cover
Contact Name
Augusta Adha
Contact Email
augusta.adha@eng.uir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
saintis@journal.uir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL SAINTIS
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : 14107783     EISSN : 25807110     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Saintis is devoted to research on civil engineering related fields including geotechnics, transports, structures, water resources and others related with civil engineering topics.
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Perbandingan Kuat Tekan Beton Dengan Menggunakan 4 Cara Perawatan Supriadi, Supriadi; Dewi, Sri Hartati
JURNAL SAINTIS Vol 17 No 2 (2017)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

[ID] Beton merupakan material paling sering digunakan dalam dunia konstruksi, baik konstruksi bangunan maupun infrastruktur jalan. Sifat beton diketahui akan lebih baik jika kuat tekan betonnya lebih tinggi, dengan demikian mutu beton didasari oleh kuat tekan beton. Semakin besar kuat tekan beton maka semakin baik mutu beton, namun demikian mutu setiap beton sangatlah bervariasi. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu curing atau perawatan beton. Usaha perawatan pada umumnya sering terabaikan atau kurang diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan cara perawatan beton yang lebih baik. Pada penelitian ini menggunakan sampel beton berbentuk silinder, sampel dicetak dan dibiarkan dalam cetakan ± 24 jam, sampel dibuat sebanyak 36 sampel, Dalam penelitian ini perawatan yang digunakan adalah perendaman dalam air, diselimuti goni, diluar ruangan, didalam ruangan, Dilakukan analisa uji kuat tekan di Laboratorium masing-masing pada umur 7, 14 dan 28 hari, jumlah sampel pada masing-masing setiap jenis perawatan dan umur beton sebanyak 3 sampel. Analisis kuat tekan beton dilakukan dengan SNI 03-2834-2000. Hasil penelitiaan ini menunjukan bahwa beton dengan perawatan direndam dapat meningkat kuat tekan beton, sedangkan untuk beton yang didalam ruangan, diluar ruangan dapat mengurangi kekuatan tekan beton. Setelah dilakukan perhitungan dalam penelitian ini didapatkan hasil kuat tekan rata-rata beton pada umur 28 hari  yang direndam diperoleh sebesar 18.05 MPa, dan selimuti goni didapat sebesar 17,67 MPa, sedangkan untuk beton yang didalam ruangan, diluar ruangan diperoleh sebesar 16,24 MPa dan 14,95 MPa, pada pekerjaan dilapangan sangat sulit mengaplikasikan jenis perawatan direndam di dalam air, maka dapat diambil jenis perawatan diselimuti goni karena memiliki nilai kuat tekan beton melebihi mutu beton rencana dibanding perawatan di luar ruangan dan di dalam ruangan. [EN] Concrete is the most common material used in the construction world, both building construction and road infrastructure. The nature of the concrete is known to be better if the compressive strength of the concrete is higher, thus the quality of the concrete is based on the compressive strength of the concrete. The greater the compressive strength of the concrete the better the quality of the concrete, however the quality of each concrete varies greatly. This is influenced by several factors one of which is curing or concrete treatment. Nursing care in general is often overlooked or poorly cared for. This study aims to determine how better concrete treatment. In this study using cylindrical concrete sample, the sample is printed and left in the mold ± 24 hours, the sample is made as many as 36 samples. In this research the treatment used is water immersion, covered by jute, outside the room, in the room, in each laboratory at the age of 7, 14 and 28 days, the number of samples in each type of treatment and the concrete age of 3 samples. Analysis of concrete compressive strength was done with SNI 03-2834-2000. The results of this research show that concrete with soaked treatment can increase the compressive strength of concrete, while for concrete inside the room, outside the room can reduce the compressive strength of concrete. After calculation in this research got result of compressive strength strength of concrete average at 28 days soaked obtained by 18.05 MPa, and blanket goni obtained 17,67 MPa, while for concrete inside room, outside room obtained equal to 16,24 MPa and 14,95 MPa, in the field work is very difficult to apply the type of treatment soaked in the water, it can take the type of treatment covered with jute because it has a value of concrete compressive strength exceeds the quality of concrete plans compared to outdoor treatments and indoors.
