cover
Contact Name
I Gusti Putu Ngurah Adi Santika
Contact Email
ngurahadisantika@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpkrmahadewa@gmail.com
Editorial Address
Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Jln. Seroja, Tonja, Denpasar, (0361)431434 E-Mail : jpkrmahadewa@gmail.com
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi
ISSN : 23379561     EISSN : 25801430     DOI : -
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi adalah jurnal pendidikan dan kesehatan yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Januari dan Juni. Memuat tulisan berbahasa Indonesia maupun Inggris yang berasal dari hasil penelitian, kajian teoretis dan aplikasi teori dengan kajian masalah pendidikan olah raga dan kesehatan. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi telah melaksanakan (MOU) dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI).
Articles 406 Documents
PENGARUH PELATIHAN PLYOMETRIC DEPTH JUMP 10 REPETISI 3 SET TERHADAP PENINGKATAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI I Putu Eri Kresnayadi; I.A.Kd.Arisanthi Dewi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 3 No. 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.1 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-test and post-test groups design. Populasi diambil dari siswa peserta ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 2 Denpasar tahun pelajaran 2016/2017. Sampel berjumlah 32 orang di dapat dengan rumus pocok. Jumlah sampel di bagi menjadi dua kelompok yang masing – masing kelompok terdiri dari 16 orang. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pelatihan plyometric depth jump 10 repetisi 3 set, frekuensi pelatihan 4 kali seminggu selama 6 minggu. Data berupa hasil meningkatkan daya ledak otot tungkai yang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh di uji menggunakan program komputer SPSS 16. Data berdistribusi normal dan homogen sehingga selanjutnya di uji menggunakan uji t-paired untuk membandingkan nilai rata – rata sebelum dan sesudah pelatihan antara masing -masing kelompok, sedangkan ujit-test independent untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara kedua kelompok. Hasil uji t-paired kelompok kontrol dan kelompok perlakuan terjadi peningkatan yang bermakna (p<0.05). Hasil uji t-test independent di dapat bahwa kedua kelompok sebelum pelatihan tidak berbeda bermakna (p>0,05), sedangkan setelah pelatihan kedua kelompok sampel (perlakuan dan kontrol) menunjukan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna (p>0,05). Akan tetapi kelompok perlakuan lebih memiliki rerata lebih besar dari pada kelompok kontrol. Simpulannya bahwa pelatihan plyometric depth jump 10 repetisi 3 set dapat meningkatkan daya ledak otot tungkai dan menyatakan hipotesis alternative diterima. Untuk hasil post test kedua kelompok, ada perbedaan yang signifikan dan hipotesis alternatif diterima. Dari hasil rerata dan persentase bahwa kelompok pelatihan plyometric depth jump 10 repetisi 3 set lebih baik dari pada kelompok kontrol dalam meningkatkan daya ledak otot tungkai siswa peserta ekstrakulikuler bolabasket SMP Negeri 2 Denpasar tahun pelajaran 2016/2017.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE STRUKTURAL TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR LOMPAT JANGKIT PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 YEHKUNING TAHUN PELAJARAN 2017/ 2018 I Kadek Yudha Pranata
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 3 No. 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.244 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif metode struktural tipe numbered head together (NHT) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar lompat jangkit pada siswa kelas V SD Negeri 1 Yehkuning Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas, dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 29 orang dengan rincian 17 putra dan 12 putri kelas V SD Negeri 1 Yehkuning. Data dikumpulkan penelitian ini adalah data aktivitas dan hasil belajar lompat jangkit. Data dikumpulkan dengan lembar observasi dan instrumen berupa assesmen. Data-data yang telah terkumpul dianalisis dengan analisis statistik deskriptif. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh data siklus I, yaitu rata-rata aktivitas belajar siswa secara klasikal sebesar (  ) 7,25 (kategori aktif) dan tingkat ketuntasan hasil belajar sebesar 86,20% (kategori sangat baik). Pada siklus II rata-rata persentase aktivitas belajar siswa secara klasikal (  ) sebesar 7,91 (kategori sangat aktif) dan tingkat ketuntasan hasil belajar mencapai 93,10% (kategori sangat baik). Dari data tersebut dapat diketahui terjadi peningkatan aktivitas belajar sebesar 0,66 dan hasil belajar sebesar 6,9% dari siklus I ke siklus II. Disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar lompat jangkit meningkat melalui implementasi model pembelajaran kooperatif metode struktural tipe NHT pada siswa kelas V SD Negeri 1 Yehkuning tahun pelajaran 2017/2018. Disarankan kepada guru Penjasorkes untuk menggunakan model pembelajaran kooperatif metode struktural tipe NHT dalam proses pembelajaran sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar lompat jangkit.
TINGKAT KELINCAHAN CALON MAHASISWA BARU PUTRA FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN IKIP PGRI BALI TAHUN 2015 I Gusti Putu Ngurah Adi Santika
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 1 No. 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.031 KB)

