cover
Contact Name
I Gusti Putu Ngurah Adi Santika
Contact Email
ngurahadisantika@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpkrmahadewa@gmail.com
Editorial Address
Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Jln. Seroja, Tonja, Denpasar, (0361)431434 E-Mail : jpkrmahadewa@gmail.com
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi
ISSN : 23379561     EISSN : 25801430     DOI : -
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi adalah jurnal pendidikan dan kesehatan yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Januari dan Juni. Memuat tulisan berbahasa Indonesia maupun Inggris yang berasal dari hasil penelitian, kajian teoretis dan aplikasi teori dengan kajian masalah pendidikan olah raga dan kesehatan. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi telah melaksanakan (MOU) dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI).
Articles 406 Documents
PENGARUH PERMAINAN OLAHRAGA TRADISIONAL MEGALA-GALA TERHADAP KEMAMPUAN KELINCAHAN MAHASISWA PUTRA FPOK SEMESTER VI KELAS A TAHUN 2015 I Gusti Ngurah Agung Cahya Prananta
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.59 KB)

Abstract

Permainan tradisional adalah suatu jenis permainan yang ada pada suatu daerah tertentu yang berdasarkan kepada budaya daerah tersebut. Permainan tradisional biasanya dimainkan oleh orang-orang pada daerah tertentu dengan aturan konsep yang tradisional pada jaman dahulu. Permainan tradisional juga dikenal sebagai permainan rakyat merupakan sebuah kegiatan rekreatif yang tidak hanya bertujuan untuk menghibur diri, tetapi juga sebagai alat untuk memelihara hubungan dan kenyamanan sosial. Disetiap daerah yang ada di Indonesia mempunya beberapa olahraga tradisional. Olahraga tradisional dapat membantu tumbuh kembang psikomotor. Salah satu olahraga tradisional yang menyokong perkembangan psikomotor adalah permainan megala-gala. Megala-gala berasal dari satu suku kata yaitu gala yang artinya rintangan. Permainan ini mempengaruhi kelincahan karena gerakan dasar permainan ini adalah berlari secepat-cepatnya dan merubah arah berlari secepat-cepatnya untuk menipu penjaga dan lolos sampai ujung area permainan. Jadi penulis membuat penelitian yang berjudul Pengaruh Permainan Olahraga Tradisional Megala-Gala Terhadap Kemampuan Kelincahan Mahasiswa Putra Fpok Semester VI Kelas A Tahun 2015. Telah dilakukan penelitian Randomized Pre and Post Test Kontrol Group Design pada 20 orang sampel yang dipilih secara acak sederhana pada mahasiswa putra FPOK Semester VI kelas A tahun 2015. Sampel dibagi menjadi dua kelompok dengan masing-masing kelompok berjumlah 15 orang. Setelah itu diadakan pelatihan selama 6 minggu dimana pada sehari sebelum pelatihan diambil data observasi awal dan sehari setelah pelatihan diambil data observasi akhir. Data hasil observasi awal dan akhir diolah menggunakan perangkat lunak komputer SPSS. Data yang didapatkan menunjukkan bahwa perbedaan rerata kelincahan kelompok perlakuan sebelum dan sesudah pelatihan memiliki nilai p < 0,05. Hal ini berarti pada kelompok perlakuan terjadi peningkatan kelincahan sebelum dan sesudah pelatihan secara bermakna. Dengan demikian permainan megala-gala meningkattan kelincahan. Untuk pelatih olahraga prestasi bisa menggunakan pelatihan ini sebagai selingan pelatihan meningkatkan kelincahan. Untuk peneliti lain diharapkan meneliti olahraga tradisional yang lain supaya budaya Indonesia tidak pudar.
