cover
Contact Name
Aswar Amiruddin
Contact Email
aswaramir89@gmail.com
Phone
+6287704518570
Journal Mail Official
bejts@borneo.ac.id
Editorial Address
Jl. Amal Lama No 1, Tarakan 77115, Indonesia
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 25811134     EISSN : 26857553     DOI : https://doi.org/10.35334/be.v9i3
Core Subject : Engineering,
Focus and Scope Borneo Engineering : Structural Engineering, Transportation Engineering, Water Resources, Geotechnical Engineering and Construction Management
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025" : 8 Documents clear
Studi Pengelolaan Risiko dan Keselamatan Kerja pada Proyek Pembangunan Base Transceiver Station Nugroho, Widyo; Astarini, Sulfiah Dwi; Prihartanto, Eko
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i3.251

Abstract

The construction of Base Transceiver Stations plays a crucial role in expanding digital connectivity and supporting economic transformation; however, its implementation involves various risks ranging from technical and financial aspects to occupational safety. This study aims to identify, classify, and prioritize risks in Base Transceiver Station construction projects using the Analytical Hierarchy Process method, based on data obtained from literature reviews, interviews, and questionnaires. The analysis results indicate that physical risks carry the most significant weight, followed by design, economic, and natural disaster risks, with overall risk assessments ranging from moderate to high levels. The occupational safety analysis further reveals that the highest risks occur in foundation works, tower structure erection, fabrication, and electrical installation, where human resources and work methods are the dominant contributors to potential accidents. Therefore, the success of Base Transceiver Station construction projects is highly determined by the effectiveness of managing physical risks and the consistent implementation of occupational safety standards, ensuring that project objectives in terms of time, cost, and quality can be achieved while safeguarding worker safety
Analisis Stabilitas Lereng Menggunakan Matras dan Cerucuk Bambu pada Projek X Cahya, Musyaffa Esa; Juliana, Intan; Yelvi, Yelvi; Agung, Putera Agung Maha; Adinegara, Aldo Wirastana; Pramusandi, Sony; Hasan, Muhammad Fathur Rouf; Faizal, Rahmat
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i3.336

Abstract

The construction of PT. X' depot in Langsa City, Aceh, is located on soft clay soil that requires slope stability analysis for the embankment. This research aims to analyze slope stability using bamboo mattresses and piles as reinforcement to improve the safety factor. The analysis was conducted using manual calculations (Bishop method) and GeoStudio software (also using the Bishop method), under both static conditions and seismic influence (pseudostatic approach with a horizontal seismic coefficient (kh) = 0.18). The manual calculation results showed that the unreinforced slope had a safety factor (SF) of 1.1428 < 1.25 (unstable), which decreased to 0.6711 < 1.1 (unstable) under seismic load. Meanwhile, the GeoStudio software analysis indicated that the unreinforced slope had an SF of 1.256 > 1.25 (stable) but dropped to 0.903 < 1.1 (unstable) under seismic load. The use of 1–4 layers of bamboo piles and matting increased the SF to 1.318–1.35 without seismic influence. Under seismic conditions, the SF of the slope reinforced with 1–4 layers of bamboo piles and matting improved to 0.931–0.97. However, the slope was still considered critical during an earthquake (SF < 1.1).
Kajian Peran Konsultan Manajemen Konstruksi Kelas Menengah Di Kota Bandung Dalam Pengawasan Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi Ikhsan Pratama, Yogie; Mahani, Iris; Tamin, Rizal Z
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i3.358

Abstract

Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) merupakan kebijakan pemerintah melalui Permen PUPR No. 10 Tahun 2021 yang bertujuan meningkatkan keselamatan kerja di proyek konstruksi. Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) memiliki peran penting dalam mengawasi penerapannya, terutama di lapangan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat pengawasan yang dilakukan oleh konsultan MK kelas menengah di Kota Bandung, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta merumuskan strategi pengawasan yang tepat. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran kuantitatif dan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara kepada konsultan MK dan pengguna jasa. Hasil menunjukkan adanya kesenjangan persepsi antara konsultan MK yang menilai kinerja pengawasannya sudah baik (81,2%) tetapi pengguna jasa menilai masih kurang (55,2%). Kendala utama meliputi rendahnya kesadaran pekerja terhadap keselamatan, lemahnya koordinasi antar pihak, keterbatasan tenaga ahli K3, serta minimnya penegakan aturan. Strategi yang diusulkan mencakup peningkatan kompetensi dan jumlah tenaga ahli K3, digitalisasi dokumentasi, pengawasan proaktif, serta penguatan kolaborasi antara konsultan MK dan pengguna jasa.
Analisis Produktivitas Tenaga Kerja Pada Rekontruksi Dan Penanganan Tanggul Jalan Rajamoili - Cut Mutia, Palu Muhtar Kamaludin, Tutang; Yunus, Ruslan M; Sahrul, Sahrul
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i3.417

