cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Penggunaan Aplikasi Media Sosial Berbasis Audio Visual dalam Membentuk Konsep Diri (Studi Kasus Aplikasi Tiktok) Dian Novita Sari Chandra Kusuma; Roswita Oktavianti
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i2.8214

Abstract

TikTok social media is popular with various groups and age groups. TikTok is an audio visual based social media application that contains short videos that are homemade or made by other people who entertain with interesting features such as the latest music, unique face filters and others. This study uses the Theory of Uses and Gratifications to determine individual satisfaction in using TikTok social media. Social media can shape the self-concept of its users based on internal factors (physical and psychological) and external factors (other people and reference groups). This study aims to find out how the use of audio visual-based social media in shaping the self-concept of users with different age levels. This study uses a qualitative approach with a case study method for users of TikTok social media. Data collection was carried out using observations and interviews with 4 sources of users of TikTok applications who have different age levels. The results of this study indicate differences in the age level of TikTok users affect the duration of using the application also affect the formation of self-concept formed by the speakers. The use of the TikTok application forms the self-concept of the resource person in a positive direction such as increasing the confidence of the resource person to show his identity and negative self-concepts such as lack of time management.Media sosial TikTok digemari oleh berbagai kalangan dan jenjang umur. TikTok adalah aplikasi media sosial berbasis audio visual yang berisikan video-video pendek buatan sendiri maupun buatan orang lain yang menghibur dengan fitur-fitur menarik seperti musik terbaru, filter wajah yang unik dan lain-lain. Penelitian ini menggunakan Teori Uses and Gratifications untuk mengetahui kepuasan individu dalam menggunakan media sosial TikTok. Media sosial dapat membentuk konsep diri dari penggunanya berdasarkan faktor internal (fisik dan psikis) dan faktor eksternal (orang lain dan kelompok rujukan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan media sosial berbasis audio visual dalam membentuk konsep diri penggunanya dengan jenjang umur yang berbeda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus terhadap pengguna media sosial TikTok. Pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi dan wawancara kepada 4 narasumber pengguna aplikasi TikTok yang memiliki jenjang umur yang berbeda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan perbedaan jenjang umur pengguna TikTok mempengaruhi durasi dalam menggunakan aplikasi juga mempengaruhi pembentukan konsep diri yang dibentuk oleh narasumber. Penggunaan aplikasi TikTok membentuk konsep diri narasumber ke arah positif seperti meningkatkan kepercayaan diri narasumber untuk menunjukkan jati dirinya dan konsep diri negatif seperti kurangnya dalam mengatur waktu.
Analisis Isi Konten Pornografi di Instagram Mediatrix Rahabav; Moehammad Gafar Yoedtadi
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i1.10114

Abstract

The development of technology that has brought big changes in human life, one of which is the presence of new media that makes it easier for humans to carry out communication activities. New media has a positive impact if it wisely chooses information, news and impressions as needed. Instagram social media includes new media, which is a platform for sharing photos, videos as well as a means of building relationships between people. However, the lack of control and strict sanctions by Instagram and the government have made some users free to upload pornographic content. The @pompa.kaka account includes Instagram users who are suspected of containing a lot of pornographic content. This study aims to determine and measure how much content contains pornographic elements on the Instagram account @pompa.kaka. This study uses a quantitative approach with content analysis methods. Analysis by coding on 340 samples by coder 1 and coder 2. Coding is carried out based on 7 categories of pornography according to Law No.44 of 2008. After the coding process between coders is complete, then a reliability test is carried out to prove the validity of the data and measuring instruments. reliable. The results of this study indicate that 97% of the content uploaded to the @pompa.kaka account contains pornographic elements.Perkembangan teknologi yang membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, salah satunya adalah kehadiran media baru yang memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas komunikasi. Media baru membawa dampak positif apabila digunakan secara bijak dengan memilih informasi, berita serta tayangan sesuai kebutuhan. Media sosial instagram termasuk media baru, yang menjadi platform untuk berbagi foto, video sekaligus sarana membangun hubungan antar manusia. Namun kurangnya kontrol serta sanksi tegas oleh pihak instagram dan juga pemerintah membuat beberapa pengguna bebas mengunggah konten pornografi. Akun @pompa.kaka termasuk pengguna Instagram yang diduga banyak memuat konten mengandung unsur pornografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mengukur berapa banyak konten yang mengandung unsur pornografi pada akun instagram @pompa.kaka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis isi. Analisa dengan melakukan coding pada 340 sampel oleh coder 1 dan coder 2. Coding dilakukan berdasarkan pada tujuh kategori pornografi sesuai Undang-undang No.44 tahun 2008. Setelah proses coding antar coder selesai, kemudian dilakukan uji reliabilitas untuk membuktikan keabsahan data serta alat ukur yang reliabel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 97% konten yang diunggah pada akun @pompa.kaka mengandung unsur pornografi.
Strategi Redaksi Media Online Okezone.com dalam Menarik Minat Generasi Milenial Natasha Oktalia; Farid Rusdi
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i1.10133

