cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
ISSN : 16931475     EISSN : 25499777     DOI : doi.org/10.24114/jik
Core Subject : Health, Education,
Jurnal ini di kelola oleh Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan. Jurnal memuat tentang hasil penelitian dan hasil kajian teori dalam bidang Olahraga.
Arjuna Subject : -
Articles 343 Documents
SURVEY CEDERA OLAHRAGA PADA ATLET CABANG OLAHRAGA BOLA BASKET DI CLUB XYZ JUNIOR MEDAN LABUHAN Miftahul ihsan
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 16, No 1 (2017): Jurnal Ilmu Keolahragaan
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v16i1.6453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis cedera olahraga pada atlet cabang olahraga bola basket di Club XYZ Junior Medan Labuhan. Metode penelitiannya adalah metode deskriftif dengan teknik survey. Populasi penelitian ini adalah atlet junior bola basket di Club XYZ Medan Labuhan yang berjumlah 35 orang dan sampel penelitian adalah 21 orang dengan kriteria sampel. Tempat penelitian dilakukan di GOR Club Bola Basket XYZ Medan Labuhan. Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dalam mengumpulkan data adalah dengan tes tertulis dan wawancara dan observasi hasilpenelitian disajikan dalam bentuk tabel. Untuk mengetahui hasil survey maka data dikumpulkan dengan tes wawancara melalui format pertanyaan.Berdasarkan analisis data yang dilakukan maka diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa jenis cedera yang paling sering dialami oleh atlet Junior XYZ Medan Labuhan cabang olahraga Bola Basket adalah, cedera  lutut cedera pergelangan kaki (engkel) cedera sendi bahu sebanyak 21 sampel menyatakan  100% pernah mengalami kasus cedera tersebut, cedera bahu 20 kasus sebesar 95,2e%, cedera hamstring 18 kasus, sebesar 85,7% cedera pergelangan tangan 13 kasus sebesar 61,9%, cedera siku 13 kasus sebesar 57,1%, cedera pinggul 8 kasus sebesar 38,1% cedera jari-jari tangan 6 kasus, sebesar 28,6%, cedera tumit 5 kasus, sebesar 23,8%. 
TIGA PILAR PENDIDIKAN KARAKTER (PENDIDIKAN JASMANI, KEPRAMUKAAN DAN OUTBOUND TRAINING) Suryadi Damanik
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 13, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v13i2.6096

Abstract

Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil.  Pengembangan dan implementasi pendidikan karakter perlu dilakukan baik di sekolah maupun di luar sekolah. Berdasarkan karakteristik dan tujuan pembelajarannya maka pendidikan jasmani, pendidikan kepramukan dan Outbound training adalah tiga wadah pendidikan yang sangat tepat dalam membangun karakter generasi muda. Ketiga pendidikan ini dapat lansung menyentuh pendidikan karakter yang dikembangkan melalui aktivitas jasmani dengan pendekatan bermain serta dalam bentuk simulasi kehidupan nyata. 
MANFAAT SENAM OTAK Zulaini Zulaini
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v15i2.6140

Abstract

Selama ini orang lebih memelihara kebugaran fisik daripada otak. Padahal otak merupakan pusat dari kontrol segala aktivitas manusia. Senam otak atau brain gym dalah serangkaian latihan berbasis gerakan tubuh sederhana. Gerakan itu dibuat untuk merangsang otak kiri dan otak kanan (dimensi lateralitas); meringankan atau merelaksasi belakang otak dan bagian depan otak (dimensi pemfokusan); merangsang sistem yang terkait dengan perasaan/emosional, yakni otak tengah (limbik) serta otak besar (dimensi pemusatan). Manfaat dari senam otak adalah : meningkatkan konsentrasi, mengurangi stres, meningkatkan daya ingat, dapat berfikir lebih cepat, bagi pelajar dapat menangkap pelajaran dengan baik, dapat meningkatkan percaya diri, melawan penuaan dan meningkatkan rasa bahagia. Senam otak sebaiknya dilakukan ketika anak mulai berusia 6 tahun. Sebab, pada usia ini biasanya ia sudah dapat memberi respons terhadap apa yang dinginkan oleh orang lain. Kalau pun tidak mampu merespon, ia tetap dapat melakukan senam secara pasif. Artinya, dalam posisi berbaring, si anak tetap dapat dituntun untuk melakukan berbagai gerakan.
PENANGANAN PROKRASTINASI DALAM MENULIS SKRIPSI Doris Apriani Ritonga
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 12, No 2 (2013): JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v12i2.9712