Analisa Kebutuhan Ruang Parkir Di Bandar Udara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang Kepulauan Riau Saputra, Edison; Harmiyati, Harmiyati; Mildawati, Roza
JURNAL SAINTIS Vol 17 No 1 (2017)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi global membawa dampak akan kebutuhan sarana transportasi udara, hal ini menyebabkan jumlah rute penerbangan menjadi meningkat. Adapun salah satu sarana fisik dibandara Raja Haji Fisabilillah adalah sarana parkir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik parkir dan luas kebutuhan parkir pada Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang.               Metode penelitian yang digunakan menggunakan pedoman dari Dirjen Perhubungan Darat tahun 1996 dan perhitungan karakteristik kendaraan yaitu: akumulasi, turn over, indek parkir, rata-rata parkir dan luas kebutuhan parkir. Penelitian ini dilakukan selama 7 hari dimulai pada pukul 05.00 WIB sampai dengan pukul 21:00 WIB. Dari hasil analisis diperoleh karakteristik parkir kendaraan roda empat yaitu: akumulasi parkir tertinggi sebanyak 63 kend/jam, durasi parkir tertinggi sebesar 1,779 kend/jam, turn over tertinggi sebesar 0,382 kend/jam, Indek parkir tertingi sebesar 25,301%, rata-rata parkir tertinggi sebesar 27,688 kend/jam. Luas lahan parkir yang dibutuhkan sebesar 748,11894 m² yaitu sekitar 63 SRP, sedangkan yang tersedia sebesar 2956,875 m² dari jumlah 249 SRP dan masih ada lahan sebesar 2208,756 m² yang dapat digunakan pada jam puncak. Karakteristik parkir kendaraan roda dua yaitu: akumulasi tertinggi sebanyak 46 kend/jam, durasi parkir tertinggi sebesar 1,727 kend/jam, turn over tertinggi sebesar 0,504 kend/jam, indek parkir tertinggi sebesar 39,316%, rata-rata parkir kendaraan roda dua tertinggi terjadi pada hari minggu 18 september 2016 sebesar 20,250 kend/jam. Luas lahan parkir yang dibutuhkan kendaraan roda dua sebesar 68,99958 m² yaitu sekitar 45 SRP, sedangkan yang tersedia sebesar 175,5 m² dari jumlah 117 SRP dan masih ada lahan sebesar 106,500 m² yang dapat digunakan pada jam puncak. Ditinjau dari karakteristik parkir, kebutuhan ruang parkir kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua pada Bandara Raja Haji Fisabilillah masih dapat menampung permintaan.
