cover
Contact Name
EKSPOSE
Contact Email
jurnalekspose@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalekspose@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bone,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan
ISSN : 14122715     EISSN : 26154412     DOI : -
EKSPOSE: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan, a scientific journal for disseminating results of conceptual research or studies on law and education, is published two times (June and December) a year. The EKSPOSE: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan is managed by the Institute for Research and Community Service (LPPM) at Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 2 (2021)" : 10 Documents clear
Radio As An Alternative Solution In Pandemic Covid-19 In The Border Region Of Sanggau District, West Kalimantan Iwan Ramadhan
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v20i2.1405

Abstract

The government's efforts to control the spread of the Covid-19 virus by issuing various policies, one of which is learning from home. Schools were closed, and learning methods were changed using the online system. However, there are many findings in its application, such as facts on networks/internet quotas and teachers' readiness in online learning. One of the problematic areas is a school on the border of Sanggau Regency, West Kalimantan. Therefore an innovative solution is needed to overcome this problem, one of which is radio use in collaboration with the RRI station. This study aimed to describe radio as an alternative in learning in the border area of Sanggau Regency in collaboration with RRI Station. The method used is qualitative, with interviews and literature study based on trusted news. The result of this research is that an alternative learning media using radio in collaboration with RRI as an alternative to Covid-19 distance learning is quite effective in solving difficult network solutions in border areas.Upaya pemerintah dalam mengendalikan penyebaran virus Covid-19 dengan mengeluarkan berbagai kebijakan, salah satunya belajar dari rumah. Sekolah ditutup dan metode pembelajaran diubah menggunakan sistem online. Namun dalam implementasinya banyak ditemukan kendala, seperti ketersediaan fasilitas jaringan / kuota internet, kesiapan guru dalam pembelajaran online. Salah satu daerah yang mengalami kendala tersebut adalah sekolah di perbatasan Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, oleh sebab itu perlu adanya solusi yang inovatif untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satunya adalah penggunaan radio yang bekerja sama dengan stasiun RRI. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan mengenai radio sebagai alternatif dalam pembelajaran di kawasan perbatasan Kabupaten Sanggau bekerja sama dengan Stasiun RRI. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara dan studi pustaka berdasarkan berita-berita yang terpecaya. Hasil penelitian ini adalah alternatif media pembelajaran mennggunakan radio yang bekerja sama dengan RRI sebagai alternatif pembelajaran jarak jauh ditengah pandemi Covid-19 terbilang cukup efektif dalam memecahkan solusi jaringan yang sulit di daerah perbatasan.
Karakteristik butir soal ujian akhir semester mata pelajaran sejarah Anis Faridah
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v20i2.1819

Abstract

This research is a study of quantitative descriptive. The purpose of this research is to describe the characteristics of final semester exam items for grade XI in the History subject at SMA N 1 Pangkalpinang using classical test theory approach. The research of the subject were 138 students of class XI in Social Sciences Major. The result of the research shows that final exam questions in the history subject class XI of SMA N 1 Pangkalpinang is proper to use. This shows that from the validity of the items which there are 39 items of questions (97.5%) which are proven empirically valid with a 0.818 reliability coefficient. Other than that, there are 27 items of questions (67,5%) that can fulfill the criteria for the difficulty level, distinguishing power, and distractor function so it can be used directly to measure the students ability without correction. While 12 items of questions (30%) need to be fixed and 1 item of question (2,5%) is declared to be invalid so it can't be used to measure the students ability in History Subject.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik butir soal ujian akhir semester (UAS) mata pelajaran Sejarah kelas XI SMA N 1 Pangkalpinang menggunakan pendekatan teori tes klasik. Subjek penelitian berjumlah 138 peserta didik kelas XI jurusan IPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soal UAS mata pelajaran Sejarah kelas XI SMA N 1 Pangkalpinang telah layak digunakan. Hal ini dibuktikan dari validitas butir soal yang mana terdapat 39 butir soal (97,5%) terbukti valid secara empirik dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,818. Selain itu terdapat 27 butir soal (67,5%) yang memenuhi kriteria tingkat kesukaran, daya beda, dan keberfungsian distraktor sehingga dapat digunakan langsung untuk mengukur kemampuan peserta didik tanpa perbaikan. Sedangkan sebanyak 12 butir soal (30%) perlu dilakukan perbaikan dan 1 butir soal (2,5%) dinyatakan gugur sehingga tidak dapat digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik pada mata pelajaran Sejarah.
Pembelajaran seumur hidup di abad 21 untuk menghadapi era disrupsi Remond Joey Paywala; Dwi Wulandari
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v20i2.1375

