cover
Contact Name
I Gusti Putu Ngurah Adi Santika
Contact Email
ngurahadisantika@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpkrmahadewa@gmail.com
Editorial Address
Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Jln. Seroja, Tonja, Denpasar, (0361)431434 E-Mail : jpkrmahadewa@gmail.com
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi
ISSN : 23379561     EISSN : 25801430     DOI : -
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi adalah jurnal pendidikan dan kesehatan yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Januari dan Juni. Memuat tulisan berbahasa Indonesia maupun Inggris yang berasal dari hasil penelitian, kajian teoretis dan aplikasi teori dengan kajian masalah pendidikan olah raga dan kesehatan. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi telah melaksanakan (MOU) dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI).
Articles 406 Documents
MASASE GENERAL SEBAGAI PEMULIHAN PASIF DALAM MENINGKATKAN KECEPATAN LARI 100 METER Widhiyanti, Komang Ayu Tri
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 2 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.548 KB)

Abstract

Proses pemulihan yang baik ialah apabila seseorang yang telah melakukan proses pemulihan tersebut tidak merasa lelah lagi akibat aktifitas fisik yang dilakukan sebelumnya dan siap melakukan aktifitas fisik selanjutnya. Aktifitas olahraga yang sering dilakukan yaitu menggunakan kecepatan lari. Masase olahraga merupakan cara yang tepat untuk mendukung kekuatan fisik seorang atlet baik untuk peningkatan prestasi olahraga maupun pencegahan cedera olahraga, pada atlet saat latihan atau pertandingan. Manipulasi-manipulasi masase dapat berupa urutan, pijatan, dan lain-lain yang dipilih dan disusun secara sistematis berdasarkan prinsip-prinsip fisiologi dan anatomi, serta disesuaikan dengan kondisi jaringan.
PELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR GERAK Widhiyanti, Komang Ayu Tri
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 1 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.709 KB)

