cover
Contact Name
Augusta Adha
Contact Email
augusta.adha@eng.uir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
saintis@journal.uir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL SAINTIS
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : 14107783     EISSN : 25807110     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Saintis is devoted to research on civil engineering related fields including geotechnics, transports, structures, water resources and others related with civil engineering topics.
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Persepsi Masyarakat Terhadap Fasilitas Dan Pelayanan Angkutan Umum Trans Metro Pekanbaru Astuti, Puji; Marsela, Reka; Mardianto, Mardianto; Putri, Thalia Amanda
JURNAL SAINTIS Vol 18 No 2 (2018)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2018.vol18(2).3149

Abstract

[ID] Permasalahan yang terjadi pada angkutan umum Trans Metro Pekanbaru adalah kedatangan bus selalu tidak tepat waktu dan rute pelayanannya tidak ke semua tempat serta fasilitas halte yang kurang memadai. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap fasilitas dan pelayanan angkutan umum Trans Metro Pekanbaru dan mengidentifikasikan kebijakan pemerintah sebagai pengelola Trans MetroPekanbaru (TMP). Manfaat dari penelitian ini yaitu agar mengetahui pendapat masyarakat dan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan angkutan umum Trans Metro Pekanbaru dalam melayani penumpang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dan dengan pendekatan deduktif. Pendekatan deduktif merupakan penjelasan tentang prinsip-prinsip isi pelajaran, kemudian dijelaskan dalam bentuk penerapannya atau contoh-contohnya dalam situasi tertentu. Responden adalah penumpang Trans Metro Pekanbaru, jumlah responden yang dijadikan sampel penelitian yaitu 115 responden.Hasil dari penelitian ini yaitu tentang ketersediaan Trans Metro Pekanbaru yaitu sebanyak 90responden menjawab berguna. Alasan masyarakat memilih Trans Metro Pekanbaru yaitu sebanyak 79 responden menjawab tersedia. Akses menuju halte yaitu sebanyak 72 responden menjawab mudah. Tarif ongkos yaitu sebanyak 83 responden menjawab murah. Keamanan dan kenyamanan saat menaiki Trans Metro Pekanbaru serta di halte yaitu sebanyak 55 responden menjawab baik. Pelayanan petugas yaitu sebanyak 70 responden menjawab sopan. Penampilan interior halte dan bus yaitu sebanyak 80 responden menjawab tidak menyenangkan. Kedatangan bus Trans Metro Pekanbaru yaitu sebanyak 71 responden menjawab kurang tepat waktu. Penampilan petugas Trans Metro Pekanbaru yaitu sebanyak 85 respondenmenjawab rapi. Tentang tempat duduk selalu tersedia saat menaiki bus Trans Metro Pekanbaru yaitu sebanyak 78 responden menjawab tersedia. Total keseluruhan responden yaitu 115 responden. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dalam segi keamanan dan kenyamanannya baik, tarif/ongkosnya terjangkau oleh semua lapisan masyarakat, dari segi negatif yaitu kedatangan bus selalu tidak tepat waktu dan halte kurang memadai. Adapun saran kepada pemerintah yaitu memperbaiki halte yang rusak menjadi halte yang lebih memadai. [EN] The problems that occur on public transport Trans Metro bus Pekanbaru is always imprecise arrival time and route of delivery is not to stop all places and facilities are inadequate. The purpose of this study is to determine public perceptions of the facilities and public transport services Trans Metro Pekanbaru andidentify government policies as the manager of Trans Metro Pekanbaru (TMP). The benefits of this research is in order to know the public opinion and people's satisfaction of public transport services in the Trans Metro Pekanbaru airport passengers. The method used in this study is a qualitative research method anddeductive approaches. Deductive approach is an explanation of the principles of subject content, then described in terms of implementation or examples in certain situations. Respondents were passengers of Trans Metro Pekanbaru, the number of respondents that the research sample is 115 respondents.Results from this study is about the availability of Trans Metro Pekanbaru as many as 90 respondents answered handy. Communities choose Trans Metro Pekanbaru as many as 79 respondents provided. Access to the bus stop as many as 72 respondents answered easily. Rates / fees as many as 83 respondents answered cost.Safety and comfort while riding the Trans Metro Pekanbaru and at the stop as many as 55 respondents answered either. Ministry officials as many as 70 respondents answered politely. The interior appearance and bus stop as many as 80 respondents answered no fun. Trans Metro bus Pekanbaru arrival of as many as 71 respondents answered less timely. Appearance officer Trans Metro Pekanbaru as many as 85 respondents answered neatly. About seating is always available while riding the Trans Metro bus Pekanbaru as many as 78 respondents provided. The total respondents, 115 respondents. The conclusion of this analysis, in terms of both safety and convenience, tariff / fare is affordable by all levels of society, from the negative aspects of the arrival of a bus always untimely and inadequate shelter. The advice to the government is to improve bus stops are broken into more adequate shelter.
