cover
Contact Name
dhona indah kiswari
Contact Email
jurnalmai@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmai@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Sains Teknologi Akuakultur
ISSN : 25991701     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Sains Teknologi Akuakultur (JSTA) merupakan suatu jurnal ilmiah yang diinisiasi oleh Masyarakat Akuakultur Indonesia yang mempublikasikan hasil penilitian maupun pemikiran pada semua aspek budidaya (hewan dan tanaman) dalam lingkungan perairan tawar, payau dan asin baik secara alami maupun terkontrol. JSTA diterbitkan 2 kali dalam setahun (April dan Oktober) dengan satu volume dan 2 nomor.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2017)" : 8 Documents clear
Pemanfaatan Lemna sp. dalam Pakan Buatan untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Efisiensi Pemanfaatan Pakan Benih Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Arofah, Nur; Herawati, Vivi Endar Herawati Endar Herawati; Sudaryono, Agung
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lemna sp. is a potential aquatic plant as alternative feed for fish, especially herbivore fish such us gourami (Osphronemus gouramy) and are plenty found in fresh water rich in nutrients. This study aimed to examine the effects of dietary different Lemna sp. meal inclusion levels on daily growth, feed efficiency and survival rate of gourami fingerlings. The study was carried out in March-June 2017 at Hatchery Fish Center, Siwarak, Ungaran. The fish used in this study was gourami fingerlings with the initial average body weight of 1.24 ± 0.20 g/fish. The test diets used were dietary different Lemna sp. meal inclusion levels (0, 5, 10 and 15%). The experimental design used was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replicates. The study was carried out for 56 days, the data obtained were weight gain, total feed consumption (TFC), feed efficiency utilization (FEU), daily growth rate (DGR), protein efficiency ratio (PER), and survival rate (SR). The different inclusion levels of Lemna sp. in diets had significantly affected (P<0,05) on total feed consumption (TFC), feed efficiency utilization (FEU), daily growth rate (DGR), protein efficiency ratio (PER), and survival rate (SR) of gourami fingerlings. In conclusion, gourami fingerlings showed best performance in TFC (73.92 g), FEU (82.85%), DGR (1.09 g/day), PER (2.12%), and SR (91.11%) when the fish were feed with the diets containing 10% Lemna sp. meal.
Penambahan Komposisi Enzim dalam Pakan Komersil terhadap Performa Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Baung (Mystus Nemurus) di Kolam Terpal Prabarini, Dentiana; Harpeni, Esti; Wardiyanto, Wardiyanto
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan baung merupakan salah satu komoditas budidaya air tawar di Indonesia. Ketersediaan ikan baung sebagai bahan pangan masyarakat sebagian besar masih berasal dari hasil tangkapan di alam. Saat ini pakan buatan berupa pelet ikan sudah banyak digunakan oleh pembudidaya ikan baung, tetapi sejauh ini salah satu masalah yang belum dapat teratasi secara baik adalah kualitas pakan, ketersedian pakan, dan banyaknya pakan yang tidak dimanfaatkan oleh ikan. Penambahan komposisi enzim khususnya enzim pencernaan seperti enzim protease, lipase dan amilase mampu menghidrolisis protein menjadi unsur-unsur yang lebih sederhana yaitu peptida hingga asam amino sehingga meningkatkan pemanfaatan protein pakan oleh tubuh ikan baung. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Mei 2017 di bertempat di Laboratorium Budidaya Perikanan, Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan tiga ulangan yaitu A (tanpa penambahan 0%), B (penambahan eznim 0,5%), C (penambahan enzim 2,25%), dan D (penambahan enzim 4%). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT/LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan komposisi enzim sebesar 2,25% memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan ikan baung dengan pertumbuhan mutlak 11,06 gram,  pertumbuhan harian 0,28 gram/hari, serta rasio konversi pakan 1,79. serta tingkat kelangsungan hidup sebesar 100%.
Pemanfaatan Fermentasi Tepung Lemna Sp. dalam Pakan Buatan terhadap Pertumbuhan Ikan Mas (Cyprinus carpio) Winarti, Winarti; Subandiyono, Subandiyono; Sudaryono, Agung
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.505 KB)

