cover
Contact Name
I Gusti Putu Ngurah Adi Santika
Contact Email
ngurahadisantika@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpkrmahadewa@gmail.com
Editorial Address
Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Jln. Seroja, Tonja, Denpasar, (0361)431434 E-Mail : jpkrmahadewa@gmail.com
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi
ISSN : 23379561     EISSN : 25801430     DOI : -
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi adalah jurnal pendidikan dan kesehatan yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Januari dan Juni. Memuat tulisan berbahasa Indonesia maupun Inggris yang berasal dari hasil penelitian, kajian teoretis dan aplikasi teori dengan kajian masalah pendidikan olah raga dan kesehatan. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi telah melaksanakan (MOU) dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI).
Articles 406 Documents
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR TEKNIK PASSING ATAS BOLA VOLI PADA SISWA KELAS XI IA 1 SMKN 5 DENPASAR Anak Agung Ngurah Putra Laksana
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 5 No. 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.541 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3340179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar passing atas bola voli melalui implementasi model pembelajaran Quantum pada siswa kelas XI I A 1 SMKN 5 Denpasar. Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas guru sebagai peneliti yang dilaksanakan dalam dua siklus. Rancangan masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI I A 1 SMKN 5 Denpasar. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil belajar teknik passing atas bola voli meningkat melalui implementasi model pembelajaran Quantum, pada siswa kelas XI I A 1 SMKN 5 Denpasar. Hal ini dapat dilihat pada siklus I, ketuntasan hasil belajar secara klasikal adalah 91,30% dan pada siklus II ketuntasan hasil belajar secara klasikal sebesar 95,65%. Peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 4,35%. Dapat disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar teknik passing atas meningkat melalui implementasi model pembelajaran Quantum pada siswa kelas XI I A 1 SMKN 5 DenpasarDisarankan kepada guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan dapat menggunakan model pembelajaranQuantum, karena telah terbukti efektif meningkatkan aktivitas dan hasil belajar passing atas bola voli.
SUMBER DAN METABOLISME ENERGI DALAM OLAHRAGA I Nengah Sandi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 5 No. 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.974 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3340183

Abstract

Olahraga adalah aktivitas fisik yang dilakukan untuk tujuan tertentu, misalnya untuk memperbaiki kondisi fisik, mempertahankan kebugaran serta pemulihan pasca cedera. Olahraga dapat diklasifikasikan menjadi olahraga ringan, sedang, berat, dan berat sekali. Kemudian setiap olahraga juga dapat diklasifikasikan menjadi apakah bersifat statis atau bersifat dinamis, yang masing-masing memiliki risiko tersendiri. Untuk mempertahankan kondisi fisik ketika atau sesudah berolahraga dibutuhkan nitrisi, yang menyangkut karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Banyaknya nutrisi yang dikonsumsi tergantung dari jenis dan berat olahraga yang dilakukan. Olahraga yang lebih berat dengan durasi yang lebih panjang akan membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak, sebaliknya menurun untuk olahraga yang lebih ringan dengan durasi yang lebih pendek. Berat ringannya dan panjang pendeknya durasi olahraga membutuhkan komposisi energi yang berbeda. Untuk itu pada tulisan ini akan dibahas mengenai jenis-jenis olahraga, sumber energi olahraga, dan penyediaan energi olahraga.
PELATIHAN LARI JINGKAT MELEWATI 10 RINTANGAN JARAK 1 METER SETINGGI 25 CM BERBEBAN 500 GRAM DI PERGELANGAN KAKI 10 REPETISI 4 SET TERHADAP PENINGKATAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI SISWA PUTRA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SUKAWATI IN. Tunas; IA. Kade Arisanti Dewi; IGPNA. Santika; Maryoto Subekti; IW. Adnyana; IP. Mertayasa
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 5 No. 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.292 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3340187

