cover
Contact Name
Augusta Adha
Contact Email
augusta.adha@eng.uir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
saintis@journal.uir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL SAINTIS
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : 14107783     EISSN : 25807110     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Saintis is devoted to research on civil engineering related fields including geotechnics, transports, structures, water resources and others related with civil engineering topics.
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Preferensi Pengguna Ruko Dalam Melakukan Pemilihan Terhadap Lokasi Ruko Di Kota Pekanbaru Gustian, Gustian; Wiyono, Sugeng; Asteriani, Febby
JURNAL SAINTIS Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

[ID] Pembangunan ruko di Kota Pekanbaru berkembang dengan sangat pesat. Pengguna dan  pengembang ruko merupakan pihak yang terlibat langsung dengan fenomena ini. Pihak pengguna dan pengembang ruko mempunyai pertimbangan dalam melakukan pemilihan terhadap lokasi ruko. Pertimbangan tersebut merupakan faktor-faktor penting yang dianggap sangat menentukan dalam memilih lokasi ruko. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi preferensi bagi pengguna ruko. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan deduktif dengan metode analisis kuantitatif . Penelitian ini dimulai dari teori-teori yang sudah ada kemudian meneliti kondisi di lokasi studi. Untuk pengguna ruko, sampel  ditetapkan terlebih dahulu dan dipilih secara random. Penelitian dilakukan terhadap pengguna ruko di tujuh (7) kecamatan yang mempunyai jumlah ruko paling dominan dikota Pekanbaru selama lima tahun. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa semua faktor yang terkandung dalam teori, memang merupakan faktor-faktor yang dianggap menentukan oleh pengguna dalam melakukan pemilihan terhadap lokasi ruko. namun tidak semua sub faktor tersebut merupakan  faktor-faktor yang dianggap menentukan oleh pengguna ruko. Dalam menilai faktor-faktor pemilihan lokasi ruko tersebut,secara garis besar terjadi persamaan preferensi diantara pengguna ruko. Faktor yang sangat menentukan yaitu tersediannya jaringan listrik, sangatlah penting karena merupakan salah satu pemenuhan kebutuhan hidup yang dimanfaatkan untuk sumber energi dalam menunjang berbagai macam aktivitas manusia. [EN] The development of ruko (house and shop in the same building) has been very rapid in all cities in Indonesia. The users and investors of ruko were the parties involved directly in the phenomena. In deciding the location of ruko to be built, the users and investors had important factors they took into their consideration including very determinant factors. The researcher wish to discover the preference of the factors to the users. In this research, deductive method was employed using quantitavive analysis. The research reviewed the existing theories and then compared them with the reality. For ruko users, samples were determinded and chosen randomly. The research was also conducted to the ruko users in 7 district that had the highest number of ruko ini Pekanbaru for five years .The result of researc h showed that all factors determining the location of ruko which  were proposed in the theories were considered the determinant factors by users, but not all sub factors were considered.  In assesing factors, users have the similar preference. Very determinant factor according to users is the availability of the power grid, it is important because it is one of subsistence which is used for energy resources in supporting a wide range of human activities.
