cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Portal: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20857454     EISSN : 2622576X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Portal: Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal berkala ilmiah nasional yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Lhokseumawe sebagai wadah menyebarluaskan hasil penelitian dalam bidang ilmu Teknik Sipil untuk Dosen, Praktisi dan Mahasiswa. Portal terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2020)" : 6 Documents clear
ANALISIS PENANGANAN LONGSORAN DENGAN PERKUATAN MINI PILE MENGGUNAKAN SOFWARE PLAXIS V 8.2 PEMBANGUNAN JALAN TOL BALIKPAPAN SAMARINDA Juandra Hartono HARTONO
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v12i1.1770

Abstract

Kondisi geologi Jalan Tol Balikpapan-Samarinda berupa daerah perbukitan dan cekungan, batuan dasar berupa batu lempung, serpih dan lignit yang berpotensi menjadi bidang perlemahan. Permasalahan geoteknik terkait identifikasi longsoran di lokasi Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Sta. 2+850 – Sta. 3+125 adalah terjadinya kelongsoran. Pekerjaan tanah timbunan sudah pernah dilakukan namun hasilnya kurang begitu sempurna sehingga saat ini muncul kerusakan pada daerah tersebut. Untuk memperbaiki kegagalan yang terjadi perlunya peninjauan ulang dilapangan. Analisis faktor aman sebelum terjadi kelongsoran didapatkan hasil yang aman sedangkan secara aktual di lapangan mengalami kelongsoran sehingga perlu dilakukan kilas balik dengan melakukan analisa balik. Untuk memperbaiki serta untuk menjamin stabilitas struktur di masa datang perlu dilakukan rekayasa geoteknik berupa teknologi perkuatan lereng. Salah satu metode yang dipakai untuk perkuatan yaitu (mini pile). Mini pile memiliki kemampuan menghambat pergeseran tanah pada bidang longsornya. Mini pile yang digunakan sebagai alternatif penanganan berupa beton bertulang dengan panjang 6 m dan 9 m dengan jarak antar mini piles adalah 1 meter.  Metode yang digunakan untuk menganalisa denganmenggunakan program Plaxis versi 8.20.Berdasarkan hasil analisa Program Plaxis didapatkan SF = 1,139 s/d 1,832 sedangkan untuk aman dilapangan digunakan SF 1,30. Hasil perhitungan penanganan longsoran sebelum dilakukan penanganan didapatkan total displacement sebesar 0,109 m dan SF = 1,139, hal ini memunjukkan bahwa pekerjaan timbunan dilapangan masih cukup kritis dari sisi desain. Bila dilakukan perkuatan dengan model 1 (perkuatan dengan mini pile) ataupun dengan model 2 (perkuatan dengan mini pile geotextile) didapatkan angka aman masing-masing sebesar SF=1,821 dan SF=1,832, hal ini menunjukkan bahwa tipe perkuatan antara kedua model tersebut perbedaannya tidak terlalu signifikan terbukti dengan selisih displacement antara kedua tipe tersebut sebesar = 0,002 m. Perkuatan sangat efektif  bila diletakan pada lapisan tanah keras atau melewati tanah lunak pada kedalaman 7 m dari muka tanah, hal ini dikarenakan adanya beban timbunan dengan tinggi 5-9 m dari tanah asli di lokasi tersebut. Berdasarkan angka aman yang didapat dan sesuai kondisi lapangan maka perkuatan yang dipilih menggunakan model 2 yaitu perkuatan dengan mini pile dengan penambahan geotekstil. Kata Kunci: lempung, tanah longsor, perkuatan, mini pile, geotekstil 
Pengaruh Penggunaan Agregat Tulang Sapi Terhadap Kuat Tekan Beton Amir Mukhlis
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v12i1.1585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan agregat tulang sapi sebagai agregat terhadap kuat tekan beton. Tulang sapi yang digunakan dalam persentase terhadap jumlah agregat kasar (kerikil). Selain itu, digunakan beton normal yang sesuai dengan job mix design untuk benda uji beton normal. Sebelum membuat benda uji, dilakukan perencanaan campuran (mix design) beton, bila nilai tes slump memenuhi rencana maka beton segar tersebut digunakan untuk pembuatan benda uji. Pembuatan benda uji dilakukan dengan mencampur bahan pengikat (semen), agregat halus (pasir), agregat kasar (kerikil dan tulang sapi), dan air. Benda uji dibuat dengan menggunakan cetakan dan dilakukan perawatan. Tes tekan direncanakan pada umur beton 7 hari, 14 hari, dan 28 hari. Benda uji dites tekan dengan menggunakan mesin tekan, selanjutnya hasil nilai beban maksimum dicatat dan dianalisis regresi. Untuk mendapatkan nilai kuat tekan (Fc’) menggunakan persamaan kuat tekan beton dengan membandingkan nilai beban (P) terhadap luas permukaan (A). Hasil pengujian pada masing-masing pasangan data diplot ke dalam grafik persamaan. Variabel bebas (x) pada penelitian ini adalah persentase tulang sapi yang digunakan (%) dan variabel terikat (y) adalah kuat tekan beton (KN atau kg/cm2). Dengan melakukan analisis regresi, maka didapat persamaan hubungan antara persentase tulang sapi yang digunakan terhadap kuat tekan beton dengan bentuk y = f(x). Dari analisis regresi, dicari nilai r pada persamaan tersebut untuk mengetahui kuatnya hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.
Pengaruh Foam Agent dan Polycarboxylate Terhadap Kuat Tekan Beton Ringan struktural Sumiati sumiati sumiati
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v12i1.1824