Analisis Efektifitas Penggunan Excavator Long Arm dan Excavator Standart Arm Pada Kegiatan Normalisasi Sungai Muara Kelantan Kabupaten Siak Sri Indrapura Saputra, Rakhamat Danney; Mildawati, Roza
JURNAL SAINTIS Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

[ID] Perkembangan pembangunan di Provinsi Riau pada umumnya dan pada Kabupaten Siak Sri Indrapura khususnya sudah menunjukkan peningkatan yang cukup pesat dan menjanjikan. Selain gedung dan infrastruktur pendukung lainnya, Pemerintah Kabupaten Siak Sri Indrapura juga membangun saluran irigasi sekunder dan primer sebagai aliran untuk pertanian dan untuk pencegah banjir. Mengingat luas area galian di dua titik, sehingga tidak mungkin dikerjakan dengan menggunakan tenaga konvensional biasa, karena memerlukan waktu dan biaya yang sangat besar, maka di lakukan pemindahan tanah secara mekanis. Alat berat yang di gunakan yaitu excavator long arm dan excavator standart arm. Berdasarkan hasil penelitian pada pekerjaan normalisasi Sungai Muara Kelantan Kabupaten Siak dapat diketahui efektifitas dan hasil produktivitas,waktu, dan biaya. Dengan menggunakan alat excavator long arm untuk pekerjaan galian saluran sekunder diketahui total quantitas volume galian 130.290 M3. Besar biaya per jam yaitu Rp 514.360,- , maka total biaya yang diperlukan yaitu Rp Rp 579.683.720,- dan menggunakan excavator standart arm diketahui total quantitas volume galian 130.290m3, dengan besar biaya sewa per jam yaitu Rp 467.286 maka total biaya yang diperlukan Rp 549.528.336. Penggunaan alat excavator standart arm lebih efisien dari pada penggunaan  alat excavator standart arm. [EN] Development in Riau Province in general and on the Siak Sri Indrapura in particular has shown a considerable increase rapidly and promising. In addition to building and supporting infrastructure, the Government of Siak Sri Indrapura also build irrigation canals as a secondary and primary school for agriculture and for flood prevention. Given the area excavated at two points, so it can not be done with the use of conventional, because it takes time and a very large cost, then do earthmoving mechanically. Heavy equipment in use that long arm excavators and excavator standard arm. Based on the results of research on the work of the normalization of Muara Sungai Kelantan Siak knowable effectiveness and productivity gains, time, and cost. By using a long arm excavator for excavation work secondary channel known total volume quantities of excavation 130 290 M3. The cost per hour of USD 514 360, -, then the total cost needed is Rp Rp 579 683 720, - and using standard arm excavator known total 130.290m3 excavation volume quantities, with large hourly rental fee of USD 467 286, the total cost required USD 549 528 336. The use of standard arm excavator more efficient than the use of a standard excavator arm.