Abstract

Pengalaman dalam hubungannya dengan lingkungan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif akan menunjang proses belajar, dan pada gilirannya akan menentukan tingkat prestasi. Dengan demikian jelas bahwa di dalam proses belajar gerak ada interaksi antara si pelajar dengan lingkungan. Kondisi/keadaan yang ada pada diri pelajar merupakan faktor penting yang perlu dipahami oleh guru. Prestasi belajar gerak bisa diartikan sebagai tingkat kualitas kemampuan gerak tubuh yang dicapai melalui usaha belajar dan berlatih gerak. Belajar gerak bertujuan untuk meningkatkan kualitas kemampuan gerak tubuh. Peningkatan kualitas kemampuan gerak pada dasarnya merupakan perwujudan dari peningkatan efisiensi dan efektivitas gerakan. Gerakan yang efisien adalah gerakan yang di dalam melakukannya hanya mengeluarkan energi/tenaga yang tidak sebesar apabila gerakannya tidak efisien. Gerakan yang efektif adalah gerakan yang sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh pelakunya/sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian prestasi di bidang olahraga antara lain mengenai pengaruh faktor keturunan, faktor pembinaan, dan faktor lingkungan. Pengetahuan tentang penelitian keolahragaan yang antara lain meliputi pengetahuan mengenai metode penelitian, teknik-teknik tes, pengukuran dan evaluasi keolahragaan, teknik-teknik analisis data, akan bermanfaat untuk melaksanakan evaluasi dalam pemanduan bakat.
PELATIHAN AGILITY LADDER METODE LATERAL RUN 4 REPETISI 3 SET TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN PEMAIN SEPAK BOLA U15 SSB PUTRA TRESNA DENPASAR TAHUN 2014 Artawan, Kadek Suryadi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 1 No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.244 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) mengetahui adanya peningkatan kelincahan pemain sepak bola U15 SSB Putra Tresna Denpasar Tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian jenis eksperimen dengan rancangan penelitiannya adalah rancangan experimental randomized pre-test and post-test groups design. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta SSB Putra Tresna kategori umur U15 28 orang dan semua populasi dijadikan sample penelitian. Tes yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes berlari dengan jarak 5 meter bolak-balik sebanyak 4 kali (shuttle run) dilaksanakan setelah pelaksanaan pelatihan selama 6 minggu, tepatnya satu hari setelah pelatihan yang dilaksanakan selama 6 minggu. Data yang diperoleh diuji menggunakan program komputer SPSS 16. Data yang diperoleh berdistribusi normal dan homogen sehingga selanjutnya diuji menggunakan uji t-paired untuk membandingkan nilai rata-rata sebelum dan sesudah pelatihan antara masing-masing kelompok, sedangkan uji t-test independent untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara kedua kelompok. Hasil uji t-paired kelompok kontrol dan kelompok perlakuan terjadi peningkatan yang bermakna (p < 0,05). Hasil uji t-test independent didapat bahwa kedua kelompok sebelum pelatihan tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p > 0,05), sedangkan setelah pelatihan kedua kelompok kelincahan gerak tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p > 0,05). Simpulannya bahwa pelatihan agility ladder metode lateral run 6 repetisi 2 set dan pelatihan agility ladder metode lateral run 4 repetisi 3 set sama-sama meningkatkan kelincahan. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil post test kedua kelompok, tetapi didapatkan hasil bahwa pelatihan pelatihan agility ladder metode lateral run 4 repetisi 3 set lebih baik peningkatanya dari rerata 14,00 detik setelah pelatihan menjadi rerata 12,10 detik, sedangkan pada pelatihan agility ladder metode lateral run 6 repetisi 2 set dari rerata 14,10 detik setelah pelatihan menjadi rerata 13,20 detik dengan selisih post test masing-masing kelompok adalah 1,1 detik dalam meningkatkan kelincahan pemain sepak bola U15 SSB Putra Tresna Denpasar Tahun 2014.
PELATIHAN MELONCATI RINTANGAN SETINGGI 50CM KE KIRI KE KANAN 10 REPETISI 3 SET MENINGKATKAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI SISWA PUTRA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI SMP NEGER 2 MENGWI TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Gunawan, I Putu Adi; Dewi, I.A. Kade Arisanthi; Santika, Ngurah Adi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 2 No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.69 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan beberapa pelatihan meloncati rintangan yang efektif meningkatkan daya ledak otot tungkai adalah meloncati rintangan setinggi 50 cm ke kiri dan ke kanan. Pelatihan meloncati rintangan setinggi 50 cm ke kiri dan ke kanan merupakan bagian dari latihan meloncati rintangan yang mampu melatih daya ledak otot tungkai sehingga ada keinginan peneliti melaksanakan penelitian dengan judul “Pelatihan meloncati rintangan setinggi 50 cm ke kiri dan ke kanan 10 repetisi 3 set dan 5 repetisi 6 set terhadap peningkatkan daya ledak otot tungkai siswa putra peserta ekstrakurikuler bola voli SMP Negeri 2 Mengwi Tahun Pelajaran 2015/2016. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah adakah pelatihan yang signifikan dari pelatihan meloncati rintangan setinggi 50 cm ke kiri dan ke kanan 10 repetisi 3 set dan 5 repetisi 6 set terhadap daya ledak otot tungkai siswa putra peserta ekstrakurikuler bola voli SMP Negeri 2 Mengwi tahun pelajaran 2015/2016”. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil bahwa eksperimen pertama dapat t-hitung 13,017 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,060. dengan taraf signifikan 5% dan db=26 demikian juga pada kelompok experimen kedua didapat t-hitung sebesar 11,680 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,060 dengan taraf signifikan 5% dan db=26, perbedaan kelompok experimen pertama dan kedua dapat t-hitung sebesar 0,902 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,021 dengan taraf signifikan 5% dan db=52. Berdasarkan hasil analisis data diatas dapat disimpulkan bahwa : ada pengaruh yang signifikan pelatihan meloncati rintangan setinggi 50 cm ke kiri dan ke kanan 10 repetisi 3 set terhadap daya ledak otot tungkai siswa putra peserta ekstrakurikuler bola voli SMP Negeri 2 Mengwi tahun pelajaran 2015/2016. Ada pengaruh yang signifikan pelatihan meloncati rintangan setinggi 50 cm ke kiri dan ke kanan 5 repetisi 6 set terhadap daya ledak otot tungkai siswa putra peserta ekstrakurikuler bola voli SMP Negeri 2 Mengwi tahun pelajaran 2015/2016.
PELATIHAN DOUBLE LEG BOUND 10 REPETISI 3 SET MENINGKATKAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PADA OLAHRAGA LOMPAT JAUH SISWA PUTRA KELAS VIII SMP SANTO YOSEPH DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Putrayasa, I.K.; Citrawan, I.W.; Santika, IGP. Ngurah Adi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 4 No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.291 KB)