Abstract

Produktivitas tidak terlepas keterkaitannya dengan teknologi maupun kualitas sumber daya manusia. Dengan adanya produktivitas yang baik akan dapat meminimalkan biaya dan waktu pelaksanaan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat produktivitas tenaga kerja dalam pelaksanaan suatu proses konstruksi pada proyek rekonstruksi dan penanganan tanggul jalan Rajamoili-Cut Mutia. Teknis penelitian menggunakan metode work sampling yaitu five minute rating dan metode crew balance chart dimana jenis pengambilan data dilakukan dengan pengamatan atau observasi langsung di lapangan serta menganalisis data menggunakan analisa photograph. Hasil penelitian menunjukan bahwa total rata-rata harian tingkat produktivitas tenaga kerja menggunakan metode analisa five minute rating adalah 67,82% dan metode crew balance chart adalah 55,09%. Tingkat nilai produktivitas dikatakan produktif jika >50%, maka produktivitas tenaga kerja pada proyek rekonstruksi dan penanganan tanggul jalan Rajamoili-Cut Mutia dalam kategori efektif
Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Moda Transportasi Menuju Sekolah Di Kota Tarakan Muhammad Kurnia; Iif Ahmad Syarif; Edy Utomo
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i3.441

Abstract

Abstract Mode Choice of School Transportation is an important decision influenced by various socio-economic factors and travel characteristics. This study aims to analyze the factors influencing students’ choice of transportation modes to school in Tarakan City, North Kalimantan. Data were collected through a questionnaire survey of 250 student respondents using a purposive sampling method. The findings indicate that motorcycles are the dominant mode of transportation (89.3%) chosen by students. The most influential factors in mode choice are speed (67.9%), comfort (60.7%), and low cost (39.3%). The analysis also reveals that the majority of students (82.1%) do not possess a driver’s license, yet they still use motorcycles due to accessibility and flexibility. Willingness to switch to public transportation is low because of the limited availability and poor service quality of public transport in Tarakan City. This study recommends the development of a public transportation system that is comfortable, well-scheduled, and affordable to encourage behavioral change among students in their transportation choices. Keywords: transportation mode, students, mode choice, Tarakan City, motorcycle   Abstrak   Pemilihan moda transportasi menuju sekolah merupakan keputusan penting yang dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial-ekonomi dan karakteristik perjalanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi oleh pelajar menuju sekolah di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Data dikumpulkan melalui survei kuesioner kepada 250 responden pelajar dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepeda motor merupakan moda transportasi dominan (89,3%) yang dipilih oleh pelajar. Faktor-faktor yang paling berpengaruh dalam pemilihan moda adalah kecepatan (67,9%), kenyamanan (60,7%), dan biaya yang murah (39,3%). Analisis menunjukkan bahwa mayoritas pelajar (82,1%) tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), namun tetap menggunakan sepeda motor karena kemudahan akses dan fleksibilitas. Kesediaan beralih ke transportasi umum rendah karena keterbatasan ketersediaan dan kualitas layanan angkutan umum di Kota Tarakan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengembangan sistem transportasi umum yang nyaman, terjadwal, dan terjangkau untuk mendorong perubahan perilaku transportasi pelajar. Kata kunci: moda transportasi, pelajar, pemilihan moda, kota tarakan, sepeda motor
Optimasi Penempatan Tower Crane dengan Mempertimbangkan Beban Angkatan (Studi Kasus: Proyek High-Rise Building di Kota Surabaya) Hartono, Jessica Natalia; Kuanda, Harbert; Reynaldo, Ambrosius Matthew Junius; Sugiharto, Handoko
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i3.445

