cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
prologia@fikom.untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Prologia
ISSN : -     EISSN : 25980777     DOI : -
Prologia (E-ISSN 2598-0777) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Prologia are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Prologia published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 709 Documents
Strategi Komunikasi Pemasaran Brand Itswooni dalam Membangun Brand Awareness Wisely, Erica; Rusdi, Farid
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.35347

Abstract

ItsWooni is one of the local brands that recently entered the competition in 2022, offering a complementary addition to fashion through its product line of bags. The aim of this research is to understand the marketing communication strategies employed by the ItsWooni brand to enhance brand awareness. Marketing communication in this context is carried out through influencer marketing and content marketing. In this study, the researcher adopts a qualitative approach and a case study method. Data is gathered through in-depth interviews, non-participant observation, and documentation. Interviews are conducted with the owner, team, and customers of ItsWooni to gain a comprehensive understanding of the brand. Meanwhile, observation involves examining and analyzing data and information related to ItsWooni. The findings of this research reveal the strategies employed in marketing communication to build and sustain brand awareness. ItsWooni merupakan salah satu brand lokal yang baru saja bersaing di tahun 2022 yang dapat menjadi pelengkap busana karena produk yang dikeluarkan oleh ItsWooni adalah tas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh brand ItsWooni dalam meningkatkan kesadaran merek. Komunikasi pemasaran ini dilakukan melalui influencer marketing dan content marketing. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Peneliti memperoleh data melalui wawancara mendalam, observasi non partisipan dan dokumentasi. Wawancara dilakukan bersama pemilik, team dan customer ItsWooni untuk mengetahui secara mendalam mengenai ItsWooni. Sementara itu, observasi dilakukan dengan mengamati, menganalisis data dan informasi mengenai ItsWooni. Hasil temuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran dalam membangun dan mempertahankan kesadaran merek.
Strategi Public Relations dalam Membangun Brand Image Melalui Instagram Lime Light Bar Harmia, Dara Ayu Sofie; Setyanto, Yugih
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.35348

Abstract

Lime Light Bar is a new company operating in the food and beverage sector and was founded in 2023 by PT. Untung Sejahtera Makmur, Lime Light Bar offers a Tequila Bar, Nightclub and Lounge concept which is packaged attractively in terms of concept, products, services, and even uploads on social media. If it is related to increasing the brand image of Lime Light Bar in the eyes of the public, then this cannot be separated from the role and function of public relations itself. The image of Lime Light Bar varies according to public perception because this is related to individual assessment. The purpose of this research is to determine the role of public relations in building brand image through Instagram Light Lime Bar. The uniqueness of this bar is its cool atmosphere and different from the others. This research method uses qualitative research methods. This research is research with a qualitative approach. The research was conducted by conducting interviews with Adelwine Rene as Public Relations of Lime Light Bar, Qesya Aliyya, Bramantya Widyanto, Citta Nathania, Salwa Desvitha as customers and Instagram followers @lime.lightbar. The research results found that Lime Light Bar meets a good brand image assessment, namely; (1) Strength of Brand Association (2) Favorability of Brand Association (3) Uniqueness of Brand Association. Lime Light Bar merupakan salah satu perusahaan baru yang bergerak dalam bidang food and beverage dan didirikan tahun 2023 oleh PT. Untung Sejahtera Makmur, Lime Light Bar menawarkan sebuah konsep Tequila Bar, Klub malam, dan Lounge yang dikemas secara atraktif baik secara konsep, produk, pelayanan, hingga unggahan di media sosial. Apabila dikaitkan dengan peningkatan brand image Lime Light Bar di mata masyarakat, maka hal itu tidak terlepas dari peran dan fungsi public relations itu sendiri. Citra Lime Light Bar berbeda-beda menurut persepsi masyarakat karena hal ini berkaitan dengan penilaian secara individu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Public Relations Dalam Membangun Brand Image Melalui Instagram Light Lime Bar. Keunikan dari bar ini adalah suasananya yang keren dan beda dari yang lain. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara pada Adelwine Rene selaku Public Relations Lime Light Bar, Qesya Aliyya, Bramantya Widyanto, Citta Nathania, Salwa Desvitha selaku customer dan pengikut instagram @lime.lightbar. Hasil Penelitian menemukan bahwa Lime Light Bar memenuhi penilaian brand image yang baik yaitu; (1) Strength of Brand Association (2) Favorable of Brand Association (3) Uniqueness of Brand Association.
NCT Dream, Tap Cash BNI, dan Minat Beli Komunitas NCTzen Rini, Cika Puspita; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.35349

