cover
Contact Name
I Gusti Putu Ngurah Adi Santika
Contact Email
ngurahadisantika@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpkrmahadewa@gmail.com
Editorial Address
Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Jln. Seroja, Tonja, Denpasar, (0361)431434 E-Mail : jpkrmahadewa@gmail.com
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi
ISSN : 23379561     EISSN : 25801430     DOI : -
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi adalah jurnal pendidikan dan kesehatan yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Januari dan Juni. Memuat tulisan berbahasa Indonesia maupun Inggris yang berasal dari hasil penelitian, kajian teoretis dan aplikasi teori dengan kajian masalah pendidikan olah raga dan kesehatan. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi telah melaksanakan (MOU) dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI).
Articles 406 Documents
PELATIHAN T-SPRINT 4 REPETISI 3 SET TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN MENGGIRING BOLA SISWA PUTRA PESERTA EKSTRA KULIKULER SEPAK BOLA SMP SANTO YOSEPH DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Gusti Made Suardiana Nira Diningrat; I Komang Adi Palgunadi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 5 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.434 KB)

Abstract

Berdasarkan observasi dan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah perlu diadakan penelitian lebih lanjut , maka didapatkan hasil bahwa siswa putra peserta ekstrakulikuler sepak bola SMP Santo Yoseph Denpasar tahun pelajaran 2017/2018 memerlukan pelatihan untuk meningkatkan kelincahan menggiring bola. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-tes and post-tes groups design. Populasi diambil dari siswa putra peserta ekstrakulikuler sepak bola SMP Santo Yoseph Denpasar tahun pelajaran 2017/2018. Sampel berjumlah 22 orang diambil secara acak sederhana dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik acak sederhana yang masing-masing kelompok terdiri dari 11 orang. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah pelatihan T-Sprint 4 repetisi 3 set pada kelompok perlakuan dan pelatihan T-Sprint 4 repetisi 2 set pada kelompok kontrol. Data berupa hasil tes diperoleh dengan mengukur kecepatan waktu sampel dan diperolehlah data . Data yang diperboleh berupa angka yang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh diuji menggunakan format T-test.. Berdasarkan analisis data bahwa kelompok kontrol dihitung nilai t nya 9,173 sedangkan nilai t table sebesar = 2,228 dengan taraf singnifikan 5 % dan db= 10 dan pada kelompok perlakuan nilai t dihitung 9,160 sedangkan nilai t table sebesar = 2,228 dengan taraf singnifikan 5 % dan db =10. Dan perbedaan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan diperoleh nilai t 2,834 sedangkan nilai t tabel sebesar = 2,086 dengan taraf singnifikan 5 % dan db = 20. Berdasarkan kesimpulannya bahwa pelatihan T-Sprint 4 repetisi 3 set meningkatkan kelincahan menggiring bola. Untuk hasil post test kedua kelompok ada perbedaan yang signifikan dan hipotesis nol ditolak. Dari hasil reratadanT-Sprint 4 repetisi 2 set dalam meningkatkan kelincahan menggiring bola siswa putra peserta ekstrakulikuler SMP Santo Yoseph Denpasar tahun pelajaran 2017/2018.
PELATIHAN DOUBLE LEG BOUND SETINGGI 40 CM 5 REPETISI 6 SET MENINGKATKAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI SISWA PUTRA PESERTA EKSTRA KURIKULER BOLA VOLI SMP PANCASILA BADUNG I Kadek Yudha Pranata