Abstract

Lemna sp. merupakan gulma perairan yang memiliki kandungan nutrisi yang tinggi.  Kandungan nutrisi Lemna sp. adalah 25,22% protein kasar, 7,24% lemak kasar, 23,70% serat kasar, 22,59% abu, dan 21,25% BETN.  Pemanfaatan Lemna sp. sebagai bahan pakan terkendala pada tingginya serat kasar sehingga menurunkan tingkat kecernaan pakan.  Upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah melalui proses fermentasi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan fermentasi tepung Lemna sp. kedalam pakan buatan terhadap pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan ikan mas (Cyprinus carpio).  Hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan mas (C. carpio) dengan bobot awal individu rata-rata 3,36±0,05 g/ekor.  Pakan diberikan pada pukul 08.00 dan 16.00 secara at satiation.  Ikan dipelihara selama 42 hari dengan padat tebar 1 ekor/L.  Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan.  Perlakuan dengan penambahan tepung Lemna sp. fermentasi yang berbeda (0,5,10,15%) dalam pakan.  Data yang diamati meliputi total konsumsi pakan (TKP), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), laju pertumbuhan spesifik  (SGR), protein efisiensi rasio (PER), dan kelulushidupan (SR).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi tepung Lemna sp. memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap SGR (2,11%/hari), EPP (73,24%), dan PER (1,92%) dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap TKP (65,1-69,6 g) dan kelulushidupan (83,3-96,6%). Parameter kualitas air selama penelitian berada pada kisaran yang layak untuk kehidupan ikan mas (C. carpio).  Kesimpulan yang diperoleh yaitu benih ikan mas dengan pemberian pakan yang mengandung 5-10% tepung Lemna fermentasi menghasilkan pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan yang lebih baik.
Pengaruh Perendaman Benih Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) pada Umur yang Berbeda dalam Hormon Pertumbuhan Rekombinan (Rgh) dengan Dosis yang berbeda terhadap Petumbuhan dan Kelulushidupan Saputra, Aji; Tarsim, Tarsim; Elisdiana, Yeni
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.521 KB)

Abstract

Ikan baung (Hemibagrus nemurus) merupakan ikan asli perairan Indonesia. Ikan baung hanya terdapat di perairan-perairan tertentu di Pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Lambatnya pertumbuhan dan kelulushidupan yang rendah menyebabkan rendahnya produksi ikan baung Penggunaan teknik rekayasa hormonal merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelulushidupan. Tujuan dilakuannya penelitan ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman larva ikan baung dalam hormon pertumbuhan rekombinan (rGH) pada umur berbeda dengan dosis yang beda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAL) dengan kelompok umur 6, 12, dan 18 hari dan (kontrol) dosis 0 mg/L, 1 mg/L, 2mg/L, 4 mg/L. Dengan lama perendaman selama 30 menit yang sebelumnya di lakukan kejut salinitas (15 ppt) selama 2 menit. Hasil penelitian parameter pertumbuhan ( berat mutlak dan laju pertumbuhan harian ) pada kelompok umur 6, 12, dan 18 hari dengan perendaman rGH menunjukan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol (0 mg/L) (P<0,05) dengan dosis terbaik dari masing masing kelompok umur yaitu 2 mg/L. Kemudian untuk parameter kelulushidupan semua dosis perlakuan rGH pada kelompok umur 6, 12, dan 18 hari menunjukkan hasil yang sama dengan kontrol (0 mg/L) (P>0,05). Dengan demikian perendaman larva ikan baung dalam rGH pada umur berbeda dengan dosis yang beda dapat meningkatkan pertumbuhan dan aplikasi teknologi ini dapat berguna untuk meningkatkan produksi budidaya ikan baung.
Potensi Penggunaan Media Teknis sebagai Pengganti Media Sea Water Complete (SWC) untuk Mendukung Pertumbuhan Bakteri Bacillus sp. D2.2 Permata Sari, Kurnia Dwi; Santoso, Limin; Efendi, Eko; Harpeni, Esti
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.938 KB)

