cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
prologia@fikom.untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Prologia
ISSN : -     EISSN : 25980777     DOI : -
Prologia (E-ISSN 2598-0777) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Prologia are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Prologia published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 676 Documents
Pengaruh Celebrity Endorser, Kualitas Pesan Iklan, Kreativitas Iklan terhadap Efektivitas Iklan Gojek Cerdikiawan Ricky Budiman; Rezi Erdiansyah
Prologia Vol 5, No 1 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v5i1.8140

Abstract

Speaking of Ads, of course, the power of measuring the effectiveness of these ads varies - and to achieve the effectiveness of advertising in order to succeed in attracting people to use the advertised goods / services. In achieving the effectiveness of advertising itself there are many ways to use such as Celebrity Endorser to attract  attention of the audience so  the ad will be noticed. There are also those who use advertising messages to be able to listen to the audience to hear interesting advertising messages and advertising creativity is also one way to make these advertisements displayed and become the talk of many people.This research itself aims to find out from the 3 ways above, can an effective advert be available? Or just the opposite. This research itself uses quantitative techniques with survey methods and uses a Gojek advertisement titled Gojek Cerdikiawan as a unit of observation. Primary data is collected through questionnaires distributed to 100 more respondents with age 18-37 years old who know and of course watching Gojek Cerdikiawan ads and domiciled in DKI Jakarta. The results showed that the most effective influences are advertising creativity and celebrity endorsers.Iklan memiliki daya ukur efektivitas iklan yang bermacam – macam. Iklan berhasil jika orang menggunakan barang/ jasa yang diiklankan tersebut. Dalam mencapai efektivitas iklan sendiri ada banyak sekali cara dengan menggunakan seperti Celebrity Endorser untuk menarik perhatian khalayak agar iklan tersebut bisa diperhatikan. Ada juga yang menggunakan pesan iklan agar bisa menarik khalayak mendengar pesan iklan yang menarik dan kreativitas iklan juga menjadi salah satu cara untuk membuat iklan tersebut dipertontonkan dan menjadi perbincangan orang banyak. Penelitian ini sendiri bertujuan untuk mengetahui tiga cara di atas apakah bisa membuat iklan yang ada efektif? Atau justru sebaliknya.Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif dengan metode survei dan menggunakan iklan Gojek yang berjudul Gojek Cerdikiawan sebagai unit obeservasi. Data yang dikumpulkan dengan menyebar kuesioner yang kepada 100 orang yang berusia 18-37 tahun dan yang tentu saja menonton iklan Gojek Cerdikiawan dan berdomosili di DKI Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang paling efektif adalah kreatifitas iklan dan celebrity endorser sendiri.
Peran Interaksi Simbolik dalam Perencanaan Komunikasi Pemasaran BRE Global (Studi Kasus BRE Global Edukasi dan Karir) Ivan Sebastian; Muhammad Adi Pribadi
Prologia Vol 5, No 1 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v5i1.8166

Abstract

The large number of unemployed in Indonesia was mostly dominated by high school graduate and a university graduate. The government also encourages various breakthroughs, one of which is conducting training (training) or internships (internship) to improve human resources and employment. PT.BRE Global Education and career is a consultant engaged in the field of education, where the consultants will help find a way out and provide advice to prospective candidates who want to go abroad either to study or work through training and learning programs owned by companies through social media such as Facebook and Whatsapp as communication media. The author uses a qualitative methodology with strategies and case studies in this research. The purpose of this report is to find out and see how Symbolic Interactions play a role in marketing communication planning carried out by Educational Consultants from PT.BRE Global Education and Careers and the conclusions of this research BRE Global uses 4 stages in its marketing communication planning namely advertising, promotion, sales direct and interactive marketing through the media carried out between consultants and clients and then added to the 5 communication plans starting from Business Objectives, Strategy, Tactical, Monitoring where all stages contain Symbolic Interactions.Besarnya jumlah pengangguran di Indonesia sebagian besar didominasi oleh lulusan SMK, lulusan SMA, dan lulusan universitas. Pemerintah pun mendorong berbagai terobosan, salah satunya adalah melakukan pelatihan (training) atau magang (intership) untuk meningkatkan sumber daya manusia dan ketenaga kerjaan. PT.BRE Global Edukasi dan karir merupakan konsultan yang bergerak di bidang edukasi, dimana para konsultan akan membantu mencari jalan keluar dan memberikan saran kepada para calon kandidat yang ingin pergi ke luar negeri baik untuk belajar atau pun bekerja. Perusahaan memberikan program pelatihan dan pembelajaran melalui media sosial seperti Facebook dan Whatsapp sebagai media komunikasi. Penulis menggunakan metodologi kualitatif dengan strategi dan studi kasus dalam penelitian ini. Tujuan dari laporan ini adalah untuk mengetahui dan melihat bagaimana interaksi simbolik berperan dalam perencanaan komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Konsultan Edukasi dari PT.BRE Global Edukasi dan Karir. Kesimpulan dari penelitian ini BRE Global menggunakan empat tahapan dalam perencanaan komunikasi pemasarannya yaitu periklanan, promosi, penjualan langsung dan pemasaran interaktif melalui media yang dilakukan antara konsultan dengan klien lalu di tambah dengan 5 perencanaan komunikasi dimulai dari Tujuan Bisnis, Strategi, Taktis, Monitoring dimana seluruh tahapannya mengandung Interaksi Simbolik.
Manajemen Periklanan Star Radio dalam Menjaga Loyalitas Pengiklan Cindy Salsabilla; H. H Daniel Tamburian
Prologia Vol 5, No 1 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v5i1.8213