Abstract

Online media currently has a target audience among millennials. This is because online media uses a number of platforms or portals like social media which are widely used by millennials, such as Instagram, Youtube, Facebook, and others. Online media upload a number of content and articles every day. This research is to determine the online.com media editorial strategy in attracting the interest of the millennial generation. The research method used in this research is a qualitative research method with a case study approach and interviews. The results of this study indicate that the strategy of Okezone.com online media to attract the millennial generation's greatest interest is the use of social media and using a number of features that have been provided from social media. The use of social media is very interesting and gets a lot of attention from the millennial generation and is considered effective. The Okezone.com method is considered effective and appropriate in the use of social media as a forum or a way to attract this interest. In addition, one of the very interesting advantages of online media is the speed with which information circulates on the internet, so that readers or audiences can quickly find out what phenomena or information is currently viral or taking place and only use the help of an internet connection.Media online saat ini memiliki target pembaca di kalangan milenial. Hal ini karena media online menggunakan sejumlah wadah atau portal layaknya media sosial yang banyak digunakan oleh milenial, seperti Instagram, Youtube, Facebook, dan lain-lain. Media online menggunggah sejumlah konten dan artikel setiap harinya. Penelitian ini guna mengetahui strategi redaksi media online.com dalam menarik minat generasi milenial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi dari media online Okezone.com untuk menarik minat generasi milenial salah satu yang terbesarnya adalah dengan penggunaan media sosial dan menggunakan sejumlah fitur yang sudah disediakan dari media sosial tersebut. Pengguanaan media sosial sangat menarik dan mendapatkan banyak perhatian dari generasi milenial dan dianggap efektif. Cara Okezone.com dinilai efektif dan tepat dalam penggunaan media sosial sebagai wadah atau cara menarik minat tersebut. Selain itu, salah satu keunggulan yang sangat menarik pada media online adalah cepatnya informasi yang beredar di jejaring internet, sehingga para pembaca atau audience dengan cepat dapat mengetahui fenomena atau apa kejadian dan informasi yang sedang viral atau berlangsung dan hanya menggunakan bantuan dari koneksi internet.
Pengaruh Konten Belajar Online E-Module terhadap Tingkat Pemahaman Partisipan Ivonne Madlene Christie; Sinta Paramita
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10249