Abstract

Lifelong learning in the 21st century is a very important skill for every human being in the face of an era of rapidly developing disruption. Rapid changes in information technology are changing and reshaping the structure of society. This fast process of change will eventually give birth to new terms and facts. One of these new terms is the information age or information society. An information society is a society in which information is the basic force and the main source of capital. In an information society, information is not a target in itself, but an instrument, and is the main force that illuminates and directs every aspect of social life. Likewise, information is a lifestyle, a form of thought, and life in an information society. In such a period, the production and use of valid information become important. One of the characteristics of the information society is that individuals are able to learn. It is important to take precautions against the possible outcomes that processes of change in the information society may produce and to prepare individuals and societies for the future in such a way as to compete with change itself.Pembelajaran seumur hidup di abad ke 21 ini menjadi skill yang sangat penting untuk dimiliki setiap manusia dalam menghadapi era disrupsi yang sangat cepat berkembang. Perubahan cepat dalam teknologi informasi mengubah dan membentuk kembali struktur masyarakat. Proses perubahan yang cepat ini, nantinya akan melahirkan istilah dan fakta baru. Salah satu istilah baru ini adalah era informasi atau masyarakat informasi. Masyarakat informasi adalah masyarakat di mana informasi adalah kekuatan dasar dan sumber utama modal. Dalam masyarakat informasi, informasi bukanlah target itu sendiri, tetapi instrumen, dan merupakan kekuatan utama yang menerangi dan mengarahkan setiap aspek kehidupan sosial. Demikian pula informasi adalah gaya hidup, suatu bentuk pemikiran dan kehidupan dalam masyarakat informasi. Dalam periode seperti itu, produksi dan penggunaan informasi yang valid menjadi penting. Salah satu ciri masyarakat informasi adalah individu yang mampu belajar. Penting untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap kemungkinan hasil yang mungkin dihasilkan oleh proses perubahan dalam masyarakat informasi dan untuk mempersiapkan individu dan masyarakat untuk masa depan sedemikian rupa untuk bersaing dengan perubahan itu sendiri.
Regulatory sandboxes solusi melewati lembah kematian inovasi guna mendorong hilirisasi riset perguruan tinggi Muhammad Rizki Noveri
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v20i2.1414

Abstract

Innovation system is one of the important pillars of knowledge-based economy. The weakness of research conducted by universities, research and development and industry institutions in the country so far is that the results of his research did not reach the commercialization stage because it could not pass through the valley of death innovation. Research should still be encouraged to downstream process by adjusting regulations to be more friendly to researchers. Innovation requires a conducive ecosystem, in the form of wide wiggle room and without any constraints including legal. Regulatory sandboxes become important to test and produce the value / output of an aspect of the study based on real conditions in the community, quickly and appropriately compared to the assistance of regulation at the national level that takes a long time and large resources. This research uses normative juridical methods, with legal approach methods, conceptual approach, and comparison approach, equipped with secondary data that includes primary, secondary, and tertiary legal materials, obtained through the study of documents or library materials, which later seek to describe the formulation of the problem, namely, Regulator Sandboxes is an Impact Assessment Regulator in the field of technology to encourage downstream process research results. Regulator Sandboxes synergy between helix in Quadruple Helix in tackling valley death innovationSistem inovasi merupakan salah satu pilar penting dari ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy). Kelemahan peneltian yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi, Lembaga Penelitian dan Pengembangan dan Industri dalam negeri selama ini ialah hasil penelitiannya tidak sampai pada tahap komersialisasi disebabkan tidak bisa melewati lembah kematian inovasi (valley of death). Penelitian harus tetap didorong untuk di hilirisasi dengan cara menyesuaikan regulasi agar lebih ramah terhadap peneliti. Inovasi membutuhkan ekosistem yang kondusif, berupa ruang gerak yang luas dan tanpa ada kendala apapun termasuk legal (hukum). Regulatory sandboxes menjadi penting untuk menguji dan menghasilkan nilai/output dari suatu aspek kajian berdasarkan kondisi riil di masyarakat (lapangan) dengan cepat dan tepat dibandingkan pembentukan regulasi di tingkat nasional yang membutuhkan waktu lama dan sumber daya besar. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif (legal research), dengan metode pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan perbandingan, dilengkapi data-data sekunder yang mencakup bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tertier, yang diperoleh melalui studi dokumen atau bahan pustaka, yang nantinya berusaha menggambarkan tentang rumusan masalah yakni; Regulator Sanboxes merupakan Regulator Impact Assessment dalam bidang teknologi untuk mendorong hilirisasi hasil riset. Regulator Sanboxes mendorong sinergitas antar helix di Qudruple Helix dalam mengatasi lembah kematian inovasi.
Persepsi mahasiswa dalam pelaksanaan dan dampak pembelajaran online Febrian Solikhin; Ilham Ilham
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v20i2.1381