Abstract

The rise of the Korean Wave throughout the world, including in Indonesia, means companies have a great opportunity to attract consumers who are enthusiastic about K-Pop. One of the business strategies taken is to make K-Pop idol groups as models or Brand Ambassadors. An example is the collaboration between the boy group NCT Dream and Tap Cash BNI in Indonesia, which is the author's research. This research aims to determine the influence of NCT Dream as BNI's Tap Cash model on the purchasing interest of their fan community, NCTzen, in Indonesia. The research method used was quantitative by conducting a survey using a questionnaire distributed to 100 respondents who were members of the NCTzen community in Jakarta WhatsApp NCTzen – Jakarta under the auspices of KLY (KapanLagi Youniverse). Data analysis was carried out using validity tests, T tests, simple linear regression analysis, and coefficient of determination using SPSS Statistics 26. The results of the analysis show that as much as 85.7% of the variation in buying interest of NCTzen community members can be explained by the influence of NCT Dream as BNI's Tap Cash model. The remaining 14.3% was influenced by other variables not examined in this study. This research contributes to understanding the relationship between the K-Pop music industry and marketing communications through the use of K-Pop idols as models. Maraknya Korean Wave di seluruh dunia, termasuk di Indonesia membuat perusahaan memiliki peluang besar untuk menarik konsumen yang antusias terhadap K-Pop. Salah satu strategi bisnis yang diambil adalah menjadikan grup idol K-Pop sebagai model atau Brand Ambassador. Contohnya adalah kolaborasi antara boy group NCT Dream dan Tap Cash BNI di Indonesia yang merupakan penelitian penulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh NCT Dream sebagai model Tap Cash BNI terhadap minat beli komunitas penggemar mereka, NCTzen, di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan melakukan survei menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden anggota komunitas NCTzen di Jakarta WhatsApp NCTzen – Jakarta dibawah naungan KLY (KapanLagi Youniverse). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji validitas, uji T, analisis regresi linier sederhana, dan koefisien determinasi menggunakan SPSS Statistic 26. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 85.7% dari variasi minat beli anggota komunitas NCTzen dapat dijelaskan oleh pengaruh NCT Dream sebagai model Tap Cash BNI. Sisanya, 14.3%, dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami keterkaitan antara industri musik K-Pop dan komunikasi pemasaran melalui penggunaan idol K-Pop sebagai model.
Analisis T2Sanstore Membangun Brand Engagement TikTok Marcella, Cherise; Aulia, Sisca
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.35350

Abstract

As time goes by, people are increasingly easy to share information and interact through social media. Where users not only share information but also can express themselves, One of these social media is TikTok, not only used to express themselves, TikTok is also used by business people to create a brand image of a product. One of them is @T2Sanstore which also uses TikTok as a platform to provide information about automotive and entertainment products. The purpose of this study is to analyze the engagement of @T2Sanstore TikTok content. Researchers used a qualitative method with a case study, data collection in the study used the Observation, Interview and Documentation methods. The results of this study stated that the level of engagement varies and can be caused by differences in the types of products being promoted. For example, automotive products tend to attract the attention of certain age and gender segments, while other products such as children's bags can be more attractive to parents and children. This factor presents a challenge in achieving engagement stability so that it is different or varied. Customer Engagement is important because engaged users tend to be more loyal, promote the brand naturally, and have a higher level of satisfaction. Therefore, T2Sanstore focuses on customer engagement strategies as an integral part of their marketing strategy and customer interaction relationship management. Seiring berjalannya waktu, masyarakat semakin mudah berbagi informasi dan interaksi melalui media sosial. Dimana para pengguna tidak hanya berbagi informasi namun juga dapat mengekspresikan diri sendiri, Salah satu media sosial tersebut adalah Tiktok, tidak hanya digunakan untuk mengekspresikan diri, Tiktok juga dimanfaatkan oleh para pebisnis untuk menciptakan brand image suatu produk. Salah satunya adalah @T2Sanstore yang juga memanfaatkan Tiktok sebagai wadah tempat memberikan seputar informasi produk produk otomotif dan hiburan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis engagement dari konten Tiktok @T2Sanstore. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus, pengumpulan data pada penelitian menggunakan metode Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Hasil penelitian ini menyatakan tingkat engagement bervariasi dan dapat disebabkan oleh perbedaan jenis produk yang dipromosikan. Sebagai contoh, produk otomotif cenderung menarik perhatian segmen usia dan gender tertentu, sementara produk lain seperti tas anak dapat lebih menarik bagi orang tua dan anak anak. Faktor ini memunculkan tantangan dalam mencapai stabilitas engagement sehingga berbeda atau bervariasi. Customer Engagement menjadi penting karena pengguna yang terlibat cenderung lebih setia, mempromosikan merek secara alami, dan memiliki Tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, T2Sanstore berfokus pada strategi customer engagement sebagai bagian integral dari strategi pemasaran dan pengelolaan hubungan interaksi costumer mereka.
Pengaruh Strategi Komunikasi melalui Instagram @eventguideindonesia terhadap Minat Masyarakat Datang ke Jakarta Fair Audricson, Brainard; Junaidi, Ahmad
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.35351

