cover
Contact Name
Rafael Lisinus Ginting
Contact Email
rafaelginting@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
psikologikonseling23@unimed.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Psikologi Konseling: Jurnal Kajian Psikologi dan Konseling
ISSN : 20858086     EISSN : 25027190     DOI : https://doi.org/10.24114/konseling.v21i2
Core Subject : Education,
Jurnal PSIKOLOGI KONSELING diterbitkan oleh Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan yang bertujuan untuk publikasi karya ilmiah, studi literatur, studi kasus, dan laporan hasil penelitian. Jurnal PSIKOLOGI KONSELING merupakan wadah bagi peneliti, staf pengajar (dosen dan guru pembimbing/Konselor) dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengembangkan khasanah keilmuan dalam bidang Psikologi dan Konseling serta ilmu-ilmu yang berkaitan. Adapun artikel yang diterbitkan pada jurnal ini adalah hasil penelitian yang fokus pada masalah persepsi, sikap, kognisi, dan perilaku manusia terutama dalam dunia pendidikan. Hal lainnya adalah penelitan pengembangan baik instrumen, program BK, bahan atau materi bimbingan, strategi atau teknik BK, model BK, media BK dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kajian keilmuan bimbingan dan konseling.
Articles 343 Documents
PENGARUH WORK-LIFE BALANCE TERHADAP KINERJA PADA KARYAWAN PT X Widyastuti, Dea Putri; Fahlevi, Reza; Basaria, Debora
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v16i1.60177

Abstract

High productivity is expected to produce efficient and effective work. High productivity is needed for companies whose focus is producing goods, PT X is one of the companies whose focus is producing SIM Card and vouchers. In measuring success, human resources are the main factor that ensures the sustainability of the organization. One of the most important issues related to human resources is performance, performance is a reference for every company or organization to evaluate the continuity in achieving the goals of the company or organization. So that the easier it is for the company to achieve its goals, the better the performance of the employees there and vice versa. Work-life balance is one of the factors that can affect employee performance. This research approach uses quantitative methods as a research method with participants totaling 205 employees. The Work-life Balance Scale and Individual Work Performance Questionnaire (IPWQ) measuring instruments were used in this study. The data analysis process uses the IBM SPSS Statistic 25.0 application to test descriptive statistics of respondents and descriptive variables, validity test (R), reliability test (α), and linear regression test/hypothesis test (T). The results obtained work-life balance has an effect of 6.8% on employee performance, with a sig value of 0.000 <0.05.
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN PERILAKU KONSUMTIF (COMPULSIVE BUYING) PADA MAHASISWA UKSW ETNIS MINAHASA Sangian, Syeren Christi Lanes
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v16i1.60187

Abstract

Mahasiswa perantau memiliki banyak kebutuhan yang harus dipenuhi walaupun masih dalam tanggung jawab orang tua masing-masing. Pola gaya hidup yang tercipta pada mahasiswa perantau salah satunya yaitu perilaku konsumtif (compulsive buying). Pengembangan gaya hidup pada mahasiswa perantau ini termasuk pada pengembangan identitas diri dan penilaian diri yang merupakan aspek dari konsep diri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara konsep diri dengan perilaku konsumtif pada mahasiswa etnis Minahasa yang berkuliah di UKSW. Partisipan penelitian adalah mahasiswa UKSW Etnis Minahasa berjumlah 30 orang. Pengumpulan data menggunakan skala Konsep Diri yang terdiri dari 11 aitem dan skala Perilaku Konsumtif (Compulsive Buying) yang terdiri dari 22 aitem yang keduanya telah memenuhi syarat reliabilitas yang baik. Analisis data menggunakan analisis korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Konsep Diri dan Perilaku Konsumtif (Compulsive Buying) memiliki hubungan positif yang tidak signifikan dengan hasil r = 0,019 dengan nilai sig 0,459 (p < 0,05). Melalui penelitian ini diharapkan dapat membantu mengembangkan konsep diri yang positif sehingga dapat meminimalisir munculnya perilaku konsumtif (compulsive buying).
Literatur Review: Layanan Penguasaan Konten dengn Teknik Kontrak Perilaku untuk Mengembangkan Kemampuan Manajemen Waktu Siswa Bunda, Thessia Permata; Firman, Firman; Netrawati, Netrawati; Mohd Nazri, Abdul Rahman
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v16i1.60223