Abstract

Berdasarkan observasi dan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah perlu diadakan penelitian lebih lanjut, maka di dapatkan hasil bahwa siswa putra peserta  SMP SANTO YOSEPH tahun pelajaran 2017/2018 memerlukan pelatihan untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-tes and post-tes groups design. Populasi diambil dari siswa putra kelas VIII SMP SANTO YOSEPH  tahun pelajaran 2017/2018. Sampel berjumlah 28 orang diambil secara acak sederhana dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik acak sederhana yang masing-masing kelompok terdiri dari 14 orang. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah pelatihan Double Leg Bound 10 repetisi 3 set pada kelompok perlakuan dan pelatihan Double Leg Bound 5 repetisi 3 set pada kelompok kontrol. Data berupa hasil tes diperoleh dengan mengukur daya ledak otot tungkai sampel dan diperolehlah data .Data yang diperboleh berupa angka yang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh diuji menggunakan format T-test. Data berdistribusi normal dan homogen sehingga selanjutnya diuji menggunakan format t test untuk membandingkan nilai rata-rata sebelum dan sesudah pelatihan antara masing-masing kelompok, sedangkan ujit- t test untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara kedua kelompok. Berdasarkan analisis data bahwa kelompok control di hitung  nilai t nya 10,68 sedangkan nilai t table sebesar = 2,201  dengan taraf singnifikan 5 % dan db= 11 dan pada kelompok perlakuan nilai t di hitung 13,951 sedangkan nilai t table sebesar = 2,201  dengan taraf singnifikan 5 %dan db =11. Dan perbedaan keompok control dan kelompok perlakuan di peroleh nilai t 3,4467 sedangkan nilai t table sebesar = 2,074  dengan taraf singnifikan 5 % dan db = 22. Berdasarkan kesimpulannya bahwa pelatihan Double Leg Bound 10 repetisi 3 set meningkatkan daya ledak otot tungkai. Untuk hasil post test kedua kelompok ada perbedaan yang signifikan dan hipotesis nol ditolak. Dari hasil rerata dan Double Leg Bound 5 repetisi 3 set dalam meningkatkan daya ledak otot tungkai siswa putra SMP SANTO YOSEPH tahun pelajaran 2017/2018.
PELATIHAN LARI CEPAT 30 METER 5 REPETISI 4 SET DAN 10 REPETISI 2 SET TERHADAP KECEPATAN LARI 100 METER SISWA PUTRA KELAS VIII SMP NEGERI 2 MENGWI TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Astawa, Jelantik; Mertayasa, Putu; Saputra, Agus Adi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 3 No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.246 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan penulis dilapangan bahwa prestasi olahraga lari cepat 100 meter pasa SMP Negeri 2 Mengwi belum menunjukkan hasil yang maksimal atau belum pernah juara, terutama ketika mengikuti even-even baik ditingkat Kabupaten maupun di tingkat Propinsi. Berdasarkan latar belakang di atas dan untuk lebih meningkatkan prestasi yang dimiliki maka penulis mencoba melaksanakan penelitian yang berjudul “Pelatihan Lari Cepat 30 Meter 5 Repetisi 4 Set dan 10 Repetisi 2 Set Terhadap Kecepatan Lari 100 Meter Siswa Putra Kelas VIII SMP Negeri 2 Mengwi Tahun Pelajaran 2015/ 2016”. Berdasarkan latar belakang di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan perbedaan pengaruh Pelatihan Lari Cepat 30 Meter 5 Repetisi 4 Set dan 10 Repetisi 2 Set Terhadap Kecepatan Lari 100 Meter Siswa Putra Kelas VIII SMP Negeri 2 Mengwi Tahun Pelajaran 2015/ 2016”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa putra kelas VIII SMP Negeri 2 Mengwi yang berjumlah 60 orang. Teknik yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah study populasion. Pengukuran yang dilakukan adalah tes awal dan tes akhir dengan melakukan lari dengan jarak 100 meter dengan alat ukur stopwatch. Setelah data dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis dengan analisis statistik dengan rumus t-test. Berdasarkan hasil analisis data di atas dapat disimpulkan bahwa: ada pengaruh yang signifikan Pelatihan Lari Cepat 30 Meter 5 Repetisi 4 Terhadap Kecepatan Lari 100 Meter Siswa Putra Kelas VIII SMP Negeri 2 Mengwi Tahun Pelajaran 2015/ 2016”.Ada pengaruh yang signifikan Pelatihan Lari Cepat 30 Meter 10 Repetisi 2 Set Terhadap Kecepatan Lari 100 Meter Siswa Putra Kelas VIII SMP Negeri 2 Mengwi Tahun Pelajaran 2015/ 2016”. Ada perbedaan pengaruh yang signifikan Pelatihan Lari Cepat 30 Meter 5 Repetisi 4 Set dan 10 Repetisi 2 Set Terhadap Kecepatan Lari 100 Meter Siswa Putra Kelas VIII SMP Negeri 2 Mengwi Tahun Pelajaran 2015/ 2016”.
HUBUNGAN TINGGI BADAN DAN BERAT BADAN TERHADAP KECEPATAN LARI 100 METER MAHASISWA PUTRA FPOK IKIP PGRI BALI Parwata, I Made Yoga
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 3 No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.685 KB)

