cover
Contact Name
I Gusti Putu Ngurah Adi Santika
Contact Email
ngurahadisantika@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpkrmahadewa@gmail.com
Editorial Address
Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Jln. Seroja, Tonja, Denpasar, (0361)431434 E-Mail : jpkrmahadewa@gmail.com
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi
ISSN : 23379561     EISSN : 25801430     DOI : -
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi adalah jurnal pendidikan dan kesehatan yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Januari dan Juni. Memuat tulisan berbahasa Indonesia maupun Inggris yang berasal dari hasil penelitian, kajian teoretis dan aplikasi teori dengan kajian masalah pendidikan olah raga dan kesehatan. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi telah melaksanakan (MOU) dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI).
Articles 406 Documents
PENGARUH METODE PART AND WHOLE TERHADAP PRESTASI BELAJAR ANATOMI MANUSIA PADA MAHASISWA FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN IKIP PGRI BALI Dewi, Putu Citra Permana
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 2 No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.295 KB)

Abstract

Pengamatan saat pembelajaran anatomi manusia pada mahasiswa Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Bali, ditemukan bahwa banyak mahasiswa sulit mmahami dan menghafal pembagian tubuh dalam sistem tubuh manusia berdasarkan letak. Untuk itu diperlukan metode mengajar yang dapat meningkatkan prestasi belajar anatomi manusia mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode part and whole terhadap prestasi belajar anatomi manusia pada mahasiswa Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Bali. Jenis penelitian adalah eksperimen semu dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel merupakan mahasiswa FPOK IKIP PGRI Bali semester II sebanyak 25 orang. Instrumen penelitian berbentuk tes prestasi belajar yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Teknik analisis data menggunakan uji hipotesis dengan analisis paired sample t test. Hasil penelitian didapatkan pengaruh yang signifikan dari metode part and whole terhadap prestasi belajar anatomi manusia dengan nilai t hitung 12,387 dan p = 0,000 pada taraf signifikasnsi 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode part and whole berpengaruh terhadap prestasi belajar anatomi manusia pada Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Bali.
PELATIHAN TRAINING CIRCLES 15 REPETISI 4 SET DAN 10 REPETISI 6 SET TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PERUT SISWA PUTRI KELAS VIII SMP NEGERI 2 KUTA TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Surana, I Kadek; Palgunadi, I Komang Adi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 4 No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.071 KB)

Abstract

Berdasarkan pengamatan, prestasi cabang olahraga atletik maupun permainan sampai saat ini masih belum mampu menunjukkan hasil yang optimal hal ini karena siswa kurangnya mendapat pelatihan otot perut, kurang menguasai teknik latihan otot perut serta kurangnya minat dalam melatih otot perut. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putri kelas VIII SMP Negeri 2 Kuta berjumlah 58 orang dan seluruhnya digunakan sebagai sempel dengan teknik populasi study yang meneliti seluruh subjek penelititan. Alat ukur yang digunakan adalah tes perbuatan dengan melakukan baring duduk (sit-up) selama 30 detik. Analisis data yang dipergunakan adalah metode analisis statistic dengan rumus t-tes. Berdasarkan analisis data diperoleh t-tes kelompok eksperimen I sebesar 5,742 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,048 dengan taraf signifikansi 5% dandb = 28. Demikian juga pada kelompok eksperimen II diperoleh t-tes sebesar 7,061 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,048 dengan taraf signifikansi 5% dandb = 28. Perbedaan kelompok eksperimen I dan II di peroleh t-tes sebesar 1,318 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,000 dengan taraf signifikansi 5% dan db = 56. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan  bahwa eksperimen pertama dan eksperimen kedua sama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot perut siswa putrid kelas VIII SMP Negeri 2 Kuta. Sehingga eksperimen pertama dan eksperimen kedua, hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternative diterima. Untuk perbedaan pengaruh eksperimen pertama dan eksperimen kedua, hipotesis nol diterima dan hipotesis alternative ditolak. Karena kedua bentuk pelatihan tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan maka aplikasi di lapangan dapat dipergunakan salah satu atau kedua bentuk pelatihan training circles 15 repetisi 4 set dan 10 repetisi 6 set terhadap peningkatan kekuatan otot perut siswa putrid kelas VIII SMP Negeri 2 Kuta.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJASORKES SISWA KELAS IX-A SMP NEGERI 11 DENPASAR SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Sugianta, I Wayan
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 3 No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.036 KB)

