cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Representasi Feminisme Pada Film Disney Live-Action Mulan Salsabila Astri Harinanda; Ahmad Junaidi
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10299

Abstract

Film is a mass media that presents a story in audio-visual form. This research aims to see how are the representation of feminism in the Disney Live-Action Mulan film. The method used is descriptive qualitative research methods with semiotic as data analysis techniques. Data are collected using the methods of documentation, observation, and literature study. The signs of the film were analyzed using Roland Barthes' semiotic model two-stage of signification, which are the denotation, connotation, and myth stages. This film shows the discrimination that happened in women due to patriarchal ideology. The results of this study indicate that the Disney Live-Action Mulan film dominantly represents the flow of liberal feminism, existentialism feminism, and radical-libertarian feminism through its main character, Hua Mulan. Hua Mulan's feminist behavior can be seen from her that are opposing discrimination and standards as a woman, performing male roles, able to be a leader, takes risks and being responsible, independent, able to gets recognition, and proving that she is able to give honor to her family. This film has a meaning that a woman can give honor to her family by being herself, and can have the right to be treated equally and also the right to determine and be responsible for her way of life.Film merupakan salah satu jenis media massa yang menampilkan cerita dengan bentuk audio visual. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana representasi feminisme pada film Disney Live-Action Mulan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data semiotika. Data yang dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi, observasi, dan studi pustaka. Tanda-tanda dari film dianalisis dengan menggunakan model semiotika signifikasi dua tahap Roland Barthes yaitu tahap denotasi, konotasi, dan mitos. Film ini memperlihatkan diskriminasi yang terjadi pada perempuan yang disebabkan ideologi patriarki. Film Disney Live-Action Mulan secara dominan merepresentasikan aliran feminisme liberal, feminisme eksistensialisme, dan feminisme radikal-libertarian lewat tokoh utamanya yaitu Hua Mulan. Perilaku feminisme Hua Mulan terlihat dari perilakunya yang melawan diskriminasi serta standar sebagai perempuan, mampu melakukan peran laki-laki, menjadi pemimpin, berani mengambil resiko dan bertanggung jawab, independen, mendapat pengakuan dan membuktikkan bahwa ia mampu memberi kehormatan untuk keluarganya. Film ini dapat memiliki makna bahwa seorang perempuan dapat memberikan kehormatan pada keluarganya dengan menjadi dirinya sendiri, dan dapat memiliki hak untuk diperlalukan secara setara dan hak untuk menentukan dan bertanggung jawab atas jalan hidupnya sendiri.
Persepsi Penggemar Pasangan Boys Love (BL Ship) terhadap Homoseksualitas Sintya Frank Sianturi; Ahmad Junaidi
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10312

Abstract

These past few years, Thailand’s entertainment industry has been increasing their production of Boys’ Love series and movies. The genre blew up in 2014, and until 2020, around 57 BL series had been produced and released. This has led to the phenomenon of the escalation of the number of Thai BL fans in Indonesia. The aim of this research was to find out how BL Ship’s fans or shippers perceive homosexuality. Perception is a meaning making activity of a sensory stimulus through gathering and interpreting process of information or message. To elaborate it, this research used the qualitative research method with case studies approach towards the members of BL ship Off Jumpol-Gun Atthaphan’s fans kingdom. Data was gathered by interview, observation, and documentation. To analyze it, researcher conducted Glaser and Strauss’s constant comparative method, and Mahpur’s coding steps. The results showed that shippers’ perception of homosexuality more or less got affected by what they consumed through media, such as BL series and ships. Along the way, their cultural background, religious views, personal experiences and values also influenced their views of the meaning of homosexuality. Researcher suggest that the professionals who are working in the industry of this genre to be mindful and take extra care since it’s going to affect the audience’s perception.Beberapa tahun terakhir, industri hiburan Thailand semakin gencar memproduksi drama serial dan film romantis bergenre Boys’ Love (BL). Sejak pertama kali meledak tahun 2014 hingga 2020, terdapat setidaknya 57 serial drama BL yang telah dibuat dan ditayangkan. Hal ini menyebabkan fenomena peningkatan penggemar pasangan Thai Boys’ Love (BL Ship) di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana persepsi penggemar BL Ship terhadap homoseksualitas. Persepsi merupakan kegiatan pemberian makna pada stimulus sensorik yang diperoleh melalui proses menyimpulkan dan menafsirkan informasi dan atau pesan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah anggota kelompok penggemar pasangan BL Off Jumpol-Gun Atthaphan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian direduksi, dikategorisasi, disintesisasi, dan kemudian ditarik kesimpulannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor personal dan situasional yang mempengaruhi persepsi individu terhadap homoseksualitas. Latar belakang budaya, kepercayaan secara religius, dan nilai-nilai dari sekitar maupun pribadi individu turut mengambil peran dalam proses pembentukan persepsi individu atas homoseksualitas. Penting bagi pegiat genre ini untuk memerhatikan apa yang diproduksi karena apa yang ditampilkan akan mempengaruhi persepsi yang diterpanya.
Pengaruh Hubungan Self Disclosure dan Kepribadian Extraversion terhadap Keterampilan Komunikasi Interpersonal Young Worker di Jakarta Michael Roesyanto; Rezi Erdiansyah
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10350