Abstract

Improving self-expertise is one of the individual efforts to be able to compete in the professional world. Education is now not only formal in schools, but there are many places that provide learning programs, especially in the digital era. Needs of the expertise to create multiple platforms for individuals to develop and learn like BootUP.ai in Jakarta. This study aims to determine the effect of E-module online learning content on the level of understanding of participants in BootUP.ai. The literature review used in this research is stimulus-organismresponse communication theory, message processing theory, communication media and level of understanding. The approach used in this research is a quantitative approach with descriptive and survey methods. The research was conducted by distributing questionnaires to 67 samples of respondents in the online class BootUP.ai, after which the data obtained were tested for their validity by means of validity and reliability tests. Data processing and analysis techniques in this study used classical regression assumption test using normality test techniques, simple linear regression test, correlation analysis, determination coefficient analysis, and t test. The results showed that there was an influence between the E-module content on the level of understanding of participants in BootUP.ai, with the results of the t test showing the t value of 7.226> 1.997 t table. In addition, the results of the determination coefficient test showed the number 0.437, which means that the E-module content affects 43.7% of the participants' level of understanding Meningkatkan keahlian diri merupakan salah satu upaya individu untuk mampu bersaing di dunia professional. Pendidikan kini bukan hanya formal di sekolah, namun sudah banyak wadah yang menyediakan program belajar terutama di era digital. Kebutuhan akan keahlian menciptakan banyak wadah untuk individu berkembang dan belajar seperti BootUP.ai di Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konten belajar online E-module terhadap tingkat pemahaman partisipan di BootUP.ai. Tinjauan yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi stimulus-organisme-respon, teori pemrosesan pesan, media komunikasi dan tingkat pemahaman. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan survei. Penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 67 sampel responden partisipan kelas online BootUP.ai, setelah itu data yang diperoleh diuji keabsahannya dengan uji validitas dan reliabilitas. Teknik pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji asumsi regresi klasik dengan menggunakan 1ebagi uji normalitas, uji regresi linear sederhana, analisis korelasi, analisis koefisien determinasi, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh antara konten E-module terhadaptingkat pemahaman partisipan di BootUP.ai, dengan hasil uji t menunjukkan nilai t hitung 7,226 > 1,997 t tabel. Selain itu juga ditemukan hasil uji koefisien determinasi yang menunjukkan angka 0,437 yang berarti konten E-module mempengaruhi 43,7% tingkat pemahaman partisipan. Kata 
Analisis Narasi Tentang Coming Out Pada Film Bertema LGBT di Netflix Jeceline Jeceline; Suzy Azeharie
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10298

Abstract

In the recent years LGBT issues are frequently discussed. Society assumes they cause social problem hence leading to rejection. LGBT communities are facing difficulties to express their sexual identity, usually called 'coming out'. Several films are narrating the 'coming out' process to capture the point of view from the members of this group. The purpose of this study is to examine the storyline about 'coming out' in LGBT-themed films according to Tzvetan Todorov’s narrative analysis. This research uses qualitative method focusing on the narrative content in those movies. Data collection is done via observation and in-depth interview with two interviewees. From these findings combined with data analysis, it concluded the narrative storyline in films based on Tzvetan Todorov’s theory are divided into three parts. It begins with equilibrium, then conflicts build up in the middle of the film, and finally the solution to equilibrium is found. 'Coming out' process and struggles are depicted from scenes and dialogues on the film which aligned with findings from the interviewees. The result of this study shows that every part in ‘coming out’ process are shown in Alex Strangelove film. Meanwhile there are two parts in ‘coming out’ process that are shown in Handsome Devil film.Kelompok LGBT telah menjadi salah satu isu di dalam masyarakat yang menjadi isu panas. Masyarakat yang menolak menganggap bahwa kelompok ini dapat menimbulkan masalah sosial. Penolakan tersebut menyebabkan kelompok LGBT kerap menghadapi kesulitan dalam mengungkapkan identitas seksualnya atau sering disebut dengan ‘coming out’. Banyak film yang saat ini mengangkat tentang coming out untuk menangkap sudut pandang kelompok tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui narasi alur cerita tentang ‘coming out’ pada film bertema LGBT menurut teori Tzvetan Todorov. Teori yang digunakan pada penelitian adalah teori komunikasi massa dan teori narasi Tzvetan Todorov. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis narasi. Melalui observasi terhadap dua film dan wawancara mendalam dengan dua informan menunjukkan narasi alur cerita pada film yang diteliti menurut Tzvetan Todorov dibagi menjadi tiga bagian. Dimulai dengan adanya keseimbangan kemudian terjadi konflik pada pertengahan film hingga akhirnya ditemukan jalan keluar untuk kembali pada keseimbangan pada akhirnya. Proses ‘coming out’ dapat dilihat pada beberapa adegan dan dialog yang terdapat pada film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada film Alex Strangelove ditemukan semua tahapan proses ‘coming out’. Sedangkan pada film Handsome Devil ditemukan dua tahapan proses coming out.
Representasi Femininitas Pada Tokoh Juno dalam Film “Kucumbu Tubuh Indahku” (Analisis Semiotika Roland Barthes) Theo Triansa Wijaya; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10308