Abstract

Penelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran maka diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw . Model kooperatif sebagai metode pembelajaran inovatif diharapkan mampu mendorong siswa untuk aktif dalam pembelajaran sehingga hasil belajar lebih optimal. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar Penjasorkes siswa kelas IX-A SMP Negeri 11 Denpasar Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar Penjasorkes siswa kelas IX-A SMP Negeri 11 Denpasar semester I tahun pelajaran 2016/2017. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik menghitung rata-rata dan presentase. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes sedangkan aktivitas belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi. Adapun tahapan penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, pada masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan tindakan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi dan tahap refleksi. Hasil dari meningkatnya hasil belajar Penjasorkes dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw siswa IX-ASMP Negeri 11 Denpasar Semester I Tahun pelajaran 2016/2017. Halini dapat dijelaskan berdasarkan peningkatan rata-rata untuk masing-masing siklus sebagai berikut:Pada awalnya, skor rata-rata kelas IX-Adalam mata pelajaran Penjasorkes tahun pelajaran 2016/2017 adalah sebesar 69,89 dengan total daya serap siswa sebesar 69,89% dan nilai ketuntasan klasikal sebesar 33,33%. Pada Siklus I skor rata-rata siswa kelas IX-Adalam matapelajaran Penjasorkes tahun pelajaran 2016/2017 adalah sebesar 74,47, daya serap 74,47% dan prosentase ketuntasan belajar 75%. Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan nilai rata-rata menjadi 81,06, dengan daya serap sebesar 81,06% dan prosentase ketuntasan belajar sebesar 100%. Dari penjabaran hasil kegiatan awal, siklus I dan siklus II maka dapat diketahui bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar Penjasorkes siswa kelas IX-A SMPNegeri 11 Denpasar semester I tahun pelajaran 2016/2017.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PASSING BOLA SEPAK BOLA PADA SISWA KELAS VI SDN 17 DANGIN PURI DENPASAR SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Bendi, I Made
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 2 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.237 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar passing bola sepak bola melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas VI SDN 17 Dangin Puri Denpasar Semester I Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI SDN 17 Dangin Puri yang jumlahnya 31 siswa yaitu 20 putra dan 11 putri. Data aktivitas dikumpulkan dengan lembar observasi dan data hasil belajar dikumpulkan menggunakan asesmen passing bola sepak bola, kemudian dianalisis secara deskriptif. Tingkat ketuntasan aktivitas belajar siswa dapat dikatakan meningkat apabila diperoleh hasil secara klasikal pada siklus I yaitu 19,35% dengan kategori aktif dan pada siklus II menjadi 90,32% pada kategori sangat aktif. Dengan demikian dari siklus I ke siklus II, meningkat sebesar 70,97% dengan demikian aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan secara signifikan berdasarkan data yang telah diperoleh. Hasil belajar siswa secara klasikal pada siklus I mengalami ketuntasan sebesar 12,90% sedangkan pada siklus II siswa mengalami ketuntasan sebesar 93,45%, dengan demikian dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 80,55%. Dengan demikian hasil belajar siswa mengalami peningkatan secara signifikan berdasarkan data yang telah diperoleh. Seperti hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar passing bola sepak bola meningkat melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas VI SDN 17 Dangin Puri Denpasar Semester I Tahun Pelajaran 2015/2016. Disarankan kepada guru penjasorkes untuk menggunakan model pembelajaran ini dalam pembelajaran passing bola sepak bola karena telah terbukti secara empirik meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
TINGKAT KELINCAHAN CALON MAHASISWA BARU PUTRA FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN IKIP PGRI BALI TAHUN 2015 Santika, I Gusti Putu Ngurah Adi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 1 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.031 KB)