Evaluasi Perencanaan Struktur Kuda-kuda Baja Gedung Kargo Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Suhajri, Afti; Dewi, Sri Hartati
JURNAL SAINTIS Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada perencanaan struktur kuda-kuda baja gedung kargo Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Kuda-kuda tersebut memiliki bentang yang cukup besar yaitu 21,6 m dengan jarak antar kuda-kuda 7,2 m. Bentangan yang besar akan memberikan pengaruh yang besar juga terhadap pembebanan yang akan dipikul oleh kuda-kuda dan lendutan yang akan terjadi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kekuatan profil tersebut dalam memikul beban-beban yang ada dan untuk mengetahui seberapa besar lendutan yang terjadi, apakah telah memenuhi persyaratan. Penggunaan bahan yang efisien akan berpengaruh terhadap biaya yang akan dikeluarkan, sehingga akan dilakukan juga penelitian untuk mengetahui sejauh mana efisiensi dari profil tersebut. Pembebanan yang dipikul oleh kuda-kuda gedung kargo Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru akan dihitung sesuai dengan ketentuan PPIUG 1983 dengan faktor beban sesuai dengan SNI 03-1729-2002. Metode yang digunakan dalam analisa gaya dalam dan lendutan pada kuda-kuda portal gable adalah metode matrik kekakuan langsung untuk sistem portal 2 dimensi. Untuk pengecekan terhadap profil baja dan sambungan digunakan SNI 03-1729-2002 yang mengacu pada metode LRFD (Load and Resistance Factor Design). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa profil CNP 125.50.20.3,2 yang digunakan pada gording mempunyai kekuatan yang cukup dalam memikul beban-beban yang ada dengan sisa kekuatan sebesar 12,23%, tetapi lendutan yang terjadi masih terlalu besar melebihi lendutan izin yaitu 3,42 cm > 3 cm lendutan izin. Untuk profil WF 350.175.7.11 yang digunakan pada kuda-kuda cukup kuat dalam memikul beban-beban yang ada dengan sisa kekuatan profil sebesar 48,93% pada profil balok dan 60,55% pada profil kolom. Lendutan vertikal yang terjadi pada kuda-kuda adalah sebesar 0,55 cm < 9 cm lendutan izin, dan lendutan horizontal sebesar 0,03 cm < 0,2 cm lendutan izin. Profil yang digunakan di lapangan masih terlalu boros jika dibandingkan dengan profil alternatif dengan perbedaan berat sebesar 16,73%. Hasil analisa profil alternatif, profil WF 346.174.6.9 untuk balok rafter didapat sisa kekuatan sebesar 33,18%, dan profil WF 175.175.7,5.11 untuk kolom sebesar 20,66%, sehingga profil alternatif pun masih cukup kuat memikul beban-beban yang ada.
Bearing Capacity of Soft Soil Using Bamboo-Geotextile Composite Khatib, Anwar
JURNAL SAINTIS Vol 8 No 2 (2005)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Construction on soft clays is often affected by stability and settlement problems. General stabilization of these soils usually involves expensive soil improvement method in order to enhance stability suitably reducing the potential and prevailing uneven settlement. Studies on soft clay reinforced with bamboo-geotextile composite overlaid by granular layer had been carried out to determine the increase in bearing capacity of strip footing on the soft clay. The bamboos were arranged in square and parallel pattern having various ratio of distance (s) to width of footing (b), s/b = 3.0, 2.0, 1.0 and 0.5. The height of granular material (u) overlying the soft clay varies with u/b = 0.25, 0.50 and 0.75. The soft clay was made from kaolin slurry that was consolidated in square boxes of 600 mm width and 1000 mm height. The results show that there is a great increase in bearing capacity and decrease of settlement at failure for the reinforced model. The bearing capacity increment of more than 127 % was recorded for bamboos of square and parallel pattern, having the s/b = 0.50 at u/b = 0.25. However, bamboo arranged in square pattern gives better improvement of bearing capacity than the parallel pattern. It can be concluded that the bamboo-geotextile composite could be used as another alternative method in improving the bearing capacity of soft clay. This will therefore benefits the construction industry especially in highway engineering.