Abstract

Media merupakan substrat yang berguna untuk menumbuhkan dan mengembangbiakan bakteri. Media yang selama ini digunakan untuk menumbuhkan bakteri merupakan media komersil yang penggunaannya terbatas pada skala laboratorium karena harganya yang relatif mahal. Penggunaan media teknis berupa campuran tepung ikan tepung kedelai, dan NaHCO3 dinilai mampu untuk menggantikan media analis Sea Water Complete (SWC) karena harganya yang relatif murah. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi media teknis tersebut terhadap pertumbuhan bakteri Bacillus sp D2.2, kemudian hasilnya akan dibandingkan dengan media SWC. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari tiga taraf untuk masing-masing faktor (33) dan tiga kali pengulangan. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah tidak ada interaksi dari penggunaan media teknis terhadap pertumbuhan bakteri Bacillus sp. D2.2, namun hanya faktor mandiri berupa tepung ikan dan tepung kedelai saja yang mampu menunjang pertumbuhan bakteri Bacillus sp. D2.2. Selain itu, jika dibandingkan dengan media SWC maka diketahui bahwa fase eksponensial pada media media teknis terjadi lebih cepat, yakni 18 jam sedangkan pada media SWC fase eksponensial terjadi selama 23 jam.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Nanas pada Pakan dan Probiotik pada Media Pemeliharaan terhadap Efisiensi Pemanfaatan Pakan dan Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Setiyani, Ana Rikha; Rachmawati, Diana; Sudaryono, Agung
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.513 KB)

Abstract

Pakan merupakan aspek utama dalam kegiatan budidaya karena 40-70% biaya produksi digunakan untuk pakan maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan efisiensi pakan.  Salah satu enzim yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi protein adalah enzim bromelin yang bisa didapatkan pada ekstrak nanas.  Bromelin memiliki kemampuan untuk menghidrolisis ikatan peptida pada protein atau polipeptida menjadi molekul yang lebih kecil adalah asam amino.  Kualitas air juga menjadi faktor penting keberhasilan, bakteri probiotik dapat menguraikan bahan organik atau bahan beracun di dalam air sehingga meningkatkan kualitas air.  Pendekatan penggunaan ekstrak nanas pada pakan dan probiotik pada media diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pakan, pertumbuhan dan kualitas air.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh dan interaksi penambahan kombinasi ekstrak nanas pada pakan dan probiotik pada media pemeliharaan terhadap efisiensi pemanfaatan pakan dan pertumbuhan serta mengetahui dosis terbaik.  Rancangan percobaaan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial.  Percobaan yang dilakukan adalah dengan 2 faktor dengan masing-masing 3 taraf (3x2x3) dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali.  Faktor pertama adalah pemberian ekstrak nanas dengan dosis 0,75% (A1), 1,5%  (A2) dan 2,25% (A3). Faktor kedua adalah dengan pemberian probiotik dengan dosis 1 mL/L (B1) dan 1,5 mL/L (B2).  Ikan uji yang digunakan adalah nila merah dengan berat rata-rata 5,6±0,6 g. Ikan dipelihara pada bak kapasitas 20 L dengan padat tebar 20 ekor/wadah dengan masa pemeliharaan 42 hari.  Hasil menunjukkan faktor A (ekstrak nanas) dan B (probiotik) memberikan pengaruh yang berbeda nyata dan adanya interaksi (P<0,05) terhadap total konsumsi pakan, efisiensi pemanfaatan pakan, rasio efisiensi protein dan laju pertumbuhan spesifik. Penambahan kombinasi ekstrak nanas dan probiotik tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kelulushidupan ikan nila (O. niloticus).  Kualitas air selama penelitian masih optimal untuk pemeliharaan ikan nila.  Hasil terbaik pada penelitian ini didapatkan dari perlakuan A3B1 dengan EPP tertinggi (90,91%), PER (2,46) dan SGR (2,21%/hari). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada perlakuan A3B1 (pemberian 2,25% ekstrak nanas pada pakan dan 1 mL/L probiotik pada media pemeliharaan) memberikan hasil tertinggi pada EPP, PER dan SGR.
Pengaruh Penambahan Vitamin C dan Probiotik pada Pakan terhadap Efisiensi Pemanfaatan Pakan, Pertumbuhan dan Kelulushidupan Ikan Patin (Pangasius hypopthalmus) Husin, Muhammad Iqbal; Suminto, Suminto; Sudaryono, Agung
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.793 KB)