Abstract

Kelincahan merupakan hal yang sangat penting bagi seseorang terutama atlet olahraga seperti olahraga bela diri, sepak bola, tenis meja, dan lain – lain. Bagi pemain sepak bola, kelincahan adalah suatu hal yang mutlak diperlukan. Ini dikarenakan seorang pemain sepak bola harus mampu membawa atau menggiring bola dengan lincah agar tidak dapat direbut oleh lawan. Pengukuran kelincahan ini dilakukan terhadap calon mahasiswa baru Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Bali tahun 2015 yang berjenis kelamin putra dengan pertimbangan untuk memantau kelincahan sebagai tolak ukur mahasiswa tersebut lulus tes fisik atau tidak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kelincahan calon mahasiswa baru Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Bali tahun 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan Sectional Design pengambilan keseluruhan sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Sebanyak 85 orang sampel calon mahasiswa yang berumur 18 – 23 tahun dipilih sebagai sampel penelitian dengan memakai teknik Quota Sampling. Keseluruhan sampel mendapatkan parameter test berupa Shutle Run. Penelitian dilakukan selama satu hari. Komponen kelincahan diukur dengan parameter test Shutle Run. Hasil penelitian pada parameter test Shutle Run didapatkan rerata 10,95 ± 0,62 detik dengan batas maximum 13,36 detik dan minimum 9,94 detik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian tingkat kelincahan calon mahasiswa baru putra Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Bali tahun 2015 berada pada level baik sekali.
PELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR GERAK Komang Ayu Tri Widhiyanti
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 1 No. 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.709 KB)

Abstract

Pengalaman dalam hubungannya dengan lingkungan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif akan menunjang proses belajar, dan pada gilirannya akan menentukan tingkat prestasi. Dengan demikian jelas bahwa di dalam proses belajar gerak ada interaksi antara si pelajar dengan lingkungan. Kondisi/keadaan yang ada pada diri pelajar merupakan faktor penting yang perlu dipahami oleh guru. Prestasi belajar gerak bisa diartikan sebagai tingkat kualitas kemampuan gerak tubuh yang dicapai melalui usaha belajar dan berlatih gerak. Belajar gerak bertujuan untuk meningkatkan kualitas kemampuan gerak tubuh. Peningkatan kualitas kemampuan gerak pada dasarnya merupakan perwujudan dari peningkatan efisiensi dan efektivitas gerakan. Gerakan yang efisien adalah gerakan yang di dalam melakukannya hanya mengeluarkan energi/tenaga yang tidak sebesar apabila gerakannya tidak efisien. Gerakan yang efektif adalah gerakan yang sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh pelakunya/sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian prestasi di bidang olahraga antara lain mengenai pengaruh faktor keturunan, faktor pembinaan, dan faktor lingkungan. Pengetahuan tentang penelitian keolahragaan yang antara lain meliputi pengetahuan mengenai metode penelitian, teknik-teknik tes, pengukuran dan evaluasi keolahragaan, teknik-teknik analisis data, akan bermanfaat untuk melaksanakan evaluasi dalam pemanduan bakat.
PENGARUH PELATIHAN LEG PRESS DAN LEG EXTENSION DENGAN 60% BEBAN MAKSIMAL TERHADAP KETEPATAN SMASH GUNTING DALAM PERMAINAN SEPAK TAKRAW I Kadek Yudha Pranata
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 1 No. 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.546 KB)