Pengaruh Posisi Dinding Geser Terhadap Kinerja Struktur Pada Gedung Tidak Beraturan Dengan Menggunakan Metode Response Spectrum Kurnia, Arif; Dewi, Sri Hartati; Kurniawan, Mahadi
JURNAL SAINTIS Vol 18 No 1 (2018)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2018.vol18(1).2809

Abstract

[ID] Dinding geser adalah slab beton bertulang yang dipasang dalam posisi vertikal pada sisi gedung. Dinding geser merupakan salah satu sistem yang berfungsi menjaga kekakuan struktur, maka posisi dinding geser ditempatkan pada lokasi-lokasi tertentu, dengan itu penggunaan dinding geser dapat digunakan secara efektif dalam menahan beban yang diterimanya. Pemodelan struktur gedung dilakukan dengan bantuan software ETABS. Analisis beban gempa menggunakan metode respons spektrum. Pemodelan struktur dibuat untuk gedung tanpa menggunakan dinding geser dan 3 model gedung menggunakan dinding geser dengan posisi yang berbeda. Penentuan posisi dinding geser dilakukan dengan cara uji coba sehingga didapat posisi yang paling efektif. Perhitungan beban gempa mengacu pada pedoman SNI 1726-2012, beban mati berpedoman pada PPURG-1987 dan untuk beban hidup berpedoman pada SNI 1727-2013. Dari hasil perhitungan pada gedung tidak beraturan dengan metode respons spektrum didapat nilai untuk kinerja simpangan maksimum dari 4 model gedung. Simpangan maksimum arah sumbu x pada Gedung tanpa dinding geser sebesar 157,57 mm, pada gedung dengan dinding geser model 1 sebesar 123,41 mm, pada gedung dengan dinding geser model 2 sebesar 125,30 mm, pada gedung dengan dinding geser model 3 sebesar 94,46 mm. Simpangan maksimum arah sumbu y pada gedung tanpa dinding geser sebesar 193,13 mm, pada gedung dengan dinding geser model 1 sebesar 143,79 mm, pada gedung dengan dinding geser model 2 sebesar 141,16 mm, pada gedung dengan dinding geser model 3 sebesar 119,24 mm.  Dari hasil kinerja simpangan maksimum pada Gedung tidak beraturan dengan metode respons spektrum didapat posisi dinding geser yang paling efektif adalah pada Gedung dengan dinding geser model 3 [EN] The Shear walls are reinforced concrete slabs that are installed vertically on the side of the building. Shear wall is one system that serves to maintain the rigidity of the structure, then the position of the shear wall is placed at certain locations, with the use of the shear wall can be used effectively in holding the load it receives. Building structure modeling is done with the help of ETABS software. Earthquake load analysis using the spectrum response method. Structural modeling is made for buildings without the use of shear walls and 3 building models use shear walls in different positions. Determination of the position of the shear wall is done by testing so that the most effective position is obtained. Calculation of earthquake load refers to the guideline of SNI 1726-2012, dead load is guided by PPURG-1987 and for live load is guided by SNI 1727-2013. From the results of calculations on irregular buildings with the spectrum response method obtained values ​​for maximum deviation performance from 4 building models. The maximum deviation of the x-axis direction in Buildings without shear walls is 157.57 mm, in buildings with model 1 shear walls is 123.41 mm, in buildings with model 2 shear walls is 125.30 mm, in buildings with model 3 shear walls is 94.46 mm. The maximum deviation of the y axis direction in buildings without shear walls is 193.13 mm, in buildings with model 1 shear walls of 143.79 mm, in buildings with model 2 shear walls of 141.16 mm, in buildings with shear walls of model 3 of 119.24 mm. From the results of the maximum deviation performance in the irregular building with the spectrum response method obtained the most effective position of the shear wall is the Building with the shear wall model 3
Analisis Earned Value Waktu dan Biaya Proyek Konstruksi Jalan (Studi Kasus: Pelebaran Jalan Simpang Lago - Sorek I) Kurniawan, Wahyudi; Purnomo. R, Deddy; Boer, Astuti