Abstract

The development of the digital era that brings a new lifestyle, it certainly has an impact on other communication media. One of the communication media that feels this impact is radio. Radio listeners in the community are increasingly declining. However, beyond that, there are still many radio stations that are still able to maintain their existence, namely Star Radio Tangerang. Although it has experienced a phase of ups and downs, Star Radio Tangerang has successfully maintained its existence by collaborating with old media and new media. Star Radio Tangerang advertises interesting programs in accordance with the wishes of advertisers and provides these advertisements to their listeners and ends up as an additional attraction to grow the loyalty of advertisers and listeners. The success of Star Radio Tangerang cannot be separated from the role of advertising management. By using a qualitative descriptive method, the research would like to describe how the efforts of Star Radio Tangerang in maintaining Advertiser Loyalty. The data analyzed are the results of interviews with four Star Radio sources, direct observations of Star Radio broadcasting, as well as a review of documents relating to Star Radio advertising management. The results of this study indicate that Star Radio management has implemented the stages and management strategies in the process of making advertisements optimally. In addition, Star Radio also strives to optimize communication with advertising and to use after sales services in an effort to form advertiser loyalty.Dengan berkembangnya era digital yang menghadirkan gaya hidup baru, tentu memberikan dampak pada media komunikasi lainnya. Salah satu media komunikasi yang merasakan dampak ini adalah radio. Pendengar radio di masyarakat kian hari kian menurun. Namun, di luar itu semua masih banyak stasiun radio yang tetap mampu mempertahankan eksistensinya, yaitu Star Radio Tangerang. Meskipun pernah mengalami fase naik-turun, Star Radio Tangerang sukses mempertahankan eksistensinya dengan melakukan kerjasama antara media lama dengan media baru. Star Radio Tanggerang mengiklankan program-program yang menarik sesuai dengan keinginan pengiklan dan memberikan iklan tersebut kepada para pendengarnya dan berujung sebagai daya tarik tambahan untuk menumbuhkan loyalitas pengiklan dan pendengar. Kesuksesan Star Radio Tangerang ini tidak lepas dari peran serta manajemen periklanan. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ingin menguraikan bagaimana upaya manajemen Periklanan Star Radio di Tangerang dalam menjaga Loyalitas Pengiklan. Data yang dianalisis merupakan hasil wawancara dengan empat narasumber Star Radio, pengamatan langsung penyiaran Star Radio, serta telaah dokumen yang berkaitan dengan manajemen periklanan Star Radio. Adapun hasil penelitian ini menunjukan bahwa manajemen Star Radio telah menerapkan tahapan-tahapan dan strategi manajemen dalam proses pembuatan iklan secara optimal. Selain itu, Star Radio juga mengupayakan optimalisasi komunikasi dengan periklanan serta menggunakan layanan after sales dalam usahanya membentuk loyalitas pengiklan.
Pengaruh Content Marketing terhadap Customer Engagement (Studi Pada Akun Instagram LazadaID) Christine Natalia Chandra; Wulan Purnama Sari
Prologia Vol 5, No 1 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v5i1.10116