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah mengungkapkan penanganan yang dapat dilakukan untuk menurunkan angka keterlambatan dalam menyelesaikan studi yang disebabkan perilaku prokrastinasi dalam menulis skripsi. Penanganan yang tepat diharapkan dapat dilakukan jika pemahaman juga tepat dalam menelaah prokrastinasi yang dilakukan mahasiswa dalam menulis skripsi. Pentingnya pemahaman terhadap prokrastinasi dalam menulis skripsi mendorong dilakukannya eksplorasi yang meliputi pengertian prokrastinasi, faktor penyebab dan penghubung prokrastinasi, teori-teori prokrastinasi, dan penanganan prokrastinasi.
PRAMUKA EKSTRAKURIKULER WAJIB DI SEKOLAH Saipul Ambri
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 13, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v13i2.6090

Abstract

Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Ekstrakulikuler adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan peserta didik di luar jam belajar kurikulum standar. Kepramukaan adalah gerakan pendidikan non formal, bersifat sukarela, non politik, terbuka untuk semua, tanpa membedakan asal-usul, ras, suku bangsa dan agama. Pramuka adalah warga Indonesia yang aktif dalam pendidikan kepramukaan serta mengamalkan satya dan darma pramuka.  Pramuka menjadi ekstrakulikuler wajib di sekolah untuk menjadikan pemuda yang suka berkarya. Ekstrakulikuler pramuka disekolah ada tiga model; (1)  Model Blok, (2) Model Aktualisasi, (3) Model Reguler.
HUBUNGAN KETERAMPILAN TEKNIK DASAR BOLA BASKET DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP MINAT MAHASISWA MENJADI WASIT CABANG OLAHRAGA BOLA BASKET DI FIK UNIMED Indra Darma Sitepu
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v15i1.6124

