cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Back Matters Vol. 9 No. 2 Irena, Lydia
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.35363

Abstract

Back Matters Vol. 9 No. 2
Representasi Profesi Jurnalis dalam Budaya Pop Korea: Analisis Resepsi Mahasiswa Jurnalis terhadap Drama Korea Pinocchio Shania, Shania; Winduwati, Septia
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.35429

Abstract

This research explores the interpretation of the journalist profession in the Korean drama Pinocchio among college students, utilizing a qualitative approach, in-depth interview method, and study of literature. Employing mass communication theory, film as a product of mass communication, reception theory, and understanding of the journalism profession, the analysis involves open coding, axial coding, and selective coding techniques. Findings reveal three main positions among students in interpreting the journalism profession, with diverse perspectives on responsibilities, ethics, and challenges in the journalistic world. The study contributes to understanding the impact of mass media dramatization on students' perceptions of the journalism profession, with implications for the development of media representations and contemporary understanding. Penelitian ini mengeksplorasi representasi profesi jurnalis dalam drama Korea Pinocchio di kalangan mahasiswa dengan pendekatan kualitatif, metode wawancara mendalam, dan studi literatur. Menggunakan teori komunikasi massa, film sebagai produk komunikasi massa, teori resepsi, dan pemahaman profesi jurnalis, analisis melibatkan teknik open coding, axial coding, dan selective coding. Temuan menunjukkan tiga posisi utama mahasiswa dalam memaknai profesi jurnalis, dengan perspektif yang beragam mengenai tanggung jawab, etika, dan tantangan di dunia jurnalistik. Hasil penelitian ini berkontribusi pada pemahaman dampak dramatization media massa terhadap persepsi mahasiswa terhadap profesi jurnalis, dengan implikasi untuk pengembangan representasi media dan pemahaman kontemporer.
Komunikasi Kelompok Eating Reorder dalam Membangun Supportivitas Sharka, Yoliandra Nur; Winduwati, Septia
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.35431

Abstract

This research aims to investigate how group communication occurs in a healthy living program to build supportiveness. The researcher conducted a study on Eating Reorder, specifically In the WhatsApp group Batch 6 – Coach Chili. The research methodology employed a descriptive qualitative approach with a case study method. Data collection techniques included participatory observation and interviews. The theoretical framework used by the author consists of group commucination theory and supportiveness. The results of this research led the author to conclude that the dynamics of group communication appear less active, but it does not diminish the supportiveness within the group. The existence of the group significantly aids members in participating in the Eating Reorder program. There are rules that members need tp adhere to, and the function of group communication within this group is to solve problems. Additionally, the are three forms of supportive education within the group: Teaching, Guiding, and Supporting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi kelompok yang terjadi pada sebuah program hidup sehat dalam membangun supportivitas. Penulis mengambil studi pada Eating Reorder khususnya pada grup WhatsApp Batch 6 – Coach Chili. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pada pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data observasi partisipatif dan wawancara. Teori yang penulis gunakan adalah teori komunikasi kelompok dan supportivitas. Hasil dari penelitian ini, penulis dapat menarik kesimpulan dinamika komunikasi kelompok yang terjadi terlihat kurang aktif akan tetapi tidak mengurangi supportivitas di dalam grup. Adanya grup tersebut sangat membantu member-member dalam menjadi program Eating Reorder tersebut. Terdapat aturan-aturan yang perlu ditaati oleh member, fungsi dari komunikasi kelompok di dalam grup ini adalah sebagai pemecah masalah, dan terdapat 3 bentuk supportive educative di dalam grup tersebut yakni, Pengajaran (Teaching), Bimbingan (Guiding), dan Dukungan (Supporting).
Analisis Peran Humas DPR RI dalam Pengelolaan Instagram @ppid.dprri Budi, Mauly Helau; Paramita, Sinta
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.35432