Abstract

Atletik merupakan aktivitas jasmani yang terdiri dari gerakan-gerakan dasar yang dinamis dan harmonis. Pada nomor lari 100 meter komponen biomotorik utama adalah kecepatan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan berlari, yaitu faktor fisiologis dan anatomis. Ukuran berat badan, tinggi badan, panjang tungkai, panjang lengan merupakan unsur yang penting untuk mencapai prestasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode korelasi Dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas Tinggi Badan , Berat Badan dengan variabel terikat kecepatan lari 100 meter mahasiswa Putra FPOK IKIP PGRI Bali. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 24 orang yang memenuhi kriteria insklusi dan ekslusi dan dipilih secara random acak sederhana. Hasil analisis hubungan tinggi badan dengan kecepatan lari 100 meter maka diperoleh nilai ryx1 = -0.875 dan nilai p = 0,00. analisis hubungan berat badan dengan kecepatan lari 100 meter maka diperoleh nilai ryx2 = -0.807 dan nilai p = 0,00 dan analisis hubungan yang sangat kuat antara tinggi badan, berat badan terhadap kecepatan lari 100 meter diperoleh nilai Ryx1x2 = 881. Ada hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara Tinggi badan, Berat badan dengan kecepatan lari 100 meter pada mahasiswa Putra FPOK IKIP PGRI Bali.
PELATIHAN TIDUR TERLENTANG DENGAN LENGAN LURUS KE ATAS MENDORONG BEBAN 1 KG DI KEDUA TANGAN DENGAN 10 REPETISI 2 SET TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT LENGAN SISWA PUTRI KELAS VIII SMP NEGERI 3 TAMPAKSIRING TAHUN AJARAN 2015/2016 Parwati, Lina; Yasa, Putu Merta; Widhiyanti, Komang Ayu Tri
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 2 No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.061 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kekuatan otot lengan pada pelatihan tidur terlentang dengan lengan lurus ke atas mendorong beban 1 kg di kedua tangan siswa putri kelas VIII SMP Negeri 3 Tampaksiring. Populasi yang digunakan adalah seluruh siswa putri kelas VIII SMP Negeri 3 Tampaksiring Tahun Ajaran 2015/2016 yang berjumlah 121 orang tetapi karena keterbatasan waktu, biaya, maka peneliti mempergunakan teknik penghitungan rumus Pocock (2008) sebanyak 24 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes dan pengukuran tes, tes yang diberikan adalah tes menarik hand dynamometer sebagai tes awal dan tes akhir. Analisis data digunakan metode analisis statistik dengan rumus t-tes. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil t-tes kelompok perlakuan sebesar 11,727, sedangkan t-tabel menunjukkan angka 2,262, dengan taraf signifikan 5% db = 9. Demikian juga pada kelompok kontrol didapat t-tes sebesar 7,141, sedangkan t-tabel menunjukkan angka 2,262, dengan taraf signifikan 5% db = 9. Perbedaan kelompok perlakuan dan kontrol didapat t-tes sebesar 1,304, sedangkan t-tabel menunjukan angka 2,101, dengan taraf signifikan 5% db = 18. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelompok perlakuan dan kelompok kontrol sama-sama mempunyai peningkatan yang signifikan terhadap kekuatan otot lengan siswa putri kelas VIII SMP Negeri 3 Tampaksiring Tahun Ajaran 2015/2016. Sedangkan untuk perbedaan peningkatan kelompok perlakuan dan kontrol tidak ada perbedaan peningkatan yang signifikan terhadap kekuatan otot lengan siswa putri kelas VIII SMP Negeri 3 Tampaksiring Tahun Ajaran 2015/2016, karena tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan dari hasil yang diperoleh, maka dapat menggunakan salah satu pelatihan tersebut.
PELATIHAN LATERAL BARRIER JUMP SETINGGI 40 CM 10 REPETISI 4 SET MENINGKATKAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI TEAM BOLA VOLI RAJAWALI DESA MUNGGU Widiantari, Ni Luh Gde; Mertayasa, I Putu
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 4 No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.456 KB)