Abstract

Berdasarkan pengamatan di lapangan melalui penelitian pendahuluan yang dilakukan dengan mengukur 5 orang siswa yang diambil secara random diperoleh rata-rata daya ledak otot tungkai siswa SMP Negeri 2 Sukawati adalah 7,8 cm. Berkaitan dengan hal itu peneliti memberikan Pelatihan Lari Jingkat Melewati 10 Rintangan Jarak 1 Meter Setinggi 25 cm Berbeban 500 gram Di Pergelangan Kaki 10 Repetisi 4 Set yang dilakukan selama 6 minggu. Berdasarkan nilai analisis dengan menggunakan uji t-paired test seperti pada tabel 1 dapat disampaikan bahwa rerata pengukuran awal daya ledak otot tungkai pada kelompok 1 (perlakuan) = 9,07±1,73 cm. Rerata hasil pegukuran awal pada kelompok 2 (kontrol) = 8,79±2,50 cm. Rerata pengukuran akhir pada kelompok 1 (perlakuan) = 21.07±3,65 cm. Rerata pengukuran akhir pada kelompok 2 (kontrol) = 17,52±2,01 cm. hasil pengukuran daya ledak otot tungkai pada kelompok 1 (perlakuan) diperoleh beda rerata 12 cm dan kelompok 2 (kontrol) diperoleh beda rerata 8,73 cm dengan hasil tes daya ledak otot tungkai sebelum dan sesudah pelatihan antar kelompok diperoleh beda rerata 3,55 cm dengan nilai (p = 0,04), ini menunjukkan pelatihan daya ledak otot tungkai ada perbedaan yang bermakna (p < 0,05).
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR LAY UP SHOOT BOLA BASKET IP. Eri Kresnayadi; NW. Ary Rusitayanti; IK. Sumerta; NW. Ariawati; IGN. Sudiarta; IM. Bagia
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 5 No. 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.853 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3342979

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX A SMP Negeri 1 Kuta, berjumlah 34 orang. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil analisis data pada Motivasi belajar teknik lay up shoot bola basket meningkat melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI pada siswa kelas IX A SMP Negeri 1 Kuta tahun pelajaran 2018/2019. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata motivasi belajar teknik lay up shoot bola basket siswa secara klasikal pada siklus I sebesar 11,78 yang berada pada kategori tinggi dan mengalami peningkatan sebesar 3,53 pada siklus II menjadi 15,31 yang berada pada kategori sangat tinggi. Hasil belajar teknik lay up shoot bola basket siswa secara klasikal pada siklus I sebesar 70,58% yang berada pada kategori cukup baik dan mengalami peningkatan sebesar 20,59% pada siklus II menjadi 91,17% yang berada pada kategori sangat baik. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan disimpulkan bahwa motivasi dan hasil belajar teknik lay up shoot bola basket meningkat melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI pada siswa kelas IX A SMP Negeri 1 Kuta Tahun Pelajaran 2018/2019.
PELATIHAN LARI INTERVAL DENGAN JARAK 1,6 KM TERHADAP KEMAMPUAN KARDIOVASKULAR SISWA PUTRA KELAS XI SMA NEGERI 1 SUKAWATI TAHUN PELAJARAN 2017/2018 IM. Vikqy; IKA. Palgunadi; IM. Darmada; IW. Citrawan; KAT. Widhiyanti; IGNAC. Prananta
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 5 No. 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.11 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3342983

Abstract

Berdasarkan observasi awal didapat hasil bahwa pada siswa putra kelas XI SMA Negeri 1 Sukawati tahun pelajaran 2017/2018 memerlukan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan kardiovaskular. Jadi pelatihan yang bisa digunakan, yaitu pelatihan lari interval dengan jarak 1,6 km untuk meningkatkan kemampuan kardiovaskular. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengetahui adanya peningkatan kemampuan kardiovaskular siswa dengan pelatihan lari interval dengan jarak 1,6 km. Pelatihan ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-test and post-test group design. Populasi penelitian adalah siswa putra kelas XI SMA Negeri 1 Sukawati tahun pelajaran 2017/2018. Sampel berjumlah 30 orang diambil secara acak sederhana dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik ordinal pairing yang masing-masing kelompok terdiri dari 15 orang. Hasil uji t-paired kelompok kontrol dan kelompok perlakuan terjadi peningkatan yang bermakna (p<0.05). Hasil uji t-test independent didapat bahwa kedua kelompok sebelum pelatihan tidak berbeda bermakna (p>0,05), sedangkan setelah pelatihan kedua kelompok sebelum pelatihan tidak berbeda bermakna (p>0,05). Simpulan bahwa pelatihan lari interval dengan jarak 1,6 km meningkatkan daya tahan. Tidak ada perbedaan yang signifikan hasil post test kelompok kontrol dengan perlakuan dalam meningkatkan kemampuan kardiovaskular siswa putra kelas XI SMA Negeri 1 Sukawati Tahun Pelajaran 2017/2018.
KREATIVITAS GURU PENJAS TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN PENJAS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI SEKECAMATAN KEBUMEN KABUPATEN KEBUMEN 2018
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 5 No. 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.678 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3342990