Kajian Pusat-Pusat Pelayanan Di Kabupaten Kampar Muliana, Rona; Astuti, Puji; Fadli, Akmal
JURNAL SAINTIS Vol 18 No 1 (2018)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2018.vol18(1).2846

Abstract

[ID] Pusat-pusat pelayanan merupakan suatu aglomerasi dari berbagai kegiatan atau aktivitas serta aglomerasi dari berbagai prasarana dan sarana yang dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan wilayah. Pembangunan pusat-pusat pelayanan selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat juga diharapkan mampu mendukung pengembangan wilayah. Adapun tujuan penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi struktur pusat-pusat pelayanan di Kabupaten Kampar berdasarkan RTRW Kabupaten Kampar; (2) mengidentifikasi struktur pusat-pusat pelayanan di Kabupaten Kampar berdasarkan analisis skalogram dan indeks sentralitas; (3) menyusun rekomendasi struktur pusat-pusat pelayanan di Kabupaten Kampar. Metode penelitian adalah deduktif kuantitatif dengan menggunakan analisis skalogram dan indeks sentralitas. Hasil penelitian menunjukkan Dari draft RTRW Kabupaten Kampar dengan hasil analisis skalogram dan indeks sentralitas terdapat perbedaan struktur pusat-pusat pelayanan. Dari analisis skalogram dan indeks sentralitas tidak terdapat hirarki II dan hirarki III sehingga terjadi pemusatan fasilitas pada hirarki 1 yakni Kota Bangkinang sebagai ibukota Kabupaten. Setelah dibandingkan struktur pusat-pusat pelayanan di Kabupaten Kampar berdasarkan draft RTRW dengan analisis skalogram dan indeks sentralitas, maka direkomendasikan struktur pusat-pusat pelayanan di Kabupaten Kampar terdiri dari 5 hirarki yaitu hirarki I berada di Kecamatan Bangkinang Kota, hirarki II berada di Kecamatan Tapung, Kampar Kiri, Siak Hulu, dan Tapung Hulu, hirarki III berada di Kecamatan Tapung Hilir, Kampar Kiri Hilir, dan XIII Koto Kampar, hirarki IV berada di Kecamatan Bangkinang, Gunung Sahilan, Perhentian Raja, Salo, dan Kampar, hirarki V berada di Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Rumbio Jaya, Kuok, Kampar Timur, Koto Kampar Hulu, Tambang, Kampar Utara, dan Kampar Kiri Hulu. [EN] Service centers are an agglomeration of various activities or activities as well as agglomeration of various infrastructure and facilities that can support the growth and development of the region. The development of service centers in addition to meeting the needs of the community is also expected to be able to support regional development. The objectives of this study are: (1) to identify the structure of service centers in Kampar Regency based on the Kampar Regency RTRW; (2) identifying the structure of service centers in Kampar District based on a scalogram analysis and centrality index; (3) prepare recommendations for the structure of service centers in Kampar District. The research method is quantitative deductive using scalogram analysis and centrality index. The results showed that from the draft of the Kampar District RTRW with the results of the scalogram analysis and the centrality index there were differences in the structure of the service centers. From the scalogram analysis and the centrality index there is no hierarchy II and hierarchy III so that there is a centralization of facilities in hierarchy 1 namely the City of Bangkinang as the capital of the Regency. After comparing the structure of the service centers in Kampar Regency based on the draft RTRW with a scalogram analysis and centrality index, it is recommended that the structure of the service centers in Kampar Regency consist of 5 hierarchies namely hierarchy I is in Bangkinang Kota District, hierarchy II is in Tapung District, Kampar Kiri, Siak Hulu, and Tapung Hulu, hierarchy III is in Tapung Hilir District, Kampar Kiri Hilir, and XIII Koto Kampar, hierarchy IV is in Bangkinang District, Mount Sahilan, Perhentian Raja, Salo, and Kampar, hierarchy V is in Kecamatan Subdistrict Kampar Kiri Tengah, Rumbio Jaya, Kuok, Kampar Timur, Koto Kampar Hulu, Tambang, Kampar Utara, and Kampar Kiri Hulu.
