cover
Contact Name
I Gusti Putu Ngurah Adi Santika
Contact Email
ngurahadisantika@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpkrmahadewa@gmail.com
Editorial Address
Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Jln. Seroja, Tonja, Denpasar, (0361)431434 E-Mail : jpkrmahadewa@gmail.com
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi
ISSN : 23379561     EISSN : 25801430     DOI : -
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi adalah jurnal pendidikan dan kesehatan yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Januari dan Juni. Memuat tulisan berbahasa Indonesia maupun Inggris yang berasal dari hasil penelitian, kajian teoretis dan aplikasi teori dengan kajian masalah pendidikan olah raga dan kesehatan. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi telah melaksanakan (MOU) dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI).
Articles 406 Documents
KORELASI KEKUATAN OTOT TUNGKAI DAN PANJANG TUNGKAI TERHADAP PENINGKATAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PESERTA PUTRA EXSTRAKURIKULER BOLA VOLI SMP NEGERI 5 MENGWI BADUNG TAHUN PELAJARAN 2017/2018 I.M.A. Adiana; I.M. Darmada; N.L.G. Widiantari
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.061 KB)

Abstract

Dari pengamatan yang peneliti lakukan ternyata hingga saat ini kurangnya pemahaman baik siswa maupun pelatih atau guru olahraga mengenai pentingnya daya ledak otot tungkai terhadap peningkatan suatu prestasi olahraga bola voli di SMP Negeri 5 Mengwi Badung. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh peserta putra extrakurikuler bola voli SMP Negeri 5 Mengwi Badung tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 50 orang. Dari perhitungan koefisien korelasi product moment rx1y diperoleh koefisien korelasi r = 0,382. Ini menunjukkan terdapat korelasi yang rendah pada kekuatan otot tungkai terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai peserta putra extrakurikuler bola voli SMP Negeri 5 Mengwi Badung tahun pelajaran 2017/2018. Dari perhitungan koefisien korelasi product moment rx2y diperoleh koefisien korelasi r = 0,147. Ini menunjukkan terdapat korelasi yang sangat rendah pada panjang tungkai terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai peserta putra extrakurikuler bola voli SMP Negeri 5 Mengwi Badung tahun pelajaran 2017/2018. Dari perhitungan koefisien korelasi product moment rx1x2y diperoleh koefisien korelasi r = 0,406. Ini menunjukan terdapat korelasi yang cukup antara kekuatan otot tungkai dan panjang tungkai terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai peserta putra extrakurikuler bola voli SMP Negeri 5 Mengwi Badung tahun pelajaran 2017/2018. Dari perhitungan koefisien determinasi atau koefisien penentu (KP) diperoleh KP = 16,48%. Ini berarti kekuatan otot tungkai dan panjang tungkai mendeterminasi atau menentukan sebesar 16,48% terhadap daya ledak otot tungkai peserta putra extrakurikuler bola voli SMP Negeri 5 Mengwi Badung tahun pelajaran 2017/2018, sedangkan sisanya sebesar 83,52% ditentukan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan uji F diperoleh nilai F-hitung sebesar 4,63 lebih besar dari F-tabel 3,18; sehingga Ho ditolak dan Ha diterima (signifikan). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa, ada korelasi kekuatan otot tungkai dan panjang tungkai terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai peserta putra extrakurikuler bola voli SMP Negeri 5 Mengwi Badung tahun pelajaran 2017/2018.
PELATIHAN DRILLS BOX SETINGGI 50 CM 5 REPETISI 5 SET MENINGKATKAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PESERTA PUTRA UKM BOLA VOLI IKIP PGRI BALI Ni Luh Gde Widiantari; Ni Luh Putu Indrawathi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.806 KB)