Abstract

Pengaruh Foam Agent dan Polycarboxylate Terhadap Kuat Tekan Beton Ringan struktural  Sumiati1, Mahmuda2, Sukarman3, Siswa Indra4Teknik Sipil Politeknik Negeri SriwijayaJl.Srijaya Negara Bukit Besar Palembange-mail: sumiati@polsri.ac.id    Abstrak Beton  mempunyai kuat tekan yang rendah dan tidak sebanding dengan beratnya. Kuat tekan beton ringan sebanding dengan density nya, di mana semakin tinggi kuat tekan beton, maka semakin tinggi density nya dan sebaliknya. Beton ringan dapat dibuat dengan mengganti agregatnya dengan agregat ringan atau dengan membuat foam pada campuran mortarnya. Penelitian ini akan menggunakan pecahan batu bata sebagai agregat kasar untuk mengurangi berat beton ringan dan mengganti sebagian pasir dengan abubatu, sehingga akan didapat suatu gradasi agregat gabungan berdasarkan SNI 03-2834-1993. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 28 hari pada benda uji ber diameter ± 15 cm dan  tinggi ± 30 cm, sebanyak 60 sampel. Foaming agent yang ditambahkan bervariasi 0-3,5% dari berat air dan  Polycarboxylate  Ether bervariasi 0,5%-1,5% terhadap berat semen.Penggunaan foaming agent sangat berpengaruh terhadap kuat tekan, berat jenis dan porositas beton ringan. Kuat tekan beton  ringan struktural 17,42 MPa didapatkan pada penambahan foaming agent sebesar 0,5% dan 1,5 % serta Polycarboxylate sebesar 0%. Sedangkan jika menggunakan  Polycarboxylate sebesar 0,5% dan  Foaming agent bervariasi 1,5%;  2,5% dan 3,5% akan didapatkan kuat tekan 21,67 MPa serta berat jenis yang  memenuhi persyaratan sebagai beton ringan struktural (SNI 03-3449-2002).Kata kunci: Foam, Polycarboxylate, beton Ringan, Kuat Tekan. Abstract Concrete has a low compressive strength and is not proportional to its weight. The compressive strength of lightweight concrete is proportional to its density, where the higher the compressive strength of concrete, the higher its density and vice versa. Lightweight concrete can be made by replacing the aggregate with a lightweight aggregate or by making foam in the mortar mixture.This study will use brick fragments as coarse aggregates to reduce the weight of lightweight concrete and replace some sand with fly ashes, so that a aggregate gradation will be obtained based on SNI 03-2834-1993. Compressive strength testing was carried out at 28 days on specimens with a diameter of ± 15 cm and height of ± 30 cm, as many as 60 samples. The added of foaming agent varies from 0-3.5% by weight of water and the variety of Polycarboxylate Ether adding is from 0.5% to 1.5% by weight of cement.The use of foaming agents greatly affects the compressive strength, specific gravity and porosity of lightweight concrete. Compressive strength of structural lightweight concrete 17.42 MPa was obtained by foaming agents adding of 0.5% and 1.5% and Polycarboxylate of 0%. Whereas if using Polycarboxylate is 0.5% and Foaming agent varies 1.5%; 2.5% and 3.5% will be obtained compressive strength 21.67 MPa and specific gravity that eligible for structural lightweight concrete (SNI 03-3449-2002).Key word: Foam, Polycarboxylate, lightweight concrete, Compressive strength
KAJIAN KOMPARASI SELISIH KOORDINAT YANG DIUKUR DENGAN TOTAL STATION BERTARGET PRISMA DAN REFLECTORLESS Andrian Kaifan
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v12i1.1820

