Psikologi Konseling: Jurnal Kajian Psikologi dan Konseling
Jurnal PSIKOLOGI KONSELING diterbitkan oleh Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan yang bertujuan untuk publikasi karya ilmiah, studi literatur, studi kasus, dan laporan hasil penelitian. Jurnal PSIKOLOGI KONSELING merupakan wadah bagi peneliti, staf pengajar (dosen dan guru pembimbing/Konselor) dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengembangkan khasanah keilmuan dalam bidang Psikologi dan Konseling serta ilmu-ilmu yang berkaitan. Adapun artikel yang diterbitkan pada jurnal ini adalah hasil penelitian yang fokus pada masalah persepsi, sikap, kognisi, dan perilaku manusia terutama dalam dunia pendidikan. Hal lainnya adalah penelitan pengembangan baik instrumen, program BK, bahan atau materi bimbingan, strategi atau teknik BK, model BK, media BK dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kajian keilmuan bimbingan dan konseling.
Articles
315 Documents
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN KENAKALAN REMAJA DI KELURAHAN MABAR HILIR
Nini Sriwahyuni
PSIKOLOGI KONSELING Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v10i1.9633
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara kontrol diri dengan kenakalan pada remaja di Kelurahan Mabar Hilir. Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan menggunakan instrument skala kontrol diri yang disusun dari aspek-aspek kontrol diri menurut Averilln dan skala kenakalan remaja yang disusun dari aspek-aspek kenalakan remaja menurut Jansen. Data penelitian ini diambil dari 40 sampel yang dianalisis menggunakan rumus product moment dari Carl Person. Berdasarkan analisis data maka diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dengan kenakalan remaja dengan = 0.421 Sig 0.04, p < 0.05. 2) dengan sumbangan 17.7% dari kontrol Diri terhadap kenakalan remaja. Hal ini berarti masih ada 82.3% faktor lain yang mempengaruhi kenakalan remaja, dintaranya identitas, usia, jenis kelamin, harapan terhadap pendidikan dan nilai-nilai di sekolah, proses keluarga, pemgaruh teman sebaya, kelas sosial ekonomi dan kualitas lingkungan sekitar tempat tinggal.
Pengaruh Pola Asuh Permisif Orangtua Terhadap Kedisiplinan Belajar Anak di Lingkungan Pasar Baru Kelurahan Padang Masiang, Barus Kabupaten Tapanuli Tengah
Sani Susanti, M.Pd;
Elli Yana Ginting
PSIKOLOGI KONSELING Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v11i2.13389
Masalah dalam penelitian ini yaitu sikap orangtua yang tidak peduli akan perkembangan anak remajanya sehingga menyebabkan kedisiplinan belajar anak menurun. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menjelaskan pengauh pola asuh permisif orangtua terhadap kedisiplinan belajar anak di Lingkungan Pasar Bari. Penelitian ini merupakan penelitian bersifat deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah anak remaja ( 13-15 tahun) beserta dengan orangtua remajanya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawncara, dan angket. Teknik analiis data yang digunakakan adalah koefisien produk moment dan uji t pada taraf signifikan alpha 0,05. Hasil uji analisis data pada taraf signifikan diperoleh rhitung (0,559) > rtabel (0,312). Hasil uji t diperoleh thitung (4,14) > ttabel (1,68). Sesuai dengan penerimaan dan penolakan hipotesis, maka hipotesis kerja (Ha) yang diajukan diterima pada taraf signifikansi 95%. Berdasarkan hasil analisis data tersebut ternyata dapat dikatakan orangtua di daerah pasar baru menggunakan pola asuh permisif yang mempunyai sifat negatif dimana mereka tidak peduli terhadap perkembangna kedisiplinan belajar anaknya.Kata Kunci : Pola Asuh; Permisif; Disiplin Belajar
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK SOSIODRAMA PADA SISWA KELAS VIII-4 SMP NEGERI 1 TIGAPANAH KAB. KARO TAHUN AJARAN 2014/2015
RUTH VITRIANI GINTING
PSIKOLOGI KONSELING Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v6i1.5601
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas VIII-4 SMP Negeri 1 Tigapanah Tahun Ajaran 2014-2015. Untuk memperoleh data, peneliti melakukan pengumpulan data melalui angket. Instrumen yang digunakan adalah angket keterampilan berpikir kritis untuk menjaring data tentang keterampilan berpikir kritis siswa yang sebelumnya diuji cobakan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas angket. Instrumen diberikan sebelum dan sesudah pemberian layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling (PTBK) yang terdiri dari 2 siklus, siklus I dan siklus II masing-masing siklus dilakukan dua kali pertemuan. Analisis data menggunakan perhitungan Persentase. Berdasarkan hasil analisis angket sebelum diberikan tindakan, diketahui bahwa dari 31 orang siswa diperoleh 10 orang siswa yang bermasalah dalam keterampilan berpikir kritis. Sepuluh orang siswa tersebut 2 memperoleh skor dengan kriteria tinggi dan 2 orang dengan kriteria sedang dan 6 orang dengan kriteria rendah. Dari hasil analisis data pada siklus I setelah diberikan tindakan diketahui 4 orang siswa yang mengalami peningkatan kemampuan keterampilan berpikir, sehingga persentase keberhasilan memperoleh 40%. Pada siklus II terjadi peningkatan pada keterampilan berpikir kritis siswa yaitu 80% karena diperoleh 8 orang siswa yang mengalami peningkatan. Walaupun masih ada 2 orang siswa yang dikategorikan sedang, namun tingkat keberhasilan layanan sudah mencapai target yakni di atas 75%. Sedangkan jika dilihat keberhasilan keseluruhan siswa yang mengikuti kegiatan yaitu mencapai 93,5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama pada kelas VIII-4 di SMP Negeri 1 Tigapanah Tahun Ajaran 2014-2015.