Abstract

The social media is a platform with features that enable people to engage in social activities. Depending on available resources, social interaction can involve message or information exchanges, sharing photos and videos, and other activities. Jakarta Fair Kemayoran is one of the largest, longest, and most comprehensive exhibitions in Southeast Asia. It's held annually at Jakarta Fair Kemayoran. Consumer products, food, entertainment, and art performances are some of the products and services available at this exhibition. Jakarta Fair Kemayoran also leverages social media, especially Instagram, to communicate with the public and visitors. The effect of Jakarta Fair Kemayoran's 2023 communication strategy using the Instagram account @eventguideindonesia as the exhibition's official media partner is being studied. The aim is to determine whether the Instagram account @eventguideindonesia impacts people's desire to visit Jakarta Fair Kemayoran. Persuasive communication theory is being utilized. The author is employing a quantitative approach through the implementation of a survey. Data on research outcomes is obtained through questionnaire distribution to respondents. The study found that communication methods of Instagram account @eventguideindonesia has successfully attracted people's attention to visit Jakarta Fair Kemayoran. Media sosial adalah platform yang memiliki fitur yang memungkinkan orang untuk terlibat dalam aktivitas sosial. Tergantung pada sumber daya yang tersedia, interaksi sosial dapat mencakup pertukaran pesan atau informasi, pertukaran foto dan video, dan kegiatan lainnya. Jakarta Fair Kemayoran adalah salah satu pameran terbesar, terpanjang, dan terlengkap di Asia Tenggara. Pameran yang diadakan setiap tahunnya di Jakarta Fair Kemayoran.Produk konsumen, makanan, hiburan, dan pertunjukan seni adalah beberapa produk dan layanan yang ada di pameran ini. Jakarta Fair Kemayoran juga menggunakan media sosial, terutama Instagram, untuk berkomunikasi dengan masyarakat dan pengunjung. efek dari strategi komunikasi Jakarta Fair Kemayoran tahun 2023 yang menggunakan akun Instagram @eventguideindonesia sebagai mitra media resmi pameran. Studi ini bertujuan untuk menentukan apakah akun Instagram @eventguideindonesia berdampak pada keinginan orang untuk mengunjungi Jakarta Fair Kemayoran. Teori komunikasi persuasif digunakan. Penulis menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pelaksanaan survei. Melalui penyebaran kuesioner kepada responden, data tentang hasil penelitian diperoleh. Studi tersebut menemukan bahwa metode komunikasi melalui akun Instagram @eventguideindonesia berhasil menarik perhatian orang untuk datang ke Jakarta Fair Kemayoran.
Front Matters Vol. 9 No. 2 Irena, Lydia
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.35537

Abstract

Front Matters Vol. 9 No. 2
Strategi E-Government Public Relations Dinas Kominfo Kota Bogor dalam Mengelola Isu Pengelolaan Sampah Dewinta, Putri; Candraningrum, Diah Ayu
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.33212