JURNAL SAINTIS Vol 17 No 2 (2017)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

[ID] Dalam sebuah proyek, merencanakan dan mengendalikan biaya dan waktu merupakan bagian dari keseluruhan pengelolaan proyek, terutama pada tahap studi kasus yang diulas oleh para peneliti ini adalah pembangunan proyek pelebaran jalan Simpang Lago - Sorek I. Dalam penelitian ini dilakukan pengendalian metode time and cost dengan metode nilai satu yang dapat memantau kinerja proyek dalam hal biaya dan waktu. Yang bertujuan untuk mengetahui kinerja proyek dalam hal biaya dan waktu setiap minggu dan memprediksi biaya dan waktu untuk menyelesaikan sisa pekerjaan. Dengan demikian diperoleh koreksi tindakan apa yang harus dilakukan selanjutnya untuk kemajuan proyek. Hasil penelitian yang dilakukan adalah, untuk nilai keseluruhan BCWS dari proyek pelebaran jalan sebesar Rp.19.972.180.434,65 ini, dengan nilai BCWP akhir minggu inspeksi 21 Rp.15.017.729.689,96, nilai ACWP akhir inspeksi Minggu 21 USD .14.996.531.704,74. Sedangkan untuk hasil yang diperoleh dari analisis beberapa indikator yang ada nilai SPI diperoleh 1.308> 1 sedangkan CPI naik 1,002> 1, yang berarti percepatan proyek dalam hal jadwal namun biaya sebenarnya kurang dari pada pekerjaan yang telah dilakukan. Selesai Untuk nilai Rp.5.827.309.552,19 ETC dan EAC sebesar Rp.20.823.841.256,93 sedangkan nilai ECD menjadi 194 hari untuk waktu penyelesaian proyek. [EN] In a project, planning and controlling costs and time are part of the overall project management, especially at this stage of the case studies reviewed by the researchers is the construction of the road widening project Simpang Lago - Sorek I. In this study the control of time and cost method of earned value one method that can monitor the performance of the project in terms of cost and time. Which aims to determine the performance of the project in terms of cost and time every week and predict the cost and time to complete the remaining work. thus obtained correction what action to do next for the progress of the project. The results of the research conducted is, for BCWS overall value of these Rp.19.972.180.434,65 road widening project, to the value of BCWP end of the inspection week 21 Rp.15.017.729.689,96, ACWP value end of the inspection week 21 USD .14.996.531.704,74. As for the results obtained from the analysis of some existing indicators SPI values ​​obtained 1.308> 1 while the CPI gained 1.002> 1, which means the project is accelerating in terms of schedule but the actual cost is less than the work that has been done. For the value of Rp.5.827.309.552,19 ETC and EAC value of Rp.20.823.841.256,93 while the value of ECD to 194 days for the project completion time.
The Friction Coefficient of Cohesive Soils and Geotextile: An Approach Based On the Direct Shear Test Data Puri, Anas
JURNAL SAINTIS Vol 17 No 1 (2017)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The soil reinforcement designing by using geotextile requires the friction coefficient of soil-geotextile interface, both granular and cohesive soils. For cohesive soils, this coefficient was usually defined by [⅔ tan f]. Is this approach efficient enough or conservative? This paper presents an approach to determine the friction coefficient of soil-geotextile interface based on the empirical data from some researchers. It was used direct shear test data on cohesive soil-geotextile interfaces. Result show that the friction coefficient of soil-geotextile interface higher than the value of tan f. It was also proved by the interface friction angle d tend to higher than the soil internal friction angle f. Hence, the approach by [⅔ tan f] would be yield excessive safety design, which the safety factor would be added for soils and geotextiles. The new approach in determining the interface friction coefficient was conducted by using direct relationship between interface friction coefficient and soil internal friction angle.