Abstract

Film is one of the most influential and massive mass communication media. The film "Kucumbu Tubuh Indahku" is one of the films that has this influence. This film tells the story of the life journey of a professional dancer and choreographer in Indonesia, Rianto. In this film, Rianto is told as Juno, an orphaned boy who has a sad and violent life journey, so as to melt the feminine and masculine characters that exist in his body. This research is a qualitative descriptive study with a semiotic approach, one of which is Roland Barthes' semiotics. The purpose of this research is to find out and show how and what are the signs, meanings of the results of the representation of femininity in the character Juno in the film "Kucumbu Tubuh Indahku". There are several theories that the author uses in this research, namely, the theory of film as mass communication, mass media, representation, Roland Barthes' semiotics, and Simone de Beauvoir's main theory of femininity. Based on the results of the analysis and findings made by the author about the representation of femininity in the character Juno in the film "Kucumbu Body Indahku". Juno's character can be said to be a man who tends to be feminine and less masculine, according to the description of Simone de Beauvoir's femininity characteristics, namely, cowardice, caring, emotional, multitasking, kind, patient, obedient, loves beauty and shy. But that doesn't matter, because these characters tend to be positive.Film merupakan salah satu media komunikasi massa yang paling berpengaruh dan masif. Film “Kucumbu Tubuh Indahku” salah satu film yang memiliki pengaruh tersebut.. Film ini menceritakan alur perjalanan hidup seorang penari dan koreografer profesional di Indonesia, Rianto. Dalam film ini, Rianto diceritakan sebagai Juno, seorang bocah yatim piatu, yang memiliki perjalanan hidup yang pilu dan penuh kekerasan, sehingga dapat meleburnya karakter feminim dan maskulin yang ada pada tubuhnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif  dengan pendekatan semiotika, salah satunya semiotika Roland Barthes. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan memperlihatkan bagaimana dan apa saja tanda-tanda, makna-makna dari hasil representasi femininitas pada tokoh Juno dalam film “Kucumbu Tubuh Indahku”. Ada beberapa teori yang penulis gunakan dalam penelitian ini, yaitu, teori film sebagai komunikasi massa, media massa, representasi, semiotika Roland Barthes, dan teori utama femininitas Simone de Beauvoir. Berdasarkan hasil analisis dan temuan yang penulis lakukan tentang representasi femininitas pada tokoh Juno dalam film “Kucumbu Tubuh Indahku”. Tokoh Juno dapat dikatakan sebagai laki-laki yang cenderung feminim dan kurang maskulin, sesuai dengan penjabaran karakteristik femininitas Simone de Beauvoir, yaitu, penakut, peduli, lemah, emosional, multitasking, baik, sabar, taat, menyukai keindahan dan pemalu. Tetapi hal itu tidak menjadi masalah, karena karakter tersebut cenderung positif.
Pengaruh Komunikasi Efektif Pada Perkuliahan Fotografi Saat Pandemi Covid-19 terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Desain Komunikasi Visual Jonathan Victorius; Yugih Setyanto; Nigar Pandrianto
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10347

