cover
Contact Name
I Gusti Putu Ngurah Adi Santika
Contact Email
ngurahadisantika@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpkrmahadewa@gmail.com
Editorial Address
Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Jln. Seroja, Tonja, Denpasar, (0361)431434 E-Mail : jpkrmahadewa@gmail.com
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi
ISSN : 23379561     EISSN : 25801430     DOI : -
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi adalah jurnal pendidikan dan kesehatan yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Januari dan Juni. Memuat tulisan berbahasa Indonesia maupun Inggris yang berasal dari hasil penelitian, kajian teoretis dan aplikasi teori dengan kajian masalah pendidikan olah raga dan kesehatan. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi telah melaksanakan (MOU) dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI).
Articles 406 Documents
KORELSI BERAT BADAN DAN PANJANG TUNGKAI TERHADAP KECEPATAN TENDANGAN KARATE MAWASHI GERI JODAN SISWA SMP NEGERI 11 DENPASAR I Made Bagia
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.878 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis korelsi berat badan dan panjang tungkai terhadap kecepatan tendangan karate mawashi geri jodan siswa SMP Negeri 11 Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang didukung oleh data-data kualitatif. Rancangan penelitian ini adalah explanatory research atau penelitian penjelasan yang digunakan untuk mengalisis hubungan antar variabel dan akan menjelaskan hubungan kausal antara variabel independen tersebut terhadap variabel dependen melalui pengujian hipotesis. Populasi dari penelitian ini diambil dari siswa kelas SMP N 11 Denpasar. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 20siswa kelas SMP N 11 Denpasar. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi product moment pearson.Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa berat badan dan panjang tungkai berkorelasi positif dan signifikan terhadap kecepatan tendangan karate Mawashi Geri Jodan Siswa SMP Negeri 11 Denpasar. Artinya berat bandan dan panjang tungkai dapat meningkatkan kecepatan tendangan karate Mawashi Geri Jodan. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa semakin panjang tungkai seseorang, maka tendangan akan semakin kuat. Gerakan tungkai yang panjang dan teratur memberikan dampak positif berkaitan dengan penggunaan panjang tuas suatu tendangan. Panjang tungkai berfungsi sebagai penopang gerak anggota tubuh bagian atas serta penentu gerakan baik dalam berjalan, berlari, melompat, maupun menendang.
PELATIHAN MAWASHI GERI JODAN SIKAP KAMAE-TE DENGAN BEBAN 0,5 Kg DI KAKI DAPAT MENINGKATKAN KECEPATAN TENDANGAN PADA PELATIHAN KARATE SISWA SMP N 11 DENPASAR I Made Bagia
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 3 No. 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.467 KB)

Abstract

Salah satu teknik tendangan dalam karate adalah mawasi geri jodan, artinya tendangan ke arah kepala yang digunakan untuk menendang sasaranadalah punggung kaki. Untuk memaksimalkan kecepatan tendangan pada teknik karate mawashi geri jodan sikap kamae-te dapat dilakukan dengan memberikan latihan beban pada pergelangan kaki, sehingga gerakan kaki akan lebih cekatan ketika beban dilepas. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pelatihan mawashi geri jodan sikap kamae-te dengan penambahan beban 0,5 kg di kaki lebih meningkatkan kecepatan tendangan daripada pelatihan tendangan tanpa beban pada pelatihan karate siswa SMP N 11 Denpasar.Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian Randomized Pre and Post Test Control Group Design. Data yang diperoleh sebelum maupun sesudahpelatihan dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah antara lain statistik diskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, uji komparasi data t-independent test dan uji komparasi data t-paired test.Hasil penelitian menunjukkan rerata kecepatan tendangan mawashi geri jodan sikap kamae-te mengalami peningkatan sesudah pelatihan pada Kelompok Perlakuan dan Kelompok Kontrol (p < 0,05) dengan selisih perbedaan 21,98%. Peningkatan yang terjadi pada Kelompok Perlakuan sebagai akibat adanya beban di kaki. Simpulan dari penelitian ini adalah pelatihan mawashi geri jodan sikap kamae-te dengan beban 0,5 kg di kaki dapat meningkatkan kecepatan tendangan pada pelatihan karate siswa SMP N 11Denpasar. Disarankan untuk metode pelatihan dengan beban 0,5 kg di kaki, di upayakan dapat dilakukan dalam setiap pelatihan untuk meningkatkan kecepatan tendangan mawashi geri jodan sikap kamae-te.