KONSEP GERAK DASAR UNTUK ANAK USIA DINI Kadek Dian Vanagosi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan anak usia dini sifatnya holistik, yaitu dapat berkembang optimal apabila sehat badannya, cukup gizinya dan diarahkan secara baik dan benar. Anak berkembang dari berbagai aspek yaitu aspek fisiknya, aspek kognitif, aspek sosial dan emosional. Perkembangan fisik merupakan hal yang sangat penting bagi anak usia dini khususnya anak di Taman Kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD). Pada umumnya pembelajaran di SD untuk aspek perkembangan fisik sudah banyak dilakukan dengan menyesuaikan pada cabang olahraga tertentu. Akan tetapi seyogyanya latihan fisik pada anak usia dini masih harus memperhatikan gerak dasar yang sederhana. Gerak yang sederhana akan membuat anak gampang untuk memahami dan melaksanakan intruksi. Hal tersebut juga akan meminimalisir terjadinya cidera yang permanen pada anak. Dengan demikian perlu diketahui konsep gerak yang bisa dilakukan dan diberikan kepada anak usia dini. Konsep gerak yang menjadi pedoman dalam melakukan aktivitas dimulai dengan mengajarkan gerak dasar terlebih dahulu. Gerak dasar sangat penting sebagai pondasi gerak lanjutan dan gerak keterampilan bagi anak. Dengan penguasaan gerak dasar yang baik maka diharapkan anak siap untuk melakukan gerak yang lebih komplek. Gerak dasar dibagi menjadi tiga kategori yaitu Locomotor, Non locomotor, dan manipulatif. Apabila anak usia dini diberikan gerak ini, maka akan menjadi pondasi yang kuat untuk melanjutkan pada gerak yang lebih komplek pada cabang olahraga tertentu.
ANALISIS KOMPONEN BIOMOTORIK PADA OLAHRAGA PERMAINAN WOODBALL Putu Citra Permana Dewi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permainan woodball menjadi olahraga yang sangat populer dikalangan anak-anak hingga orang tua. Pemain woodball yang baik berawal dari teknik dasar yang baik. Teknik dasar yang baik selain dari hasil latihan yang rutin juga dipengaruhi oleh kondisi fisik yang baik. Kondisi fisik yang baik didapat dari hasil pengembangan komponen biomotorik yang optimal. Sementara yang digunakan sebagai referensi atau acuan komponen biomotorik permainan woodball adalah komponen biomotorik olahraga golf, karena pada dasarnya permainan woodball mirip dengan olahraga golf. Analisis komponen biomotorik pada olahraga permainan woodball dilakukan untuk dapat menetukan komponen biomotorik dominan pada permainan woodball, dan dapat digunakan sebagai acuan pecinta permainan woodball dalam berlatih sehingga dapat meraih berprestasi. Metode analisis komponen biomotorik yang dilakukan berdasarkan kajian literatur. Kajian literatur yang dilakukan berdasarkan pada aspek alat yang digunakan, lapangan atau lintasan permainan, teknik dasar permainan, keterampilan pukulan woodball, aturan permaianan, dan lamanya permainan woodball. Berdasarkan hasil kajian literatur dapat simpulkan bahwa komponen biomotorik yang dibutuhkan oleh pemain woodball untuk dapat bermain dengan baik sehingga dapat berprestasi yaitu 1) komponen kekuatan khususnya kekuatan otot lengan, kekuatan genggaman tangan, kekuatan otot punggung, kekuatan otot kaki, dan kekuatan otot core, 2) koordinasi, 3) fleksibilitas, 4) daya tahan, 5) keseimbangan, dan 6) ketepatan. Komponen-komponen tersebut saling berhubungan satu dengan yang lainnya.
PENGUKURAN TINGKAT KADAR LEMAK TUBUH MELALUI JOGGING SELAMA 30 MENIT MAHASISWA PUTRA SEMESTER IV FPOK IKIP PGRI BALI TAHUN 2016 I Gusti Putu Ngurah Adi Santika
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.006 KB)