Abstract

Ikan patin merupakan salah satu komoditas air tawar yang mempunyai prospek yang baik karena mempunyai nilai jual yang cukup tinggi serta cara budidaya yang tidak sulit. Masalah utama yang dihadapi dalam produksi budidaya ikan patin adalah pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan. Pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan yang baik diharapkan akan dapat meningkatkan profit pembudidaya ikan. Penambahan vitamin C dan probiotik dalam pakan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan ikan patin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahiui pengaruh dan interaksi yang mempengaruhi nilai total konsumsi pakan, efisiensi pemanfaatan pakan, pertumbuhan dan kelulushidupan ikan patin. Ikan uji yang digunakan adalah ikan patin dengan bobot individu rata-rata 7,44±0,28 g/ekor. Pemberian pakan yaitu pada pukul 08.00, 12.00 dan 16.00 secara at satiation.  Ikan uji dipelihara dengan padat penebaran 1 ekor/2L selama 42 hari. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor (ordo 2x3) dengan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah penambahan vitamin C pada pakan  dengan dosis 500 mg/kg, dan 1000 mg/kg dan penambahan probiotik dengan dosis 105,106, dan 107 CFU/mL.  Data yang diamati meliputi total konsumsi pakan (TKP), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), laju pertumbuhan relatif (RGR), kelulushidupan (SR) dan kualitas air.  Perlakuan dengan penambahan vitamin C 1000 mg/kg pakan dan probiotik 107 CFU/mL  menghasilkan EPP sebesar 69,35%, dan  LPH sebesar 230 mg/hari. Kualitas air pada media pemeliharaan terdapat pada kisaran yang layak untuk pemeliharaan ikan uji. Kesimpulan dari penelitian ini adalah vitamin C dan probiotik memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) dan terjadi  interaksi yang mempengaruhi terhadap nilai efisiensi pemanfaatan pakan (EPP),  laju pertumbuhan harian (LPH), tetapi vitamin C dan probiotik tidak memberikan  pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap nilai total konsumsi pakan dan kelulushidupan.
Pertumbuhan Benih Ikan Gabus Channa striata dengan Pakan Cacing Darah Beku Ndobe, Samliok; Madinawati, Madinawati; Serdiati, Novalina; Syukri, Syukri; Moore, Abigail
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.921 KB)

Abstract

Ikan gabus Channa striata merupakan ikan air tawar yang secara tradisonal ditangkap dan dikonsumsi oleh masyarakat asli Sulawesi Tengah, namun saat ini populasinya di alam cenderung mengalami penurunan. Eksploitasi ikan gabus yang terus meningkat disebabkan oleh kesukaan konsumen terhadap dagingnya yang lezat dan gizinya yang tinggi serta kandungan albuminnya yang tinggi mengakibatkan permintaan ikan gabus sebagai makanan kesehatan dan bahan baku industri farmasi semakin meningkat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penurunan populasi ikan gabus di alam adalah dengan melakukan pembesaran benih ikan gabus, namun hal ini terkendala pada ketersediaan pakan, khususnya pada tahap awal pembesaran yang merupakan fase kritis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh feeding rate terhadap pertumbuhan dan sintasan benih ikan gabus yang diberi pakan cacing darah beku. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Benih ikan gabus (bobot tubuh 0.17±0.10 dan panjang total 2.5±0.5 cm) diberi pakan cacing darah (tiga kali sehari) dengan lima rasio pakan/bobot tubuh yaitu: P1=6,5%, P2=8,0%, C=9.5%, D=11,0% and E=12,5%. Benih dipelihara dalam wadah terkontrol berisi tujuh liter air dengan kepadatan penebaran sebesar satu ekor/liter. Parameter yang diukur adalah pertumbuhan mutlak (bobot tubuh dan panjang total) serta sintasan. Perlakuan pakan 12,5% /bobot tubuh ikan memberi hasil terbaik dengan pertumbuhan mutlak bobot tubuh benih ikan gabus yang secara nyata lebih tinggi jika dibandingkan dengan keempat perlakuan lainnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 8