Abstract

In carrying out its duties and performance, the DPR RI institution often reaps pros and cons in society, news about the DPR also often creates a bad image of this institution. Therefore, Public Relations of the DPR RI needs to disseminate information related to the results of DPR RI products. Public Relations currently needs to follow developments in the digital era so that Public Relations of the DPR RI uses the social media Instagram as a digital medium for conveying information. This research uses descriptive qualitative methods as a type of research. Data collection techniques are obtained from the process of observation, interviews and documentation. This research uses the theory of the role of public relations management Fantini, E., Sofyan, M., & Suryana, A. (2021). Researchers also use primary sources through other literature that is relevant to the discussion and reliable which is then processed into data for writing this journal. From the research results, it is known that there are several important factors, one of which is managing information content related to DPR institutions into interesting content. Public Relations of the People's Representative Council of the Republic of Indonesia (DPR RI) continues to innovate in following things that are currently popular or trending in society. Efforts that have been made include conducting research or looking for interesting content references to become a reference in managing information content so that the PPID Instagram account gets more interaction (engagement). However, this is still not optimal. So there needs to be collaboration and innovation in content creation. For this reason, this research is an interesting study with aspects of the role of public relations based on the research conducted. Dalam melaksanakan tugas dan kinerjanya lembaga DPR RI seringkali menuai pro dan kontra dimasyarakat, pemberitaan tentang DPR juga seringkali membuat citra lembaga ini buruk. Maka dari itu Humas DPR RI perlu menyebarluaskan informasi terkait hasil produk DPR RI, Humas saat ini perlu mengikuti perkembangan jaman digital sehingga Humas DPR RI menggunakan media sosial instagram sebagai media digital dalam menyampaikan informasi. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif sebagai jenis penelitian.Teknik pengumpulan data diperoleh dari proses observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori peranan manajemen humas Fantini, E., Sofyan, M., & Suryana, A. (2021). Peneliti  juga menggunakan sumber primer melalui literatur lainnya yang relevan dengan pembahasan dan terpercaya yang kemudian diolah menjadi data untuk penulisan jurnal ini. Dari hasil penelitian diketahui bahwa terdapat beberapa faktor penting, salah satunya dalam mengelola konten informasi terkait lembaga DPR menjadi konten yang menarik. Humas Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) terus berinovasi dalam mengikuti hal-hal yang sedang ramai atau sedang tren di masyarakat. Upaya yang telah dilakukan yaitu melakukan research atau mencari referensi konten yang menarik untuk menjadi acuan dalam pengelolaan konten informasi sehingga akun instagram PPID lebih banyak interaksi (engagement). Namun hal ini dirasa masih belum maksimal. Maka perlu adanya kolaborasi dan inovasi-inovasi dalam pembuatan konten. Untuk itulah penelitian ini menjadi kajian yang menarik dengan aspek peranan humas berdasarkan penelitian yang dilakukan.
Studi Dramaturgi pada Transpuan Gebby Vesta di Instagram Andilia, Marcella; Azeharie, Suzy
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.35433

Abstract

Instagram is an application used by the community to exchange messages and obtain necessary information. The existence of the Instagram social media platform blurs the boundaries between private and public spaces. However, for some individuals, Instagram is utilized to create an image that aligns with their desires. This is related to dramaturgical theory enacted on Instagram, exemplified by an artist and model named Gebby Vesta, who plays a role in this social media theater. In her private Instagram account, Gebby Vesta portrays herself as a beautiful woman often showcasing her body. However, beneath this facade, she is a transwoman. This study aims to examine the dramaturgy that occurs in Gebby Vesta's Instagram presence. Employing a qualitative approach with a case study method, the research utilizes interview data, literature review, and documentation. The findings of this research indicate that on the front stage, Gebby Vesta endeavors to present herself as a good-looking woman with an ideal body. This is evident from several posts that lead to the perception that Gebby Vesta is a cisgender woman. On the back stage, she reveals her identity as a transwoman, concealing this aspect of herself in front of the public, particularly on her private Instagram account. Instagram merupakan sebuah aplikasi yang digunakan masyarakat untuk bertukar pesan dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Adanya media sosial Instagram membuat tercampurnya ruang pribadi dengan publik, namun bagi sebagian orang menggunakan Instagram untuk membuat citra yang sesuai dengan keinginan penggunanya. Hal ini berhubungan dengan teori dramaturgi yang dilakukan di Instagram, salah satu artis dan model bernama Gebby Vesta yang memainkan perannya dalam media sosial Instagram. Dalam Instagram pribadinya Gebby Vesta berperan sebagai perempuan yang cantik dan sering menunjukan tubuhnya namun dibalik itu dia adalah seorang transpuan. Pada penelitian ini, penulis ingin melihat bagaimana dramaturgi yang terjadi pada transpuan Gebby Vesta di Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini menunjukan front stage dia berusaha menampilkan dirinya sebagai perempuan yang baik dan cantik mempunyai tubuh yang ideal. Hal ini terlihat dari beberapa unggahan yang menggiring opini bahwa Gebby Vesta merupakan seorang perempuan. Pada bagian back stage dia sebagai seorang transpuan
Budaya Komunikasi Etnis Minang dalam Film Saiyo Sakato Winoto, Jessica Vallery; Azeharie, Suzy
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.35440