Korelasi Kuat Lentur Beton Dengan Kuat Tekan Beton Suryani, Anggi; Dewi, Sri Hartati; Harmiyati, Harmiyati
JURNAL SAINTIS Vol 18 No 2 (2018)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2018.vol18(2).3150

Abstract

[ID] Penggunaan konstruksi beton diminati karena beton memiliki sifat-sifat yang menguntungkan seperti ketahanannya terhadap api, awet, kuat tekan yang tinggi dan dalam pelaksanaannya mudah untuk dibentuk sesuai dengan bentuk yang dikehendaki. Tetapi konstruksi beton juga mempunyai kelemahan-kelemahan antara lain kemampuan menahan kuat lentur yang rendah sehingga konstruksinya mudah retak jika mendapatkan regangan lentur. Hal ini menjadikan pengujian kuat lentur beton sebagai persyaratan dalam penerimaan hasil pekerjaan. Namun disisi lain dalam hal pembuatan campuran beton yang selama ini mengacu pada kuat tekan, menjadi tantangan bagi pelaksana yang harus melakukan perencanaan beton (mix design) dan trial mix terlebih dahulu, sehingga perlu dilakukan pengkoreksian. Sehingga penelitian ini bermaksud untuk memperoleh hasil kuat lentur dan kuat tekan beton dengan menghasilkan nilai korelasi kuat lentur beton terhadap kuat tekan beton sesuai kuat lentur dan kuat tekan yang direncanakan maupun disyaratkan. Penelitian ini menggunakan metode Departemen of Environment (DoE) dalam SNI 03-2834-2000 untuk mix design beton. Perencanaan mutu beton K-500 dan kuat lentur rencana fs = 45 kg/ (4,4 MPa) dengan penggunaan bahan tambah superplaticizer 0,5% merk TanCem 20 RA dengan benda uji balok, silinder, dan kubus, dengan slump rencana 30-60 mm. hasil penelitian bahwa pada perawatan 14 dan 28 hari diperoleh hasil pengaruh terhadap beton tanpa superplaticizer 0,5% dengan beton penggunaan bahan tambahan superplaticizer 0,5% terjadi peningkatan pada perawatan 14 hari dengan benda uji balok sebesar 3,26% dan kubus sebesar 22,25%. Peningkatan pada perawatan 28 hari benda uji balok sebesar 3,36%, silinder sebesar 8,09% dan kubus sebesar 7,56%. Terjadi penurunan pada perawatan 14 hari dengan benda uji silinder sebesar 3,21%. Hasil korelasi kuat lentur dengan kuat tekan beton benda uji balok dan silinder, dari hasil mendapatkan nilai korelasi pada perawatan 14 hari tanpa dan dengan tambahan zat addiktif superplaticizer 0,5% didapat persamaan bahwa fs = K√f'c : nilai K sebesar 0,96 dan 0,87, sedangkan pada perawatan 28 hari tanpa dan dengan tambahan zat addiktif superplaticizer 0,5% didapat persamaan bahwa fs = K√f'c : nilai K sebesar 0,86 dan 0,99, maka dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini nilai korelasi kuat lentur beton dengan kuat tekan beton bahwa berhubungan sangat kuat yang mana nilai koefisien korelasi di antara 0,80 sampai 1,00. [EN] The use of concrete construction is desirable because concrete has beneficial properties such as resistance to fire, durability, high compressive strength and in its implementation it is easy to be formed in accordance with the desired shape. But concrete construction also has weaknesses such as the ability to hold low flexural strength so that the construction is easily cracked if it gets a flexible strain. This makes testing the flexural strength of concrete as a requirement in receiving work results. But on the other hand in terms of making concrete mixes which have been referring to compressive strength, it is a challenge for implementers who have to do concrete planning (mix design) and trial mix first, so correction is necessary. So that this study intends to obtain the results of flexural strength and compressive strength of concrete by producing a correlation value of the flexural strength of the concrete to the compressive strength of the concrete according to the flexural strength and compressive strength planned or required. This study uses the Department of Environment (DoE) method in SNI 03-2834-2000 for concrete mix design. Planning the quality of K-500 concrete and planned flexural strength fs = 45 kg / cm ^ 2 (4.4 MPa) with the use of added ingredients 0.5% superplaticizer TanCem 20 RA brands with beam specimens, cylinders and cubes, with slump plans 30-60 mm. The results of the study showed that the treatment of 14 and 28 days obtained the effect of concrete without a 0.5% superplaticizer with concrete using 0.5% superplaticizer was increased in 14 days treatment with beam specimens of 3.26% and cube of 22, 25%. The increase in the 28-day treatment of beam specimens was 3.36%, cylinders were 8.09% and cubes were 7.56%. There was a decrease in 14-day treatment with cylindrical specimens of 3.21%. The results of the correlation of flexural strength with concrete compressive strength of beam and cylinder specimens, from the results of obtaining a correlation value on treatment 14 days without and with additional additives 0.5% superplaticizer obtained the equation that fs = K√f'c: K value of 0 96 and 0.87, while the 28-day treatment without and with additional additives of 0.5% superplaticizer obtained the equation that fs = K√f'c: K value of 0.86 and 0.99, it can be concluded from the results of the study This correlation value of concrete flexural strength with concrete compressive strength is very strongly related where the correlation coefficient value is between 0.80 to 1.00.