Abstract

Kelincahan merupakan hal yang sangat penting bagi seseorang terutama atlet olahraga seperti olahraga bela diri, sepak bola, tenis meja, dan lain – lain. Bagi pemain sepak bola, kelincahan adalah suatu hal yang mutlak diperlukan. Ini dikarenakan seorang pemain sepak bola harus mampu membawa atau menggiring bola dengan lincah agar tidak dapat direbut oleh lawan. Pengukuran kelincahan ini dilakukan terhadap calon mahasiswa baru Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Bali tahun 2015 yang berjenis kelamin putra dengan pertimbangan untuk memantau kelincahan sebagai tolak ukur mahasiswa tersebut lulus tes fisik atau tidak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kelincahan calon mahasiswa baru Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Bali tahun 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan Sectional Design pengambilan keseluruhan sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Sebanyak 85 orang sampel calon mahasiswa yang berumur 18 – 23 tahun dipilih sebagai sampel penelitian dengan memakai teknik Quota Sampling. Keseluruhan sampel mendapatkan parameter test berupa Shutle Run. Penelitian dilakukan selama satu hari. Komponen kelincahan diukur dengan parameter test Shutle Run. Hasil penelitian pada parameter test Shutle Run didapatkan rerata 10,95 ± 0,62 detik dengan batas maximum 13,36 detik dan minimum 9,94 detik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian tingkat kelincahan calon mahasiswa baru putra Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Bali tahun 2015 berada pada level baik sekali.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DAN UMUR TERHADAP DAYA TAHAN UMUM (KARDIOVASKULER) MAHASISWA PUTRA SEMESTER II KELAS A FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN IKIP PGRI BALI TAHUN 2014 Santika, I Gusti Putu Ngurah Adi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 1 No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.333 KB)

Abstract

Daya tahan umum (respiratio – cardiovascular endurance) adalah kemampuan tubuh dalam melakukan aktivitas terus – menerus yang berlangsung cukup lama dalam keadaan aerobik (metabolisme sel otot memerlukan pasokan oksigen dari luar untuk mendapatkan tenaga bergerak. Indeks massa tubuh adalah jumlah berat badan ideal yang dihitung dari berat badan dan tinggi badan seseorang. Umur adalah lama waktu hidup atau ada. Pada mahasiswa semester II kelas A terdata beberapa mahasiswa sebagai atlet dan non atlet. Peneliti ingin melakukan suatu keterkaitan data yang berhubungan dengan berat badan, umur, dan daya tahan kardiovaskuler. Berkaitan dengan hal itu maka dilakukanlah penelitian yang berjudul Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Umur terhadap Daya Tahan Umum (Kardiovaskuler) Mahasiswa Putra Semester II Kelas A Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Bali Tahun 2014. Adapun tujuan dalam penelitian ini diantaranya : 1) Untuk mengetahui hubungan yang positif dan signifikan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan daya tahan umum (kardiovaskuler) mahasiswa putra semester II kelas A Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Bali tahun 2014. 2) Untuk mengetahui hubungan yang positif dan signifikan antara umur dengan daya tahan umum (kardiovaskuler) mahasiswa putra semester II kelas A Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Bali tahun 2014. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian korelasional. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan antara IMT (X1) dengan Daya Tahan Kardiovaskuler (Y) nilai signifikansinya 0,171 > 0,05 yang berarti tidak terdapat korelasi yang signifikan. Selanjutnya, antara Umur (X2) dengan Daya Tahan Kardiovaskuler (Y) nilai signifikansinya 0,394 > 0,05 yang berarti tidak terdapat korelasi yang signifikan. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan didapatkan hasil bahwa : (1) tidak terdapat hubungan yang siginifikan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan daya tahan kardiovaskuler, (2) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur dengan daya tahan kardiovaskuler.
PELATIHAN LONCAT GAWANG SETINGGI 25 CM DENGAN JARAK 0,5 M DAN 1 M TERHADAP PENINGKATAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI PUTRA SMP NEGERI 2 SUKAWATI TAHUN 2015/2016 Puspayuda, Bayu; Darmada, Made; Dewi, Citra Permana
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 2 No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.334 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan loncat gawang setinggi 25 cm dengan jarak 0,5 m dan 1 m terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Sampel penelitian yaitu peserta ekstrakurikuler bola voli putra SMP Negeri 2 Sukawati yang berjumlah 36 orang, dibagi menjadi 2. Daya ledak otot tungkai diukur dengan jump MD. Data yang didapat dianalisis dengan paired test dan independent t-test pada taraf signifikansi (α) = 0,05. Hasil analisis data dengan uji paired test menunjukan bahwa pelatihan loncat gawang setinggi 25 cm dengan jarak 0,5 m berpengaruh terhadap daya ledak otot tungkai, hal ini dibuktikan dari nilai Sig hitung 0,000 < 0,05. Hasil analisis data menunjukan bahwa pelatihan loncat gawang setinggi 25 cm dengan jarak 1 m berpengaruh terhadap daya ledak otot tungkai, hal ini dibuktikan dari nilai Sig hitung 0,000 < 0,05. Hasil analisis data dengan uji independent t-test menunjukan bahwa tidak ada perbedaan pengaruh pelatihan daya ledak otot tungkai dibuktikan dengan nilai Sig hitung 0,609 > 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pelatihan loncat gawang setinggi 25 cm dengan jarak 0,5 m terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai, ada pengaruh pelatihan loncat gawang setinggi 25 cm dengan jarak 1 m terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai, tidak ada perbedaan pengaruh pelatihan loncat gawang setinggi 25 cm dengan jarak 0,5 m dan 1 m terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai peserta ekstrakurikuler bola voli putra SMP Negeri 2 Sukawati.
PELAKSANAAN MODEL PERIKSA SENDIRI SEBAGAI STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJASORKES SISWA KELAS VA SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2017/2018 SD NEGERI 2 SESETAN Senin, Ni Nyoman
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 4 No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.189 KB)