Abstract

Bidang perwasitan saat ini merupakan sektor yang berpeluang besar untuk ditekuni secara optimal oleh mahasiswa PKO FIK UNIMED. Bidang perwasitan ini termasuk layanan atau lahan yang cukup prospektif untuk dijadikan profesi kerja. Salah satunya yaitu wasit cabang olahraga bola basket. Secara keilmuan atau pengetahuan, keterampilan dan minat, pada umunya mahasiswa PKO FIK UNIMED sudah cukup menunjang. Oleh karena itu masalah penelitian ini adalah “Apakah terdapat hubungan antara keterampilan teknik dasar bola basket dan motivasi berprestasi terhadap minat mahasiswa PKO FIK UNIMED menjadi wasit cabang olahraga bola basket?” Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa putra Jurusan PKO FIK UNIMED angkatan 2011-2012 sebanyak 120 orang. Sampel penelitian ini sebanyak 60  orang yang diperoleh dengan cara acak. Instrumen penelitian ini menggunakan angket tentang motivasi berprestasi dan minat menjadi wasit cabang olahraga bola basket serta tes keterampilan bola basket. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, maka kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penguasaan keterampilan teknik dasar bola basket dan minat menjadi wasit bola basket dan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penguasaan keterampilan teknik dasar bola basket dan motivasi berprestasi secara bersama-sama terhadap minat menjadi wasit bola basket.
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK MODEL COOPERATIVE TYPE JIGSAW PADA SISWA KELAS VIII-A SMP NEGERI 10 MEDAN Rotua Elifrida Siburian
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 12, No 1 (2013): Jurnal Ilmu Keolahragaan
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v12i1.9246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) sejauhmana peningkatan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok melalui penerapan model pembelajaran Cooperative tipe jigsaw pada siswa kelas VIII-A SMP Negeri 10 Medan, (2) untuk mengetahui aktivitas siswa dalam pembelajaran lompat jauh gaya jongkok melalui kelas VIII-A SMP Negeri 10 Medan.Metode penelitian yang digunakan adala metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di SMP Negeri 10 Medan tahun pelajaran 2010/2011 pada siswa kelas VIII-A yang berjumlah 40 orang siswa. Penelitian ini dilaksanakan selama dua kali tindakan (siklus). Setiap tindakan meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data melalui tes unjuk kerja lompat jauh dan observasi.Hasil penelitian terbukti signifikan (1) melalui penerapan model pembelajaran cooperative tipe jigsaw terbukti secara efektif telah mengalami peningkatan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok siswa kelas VIII-A SMP Negeri 10 Medan. Peningkatan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok siswa kelas VIII-A SMP Negeri 10 Medan. Peningkatan hasil belajar ditunjukkan dengan perolehan ketuntasan belajar secara individu 79,52 % dan ketuntasan belajar secara kiasikal mencapai 91,67 %, dan (2) Aktivitas siswa selama pembelajaran tampak lebih efektif sejak dan siklus I hingga siklus, II dimana rata-rata waktu efektif siswa sebesar 8 1,67%, hal ini berarti bahwa siswa belajar penuh antusias sementara waktu yang tidak efektif hanya sebesar 18,33 % atau peningkatan keaktifan siswa dan siklus I dan II sebesar 63,34%. Secara umum motivasi belajar siswa mengalami peningkatan dengan berbagai hal yang menarik dan menantang siswa untuk melakukan aktivitas gerak. Kata kunci. Hasil belajar, Lompat Jauh, Tipe Jigsaw
HUBUNGAN ANTARA POWER OTOT LENGAN DENGAN KEMAMPUAN SERVIS ATAS PERMAINAN BOLA VOLI PADA SISWA SMA NEGERI 2 MAWASANGKA Muhammad Rusli; Abdul Saman; Hasan Jumareng
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 17, No 2 (2018): JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v17i2.12300

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuihubungan powerotot Lengan dengan kemampuan Servis Atas Permainan Bola Voli pada Siswa SMA Negeri 2 Mawasangka. Populasi dalam penelitian yaitu berjumlah 170 orang siswa kelas IX. Dimana siwa putra berjumlah 102 orang dan putri berjumlah 68 orang.Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive  randomsampling dengan kriteria yaitu siswa yang berjenis kelamin putra dan dapat melakukan teknik servis atas dalam permainan bola voli, yang berjumlah 102 orang.  Kemudian di random, dan peneliti akan mengambil 35% dari jumlah populasi yaitu  sampel sebanyak 36 orang.Instrument yang digunakan yaitu tesmedicine ball putuntuk mengukur kemampuan power otot lengan dan tes kemampuan servis atas permainan bola voli. Data penelitian dianalisis dengan teknik statistik korelasi product moment.Berdasarkan analisis data maka dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara power otot lengan dengan kemampuan servis atas permainan bola voli, dimana koefisien korelasi (rxy) = 0,73> nilai r tabel = 0,329,  dengan koefisien determinasi r² = 0,73² = 0,54 atau 54 % artinya powerotot lengan memberikan kontribusi atau sumbangan terhadap kemampuan servis atas permainan bola voli sebesar 54%. Sedangkan 46% dipengaruhi oleh unsur kondisi fisik lainnya  misalnyaketepatan, kelenturan dan koordinasi.
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN DRIBBLE INDIVIDUAL WITH CONE DENGAN LATIHAN ZIG-ZAG TRAJECTORY TERHADAP KECEPATAN MENGGIRING BOLA PADA PEMAIN SEPAKBOLA Mahmuddin matondang
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 12, No 1 (2013): Jurnal Ilmu Keolahragaan
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v12i1.9239