Evaluasi Desain Struktur Gedung Office 5 Lantai dan Basement Pemuda City Walk Pekanbaru Terhadap Gempa Berdasarkan SNI 03-1726-2012 Anggraini, Diandri; Dewi, Sri Hartati
JURNAL SAINTIS Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

[ID] Di Indonesia sering terjadi bencana alam, gempa bumi yang mengakibatkan banyak bangunan yang mengalami kerusakan bahkan keruntuhan. Untuk memitigasi kerusakan bangunan gedung akibat gempa bumi di Indonesia, maka telah dikeluarkan strandar peraturan Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan yang dijadikan Standar Nasional Indonesia SNI 1726 : 2012. Pada penelitian ini peneliti tertarik untuk melakukan evaluasi desain struktur berupa evaluasi detailing komponen struktur dan Strong Column Weak Beam( SCWB ) gedung Office Pemuda City Walk yang meliputi persyaratan geometri, tulangan lentur, dan tulangan transversal pada kolom apakah sudah memenuhi persyaratan agar mampu menerima gaya dalam yang mengakibatkan oleh beban gempa berdasarkan standar peraturan terbaru SNI 1726 : 2012 dan SNI 03-2847-2002. Penelitian dilakukan pada gedung Office 5 Lantai dan Basement Pemuda City Walk Pekanbaru yang berlokasi di Jalan Pemuda, Pekanbaru, Riau. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian studi literatur yang menggunakan data – data sekunder berupa gambar perencana, terutama gambar detail struktur gedung Office 5 Lantai dan Basement Pemuda City Walk, dan lain – lainnya. Dari hasil analisa perhitungan, didapatkan gaya geser dasar gempa (V) yang dipikul oleh struktur gedung Office 5 Lantai dan Basement Pemuda City Walk Pekanbaru sebesar 120,176 ton. Berdasarkan hasil analisa menggunakan SNI 03-2847-2002, detailing komponen struktur kolom pada setiap portal yang ditinjau yang meliputi geometri, tulangan lentur, dan tulangan geser telah memenuhi persyaratan di mana gaya – gaya yang bekerja pada struktur lebih kecil dari gaya – gaya yang direncanakan. Selain itu juga diperoleh nilai – nilai momen nominal maksimal kolom (Me) lebih besar dari 6/5 momen nominal balok (6/5Mg) pada setiap kolom dan balok yang saling bertemu disetiap portal yang ditinjau, sehingga telah memenuhi persyaratan Strong Column Weak Beam (SCWB). Dapat disimpulkan bahwa desain struktur gedung Office 5 Lantai dan Basement Pemuda City Walk Pekanbaru yang meliputi komponen struktur balok dan kolom telah memenuhi persyaratan dan aman dalam menerima beban gempa yang terjadi berdasarkan SNI 03-1726-2012 dan SNI 03-2847-2002. Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan untuk perencanaan selanjutnya agar lebih memperhatikan kapasitas penampang kolom untuk memenuhi persyaratan Strong Column Weak Beam (SCWB). [EN] In Indonesia happen natural disasters, earthquake that resulted in building damage and collapse. For mitigation of damage to buildings effect earthquake in Indonesia, that released regulatory standard planning prosedures for earthquake resistance building used as National Standard Indonesia SNI 1726 : 2012. In the study, researchers interested evaluation include evaluation of structural design detailing of structural components and Strong Column Weak Beam (SCWB) Office Pemuda City Walk building form geometry requirements, flexural and transverse reinforcement in column. What