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 5 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.031 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pelatihan Double Leg Bound Setinggi 40 CM 5 Repetisi 6 Set Meningkatkan Daya Ledak Otot Tungkai Siswa Putra Peserta Ekstra Kurikuler Bola Voli SMP Pancasila Badung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu karena dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatkan daya ledak otot tungkai siswa putra peserta ekstra kurikuler bola voli SMP Pancasila Badung. Tes yang digunakan untuk mengukur daya ledak otot tungkai dengan menggunakan tes vertikal jump dengan satuan cm. Hasil dari penelitian ini adalah menunjukkan bahwa didapatkan beda rerata hasil post test antara pelatihan double leg bound pada kelompok perlakuan dengan pelatihan alternate leg bound pada kelompok kontrol sebesar 5,3 cm dengan hasil p lebih kecil dari 0,05 (p>0.05). Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna dari hasil post test antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Berdasarkan persentase rerata perubahan waktu pengukuran daya ledak vertical jump sesudah pelatihan selama enam minggu pada tabel 4.5 menunjukkan bahwa persentase rerata perubahan pengukuran vertical jump pada pelatihan kelompok perlakuan lebih besar daripada kelompok kontrol. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penelitian kelompok perlakuan menghasilkan perubahan pengukuran daya ledak vertical jump lebih baik daripada pelatihan kelompok kontrol. Disimpulkan bahwa Pelatihan Double Leg Bound Setinggi 40 CM 5 Repetisi 6 Set dapat Meningkatkan Daya Ledak Otot Tungkai Siswa Putra Peserta Ekstra Kurikuler Bola Voli SMP Pancasila Badung.
PELATIHAN SPRINT 30 METER DENGAN BEBAN 1 KG DIPINGGANG 4 REPETISI 3 SET TERHADAP KECEPATAN LARI SISWA PUTRA KELAS VII SMP NEGERI 3 BANJARANGKAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 I Wayan Kuntala; A.A. Gd. Ardana; IGP. Ngurah Adi Santika
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 5 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.535 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-test and post-test groups design. Populasi diambil dari seluruh siswa putra kelas VII SMPNegeri 3 Banjarangkan tahun pelajaran 2016/2017. Sampel berjumlah 36 orang didapat dengan rumus pocock. Jumlah sampel dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 18 orang. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pelatihan sprint 30 meter dengan beban 1 kg dipinggang 4 repetisi 3 set pada kelompok perlakuan dan pelatihan sprint 30 meter 4 repetisi 3 set pada kelompok kontrol, frekuensi pelatihan 4 kali seminggu selama 6 minggu pada siswa putra kelas VII SMP Negeri 3 Banjarangkan tahun pelajaran 2016/2017. Data berupa hasil kecepatan lari 100 meter yang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh diuji menggunakan program komputer SPSS 16. Data berdistribusi normal dan homogen sehingga selanjutnya diuji menggunakan ujit-paired untuk membandingkan nilai rata-rata sebelum dan sesudah pelatihan antara masing-masing kelompok, sedangkan ujit-test independent untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara kedua kelompok. Hasil ujit-paired kelompok kontrol dan kelompok perlakuan terjadi peningkatan yang bermakna (p<0.05). Hasil uji t-test independent di dapat bahwa kedua kelompok sebelum pelatihan tidak berbeda bermakna (p>0,05), sedangkan setelah pelatihan kedua kelompok kecepatan lari 100 meter berbeda bermakna (p < 0,05). Simpulannya bahwa pelatihan sprint 30 meter dengan beban 1 kg dipinggang 4 repetisi 3 set dan pelatihan sprint 30 meter 4 repetisi 3 set sama-sama meningkatkan lari 100 meter dan menyatakan hipotesis alternatif diterima. Untuk hasil post-test kedua kelompok tidak ada perbedaan yang signifikan dan hipotesis alternatif diterima. Dari hasil rerata dan persentase bahwa pelatihan sprint 30 meter dengan beban 1 kg dipinggang 4 repetisi 3 set lebih baik daripada sprint 30 meter 4 repetisi 3 set dalam meningkatkan kecepatan lari 100 meter siswaputra kelas VII SMP Negeri 3 Banjarangkan tahun pelajaran 2016/2017.
ANALISA PENANGANAN PERTAMA CEDERA OLAHRAGA PADA TIM ATLET BOLA VOLI PUTRA IKIP PGRI BALI KA. Tri Widhiyanti; NW. Ariawati; IM. Bagia