TEKNIK MASSAGE EFFLEURAGE PADA EKSTREMITAS INFERIOR SEBAGAI PEMULIHAN PASIF DALAM MENINGKATKAN KELINCAHAN Komang Ayu Tri Widhiyanti
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 3 No. 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.319 KB)

Abstract

Pemulihan memungkinkan tubuh untuk mengisi kembali energi yang terbuang setelah melakukan aktifitas fisik yang berat. Banyak cara yang dapat dilakukan ketika seorang atlet akan melakukan pemulihan, hal tersebut dapat dikategorikan sebagai pemulihan pasif dan aktif. Pemulihan pasif yaitu suatu pemulihan tanpa adanya aktifitas fisik, yaitu diam, istirahat total (duduk, terlentang, tidur), masase. Effleurage adalah gerakan usapan, baik dilakukan dengan telapak tangan atau bantalan jari tangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara perlakuan teknik masase effleurage terhadap kelincahan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah randomized the pretest-postest control group design with repeated measurement. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Dalam penelitian ini, populasi yang digunakan adalah mahasiswa jurusan PENJASKESREK FPOK IKIP PGRI BALI kelas A, B, dan C angkatan 2013 berjenis kelamin laki-laki sebanyak 68 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 30 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok 1 merupakan kelompok perlakuan (mendapat perlakuan berupa pemulihan pasif menggunakan teknik masase effleurage) dan kelompok 2 merupakan kelompok kontrol (tanpa perlakuan pemulihan pasif menggunakan teknik masase effleurage tetapi diberikan latihan jogging ringan). Uji Independent Sample t Test (uji beda rata-rata antar kelompok) dapat disimpulkan bahwa Ha ditolak dan Ho diterima karena nilai thitung 2,876 > ttabel 2,052. Dengan kata lain bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan kelincahan mahasiswa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sesudah diberikan pemulihan.
KORELASI BESARAN LINGKAR TERHADAP FREKUENSI PUKULAN LURUS (JAB STRAIGHT) PETINJU AMATIR PADA SASANA ADI SWANDANA KELURAHAN PANJER DENPASAR TAHUN 2015/2016 Agustinus Dei Segu
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 3 No. 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.152 KB)

Abstract

Berdasarkan pengamatan di lapangan, pada cabang tinju belum ada penemuan tentang metode pelatihan yang mengarah pada pukulan lurus (Jab Straight). Berdasarkan latar belakang itulah peneliti melaksanakan penelitian tentang Korelasi Besaran Lingkar Lengan Terhadap Frekuensi Pukulan lurus Petinju Amatir Sasana Adi Swandan Panjer Denpasar Tahun Pelajaran 2015/2016. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil yang diperoleh dari Korelasi Besaran Lingkar Lengan Terhadap Frekuensi Pukulan Lurus petinju amatir Sasana Adi Swandana Panjer Denpasar Tahun Pelajaran 2015/2016. Populasi penelitian adalah petinju amatir Sasana Adi Swandana tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 20 orang. Semua populasi dijadikan sampel dalam penelitian dengan teknik Study Populasi. Metode yang dipergunakan dalam pengumpulan data penelitian adalah metode tes dan pengukuran, sedangkan dalam analisis data dipergunakan rumus korelasi besaran product moment (r). Berdasarkan hasil perhitungan Korelasi Besaran Lingkar Terhadap Frekuensi Pukulan Lurus (jab straight) petinju amatir pada Sasana Adi Swandana Panjer Denpasar tahun 2015/2016 didapatkan hasil koefesien korelasi (r) sebesar 0,591, setelah dibandingkan dengan tabel interpretasi koefesien korelasi product moment ternyata angka 0,591 berada dalam interval koefisien korelasi nilai r antara 0,400 -0,599, yang berarti angka ini memiliki tingkat hubungan sedang. Berdasarkan persentase Koefesien Penentu Pengaruh Korelasi Besaran Lingkar Terhadap Frekuensi Pukulan Lurus (jab straight) petinju amatir pada Sasana Adi Swandana Panjer Denpasar tahun 2015/2016 sebesar 59,1%, sisanya lagi 40,9% penyebab faktor lain. Berdasarkan taraf signifikansi d = 0,05 dan db = 20, didapatkan batas angka t-tabel 1,671 sedangkan t-hitung yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 42,427. Hal ini berarti korelasi yang didapat adalah signifikan. Berdasar hasil Perhitungan t-hitung lebih besar dari t-tabel, maka hipotesis nol yang berbunyi : tidak ada Korelasi Besaran Lingkar Terhadap Frekuensi Pukulan Lurus (jab straight) petinju amatir pada Sasana Adi Swandana Panjer Denpasar tahun 2015/2016, ditolak. Sedangkan hipotesis alternatif yang berbunyi : Ada Korelasi Besaran Lingkar Terhadap Frekuensi Pukulan Lurus (jab straight) petinju amatir pada Sasana Adi Swandana Panjer Denpasar tahun 2015/2016, diterima.
PELATIHAN LARI SPRINT JARAK 20 METER 5 REPETISI 4 SET DAN 10 REPETISI 2 SET TERHADAP KECEPATAN LARI SPRINT 100 METER SISWA PUTRA PESERTA EKSTRA ATLETIK SMP NEGERI 4 MENGWI TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Wisnu Antara; Putu Merta Yasa; Nyoman Suarjana
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 3 No. 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.468 KB)

Abstract

Berdasarkan pengamatan di lapangan bahwa daya lari sprint siswa putra peserta ekstra atletik SMP Negeri 4 Mengwi dalam melakukan kegiatan olahraga khususnya dalam pertandingan dan perlombaan belum menunjukkan hasil yang maksimal, oleh karena pelatihan lari sprint terhadap siswa sering diabaikan, bahkan pelatihan yang dilakukan oleh siswa kurang berorientasi pada sepuluh komponen biomotorik yang menentukan prestasi olahgara di sekolah sehingga nampak lari sprint siswa kurang memuaskan. Dari hal itu dilakukan pelatihan lari sprint jarak 20 meter 5 repetisi 4 set dan 10 repetisi 2 set terhadap kecepatan lari sprint 100 meter siswa putra peserta ekstra atletik SMP Negeri 4 Mengwi Tahun Pelajaran 2015/2016. Jumlah populasi 30 orang siswa, semua populasi digunakan sebagai sampel. Dengan teknik undian sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok I sebanyak 15 orang yang diberi Pelatihan lari sprint jarak 20 meter 5 repetisi 4 set dan kelompok II sebanyak 15 orang yang diberi pelatihan Pelatihan lari sprint jarak 20 meter 10 repetisi 2 set.