have met the requircement to be able to accept the force caused by the eartgquake load based on the test regulatory standard SNI 1726 : 2012 and SNI 03-2847-2002. Research conducted at the building Office 5 floors and basement Pemuda City Walk Pekanbaru located Pemuda street, Pekanbaru, Riau. Research was conducted by the research literature that uses sekunder data planner image, especially the image detail building structure Office 5 floors and basement Pemuda City Walk and others. Analysis of the result of research, obtained seismic shear force base (V) carried by the building structure Office 5 floors and basement Permuda City Walk Pekanbaru of 120,176 ton. Based on the results of the analysis using SNI 03-2847-2002, detailing component column structure is reinforcement has met the requirements where the forces works on the structure is smaller than the force planned. It also obtained the maximum nominal moment value column (Me)  greater that 6/5 nominal moment beam (6/5Mg) each column and beams that converge on each portal are reviewed, so it has to meet the requirement of Strong Column Weak Beam (SCWB). It can be concluded that the design of the building structure Office 5th Floor and Basement Youth City Walk Pekanbaru, which includes structural beams and columns have been compliant and secure in accepting the burden of earthquake based on SNI 03-1726-2012 and SNI 03-2847-2002. Based on these results it is suggested for further planning for more attention to the column capacity to meet the requirements of Strong Column Weak Beam (SCWB).
Analisa Tingkat Kerusakan Perkerasan Jalan Dengan Metode Pavement Condition Index (Pci) Studi Kasus : Jalan Soekarno Hatta Sta. 11 + 150 s.d 12 + 150 Mubarak, Husni
JURNAL SAINTIS Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa Kerusakan Perkerasan Jalan Dengan Metode Pavement Condition Index (PCI)(Studi Kasus: Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru Sta. 11+150 s/d 12+150) sistem penilaian kondisi perkerasan jalan berdasarkan jenis, tingkat dan kadar kerusakan yang terjadi, dan dapat digunakan sebagai acuan dalam usaha pemeliharaan perkerasan jalan. Beban lalu lintas yang tinggi menyebabkan banyak terjadi kerusakan, sehingga mengganggu kenyamanan dan keselamatan berkendara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kondisi perkerasan Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru Sta. 10+600 s/d 13+000. Penelitian dilakukan secara visual dengan metode Pavement Condition Index. Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru Sta. 10+150 s/d 12+150 dengan panjang 1.0 km dibagi menjadi beberapa segmen dengan ukuran 100 x 7 m per segmennya. Masing-masing segmen di evaluasi dengan mengukur dimensi, identifikasi jenis dan tingkatan kerusakannya untuk mendapatkan nilai PCI. Hasil analisa menunjukkan bahwa kerusakan yang terjadi antara lain Retak Buaya (Alligator Crack), tambalan (patching), Pengausan Agregat, Retak Kotak, dan Lubang. Nilai PCI rata-rata untuk Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru Sta. 10+150 s/d 12+150 adalah 46.10 yang dikategorikan dalam kondisi Cukup (Fair), sehingga perlu suatu penanganan serius dari pemerintah untuk segera melakukan perbaikan sebelum kerusakan menjadi lebih parah.