Abstract

The COVID-19 pandemic has an impact on various areas of life. One of them is the field of education. Education cannot be separated from learning activities carried out in schools and universities. In overcoming this, online learning is an alternative for continuing to carry out learning during the pandemic. This study aims to determine students' perceptions about online learning that has been done. This type of research is a descriptive study with quantitative data analysis techniques. The method of data collection is the survey method for active students of the chemistry education study program at the University of Bengkulu from 4 years of class. The students involved in this research were 96 from various years. Aspects measured are aspects of readiness, aspects of learning effectiveness and aspects of impact. The instrument used was a questionnaire with 20 closed questions and 4 open questions. The scale used in closed questions is the Likert scale. The results of the research on the readiness aspect were very good, while the learning effectiveness aspect was good. For the impact aspect, students get more positive impacts than negative impacts. The most positive impact is to have more control over technology.Pandemi COVID-19 berimbas kepada berbagai bidang kehidupan. Salah satunya adalah bidang pendidikan. Pendidikan tak lepas dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan di sekolah. Dalam mengatasinya, Pembelajaran online menjadi alternatif untuk tetap melaksanakan pembelajaran selama pandemi berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa mengenai pembelajaran online yang telah dilakukan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan teknik analisis data kuantitatif. Metode pengambilan data adalah dengan metode survei kepada mahasiswa aktif program studi pendidikan kimia Universitas Bengkulu dari 4 angkatan. Mahasiswa yang terlibat dalam penelitian ini adalah sejumlah 96 dari berbagai angkatan. Aspek yang diukur adalah aspek kesiapan, aspek efektivitas pembelajaran dan aspek dampak. Instrumen yang digunakan adalah angket dengan 20 pertanyaan tertutup dan 4 pertanyaan terbuka. Skala yang digunakan pada pertanyaan tertutup adalah skala likert. Hasil penelitian pada aspek kesiapan adalah sangat baik, sedangkan pada aspek efektivitas pembelajaran adalah baik. Untuk aspek dampak, mahasiswa lebih banyak mendapatkan dampak positif daripada dampak negatif. Dampak positif yang paling banyak dirasakan adalah lebih menguasai teknologi.
Nilai- nilai pendidikan Islam dalam ajaran Ki Hajar Dewantara Nasrullah Nasrullah; Hanif Cahyo Adi
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v20i2.1417

Abstract

Education is a golden bridge to change. Through education, someone teaches how to change things. This study aims to determine the values of Islamic education in the teachings of Ki Hajar Dewantoro. This research uses library research (library research), and the type of analysis descriptive approach. The main data source uses the first part of Ki Hadjar Dewantara's book: education, while the secondary data is in the form of supporting books, as well as scientific journals related to research themes. Collecting data using documentation in the form of a main data checklist. Data analysis used content analysis in a systematic way, then given a thorough interpretation. The results of the study show that the "Between" system is the embodiment of the Ki Hadjar Dewantara concept used in the Taman Siswa education system, with the intention of obliging teachers who remember and prioritize children's natures, by not forgetting all the circumstances surrounding them and placing them. students as the center of the educational process. This concept is very relevant to the value of Islamic education that education will succeed when it can develop children's potential in accordance with the nature and goals of Islam, namely to become a servant of Allah and the Caliph on earth. This research has many weaknesses and shortcomings. The results of the research are expected to become a new reference which can be further developed in the information about the values of Islamic religious education in the teachings of Ki Hadjar Dewantara.Pendidikan merupakan jembatan emas menuju perubahan. Melalui pendidikan, seseorang diajarkan bagaimana cara mengubah keadaan. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan islam dalam ajaran ki hajar dewantoro. penelitian ini menggunakan penelitian studi kepustakaan (library research), dan jenis pendekatan deskriptif analisis. Sumber data utama menggunakan buku karya Ki Hajar Dewantara bagian pertama: pendidikan, sedangkan data sekundernya yaitu berupa buku-buku pendukung, serta jurnal-jurnal ilmiah yang berkaitan dengan tema penelitian. Pengumpulan data menggunakan dokumentasi berupa checklist data utama. Analisis data menggunakan analisis konten yaitu mencatat pesan secara sistematis, kemudian diberi interpretasi secara menyeluruh. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Sistem “Among” merupakan perwujudan dari konsep Ki Hadjar Dewantara yang dipakai dalam sistem pendidikan Taman Siswa, dengan maksud mewajibkan pada guru supaya mengingati dan mementingkan kodrat-iradatnya anak-anak, dengan tidak melupakan segala keadaan yang mengelilinginya dan menempatkan siswa sebagai pusat proses pendidikan. Konsep ini sangat relevan dengan nilai pendidikan islam bahwa pendidikan akan berhadil ketik adapat mengembangkan potensi anak sesuai dengan fitrah dan tujuan islam yaitu menjadi hamba Allah dan khalifah dibumi. Penelitian ini masih banyak kelemahan dan kekurangan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi sebuah referensi baru yang dapat dikembangkan lagi dalam menggali tentang tema nilai-nilai pendidikan agama Islam yang pada ajaran Ki Hajar Dewantara.
Politik hukum: menakar kualitas reformasi regulasi dalam central oversight body Ahmad Heru Romadhon; Sadjijono Sadjijono
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v20i2.1389