PENGARUH PEMBERIAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP KEMANDIRIAN SISWA YANG TIDAK AKTIF MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA PADA SISWA KELAS VII-4 DI SMP NEGERI 2 BANDAR KHALIPAH
Riza Hariati Siregar;
Zuraida Lubis
PSIKOLOGI KONSELING Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v13i2.12198
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemandirian siswa yang tidak aktif mengikuti ekstrakurikuler pramuka di Kelas VII-4 SMP Negeri 2 Bandar Khalipah. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan eksperimen semu, dengan desain pre test-post test one group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII-4. Sampel ditarik dengan menggunakan metode purposive sampling sebanyak 10 orang yang berasal dari kelas VII-4 dengan sampel yang homogen. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan angket kemandirian siswa berjumlah 37 item pernyataan yang telah valid dan reliabel kemudian data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Dari analisis data diperoleh J hitung = 21 dengan a = 0,05, adapun J tabel = 8. Dari data tersebut terlihat bahwa Jhitung > JTabel dimana 17 > 4. Artinya hipotesis diterima. Data pre-test kemandirian siswa yang tidak aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler diperoleh skor rata-rata 72,5 sedangkan data post-test kemandirian siswa yang tidak aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler diperoleh skor rata-rata sebesar 83,6. Artinya skor rata-rata siswa setelah mendapat bimbingan kelompok lebih tinggi dari pada sebelum mendapat bimbingan kelompok kemandirian siswa yang tidak aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di kelas VII-4 SMP Negeri 2 Bandar Khalipah.Kata Kunci : Layanan Bimbingan kelompok, Kemandirian.
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK DISKUSI TERHADAPMENGURANGI KEBIASAAN MENONTON FILM SINETRON DI SMP NEGERI I BATANG KUIS
Muhammad Khuzairi Batubara
PSIKOLOGI KONSELING Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v9i2.5334
Masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh pemberian layanan bimbingan kelompok teknik diskusi terhadap mengurangi kebiasaan menonton film sinetron khususnya yang bertema percintaan remaja dan bertendensi negatif di Kelas VIII SMP Negeri I Batang Kuis Tahun Ajaran 2016/2017. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok teknik diskusi terhadap mengurangi kebiasaan menonton film sinetron khususnya yang bertema percintaan remaja dan bertendensi negatif di kelas VIII SMP Negeri I Batang Kuis Tahun Ajaran 2016/2017.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasy experiment). Dengan desain pre-test dan post-test. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-6 yang berjumlah 9 orang. Instrumen pengumpulan data dengan menggunakan angket untuk mengetahui kebiasaan menonton film sinetron khususnya tentang tema percintaan remaja dan bertendensi negatif pada siswa. Angket diuji cobakan dan dianalisis untuk mendapatkan angket yang valid dan reliabel. Teknik analisis data menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan kelompok teknik diskusi berpengaruh terhadap mengurangi kebiasaan menonton film sinetron pada siswa di SMP Negeri I Batang Kuis Tahun Ajaran 2016/2017. Hal ini tergambar dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung = 15,53 untuk responden sebanyak 9 orang diperoleh ttabel 2,306, tampak bahwa thitung > ttabel. Maka hipotesa alternatif yang diajukan diterima pada signifikan taraf 0,05%. Artinya ada pengaruh yang signifikan antara pelaksanaan bimbingan kelompok teknik Diskusi terhadap mengurangi kebiasaan menonton film sinetron khususnya tentang tema percintaan remaja dan bertendensi negatif di kelas VIII SMP Negeri I Batang Kuis Tahun Ajaran 2016/2017.