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 5 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.152 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini, peneliti mengadakan penelitian tentang analisa penanganan pertama cedera olahraga pada tim bola voli putra IKIP PGRI Bali. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data populasi. Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti bertujuan untuk mengetahui jenis cedera yang sering terjadi serta penyebabnya. Selain itu juga untuk mendapatkan gambaran tentang penanganan pertama terhadap cedera yang terjadi serta metode-metode yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya cedera. Hasil yang diperoleh dari 30 responden melalui angket yaitu: atlet yang mengalami cedera olahraga memperoleh hasil 56 % yang tergolong cukup kuat. Cedera olahraga yang sering dialami adalah memar dan keseleo, memperoleh hasil 52 % skala tergolong cukup kuat. Penyebab terjadinya cedera olahraga adalah kurangnya pemanasan memperoleh hasil 58 % skala tergolong cukup kuat. Cedera ringan ditangani oleh pelatihnya sendiri dengan hasil 86 % skala tergolong kuat, begitu pula cedera berat juga ditangani oleh pelatihnya sendiri dengan hasil 74 %, skala tergolong kuat. Pasca cedera hanya sebagian saja atlet yang mengalami trauma yang diperoleh hasil 38% skala tergolong lemah, yang masih terasa sakit dengan hasil 86 % skala tergolong sangat kuat dan berlatih kembali setelah 3 hari dengan hasil 96 % skala tergolong sangat kuat. Pencegahan melalui pemanasan dengan hasil 88 % skala tergolong sangat kuat. Penanganan pertama cedera menggunakan RICE dengan hasil 59 % skala tergolong cukup kuat.pemulihan cedera menggunakan terapi latihan dengan hasil 72 % yang tergolong kuat. Dari hasil tersebut peneliti menyimpulkan bahwa cedera yang sering terjadi adalah memar dan keseleo karena kurangnya pemanasan. Penanganan pertama yang sering dilakukan adalah menggunakan metode RICE, serta untuk pencegahan diharapkan atlet untuk memaksimalkan pemanasan sebelum melakukan kegiatan olahraga.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PASSING BOLA SEPAK BOLA PADA SISWA KELAS VI SDN 17 DANGIN PURI DENPASAR SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2015/2016 I Made Bendi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.237 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar passing bola sepak bola melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas VI SDN 17 Dangin Puri Denpasar Semester I Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI SDN 17 Dangin Puri yang jumlahnya 31 siswa yaitu 20 putra dan 11 putri. Data aktivitas dikumpulkan dengan lembar observasi dan data hasil belajar dikumpulkan menggunakan asesmen passing bola sepak bola, kemudian dianalisis secara deskriptif. Tingkat ketuntasan aktivitas belajar siswa dapat dikatakan meningkat apabila diperoleh hasil secara klasikal pada siklus I yaitu 19,35% dengan kategori aktif dan pada siklus II menjadi 90,32% pada kategori sangat aktif. Dengan demikian dari siklus I ke siklus II, meningkat sebesar 70,97% dengan demikian aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan secara signifikan berdasarkan data yang telah diperoleh. Hasil belajar siswa secara klasikal pada siklus I mengalami ketuntasan sebesar 12,90% sedangkan pada siklus II siswa mengalami ketuntasan sebesar 93,45%, dengan demikian dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 80,55%. Dengan demikian hasil belajar siswa mengalami peningkatan secara signifikan berdasarkan data yang telah diperoleh. Seperti hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar passing bola sepak bola meningkat melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas VI SDN 17 Dangin Puri Denpasar Semester I Tahun Pelajaran 2015/2016. Disarankan kepada guru penjasorkes untuk menggunakan model pembelajaran ini dalam pembelajaran passing bola sepak bola karena telah terbukti secara empirik meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
MASASE GENERAL SEBAGAI PEMULIHAN PASIF DALAM MENINGKATKAN KECEPATAN LARI 100 METER Komang Ayu Tri Widhiyanti
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.548 KB)