PELATIHAN PLYOMETRICS KNEE TUCK JUMP 5 REPETISI 5 SET MENINGKATKAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI SISWA KELAS X JURUSAN MULTIMEDIA DAN LUKIS TRADISI SMK NEGERI 1 SUKAWATI GIANYAR TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Raka Wibawa; Ngurah Sudiarta; Ngurah Adi Santika
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 3 No. 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.426 KB)

Abstract

Pelatihan olahraga merupakan salah satu upaya meningkatkan kondisi kesehatan fisik, disiplin dan sportivitas. Kemampuan yang perlu ditingkatkan dalam olahraga salah satunya adalah daya ledak otot tungkai. Peningkatan daya ledak otot tungkai dapat terjadi dengan melakukan pelatihan plyometrics yaitu knee tuck jump. Knee tuck jump adalah pelatihan yang dilakukan dengan cara melakukan 1 kali lompatan keatas dengan 2 tungkai diangkat sampai setinggi dada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pelatihan plyometrics knee tuck jump dapat meningkatkan daya ledak otot tungkai siswa kelas X jurusan Multimedia dan Lukis Tradisi SMK Negeri 1 Sukawati Gianyar tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-test and post-test groups design. Populasi diambil dari keseluruhan siswa kelas X jurusan Lukis Modern dan Lukis Tradisi SMK Negeri 1 Sukawati Gianyar tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 54 orang siswa yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Hasil penelitian didapatkan rata-rata tes awal daya ledak otot tungkai pada kelompok perlakuan yaitu, 31,427 dan rata-rata tes akhir yaitu 38,007. Sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata tes awal yaitu 36,853 dan rata-rata tes akhir yaitu 38,653. Bersadarkan uji t-test independent didapat bahwa beda rerata hasil pre test antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol sebesar 5,426 dengan hasil p lebih kecil dari 0,05 (p < 0.05) yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna dari hasil pre test antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol, sedangkan beda rerata hasil post test antara pelatihan knee tuck jump pada kelompok perlakuan dengan pelatihan jump to box pada kelompok kontrol sebesar 0,646 dengan hasil p lebih besar dari 0,05 (p > 0.05) yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna dari hasil post test antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Berdasarkan penelitian diatas disarankan agar latihan plyometrics yaitu knee tuck jump dan jump to box sebagai salah satu latihan untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai.
PELATIHAN MENITI PAPAN JARAK 4 METER 5 REPETISI 2 SET DAN 2 REPETISI 5 SET TERHADAP PENINGKATAN KESEIMBANGAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 MENGWI TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Kadek Bayu Wibawa; I Ketut Sumerta; I Made Dharmawan
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 3 No. 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.64 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan SMP Negeri 3 Mengwi belum dapat menunjukkan hasil yang maksimal dalam meraih prestasi, untuk lebih meningkatkan prestasi yang dimiliki, maka penulis mencoba melaksanakan penelitian dengan judul “Pelatihan Meniti Papan Berjarak 4 Meter 5 Repetisi 2 Set dan 2 Repetisi 5 Set Terhadap Peningkatan Keseimbangan Siswa Kelas VIII SMP N 3 MENGWI Tahun Pelajaran 2015-2016”. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh dan perbedaan pengaruh “Pelatihan Meniti Papan Berjarak 4 Meter 5 Repetisi 2 Set dan 2 Repetisi 5 Set Terhadap Peningkatan Keseimbangan Siswa Kelas VIII SMP N 3 MENGWI Tahun Pelajaran 2015-2016”. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putra kelas VIII SMP Negeri 3 Mengwi Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 60 orang, dalam penelitian ini jumlah populasi di gunakan sebagai sampel populasi studi. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil bahwa eksperimen pertama dapat t-hitung 2,720 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,045 dengan taraf signifikan 5% dan db=29 demikian juga pada kelompok experimen kedua didapat t-hitung sebesar 9,367 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,045 dengan taraf signifikan 5% dan db=29, perbedaan kelompok experimen pertama dan kedua dapat t-hitung sebesar 0,540 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,000 dengan taraf signifikan 5% dan db= 58. Berdasarkan hasil analisi data diatas dapat disimpulkan bahwa : ada pengaruh yang signifikan Pelatihan Meniti Papan Berjarak 4 Meter 5 Repetisi 2 Set Terhadap Peningkatan Keseimbangan Siswa Kelas VIII SMP N 3 MENGWI Tahun Pelajaran 2015-2016. Ada pengaruh yang signifikan Pelatihan Meniti Papan Berjarak 4 Meter 2 Repetisi 5 Set Terhadap Peningkatan Keseimbangan Siswa Kelas VIII SMP N 3 MENGWI Tahun Pelajaran 2015-2016. Ada Perbedaan pengaruh namun tidak signifikan Pelatihan Meniti Papan Berjarak 4 Meter 5 Repetisi 2 Set dan 2 Repetisi 5 Set Terhadap Peningkatan Keseimbangan Siswa Kelas VIII SMP N 3 MENGWI Tahun Pelajaran 2015-2016.