Abstract

The change in marketing to the digital era causes marketers to be able to adjust technological developments and consumer interests, especially among Millennial Generation and Z Generation. LazadaID is one of the e-commerce in Indonesia, one of the marketing strategies implemented by Lazada is to use social media with content marketing to create customer engagement. This research wanted to know the effect of marketing content on customer engagement. This research uses a quantitative research with descriptive research. In this study using the survey method as a data method. The research was conducted by means of a questionnaire, pretest to 30 respondents who are followers of the LazadaID Instagram account and then tested for validity and reliability. Furthermore, valid statements will be distributed again by means of a posttest test on 100 respondents. The theory used in this research is content marketing and customer engagement. The data validity technique used in this study was the validity and reliability test. The data processing technique used is the classical assumption test, descriptive analysis, simple linear regression test, T test, and analysis of the coefficient of determination. With the T test results of 10,185> from 1,984, and the test results of 0.711> 0.05, which means that the effect of content marketing on customer engagement is strong. So in this study the results obtained show that content marketing has an effect on customer engagement on the LazadaID Instagram account.Perubahan pemasaran ke era  digital menyebabkan para pemasar harus dapat menyesuaikan perkembangan teknologi dan minat konsumen terutama pada kalangan generasi Millennial dan generasi Z. LazadaID merupakan salah satu e-commerce di Indonesia, salah satu strategi pemasaran yang diterapkan Lazada adalah menggunakan media sosial dengan content marketing untuk menciptakan customer engagement. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh content marketing terhadap customer engagement. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian yang bersifat deskriptif. Dalam penelitian ini menggunakan metode survei sebagai metode pengumpulan data. Penelitian yang dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner pretest kepada 30 responden yang merupakan followers akun Instagram LazadaID lalu diuji validitas dan reliabilitas. Selanjutnya pernyataan yang valid akan disebarkan kembali dengan uji posttest pada 100 responden. Teori yang digunakan di penelitian ini adalah content marketing dan customer engagement. Teknik keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas dan reliabilitas. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah uji asumsi klasik, analisis deskriptif, uji korelasi, uji regresi linear sederhana, uji T, dan analisis koefisien determinasi. Dengan hasil uji T 10.185 > dari 1,984, dan hasil uji korelasi 0,711 > 0,05 yang artinya pengaruh content marketing terhadap customer engagement kuat. Sehingga dalam penelitian ini hasil yang didapat menunjukkan bahwa content marketing dari berpengaruh pada customer engagement dari akun Instagram LazadaID.
Back Matters Vol 5 No 1 Lydia Irena
Prologia Vol 5, No 1 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Back Matters Vol 5 No 1
Pengaruh Celebrity Endorsement dan Perceived Advertising Value terhadap Keputusan Pembelian di Fore Coffee Leonardo Leonardo; Rezi Erdiansyah
Prologia Vol 4, No 2 (2020): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v4i2.6482

Abstract

The purpose of this research is to determine the effect of celebrity endorsement and perceived advertising value on purchase decisions at Fore Coffee. The author conducted this research by distributing the questionnaries to a sample of 170 people who have made a purchase at Fore Coffee in Jakarta. The questionnaries distributed through google form. Data analysis techniques using SEM through the LISREL 8.70 software. The results of this study found that both dependent variables namely celebrity endorsement and perceived advertising value had a significant effect on purchase decisions. From the two dependent variables, perceived advertising value has more effects than the celebrity endorsement for purchasing decisions at Fore Coffee.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan celebrity endorsement dan perceived advertising value terhadap keputusan pembelian di Fore Coffee. Penulis melaksanakan penelitian ini dengan menyebarkan kuesioner kepada sampel sebanyak 170 orang konsumen yang pernah melakukan pembelian di Fore Coffee di Jakarta. Kuesioner disebarkan melalui google form. Teknik analisis data menggunakan SEM melalui aplikasi LISREL 8.70. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa kedua variabel dependen yaitu celebrity endorsement dan perceived advertising value memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Dari kedua variabel dependen tersebut, perceived advertising value berpengaruh lebih besar dibandingkan dengan variabel celebrity endorsement terhadap keputusan pembelian di Fore Coffee.
Persepsi Pengguna Kosmetik Focallure terhadap Tayangan Youtube Tasya Farasya Agatha Christy Adriani; Septia Winduwati
Prologia Vol 4, No 2 (2020): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v4i2.6501