Abstract

This study was to determine the effect of self-disclosure and extraversion personality on the interpersonal communication skills of young workers in Jakarta. The approach used by researchers in this study is a quantitative approach which is then followed by a correlational method and the researcher also distributes questionnaires to 150 respondents spread across the Jakarta area. Data analysis used SPSS version 24 software. The researcher found that there was a significant influence between self-disclosure and extraversion personality on the interpersonal communication skills of young workers in Jakarta. From the two dependent variables, it turns out that the extraversion personality variable has a greater influence than self-disclosure on the communication skills of young workers. Thus, it can be concluded that interpersonal communication is influenced by self-disclosure and extraversion personality.Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh self-disclosure dan kepribadian extraversion terhadap keterampilan komunikasi interpersonal young worker di Jakarta. Pendekatan yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang kemudian diikuti oleh metode korelasional dan peneliti juga melakukan penyebaran kuisioner pada 150 responden yang tersebar di wilayah Jakarta. Analisis data menggunakan software SPSS versi 24. Peneliti menemukan adanya pengaruh antara self-disclosure dan kepribadian extraversion terhadap keterampilan komunikasi interpersonal young worker di Jakarta yang cukup signifikan. Dari kedua variabel dependen ternyata variabel kepribadian extraversion memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan self-disclosure terhadap keterampilan komunikasi young worker. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa komunikasi interpersonal dipengaruhi oleh self-disclosure dan kepribadian extraversion.
Aktualisasi Diri Generasi Milenial Melalui Aplikasi Tiktok Putri Micella Pellondou; Farid Rusdi
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10388

Abstract

Self-actualization is a person's desire to use all of his abilities to achieve whatever they want and can be done by developing the potential that exists within an individual. Self-actualization of an individual can be formed from the surrounding environment and various kinds of increasingly advanced technological developments. In this digital era, it is encouraging millennials to use social media as a platform to actualize themselves and one of them is Tiktok. Tiktok Tiktok is a social media that accompanies videos or images with various types of music. The research method used in this research is qualitative with data collection techniques in the form of interviews and documentation. The results of the study indicate that the use of one's social media in building the expected self-image in social media uses the Dramaturgy theory of American sociologist Erving Goffman.Aktualisasi diri adalah keinginan seseorang untuk menggunakan semua kemampuan dirinya untuk mencapai apapun yang mereka mau dan bisa dilakukan dengan mengembangkan potensi yang ada di dalam diri seorang individu. Aktualisasi diri seorang individu dapat terbentuk dari lingkungan sekitar dan berbagai macam perkembangan teknologi yang semakin maju. Di jaman yang sudah serba digital ini mendorong generasi millenial dalam menggunakan media sosial sebagai platform untuk mengaktualisasi diri mereka dan salah satunya adalah Tiktok. Tiktok Tiktok merupakan media sosial yang mengiringi video atau gambar dengan berbagai jenis music. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sosial media seseorang dalam membangun citra diri (image) yang di harapkan dalam sosial media dengan menggunakan teori Dramaturgi dari sosiolog Amerika Erving Goffman.
Konsep Diri Remaja Cina Benteng (Studi Komunikasi Pada Remaja Cina Benteng di Tangerang) Sheren Millennia Wijaya; Suzy Azeharie
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10419