Studi Karakteristik Fondasi Pelat Tipis Dengan Pengaku Tiang “+” Pada Tanah Granuler Melalui Uji Eksperimen Dan Analisis Pemodelan Menggunakan Software Abaqus Syarif, Firman; Adi, Agus Darmawan; Saputra, Ashar
JURNAL SAINTIS Vol 17 No 2 (2017)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

[EN] The amount of damage that happened in Indonesian road is the impact of high traffic load exceeds the carrying capacity of the pavement. To reduce the problems that occur on the pavement the good systems of pavement are built, various studies conducted to produce a creative innovation in order to evaluate and improve the performance of the pavement system. this study has developed a new system of foundation with pile "+" to make the connection between plate and minipile (joint) becomes better. In this study, three models of foundation will be tested by loading test (following ASTM D 114 381 and ASTM D 3689 Pile Under static axial compressive load) to observe and analyze the behavior of the foundation model by loading centric and eccentric. In addition to laboratory tests this research also modeling analysis with Abaqus software to observe and analyze the behavior of the foundation model in terms of deformation and settlement. The results showed the distances between pile and pile provides a significant contribution in reducing the settlement in the foundation when given a maximum load of 20 kN, where is the foundation 1 had short distance between the other foundation the deformation and settlement is the smallest. The length of pile also give significant contribution to reduce the settlement like in foundation 3 that have 20 cm length of the pile have settlement and deformatioan smaller than the foundation 2 that have 10 cm length of the pile
Kajian Tarif Angkutan Penumpang Yang Layak Bus Trans Metro Pekanbaru Sofwan, Muhammad; Rohjan, Jajan; Surdia, Reza M
JURNAL SAINTIS Vol 17 No 1 (2017)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengkaji besaran tarif angkutan penumpang yang layak bus Trans Metro Pekanbaru dilihat dari sisi Perusahaan angkutan umum sebagai pengelola moda angkutan dan dari sisi penumpang sebagai pengguna jasa.  Terkait dengan tujuan di atas, maka dilakukan beberapa tahapan untuk menentukan tarif yang layak bus TMP berdasarkan tarif Angkutan Penumpang, Keterjangkauan Membayar Penumpang (TMP) dan Kerelaan Membayar Penumpang (RMP) dan merumuskan beberapa  skenario alternatif tarif yang layak. Berdasarkan  analisis tarif yang dilakukan maka dirumuskan ada empat skenario alternatif tarif  yang layak, dan alternataf tarif terpilih yaitu alternatif tarif 2 dengan nilai tarif sebesar Rp. 4.274,14 untuk koridor 1 dan sebesar Rp. 4808,1 untuk koridor 2, dengan range tarif berdasarkan grafik frekuensi TMP dan RMP sebesar Rp. 4.001-5.000,-. Dimana dengan nilai frekuensi komulatif yang didapat sebesar 72% responden memiliki keterjangkauan membayar dan sebesar 41% yang rela membayar.
Studi Pengaruh Komposisi Pengisi Serat Alam Kayu Galam (Melalueca Leucadendra) Bentuk Serutan pada Sifat Mekanik dan Mikrostruktur Komposit Poliester Sebagai Material Untuk Aplikasi Bilah Kincir Angin Laksono, Andromeda Dwi; Ismail, Ika; Ningrum, Cahyaningtyas Ratna
JURNAL SAINTIS Vol 19 No 1 (2019)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2019.vol19(1).2629

Abstract

[ID] Sebagai alternatif sumber energi konvensional, energi angin merupakan salah satu energi alternatif yang banyak dikembangkan. Pemanfaatan energi ini tidak lepas dari alat pengonversinya, kincir angin. Salah satu komponen kincir angin yang cukup penting adalah bilah. Bilah sering mengalami masalah berupa pengikisan pada bagian permukaannya akibat benturan dengan oleh partikel yang terbawa oleh angin yang dapat mengakibatkan fungsi bilah tidak optimal. Sehingga, dibutuhkan material pengganti yang lebih kuat tetapi ringan, yakni komposit. Komposit yang digunakan adalah komposit serat alam (serat Melaleuca leucadendra-poliester). Dalam penelitian ini akan dianalisa pengaruh fraksi volume serat berbentuk serutan terhadap kekuatan tarik, kelenturan dan ketangguhan. Pembuatan komposit serat alam Kayu Galam (Melaleuca leucadendra)-poliester dengan cara mencampurkan resin, katalis dan serat Kayu Galam yang berbentuk serutan kemudian dicetak didalam cetakan yang telah dilapisi alumunium foil. Sampel kemudian dilakukan pengujian kekuatan tarik dengan standar ASTM D 638, pengujian tekuk dengan standar ASTM D 790 serta pengujian impak dengan standar ASTM D 6110. Metode