Abstract

Penelitian ini merupakan deskirptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan SMP Negeri se-Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen. Penelitian ini dilaksanakan pada tujuh Sekolah Menengah Pertama Negeri se-Kecamatan Kebumen. Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan guru olahraga SMP Negeri se-kecamatan Kebumen. Teknik pengumpulan data melalui wawancara. Teknik analisis data menggunakan data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification.Hasil temuan penelitian kemampuan kreativitas guru penjas terhadap proses pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di Sekolah Menegah Pertama Negeri se-Kecamatan KebumenKabupaten Kebumen tahun 2018 guru sudah melakukan kemampuan kreativitasnya berdasarkan lima factor,yaitu1) Kelancaran berpikir (fluencyof thinking), 2) Keluwesan berpikir (flexibility), 3) Elaborasi (elaboration), 4) Originalitas (originality), dan 5) Mengembangkan (Redefinition). Saran bagi guru agar menambah pengetahuan yang berhubungan dengan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan baik teknik atau cara mengajar agar proses pembelajaran dapat berjalan lancer dan siswa, agar terus bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan.
EVALUASI PROGRAM PEMBINAAN PRESTASI PANAHAN PENGKAB PERPANI KARANGASEM Putu Citra Permana Dewi; Kadek Dian Vanagosi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 5 No. 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.105 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3343001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pembinaan prestasi panahan Pengkab Perpani Karangasem dengan evaluasi CIPP Model. Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi kuantitatif dan kualitatif. Instrumen berupa angket yang diberikan kepada atlet, pelatih, pengurus, dan orang tua atlet.Pada dimensi context,didapat hasil bahwa perlu peran aktif pemerintah daerah, masyarakat, dan pengurus dalam mendukung program pembinaan yang disusun Pengkab Perpani Karangasem sehingga terbentuk sinergitas untuk memajukan panahan di Kabupaten Karangasem. Pada dimensi input diperlukan pemenuhan pendanaan oprasional dan pemenuhan sarana prasaran khusus panahan. Pada dimensi procces masuk dalam kategori cukup baik, diperlukan pembenahan dalam, program latihan, evaluasi program latihan, peningkatan kualitas pelatih dan wasit melalui penataran pelatihan pelatih dan wasit panahan.Pada dimensi product, berdasarkan perencanaan dan pelaksanaan program pembinaan yang dibuat hasil yang didapat masih dalam kategori kurang.Diperlukan pembenahan pada aspek fisik dan mental atlet untuk peningkatan prestasi.
PENGEMBANGAN ELEKTRODE BIOSENSOR LIPASE TERMOSTABIL ISOLAT BANYUWEDANG YANG DIAMOBIL DENGAN PVC UNTUK PENENTUAN KADAR TRIGLISERIDA DGE. Sastra Wiguna; KD. Wirmandiyanthi; IGPNA. Santika
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 5 No. 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.168 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3343011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan rentang kerja (suhu dan pH) elektrode biosensor lipase termostabil isolat Banyuwedang yang diamobil dengan menggunakan PVC dan (2) menentukan kadar trigliserida dalam emulsi minyak olive dengan elektrode biosensor tersebut. Subjek penelitian ini adalah elektrode biosensor trigliserida. Objek penelitian adalah Rentang Kerja (Suhu dan pH) elektrode biosensor dan kadar trigliserida dalam emulsi minyak olive. Data suhu dan pH optimum serta kadar trigliserida dalam emulsi minyak olive dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rentang kerja biosensor berdasarkan pengukuran kedua jenis elektrode didapatkan pada pH 6,0 hingga 8,0 dan pada suhu 10-70oC. Hubungan kadar trigliserida yang terukur terhadap emulsi minyak olive yang digunakan diperoleh hubungan bahwa kadar trigliserida terukur berbanding lurus dengan emulsi minyak olive yang digunakan dan diperoleh persamaan Y = 0,009X – 0,026, dengan Y adalah kadar trigliserida yang terukur sebagai konsumsi oksigen (ppm) dan X adalah emulsi minyak olive yang digunakan (ppm).
PELATIHAN LARI KIJANG JARAK 1 METER 8 REPETISI 5 SET MENINGKATKAN KECEPATAN LARI SPRINT SISWA PUTRA KELAS VIII SMP NASIONAL DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2017/2018 IMP. Andik; IW. Adnyana; IGNAC. Prananta; IGPNA. Santika; IGAA. Saputra; KY. Pranata
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 5 No. 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.575 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3344561

