprestasi di Sekolah Menengah Atas dengan Metode AHP dan TOPSIS Adhim Jati Kusuma; Adjie Pramana Putra; Julianto Lemantara
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 10 No 2 (2021): Komunika
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31504/komunika.v10i2.4488

Abstract

Karena tingginya tingkat kompetisi antar siswa maupun antar sekolah, maka Sekolah Menengah Atas (SMA) perlu melakukan seleksi siswa berprestasi untuk memunculkan kemauan bersaing antar siswa secara sehat dengan melibatkan berbagai pertimbangan. Adapun pertimbangan kriteria didalamnya yaitu nilai akademik, prestasi non akademik, sikap, perilaku, bakat, riwayat organisasi, dan penilaian ekstrakurikuler berdasarkan kurikulum 2013. Saat ini, banyak SMA melakukan proses penilaian secara manual sehingga membutuhkan waktu 1-2 minggu. Selain itu, proses pemilihan siswa berprestasi untuk kegiatan perlombaan juga masih melibatkan subjektivitas dari beberapa guru saja yang mengindikasikan kurang optimalnya hasil yang didapatkan karena menandakan adanya keberpihakan. Oleh karena itu, dibangunlah aplikasi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) pemilihan siswa berprestasi dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) dengan model pengembangan Extreme Programming. Untuk proses pengujian fungsi aplikasi SPK ini dilakukan dengan metode Black-Box serta pengujian tingkat keakurasian menggunakan 104 sampel dan 6 kriteria yang ada dengan membandingkan antara hasil aplikasi dan hasil perhitungan secara manual. Hasil penelitian menunjukkan pengguna SPK ini dapat terbantu untuk menyelesaikan pemilihan siswa berprestasi dengan waktu kurang dari 20 menit. Tingkat keakurasian yang dihasilkan oleh aplikasi ini mencapai 100%.
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) oleh UMKM pada Masa Pandemi COVID-19 Eka Handayani; Putri Pradnyawidya Sari; Maulia Jayantina Islami
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 10 No 2 (2021): Komunika
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31504/komunika.v10i2.4622

Abstract

Kebiasaan baru selama masa covid 19 tidak hanya mengubah cara hidup masyarakat tetapi juga merombak strategi bisnis dunia usaha. Sepinya dagangan dan turunnya omset membuat UMKM harus berinovasi. Pemanfaatan teknologi adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari lagi. Tujuan dari kajian ini adalah memberikan gambaran bagaimana UMKM beradaptasi untuk bertahan di masa pandemi ini, serta untuk mengkaji bagaimana pemanfaatan teknologi digital oleh UMKM sehingga mereka harus mengalami perubahan dari bisnis konvensional menjadi bisnis secara online. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif dengan tujuan untuk memberikan data tentang informasi yang di perlukan dalam pengamatan. Langkah prosedur dalam analisis data adalah dengan cara reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Data diolah dengan aplikasi Ms. Excel 2013 untuk mendapat persentase sehingga memperoleh insight untuk di analisis. Data diperoleh dari survei online menggunakan tools dari  google form. Banyaknya responden yang memilih strategi dengan memanfaatkan teknologi informasi maka peran pemerintah adalah dengan memberi dukungan berupa bimbingan dan mentoring usaha khususnya di bidang teknologi informasi, baik berupa pelatihan maupun bimbingan teknis. Secara infrastruktur pemerintah dapat memberikan memberi dukungan pemasaran dan kanal distribusi bagi produk mereka. Pelatihan yang mereka butuhkan dapat berupa pelatihan pemasaran digital, pelatihan produksi dan pelatihan pengelolaan keuangan. Dengan pelatihan tersebut maka akan mengakselerasi digital bagi pelaku UMKM karena menerapkan pola pikir.

Page 11 of 11 | Total Record : 104