Abstract

Effective communication is defined as communication that can bring about a change in attitude. Effective communication aims to make it easier for others to interpret the message conveyed by the messenger. Effective communication is very important in improving student learning outcomes. At the time of the Covid-19 pandemic, the e-learning learning method became the learning method used by all universities. Learning outcomes refer to the achievements obtained by students in teaching activities through updating and creating their own behavior. This research was conducted to measure the effect of effective communication on student learning outcomes. This study uses quantitative techniques with survey methods and makes Visual Communication Design students the object of research. The main data were collected by distributing questionnaires to 70 respondents. Data analysis in this study used the Statistical Package for the Social Sciences with the SPSS for Windows 25 application. Based on the results of the study, it was found that effective communication had a significant and positive effect on student learning outcomes. Effective communication has an effect of 67.4% on student learning outcomes, while the other 32.6% is another factor. Thus, the higher an effective communication, the learning outcomes will also increase. Vice versa, the lower an effective communication, the learning outcomes will also decrease. Komunikasi yang efektif diartikan sebagai komunikasi yang dapat mewujudkan perubahan sikap. Komunikasi yang efektif bertujuan untuk mempermudah orang lain menafsirkan pesan yang diberitahukan oleh penyampai pesan. Komunikasi yang efektif sangat penting dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Pada saat pandemi Covid-19, metode pembelajaran e-learning menjadi metode pembelajaran yang digunakan oleh semua universitas. Hasil belajar merujuk pada prestasi yang diperoleh mahasiswa dalam kegiatan mengajar melalui pembaharuan dan pembuatan tingkah laku sendiri. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur pengaruh komunikasi efektif terhadap hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif dengan metode survei dan menjadikan mahasiswa Desain Komunikasi Visual sebagai objek penelitian. Data utama dikumpulkan dengan cara menyebar kuesioner kepada 70 responden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Statistical Package for the Social Sciences dengan aplikasi SPSS for windows 25. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa komunikasi efektif memiliki pengaruh yang signifikan dan bernilai positif terhadap hasil belajar mahasiswa. Komunikasi efektif memiliki pengaruh sebesar 67,4% terhadap hasil belajar mahasiswa, sementara 32,6% lainnya merupakan faktor lain. Dengan demikian, semakin tinggi suatu komunikasi efektif maka hasil belajar juga semakin meningkat. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah suatu komunikasi efektif maka hasil belajar juga semakin menurun.
Representasi Kritik Sosial dalam Film Parasite (Analisis Semiotika Roland Barthes) Vanessa Salim; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10387

Abstract

Social criticism is considered as a form of deep communication that aims or controls a social system. Parasite is a film that represents sharp social inequalities and contains social criticism about social problems that occur in South Korea. This study uses various theories, namely mass communication theory, film, semiotics, representation and social criticism. By using a descriptive qualitative approach with Roland Barthes' semiotic analysis technique which consists of denotation, connotation and myth, this study aims to determine the representation of social criticism in the film Parasite. The method used in this research is semiotic analysis method. In this study, it was found that the message conveyed by the director as a communicator in the film Parasite regarding social problems was packaged with a dark comedy genre film that included some social criticism in it. Social criticisms depicted in this film include criticism of poverty which is depicted through living and living with unemployment, criticism of crimes committed by lower-class families by falsifying documents, and uneven urban planning.Kritik sosial dianggap sebagai bentuk komunikasi mendalam yang bertujuan atau mengendalikan suatu sistem sosial. Parasitemerupakan sebuah film yang merepresentasikan kesenjangan sosial yang tajam dan mengandung kritik sosial mengenai masalah sosial yang terjadi di Korea Selatan. Penelitian ini menggunakan berbagai teori yaitu teori komunikasi massa, film, semiotika, representasi dan kritik sosial. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan teknik analisis semiotika Roland Barthes yang terdiri dari denotasi, konotasi dan mitos penelitian ini memiliki tujuan untuk memiliki tujuan untuk mengetahui representasi kritik sosial dalam film Parasite. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis semiotika. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa pesan yang disampaikan oleh sutradara sebagai komunikator dalam film Parasite mengenai masalah sosial, dikemas dengan film bergenre komedi gelap yang menyelipkan beberapa kritik sosial didalamnya. Kritik sosial yang digambarkan pada film ini antara lain kritik terhadap kemiskinan yang digambarkan melalui tempat tinggal dan hidup dengan pengangguran, kritik terhadap kejahatan yang dilakukan oleh keluarga kelas bawah dengan memalsukan dokumen, dan pembangunan tata kota yang tidak merata.
Konstruksi Sosial Penerimaan Transgender Giovanni Chendra; Diah Ayu Candraningrum
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10411