Abstract

Dalam pelaksanaan olahraga, kita harus memperhatikan banyak faktor terutama berkaitan dengan berat badan tubuh. Berat badan yang bertambah biasanya disebabkan oleh faktor yang tidak asing lagi bagi kita yaitu lemak. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam artikel ini adalah “Untuk mengetahui tingkat kadar lemak tubuh yang terjadi dengan pemberian jogging selama 30 menit”. Berdasarkan persentase rerata perubahan kadar lemak tubuh sesudah pelatihan selama 6 minggu untuk kelompok perlakuan 3,8% kadar lemak menurun sedangkan pada kelompok kontrol didapatkan hasil 0,6% kadar lemak menurun, ini menunjukkan bahwa kelompok perlakuan terbukti lebih efektif menurunkankadar lemak tubuh dibandingkan dengan kelompok kontrol. Berdasarkan pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan jogging selama 30 menit memang terbukti dapat menurunkan kadar lemak tubuh. Disarankan bagi mahasiswa dan masyarakat yang ingin menurunkan kadar lemak agar melakukan jogging selama 30 menit setiap hari.
PELATIHAN MENITI PAPAN JARAK 4 METER 5 REPETISI 2 SET DAN 2 REPETISI 5 SET TERHADAP PENINGKATAN KESEIMBANGAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 MENGWI TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Kadek Bayu Wibawa; I Ketut Sumerta; I Made Dharmawan
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.265 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan awal, SMP Negeri 3 Mengwi sudah sering mengikuti kejuaraan di bidang olahraga, baik ditingkat kabupaten maupun provinsi, akan tetapi para pemain SMP Negeri 3 Mengwi belum dapat menunjukkan hasil yang maksimal dalam meraih prestasi, untuk lebih meningkatkan prestasi yang dimiliki, maka penulis mencoba melaksanakan penelitian yang berjudul Pelatihan Meniti Papan Berjarak 4 Meter 5 Repetisi 2 Set dan 2 Repetisi 5 Set Terhadap Peningkatan Keseimbangan Siswa Kelas VIII SMP N 3 Mengwi Tahun Pelajaran 2015-2016. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka masalah-masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh dan perbedaan pengaruh Pelatihan Meniti Papan Berjarak 4 Meter 5 Repetisi 2 Set dan 2 Repetisi 5 Set Terhadap Peningkatan Keseimbangan Siswa Kelas VIII SMPN 3 Mengwi Tahun Pelajaran 2015-2016? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh dan perbedaan pengaruh Pelatihan Meniti Papan Berjarak 4 Meter 5 Repetisi 2 Set dan 2 Repetisi 5 Set Terhadap Peningkatan Keseimbangan Siswa Kelas VIII SMPN 3 Mengwi Tahun Pelajaran 2015-2016. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putra kelas VIII SMP Negeri 3 Mengwi Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 60 orang, dalam penelitian ini jumlah populasi di gunakan sebagai sampel sebanyak 60 orang sampel. Analisis data mempergunakan metode analisis statistik dengan rumus t-tes. Dari hasil analisis data didapatkan perbedaan kelompok experimen pertama dan kedua didapatkan t-hitung sebesar 0,540 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,000 dengan taraf signifikan 5% dan db=58. Berdasarkan hasil analisis data diatas dapat disimpulkan bahwa ada Perbedaan pengaruh yang tidak signifikan Pelatihan Meniti Papan Berjarak 4 Meter 5 Repetisi 2 Set dan 2 Repetisi 5 Set Terhadap Peningkatan Keseimbangan Siswa Kelas VIII SMPN 3 Mengwi Tahun Pelajaran 2015-2016.
PELATIHAN MELONCATI RINTANGAN SETINGGI 30 CM 10 REPETISI 2 SET DAN 5 REPETISI 4 SET TERHADAP PENINGKATAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI SISWA PUTRA PESERTA EKSTRA KULIKULER BOLA VOLI SMP NEGERI 3 TAMPAKSIRING TAHUN PELAJARAN 2015/2016 I Putu Aditya; Putu Mertayasa; Yudha Pranata
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.1 KB)