Abstract

Pelatihan olahraga merupakan salah satu upaya meningkatkan kondisi kesehatan fisik, disiplin dan sportivitas. Kemampuan yang perlu ditingkatkan dalam olahraga salah satunya adalah daya ledak otot tungkai. Peningkatan daya ledak otot tungkai dapat terjadi dengan melakukan pelatihan drills box. Drills box adalah pelatihan yang dilakukan dengan cara meloncat ke atas box berulang kali, dalam penelitian ini dipakai 3 box. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pelatihan drills box dapat meningkatkan daya ledak otot tungkai peserta putra UKM bola voli IKIP PGRI Bali. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-test and post-test groups design. Populasi diambil dari keseluruhan peserta putra UKM bola voli IKIP PGRI Bali yang berjumlah 42 orang siswa yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Hasil penelitian didapatkan rata-rata tes awal daya ledak otot tungkai pada kelompok perlakuan yaitu, 35,353 dan rata-rata tes akhir yaitu 40,040. Sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata tes awal yaitu 31,180 dan rata-rata tes akhir yaitu 34,287. Bersadarkan uji t-test independent didapat bahwa beda rerata hasil pre test antara kelompok perlakuan dengan kelompok control sebesar 4,173 dengan hasil p lebih kecil dari 0,05 (p < 0.05) yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna dari hasil pre test antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol, sedangkan beda rerata hasil post test antara pelatihan drills box pada kelompok perlakuan dengan pelatihan meloncati rintangan pada kelompok control sebesar 5,753 dengan hasil p lebih kecil dari 0,05 (p < 0.05) yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna dari hasil post test antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Berdasarkan penelitian diatas disarankan agar pelatihan drills box dan meloncati rintangan sebagai salah satu pelatihan untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai.
PELATIHAN STANDING JUMP OVER BARRIER DENGAN RINTANGAN 40 CM 10 REPETISI 3 SET MENINGKATKAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI DALAM PERMAINAN BOLA VOLI TAHUN 2018 I Gede Agus Adi Saputra
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.24 KB)

Abstract

Berdasarkan observasi dan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah perlu diadakan penelitian lebih lanjut, maka di dapatkan hasil bahwa siswa putra peserta SMP SANTO YOSEPH memerlukan pelatihan untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-tes and post-tes groups design. Populasi diambil dari siswa putra kelas VIII SMP SANTO YOSEPH. Sampel berjumlah 32 orang diambil secara acak sederhana dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik acak sederhana yang masing-masing kelompok terdiri dari 16 orang. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah pelatihan Standing Jump Over Barrier 10 repetisi 3 set pada kelompok perlakuan dan pelatihan Lompat Kodok 10 repetisi 3 set pada kelompok kontrol. Data berupa hasil tes diperoleh dengan mengukur daya ledak otot tungkai sampel dan diperolehlah data. Data yang diperoleh berupa angka yang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh diuji menggunakan format T-test. Data berdistribusi normal dan homogen sehingga selanjutnya diuji menggunakan format t test untuk membandingkan nilai rata-rata sebelum dan sesudah pelatihan antara masing-masing kelompok, sedangkan ujit- t test untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara kedua kelompok. Berdasarkan analisis data bahwa kelompok control di hitung nilai t nya 17,347 sedangkan nilai t table sebesar = 2,201 dengan taraf singnifikan 5 % dan db= 11 dan pada kelompok perlakuan nilai t di hitung 10,899 sedangkan nilai t table sebesar = 2,201 dengan taraf singnifikan 5 %dan db =11. Dan perbedaan keompok control dan kelompok perlakuan di peroleh nilai t 4,387 sedangkan nilai t table sebesar = 2,074 dengan taraf singnifikan 5 % dan db = 22. Berdasarkan kesimpulannya bahwa Pelatihan Standing Jump Over Barrier 10 repetisi 3 meningkatkan daya ledak otot tungkai. Untuk hasil post test kedua kelompok ada perbedaan yang signifikan dan hipotesis nol ditolak. Dari hasil rerata Standing Jump Over Barrier 10 repetisi 3 dan Lompat Kodok10 repetisi 3 set dalam meningkatkan daya ledak otot tungkai siswa putra SMP SANTO YOSEPH.
PELATIHAN TRAINING CIRCLES 15 REPETISI 4 SET DAN 10 REPETISI 6 SET TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PERUT SISWA PUTRI KELAS VIII SMP NEGERI 2 KUTA TAHUN PELAJARAN 2017/2018 I Kadek Surana; I Komang Adi Palgunadi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.071 KB)