Abstract

Kemajuan dunia pendidikan khususnya peningkatan hasil belajar yang diupayakan lewat penelitian tindakan kelas ini.Penelitian tindakan kelas bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Penjasorkes siswa Kelas VA Semester II tahun pelajaran 2017/2018 SD Negeri 2 Sesetan dengan pelaksanaan model periksa sendiri sebagai strategi.Penelitian ini mengambil subjek sebanyak 43 orang siswa Kelas VA Semester IItahun pelajaran 2017/2018 SD Negeri 2 Sesetan.Setelah data dikumpulkan lewat instrumen tes hasil belajar dan dianalisis dengan analisis deskriptif diperoleh data awal dengan rata-rata 71,81 dengan ketuntasan belajar 46,51%. Data ini meningkat pada siklus I menjadi 74,86 dengan ketuntasan belajar 69,77% dan pada silkus II data itu meningkat menjadi 80,09 dengan ketuntasan belajar 100,00%. Pada siklus ke II telah diperoleh data sesuai harapan indikator keberhasilan penelitian dengan perolehan nilai rata-rata melebihi KKM mata pelajaran Penjasorkes. Berdasarkan data yang diperoleh, penelitian ini dicukupkan sampai pelaksanaan siklus II mengingat keberhasilan yang dicapai sudah sesuai harapan, pelaksanaan proses belajar mengajar sudah maksimal dapat dilaksanakan, inovasi sudah giat dilakukan, bimbingan bagi siswa yang penyerapan keilmuannya masih rendah juga telah mampu diperbaiki. Data tersebut telah membuktikan bahwa hipotesis penelitian yang diajukan sudah dapat dibuktikan keberhasilannya.
PELATIHAN MENITI PAPAN JARAK 4 METER 5 REPETISI 2 SET DAN 2 REPETISI 5 SET TERHADAP PENINGKATAN KESEIMBANGAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 MENGWI TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Wibawa, Kadek Bayu; Sumerta, I Ketut; Dharmawan, I Made
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 3 No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.64 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan SMP Negeri 3 Mengwi belum dapat menunjukkan hasil yang maksimal dalam meraih prestasi, untuk lebih meningkatkan prestasi yang dimiliki, maka penulis mencoba melaksanakan penelitian dengan judul “Pelatihan Meniti Papan Berjarak 4 Meter 5 Repetisi 2 Set dan 2 Repetisi 5 Set Terhadap Peningkatan Keseimbangan Siswa Kelas VIII SMP N 3 MENGWI Tahun Pelajaran 2015-2016”. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh dan perbedaan pengaruh “Pelatihan Meniti Papan Berjarak 4 Meter 5 Repetisi 2 Set dan 2 Repetisi 5 Set Terhadap Peningkatan Keseimbangan Siswa Kelas VIII SMP N 3 MENGWI Tahun Pelajaran 2015-2016”. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putra kelas VIII SMP Negeri 3 Mengwi Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 60 orang, dalam penelitian ini jumlah populasi di gunakan sebagai sampel populasi studi. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil bahwa eksperimen pertama dapat t-hitung 2,720 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,045 dengan taraf signifikan 5% dan db=29 demikian juga pada kelompok experimen kedua didapat t-hitung sebesar 9,367 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,045 dengan taraf signifikan 5% dan db=29, perbedaan kelompok experimen pertama dan kedua dapat t-hitung sebesar 0,540 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,000 dengan taraf signifikan 5% dan db= 58. Berdasarkan hasil analisi data diatas dapat disimpulkan bahwa : ada pengaruh yang signifikan Pelatihan Meniti Papan Berjarak 4 Meter 5 Repetisi 2 Set Terhadap Peningkatan Keseimbangan Siswa Kelas VIII SMP N 3 MENGWI Tahun Pelajaran 2015-2016. Ada pengaruh yang signifikan Pelatihan Meniti Papan Berjarak 4 Meter 2 Repetisi 5 Set Terhadap Peningkatan Keseimbangan Siswa Kelas VIII SMP N 3 MENGWI Tahun Pelajaran 2015-2016. Ada Perbedaan pengaruh namun tidak signifikan Pelatihan Meniti Papan Berjarak 4 Meter 5 Repetisi 2 Set dan 2 Repetisi 5 Set Terhadap Peningkatan Keseimbangan Siswa Kelas VIII SMP N 3 MENGWI Tahun Pelajaran 2015-2016.
PEMBERIAN BACK MASSAGE DURASI 60 MENIT DAN 30 MENIT MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR PADAMAHASISWA VI A PENJASKESREK FPOK IKIP PGRI BALI SEMESTER GENAP TAHUN 2016/2017 Widhiyanti, K.A.Tri; Ariawati, N.W.; Rusitayanti, N.W. Ari
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 3 No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.41 KB)