Abstract

Berdasarkan observasi di lapangan, atlet SMP Nasional Denpasar belum dapat menunjukkan hasil yang maksimal yang disebabkan oleh kurangnya kecepatan lari sprint dalam atletik. Berdasarkan latar belakang di atas dan untuk lebih meningkatkan prestasi yang dimiliki, maka penulis mencoba melaksanakan penelitian dengan judul ”Pelatihan lari kijang jarak 1 meter 8 repetisi 5 set meningkatkan kecepatan lari sprint siswa putra kelas VIII SMP Nasional Denpasar Tahun Pelajaran 2017/2018“. Populasi yang digunakan adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Nasional Denpasar tahun pelajaran 2017/2018 sebanyak 120 orang. Karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu yang tersedia, untuk itu sampel yang diambil dalam penelitian ini hanya menggunakan 38 orang dengan menggunakan perhitungan rumus Pocock. Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan lari kijang jarak 1 meter 8 repetisi 5 set dan pelatihan agility ladder 8 repetisi 5 set sama – sama meningkatkan kecepatan lari sprint. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil post test kedua kelompok, tetapi didapatkan hasil bahwa pelatihan lari kijang jarak 1 meter 8 repetisi 5 set lebaik baik dari pada pelatihan agility ladder 8 repetisi 5 set dalam meningkatkan kecepatan lari sprint siswa putra kelas VIII SMP Nasional Denpasar Tahun Pelajaran 2017/2018.
PELATIHAN DRILL SMASH 12 REPITISI 3 SET TERHADAP PENINGKATAN KETEPATAN SMASH PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI PUTRA SMA NEGERI 2 MENGWI TAHUN AJARAN 2017/2018 IPE. Pratama; A. Dei; AAO. Perdana; IGPNA. Santika; IW. Adnyana; IW. Citrawan
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 5 No. 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.933 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3344563

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di lapangan SMA N 2 Mengwi selama 6 minggu. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 orang laki-laki yang dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing kelompok berjumlah 18 orang. Kelompok kontrol diberikan Pelatihan smash tidak menggunakan net smash 5 repitisi 4 set, sedangkan kelompok perlakuan diberikan Pelatihan drill smash 12 repitisi 3 set. Populasi peserta ekstrakurikuler bola voli putra SMA N 2 Mengwi diadakan pemilihan sejumlah sampel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil dari T-Test Independent bahwa didapatkan beda rerata hasil post test antara Pelatihan Pelatihan smash tidak menggunakan net smash 5 repitisi 4 set pada kelompok kontrol dan Pelatihan drill smash 12 repitisi 3 set pada kelompok perlakuan sebesar 9,94 dengan nilai (p = 0,000) p < 0,05, yang menunjukan perbedaan yang bermakna hasil tesakhir antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Sehingga berdasarkan persentase rerata perubahan waktu ketepatan sesudah pelatihan selama enam minggu menunjukkan bahwa persentase rerata perubahan ketepatan pada pelatihan kelompok perlakuan lebih besar daripada kelompok kontrol. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penelitian kelompok perlakuan menghasilkan perubahan hasil ketepatan lebih baik daripada pelatihan kelompok kontrol.