PENGARUH KONSELING INDIVIDUAL TEKNIK SELF CONTROL TERHADAP GAYA HIDUP KONSUMTIF PADA SISWA KELAS XI SMA HARAPAN 1 MEDAN T.A 2017/2018
Tri Wulandari;
Zuraida Lubis
PSIKOLOGI KONSELING Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v12i1.12185
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling individual teknik self control terhadap gaya hidup konsumtif pada siswa kelas XI SMA Harapan 1 Medan TA 2017/2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dengan desain one group pre-test dan post-test design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI yang terdiri dari 4 orang siswa. Instrument yang digunakan adalah skala untuk mengetahui gaya hidup konsumtif siswa. Instrument diberikan sebelum dan sesudah pelaksanaan konseling individual teknik self control. Teknik analisis data yang diperoleh menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah nilai Jhitung = 3 dengan a = 0,05 dan n = 4, maka berdasarkan daftar, Jtabel = 0. Dengan demikian Jhitung > Jtabel ( 3 > 0 ). Data Pre-test diperoleh rata – rata 156 termasuk kategori tinggi sedangkan data post-test atau setelah pemberian layanan konseling individual teknik self control diperoleh skor rata-rata 97 termasuk kategori rendah. Artinya rata – rata siswa setelah mendapat layanan konseling individual dengan teknik self control lebih rendah daripada sebelum mendapat layanan konseling individual dengan teknik self control. Perubahan penurunan interval gaya hidup konsumtif siswa setelah diberi layanan konseling individual dengan teknik self control sebesar 37,82%. Hal ini menunjukan ada pengaruh pemberian konseling individual dengan teknik self control terhadap gaya hidup konsumtif siswa kelas XI SMA Harapan 1 Medan T.A 2017/2018 atau hipotesis diterima.Kata kunci: Konseling Individual; Teknik Self Control; Gaya Hidup Konsumtif
Program Bimbingan Karir untuk Mengembangkan Konsep Diri dalam Pemilihan Karir Siswa SMA
Aniek Wirastania
PSIKOLOGI KONSELING Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v8i1.5229
Konsep diri adalah keseluruhan (totalitas) dari penerapan yang dimiliki seseorang terhadap dirinya, sikap tentang dirinya dan keseluruhan gambaran diri. Program bimbingan karir didefinisikan sebagai serangkaian kegiatan untuk mendapatkan atau membantu sesuatu yang berdasarkan pada pengembangan teori yang diaplikasikan secara nyata. Penelitian ini akan melihat efektifitas program bimbingan karir dalam mengembangkan konsep diri siswa dalam pemilihan karir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental design (eksperimen semu). Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui metode dokumentasi. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes dan nontes. Instrumen tes dengan menggunakan angket konsep diri dalam pemilihan karir, sedangkan non tes dengan menggunakan observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji wilcoxon yang pengujiannya dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS 17, didapatkan hasil 0, 018. Nilai ini bermakna terdapat perbedaan skor konsep diri dalam pemilihan karir siswa sebelum dan sesudah mengikuti sesi program bimbingan karir. Hasil penelitian ini adalah program bimbingan karir dapat efetif dalam mengembangkan konsep diri dalam pemilihan karir siswa.
PENGARUH PEMBERIAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK PENDEKATAN RATIONAL EMOTIVE THERAPHY TEKNIK LIVE MODEL TERHADAP KECEMASAN KARIR MAHASISWA BK REGULER A 2015
Wulan Maulidya;
Zuraida Lubis
PSIKOLOGI KONSELING Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v11i2.9638
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok pendekatan Rational Emotive Theraphy teknik Live Model terhadap tingkat kecemasan karir pada mahasiswa bimbingan dan konseling kelas Reguler A 2015 Universitas Negeri Medan Tahun Ajaran 2016/2017. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa BK Reguler A 2015 yang berjumlah 7 orang. Pengambilan sampel dilakukan mengunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan angket yang di sebar kemudian di analisis dengan metode menggunkan uji Wilcoxon. Hasil analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah nilai Jhitung = 3 dengan α = 0,05 dan n = 7, maka berdasarkan daftar, Jtabel = 2 Dengan demikian Jhitung > Jtabel (3 > 2 ). Artinya hipotesis diterima. Data pre-test di peroleh rata-rata 120,42, sedangkan setelah pemberian konseling kelompok pendekatan Rational emotive Theraphy teknik Live Model (post-test) diperoleh rata-rata 171,28 artinya skor rata-rata mahasiswa setelah mendapatkan layanan konseling kelompok pendekatan Rational emotive Theraphy teknik Live Model lebih tinggi dari pada sebelum mendapatkan layanan konseling pendekatan Rational emotive Theraphy teknik Live Model yang mana artinya tingkat kecemasan karir mahasiswa tersebut berkurang. Perubahan penurunan tingkat kecemasan karir mahasiswa setelah diberikan layanan konseling kelompok pendekatan Rational emotive Theraphy teknik Live Model sebesar 42,23%. Hal ini menunjukan bahwa ada pengaruh pemberian layanan konseling kelompok pendekatan Rational emotive Theraphy teknik Live Model terhadap tingkat kecemasan karir mahasiswa BK Reguler A 2015 Universitas Negeri Medan Tahun Ajaran 2016/2017 atau hipotesis dapat di terima.