Abstract

Tidur pada remaja hingga dewasa muda mempunyai pola yang berbeda dibandingkan usia lainnya, ini disebabkan oleh perubahan hormonal yang terjadi di akhir masa pubertas. Pada masa ini mereka mengalami pergeseran irama sirkadian, sehingga jam tidur pun bergeser. Orang muda sebenarnya mengalami kekurangan tidur, sehingga banyak diantara mereka yang tertidur di kelas atau terkantuk-kantuk di kantor.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberianbackmassage durasi 30 menit dan 60 menit untuk meningkatkan kualitas tidur.Metode penelitian yang digunakan adalahkomparatif,dengan pendekatan quasi experiment dan desain pre and post test with controldesign. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa IKIP PGRI Bali kelas VI A pada semester genap tahun 2016/2017 sejumlah 36 responden. Sampel yang di ambil berjumlah 18 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu dilakukan secara purposive sampling.Kedua kelompok sampel tersebut diukur mengunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) kemudian dianalisa dengan uji statistik.Uji normalitasShapiro-Wilkdengan hasil P>0.05 yang berarti distribusidata normal, maka di uji analisis data mengguanakan Paired Sampel t test. Dari hasil uji tersebut menunjukkan adanya hubungan antara pemberian back massage dengan kualitas tidur dengan nilai p<0.05. Pada uji pengaruh mendapatkan hasil bahwa pemberian back massage kelompok durasi 60 menit lebih berpengaruh terhadap peningkatan kualitas tidur. Dengan demikian pemberian back massage durasi 60 menit dan 30 menit dapat meningkatkan kualitas tidur pada mahasiswa VI A PENJASKESREK FPOK IKIP PGRI Bali semester genap tahun 2016/2017. Pemberian back massage durasi 60 menit lebih efektif daripada pemberian back massage durasi 30 menit. Untuk itu diharapkan bagimasyarakatuntuk mengatasi gangguan tidur dan meningkatkan kualitas tidur dengan melakukan tindakan terapi berupa pemberian backmassage durasi 60 menit dibandingkan pemberian backmassage 30 menit.

Page 6 of 41 | Total Record : 406