Abstract

Tower crane merupakan salah satu peralatan utama dalam proyek konstruksi gedung bertingkat yang berperan penting dalam distribusi material. Penempatan tower crane yang tidak optimal dapat menyebabkan penurunan produktivitas sehingga jadwal proyek terlambat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimasi penempatan tower crane berdasarkan nilai konflik , keseimbangan beban kerja , durasi proyek, dan total biaya. Metode penelitian menggunakan pemodelan spasial dengan membagi area proyek ke dalam zona demand yang ditentukan berdasarkan kebutuhan material, kapasitas angkatan, serta elevasi lantai. Selanjutnya dilakukan iterasi perhitungan pada tiga skenario: (1) kondisi eksisting, (2) optimasi penempatan dengan tiga tower crane, dan (3) optimasi penempatan dengan dua tower crane. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada skenario 1 nilai konflik sebesar 141.236 dan keseimbangan beban kerja 603,18 menit dengan durasi proyek 165 hari. Pada skenario 2, konflik turun menjadi 42.706 dan keseimbangan beban kerja menjadi 417,09 menit dengan durasi 148 hari, tetapi ada peningkatan biaya. Sementara itu, skenario 3 menghasilkan nilai konflik nol, keseimbangan beban kerja 346,06 menit, dan biaya operasional lebih rendah dibanding skenario 1 maupun 2, meskipun durasi proyek lebih lama yaitu 169 hari. Dengan demikian, skenario 3 dapat dianggap sebagai solusi terbaik karena memberikan distribusi beban kerja yang lebih merata, eliminasi konflik, dan efisiensi biaya, meskipun memiliki durasi proyek yang sedikit lebih panjang.
Kinerja Durabilitas Mortar Ramah Lingkungan Berbasis Limbah Ultrafine Ampas Teh Fauzi Mahmuda, Ali; Okviyani, Nur; Apriansyah, Apriansyah
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i3.454

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh substitusi ultrafine ampas teh terhadap durabilitas mortar sebagai upaya reduksi jejak semen. Empat campuran disiapkan (0; 5; 7,5; 10% terhadap massa semen). Evaluasi dilakukan melalui uji daya serap air pada umur 28 dan 91 hari, half-cell potential pada 7, 28, dan 91 hari, serta kedalaman penetrasi ion pada 28 hari. Pada 91 hari, daya serap menunjukkan: kontrol 11,22%; 5% 11,03%; 7,5% 16,16%; 10% 17,14. Nilai HCP 91 hari menunjukkan pergeseran lebih positif: kontrol −12,5 mV (risiko rendah), 7,5% −52,7 mV dan 10% −64,1 mV (keduanya risiko rendah), sedangkan 5% ≈ −117,9 mV (sedang). Pada 28 hari, kedalaman penetrasi klorida berturut-turut: kontrol 39,349 mm; 5% 41,941 mm; 7,5% 45,840 mm; 10% 47,064 mm. Temuan ini mengindikasikan adanya batas optimum: 5% memberikan kinerja transport terbaik di antara campuran ampas teh (serapan dan klorida lebih rendah), sedangkan indikator elektrokimia lebih menguntungkan pada 7,5–10%. Secara praktis, rentang 5–7,5% dapat dipilih sesuai prioritas desain (pengendalian ingress klorida vs. penurunan peluang korosi), dengan pengendalian w/b dan curing yang memadai. Hasil mendukung kelayakan ampas teh ultrahalus sebagai material tambah berbasis limbah untuk mortar berketahanan tinggi.
Kinerja Mekanis Beton Ringan Menggunakan Serat Sabut Kelapa dan Agregat Batu Apung Okvianti Irlan, Ade; Liastary Pradina Febrianty; Muhammad Sofyan
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i3.511

Abstract

Produksi beton ringan berbasis agregat pumice menawarkan pendekatan yang lebih berkelanjutan untuk mengurangi ketergantungan pada agregat alami sekaligus menurunkan berat struktur. Namun, pengurangan densitas sering diikuti oleh penurunan kinerja mekanis. Penelitian ini meninjau pengaruh substitusi pumice sebesar 20% sebagai agregat kasar dan penambahan serat sabut kelapa (0–2.0%) terhadap slump, densitas, kuat tekan, dan kuat tarik belah beton pada umur 28 hari. Substitusi pumice menurunkan slump dari 120 mm menjadi 100 mm dan mengurangi densitas sebesar 9–13%, sejalan dengan karakter pumice yang ringan dan berpori. Penambahan serat menurunkan kelecakan tetapi tetap dalam batas kerja beton struktural. Kuat tekan menurun dari 18,78 MPa menjadi 13,37 MPa akibat penggunaan pumice, namun meningkat kembali pada kadar serat 0,5% sebelum kembali menurun pada dosis lebih tinggi. Sebaliknya, kuat tarik belah meningkat stabil dari 1,22 MPa hingga 1,84 MPa, menunjukkan efektivitas mekanisme bridging serat dalam menahan retak. Analisis ANOVA menegaskan pengaruh signifikan variasi campuran terhadap kedua parameter mekanis. Evaluasi multikriteria menunjukkan bahwa PA20–F1.0 dan PA20–F1.5 memberikan performa paling seimbang. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi pumice dan serat sabut kelapa efektif menghasilkan beton ringan dengan ketangguhan lebih baik

Page 1 of 1 | Total Record : 8