cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
LPPM Universitas Perjuangan Tasikmalaya Jalan Peta No. 177 Kota Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Hexagro
ISSN : 25492691     EISSN : 26863316     DOI : -
HEXAGRO is scientific periodical publication on agribusiness and rural development issue as a media for information dissemination of research result for lecturer, researcher, and practitioner. The journal publishes several topics, such as Agricultural Marketing and Trade, Agricultural Policy and Development, Agricultural Financing, and Agricultural Business and Entrepreneurship. HEXAGRO is published by LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya associated with department agribusiness of Perjuangan University of Tasikmalaya.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2018)" : 8 Documents clear
ANALISIS KARAKTERISTIK KIMIA BUAH MANGGA VARIETAS GEDONG DENGAN INPUT TEKNOLOGI PENCUCIAN DAN PENYIMPANAN Roza Yunita; Roedhy Poerwanto; Suryo Wiyono
Hexagro Journal Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v2i1.111

Abstract

Mangga merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sudah mampumenembus pangsa pasar internasional dengan negara tujuan Timur Tengah, Hongkong,Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Selama proses pemasaran, beberapaeksportir mengalami beberapa permasalahan diantaranya rendahnya mutu visual buahmangga yang dipasarkan jika dibandingkan dengan negara maju. Tujuan penelitian iniadalah untuk melihat pengaruh pencucian dan penyimpanan terhadap kandunganpadatan terlarut (PTT), asam tertitrasi total (ATT), rasa dan aroma buah mangga Gedong.Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan pola splitplot, terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu aplikasi bahan pencuci, [Tanpa dicuci; BahanPencuci (Detergen 1% + CaO 0.5%); Bahan Pencuci + Fungisida 0.025%; Bahan Pencuci+ Khamir] dan suhu penyimpanan (12 °C, 15 °C, 18 °C dan suhu ruang). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa suhu berpengaruh terhadap peningkatan jumlah padatan terlaruttotal, penurunan asam tertitrasi total serta penerimaan konsumen terhadap rasa danaroma.Kata kunci: pascapanen, pencucian, penyimpanan
ANALISIS EFISIENSI TEKNIS USAHATANI KUBIS DI KABUPATEN AGAM, SUMATERA BARAT Reny Hidayati
Hexagro Journal Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v2i1.114

Abstract

Efisiensi produksi merupakan salah satu alternatif penting dalam meningkatkanproduksi dan produktivitas kubis. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis tingkatefisiensi teknis dari produksi usahatani kubis dan menganalisis faktor-faktor yangmempengaruhinya. Hasil menunjukkan bahwa usahatani kubis belum efisien secarateknis, dimana rata-rata tingkat efisiensi teknisnya sebesar 68 persen. Faktor-faktor sosialekonomi yang berpengaruh nyata terhadap inefisiensi teknis usahatani kubis adalahvariabel umur, pengalaman usahatani, dan keanggotaan dalam kelompok tani. Variabelumur berpengaruh positif terhadap inefisiensi teknis usahatani kubis, sedangkanpengalaman usahatani, dan keanggotaan dalam kelompok tani berpengaruh negatif.Kata Kunci: efisiensi teknis, usahatani kubis
PENGARUH PERLAKUAN BENIH PADI (Oryza sativa L.) YANG TERINFEKSI Xanthomonas oryzae PV. Oryze TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN DAN HASIL DI RUMAH KACA Candra Budiman; Satriyas Ilyas
Hexagro Journal Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v2i1.117