Abstract

Berdasarkan pengamatan, prestasi cabang olahraga atletik maupun permainan sampai saat ini masih belum mampu menunjukkan hasil yang optimal hal ini karena siswa kurangnya mendapat pelatihan otot perut, kurang menguasai teknik latihan otot perut serta kurangnya minat dalam melatih otot perut. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putri kelas VIII SMP Negeri 2 Kuta berjumlah 58 orang dan seluruhnya digunakan sebagai sempel dengan teknik populasi study yang meneliti seluruh subjek penelititan. Alat ukur yang digunakan adalah tes perbuatan dengan melakukan baring duduk (sit-up) selama 30 detik. Analisis data yang dipergunakan adalah metode analisis statistic dengan rumus t-tes. Berdasarkan analisis data diperoleh t-tes kelompok eksperimen I sebesar 5,742 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,048 dengan taraf signifikansi 5% dandb = 28. Demikian juga pada kelompok eksperimen II diperoleh t-tes sebesar 7,061 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,048 dengan taraf signifikansi 5% dandb = 28. Perbedaan kelompok eksperimen I dan II di peroleh t-tes sebesar 1,318 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,000 dengan taraf signifikansi 5% dan db = 56. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa eksperimen pertama dan eksperimen kedua sama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot perut siswa putrid kelas VIII SMP Negeri 2 Kuta. Sehingga eksperimen pertama dan eksperimen kedua, hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternative diterima. Untuk perbedaan pengaruh eksperimen pertama dan eksperimen kedua, hipotesis nol diterima dan hipotesis alternative ditolak. Karena kedua bentuk pelatihan tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan maka aplikasi di lapangan dapat dipergunakan salah satu atau kedua bentuk pelatihan training circles 15 repetisi 4 set dan 10 repetisi 6 set terhadap peningkatan kekuatan otot perut siswa putrid kelas VIII SMP Negeri 2 Kuta.
PELATIHAN LARI HURUF W DAN KELINCAHAN Putu Citra Permana Dewi; Kadek Dian Vanagosi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.672 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya peningkatan kelincahan dengan pelatihan lari huruf W. Pelatihan ini menggunakan rancangan experimental pre-tes-post-tes control group design.Sampel berjumlah 40 orang diambil secara acak sederhana dari populasi siswa putrakelas X SMAN 8 Denpasar yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data berupa hasil shuttle runtestyang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh dianalisis dengan independent t-test pada taraf signifikansi (α) = 5%. Hasil analisis data menunjukan bahwa, nilai Sig hitung 0,038< 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwapelatihan lari huruf W dapat meningkatkan kelincahansiswa putra kelas X SMAN 8 Denpasar.
HUBUNGAN PANJANG LENGAN DAN KEKUATAN OTOT LENGAN DENGAN KEMAMPUAN PASSING BAWAH DALAM PERMAINAN BOLA VOLI PADA SISWA PUTRA KELAS VII SMP NEGERI 2 SUKAWATI I Kadek Yudha Pranata
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.356 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian korelasi karena dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan kekuatan otot lengan dan Panjang lengan terhadap dengan kemampuan passing bawah bola voli. Hasil dari penelitian ini adalah (1) ada hubungan panjang lengan dengan kemampuan passing bawah dalam permainan bola voli, hal ini dapat dibuktikan hasil rX₂Y = 0,516 setelah dibandingkan dengan (tabel interpretasi koefisien korelasi product moment hasil yang didapat adalah cukup ) sebesar 0,361 sedangkan nilai r hitung yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 0,516. Hal ini berarti nilai yang didapat lebih besar dari angka batas penolakan hipotesis nol. Jadi hipotesis nol ditolak. (2) Ada hubungan kekuatan otot lengan dengan kemampuan passing bawah dalam permainan bola voli,hal ini dapat dibuktikan hasil rX₁Y = 0,517 setelah dibandingkan dengan (tabel interpretasi koefisien korelasi product moment hasil yang didapat adalah cukup) sebesar 0,361 sedangkan nilai r hitung yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 0,517. Hal ini berarti nilai yang didapat lebih besar dari angka batas penolakan hipotesis nol, berarti hipotesis nol ditolak. (3) Ada hubungan panjang lengan dan kekuatan otot lengan dengan kemampuan passing bawah dalam permainan bola voli, hal ini dapat dibuktikan hasil RX₁X₂Y =0,482 setelah dibandingkan dengan ( table interpretasi koefisien korelasi product moment hasil yang didapat cukup) sebesar 0.361 sedangkan nilai r hitung yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar Hal ini berarti nilai yang didapat lebih besar dari angka batas penolakan hipotesis nol, maka hipotesis nol ditolak. Disimpulkan bahwa ada hubungan panjang lengan dan kekuatan otot lengan dengan kemampuan passing bawah dalam permainan bola voli pada siswa putra kelas VII SMP Negeri 2 sukawati.