Abstract

Berdasarkan observasi dan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah perlu diadakan penelitian lebih lanjut, maka di dapatkan hasil bahwa Team Bola voli Rajawali Desa Munggu memerlukan pelatihan untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-tes and post-tes groups design. Populasi diambil dari Team Bola voli Rajawali Desa Munggu. Sampel berjumlah 44 orang diambil secara acak sederhana dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik acak sederhana yang masing-masing kelompok terdiri dari 22 orang. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah pelatihan Lateral Barrier Jump 10 repetisi 4 set pada kelompok perlakuan dan pelatihan Jumping Jump 10 repetisi 4 set pada kelompok kontrol. Data berupa hasil tes diperoleh dengan mengukur daya ledak otot tungkai sampel dan diperolehlah data .Data yang diperboleh berupa angka yang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh diuji menggunakan format T-Test. Data berdistribusi normal dan homogen sehingga selanjutnya diuji menggunakan format t test untuk membandingkan nilai rata-rata sebelum dan sesudah pelatihan antara masing-masing kelompok, sedangkan ujit- t test untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara kedua kelompok. Berdasarkan analisis data bahwa kelompok control di hitung  nilai t nya 15,963 sedangkan nilai t table sebesar = 2,093 dengan taraf singnifikan 5 % dan db= 19 dan pada kelompok perlakuan nilai t di hitung 19,978 sedangkan nilai t table sebesar = 2,093  dengan taraf singnifikan 5 %dan db =11. Dan perbedaan keompok control dan kelompok perlakuan di peroleh nilai t 12,026 sedangkan nilai t table sebesar = 2,027  dengan taraf singnifikan 5 % dan db = 38. Berdasarkan kesimpulannya bahwa pelatihan Lateral Barrier Jump 10 repetisi 4 set meningkatkan daya ledak otot tungkai. Untuk hasil post test kedua kelompok ada perbedaan yang signifikan dan hipotesis nol ditolak. Dari hasil rerata dan Lateral Barrier Jump 10 repetisi 4 set dalam meningkatkan daya ledak otot tungkai Team Bola voli Rajawali Desa Munggu.
TEKNIK MASSAGE EFFLEURAGE PADA EKSTREMITAS INFERIOR SEBAGAI PEMULIHAN PASIF DALAM MENINGKATKAN KELINCAHAN Widhiyanti, Komang Ayu Tri
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 3 No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.319 KB)

Abstract

Pemulihan memungkinkan tubuh untuk mengisi kembali energi yang terbuang setelah melakukan aktifitas fisik yang berat. Banyak cara yang dapat dilakukan ketika seorang atlet akan melakukan pemulihan, hal tersebut dapat dikategorikan sebagai pemulihan pasif dan aktif. Pemulihan pasif yaitu suatu pemulihan tanpa adanya aktifitas fisik, yaitu diam, istirahat total (duduk, terlentang, tidur), masase. Effleurage adalah gerakan usapan, baik dilakukan dengan telapak tangan atau bantalan jari tangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara perlakuan teknik masase effleurage terhadap kelincahan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah randomized the pretest-postest control group design with repeated measurement. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Dalam penelitian ini, populasi yang digunakan adalah mahasiswa jurusan PENJASKESREK FPOK IKIP PGRI BALI kelas A, B, dan C angkatan 2013 berjenis kelamin laki-laki sebanyak 68 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 30 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok 1 merupakan kelompok perlakuan (mendapat perlakuan berupa pemulihan pasif menggunakan teknik masase effleurage) dan kelompok 2 merupakan kelompok kontrol (tanpa perlakuan pemulihan pasif menggunakan teknik masase effleurage tetapi diberikan latihan jogging ringan). Uji Independent Sample t Test (uji beda rata-rata antar kelompok) dapat disimpulkan bahwa Ha ditolak dan Ho diterima karena nilai thitung 2,876 > ttabel 2,052. Dengan kata lain bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan kelincahan mahasiswa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sesudah diberikan pemulihan.

Page 8 of 41 | Total Record : 406