Abstract

Manajemen waktu merupakan cara seseorang dalam mengelola, memanfaatkan mengalokasikan waktu yang dimilikinya, antara kebutuhan dan keinginan individu harus diatur dan disusun dengan sebaik-baiknya serta melakukan perencanaan, penjadwalan, dan mengurutkan prioritas sesuai dengan kepentinya. Kemampuan manajemen wakktu siswa perlu dikembangkan agar mampu menjalankan, mengalokasikan dan memanfaatkan waktu yang mereka miliki dengna sebaik-baiknya agar tidak terbuang sia-sia. Salah satu strategi untuk membantu siswa menjadi pengelola waktu yang lebih baik adalah dengan menggunakan pendekatan kontrak perilaku dalam hubungannya dengan layanan penguasaan konten. Oleh karena itu penulis bermaksud untuk mengkaji penelitian sebelumnya tentang layanan penguasaan konten berbasis kontrak perilaku yang membantu siswa dalam mengasah kemampuan manajemen waktu mereka.Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur dengan pengumpulan data dari temuan terkait. Tujuan tinjauan literatur studi ini adalah untuk menginformasikan kepada pembaca tentang temuan penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan pembahasan ini.  Teknik analisis yang dipakai adalah analisis isi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa layanan penguasaan konten berbasis kontrak perilaku terbilang efektif dalam membantu siswa mengembangkan kemampuan manajemen waktu mereka. Banyak penelitian yang terdahulu menggunakan layanan penguasaan konten dengan teknik kontrak perilaku dalam mengembangkan kemampuan manajemen waktu siswa.
Layanan Informasi Menggunakan Pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Dalam Menurunkan Pornografi di Kalangan Siswa SMA Fitri, Maulida; Firman, Firman; Netrawati, Netrawati; Abdul Rahman, Mohd Nazri
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v16i1.60224

Abstract

Pornografi dianggap sesuatu yang lumrah dan merupakan bagian dari arus globalisasi zaman saat ini. Pornografi berdampak negatif terhadap perubahan sikap dan perilaku karena orang cenderung melakukan apa yang mereka lihat pada konten pornografi. Pornografi juga dapat membuat pelakunya mengalami kecanduan atau adiksi. Layanan konseling menangani banyak kasus pornografi. Salah satu jenis konseling yang diberikan kepada individu yang memiliki kecenderungan pornografi adalah konseling informasi menggunakan pendekatan cognitive behavioral therapy (CBT). Dalam artikel ini akan membahas manfaat CBT dalam mengurangi kecenderungan pornografi siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur  dari penelitian-penelitian sebelumnya dan temuan lain yang relevan, dimana data didapat dari mengidentifikasi masalah penelitian, mengumpulkan data dan informasi yang berkaitan dengan topik, dan mengevaluasi kerangka teori yang digunakan untuk mengatasi masalah tersebut.Metode analisis yang digunakan adalah analisi content. Temuan penelitian ini menunjukkan CBT dapat membantu siswa untuk menjauhi pornografi. Beberapa penelitian sebelumnya telah menggunakan metode ini untuk mengatasi pornografi. Layanan dan teknik ini efektif digunakan dalam kasus pornografi dikarenakan CBT dapat membantu siswa untuk mengubah perilaku dan pola pikir mereka tentang pornografi, sedangkan layanan informasi dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang pornografi, dan CBT dapat membantu siswa menerapkan pengetahuan dan pemahaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Perbedaan Kesepian pada Dewasa Muda yang Tidak Berpacaran Ditinjau Dari Jenis Kelamin Putri Wulandari, Luh Komang Tresia; Nurcahyo, Firmanto Adi
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v16i1.60374

Abstract

Pada tahap perkembangan dewasa muda individu akan mengalami krisis psikososial antara intimasi dengan isolasi. Individu yang tidak berhasil membangun intimasi dengan orang lain akan mengalami perasaan kesepian. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kesepian adalah jenis kelamin. Beberapa penelitian menemukan laki-laki yang memiliki tingkat kesepian lebih tinggi dibanding perempuan, namun beberapa temuan lain justru menemukan perempuan yang lebih merasa kesepian dibanding laki-laki bahkan terdapat temuan yang tidak menemukan perbedaan sama sekali. Oleh karena itu penelitian ini ingin mengetahui perbedaan tingkat kesepian antara laki-laki dan perempuan dewasa muda yang tidak berpacaran. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability sampling dengan model convenience sampling. Adapun kriteria responden dalam penelitian ini adalah berusia 18 “ 40 tahundan sedang tidak berpacaran. Kesepian diukur dengan Revised University of California, Los Angeles Loneliness Scale Version 3 (R-UCLA 3) yang memiliki reliabilitas sebesar 0,895. Hasil uji hipotesis menggunakan uji Independent Sample t-Test pada 110 responden menemukan t hitung sebesar 1,060 (t hitung < t Tabel 1,982) dengan nilai signifikansi sebesar 0,292 (p > 0,05) yang berarti tidak terdapat perbedaan tingkat kesepian antara laki-laki dan perempuan dewasa muda yang tidak berpacaran.
Hubungan Antara Kesehatan Mental dan Berpikir Kritis Dengan Kemandirian Belajar Siswa Kur'ani, Nur
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v16i1.60621