Abstract

Proses pemulihan yang baik ialah apabila seseorang yang telah melakukan proses pemulihan tersebut tidak merasa lelah lagi akibat aktifitas fisik yang dilakukan sebelumnya dan siap melakukan aktifitas fisik selanjutnya. Aktifitas olahraga yang sering dilakukan yaitu menggunakan kecepatan lari. Masase olahraga merupakan cara yang tepat untuk mendukung kekuatan fisik seorang atlet baik untuk peningkatan prestasi olahraga maupun pencegahan cedera olahraga, pada atlet saat latihan atau pertandingan. Manipulasi-manipulasi masase dapat berupa urutan, pijatan, dan lain-lain yang dipilih dan disusun secara sistematis berdasarkan prinsip-prinsip fisiologi dan anatomi, serta disesuaikan dengan kondisi jaringan.
PENGARUH PELATIHAN BARRIER HOP 5 MENIT 4 SET SAMA BAIK DENGAN 10 MENIT 2 SET TERHADAP JARAK TENDANGAN BOLA LAMBUNG PEMAIN SEPAK BOLA UKM IKIP PGRI BALI I Kadek Suryadi Artawan
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.097 KB)

Abstract

Permainan sepakbola lebih banyak menggunakan daya ledak otot tungkai, maka perlu diberikan pelatihan terhadap otot tersebut. Barrier hop merupakan pelatihan untuk meningkatkan daya ledak. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah Barrier Hop 5menit 4 set dan 10 menit 2 set. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan Barrier Hop 5 Menit 4 Set dan 10 Menit 2 Set untuk meningkatkan jarak tendangan bola lambung pemain sepak bola UKM IKIP PGRI Bali.Penelitian ini dilakukan pada 24 orang yang dipilih secara acak dari peserta UKM Sepak Bola IKIP PGRI Bali. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yang terdiri dari 12 orang. Kelompok I diberikan latihan Barrier Hop 5 menit 4 set dan Kelompok II latihan Barrier Hop 10menit 2 set. Data sebelum dan sesudah perlakuan diuji dengan program SPSS. Dari hasil uji rerata jauhnya tendangan lambung pemain sepak bola sebelum pelatihan Kelompok I (36,11 ± 3,01) dan Kelompok II (35,45 ± 2,57) meter. Pada uji beda rerata jauhnya tendangan lambung pemain sesudah perlakuan antara Kelompok I sebesar 40,06 ± 2,85 dan Kelompok II sebesar 39,09 ± 2,02, Analisis kemaknaan dengan uji t-independent menunjukkan nilai p = 0,348, ini berarti antara Kelompok I dan Kelompok II setelah diberi perlakuan tidak berbeda (p > 0,05). Simpulan pelatihan Barrier Hop 5 menit 4 set dan 10 menit 2 set sudah terbukti meningkatan jarak tendangan bola lambung pemain sepakbola.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN SENAM LANTAI SISWA KELAS VIII J SMP NEGERI 4 ABIANSEMAL TAHUN PELAJARAN 2013/2014 I Made Sujana
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.045 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar teknik dasar guling depan dan guling belakang senam lantai melalui implementasi model pembelajaran kontekstual pada siswa kelas VIII J SMP Negeri 4 Abiansemal tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas yang melibatkan subyek sebanyak 36 orang siswa kelas VIII J semester satu SMP Negeri 4 Abiansemal tahun pelajaran 2013/2014 dengan guru sebagai peneliti. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, evaluasi dan refleksi.Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII J SMP Negeri 4 Abiansemal yang berjumlah 36 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasidan tes. Hasil data yang terkumpul dan dianalisis dan dijabarkan secara deskriptif. Berdasarkan analisis data hasil penelitian aktivitas belajar senam lantai mengalami peningkatan sebesar 39 % dari data awalmenjadi menjadi 64 % pada siklus I dan meningkat 28% dari 64% siklus I menjadi 92% siklus II. Hal ini berdampak pada Ketuntasan hasil belajar senam lantai meningkat sebesar 33% dari 25% data awal menjadi 58% pada siklus I, dan meningkat 36% dari 58% siklus I menjadi 94% siklus II. Dengan kata lain telah terjadi Peningkatan yang signifikan terhadap aktivitas belajar dan hasil belajar siswa melalui penggunaan model pembelajaran Kontekstual. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar senam lantai meningkat melalui implementasi model pembelajaran kontekstual pada siswa kelas VIII J SMP Negeri 4 Abiansemal tahun pelajaran 2013/2014.
TINGKAT PENYIMPANGAN KETENTUAN HUKUM TENTANG PRAKTEK PENYERAHAN OBAT (DISPENSING) OLEH TENAGA MEDIS PADA TEMPAT PRAKTEK PRIBADI DI KOTA DENPASAR TAHUN 2016 I Made Adi Widnyana
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.696 KB)