Studi Pengaruh bukaan Corewall terhadap Kinerja Lateral Sistem Struktur yang Mengalami Beban Gempa Adha, Augusta; Gunawan, Anggi; Dewi, Sri Hartati
JURNAL SAINTIS Vol 19 No 1 (2019)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2019.vol19(1).2803

Abstract

[IN] Untuk mengurangi pengaruh defleksi yang berlebihan pada gedung akibat beban gempa, dibutuhkan struktur yang dapat mereduksi pengaruh dari beban gempa yaitu struktur dinding geser. Corewall merupakan modifikasi dari struktur dinding geser yang dapat menahan pengaruh beban lateral dan efek torsi dari adanya eksentrisitas serta juga dapat difungsikan sebagai ruang lift. Dalam perencanaannya, corewall diberi bukaan yang difungsikan sebagai pintu untuk lift. Dengan adanya bukaan dapat memberikan pengaruh terhadap kekakuan pada corewall. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan analisis terhadap kinerja sistem struktur frame dan corewall dengan bukaan dalam menahan beban lateral pada gedung tidak beraturan. Metode yang digunakan adalah analisis dinamik respon spektrum berdasarkan peraturan SNI 1726-2012. Tahapan awal dalam penelitian ini adalah menentukan posisi letak corewall yang yang terbaik. Setelah didapat posisi corewall yang optimal, selanjutnya dilakukan investigasi terhadap 12 tipe bukaan pada corewall untuk mengetahui model bukaan dengan kinerja deformasi akibat beban gempa. Hasil peneitian ini menunjukkan dari ke-12 tipe bukaan pada corewall, bukaan corewall pada model 11 lantai 7 untuk arah Y, kinerja simpangan antar lantai melebihi batasan simpangan antar lantai ijin sebesar 0,19%. Selain dari model 11, kinerja simpangan antar lantai pada model bukaan yang lain tidak melebihi dari batasan simpangan ijin. [EN] Structure equipped with shear wall is effective to reduce the effect of excessive deflection due to earthquake load. Core wall is a modification of shear wall that can withstand lateral loads and torsion effects due to eccentricity whilst also functioned as elevator room. Core wall is designed with openings that functioned as access path to elevators. The openings can influence the stiffness of core wall. This study discusses the analysis of irregular frame structure systems and core wall with openings against lateral loads. The method used in this paper is the dynamic response spectrum method based on Standar Nasional Indonesia (SNI) code 1726-2012. The initial stage of this research was to determine the position of the best core wall location. Having obtained the optimal core wall position, an investigation of 12 types of openings on the core wall was carried out to determine the opening model with the best lateral deformation performance due to earthquake load. The results of this research show the best lateral performance of 12 types of opening of core wall. The worst core wall openings model no. 11 shows the increasing inter-floor capacity by 0.19% from the requirements set by SNI 1726-2012. Meanwhile, other models show the performance of inter-floor deviation does not exceed the allowable deviation based on SNI the given code.