yang digunakan dalam pembuatan adalah metode hand lay-up. Hasil dari penelitian ini adalah nilai optimum yang dicapai yaitu 70% serat pada semua uji mekanik. Didapatkan nilai kekuatan tarik berada sebesar 13,07 MPa, kekuatan tekuk optimum 36,8 MPa dan nilai optimum dari kekuatan impak sebesar 590,39 MPa. [EN] As an alternative to conventional energy sources, wind energy is one of the many alternative energies that have been developed. The utilization of this energy is inseparable from its conversion tool, windmills. One component of the windmill that is quite important is the blade. Blades often experience problems in the form of erosion on the surface due to collisions by particles carried by the wind which can cause the blade function to be not optimal. So, it takes a replacement material that is stronger but lighter, namely composite. The composites used were natural fiber composites (Melaleuca leucadendra-polyester fibers). In this study, the effect of the volume fraction of fiber in the form of shavings on tensile strength, flexibility, and toughness will be investigated. The making of natural fiber composites of Galam Wood (Melaleuca leucadendra) -polyester by mixing resin, catalyst, and Galam Wood fiber in the form of shavings is then printed in a mold that has been coated with aluminum foil. Samples were then tested for tensile strength with ASTM D 638 standard, bending test with ASTM D 790 standard and impact testing under ASTM D 6110 standard. The method used in manufacturing was the hand lay-up method. The result of this study is the optimum value achieved is 70% fiber in all mechanical tests. Obtained tensile strength values of 13.07 MPa, the optimum bending strength of 36.8 MPa and the optimum value of impact strength of 590.39 MPa.  
Analisa Peningkatan Mutu Beton dan Rasio Prategang pada Kolom Langsing Prategang Berdasarkan Pola Diagram Interaksi M-N Aripin, Basyaruddin; Ibnu, Irma Rezkianti
JURNAL SAINTIS Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

[ID] Struktur beton prategang adalah salah satu struktur beton yang diyakini dapat menahan gaya bending momen yang besar dan banyak diaplikasikan untuk desain balok dengan bentang panjang (elemen lentur). Namun, dengan berkembangnya zaman, desain beton prategang dapat saja diaplikasikan terhadap elemen tekan seperti kolom. Pada umumnya kolom merupakan elemen struktur yang lebih dominan menerima beban aksial, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa kolom, terutama pada kolom langsing, dapat menerima beban tarik yang besar ketika gaya bending moment akibat beban angin dan gempa yang terjadi. Oleh karena itu, untuk lebih memahami kinerja kolom dalam menahan beban, analisis diagram interaksi penampang kolom prategang square 1,5 x 1,5 m dilakukan dengan menggunakan program bantu excel dan mengacu pada SNI Beton 2847-2013. Analisa diagram interaksi pada kolom tersebut dilakukan dengan menggunakan dua variable yaitu rasio prategang, dan mutu beton. Hasil analisis menunjukkan peningkatan rasio prategang hingga rasio maksimum hanya akan meningkatkan kapasitas momen sebesar 9% dan menurunkan kapasitas aksial sebesar 61%. Sedangkan peningkatan mutu beton pada kolom prategang (ρps = 0,135)dapat meningkatkan kapasitas momen pada kondisi tension controls sebesar 30,47% dan aksial sebesar 48,11%. [EN] Prestressed concrete structure is one of concrete structure design that can resist large bending moment and apllied to long span concrete beam. However, nowdays, design prestressed concrete also can be apllied to column. Columns are generally considered as members under compression. But columns, espesiaclly slender columns, in a framed structure are often required to resist bending moments as well as axial forces. The bending moment may be induced by wind and earthquake forces, eccentric loads, or frame action. Therefore, for understanding specifically about the behavior and the performance of prestressed columns, square columns 1.5 x 1.5 m are analyzed using excel program and SNI code 2847-2013. Interaction curves of prestressed concrete column were analyzed using two variables (prestressed ratio and concrete strength). Analysis results show that Maximum ratio 0.260 according to ASSHTO code on prestressed concrete columns will increase tension controlled’s moment capacity by 9% but decrease axial capacity by 61%. Meanwhile, increasing the concrete strength (ρps = 0,135) will improve tension controlled’s moment capacity by 30,47% and axial capacity by 48,11%.