Studi kasus Pengaruh Vortex Induce Vibration (VIV) pada Freestanding Drilling Conductor SAKA Energi Sesulu Adha, Augusta
JURNAL SAINTIS Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

[ID] Salah satu fase terpenting dalam proses eksplorasi minyak dan gas bumi adalah pengeboran sumur uji coba untuk mengetahui kandungan hidrokarbon pada sebuah reservoir minyak bumi dan gas. Arus laut dapat menyebabkan terjadinya VIV pada drilling conductor yang berujung pada terhambatnya operasi pengeboran atau kegagalan struktur akibat fatigue pada pipa conductor. Pada kondisi drilling test well, pipa conductor untuk test well harus diperlakukan sebagai struktur freestanding yang hanya mendapatkan kekangan arah lateral dari Texas Deck pada Drilling Rig pada bagian atas conductor.  Paper ini akan menjelaskan metode yang dapat dipakai untuk melakukan analisa terhadap kemungkinan terjadinya VIV pada freestanding conductor. Studi kasus dilakukan pada struktur drilling conductor milik SAKA Energi Sesulu berdiameter 762 mm dengan tinggi 67.4 m. Analisa dilakukan dengan mempertimbangkan beban lingkungan pada kondisi servis dengan periode ulang beban gelombang 1 tahun  dan kondisi storm dengan periode ulang beban gelombang 100 tahun. Berdasarkan analisa dinamik, dapat disimpulkan periode getar alami struktur untuk Mode 1 adalah 2.00 sec dan Mode 2 adalah 0.594. Dengan menggunakan hasil analisa dinamik tersebut pada analisa VIV berdasarkan kriteria yang disyaratkan pada peraturan DNV RP-C205 dapat disimpulkan bahwa in-line vortex vibration terjadi untuk mode 1 dan mode 2. Oleh karena itu, perlu diambil tindakan preventif untuk mencegah terjadinya kegagalan fatigue pada struktur conductor tersebut. [EN] One of the most important phases in the of oil and gas exploration process is drilling the test wells to determine the hydrocarbon content in an oil and gas reservoir. Ocean currents can cause VIV on drilling conductors which resulted in delays or structural failure in drilling operations due to fatigue in the conductor. During drilling a test well, test well conductor should be treated as a freestanding structure which is only laterally restraint from the Texas Deck on Drilling Rig at the top of the conductor. This paper will describe a method that can be used to analyze the possibility of VIV on freestanding conductor. The case studies carried out on the structure of conductor-owned drilling SAKA Energy Sesulu 762 mm in diameter with a height of 67.4 m. The analysis was performed by considering the environmental load on the service conditions with a return period of 1 year and wave loads storm conditions with a return period of 100 years wave loads. Based on dynamic analysis, we can conclude the natural period for the structure is 2.00 sec and  0.594 for Mode 1 and Mode 2 respectively. Using the results of the dynamic analysis on VIV based on the criteria from DNV RP-C205, it can be concluded that the in-line vortex vibration occurs for mode 1 and mode 2. Therefore, it is necessary to take preventive measures to prevent the occurrence of fatigue failure in the conductor.
Pengembangan Kawasan Pecinan Menjadi Kawasan Wisata di Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru Chandra, Denni; Asteriani, Febby; Zaim, Zaflis
JURNAL SAINTIS Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kota Pekanbaru, tepatnya di Kecamatan Senapelan terdapat banyak potensi obyek wisata. Fenomena dilapangan menunjukkan bahwa potensi obyek wisata ini belum dikelola secara maksimal. Potensi-potensi obyek wisata yang dimiliki Kecamatan Senapelan ini, hendaknya dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak positif serta hasil yang berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi dalam pengembangan potensi obyek wisata Kecamatan Senapelan agar dijadikan sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi dilapangan, kuisioner dan wawancara. Kuisioner dilakukan terhadap para wisatawan yang berkunjung, sedangkan wawancara dilakukan terhadap pejabat pemerintah terkait dan juga para tokoh masyarakat di Kecamatan Senapelan, untuk merumuskan strategi pengembangan wisata tersebut dilakukan teknik analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Senapelan merupakan kawasan wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan, terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan obyek wisata tersebut. Dari faktor-faktor tersebut dapat dirumuskan beberapa strategi untuk mengembangkan potensi wisata ini, diantaranya adalah peningkatan sarana dan prasarana di kawasan wisata Pecinan dan pembangunan sarana prasarana obyek wisata.