Abstract

Pelatihan penguatan otot kaki sangat penting diberikan karena otot kaki merupakan salah satu otot pusat untuk bertumpu dan memiliki peranan yang sangat besar dalam aktivitas sehari-hari. Salah satu cabang olahraga yang memerlukan kekuatan otot tungkai adalah olahraga sepak takraw khususnya dalam teknik dasar smash. Beberapa metode pelatihan yang dapat meningkatkan ketepatan smash gunting melalui latihan kekuatan tersebut diantaranya adalah pelatihan leg press dan leg extension dengan 60% beban maksimal. Dalam hal ini penelitian bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh pemberian pelatihan leg press 60% beban maksimal terhadap ketepatan smash gunting; (2) pengaruh pemberian pelatihan leg extension 60% beban maksimal terhadap ketepatan smash gunting; (3) perbedaan pengaruh antara pelatihan leg press dan pelatihan leg extension terhadap ketepatan smash gunting. Sasaran penelitian ini adalah atlet sepak takraw Buleleng-Bali dan jumlah sampel sebanyak 30 putra yang terbagi menjadi 3 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 10 orang. Prosedur pengambilan data dilakukan dengan melakukan pretest dan posttest ketepatan smash gunting dengan menggunakan lapangan sepak takraw yang berisikan petak skor. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan bantuan SPSS 19. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Pemberian pelatihan leg press 60% beban maksimal berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ketepatan smash gunting sebesar 35,32%. Hasil uji t menyatakan nilai thitung, (3,534) > nilai ttabel (1,833), artinya hipotesis teruji kebenarannya. (2) Pemberian pelatihan leg extension 60% beban maksimal berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ketepatan smash gunting 40,58%. Hasil uji t menyatakan nilai thitung (7,465) > nilai ttabel (1,833), artinya hipotesis teruji kebenarannya. (3) Terdapat perbedaan signifikan pengaruh pelatihan kelompok leg press, leg extension dan kontrol terhadap ketepatan smash gunting atlet sepak takraw Kabupaten Buleleng-Bali. Hasil anova menyatakan nilai Fhitung (5,647) > nilai Ftabel (3,35), berarti hipotesis teruji kebenarannya. Perhitungan post hoc menyatakan bahwa pelatihan leg extension memberikan hasil yang lebih baik terhadap ketepatan smash gunting. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan leg press dan leg extension berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ketepatan smash gunting.
IDENTIFIKASI KETERAMPILAN PUKULAN OLAHRAGA WOODBALL
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 1 No. 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.198 KB)