Abstract

Within the community there are several deviations with different categories. One of the deviations in society related to gender can be recognized through the transgender phenomenon. The term transgender is given to individuals who feel that their gender identity is different from their own identity, so that they look and have a lifestyle with a gender that is felt to be in accordance with their identity, whether or not there is a sex change operation. This research focuses on the social construction of transgender acceptance in the Muslim community in South Jakarta. Therefore, this study aims to determine how transgender people can be accepted in the Muslim community in Indonesia with social construction. This type of research uses qualitative research and phenomenological methods. Researchers collected data through interviews with transgender people and religious experts. After conducting interviews, the authors concluded that with regular interactions and meetings, society would be able to accept transgender people by getting to know the person more deeply and going through the process.Di dalam lingkup masyarakat terdapat beberapa penyimpangan dengan kategori yang berbeda-beda. Salah satu penyimpangan di masyarakat terkait jenis kelamin dapat dikenal melalui fenomena transgender. Istilah transgender diberikan kepada individu  yang merasa bahwa identitas kelaminnya berbeda dengan identitas dirinya, sehingga mereka berpenampilan dan memiliki gaya hidup dengan kelamin yang dirasakan sesuai dengan identitas dirinya, dengan adanya maupun tidak adanya operasi penggantian kelamin. Penelitian ini berpusat terhadap konstruksi sosial penerimaan transgender pada masyarakat beragama islam di Jakarta Selatan. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kaum transgender dapat diterima di masyarakat beragama islam di Indonesia dengan konstruksi sosial. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan metode fenomenologi. Peneliti mengumpulkan data melalui wawancara dengan kaum transgender dan ahli agama. Setelah melakukan wawancara, penulis menyimpulkan bahwa dengan adanya interaksi dan pertemuan secara berkala, maka masyarakat akan bisa menerima  transgender  dengan mengenal orang itu lebih dalam lagi dan melewati prosesnya.
Analisis Semiotika Representasi Ibu Tunggal dalam Film Susah Sinyal Millenia Vega Wong; Daniel Tamburian
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10253

Abstract

Film is a description of audio visual media in mass communication that can display words, sounds, stories and their combination. Films are a means of public entertainment in which there are insights, knowledge and messages to be conveyed to the audience. Susah Sinyal is a film that tells the story of a single parent woman in carrying out her role. The role of a single parent is a situation where a single parent must play the role of both mother and father at the same time. This research focuses on the role of a single mother named Ellen who is represented in the Susah Sinyal film. Ellen's really love  her job and it makes her lose time with her child so that the relationship between the two doesn't get along. Therefore, this study aims to show how the representation of single mothers in the Susah Sinyal film. This type of research uses qualitative research and Roland Barthes' semiotic analysis method. Researchers collected data through observation and observation by watching the film Susah Tanda. Through observation, the researcher identified a number of scenes that represented single mothers in the Susah Sinyal film. The results of this study indicate that single mothers represented by Ellen have a firm and emotional character. In addition, Ellen is also an independent woman, hardworking, very responsible for what she does, and optimistic about her abilities.Film adalah suatu gambaran media audio visual dalam komunikasi massa yang dapat menampilkan kata-kata, suara, cerita dan gabungannya. Film merupakan sarana hiburan masyarakat yang didalamnya terdapat wawasan, pengetahuan dan pesan yang ingin disampaikan kepada penikmatnya. Film Susah Sinyal merupakan film yang bercerita tentang kehidupan perempuan single parent dalam menjalankan perannya. Peran single parent merupakan keadaan dimana orang tua tunggal yang harus memerankan perannya sebagai ibu maupun ayah sekaligus. Penelitian ini berpusat pada peran ibu tunggal bernama Ellen yang direpresentasikan dalam film Susah Sinyal. Kecintaan Ellen dengan pekerjaannya membuat ia kehilangan waktu dengan anaknya sehingga membuat hubungan keduanya tidak akur. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana representasi ibu tunggal dalam film Susah Sinyal. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan metode analisis semiotika Roland Barthes. Peneliti mengumpulkan data melalui observasi dan pengamatan dengan menonton film Susah Sinyal. Melalui pengamatan, peneliti mengidentifikasi sejumlah scene yang merepresentasikan ibu tunggal dalam film Susah Sinyal. Hasil penelitian ini menunjukkan ibu tunggal yang direpresentasikan oleh Ellen mempunyai karakter yang tegas dan emosional. Selain itu, Ellen juga adalah  perempuan yang mandiri, pekerja keras, sangat bertanggung jawab dengan apa yang dikerjakannya, dan optimis dengan kemampuannya.