Abstract

Improving the quality of regulatory reform in legal politics, which has implications for the direction of the formation of laws and regulations, demands counter-cultural changes within the regulatory institution itself. External controls and oversight are essential but not sufficient to overcome bureaucratic resistance and the growing philosophy of command and control. A number of approaches have been used through training and dissemination of information, repetition of writing on job descriptions and evaluation criteria, and building reform units, to support the functions of regulatory agencies. This research method is normative juridical, which emphasizes the study of literacy, laws and regulations, books and other related information sources. Juridical analysis shows clearly that bureaucratic reform should be seen as a long-term investment in building effectiveness, not just a solution to actual problems. This understanding will reduce the tendency for dysfunctional products to form regulations, due to the intervention of certain organizational or political interests. The change in the perspective of the bureaucrats in viewing the possible regulations will not be achieved in several decades without seriousness in improving the bureaucracy itself.Perbaikan kualitas reformasi regulasi dalam politik hukum yang berimplikasi pada arah pembentukkan peraturan perundang-undangan menuntut adanya perubahan counter cultural di dalam badan institusi pengaturan itu sendiri. Kontrol eksternal dan oversight merupakan hal yang penting tetapi tidak cukup untuk mengatasi resistansi birokrasi dan berkembangnya filosofi command and control. Sejumlah pendekatan telah dipergunakan melalui training dan desiminasi informasi, pengulangan penulisan pada job description dan kriteria evaluasi, serta membangun unit reformasi, untuk mendukung fungsi badan pengaturan. Metode penelitian ini adalah yuridis normatif yaitu menekankan pada studi literasi, peraturan perundang-undangan, buku dan sumber informasi lainya yang masih berkaitan. Analisis yuridis menunjukkan secara jelas bahwa reformasi birokrasi haruslah dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam membangun efektifitas, bukan sekedar suatu solusi bagi masalah aktual. Pemahaman ini akan mengurangi kecenderungan disfungsional produk pembentukan peraturan, karena adanya intervensi kepentingan organisasi atau politik tertentu. Perubahan cara pandang para birokrat dalam memandang peraturan kemugkinan tidak akan tercapai dalam beberapa dekade tanpa keseriusan dalam memperbaiki tubuh birokrasi itu sendiri.
Eksistensi pondok pesantren DDI Mangkoso sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional Muhammad Alqadri Burga; Muljono Damopolii; Marjuni Marjuni
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v20i2.1419