Abstract

Penggunaan benih bermutu dari varietas unggul merupakan faktor utama dalampeningkatan produksi tanaman di lapangan. Penelitian bertujuan untuk menemukanperlakuan benih yang dapat meningkatkan mutu pertumbuhan dan produksi padi dirumah kaca. Percobaan menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan petak utama,yaitu varietas (IR64 dan Ciherang), dan anak petak perlakuan benih : kontrol, bakterisidasintetik (Agrept 0.2% b/v), minyak serai wangi (1% v/v), agens hayati (Pseudomonasdimunuta skala 4 Mc Farland), matriconditioning + bakterisida sintetik (streptomisin sulfat0.2% b/v), matriconditioning + minyak serai wangi (1% v/v), matriconditioning + agenshayati (Pseudomonas dimunuta skala IV Mc Farland). Dari penelitian ini didapatkan bahwapengaruh perlakuan benih meningkatkan petumbuhan tanaman pada fase awalpertumbuhan. Pada fase lebih lanjut, pengaruh varietas lebih berpengaruh. Varietasciherang secara umum lebih produktif dan tahan terhadap HDB dibanding varietas IR64.Perlakuan matriconditioning + streptomisin sulfat 0.2% dan matriconditioning P. dimunutameningkatkan daya berkecambah, tinggi tanaman dan jumlah anakan.Kata kunci : Ciherang, IR6, matriconditioning, perlakuan benih
HUBUNGAN POLA KADAR GLUKOSA DENGAN KADAR POTASSIUM DALAM DARAH ITIK TEGAL YANG DIBERI PAKAN MENGANDUNG LIMBAH Gracilaria sp. DISUPLEMENTASI MULTIENZIM Nurul Frasiska
Hexagro Journal Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v2i1.113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan pola kadar glukosa darah dankadar mineral kalium dalam darah itik tegal yang diberi pakan mengandung limbahbudidaya rumput laut Gracilaria sp. penelitian ini menggunakan 72 ekor itik tegal betinaumur 22 minggu, ransum yang mengandung limbah Gracilaria sp.dengan kadar protein18% dan energi 2900 kkal/kg dan disuplementasi multienzim komersial. Penelitianmenggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan yaitu (T0) Ransum Basal,(T0+) Ransum Basal dengan ME, (T1) Ransum dengan 10% LG (T1+) Ransum dengan 10%LG + ME, (T2+) Ransum dengan 12,5% LG + ME (T3+) Ransum dengan 15% LG + ME.Perlakuan dilakukan selama 12 minggu dan pengambilan sampel darah pada mingguterakhir. Serum dianalisis kadar glukosa darah dan kalium darah. Penggunaan ransummengandung 15% Gracilaria sp. meningkatkan kadar mineral kalium darah secara nyata(P<0,05). Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola kadar glukosa darahdengan kadar potassium dalam darah.Kata Kunci : glukosa, Gracilaria sp., kalium, limbah, multienzim
PENGARUH PERTUMBUHAN TANAMAN NILAM ACEH (Pogostemon cablin Benth.) DENGAN PENAMBAHAN NAFTALEN ASAM ASETAT (NAA) Selvy Isnaeni; Liberty Chaidir; Deti Novie
Hexagro Journal Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v2i1.112

Abstract

Nilam aceh merupakan tanaman perkebunan yang mengandung minyak atsirimencapai 2,5% - 5%. Namun, ketersediaan minyak atsiri nilam mengalami penurunanproduksi. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbanyakan massal melalui in vitro.Penggunaan Zat Pengatur Tumbuh pada in vitro dapat mempengaruhi pertumbuhaneksplan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi NAApada tanaman nilam Aceh. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur JaringanJurusan Agroteknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung mulaiMaret sampai Agustus 2017. Perlakuan yang diberikan terdiri dari 6 perlakuan yaitu tanpaNAA, 0,1 ppm, 0,3 ppm, 0,5 ppm, 0,7 ppm, serta 0,9 ppm yang masing-masing diulangsebanyak 5 kali. Analisis hasil penelitian dilakukan dengan metode deskriptif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa penggunaan NAA memberikan pengaruh terhadappertumbuhan eksplan. Pada perlakuan dengan penambahan NAA terjadi pertumbuhankalus dengan nilai presentase pertumbuhan kalus pada setiap perlakuan denganpenambahan NAA mencapai 100%, akan tetapi nilai presentase total pembentukan kalusdari 6 perlakuan mencapai 83,3% dikarenakan pada perlakuan kontrol eksplan tumbuhdengan baik. Pembentukkan kalus tercepat terjadi pada perlakuan 0,1 ppm, ukurandiameter kalus terbesar terdapat pada perlakuan 0,1 ppm dengan diameter kalusmencapai 1 cm. Kalus yang berkualitas berdasarkan warna dan tekstur kalus terdapatpada perlakuan 0,1 ppm dengan tekstur remah dan berwarna putih yang memiliki potensiuntuk tumbuh tunas.Kata kunci: in vitro, kalus, NAA, nilam aceh
APLIKASI DOSIS MIKORIZA VESKULA ARBUSKULAR (MVA) DAN WAKTU APLIKASI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Rifky Eko Ferdiyanto; Liliek Dwi Soelaksini; Herlinawati Herlinawati
Hexagro Journal Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v2i1.116