PELATIHAN LARI CEPAT 30 METER 5 REPETISI 4 SET DAN 10 REPETISI 2 SET TERHADAP KECEPATAN LARI 100 METER SISWA PUTRA KELAS VIII SMP NEGERI 2 MENGWI TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Jelantik Astawa; Putu Mertayasa; Agus Adi Saputra
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 3 No. 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.246 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan penulis dilapangan bahwa prestasi olahraga lari cepat 100 meter pasa SMP Negeri 2 Mengwi belum menunjukkan hasil yang maksimal atau belum pernah juara, terutama ketika mengikuti even-even baik ditingkat Kabupaten maupun di tingkat Propinsi. Berdasarkan latar belakang di atas dan untuk lebih meningkatkan prestasi yang dimiliki maka penulis mencoba melaksanakan penelitian yang berjudul “Pelatihan Lari Cepat 30 Meter 5 Repetisi 4 Set dan 10 Repetisi 2 Set Terhadap Kecepatan Lari 100 Meter Siswa Putra Kelas VIII SMP Negeri 2 Mengwi Tahun Pelajaran 2015/ 2016”. Berdasarkan latar belakang di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan perbedaan pengaruh Pelatihan Lari Cepat 30 Meter 5 Repetisi 4 Set dan 10 Repetisi 2 Set Terhadap Kecepatan Lari 100 Meter Siswa Putra Kelas VIII SMP Negeri 2 Mengwi Tahun Pelajaran 2015/ 2016”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa putra kelas VIII SMP Negeri 2 Mengwi yang berjumlah 60 orang. Teknik yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah study populasion. Pengukuran yang dilakukan adalah tes awal dan tes akhir dengan melakukan lari dengan jarak 100 meter dengan alat ukur stopwatch. Setelah data dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis dengan analisis statistik dengan rumus t-test. Berdasarkan hasil analisis data di atas dapat disimpulkan bahwa: ada pengaruh yang signifikan Pelatihan Lari Cepat 30 Meter 5 Repetisi 4 Terhadap Kecepatan Lari 100 Meter Siswa Putra Kelas VIII SMP Negeri 2 Mengwi Tahun Pelajaran 2015/ 2016”.Ada pengaruh yang signifikan Pelatihan Lari Cepat 30 Meter 10 Repetisi 2 Set Terhadap Kecepatan Lari 100 Meter Siswa Putra Kelas VIII SMP Negeri 2 Mengwi Tahun Pelajaran 2015/ 2016”. Ada perbedaan pengaruh yang signifikan Pelatihan Lari Cepat 30 Meter 5 Repetisi 4 Set dan 10 Repetisi 2 Set Terhadap Kecepatan Lari 100 Meter Siswa Putra Kelas VIII SMP Negeri 2 Mengwi Tahun Pelajaran 2015/ 2016”.