Gambaran Kematangan Karir Ditinjau dari Jenis Kelamin pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan dan Sekolah Menengah Umum Perguruan Panca Budi Medan
Nafeesa Nafeesa;
Azhar Aziz;
Suryani Hardjo
PSIKOLOGI KONSELING Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v7i2.5112
Tugas perkembangan remaja adalah memilih dan mempersiapkan karir. Kualitas pemilihan karir ditentukan oleh tingkat kematangan karir. Masa remaja adalah masa yang tepat untuk mempersiapkan karir, karena remaja mulai memikirkan masa depan secara bersungguh-sungguh. Memilih dan mempersiapkan karir merupakan salah satu tugas perkembangan remaja, sehingga tugas perkembangan ini perlu diselesaikan dengan baik, karena dapat mempengaruhi masa depan individu. banyaknya siswa yang belum mencapai kematangan karir yang memadai. Namun banyak para siswa sekolah lanjutan kebingungan dalam menentukan jurusan di sekolah dan di perguruan tinggi, kecenderungan siswa yang selalu bergantung pada teman dan orang tua dalam memilih karir dan siswa belum mempunyai perencanaan yang matang mengenai pendidikan maupun pekerjaan yang akan diminati. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuatitatif yang bertujuan ingin melihat Gambaran kematangan karir ditinjau Dari Jenis Kelamin pada siswa SMK dan SMU di Perguruan Panca Budi Medan. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Kematangan Karir yang disusun berdasarkan dimensi kematangan karir dan di format berdasarkan skala Likert. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA dan SMK Kelas X Perguruan Panca Budi yang berjumlah 360 siswa.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Random sampling, dimana semua populasi memiliki kesempatan untuk menjadi sampel dalam penelitian, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 150 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kematangan karir yang sangat signifikan antara siswa laki-laki dengan siswa perempuan. Hasil ini diketahui dengan melihat nilai atau koefisien perbedaan Anava F = 46,518 dengan koefisien signifikansi 0,000. Hal ini berarti nilai signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari 0,010.Dengan demikian maka hipotesis yang diajukan yang berbunyi ada perbedaan kematangan karir antara siswa laki-laki dengan siswa perempuan, dinyatakan diterima. Diketahui bahwa siswa perempuan memiliki kematangan karir yang lebih tinggi dengan nilai rata-rata 90,663 dibandingkan dengan nilai rata-rata kematangan karir siswa laki-laki dengan nilai rata-rata 82,862.
Hubungan Interaksi Sosial Dengan Perkembangan Moral Pada Remaja Di SMA UISU Medan
Anna Waty
PSIKOLOGI KONSELING Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v10i1.9629
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan snteraksi sosial dengan perkembangan moral pada pemaja di SMA UISU. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa SMA UISU sebanyak 114 siswa/siswi yang terdiri dari kelas X (53 siswa), dan XI (61 siswa). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling, Sampel yang digunakan diperoleh dari 50% jumlah keseluruhan siswa dari masing-masing kelas, jadi sampel yang di dapatkan dari kelas X sebanyak 27 siswa, dari siswa kelas XI sebanyak 30 siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analis korelasi Product Moment. Berdasarkan hasil analisis dengan Metode Analisis Korelasi Product Moment, diketahui bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara Interaksi sosial dengan Perkembangan moral, dimana rxy = 0,362 ; p = 0.001 < 0,005. Artinya semakin Baik Interaksi sosial, maka semakin Baik Pekembangan moral. Koefisien determinan (r2) dari hubungan antara variabel bebas X dengan variabel terikat Y adalah sebesar r2 = 0,131. Ini menunjukkan bahwa Perkembangan moral dibentuk oleh Interaksi sosial sebesar 13,1%