PENGARUH PEMBERIAN MASASE PARTIAL SEBAGAI TAMBAHAN PEMANASAN TERHADAP KEKUATAN OTOT LENGAN KA. Tri Widhiyanti; N.W. Ariawati; N.W. Ary Rusitayanti
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.64 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pemberian masase partial sebagai tambahan pemanasan terhadap kekuatan otot lengan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan desain posttest-only control-group design. Subjek sampel yang digunakan adalah Tim Bola Voli Putra IKIP PGRI BALI yang terdiri dari 15 orang kelompok kontrol dan 15 orang kelompok eksperimen. Lokasi penelitian dilaksanakan di Lapangan Lumintang Denpasar. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan didapatkan nilai untuk kelompok kontrol (M) 213,45 (S12) 177,42, (S) 13,32 dan kelompok eksperimen (M) 234,64, (S22) 239,01, (S) 15,46. Untuk menguji hipotesis digunakan rumus uji beda dua rata-rata (uji-t independent) yang didapatkan nilai t = 2,656, t kritis untuk derajat kebebasan n1+ n2– 2 = 28 dan α = 0,05 adalah 2,131. Oleh karena t hitung lebih besar dari t kritis (2,662 > 2,131), H0ditolak dan H1diterima. Jadi disimpulkan bahwa ada perbedaan kekuatan antara kelompok kontrol yang diberi stretching dengan kelompok eksperimen yang diberi masasepartial. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah bahwa terdapat pengaruh dari pemberian masase lokal sebagai tambahan pemanasan yang dapat meningkatkan kekuatan otot lengan.
PELATIHAN PLIOMETRIK NAIK TURUN BOX SETINGGI 40 CM 5 REPETISI 8 SET MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI PESERTA EKSTRA BOLA VOLI SMAN 2 MENGWI Ni Luh Gede Widiantari; Ni Luh Putu Indrawathi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 5 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.779 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pelatihan pliometrik Naikturun box setinggi 40 cm 5 repetisi 8 set meningkatkan kekuatan otot tungkai peserta ekstra bola voli SMAN 2 Mengwi. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-test and post-test groups design. Populasi dalam peneltian ini adalah peserta ekstra bola voli SMAN 2 Mengwi sebanyak 60 orang. Sampel dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok kontrol berjumlah 12 orang yang diberi pelatihan menendang bola 4 repetisi 8 set dan kelompok perlakuan berjumlah 12 orang yang diberi pelatihan pliometrik naik turun box setinggi 40 cm 5 repetisi 8 set. Data yang telah terkumpul di analisadengan rumus t-test. Berdasarkan taraf signifikansi 5%, didapatkan bahwa pelatihan Menendang Bola 4 Repetisi 8 Set kelompok kontrol dengan pelatihan Naik Turun Box Setinggi 40 Cm 5 Repetisi 8 Set pada kelompok perlakuan dengan nilai (p = 0,028) p<0,05, yang menunjukan perbedaan yang bermakna hasil tes akhir antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Ada perbedaan yang signifikan antara hasil post test kelompok perlakuan dengan rata-rata peningkatan kekuatan otot tungkai setelah pelatihan 4,9 kg dengan persentase peningkatan 5,23% dan kelompok kontrol mengalami peningkatan kekuatan otot tungkai setelah pelatihan rata-rata 0,1 kg dengan persentase peningkatan 0,118% maka didapatkan hasil bahwa pelatihan Pliometrik Naik Turun Box Setinggi 40 Cm 5 Repetisi 8 Set lebih baik dari pada latihan sesuai dengan pelatihan Menendang Bola 4 Repetisi 8 Set di dalam meningkatkan kekuatan otot tungkai siswa peserta ekstra bola voli SMAN 2 Mengwi.
PELATIHAN PLYOMETRIC BOX JUMP SETINGGI 40 CM 10 REPETISI 5 SET TERHADAP KEKUATAN OTOT TUNGKAI SISWA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLABASKET SMP NEGERI 2 DENPASAR TAHUN AJARAN 2018/2019 I Putu Eri Kresnayadi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 5 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.424 KB)