Pemilihan Sepeda Motor Sebagai Angkutan Reguler Mahasiswa Universitas Islam Riau (Studi Kasus : Fakultas Teknik) Muttaqin, Muchammad Zaenal; Zaini, Abdul Kudus
JURNAL SAINTIS Vol 17 No 2 (2017)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

[ID] Transportasi merupakan salah satu kebutuhan utama dalam menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari. Perkembangan transportasi yang beragam menyebabkan masyarakat memiliki banyak pilihan yang akan digunakan guna mendukung aktivitasnya sehari-hari. Mahasiswa sebagai salah satu kelompok masyarakat memiliki suatu karakteristik tertentu dalam memilih moda transportasi, baik dari karakteristik mahasiswa itu sendiri maupun kualitas pelayanan dari moda yang dipilih. Faktor lokasi dan perilaku mahasiswa menjadi faktor karakteristik utama dalam pemilihan moda tersebut. Sedangkan pada faktor luar, persepsi seseorang terhadap kualitas pelayanan yang diberikan menjadi satu pertimbangan sendiri dalam memilih suatu moda transportasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perilaku mahasiswa dalam memilih moda transportasi dalam rangka meuwujdkan suatu transportasi yang berkelanjutan. Analisis Tabulasi dan pendekatan kualitatif melalui metode Likert akan digunakan untuk mengetahui karakteristik mahasiswa serta kualitas pelayanan moda transportasi yang dipilih dari mahasiswa itu sendiri. Sampel yang didapat penelitian ini adalah sebanyak 500 mahasiswa fakultas teknik Universitas Islam Riau pada segala jurusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kecenderungan tertinggi dalam memilih kendaraan pribadi berupa motor (80%) dibandingkan kendaraan yang lain. Kepuasan mahasiswa dalam moda ini sangat tinggi. Faktor kehandalan, fleksibilitas dan aksesibilitas yang tinggi menjadi faktor tertinggi dalam menggunakan motor. Selain itu, pertimbangan tertinggi mahasiswa dalam memilih sepeda motor adalah persepsi mengenai dampak minimum yang timbul terhadap permasalahan lalu lintas dibanding moda yang lain dalam kondisi mixed traffic flow. Sehingga, faktor kualitas yang ditawarkan suatu moda transportasi menjadi salah satu faktor yang penting dalam menentukan suatu pemilihan moda transportasi pada kelompok mahasiswa.
Kualitas Pelayanan Trans Metro Pekanbaru Sebagai Angkutan Komuter Mahasiswa (Studi Kasus: Kelompok Mahasiswa Komuter Fakultas Teknik Universitas Islam Riau) Muttaqin, Muchammad Zaenal
JURNAL SAINTIS Vol 17 No 1 (2017)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam upaya menciptakan suatu system transportasi yang berkelanjutan, keberadaan Trans Metro Pekanbaru sebagai transportasi utama di kota Pekanbaru perlu dikembangkan secara konsisten dan menerus. Salah satu evaluasi dalam kualitas pelayanan adalah menggunakan sudut pandang konsumen yang merupakan pengguna dari pelayanan tersebut. Perspektif dari konsumen menjadi hal utama dalam mewujudkan pelayanan yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah menjadi salah satu pedoman dalam perbaikan kualitas pelayanan Trans Metro Pekanbaru sebagai suatu system transportasi yang berkelanjutan. Analisis factor dan IPA (Importance-Performance Analysis) digunakan untuk mengetahui kualitas pelayanan Trans Metro Pekanbaru sehingga memudahkan dalam penentuan prioritas bagi Trans Metro dalam melakukan peningkatan pelayanannya. Sampel penelitian ini adalah sebanyak 98 mahasiswa fakultas teknik Universitas Islam Riau yang termasuk kelompok mahasiswa komuter aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga kelompok pelayanan Trans Metro Pekanbaru, yakni faktor teknis sebagai faktor pertama, waktu pelayanan sebagai faktor kedua dan pelayanan petugas sebagai faktor terakhir. Dari ketiga kelompok tersebut, factor waktu pelayanan menjadi factor yang paling krusial karena amat mempengaruhi kualitas pelayanan Trans Metro Pekanbaru. Sehingga, strategi peningkatan kualitas dari segi waktu pelayanan menjadi perhatian serius bagi Trans Metro Pekanbaru untuk mencapai sebuah system transportasi yang berkelanjutan di kota Pekanbaru.