Abstract

In this era, customers are using social media, Youtube. They use beauty vlogger’s content tomake it easy for cosmetic users to get references based on reviews given by beauty vloggers. The development of cosmetics such as examples of Focallure Products. Focallure was updated by one of the vlogger's beauties, Tasya Farasya. This research was made to find out the perceptions created by Focallure cosmetics users on beauty vlogger on Tasya Farasya's Youtube. Theories used in this research are communication theory, social media theory and perception theories. This study uses qualitative considerations with descriptive characteristics. The results of the study show the fact of Focallure cosmetics users on the YouTube show Tasya Farasya is Tasya Farasya is a beauty vlogger that helps explain Focallure products by detailed and honest reviews in providing reviews. There are also internal and external factors that support the creation of this perception. Internal factors that support such as; Tasya Farasya has a beautiful face, has a special desire in cosmetology, good emotions when watching, and remembers that Tasya Farasya was once MUA. External factors such as; Tasya Farasya has a close relationship with Focallure, the lighting on the show is bright, the use of the background on the show is elegant and the number of subscribers provided by Tasya Farasya.Di era sekarang ini, para konsumen memanfaatkan media sosial yaitu Youtube. Mereka memanfaatkan konten beauty vlogger untuk memudahkan kalangan pengguna kosmetik untuk mendapatkan referensi berdasarkan ulasan yang diberikan oleh beauty vlogger. Perkembangan kosmetik seperti Produk Focallure. Produk Focallure diulas oleh salah satubeauty vlogger yaitu Tasya Farasya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi yang tercipta dari pengguna kosmetik Focallure pada tayangan Youtube beauty vloggerTasya Farasya. Adapun teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori komunikasi, media sosial dan persepsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi dari pengguna kosmetik Focallure pada tayangan Youtube Tasya Farasya adalah Tasya Farasya merupakan beauty vloggeryang informatif dalam menjelaskan produk Focallure secara lengkap dan jujur dalam memberikan ulasan. Terdapat juga faktor internal dan eksternal yang mendukung terciptanya persepsi tersebut. Faktor internal yang mendukung seperti; Tasya Farasya dipandang paras yang cantik, memiliki kesamaan minat di bidang makeup, emosi yang baik pada saat menonton, dan mengingat bahwa Tasya Farasya pernah menjadi MUA. Faktor eksternal seperti; Tasya Farasya memiliki hubungan yang erat dengan Focallure, lighting pada tayangan tersebut terang, penggunaan background pada tayangan tersebut yang elegan dan jumlah subscriber yang dimiliki oleh Tasya Farasya.
Komunikasi Cyber Beauty Vlogger Fatya Biya dalam Mendukung Citra Merek Wardah Yolanda Octha Verren; Septia Winduwati
Prologia Vol 4, No 2 (2020): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v4i2.6512

Abstract

In the case of the development of media massa now is a supporter of the needs in community activities.  In the era of globalization, developing technology can make it easier for people to get information practically and effectively by following the times.  YouTube is one example of new media that is currently quite popular.  This study aims to determine Fatya Biya's cyber beauty vlogger communication in supporting Wardah's brand image.  Theories used in this research are cyber communication theory, new media theory and brand image theory.  This research was conducted using descriptive qualitative methods.  Data collection methods from this research are interviews, document studies and online data.  Interviews were conducted with 1 key informant and 3 informants consisting of one beauty vlogger namely Fatya Biya and three Fatya Biya subribers who watched the Wardya one brand makeup video tutorial on YouTube.  The results of this study explain the cyber communication done by beauty vlogger Fatya Biya in supporting Wardah's brand image on YouTube, which is that he uses YouTube as a means to communicate about Wardah products in a video titled Wardah one brand makeup tutorial in supporting Wardah's image, which is halal and economical.Pada hal perkembangan media massa saat ini merupakan sebuah pendukung kebutuhan dalam aktivitas masyarakat. Dalam era globalisasi, teknologi yang berkembang dapat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi secara praktis dan efektif dengan mengikuti perkembangan zaman. YouTube adalah salah satu contoh dari new media yang saat ini cukup digemari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi cyber beauty vlogger Fatya Biya dalam mendukung citra merek Wardah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi cyber, teori new media dan teori citra. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif secara deskriptif. Metode pengumpulan data dari penelitian ini adalah wawancara, studi dokumen dan data online. Wawancara dilakukan kepada 1 key informan dan 3 informan yang terdiri dari satu beauty vlogger yaitu Fatya Biya dan tiga subribers Fatya Biya yang  menonton video Wardah one brand makeup tutorial Fatya di YouTube. Hasil dari penelitian ini menjelaskan  komunikasi cyber yang dilakukan oleh beauty vlogger Fatya Biya dalam mendukung citra merek Wardah di YouTube yaitu ia menggunakan YouTube sebagai sarana untuk mengkomunikasikan mengenai produk Wardah dalam video yang berjudul Wardah one brand makeup tutorial dalam mendukung citra Wardah yaitu halal dan ekonomis.
Analisis Komunikasi Pemasaran Go-Pay Melalui Promosi Cashback Edwin Notowijoyo; Riris Loisa
Prologia Vol 4, No 2 (2020): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v4i2.6602