Abstract

Cabang olahraga yang ada dan diakui di dunia telah banyak mengalami peningkatan baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Dilihat dari segi kuantitasnya, dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir terdapat cabang olahraga baru yang mulai diperkenalkan bahkan sudah dipertandingkan pada event olahraga tingkat daerah dan nasional pada masing-masing Negara, bahkan tingkat internasional. Woodball merupakan cabang olahraga hasil modifikasi dari cabang olahraga golf. Teknik yang dipergunakan dalam olahraga woodball hampir sama dengan teknik yang dipergunakan pada permaianan golf. Dari pemaparan di atas, penulis tertarik untuk mengidentifikasi keterampilan pukulan apa saja yang harus dimiliki oleh pemain woodball, sehingga pemain woodball dapat mengontrol pukulannya dan meningkatkan ketepatan pukulannya. Keterampilan pukulan jarak jauh yaitu memukul bola hingga bola berada pada 65 meter atau lebih dari starting area. Pertimbangan ukuran pukulan jarak jauh karena panjang maksimal fairway 130 meter maka diharapkan saat pukulan pertama dapat mencapai setengah dari jarak fairway, sehingga dapat melakukan pukulan hingga gating dengan jumlah pukulan sedikit mungkin. Keterampilan pukulan jarak menengah yaitu memukul bola hingga bola berada pada jarak 30 meter atau lebih dari starting area. Keterampilan pukulan jarak pendek yaitu memukul bola hingga bola berada pada jarak 5 meter dari area start (starting area) atau kurang dari 5 meter. Keterampilan pukulan parking dan gating ditentukan dengan kemampuan pemain dalam menempatkan bola pada jarak dan sudut yang tepat sehingga dapat melakukan gating pada pukulan selanjutnya. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa, selain memiliki kemmapuan fisik dengan teknik dasar yang baik dan benar, pemain woodball juga harus memiliki beberapa keterampilan untuk dapat berprestasi. Untuk dapat menghasilkan pemain woodball yang berprestasi, perlu diadakan pelatihan yang sesuai dengan karakteristik permainan woodball.
IMPLEMENTASI KOOPERATIF NHT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BOLA BASKET I Ketut Widia
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 1 No. 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.014 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar teknik passing bola basket melalui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada siswa kelas X.IIS.1 SMA Negeri 1 Melaya tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang terdiri dari rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi atau evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian siswa kelas X.IIS.1 SMA Negeri 1 Melaya, berjumlah 38 orang dengan rincian 23 orang putra dan 15 orang putrid. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Analisis data hasil belajar passing bola basket pada evaluasi awal secara klasikal sebesar 15,78%(hanya 6 siswa yang memenuhi KKM), setelah diberi tindakan pada siklus I hasil belajar meningkat sebesar 14,3% menjadi 74,8% dan meningkat sebesar 8,48% menjadi 83,28% pada siklus II. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan disimpulkan bahwa hasil belajar teknik passing bola basket meningkat melalui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada siswa kelas X.IIS.1 SMA Negeri 1 Melaya tahun pelajaran 2014/2015.
PENGARUH PEMBERIAN CIRCUIT TRAINING TERHADAP PENINGKATAN VO2MAX PEMAIN SEPAK BOLA Kadek Suryadi Artawan
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 1 No. 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.217 KB)

Abstract

Dalam beberapa kajian ilmu pengetahuan, sepakbola sering dianggap sebagai olahraga yang unik karena seorang pemain bisa berlari hingga 10 kilometer dalam berbagai kondisi. Pemain bisa berlari ke depan, menyamping, dan ke belakang, bahkan terkadang ditambah melompat. Pemain sepakbola dapat berganti arah berlari hingga 1000 kali dalam 90 menit dengan kecepatan yang bervariasi pula. VO2max merupakan kemampuan olah daya aerobic terbesar yang dimiliki seseorang. Hal ini ditentukan oleh jumlah zat asam (O2) yang paling banyak dapat dipasok oleh jantung, pernapasan pada setiap menitnya. Dengan faktorfaktor yang mempengaruhi berupa usia, jenis kelamin, ras dan gen, keadaan latihan, tekanan darah dan denyut jantung. VO2max dapat diukur menggunakan bleep test. Program fisioterapis yang diberika pada pemain Sepak Bola dalam meningkatkan VO2max antara lain adalah Circuit Training. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian circuit training terhadap peningkatan VO2max. Metode penelitian ini menggunakan quasi-experiment dengan desain penelitian pre and post test with control group design. Jumlah sampel yang digunakan adalah 30 orang. Uji statistik menggunakan wilcoxon test dengan hasil didapat ada pengaruh pemberian circuit training terhadap peningkatan VO2max pada pemain Sepak Bola dengan nilai p = 0,01 (< 0,05). Sedangkan untuk uji beda pengaruh didapatkan nilai p = 0,02 (< 0,05). Dengan hasil tersebut dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian circuit training terhadap peningkatan VO2max.
KAJIAN TERHADAP DENPASAR SEBAGAI TEMPAT PELAKSANAAN DISPENSING (PENYERAHAN) OBAT OLEH KALANGAN TENAGA MEDIS BERDASARKAN PELEGALAN UNDANG-UNDANG PRAKTEK KEDOKTERAN I Made Adi Widnyana
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 1 No. 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.997 KB)