Abstract

Berdasarkan observasi dan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah perlu diadakan penelitian lebih lanjut. Maka didapatkan hasil bahwa siswa putra peserta ekstra kurikuler Bola Voli SMP Negeri 3 Tampaksiring tahun pelajaran 2015/2016 memerlukan pelatihan untuk meningkatkan daya ledak dalam teknik meloncat ke arah vertical . Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengetahui adanya peningkatan daya ledak otot tungkai dengan pelatihan meloncati rintangan terhadap dua kelompok siswa putra yaitu,kelompok eksperimen pertama dan kelompok eksperimen kedua. Populasi diambil dari siswa putra peserta ekstra kurikuler bola voli SMP Negeri 3 Tampaksiring tahun pelajaran 2015/2016. Sampel berjumlah 30 orang diambil secara acak sederhana dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik perhitungan rumus pocock yang masing-masing kelompok terdiri dari 15 orang. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah pelatihan meloncati rintangan setinggi 30 cm pada kelompok eksperimen I meloncati rintangan setinggi 30 cm 10 repetisi 2 set dan kelompok eksperimen II melonati rintangan setinggi 30 cm 5 repetisi 4 set, frekuensi pelatihan 4 kali seminggu selama 6 minggu pada siswa putra peserta ekstra kurikuler bola voli SMP Negeri 3 Tampaksiring tahun pelajaran 2015/2016. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes dan pengukuran, tes yang diberikan adalah tes vertical jump dengan alat ukur jumd Md dalam satuan ukur (cm) sebagai tes awal dan tes akhir. Analisis data digunakan metode analisis statistik dengan rumus t-tes. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan peningkatan yang signifikan terhadap daya ledak otot tugkai siswa putra peserta ekstrakulikuler bola voli SMP Negeri 3 Tampaksiring Tahun Ajaran 2015/2016.
PELATIHAN TIDUR TERLENTANG DENGAN LENGAN LURUS KE ATAS MENDORONG BEBAN 1 KG DI KEDUA TANGAN DENGAN 10 REPETISI 2 SET TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT LENGAN SISWA PUTRI KELAS VIII SMP NEGERI 3 TAMPAKSIRING TAHUN AJARAN 2015/2016 Lina Parwati; Putu Merta Yasa; Komang Ayu Tri Widhiyanti
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.061 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kekuatan otot lengan pada pelatihan tidur terlentang dengan lengan lurus ke atas mendorong beban 1 kg di kedua tangan siswa putri kelas VIII SMP Negeri 3 Tampaksiring. Populasi yang digunakan adalah seluruh siswa putri kelas VIII SMP Negeri 3 Tampaksiring Tahun Ajaran 2015/2016 yang berjumlah 121 orang tetapi karena keterbatasan waktu, biaya, maka peneliti mempergunakan teknik penghitungan rumus Pocock (2008) sebanyak 24 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes dan pengukuran tes, tes yang diberikan adalah tes menarik hand dynamometer sebagai tes awal dan tes akhir. Analisis data digunakan metode analisis statistik dengan rumus t-tes. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil t-tes kelompok perlakuan sebesar 11,727, sedangkan t-tabel menunjukkan angka 2,262, dengan taraf signifikan 5% db = 9. Demikian juga pada kelompok kontrol didapat t-tes sebesar 7,141, sedangkan t-tabel menunjukkan angka 2,262, dengan taraf signifikan 5% db = 9. Perbedaan kelompok perlakuan dan kontrol didapat t-tes sebesar 1,304, sedangkan t-tabel menunjukan angka 2,101, dengan taraf signifikan 5% db = 18. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelompok perlakuan dan kelompok kontrol sama-sama mempunyai peningkatan yang signifikan terhadap kekuatan otot lengan siswa putri kelas VIII SMP Negeri 3 Tampaksiring Tahun Ajaran 2015/2016. Sedangkan untuk perbedaan peningkatan kelompok perlakuan dan kontrol tidak ada perbedaan peningkatan yang signifikan terhadap kekuatan otot lengan siswa putri kelas VIII SMP Negeri 3 Tampaksiring Tahun Ajaran 2015/2016, karena tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan dari hasil yang diperoleh, maka dapat menggunakan salah satu pelatihan tersebut.
PELATIHAN LARI AMPLOP MENINGKATKAN KELINCAHAN SISWA PUTRA PESERTA EKSTRA KURIKULER PENCAK SILAT SMA DWIJENDRA DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Yudhi Surya Pratama; Yoga Parwata; Ngurah Adi Santika
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.052 KB)

Abstract

Berdasarkan observasi dan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah perlu diadakan penelitian lebih lanjut. Maka didapatkan hasil bahwa siswa putra peserta ekstra kurikuler pencak silat SMA Dwijendra Denpasar tahun pelajaran 2015/2016 memerlukan pelatihan untuk meningkatkan kelincahan dalam teknik menghindar dan mengubah arah. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengetahui adanya peningkatan kelincahan dengan pelatihan lari amplop dan lari zig-zag terhadap dua kelompok siswa putra yaitu,kelompok perlakuan dan kelompok control. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-tes and post-tes groups design. Populasi diambil dari siswa putrapeserta ekstra kurikuler pencak silat SMA Dwijendra Denpasar tahun pelajaran 2015/2016. Sampel berjumlah 30 orang diambil secara acak sederhana dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah pelatihan lari amplop 2 repetisi 3 set pada kelompok perlakuan dan pelatihan lari zig-zag 2 repetisi 3 set pada kelompok kontrol, frekuensi pelatihan 4 kali seminggu selama 6 minggu pada siswa putrapeserta ekstra kurikuler pencak silat SMA Dwijendra Denpasar tahun pelajaran 2015/2016. Data berupa hasil kelincahan shuttle run 5 meter 8 kali yang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh diuji menggunakan program komputer SPSS 16. Data berdistribusi normal dan homogen sehingga selanjutnya diuji menggunakan uji t-paired untuk membandingkan nilai rata-rata sebelum dan sesudah pelatihan antara masing-masing kelompok, sedangkan uji t-tes independent untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara kedua kelompok. Hasil uji t-paired kelompok kontrol dan kelompok perlakuan terjadi peningkatan yang bermakna (p < 0.05). Hasil uji t-tes independent didapat bahwa kedua kelompok sebelum pelatihan tidak berbeda bermakna (p > 0,05), sedangkan setelah pelatihan kedua kelompok kelincahan tidak berbeda bermakna (p > 0,05). Simpulannya bahwa pelatihan lari amplop dan lari zig-zag 2 repetisi 3 setsama-sama meningkatkan kelincahan dan menyatakan hipotesis nol ditolak.
PELATIHAN DOUBLE LEG BOUND 10 REPETISI 5 SET MENINGKATKAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI SISWA PUTRA KELAS VIII D SMP PGRI 5 DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2015/2016 I Gede Dedyk Suantika; I Ketut Sumerta; Ngurah Adi Santika
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.005 KB)