Abstract

Issue Management is the strategic process of identifying, analyzing, and responding to issues that may affect an organization, with the goal of addressing problems before they become crises. E-Government Public Relations Strategy is the use of information technology by the government to increase efficiency, transparency and public participation in services and policies. Researchers will examine public issues related to waste in Bogor City, with a focus on how the Department of Communication and Information (Diskominfo) manages this issue using e-Government Public Relations strategies with new media theory. New media is the terminology used to describe major changes in the production, distribution and use of media that are technological, conventional and cultural. This research uses descriptive qualitative methods, data collection is carried out using observation, interviews and documentation methods. The data analysis techniques used by researchers include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the research results, the Bogor City Diskominfo identified issues from various sources such as social media and public reports. Bogor City Diskominfo analyzes the urgency and impact of the issue, monitors community responses, and determines handling priorities. The issue management strategy involves collaboration with relevant agencies and the use of social media to disseminate information. Concrete actions include field coordination and publication. Diskominfo also handles negative comments with positive answers. Evaluation of effectiveness is carried out by monitoring community response, and suggestions for improvement include expanding the presence on social media and varying communication methods. Manajemen isu adalah proses strategis untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merespons isu-isu yang dapat mempengaruhi organisasi, dengan tujuan mengatasi masalah sebelum menjadi krisis. Strategi E-Government Public Relations adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan partisipasi publik dalam layanan dan kebijakan. Peneliti akan meneliti masalah isu publik terkait sampah di Kota Bogor, dengan fokus pada bagaimana Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengelola manajemen isu tersebut menggunakan strategi e-Government Public Relations dengan teori new media. New media adalah terminologi yang digunakan untuk menggambarkan perubahan besar dalam produksi, distribusi, dan penggunaan media yang bersifat teknologis, konvensional, dan budaya. Penelitian dilakukan denhan menggunakan metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan juga dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan peneliti yaitu meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, Diskominfo Kota Bogor mengidentifikasi isu dari berbagai sumber seperti media sosial dan laporan masyarakat. Diskominfo Kota Bogor menganalisis urgensi dan dampak isu, memantau respons masyarakat, dan menentukan prioritas penanganan. Strategi manajemen isu melibatkan kolaborasi dengan dinas terkait dan penggunaan media sosial untuk menyebarkan informasi. Tindakan konkret termasuk koordinasi lapangan dan publikasi. Diskominfo juga menangani komentar negatif dengan jawaban positif. Evaluasi efektivitas dilakukan dengan memantau tanggapan masyarakat, dan saran untuk peningkatan mencakup perluasan kehadiran di media sosial dan variasi metode komunikasi.
Spotify Wrapped 2023: Pergeseran Perilaku dan Gaya Hidup Gen Z dalam Mengonsumsi Musik Stefhan, Zorry; Rusdi, Farid
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.33214

Abstract

The rapid advancement of technology has propelled the popularity of music streaming services, with Spotify emerging as a leader in delivering personalized music-listening experiences. Spotify’s annual Wrapped campaign, which allows users to share their music-listening habits on social media, has become a viral phenomenon, particularly among Gen Z. This study aims to explore Gen Z consumer behavior and the factors driving the success of the 2023 Spotify Wrapped campaign in generating social media virality. Using a qualitative approach with a case study method, the research identified four main factors influencing Gen Z's active participation in sharing Spotify Wrapped: cultural, personal, social, and psychological. The culture of Fear of Missing Out (FoMO) drives engagement with trends, even though not all feel pressured. Personal factors, such as music preferences that reflect self-identity, are a key motivator, with notable recognition of the popularity of music genres like K-pop. Socially, peer influence outweighs celebrity endorsements in sparking curiosity and participation, creating a snowball effect on social media. Psychologically, sharing Spotify Wrapped serves as a way to showcase identity, build connections, and gain social recognition. These findings reveal that the 2023 Spotify Wrapped campaign successfully leveraged these factors to achieve widespread virality among Gen Z. Teknologi yang berkembang telah mendorong popularitas layanan streaming musik. Kampanye tahunan Spotify Wrapped, bahan telah memungkinkan pengguna membagikan kebiasaan mendengarkan musik mereka di media sosial. Hal ini telah menjadi fenomena viral, terutama di kalangan Gen Z. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perilaku konsumen Gen Z dan faktor-faktor yang mendorong kesuksesan kampanye Spotify Wrapped 2023 dalam menciptakan viralitas di media sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menemukan bahwa partisipasi aktif Gen Z dalam membagikan Spotify Wrapped dipengaruhi oleh empat faktor utama: budaya, pribadi, sosial, dan psikologis. Budaya Fear of Missing Out (FoMO) mendorong keterlibatan dengan tren, meskipun tidak semua merasa tertekan. Faktor pribadi, seperti preferensi musik yang mencerminkan identitas diri, menjadi motivasi utama, dengan pengakuan terhadap popularitas genre musik seperti K-pop. Secara sosial, pengaruh teman lebih dominan dibanding selebritas dalam mendorong rasa penasaran dan partisipasi, menciptakan efek bola salju di media sosial. Dari sisi psikologis, berbagi Spotify Wrapped menjadi cara untuk menonjolkan identitas, membangun koneksi, dan memperoleh pengakuan sosial. Temuan ini mengungkap bahwa kampanye Spotify Wrapped 2023 berhasil memanfaatkan faktor-faktor tersebut untuk menciptakan viralitas yang meluas di kalangan Gen Z.
Peran PR dalam Membangun Citra Melalui Instagram (Studi Pada Humas DPRD Kota Bogor) Jocelyn, Christina; Setyanto, Yugih
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.33393