Analisis Stabilitas Lereng Sungai Kampar Terhadap Gelincir di Desa Simpang Kubu dengan Metode Simplified Bishop Zainuri, Zainuri; Megasari, Shanti Wahyuni; Yanti, Gusneli
JURNAL SAINTIS Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Simpang Kubu merupakan salah satu desa yang berada di daerah kawasan bantaran sungai Kampar yang secara administratif berada dalam wilayah Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Kondisi tebing sungai, ada yang sudah diberi perkuatan dan ada yang masih alami. Kondisi tebing sungai yang masih alami mengalami pengikisan secara terus-menerus, sehingga makin lama jarak tebing sungai dengan daerah permukiman dan fasilitas umum semakin dekat. Jika hal ini tidak menjadi perhatian dan dibiarkan terus-menerus oleh pengambil kebijakan maka daerah permukiman masyarakat dan fasilitas umum tersebut akan hilang, ikut terkikis dan terbawa oleh longsor. Karena itu perlu dipertimbangkan untuk membangun pengaman tebing. Masalah penelitian adalah analisis stabilitas lereng sungai Kampar di desa Simpang Kubu dengan metode Simplified Bishop sehingga bidang gelincir dapat ditentukan secara akurat. Tempat penelitian adalah bantaran sungai Kampar yang berada di desa Simpang Kubu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Waktu penelitian dimulai dari bulan Agustus 2015, berakhir pada bulan Januari 2016. Berdasarkan data-data yang diperoleh dan kemudian dianalisis dengan memakai formulasi yang digunakan pada metode Simplified Bishop maka diperoleh kesimpulan bahwa bidang gelincir untuk lereng sungai Kampar yang berada di Desa Simpang Kubu berberntuk busur dengan jari-jari (R) 10 meter dan nilai faktor keamanan (Fs) sebesar 1,78 mendekati nilai yang diisyaratkan.
Evaluasi Waktu dan Biaya Pelaksanaan Pembangunan Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Riau Tahap I Jalan Tuanku Tambusai – Pekanbaru Riau Saifullah, Saifullah; Wanim, Arhan; Boer, Astuti
JURNAL SAINTIS Vol 17 No 2 (2017)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

[ID] Perkembangan teknologi dewasa ini terus memperlihatkan grafik kemajuan yang begitu pesat, hampir di segala bidang. Begitu pula dengan bidang konstruksi gedung yang semakin maju dan berkembang. Pembangunan Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Riau bertujuan untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan Universitas Muhammadiyah Riau itu sendiri. Dalam setiap pembangunan kendala - kendala yang sering dihadapi dalam pelaksanaan pekerjaan adalah terjadinya keterlambatan waktu pelaksanaan pekerjaan. Waktu pelaksanaan pekerjaan merupakan salah satu unsur penting dalam manajemen konstruksi apabila terjadi keterlambatan pekerjaan akan terjadi pula pembengkakan anggaran biaya pekerjaan. Jika dalam suatu pelaksanaan pekerjaan terjadi keterlambatan, maka perlu dilakukan evaluasi waktu pada beberapa aktivitas proyek. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah waktu pelaksanaan pekerjaan sudah sesuai dengan waktu rencana awal dan menganalisa kemungkinan memperpendek waktu pelaksanaan dari realisasi lapangan. Dalam penelitian ini, digunakan dua langkah pengumpulan data yaitu observasi lapangan dan wawancara. Untuk mengatasi keterlambatan pekerjaan  digunakan dua metode pada Pembangunan Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Riau, yaitu dengan menggunakan metode kerja lembur dan metode penambahan tenaga kerja baru. Pada metode kerja lembur upah yang harus dibayar kepada pekerja lebih tinggi 1,5 atau 2 kali upah biasa. Sedangkan pada metode penambahan tenaga kerja upah untuk tenaga baru sama dengan pekerja tetap, ditambah dengan biaya transportasi dan uang makan. Berdasarkan hasil analisa pemendekan durasi dilakukan selama 21 hari kerja pada 18 kegiatan pekerjaan yang terdapat pada lintasan kritis. Penambahan biaya dengan metode kerja lembur sebesar Rp.265.842.755,00dengan metode penambahan tenaga kerja baru sebesar Rp.298.472.000,00.  