Abstract

Perkembangan kemandirian siswa sangat mempengaruhi perilaku siswa dalam belajar. Namun dalam perkembangan kemandirian belajar siswa dipengaruhi oleh Kesehatan mental siswa dan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Kesehatan mental dan kemampuan berpikir kritis dengan kemandirian belajar siswa. hipotesis yang diajukan ialah: 1) ada hubungan antara Kesehatan mental dengan kemandirian belajar siswa; 2) ada hubungan antara kemampuan berpikir kritis dengan kemandirian belajar siswa; 3) ada hubungan antara Kesehatan mental dan kemampuan berpikir kritis dengan kemandirian belajar siswa. metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini ialah siswa kelas XI di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Pontianak. Jumlah subjek yang diteliti sebanyak 48 siswa diambil dengan menggunakan proporsional random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan: 1) ada hubungan Kesehatan mental dengan kemandirian belajar siswa sebesar 48,8%; 2) ada hubungan kemampuan berpikir kritis dengan kemandirian belajar siswa sebesar 29,4%; 3) ada hubungan antara Kesehatan mental dan kemampuan berpikir kritis secara bersama-sama dengan kemandirian belajar siswa dengan nilai koefisien korelasi berganda sebesar 48,9%. Selanjutnya kontribusi variable x1 (Kesehatan mental) dan variable x2 (kemampuan berpikir kritis) terhadap variable Y (kemandirian belajar siswa) sebesar 23,9% sisanya 76,1% dipengaruhi oleh factor lain.
Adjustment of Veiled Women in Yo Penyesuaian Diri Perempuan Bercadar Di Yogyakarta: Penyesuaian Diri Perempuan Bercadar Di Yogyakarta Mardjuki, Hidayati
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 19 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran penyesuaian diri perempuan bercadar di Yogyakarta, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, teknik pengambilan data wawancara dilakukan pada 6 subjek yang melakukan penyesuaian diri di lingkungan masyarakat Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran penyesuaian diri perempuan bercadar di Yogyakarta yaitu : ke enam subjek perempuan bercadar yang melakukan penyesuaian diri tersebut memiliki kesadaran bersosial yang cukup signifikan sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing, cukup mampu memahami keadaan diri sendiri dengan kondisi yang bercadar, mengendalikan diri sendiri sehingga dapat mengontrol emosi apabila realita tidak sesuai ekspektasi yang penuh tantangan ketika memakai cadar, menyesuaikan diri semampunya sesuai kondisi ketika berbaur di lingkungan masyarakat, dan mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi di lingkungan sekitarnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri perempuan bercadar di Yogyakarta yaitu kondisi jasmani ketika memakai cadar menjadi lebih terjaga serta kulit terlindungi dari paparan sinar matahari dan penyakit menular. Berada pada kondisi psikologis yang sehat dan sadar ketika berbaur dengan masyarakat. Membutuhkan keistiqomahan diri dan lingkungan yang mendukung serta menguatkan untuk bercadar. Mampu menyelesaikan masalah dan menunjukkan akhlak baik di lingkungan masyarakat. Cukup sabar serta mampu mengelola emosi ketika ada yang menghina cadar yang dikenakannya. Mengoptimalkan menjaga mental yang sehat dan kuat ketika bergabung dengan masyarakat. Termotivasi untuk mengenakan cadar melalui panggilan hati, suami yang mendukung, dan melalui ajakan teman-teman pengajian. Lingkungan rumah menjadi tempat awal memakai cadar, dari sejak awal mendapatkan dukungan penuh dari suami dan anak-anak. Memakai cadar di lingkungan keluarga besar, awalnya keluarga masih belum menerima, setelah melalui proses akhirnya diterima keluarga dengan kondisinya yang bercadar. Otomatis diterima bercadar di lingkungan sekolah anak karena mayoritas sekolah anak berbasis pondok pesantren dimana para ustadzah dan murid perempuan ada yang memakai cadar. Turut aktif dalam berbagai kegiatan positif di lingkungan masyarakat. Kata Kunci: penyesuaian diri, perempuan bercadar, Yogyakarta
Pengaruh Murottal Al-Qur’an terhadap Daya Ingat Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta Asyifa Azdkiah Haqiqi; Nihayatun Naja; Ayu Dwi Lestari Putri; Aisyah Elsa Setyadi; Siti Rafifah Qonitah Aminuddin; Ricki Bayu Saputra; Alifa Choirun Nisa
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 19 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the effect of Qur’anic murottal on memory performance among students of Universitas Muhammadiyah Surakarta. The research employed an experimental method using a post-test control group design. The sample consisted of 30 students randomly divided into experimental and control groups. The instrument used was the Merkaufgaben (ME) subtest from the Intelligenz Struktur Test (IST). Mann-Whitney test results showed a significance value of 0.041 (≤ 0.05), indicating that the hypothesis is accepted. The findings suggest that listening to Qur’anic murottal has a positive impact on students’ memory performance.
Efektivitas Pelatihan Asertif Untuk Meningkatkan Keterbukaan Diri pada Mahasiswa Introver di Kota Makassar R.Hadadi, Alviyuniasticha Irmayanti Putri; Muhammad Nur Hidayat Nurdin; Perdana Kusuma
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 19 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v19i2.69108