Abstract

Film is a communication tool to convey a message to the public regarding certain social phenomena in the form of a story. One social phenomenon that is often highlighted in films is culture. 'Saiyo Sakato' is a film released in 2020. This film has a Minang ethnic background which highlights social phenomena such as the Minang ethnic communication culture. Apart from highlighting the phenomenon of Minang ethnic communication culture, the film 'Saiyo Sakato' conveys the phenomenon of dividing inheritance within the family. This research uses a qualitative approach with descriptive methods and uses Charles Sanders Peirce's semiotic data analysis techniques. The theory used is Charles Sanders Peirce's cultural communication and semiotics. The aim of this research is to find out how the Minang ethnic communication culture is in the film 'Saiyo Sakato'. Data collection methods were carried out by means of observation, interviews, literature study and documentation. The results of research on Minang ethnic communication culture in the film 'Saiyo Sakato' are the culture of maintaining identity, matrilineal culture, Minang boys and the role of mamak in guiding kemenakan. Film merupakan alat komunikasi untuk menyampaikan suatu pesan kepada masyarakat mengenai fenomena sosial tertentu dalam bentuk cerita. Salah satu fenomena sosial yang sering kali diangkat dalam film adalah budaya. ‘Saiyo Sakato’ merupakan film yang dirilis pada tahun 2020. Film ini memiliki latar belakang etnis Minang yang mengangkat fenomena sosial seperti budaya komunikasi etnis Minang. Selain mengangkat fenomena budaya komunikasi etnis Minang, film ‘Saiyo Sakato’ menyampaikan fenomena pembagian harta warisan dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  dengan metode deskriptif dan menggunakan teknik analisis data semiotika Charles Sanders Peirce. Teori yang digunakan adalah komunikasi budaya dan semiotika Charles Sanders Peirce. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana budaya komunikasi etnis Minang dalam film ‘Saiyo Sakato’. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Hasil dari penelitian budaya komunikasi etnis Minang pada film ‘Saiyo Sakato’ adalah budaya mempertahankan identitas, budaya matrilineal, anak laki-laki Minang dan peran mamak dalam membimbing kemenakan.
Representasi Perempuan dari Video Iklan Victoria's Secret Koleksi The Icon (Studi Wacana Kritis Sara Mills) Solagracia, Andreas; Azeharie, Suzy
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.35442

Abstract

Stereotypes about women's bodies are one of the constructs of advertising. It grows in society and continues to be repetition so that it becomes a normality. This makes the ideal female body shape often represented in the mass media. One company that often represents the ideal female body shape in its advertisements is Victoria's Secret. However, in 2018 they were accused of physically insulting large women and transgender groups. So in 2021 they changed their model lineup to be more inclusive. Then last August 2023 they re-launched an advertisement for their latest women's underwear collection called The Icon. This research aims to see how the representation of the female body is seen from the advertisement for The Icon women's underwear collection. The research uses descriptive qualitative research methods, and is analyzed using the critical discourse analysis model proposed by Sara Mills by paying attention to the position of the subject-object and reader/viewer seen from the scenes and dialogue in the advertisement. This research shows the company's efforts to convey that women in any form deserve to be accepted in society. However, there is still a form of alienation shown from the few scenes of large women from the advertisement. Stereotip mengenai tubuh perempuan merupakan salah satu hasil konstruksi dari iklan. Hal ini tumbuh di masyarakat dan terus berepetisi sehingga menjadi suatu kewajaran. Hal ini menjadikan bentuk tubuh ideal perempuan kerap direpresentasikan dalam media massa. Salah satu perusahaan yang sering merepresentasikan bentuk tubuh ideal perempuan dalam iklannya ialah Victoria’s Secret. Namun pada tahun 2018 lalu mereka dituding melakukan penghinaan fisik kepada perempuan bertubuh besar dan juga kelompok transgender. Sehingga pada tahun 2021 lalu mereka merubah jajaran model mereka untuk lebih inklusif. Kemudian Agustus 2023 lalu mereka kembali meluncurkan iklan untuk koleksi pakaian dalam perempuan terbaru mereka yang diberi nama The Icon. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana representasi tubuh perempuan dilihat dari iklan koleksi pakaian dalam perempuan The Icon tersebut. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dan dianalisis menggunakan model analisis wacana kritis yang dikemukakan oleh Sara Mills dengan memperhatikan terhadap posisi subjek-objek dan pembaca/penonton yang dilihat dari adegan dan dialog dalam iklan tersebut. Penelitian ini memperlihatkan usaha perusahaan untuk menyampaikan bahwa perempuan bagaimanapun bentuknya layak untuk diterima di masyarakat. Namun masih ada bentuk pengasingan yang diperlihatkan dari sedikitnya adegan perempuan bertubuh besar dari iklan tersebut.
Komunikasi Antar Budaya Etnis Tiong Hoa, Melayu, dan Dayak dalam Menjaga Toleransi Antar Etnis di Singkawang Violita, Jessica; Paramita, Sinta
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.35462