Abstract

Indonesia is a plural country because it has a variety of ethnicities, languages, religions. One of the ethnic groups in Indonesia is Benteng Chinese who have lived for a long time in Tangerang. Each ethnic group has its own identity or uniqueness that differentiates it from other ethnicities. Benteng Chinese society consists of various groups, one of which is a teenager. One of the most important periods in this phase of human life occurs in adolescence. During this period, a teenager's mental development and growth process occurs to form an identity that will describe his self-concept. Every teenager has a different self-concept. Parents are the biggest factor in the formation of adolescent self-concept. Imitation also affects self-concept. The purpose of this study was to describe the self-concept of Benteng Chinese Youth and what factors influence the self-concept of Benteng Chinese youths. In examining this research the writer uses concepts and theories, namely self-concept, imitation, adolescence, and Cina Benteng. This research uses a qualitative approach with a case study method. The research data was obtained through interviews with two key informants and two supporting informants, as well as a literature study. The results showed that the self-concept possessed by Chinese Benteng youths varied physically, socially, and psychologically. And the factor that most influences the formation of adolescent self-concept is parents. adolescence, and Cina Benteng. This research uses a qualitative approach with a case study method. The research data was obtained through interviews with two key informants and two supporting informants, as well as a literature study. The results showed that the self-concept possessed by Chinese Benteng youths varied physically, socially, and psychologically. And the factor that most influences the formation of adolescent self-concept is parents. adolescence, and Cina Benteng. This research uses a qualitative approach with a case study method. The research data was obtained through interviews with two key informants and two supporting informants, as well as a literature study. The results showed that the self-concept possessed by Chinese Benteng youths varied physically, socially, and psychologically. And the factor that most influences the formation of adolescent self-concept is parents.Indonesia merupakan negara majemuk karena memiliki beragam suku, etnis, bahasa, agama. Salah satu etnis yang ada di Indonesia adalah Cina Benteng yang sudah menetap lama di Tangerang. Setiap etnis memiliki identitas atau keunikan masing-masing yang membedakan dengan etnis lainnya. Masyarakat Cina Benteng terdiri dari berbagai kalangan, salah satunya remaja. Salah satu periode terpenting dalam fase kehidupan manusia terjadi pada masa remaja. Pada masa ini terjadi proses perkembangan dan pertumbuhan mental seorang remaja sehingga membentuk jati diri yang akan menggambarkan konsep dirinya. Setiap remaja memiliki konsep diri yang berbeda-beda. Orang tua merupakan faktor terbesar terbentuknya konsep diri remaja. Imitasi juga berpengaruh terhadap konsep diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran konsep diri Remaja Cina Benteng dan faktor apa saja yang mempengaruhi terbentuknya konsep diri remaja Cina Benteng. Dalam mengkaji penelitian ini penulis menggunakan konsep dan teori yaitu konsep diri, imitasi, remaja, dan Cina Benteng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara terhadap dua key informan dan dua informan pendukung, serta studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri yang dimiliki remaja Cina Benteng berbeda-beda secara fisik, sosial, maupun psikologis. Dan faktor yang paling berpengaruh terhadap pembentukan konsep diri remaja adalah orang tua.
Cover Vol 5 No 2 Lydia Irena
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Vol 5 No 2
Gaya Hidup Remaja Jakarta dalam Youtube (Studi Semiotika Konten Youtube Jakarta Uncensored) Garry Rykiel; Suzy Azeharie
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10265