Dari kedua metode yang ditinjau didapat bahwa metode kerja lembur lebih efisien dalam penambahan biaya karena jumlah biaya yang dikeluarkan lebih kecil. [EN] Today's technological developments continue to show a graph of progress so rapidly, almost in all areas. Similarly, the construction of buildings that more advanced and growing. Development of Rectorate Building University of Muhammadiyah Riau aims to improve facilities and infrastructure education of Muhammadiyah University of Riau itself. In every development constraint - constraints that often faced in the implementation of work is the occurrence of delay in the implementation of work. Timing of the work is one of the most important elements in construction management in the event of a delay in work will also occur swelling budget work costs. If there is a delay in the implementation of the work, it is necessary to evaluate the time in some project activities. The aims of this study is to determine whether the timing of the implementation of the work is in accordance with the time schedule plan and to analyze the possibility of shortening time. In this study, using two steps of data collection is works observation and interview. To overcome the delay of work using two methods on the Rectorate Building Building University of Muhammadiyah Riau, they are by using method of overtime work and method of addition of new worker. In the method of overtime work wages to be paid to workers is higher 1.5 or 2 times the usual wage. While on the method of adding labor wages for new personnel equal to permanent workers, included with the cost of transportation and money to eat. Based on the results of the crash program analysis conducted during 21 working days on 18 work activities contained on the critical path. The additional cost with the overtime method of Rp.265.842.755,00 with the method of adding new workforce of Rp.298.472.000,00. From the of method showing that methods reviewed, it is found that the overtime method more efficient in adding cost because the amount of expenses is smaller.
Tinjauan Kuat Tekan Bata Ringan Menggunakan Bahan Tambah Foaming Agent Taufik, Hendra; Kurniawandy, Alex; Arita, Deri
JURNAL SAINTIS Vol 17 No 1 (2017)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bata ringan merupakan bahan bangunan alternatif penganti bata merah untuk dinding bangunan. Pada umumnya berat bata ringan berkisar antara 600-1800 kg/m3. Dalam penelitian ini bata ringan menggunakan foam agent dengan metode CLC (Cellular Lightweight Concrete)yang ditambahkan dengan metode sibtitusi dari berat pasir yang  dicampurkan bata ringan dengan jumlah variasi 0,3%, 0,6%, 0,9%, 1,2%, dan 1,5%. Hasil kuat tekan optimum didapat pada varian 0,9%. Gelembung udara dalam campuran mortar menghasilkan material yang berstruktur sel-sel, yang mengandung rongga udara dengan ukuran antara 0,1 sampai 1,0 mm dan tersebar merata sehingga menjadikan sifat bata yang lebih baik untuk menghambat panas dan lebih kedap udara. Perawatan yang dipakai dengan cara penyimpanan didalam  ruangan. Benda uji yang dibuat dengan ukuran 60x20x7,5 cm bertujuan mengetahui pengaruh foaming agent terhadap kuat tekan bata dengan standar pengujian (SNI, 03-6825-2002). Hasil penelitian nilai kuat tekan pada umur 7 hari yaitu 0,489 MPa, 14 hari 0,578 MPa, dan 28 hari yaitu 0,667 MPa. Hasil penelitian  furnace bata ringan bisa bertahan di suhu < 500ºC. Hasil penelitian akustik dapat meredam suara sebesar 3%. Hasil pengujian SEM dan EDX foaming agent berfungsi sebagai  pembuat gelembung udara yang terdapat antara lekatan agregat dengan pasta semen.