Abstract

The object of this research is intercultural communication that occurs among a group of Chinese, Dayak and Malay communities in Singkawang. At first, Singkawang was not a city but a village part of the Sambas Sultanate area as a stopover for traders and gold miners from the Monterado area which is now a sub-district in Bengkayang Regency which is located to the east of Singkawang. With cultural diversity consisting of 3 majority ethnicities, namely Dayak, Chinese and Malay. The city of Singkawang, West Kalimantan, is in first place as the most tolerant city in Indonesia according to SETARA Institude, this is because of the harmonious life of its diverse society. This research uses qualitative research methods which aim to determine social interactions between Chinese, Dayak and Malay communities in Singkawang, West Kalimantan. Based on the Singkawang Central Statistics Agency, the area of Singkawang city is around 504 square kilometers with a population of 235,064 people in Singkawang. Based on population data from the West Kalimantan provincial government in 2023, there are 235,064 people in the city of Singkawang. Objek dalam penelitian ini adalah komunikasi antar budaya yang terjadi kepada sekompok masyarakat Tionghoa, Dayak, dan Melayu di Singkawang. Pada awalnya, Singkawang bukanlah kota melainkan sebuah desa bagian dari wilayah Kesultanan Sambas sebagai tempat singgah para pedagang dan penambang emas dari daerah Monterado yang kini menjadi sebuah kecamatan di Kabupaten Bengkayang yang berada di sebelah Timur Singkawang. Dengan keberagaman budaya yang terdiri dari 3 etnis mayoritas yaitu etnis Dayak, Tionghoa dan Melayu. Kota Singkawang Kalimantan Barat menempati posisi pertama kota paling toleransi di indonesia versi SETARA Institude hal ini karena kehidupan harmonis masyarkatnya yang majemuk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui interaksi sosial antara masyarakat Tionghoa, Dayak, dan Melayu di Singkawang, Kalimantan Barat. Berdasarkan Badan Pusat Stastik Singkawang, Luas kota Singkawang sekitar 504 kilometer persegi dengan jumlah penduduk Singkawang sebanyak 235.064 jiwa. Berdasarkan data kependudukan pemerintahan provinsi kalimantan barat tahun 2023 terdapat 235.064 jiwa dikota singkawang.
Konten di Media Sosial Sebagai Sarana Pelestarian Kebudayaan pada Swara Gembira Theja, Calista Takako; Sari, Wulan Purnama
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.35467

Abstract

Swara Gembira itself is a forum or means for cultural arts creators, especially the younger generation to recognize and learn about the national culture of Indonesia. Swara Gembira is present to provide and educate the national art of Indonesian culture so that it is not forgotten and can be developed and consumed by the people of Indonesia and also provide devotion to love for the homeland to continue to advance and maintain for the sake of Indonesian cultural arts. This research examines how Swara Gembira introduces the richness of culture in Indonesia on social media and fosters a sense of love and pride in Indonesian culture on Instagram. Mass communication theory becomes the basic foundation of this research to see how Swara Gembira introduces cultural wealth in Indonesia through social media. The methodology used is Qualitative with data collection techniques through interviews, literature studies and documentation collected by researchers. After conducting the research, the researcher drew the conclusion that the creation of social media as a means of cultural preservation goes along with the development of ongoing trends, Swara Gembira designed the creation of social media with creative and innovative cultural arts content in order to create interesting content. Swara Gembira sendiri merupakan wadah atau sarana bagi para pencipta seni budaya khususnya para generasi muda untuk mengenal dan belajar mengenai budaya nasional bangsa Indonesia. Swara Gembira hadir memberikan dan mengedukasi karya seni nasional budaya Indonesia agar tidak terlupakan dan dapat dikembang dan dikonsumsi oleh rakyat bangsa Indonesia serta turut memberikan bakti cinta kepada tanah air untuk terus maju dan memelihara demi seni budaya Indonesia. Dalam penelitian ini meneliti tentang bagaimana Swara Gembira memperkenalkan kekayaan budaya yang ada di Indonesia di media sosial serta menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap kebudayaan Indonesia Instagram. Teori komunikasi massa menjadi landasan dasar pada penelitian ini guna melihat cara Swara Gembira memperkenalkan kekayaan budaya di Indonesia lewat media sosial. Metodologi yang digunakan adalah Kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi yang dikumpulkan oleh peneliti. Setelah melakukan penelitian, peneliti menarik kesimpulan bahwa pembuatan media sosial sebagai sarana pelestarian kebudayaan berjalan mengikuti perkembangan trend yang sedang berlangsung, Swara Gembira merancang pembuatan media sosial dengan konten-konten seni budaya yang kreatif dan inovatif agar terciptanya konten-konten yang menarik.
Front Matters Vol. 9 No. 2 Irena, Lydia
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.35468

Abstract

Front Matters Vol. 9 No. 2