Abstract

Youth and lifestyle are two inseparable things. Through the use of technology, youth lifestyle can be portrayed through the use of social media like Youtube. One of the channels that talks about youth lifestyle is Jakarta Uncensored. This study aims to find the meaning behind youth lifestyle from Jakarta Uncensored Youtube content. Theories and concepts used are semiotics, lifestyle, youth, new media and eastern culture. This study will analyze signs through the use of Charles Sanders Peirce theory of semiotics which includes sign, object and interpretant. These three combines itself in the form of triangle of meaning. This research will gather data from the use of observation, documentation and literature studies. Conclusion of this research is that the youth of Jakarta emphasizes themselves as freedom. This is shown from their lifestyle that tend to be active sexually and socially. Jakarta Uncensored also helps in giving sexual education in Indonesia since it seems taboo.Gaya hidup sudah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan remaja. Dengan bantuan teknologi, gaya hidup remaja dapat dilihat dari media sosial seperti Youtube. Jakarta Uncensored adalah salah satu kanal Youtube yang mengupas topik seputar gaya hidup remaja Jakarta.  Penelitian ini bertujuan untuk menemukan makna dari gaya hidup yang diperlihatkan remaja dalam kanal tersebut. Teori dan konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotika, media baru, gaya hidup dan budaya timur. Adanya Youtube yang ingin dianalisis sebagai media menjadikan penelitian ini sebagai analisis teks media. Penelitian ini akan menganalisis tanda yang terdapat dalam lima video Jakarta Uncensored menggunakan segitiga makna Charles Sanders Peirce. Segitiga makna terdiri dari tanda, objek, dan interpretan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan studi kepustakaan. Kesimpulan penelitian ini adalah gaya hidup remaja Jakarta yang terlihat sangat dekat dengan dunia malam dan seks bebas. Penulis memberikan makna bahwa remaja Jakarta dalam kanal tersebut lebih mementingkan nilai kebebasan daripada ajaran agama yang dianut di Indonesia. Di lain sisi Jakarta Uncensored juga membantu memberikan edukasi seksual di Indonesia yang masih minim dan terkesan tabu.
Strategi Pengelolaan Komunikasi dalam Membentuk Personal Branding di Media Sosial Tiktok Shani Dwi Putri; Suzy Azeharie
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10300

Abstract

One of the features that characterize TikTok social media is its main page called For You Page or FYP. Users who are frequently featured on FYP can become popular and have many followers, known as TikTok celebrities. The strategies used by each TikTok celebrity in forming personal branding tend to be different from one another. This research aims to find out the authentic personal branding that TikTok celebrities want to form in their TikTok accounts and the communication management strategies they are doing to form their personal branding on TikTok. This research is conducted because there has not been any research that discussed communication management strategies to form personal branding on TikTok social media before. The theories used in this research are new media theory, personal branding, and communication management strategy Circular Model of SoMe for Social Communication. The research uses descriptive qualitative research approach with case study research method. The datas are obtained from in-depth interviews with five key informants, non-participant observation, documentation, and literature study. The results show that the communication management strategies carried out by each TikTok celebrity was through their interaction and content. The types of interactions differ according to their personal choices and do not always depend on the category of content they create.Salah satu ciri khas media sosial TikTok adalah halaman utamanya yang bernama For You Page atau FYP. Pengguna yang sering ditayangkan dalam FYP dapat menjadi populer dan memiliki banyak pengikut, disebut sebagai seleb TikTok. Strategi yang digunakan setiap seleb TikTok dalam membentuk personal branding cenderung akan berbeda satu sama lain. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui personal branding autentik yang ingin dibentuk seleb TikTok dalam akun TikTok mereka dan untuk mengetahui strategi pengelolaan komunikasi yang dilakukan para seleb TikTok dalam membentuk personal branding masing-masing di media sosial TikTok. Penelitian ini dilakukan karena belum ada penelitian yang membahas mengenai strategi pengelolaan komunikasi dalam pembentukan personal branding di media sosial TikTok.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori media baru, personal branding, dan strategi pengelolaan komunikasi Circular Model of SoMe for Social Communication. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode penelitian studi kasus. Data hasil penelitian diperoleh dari hasil wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dokumentasi, dan studi kepustakaan terhadap lima narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan komunikasi yang dilakukan setiap seleb TikTok adalah melalui interaksi dan konten. Jenis interaksi yang dilakukan berbeda sesuai kehendak pribadi setiap seleb TikTok, serta tidak selalu bergantung pada kategori konten yang dibuat.
Aktivitas RolePlay (RP) Thailand Idol dan Pengaruhnya terhadap Pembentukan Kehidupan Baru di Dunia Maya Florentia Christina Monica; Ahmad Junaidi
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10326