Abstract

The purpose of this study was to analyze the existence of the DDI Mangkoso Islamic Boarding School as a representation of traditional Islamic education institutions. The research method used is qualitative with a phenomenological approach. The primary data sources consisted of kiai, ustaz, students, and the community around the DDI Mangkoso Islamic Boarding School. Secondary data sources consist of books, journals, and other relevant scientific works. Data were collected using interview, observation, and documentation methods, then analyzed through three stages, namely data reduction, presentation, and drawing conclusions. The research results show that the DDI Mangkoso Islamic Boarding School still exists as a traditional Islamic education institution by maintaining five roles, namely (1) transmission of classical Islamic sciences, (2) institute of da'wah, (3) preserver of Islamic tradition, (4) center for reproduction of ulama, and (5) place of community service and development.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis eksistensi Pondok Pesan­tren DDI Mangkoso sebagai representasi lembaga pendidikan Islam tradisional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Sumber data primer terdiri atas kiai, ustaz, santri, dan masyarakat sekitar Pondok Pesantren DDI Mangkoso. Sumber data sekunder terdiri atas buku, jurnal, dan karya ilmiah relevan lainnya. Data dikumpulkan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil pe­ne­litian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren DDI Mangkoso tetap eksis sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional dengan memper­ta­han­kan lima peran, yaitu (1) tempat transmisi ilmu-ilmu Islam klasik, (2) lem­baga dakwah, (3) peles­tari tradisi Islam, (4) pusat reproduksi ulama, dan (5) tempat pengabdian dan pengem­bangan masyarakat.
Arabic language learning in a comprehensive approach (theoretical study) Zera Ilhami; A. Syahid Robbani
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v20i2.1391

Abstract

This study research on how to determine Arabic language learning methods and techniques with a comprehensive approach, with the aim of learners to understand and be able to practice what has been learned and understand four skills thoroughly. This Research is literature research that seeks to find the literature that corresponds to the theme of the discussion and then analyzed with a descriptive analysis. The results of this research show that the comprehensive terms used in education cover a variety of aspects. First, the content of Arabic language learning should be comprehensive. Second, Arabic learning methods must also be comprehensive, the methods used in accordance with the materials submitted in order for the previously determined goals to be achieved. Third, the learning process should occur in the whole educational process. A comprehensive approach is more effectively applied to elementary and intermediate students. As for the advanced level of language teaching, it is more suitable to use Nazhariyah al-Furu'. This approach is how teachers modify the classes they face by sticking to the achievements of the four skills. Therefore, a comprehensive approach that includes strategies, methods, models, and learning elements make four skills in Arabic can be learned to master and develop Arabic comprehensively.Penelitian ini mengkaji tentang cara menentukan metode dan teknik pembelajaran bahasa Arab dengan pendekatan komprehensif, dengan tujuan agar peserta didik mampu memahami dan mempraktikkan apa yang telah dipelajari dan memahami empat keterampilan secara menyeluruh. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang berusaha menemukan literatur yang sesuai dengan tema kajian  kemudian menganalisisnya dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa istilah komprehensif yang digunakan dalam pendidikan mencakup berbagai aspek. Pertama, isi pembelajaran bahasa Arab harus komprehensif. Kedua, metode pembelajaran bahasa Arab juga harus komprehensif, metode yang digunakan sesuai dengan materi yang diajukan agar tujuan yang ditentukan sebelumnya tercapai.  Pendekatan komprehensif lebih efektif diterapkan pada siswa dasar dan menengah. Sedangkan untuk tingkat pengajaran bahasa Arab lanjutan, lebih cocok menggunakan Nazhariyah al-Furu'. Pendekatan ini adalah bagaimana guru memodifikasi kelas yang mereka hadapi dengan tetap berpegang pada empat keterampilan yang ada. Oleh karena itu, pendekatan komprehensif yang mencakup strategi, metode, model, dan elemen pembelajaran membuat empat keterampilan dalam bahasa Arab dapat dipelajari untuk menguasai dan mengembangkan bahasa Arab secara komprehensif.
Efektivitas penerapan model pembelajaran blended learning terhadap kemampuan menulis artikel ilmiah Burhanuddin Burhanuddin
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v20i2.1386

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the application of the blended learning model on the ability to write scientific articles of students at STAIN Majene. This study uses a quantitative approach. The sample of this research is 30 students who take scientific article writing courses. The research instrument consists of test and non-test instruments. The data analysis technique used in this research is descriptive and inferential data analysis technique assisted by SPSS version 20 software. The results of this study indicate that there are differences in students' ability to write scientific articles before using the blended learning model and after using the blended learning model.Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model blended learning terhadap kemampuan menulis artikel ilmiah mahasiswa di STAIN Majene. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa yang mengikuti mata kuliah penulisan artikel ilmiah yang berjumlah 30 orang. Instrumen penelitian ini terdiri dari instrumen tes dan non-tes. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data deskriptif dan inferensial berbantu software SPSS versi 20.  Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan kemampuan menulis artikel ilmiah mahasiswa sebelum menggunakan model blended learning dan setelah menggunakan model pembelajaran blended learning.

Page 1 of 1 | Total Record : 10