Analisis Simpang Bersinyal Pada Bundaran Kantor Gubernur Pekanbaru Banter, Bagus; Zaini, Abdul Kudus; Boer, Astuti
JURNAL SAINTIS Vol 19 No 1 (2019)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2019.vol19(1).2811

Abstract

[ID] Permasalahan transportasi seperti kemacetan, polusi udara, kecelakaan, antrian maupun tundaan bisa di jumpai dengan tingkat kualitas yang rendah maupun besar. Permasalahan tersebut sering kita jumpai di beberapa kota di Indonesia termasuk di Pekanbaru. Beberapa titik kemacetan yang terjadi di Kota Pekanbaru saat pagi dan sore atau jam sibuk khususnya pada simpang bersinyal di jalan Sudirman – jalan Gajah Mada yang merupakan intesitas yang besar selalu dilewati lalu lalangnya kendaraan yang melewati dilokasi tersebut. Metode perhitungan analisis dan perencanaan yang di gunakan adalah metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI 1997) agar dapat mengetahui seberapa besar fungsi dari sistem kendali waktu tetap dalam menghindari kemacetan serta mengurangi resiko kecelakaan pada simpang akibat konflik lalu lintas. Dari hasil analisis menggunakan perhitungan MKJI 1997 di dapat kapasitas terbesar adalah 2375,94 smp/jam pada ruas jalan arah selatan. Panjang antrian  maksimum adalah 171,171 m pada ruas jalan arah utara terjadi antrian panjang  pada  kondisi lalu lintas dan Tunda an rata-rata sebesar 1440,159 det/smp. Sehingga tingkat pelayanan simpang pada kondisi jam puncak masuk dalam katagori F/buruk sekali (>60 detik/smp). Pada kondisi eksisting ketiga simpang sudah mendekati kinerja yang jenuh, dengan hasil derajat kejenuhan 1,00 (DS > 0.85) arah ruas jalan utara. Waktu Siklus Sinyal pada persimpangan tersebut adalah 95 detik, ini termasuk kedalam tipe pengaturan 4 fase 80-130 (MKJI,1997). Dari hasil analisis tersebut peneliti menyarankan perlu mengidupkan kembali countdown timer pengendara dapat memulai start berangkat lebih awal, hal ini dapat ini dapat mengurangi waktu hilang dan mengurangi kemacetan. [EN] Transportation problems such as congestion, air pollution, accidents, queues and delays can be found with low or large quality levels. We often experience this problem in several cities in Indonesia, including in Pekanbaru. Some congestion points that occur in the city of Pekanbaru in the morning and evening or rush hour, especially at the signal intersection on  Sudirman street – Gajah Mada street which is a large intensity always passing the negligence of vehicles passing through the location. The method of calculation of analysis and planning used is the method of the Indonesian Road Capacity Manual 1997 (MKJI 1997) in order to find out how much the function of the fixed time control system is to avoid congestion and reduce the risk of accidents due to traffic conflicts. From the results of the analysis using the MKJI 1997 calculation, the largest capacity is 2375.94 smp/hour on the southern road segment. The maximum queue length is 171,171 m on the northern road segment, there is a long queue in traffic conditions and the delay is an average of 1440,159 det /smp. So that the level of service intersection at peak hour conditions is in the category F / very bad (> 60 seconds / junior). In the existing conditions the three intersections are close to saturated performance, with the result of a degree of saturation of 1.00 (DS> 0.85) in the direction of the north road segment. The Signal Cycle time at the junction is 95 seconds, this is included in the 4 phase 80-130 setting type (MKJI, 1997). From the results of the analysis, the researchers suggest that it is necessary to revive the driver's countdown timer to start the start early, this can reduce the lost time and reduce congestion.

Page 3 of 23 | Total Record : 224