Abstract

Pelaksanaan penyerahan obat yang dilakukan oleh tenaga medis telah menjamur di masyarakat, padahal diketahui bahwa tugas ini merupakan kewenangan tenaga kefarmasian yang diatur dalam peraturan Prundang-undangan. Namun hal ini tidak diindahkan oleh oknum tenaga medis yang menggunakan dalil pelegalan dalam UUPK yang menyebutkan bahwa tenaga medis dapat melakukan tindak penyerahan atau dispensing obat di daerah terpencil yang tidak ada Apoteknya. Pelaksanaan tindak dispensing oleh tenaga medis ini sampai saat ini dapat dilihat di Denpasar. Sehingga menimbulkan pertanyaan “Apakah Denpasar masuk sebagai kategori daerah terpencil yang tidak ada apoteknya?”. Berdasarkan kajian literatur yang dilakukan diperoleh hasil bahwa Denpasar tidak memenuhi unsur sebagai daerah terpencil, karena Denpasar masuk sebagai kategori Kota, sehingga dalil pelegalan tenaga medis melakukan tindak dispensing obat di Denpasar dapat dimentahkan dan justru dapat dianggap sebagai tindak penyimpangan wewenang.
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN SENAM AEROBIK LOW IMPACT DAN MIX IMPACT TERHADAP TINGKAT KESEGARAN JASMANI PADA MAHASISWA FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN (FPOK) IKIP PGRI BALI TAHUN PELAJARAN 2015 Ni Luh Putu Indrawathi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 1 No. 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.603 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya meningkatkan kesegaran jasmani mahasiswa dalam menunjang aktivitas hidupnya. Kesegaran jasmani merupakan bentuk kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan tugas sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Daya tahan kardiovaskuler dan daya tahan otot yang baik akan meningkatkan kemampuan kerja mahasiswa dengan intensitas yang lebih besar dan waktu lebih lama tanpa kelelahan sehingga memungkinkan mahasiswa membangun ketahanan yang lebih besar terhadap kelelahan otot dalam belajar untuk jangka waktu yang lebih lama. Mengingat pentingnya peranan kesegaran jasmani bagi mahasiswa, maka kesegaran jasmani mahasiswa perlu ditingkatkan. Cara yang paling efektif dengan berolahraga secara teratur. Olahraga yang cukup memberikan beban pada jantung dan paru. Jenis olahraga ini adalah olahraga yang sifatnya aerobik, diantaranya senam aerobik low impact dan senam aerobik mix impact. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan latihan senam aerobik low impact dan mix impact terhadap tingkat kesegaran jasmani. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Harvard step test yaitu naik turun bangku yang digunakan untuk mengukur daya tahan kardio-respiratori. Data yang diperoleh dengan cara tes awal (pretest) menggunakan tes kesegaran jasmani sebelum diberikan perlakuan (treatment) latihan senam aerobik low impact, senam aerobik mix impact, dan tes akhir (posttest) dengan tes kesegaran jasmani sesudah diberi perlakuan (treatment). Metode dalam penelitian ini adalah eksperimen kuasi. Subjek penelitian adalah mahasiswa kelas A yang berjumlah 37 orang dan kelas B yang berjumlah 39 orang Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) IKIP PGRI Bali. Setelah dilakukan perlakuan pengolahan data dan analisis statistik,diperoleh kesimpulan bahwa senam aerobik mix impact memberikan pengaruh yang signifikan dibandingkan dengan senam aerobik low impact terhadap tingkat kesegaran jasmani.