Abstract

The development of times from time to time was so increasing. Communication technology is one of them who got increased rapidly. This development of communication technology was also certainly in line with the development of human intelligence who got more creative and innovative this day. Social media is a form of media development, that we know them as a “new media”. There is a feature from Line Chat App called Line Open Chat (OC). OC is a group chat feature that made for users to join and reliable with other users who had same interests with anonymously, and one of which is a fans club category. There’s a phenomenon this day that comes from this fan culture in OC, named “roleplay” (RP). RP is a role game in a social media using other’s people characters (usually using an idol’s character). The players usually adapt their activities and life from real life, but in the RP’s world, their entire activities is the life that humans imagine and create for themselves. This phenomenon will form into a virtual community or a network society in a cyberspace, then with times goes by time this phenomenon will referring to a concept of social simulation and create a formation of a new world. This research uses a qualitative case study method.Perkembangan jaman dari masa kemasa semakin meningkat pesat, seperti pada teknologi komunikasi. Perkembangan teknologi komunikasi ini tentunya beriringan dengan perkembangan kecerdasan manusia yang semakin kreatif dan inovatif memanfaatkan media dan teknologinya. Salah satu bentuk perkembangan media tersebut adalah media sosial, yang kini kita kenal dengan sebutan “new media”. Contohnya adalah sebuah fitur dalam aplikasi chating Line, yaitu Line Open Chat (OC). OC adalah salah satu fitur obrolan grup yang dibuat agar para pengguna dapat bergabung dan berinteraksi dengan pengguna lainnya yang memiliki ketertarikan yang sama secara anonim, salah satunya kategorinya adalah fans clubs. Terdapat sebuah fenomena baru yang datangnya dari budaya penggemar ini dalam OC, yaitu roleplay (RP). RP merupakan sebuah permainan peran di media sosial dengan menggunakan karakter orang lain yang biasanya adalah sosok yang diidolakan. Biasanya dalam RP para pemainnya akan mengadaptasi aktifitas dan kehidupannya dari dunia nyata, hanya saja kehidupan ini adalah kehidupan yang dikehendaki dan dibuat sendiri oleh manusia, khususnya dirinya sendiri sebagai pemainnya. Fenomena ini kemudian akan membentuk sebuah komunitas virtual atau network  society dalam cyberspace yang lama kelamaan akan membuat sebuah simulasi sosial yang mengacu pada terbentuknya dunia baru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus.
Pengaruh Pembawa Acara terhadap Minat Menonton dalam Komunitas (Survei Talkshow Tonight Show pada Komunitas Tonight Mania) Marselinus Chandrajaya Putra; Muhammad Gafar Yoedtadi
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10370

Abstract

Presenter is a person whose job is to bring and convey information, or a narrative in a television program. Interest is defined as a feeling of liking or pleasure as well as feeling attracted to an object or activity without instructions and usually there is a tendency to look for the object that you like. Tonight Show is a NET TV talk show hosted by four presenters. This study uses a quantitative approach with a survey method. Data collection using a questionnaire distributed to respondents who are members of the Tonight Mania community Whatsapp group. Based on the research that has been done, it is found that there is a strong influence from the Tonight Show host on the interest in watching the Tonight Show program in the Tonight Mania Community. This is shown by the results of the correlation coefficient test of 0.691 and the influence of 47% obtained from the results of the coefficient of determination test. Based on simple linear regression testing, the results show that the Tonight Show host gives a positive value to the interest in watching the Tonight Show program in the Tonight Mania community, and based on the results of the t test, the results show that Ho is rejected and Ha is accepted.Presenter adalah orang yang bertugas untuk membawakan serta menyampaikan sebuah informasi, atau narasi dalam sebuah program televisi. Minat diartikan sebagai rasa suka  atau  senang serta rasa tertarik terhadap suatu objek atau aktivitas tanpa adanya suruhan dan biasanya muncul kecenderungan untuk mencari objek yang disenangi tersebut. Tonight Show merupakan sebuah acara talkshow NET TV yang dipandu oleh empat pembawa acara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebar kepada responden yang tergabung dalam grup Whatsapp komunitas Tonight Mania. Berdasarkan peneltian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh yang kuat dari pembawa acara Tonight Show terhadap minat menonton acara Tonight Show pada Komunitas Tonight Mania. Hal itu ditunjukan dari hasil uji koefisien korelasi sebesar 0,691 serta adanya pengaruh sebesar 47% yang didapatkan dari hasil uji koefesien determinasi. Berdasarkan pengujian regresi linear sederhana didapatkan hasil bahwa pembawa acara Tonight Show memberikan nilai positif terhadap minat menonton acara Tonight Show pada komunitas Tonight Mania, serta berdasarkan hasil dari uji t didapatkan hasil bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.