PELATIHAN LONCAT GAWANG SETINGGI 25 CM DENGAN JARAK 0,5 M DAN 1 M TERHADAP PENINGKATAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI PUTRA SMP NEGERI 2 SUKAWATI 2015/2016 Bayu Puspayuda; Made Darmada; Putu Citra Permana Dewi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 3 No. 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.96 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan loncat gawang setinggi 25 cm dengan jarak 0,5 m dan 1 m terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Sampel penelitian yaitu peserta ekstrakurikuler bola voli putra SMP Negeri 2 Sukawati yang berjumlah 36 orang, dibagi menjadi 2. Daya ledak otot tungkai diukur dengan jump MD. Data yang didapat dianalisis dengan paired test dan independent t-test pada taraf signifikansi = 0,05. (α) Hasil analisis data dengan uji paired test menunjukan bahwa pelatihan loncat gawang setinggi 25 cm dengan jarak 0,5 m berpengaruh terhadap daya ledak otot tungkai, hal ini dibuktikan dari. Hasil nilai analisis data Sig menunjukan hitung 0, bahwa pelatihan loncat gawang setinggi 25 cm dengan jarak 1 m berpengaruh terhadap daya ledak otot tungkai, hal ini dibuktikan dari nilai Sig hitung 0,000 < 0,05 (α). Hasil analisis data dengan uji independent t-test menunjukan bahwa tidak ada perbedaan pengaruh pelatihan daya ledak otot tungkai dibuktikan dengan nilai Sig hitung 0,609 > 0,05 (α). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pelatihan loncat gawang setinggi 25 cm dengan jarak 0,5 m terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai, ada pengaruh pelatihan loncat gawang setinggi 25 cm dengan jarak 1 m terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai, tidak ada perbedaan pengaruh pelatihan loncat gawang setinggi 25 cm dengan jarak 0,5 m dan 1 m terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai peserta ekstrakurikuler bola voli putra SMP Negeri 2 Sukawati.
PELATIHAN LOMPAT GAWANG 40 CM 6 REPETISI 5 SET MENINGKATKAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI SISWA PUTRA KELAS VII SMP PGRI 1 DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Daton Kopong; I Wayan Adnyana; Ni Luh Putu Indrawathi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 3 No. 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.368 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui lompat gawang 40 cm 6 repetisi 5 set tidak atau dapat meningkatkan daya ledak otot tungkai siswa putra kelas VII SMP PGRI 1 Denpasar Tahun Pelajaran 2015/2016. Hasil penelitian ini nantinya akan dipakai sebagai pedoman untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai siswa di SMP PGRI 1 Denpasar. Populasi penelitian ini adalah siswa putra kelas VII SMP PGRI 1 Denpasar Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 213 orang. Teknik pengambilan sempel yaitu dengan acak sederhan (simple random) dan dihitung menggunakan rumus pocock. Dari perhitungan tersebut didapat sempel sebanyak 20 orang dan di bagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok I sebanyak 10 orang yang di beri pelatihan lompat gawang 40 cm 5 repetisi 3 set dan kelompok II sebanyak 10 orang di beri pelatihan lompat gawang 40 cm 6 repetisi 5 set. Data diperoleh dengan melaksanakan tes awal, dan tes akhir dengan menggunakan alat ukur yang bernama jump meter digital (jump MD) dengan satuan centimeter (cm). data yang telahterkumpul akan dianalisa dengan metode analisis statistik dengan rumus t-tes. Berdasarkan taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan 9 , didapat angka batas penolakan Ha dalam tabel sebesar 2,262 sedangkan nilai t-tes yang diperoleh kelompok I (kontrol) sebesar 1,351. Pada kelompok II (perlakuan) terdapat penolakan Ho dengan nilai t-test yang diperoleh -23,252. sedangkan nilai yang ada di t-tabel sebesar 2,262. Hal ini berarti nilai t-tes Ha diterima. Berdasarkan taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan 18, diapatkan angka penolakan Hipotesis nol dalam t-tabel sebesar 2,101. Jadi kesimpulan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelompok I (kontrol) dan kelompok II (perlakuan) mempunyai perbedaan pengaruh terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai siswa putra kelas VII SMP PGRI 1 Denpasar tahun pelajaran 2015/2016.