Indikasi Struktur Patahan Berdasarkan Data Citra Satelit dan Digital Elevation Model (DEM) Sungai Siak, Tualang dan Sekitarnya Sebagai Pertimbangan Pengembangan Pembangunan Wilayah Choanji, Tiggi
JURNAL SAINTIS Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

[ID] Struktur patahan dapat ditunjukkan dengan adanya indikasi yang berupa  pola kelurusan sungai, adanya offset litologi, dan lainnya. Berdasarkan data citra satelit dan digital elevation model terdapat kemunculan indikasi adanya struktur patahan pada daerah tualang dan sekitarnya. Hal ini terlihat dari kelurusan Sungai Siak. Anomali ini sangat terlihat jelas pada pola aliran sungai yang menujukkan perubahan signifikan pada daerah hulu yang berbentuk meander / berkelok kemudian berubah seketika menjadi bentuk straight/ lurus. Hal ini menunjukkan adanya indikasi struktur patahan. Berdasarkan  kenampakan citra satelit terlihat adanya offset perbukitan yang bergeser dengan pergerakan patahan. Hal ini juga didukung dengan data pendukung kerangka tektonik cekungan sumatera tengah yang menandakan adanya fase kompresi selama Oligosen Tengah sampai Miosen Tengah dengan arah tegasan Utara – Selatan dan mengalami reaktivasi pada pliosen – pleistosen. Hal ini diharapkan menjadi perhatian bagi daerah – daerah yang akan dilalui patahan tersebut berkaitan dengan pengembangan pembangunan, karena setiap pergerakan lempeng terjadi bisa mereaktifasi patahan tersebut dan mempengaruhi daerah – daerah disekitarnya. [EN] The fault structure can be shown by several indication such as pattern of alignment of the river, the offset lithology, and others. Based on data from satellite imagery and digital elevation models there are emergence of indications of faults structure in the Tualang Area and its surroundings, It is seen from the lineament of the Siak river, these anomalies are very clearly shown in the flow pattern of the river that showed significant changes in upstream areas which start from meanders type of channel and then changed instantly into straight shape as an indication of fault structure. Based on feature on satellite image, there are shifting hills by fault movement. This is also supported by a tectonic framework of  Central Sumatran Basin, which indicates the compression phase during Middle Oligocene to Middle Miocene with trend towards North - South direction and reactivated in the Pliocene - Pleistocene. It has to be considered for the regional development in the area which will be affected by the fault structure, because every movement of the plates can reactivate the fault and affects the surrounding areas.  
Studi Pengembangan Kawasan Perkotaan di Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai Astuti, Puji
JURNAL SAINTIS Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Dumai Barat berdasarkan letak administrasi, sistem pergerakan transportasi serta kegiatan sosial, memiliki potensi yang besar dan signifikan untuk berkembang. Perkembangan yang diperkirakan berjalan baik diantaranya pada sektor ekonomi (perdagangan dan jasa) dan sektor pertanian. Secara geografis Kecamatan Dumai Barat terletak pada pusat Kota Dumai. Kecamatan Dumai Barat juga menghubungkan pergerakan transportasi yang menguhubungkan Kota Dumai dengan pusat industri, pusat pemerintahan, kawasan perkantoran, kawasan pergudangan, serta perusahaan-perusahan besar berskala nasional yang terletak di kecamatan lainnya. Secara langsung maupun tidak langsung kecamatan ini akan mendapatkan keuntungan dari segi kuantitatif maupun kualitatif. Penelitian ini mendeskripsikan kondisi eksisting, kebijakan dan isu pengembangan, kondisi fisik dasar, guna lahan, serta sarana dan prasana, dan pengunaan lahan serta memberikan arahan bagi pengembangan kawasan perkotaannya. Berdasarkan penelitian, Kecamatan Dumai Barat mempunyai suatu keunggulan komparatif yang tidak dimiliki oleh wilayah lain untuk pengembangan wilayahnya. Kondisi topografi, hidrologi dan geologi Kecamatan Dumai Barat sangat signifikan untuk pengembangan bagi kegiatan permukiman dan pertanian. Pengembangan kawasan permukiman di Kecamatan Dumai Barat tetap mengacu pada kecenderungan perkembangan saat ini, dan gejala pertumbuhan kawasan permukiman pada kawasan-kawasan potensial sebagai akibat terstimulasi oleh program pembangunan pemerintah kota. Pengembangan kawasan perkantoran dan pemerintahan, kawasan perdagangan dan jasa di Kecamatan Dumai Barat  dilakuan dengan mempertimbangkan fungsi Kecamatan Dumai Barat didalam rencana tata ruang wilayah.

Page 2 of 23 | Total Record : 224