Abstract

Penelitian ini bertujuan yaitu pertama: Untuk mengetahui pengaruh latihan dribble individual with cone terhadap kecepatan menggiring bola pada pemain sepakbola. Kedua; Untuk mengetahui pengaruh latihan zig-zag trajectory terhadap kecepatan menggiring bola pada pemain sepakbola. Ketiga; Untuk mengetahui mana  yang lebih besar pengaruhnya antara latihan dribble individual with cone dan latihan  zig-zag  trajectory  terhadap kecepatan menggiring bola pada pemain sepakbola. Metode penelitian ini dengan menggunakan metode eksperimen lapangan dengan rancangan “pre test and post test group design”. Perlakuan diberikan selama 5 minggu dengan jumlah sampel 20 orang. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan dengan sistem matching pairing, kelompok pertama diberikan bentuk latihan dribble individual with cone dan kelompok kedua diberikan bentuk latihan zig-zag trajectory. Untuk mengetahui pengaruh latihan dribble individual with cone dan latihan zig-zag trajectory terhadap keterampilan menggiring bola ini, digunakan statistik dengan uji normalitas dan uji homogenitas dan setelah itu digunakan uji-t satu pihak dan untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan kedua kelompok digunakan uji-t dua pihak (gabungan). Pengujian hipotesis pertama  menunjukan  bahwa  nilai  thitung  sebesar 4,80   sedangkan nilai ttabel  pada taraf signifikan  = 0.05 dengan dk n-1 ( 10-1 = 9 ) diperoleh ttabel sebesar 1,83, Sedangkan thitung yang diperoleh lebih besar dari ttabel, (thitung = 4,80> ttabel = 1.83) berarti Ho ditolak dan Ha  diterima. Kedua bahwa thitung sebesar 3,58 sedangkan ttabel pada taraf signifikan  = 0,05 dengan dk n-1 (10-1=9) diperoleh ttabel sebesar 1.83, berarti thitung yang diperoleh lebih besar dari ttabel (thitung= 3,58> ttabel= 1.83) berarti Ho ditolak dan Ha  diterima. Ketiga menunjukan bahwa nilai thitung sebesar 0.87, harga tersebut dibandingkan dengan ttabel dengan dk n1+n2 (10+10-2 =18) pada taraf signifikan =0.05 adalah 2.10, jadi thitung < ttabel (0.87 < 2,10) berarti Ho diterima dan Ha  ditolak. Simpulan penelitian pertama: Terdapat pengaruh signifikan dari latihan dribble individual with cone terhadap kecepatan menggiring bola pada pemain sepakbola. Kedua terdapat pengaruh signifikan dari latihan zig-zag trajectory terhadap kecepatan menggiring bola pada pemain sepakbola. Ketiga latihan dribble individual with cone tidak lebih baik daripada latihan zig-zag trajectory terhadap kecepatan menggiring bola pada pemain sepakbola. Kata Kunci : Latihan Dribble Individual With Cone Dan Latihan Zig-Zag Trajectory Terhadap Kecepatan Menggiring Bola 
MEMBENTUK KARAKTER ANAK DENGAN OLAHRAGA TRADISIONAL Zen Fadli
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v14i2.6114

Abstract

Kecanggihan teknologi saat telah membawa banyak perubahan yang sangat masif bagi kehidupan manusia. Kecanggihan teknologi juga berdampak pada pola kehidupan anak masa kini, dimana mereka saat ini lebih senang bermain game sebagai salah satu kegiatan setelah mereka sekolah, dengan menyuguhkan game yang praktis dan membuat ketagihan serta bagi orang tua dijadikan alternative untuk dapat menenangkan anak ketika mereka rewel juga sebagai pengukur tingkat sosialita anak. Seperti game online, playstation, ninetendo, hingga gadget yang makin popular dikalangan anak-anak dan orang tua. Permainan tersebut tanpa disadari dapat menjadikan anak pribadi yang tertutup dan tidak peka terhadap lingkungan sekitar hingga menjadikan dia seorang yang individualis. Olahraga tradisional dapat membentuk karakter seperti disiplin, kerja sama,tanggung jawab, kepemimpinan, menghargai orang lain, percaya diri, dan jujur

Page 7 of 35 | Total Record : 343