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara dosis penggunaan dan waktuaplikasi cendawan Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) terhadap produksi tanamanjagung. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan mulai November 2016 sampai Maret 2017.Dalam penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdapat 2 faktordengan 12 perlakuan dilakukan 3 ulangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dosisaplikasi Mikoriza Veskula Arbuskular (MVA) memberikan pengaruh berbeda sangat nyataterhadap panjang akar tanaman per sampel tanaman jagung pada perlakuan 10gram/batang tanaman dengan rata-rata tertinggi panjang akar 49,80 cm. Interaksi antaraperlakuan dosis aplikasi MVA dan waktu aplikasi MVA terhadap parameter berat biji keringper tanaman memberikan pengaruh berbeda sangat nyata dengan memperoleh rata – ratatertinggi berat biji kering per tanaman 169,11 gram. Hal yang sama juga pada parameterberat 100 biji dengan rata – rata berat 33,67 gram.Kata Kunci : dosis, jagung, mva, dan waktu aplikasi
KARAKTERISASI SIFAT FISIK DAN KIMIA PADA TANAH SULFAT MASAM DI LAHAN PASANG SURUT Syafina Pusparani
Hexagro Journal Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v2i1.110

Abstract

Pemanfaatan lahan marjinal (lahan sulfat masam) sebagai lahan pertanianmerupakan salah satu upaya dalam meningkatkan produktivitas pertanian Indonesia.Permasalahan dari lahan sulfat masam terletak pada kondisi fisik dan kimia tanah. Sifatfisik tanah sulfat masam juga umumnya memiliki kandungan liat yang tinggi.Permasalahan utama dari sifat kimia lahan sulfat masam adalah adanya bahan sulfidik,yang merupakan penciri tanah sulfat masam. Mengetahui karakterisasi tanah sulfatmasam di suatu wilayah merupakan sesuatu yang diperlukan sebelum pemanfaatan lahantersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan karakterisasi lahan sulfat masamdi Banyu Asin, Palembang. Hasil penelitian menunjukkan porositas total tanah idealdengan tekstur tanah termasuk lempung liat berdebu; pH tanah tergolong sangat masam;kandungan besi sangat tinggi; kandungan aluminium sedang dan kedalaman lapisan piritdangkal.Kata kunci : besi, liat, pirit, porositas, sulfidik
KARAKTERISTIK DAN VIABILITAS BIBIT BAWANG MERAH PADA WAKTU PANEN BERBEDA Ismail Saleh
Hexagro Journal Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v2i1.115

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama yang dibudidayakan olehpetani di daerah Cirebon dan Brebes. Sebagian besar petani masih menggunakan umbisebagai bahan perbanyakan tanaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh umur panen terhadap karakteristik dan viabilitas bibit bawang merah varietasBima. Umbi bawang merah dipanen pada dua waktu panen yaitu 50 dan 60 hari setelahtanam (HST). Umbi bawang merah kemudian diuji viabilitasnya setelah disimpan selama40 hari pada suhu ruang. Peubah yang diamati setelah panen antara lain bobot dandiameter umbi, kadar air, dan padatan total terlarut (PTT) umbi. Viabilitas umbi bawangmerah dilihat dengan menghitung persentase muncul akar dan daun, panjang akar dandaun, serta bobot kering daun dan akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidakterdapat perbedaan yang nyata antara karakteristik umbi bawang merah yang dipanenbaik pada umur 50 dan 60 HST. Hal ini diduga umbi bawang merah yang dipanen padaumur 50 HST sudah matang secara fisiologis. Berdasarkan uji viabilitas, umbi yangdipanen pada umur 50 HST memiliki persentase muncul tunas yang lebih tinggidibandingkan dengan umbi yang dipanen pada umur 60 HST.Kata kunci: bawang, umbi, umur panen, viabilitas

Page 1 of 1 | Total Record : 8