Abstract

Menurut pengamatan di lapangan, khususnya pada siswa peserta ekstrakurikuler bola basket SMP Negeri 2 Denpasar, dan hasil dari latihan yang telah dilaksanakan, penulis melihat rendahnya kekuatan otot tungkai yang dimiliki peserta ekstrakurikuler. Untuk mengatasi masalah itu penulis memiliki suatu metode penelitian yang dapat meningkatkan kekuatan otot tungkai sehingga dapat meningkatkan prestasi dalam cabang olah raga bolabasket, yaitu pelatihan Plyometric Box Jump. Berdasarkan latar belakang di atas permasalahan yang timbul adalah apakah ada pengaruh dan perbedaan pengaruh pelatihan Plyometric Box Jump setinggi 40 cm 10 repetisi 5 set terhadap kekuatan otot tungkai siswa peserta ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 2 Denpasar tahun ajaran 2018/2019?” Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh dan perbedaan pengaruh pelatihan Plyometric Box Jump setinggi 40 cm 10 repetisi 5 set terhadap kekuatan otot tungkai siswa peserta ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 2 Denpasar tahun ajaran 2018/2019. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa peserta ekstrakurikuler bolabasket sebanyak 64 orang. Karena dalam penelitian ini populasi jumlahnya 64 orang, maka seluruh populasi dipakai sebagai sampel penelitian, teknik penentuan sampel dalam penelitian ini mempergunakan teknik population study (populasion studi). Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Denpasar. Analisis data dipergunakan metode analisis statistik dengan teknik t-test. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada kelompok eksperimen, karena t-test sebesar 21,851, sedangkan t-tabel sebesar 2,048. Dengan demikian hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Begitu pula dapat dinyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada kelompok kontrol, karena t-tets sebesar 20,503, sedangkan t-tabel sebesar 2,048. Dengan demikian hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Tidak ada perbedaan pengaruh antara kelompok eksperimen yang mendapat pelatihan dengan kelompok kontrol, karena t-testnya sebesar 0,717, sedangkan t-tabel sebesar 2,000. Dengan demikian hipotesis nol diterima dan hipotesis alternatif ditolak.
PELATIHAN AGILITY LADDER METODE ICKY SHUFFLE 4 REPETISI 3 SET TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN GERAK PESERTA EKSTRA KURIKULER SEPAK BOLA SMP NEGERI 2 DENPASAR TAHUN 2019 I Gede Agus Adi Saputra
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 5 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.796 KB)

Abstract

Berdasarkan observasi dan penelitian pendahuluan yang telah di lakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah perlu diadakan penelitian lebih lanjut maka didapatkan hasil bahwa peserta ekstra kurikuler sepak bola SMP Negeri 2 Denpasar memerlukan pelatihan untuk meningkatkan kelincahan dalam teknik menghindar dan mengubah arah. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengetahui adanya peningkatan kelincahan pelatihan agility leader metode icky shuffle dan zig – zag run terhadap dua kelompok siswa putra yaitu, kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-test dan post-test group design. Populasi diambil dari peserta ekstra kulikuler sepak bola SMP Negeri 2 Denpasar. Sampel berjumlah 24 orang diambil secara acak sederhana dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah pelatihan agility leader metode icky shuffle 4 repetisi 3 set pada kelompok perlakuan dan pelatihan zig – zag run melewati 5 buah cone 2 repetisi 2 set pada kelompok kontrol, frekuensi pelatihan empat kali dalam seminggu selama enam minggu pada peserta ekstra kulikuler sepak bola SMP Negeri 2 Denpasar. Data berupa hasil kelincahan shuttle run 5 meter 8 kali yang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang di peroleh diuji dengan menggunakan program t-test. Data berditribusi normal dan homogen sehingga selanjutnya diuji menggunakan t-paired untuk membandingkan nilai rata – rata sebelum dan sesudah pelatihan antara masing – masing kelompok. Hasil uji t-paired kelompok kontrol dan kelompok perlakuan terjadi peningkatan yang bermakna ( p<0,05 ). Hasil uji t-test independent di dapat bahwa kedua kelompok sebelum pelatihan tidak berbeda bermakna ( p>0,05 ), sedangkan setelah pelatihan kedua kelompok kelincahan ada perbedaan yang bermakna ( p<0,05 ). Simpulan bahwa pelatihan agility leader metode icky shuffle 4 repetisi 3 set dapat meningkatkan kelincahan. Untuk hasil post-test menunjukan bahwa adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dan menyatakan hipotesis nol ditolak.