Abstract

merupakan gabungan antara alat ukur sudut (theodolite) dan alat ukur jarak secara digital (electronic digital measurement, EDM). Alat ini menggunakan sebuah prisma ukur sebagai titik untuk merefleksikan gelombang infra merah sehingga jarak dapat diukur. Selain itu, TS juga mampu mengukur dengan tanpa menggunakan prisma (reflectorless), yaitu dengan fitur lasernya untuk membidik target non prisma dari benda-benda solid seperti material kayu, beton, besi, batu, tanah, dan lain-lain. Pada penelitian ini dilakukan kajian perbedaan hasil pengukuran koordinat Easting dan Northing menggunakan TS pada target prisma reflector dan target reflectorless dari material kayu. 
PEMANFAATAN BATU APUNG SEBAGAI MATERIAL BETON RINGAN Khairul Miswar
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v12i1.1826

Abstract

Berat konstruksi sipil dipengaruhi oleh berat jenis beton. Berat jenis beton diatasi dengan menggunakan material yang ringan, sehingga dihasilkan beton ringan. Beton ringan juga salah satu pilihan untuk mengurangi berat bangunan.Salah satu material yang ringan yaitu batu apung. Campuran yang akan dilakukan mengacu pada faktor air semen 0,53. Pada saat pembuatan benda uji, maka banyaknya subtitusi batu apung yang akan dicampur dengan berbagai variasi persentase yaitu 0%, 30%, 50% dan 100%. Masing-masing persentase pembuatan benda uji dibuat sebanyak 5 buah.Dari data kuat tekan, beton yang disubtitusi batu apung 30% dan 50% yang mengalami pengujian memenuhi syarat minimal untuk kuat tekan beton ringan pada pemakaian struktur ringan, dimana penggunaanya sebagai dinding pemikul beban. Data kepustakaan mensyaratkan kuat tekan beton ringan untuk struktur ringan adalah 7 s/d 17 Mpa. Data pengujian didapat 10.7 Mpa untuk subtitusi batu apung 30% dan untuk subtitusi batu apung 50% didapat 7.96 Mpa. Sedangkan beton subtitusi batu apung 100% diperoleh nilai kuat tekan 5.4 Mpa.Namun rongga-rongga yang menyebabkan turunnya kuat tekan malah menyebab beton subtitusi batu apung menjadi lebih ringan dibandingkan dengan beton normal. Perbandingan hasil pengujian dibandingkan dengan referensi dari sisi berat jenis beton ringan maka beton subtitusi batu apung 50% dan 100% yang telah diuji memenuhi persyaratan sebagai beton ringan untuk struktur ringan yaitu 1404 dan 864 kg/m³ dimana kisaran beton ringan sesuai referensi adalah 800 – 1400 kg/m³.
Penilaian Kondisi Jembatan Untuk Persyaratan Laik Fungsi Dengan Uji Getar Hinawan Teguh Santoso
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v12i1.1771

Abstract

Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan mengamanatkan bahwa pengoperasian jalan umum dilakukan setelah dinyatakan memenuhi persyaratan laik fungsi secara teknis dan administrasi oleh Penyelenggara Jalan. Tujuan dari pelaksanaan penilaian kelaikan fungsi jalan adalah untuk memastikan bahwa jalan tersebut sesuai dengan standar kelaikan sehingga berkeselamatan bagi semua pengguna jalan. Jembatan sebagai bagian jalan mempunyai peranan cukup penting dalam menjaga ketersambungan antar jaringan jalan.  Akan tetapi, belum adanya parameter yang jelas dalam penilaian kelayakan struktur jembatan sebagai syarat penerimaan uji laik fungsi jalan menjadi suatu kendala. Pengujian jembatan dengan cara uji beban statik membutuhkan usaha yang cukup besar, baik secara biaya, waktu serta resiko terhadap struktur itu sendiri. Metode pengujian lain yang cukup efektif dan handal adalah dengan uji getar, dimana dapat secara langsung menggambarkan respons dan perilaku aktual dari struktur yang kemudian dibandingkan dengan perilaku struktur berdasarkan permodelan. Jembatan Kalikuto terletak pada ruas tol Semarang – Batang, Jawa Tengah merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Jawa dengan bangunan atas berupa steel box arch bridge, memiliki bentang 100 meter dan lebar 32 meter. Sebelum dibuka untuk lalu lintas umum pada Desember 2018, telah dilakukan rangkaian pengujian unruk menilai kelaikan dari jembatan. Hasil uji getar diperoleh nilai frekuensi alami vertikal sebesar 1.251 Hz, dimana nilainya masih di atas nilai frekuensi pemodelan / teoritis sebesar 1.049 Hz, serta rasio redaman jembatan sebesar 2.10% - 3.88%. Hal ini menunjukkan bahwa Jembatan Kalikuto layak secara keberfungsiannya dan handal secara struktur.

Page 1 of 1 | Total Record : 6