Abstract

The task of early adult development is to find and run a job and build relationships in a social environment. Self-openness is important for psychology students both in the learning process and in interaction with others. Individuals who do not have self-disclosure skills will have difficulty communicating with other individuals. Introverted individuals are individuals who tend to close themselves off and not open up. Students should have high self-disclosure, but the fact is that students who have self-disclosure in the low category are not few. This study aims to see the effectiveness of assertive training to increase self-disclosure in introverted students. Participants in this study were introverted students majoring in psychology in the city of Makassar who had low-to-medium self-disclosure scores. The method used in this study is a true experiment. The data was analysed using an independent sample t test. The results of the study show that assertive training is effective in increasing self-disclosure in introverted students. The pretest value before treatment was shown with a mean of 27.63 and the post-test value after treatment was given with a mean of 39.50 with a significance value of 0.01 (p<0.05).
Pengaruh Modal Psikologis dan Persepsi Dukungan Organisasi terhadap Kesejahteraan di Tempat Kerja pada Karyawan di PT X Rina Andina; Dian Dwi Nur Rahmah
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 19 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apabila setiap karyawan dipandang sebagai modal manusia bagi perusahaan, maka sangat berharga dalam memedulikan pertumbuhan dan kesejahteraannya di tempat kerja hingga akhirnya menentukan kesuksesan jangka panjang bagi perusahaan. Namun, kurangnya modal psikologis dan rendahnya persepsi dukungan organisasi akan berdampak negatif terhadap kesejahteraan di tempat kerja bagi karyawan. Penelitian ini pun bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal psikologis dan persepsi dukungan organisasi terhadap kesejahteraan di tempat kerja. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan subjek sebanyak 90 karyawan swasta di PT X. Metode pengumpulan data berupa skala kesejahteraan di tempat kerja, modal psikologis, dan persepsi dukungan organisasi, serta teknik analisis data ialah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh positif yang signifikan antara modal psikologis dan persepsi dukungan organisasi terhadap kesejahteraan di tempat kerja dengan kontribusi pengaruh sebesar 64.1%; (2) terdapat pengaruh positif yang signifikan antara modal psikologis terhadap kesejahteraan di tempat kerja dengan kontribusi pengaruh sebesar 48.7%; (3) terdapat pengaruh positif yang signifikan antara persepsi dukungan organisasi terhadap kesejahteraan di tempat kerja dengan kontribusi pengaruh sebesar 42.6%. Maka, implikasi dari penelitian ini adalah perusahaan perlu menyediakan program intervensi pengembangan modal psikologis dan persepsi dukungan organisasi agar dapat berdampak positif terhadap kesejahteraan di tempat kerja bagi setiap karyawan. Kata Kunci: kesejahteraan di tempat kerja; modal psikologis; persepsi dukungan organisasi