Abstract

The development of information technology and social media provides great opportunities for public relations (PR) to support government institutions in increasing transparency and building a positive image in the eyes of the public. As an important part of strategic communication, Bogor City DPRD Public Relations uses Instagram social media to establish harmonious relationships with the community. This research aims to examine the role of Public Relations of the Bogor City DPRD in building the image of the institution through the Instagram platform. The method used is descriptive qualitative with an in-depth interview approach to related sources. The research results show that the Instagram account @dprd.kotabogor is managed effectively to convey information on DPRD activities and programs transparently. This account is also used to increase public participation and strengthen the institution's positive image. As a communication liaison, Bogor City DPRD Public Relations contributes significantly in building good relationships between institutions and the community through targeted communication strategies. This research provides insight for other government institutions regarding optimizing social media as an effective means of public communication, especially in the city of Bogor. Perkembangan teknologi informasi dan media sosial memberikan peluang besar bagi public relations (PR) untuk mendukung lembaga pemerintahan dalam meningkatkan transparansi dan membangun citra positif di mata publik. Sebagai bagian penting dari komunikasi strategis, Humas DPRD Kota Bogor memanfaatkan media sosial Instagram untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Humas DPRD Kota Bogor dalam membangun citra lembaga melalui platform Instagram. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan wawancara mendalam terhadap narasumber terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun Instagram @dprd.kotabogor dikelola secara maksimal untuk menyampaikan informasi kegiatan dan program DPRD secara transparan. Akun ini juga digunakan untuk meningkatkan partisipasi publik dan memperkuat citra positif lembaga. Sebagai penghubung komunikasi, Humas DPRD Kota Bogor berkontribusi signifikan dalam membangun hubungan yang baik antara lembaga dan masyarakat melalui strategi komunikasi yang terarah. Penelitian ini memberikan wawasan bagi lembaga pemerintahan lainnya mengenai optimalisasi media sosial sebagai sarana komunikasi publik yang optimal, khususnya di Kota Bogor.
Penerapan Agenda Setting dalam Komunikasi Pemasaran di Lacku Cafe pada Instagram Halim, Evelyn; Pribadi, Muhammad Adi
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.33399

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Agenda Setting strategies in marketing communications carried out by Lacku Cafe through the Instagram social media platform. Amid the rapid development of technology and information, social media has become a primary promotional tool, including the Indoneia’s growing coffee shop industry. Lacku cafe utilizes Instagram to build interactions with customers, strengthen brand image, and increase customer appeal. This research employs a qualitative method with a case study approach. Data is collected through in depth interviews, observations, and documentation, supported by secondary data from relevant books, journlas, and articles. The results of the study indicate that the agenda setting strategy successfully fosters customer engagement through informative, interactive, and consistent content. Moreover, the use of Instagram is proven to be more cost efficient compared to tradisional promotional media. This research is expected to contribute to the development of marketing communication studies, particularly in the utilization of sosial media. The findings of this study may also serve asa a practical reference for business actors to enchance competitiveness and build more effective relationships with customers through social media based communication strategies. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi agenda setting dalam komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Lacku Cafe melalui platform media sosial Instagram. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan juga informasi, media sosial telah menjadi sarana promosi yang utama, termasuk dalam industri kedai kopi yang terus berkembang di Indonesia. Lacku Cafe memanfaatkan Instagram untuk membangun interaksi dengan pelanggan, memperkuat citra merek, dan meningkatkan daya tarik konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan penedekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta didukung oleh data sekunder seperti buku, jurnal, dan artikel yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi agenda setting yang diterapkan berhasil menciptakan keterlibatan konsumen melalui konten yang informatif, interaktif, dan konsisten. Selain itu, penggunaan Instagram terbukti lebih efisien secara biaya dibandingkan dengan media promosi tradisional. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan kajian komunikasi pemasaran, khususnya dalam pemanfaatan media sosial. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi referensi praktis bagi pelaku bisnis untuk meningkatkan daya saing dan membangun hubungan yang lebih efektif dengan pelanggan melalui strategi komunikasi berbasis media sosial.