Abstract

Pelatihan olahraga merupakan salah satu upaya meningkatkan kondisi kesehatan fisik, disiplin dan sportivitas. Kemampuan yang perlu ditingkatkan dalam olahraga salah satunya adalah daya ledak otot tungkai. Peningkatan daya ledak otot tungkai dapat terjadi dengan melakukan latihan double leg bound. Double leg bound adalah latihan yang dilakukan dengan cara meloncat kedepan dengan 2 tungkai diangkat sampai setinggi dada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pelatihan double leg bound dapat meningkatkan daya ledak otot tungkai siswa putra kelas VIII D SMP PGRI 5 Denpasar tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pretestand post-test groups design. Populasi diambil dari keseluruhan siswa putra kelas VIII D SMP PGRI 5 Denpasar tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 62 orang siswa yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Hasil penelitian didapatkan rata-rata tes awal daya ledak otot tungkai pada kelompok perlakuan yaitu, 32,660 dan rata-rata tes akhir yaitu 39,087. Sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata tes awal yaitu 32,927 dan rata-rata tes akhir yaitu 38,193. Bersadarkan uji t-test independent didapat bahwa beda rerata hasil pre test antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol sebesar 0,267 dengan hasil p lebih besar dari 0,05 (p > 0.05) yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna dari hasil pre test antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol, sedangkan beda rerata hasil post test antara pelatihan double leg bound pada kelompok perlakuan dengan pelatihan alternate leg bound pada kelompok kontrol sebesar 0,894 dengan hasil p lebih besar dari 0,05 (p > 0.05) yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna dari hasil post test antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Berdasarkan penelitian diatas disarankan agar latihan double leg bound dan alternate leg bound sebagai salah satu latihan untuk meningkatkan daya ledah otot tungkai.
PELATIHAN LADDER DRILL JARAK 6 M DAN 8 M BERBEBAN 1 KG TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN PESERTA EKSTRAKULIKULER SEPAK BOLA PUTRA SMP NEGERI 2 SUKAWATI TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.403 KB)

Abstract

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan pengaruh pelatihan ladder drill jarak 6 m dan 8 m berbeban 1 kg terhadap peningkatan kelincahan peserta ekstrakulikuler sepak bola putra SMP Negeri 2 Sukawati tahun pelajaran 2015/2016. Sampel berjumlah 38 orang diambil secara acak sederhana dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pelatihan yang dilakukan dalam kelompok perlakuan I ialah pelatihan ladder drill jarak 6 m berbeban 1kg dan pelatihan ladder drill jarak 8 m berbeban 1kg pada kelompok perlakuan II. Data berupa hasil kelincahan dengan tes suttle run yang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh diuji dengan paired test dan independent t-test menggunakan SPSS 16. Hasil analisis data dengan uji paired test menunjukan bahwa kelompok perlakuan I memiliki nilai sig hitung 0,000 < 0,05, kelompok perlakuan II memiliki nilai sig hitung 0,000< 0,05, dan hasil analisis data dengan uji t-test independent didapatkan nilai signifikasi hitung 0,034 < 0,05. Jadi, hipotesis penelitian diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pelatihan ladder dril jarak 6 m berbeban 1 kg terhadap peningkatan kelincahan, ada pengaruh pelatihan ladder dril jarak 8 m berbeban 1 kg terhadap peningkatan kelincahan, dan ada perbedaan pengaruh pelatihan ladder dril jarak 6 m dan 8 m berbeban 1kg terhadap peningkatan kelincahan peserta ekstrakurikuler sepak bola putra SMP N 2 Sukawati.