Abstract

Promotion was a product of marketing communication, marketing activity which try to spreading an information, influance or persuade and reminding the targeting market so the product can be acceptable, bought, and loyal with the product. GO-PAY was one of a product of Fintech from GO-JEK, which is an inovation in a finance where money doesnt exist physicly but in a form of digital or electronic so the transaction could be easier. The purpose of this research was to know is cashback 20% was a strategy of marketing communication for GO-PAY or not. The research using the metode of qualitative descriptive with data collection technique from case study. The instrument was interview and documentation wih sr.Merchant Aquisition Executive from Consument Relation team and Owner of Indio Koffie. The result from the research was cashback was a promotion which GO-JEK use for promoting GO-PAY. The researcher suggesting so the next research with communication marketing basist could have the other metode to find a better product of communication marketing.Promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran, sebuah aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi atau membujuk, dan mengingatkan pasar sasaran atas produknya agar diterima, dibeli dan loyal pada produknya. GO-PAY adalah sebuah produk Fintech dari GO-JEK, yaitu sebuah inovasi di dalam bidang jasa keuangan yang di mana uang secara fisik dijadikan bentuk digital atau elektronik dengan tujuan untuk memudahkan kegiatan transaksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk engetahui apakah cashback 20% adalah strategi komunikasi pemasaran dalam memasarkan GO-PAY. Metode penelitian mengunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data dari studi kasus. Instrumen yang digunakan yaitu wawancara dan dokumentasi dengan narasumber yaitu sr.Merchant Acquisition Executive di tim  Consument Relation dan Owner dari Indio Koffie. Hasil penelitian didapati bahwa cashback merupakan promosi yang digunakan oleh GO-JEK dalam memasarkan GO-PAY. Peneliti menyarankan agar kedepannya penelitian berbasis komunikasi pemasaran memiliki penerapan lain untuk menemukan produk komunikasi pemasaran yang lebih baik.
Pengaruh Citra Merek Terhadap Kepuasan Pelanggan dan Implikasinya pada Positive Word Of Mouth Penumpang MRT Jakarta Meiliana Meiliana; Rezi Erdiansyah
Prologia Vol 4, No 2 (2020): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v4i2.6632

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of brand image on positive word of mouth through Jakarta MRT passenger satisfaction. The research sample used as many as 125 respondents came from passengers aged 20 years over and had used the Jakarta MRT services. Questionnaires were distributed and filled out directly by respondents and by Google forms. Data analysis using SPSS (Statistical Package For The Social Sciences) version 23 software and SEM (Structural Equation Modeling) with Lisrel application version 8.80. The results showed brand image and customer satisfaction had a significant influence on positive word of mouth MRT Jakarta passengers. However, customer satisfaction is most influential on positive word of mouth, then followed by brand image. In sequence the most dominant dimensions that shape brand image are value, corporate identity, reputation and personality. Furthermore, sequentially the most dominant dimensions that shape customer satisfaction are service quality, product quality, price and comfort. And in sequence the most dominant dimensions that make up positive word of mouth are information, invitations, recommendations and positive stories. Thus, to create positive word of mouth, efforts should be made to increase customer satisfaction.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh citra merek terhadap positive word of mouth melalui kepuasan penumpang MRT Jakarta. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 125 responden berasal dari penumpang yang berumur 20 tahun ke atas dan pernah menggunakan jasa layanan MRT Jakarta. Kuesioner disebarkan melalui penyebaran angket dan diisi langsung oleh responden serta google forms. Analisis data menggunakan SEM (Structural Equation Modeling) dengan aplikasi Lisrel versi 8.80. Hasil penelitian menunjukkan citra merek dan kepuasan pelanggan memberikan pengaruh signifikan terhadap positive word of mouth penumpang MRT Jakarta. Namun demikian, kepuasan pelanggan paling berpengaruh terhadap positive word of mouth, lalu diikuti dengan citra merek. Secara berurutan dimensi paling dominan yang membentuk citra merek adalah nilai, identitas perusahaan, reputasi dan kepribadian. Selanjutnya, secara berurutan dimensi paling dominan yang membentuk kepuasan pelanggan adalah kualitas pelayanan, kualitas produk, harga dan kenyamanan. Dan secara berurutan dimensi paling dominan yang membentuk positive word of mouth adalah informasi, ajakan, rekomendasi dan cerita positif. Dengan demikian, untuk menciptakan positive word of mouth perlu dilakukan  upaya meningkatkan kepuasan pelanggan.