Penataan Ruang Parkir Badan Jalan Untuk Meningkatkan Kinerja Ruas Jalan Sudirman-Simpang Jalan Teuku Umar Makmur, Rangga Putra; Boer, Astuti
JURNAL SAINTIS Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akibat pembangunan yang semakin meningkat secara tidak langsung  menimbulkan adanya pergerakan lalulintas yang cukup padat sehingga menyebabkan kemacetan yang terlihat di beberapa ruas jalan besar dan persimpangan di Kota Pekanbaru.Pergerakan lalulintas yang padat tersebut menyebabkan berbagai permasalahan seperti parkir badan jalan (on street parking), tundaan, hambatan samping dan lain sebagainya. Parkir di tepi jalan merupakan fenomena yang menarik untuk dipelajari karena disatu sisi merupakan pilihan yang paling umum dilakukan oleh pengemudi dan di pihak lain merupakan hambatan samping yang dapat mempengaruhi kinerja jalan Ruas jalan yang cukup tinggi aktivitas lalulintasnya diantaranya adalah kawasan ruas Jalan Jendral Sudirman dan JalanTeuku Umar Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode yang berpedoman pada buku manual kapasitas jalan indonesia (MKJI, 1997) dan Direktorat Jendral Perhubungan Darat, penataan ruang parkir pada badan jalan ini dilakukan dengan melakukan metode survei untuk mengetahui karakteristik parkir, volume lalulintas yang terjadi dan mengukur geometri jalan guna melakukan perhitungan kapasitas, derajat kejenuhan, kecepatan arus bebas dan akumulasi parker serta kebutuhan ruang parkir.  Kemudian untuk mengatasi permasalahan yang ada, dicobauntuk membuat penataan parker dengan berbagai sudut. Dalam perhitungan arus lalulintas untuk Jalan arteri primer Sudirman pada hari libur pukul 17.00 – 18.00 WIB yaitu 3127 kend/jam dan perhitungan arus lalulintas untuk Jalan Teuku Umar di dapat data arus terbesar pada hari jum’at pukul 17.00 - 18.00 WIB yaitu 463,4 kend/jam. Kemudian dihitung kejenuhannya dengan cara membagi arus dengan kapasitas dari masing – masing lokasi jalan. Dari perhitungan didapat derajat kejenuhan untuk Jalan arteri primer Sudirman dengan jumlah rata-rata perhari sebesar 0,49 dan untuk Jalan Teuku Umar sebesar 0,17 dihitung berdasarkan rata – rata perhari. Hasil perhitungan ini dapat di ketahui bahwa Jalan arteri primer Sudirman dan Jalan Teuku Umar pada tahun 2015 belum di katakan jenuh. Hal ini dapat di lihat derajat kejenuhan yang <0,75 dan apabila derajat kejenuhan >0,75 maka jalan tersebut harus ditingkatkan. Hasil dari perhitungan derajat kejenuhan (DS) yang telah dihitung mempunyai nilai < 0,75, jadi arus masih stabil dan belum mencapai titik jenuh

Page 4 of 23 | Total Record : 224