Abstract

Berdasarkan ketentuan Pasal 63 ayat (1) Undang- Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan dinyatakan “pekerjaan kefarmasian dalam pengadaan, produksi, distribusi, dan pelayanan sediaan farmasi (obat) harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu. Tenaga kefarmasian dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan dikatakan meliputi apoteker, analis farmasi dan asisten apoteker. Berdasarkan ketentuan tersebut selain tenaga kefarmasian tidak dilegalkan melakukan pekerjaan kefarmasian termasuk dalam hal ini penyerahan obat kepada pasien, kecuali hal tersebut dilakukan oleh tenaga medis di daerah terpencil yang tidak ada Apoteknya. Namun realitanya, tenaga medis melakukan praktek penyerahan obat di Kota Denpasar yang secara ketentuan bukan merupakan daerah terpencil, sehingga dapat dikatakan tenaga medis telah melakukan penyimpangan terhadap ketentuan hukum yang berlaku. Tingkat penyimpangan penyerahan obat oleh tenaga medis pada tempat praktek pribadi berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan analisis ketentuan hukum, serta penentuan sample dengan metode tabel Isacc dan Michael di kota Denpasar berkisar 66,37%. Dispensing oleh tenaga medis tertinggi diamati terjadi di kecamatan Denpasar Barat.
PENGARUH PELATIHAN MULTIBALL DAN PELATIHAN BERPASANGAN TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN KETEPATAN FOREHAND DRIVE TENIS MEJA I Gede Agus Adi Saputra
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.416 KB)

Abstract

Untuk dapat berprestasi dalam cabang olahraga tenis meja, seseorang harus memilih metode pelatihan yang tepat dan terprogram. Ada 5 metode pelatihan dalam tenis meja untuk meningkatkan keterampilan, diantaranya adalah: pelatihan berpasangan, pelatihan dengan pelatih, berlatih sendiri, pelatihan multiball, dan pelatihan dengan mesin. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua metode pelatihan untuk meningkatkan ketepatan pukulan forehand drive tenis meja, diantaranya adalah pelatihan multiball dan pelatihan berpasangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) pengaruh pemberian pelatihan multiball terhadap ketepatan forehand drive; (2) pengaruh pemberian pelatihan berpasangan terhadap ketepatan forehand drive; (3) manakah pelatihan yang paling berpengaruh lebih besar terhadap peningkatan ketepatan forehand drive. Sasaran penelitian ini adalah mahasiswa bimbingan prestasi tenis meja Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 30 mahasiswa putra yang terbagi menjadi 3 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 10 orang. Proses pengambilan data dilakukan dengan melakukan pretest dan posttest ketepatan forehand drive dengan instrumen yang berupa meja yang sudah terbagi kedalam 3 daerah sasaran. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan bantuan SPSS 16.0. Hasil penelitian sebagai berikut : (1) Pemberian pelatihan multiball berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ketepatan forehand drive sebesar 45,50%. Hasil uji t menyatakan nilai thitung, (9,841) > nilai ttabel (1,833), berarti hipotesis teruji kebenarannya. (2) Pemberian pelatihan berpasangan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ketepatan forehand drive sebesar 51,92%. Hasil uji t menyatakan nilai thitung (6,791) > nilai ttabel (1,833), berarti hipotesis teruji kebenarannya. (3) Terdapat perbedaan signifikan pengaruh pelatihan kelompok multiball, berpasangan dan kontrol terhadap ketepatan forehand drive mahasiswa bimbingan prestasi tenis meja Fakultas Olahraga dan Kesehatan Undiksha Singaraja. Hasil anova menyatakan nilai Fhitung (4,287) > nilai Ftabel (3,35), berarti hipotesis teruji kebenarannya. Perhitungan post hoc menyatakan bahwa pelatihan berpasangan memberikan hasil yang lebih baik (efektif) terhadap ketepatan forehand drive tenis meja.