cover
Contact Name
Sri Sugiarsi, SKM, M.Kes
Contact Email
sri.sugiarsi14@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmiki@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI)
ISSN : 2337585X     EISSN : 23376007     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) diterbitkan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI) bekerjasama dengan Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia(PORMIKI). JMIKI diterbitkan 2 kali dalam satu tahun ( Maret dan Oktober). Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian (original) tentang Rekam Medis dan Manjemen Informasi Kesehatan, terutama dalam studi manajemen informasi kesehatan, Klasifikasi Kodifikasi Penyakit dan Tindakan, Sistem Informasi Kesehatan, Teknologi Informasi Kesehatan, Manajemen Mutu Informasi Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2022)" : 15 Documents clear
Penerapan Balanced Scorecard di Rumah Sakit Indonesia: Systematic Review Avenia Dionisia Menna; Nauri Anggita Temesvari
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i1.379

Abstract

A systematic review is a research method that summarizes primary research results to present facts that are more comprehensive and balanced. A balanced scorecard is a concept for measuring the performance of an organization with 4 (four) different perspectives, namely customer perspective, financial perspective, internal business perspective, and learning and growth perspective. The results of the initial article screening using the database literature on google scholar obtained 513 journals, science direct obtained 7 journals and GARUDA obtained 20 journals with the keywords "Balanced Scorecard AND Performance Measurement, OR Balanced Scorecard And Hospital Performance", there are 20 journal articles that discuss the application balanced scorecard as performance measurement in the hospital. Assessment of the quality of literature in this study is by using the SRQR and STROBE instruments. Samples obtained from 20 journal articles are 12 with the results of the research that the financial perspective performance calculation is in the "good" category with a percentage of 68.62%, on the customer perspective performance is in the "good" category with a percentage of 78.78%, the performance of the internal business process perspective is in the "good" category with a percentage of 71.66% and the performance of the learning and growth perspective is in the "good" category with a percentage of 62.5%. From the indicators measured in 4 (four) perspectives on the balanced scorecard, it is obtained that the indicators measured are not uniform or some indicators are not measured in other perspectives.Keywords:Balanced scorecard; Performance measurement; Systematic review;
Kualitas Sistem Informasi Self Check-In di RS PON Jakarta menggunakan Webqual4.0 Sri Kholifatun; Nanda Aula Rumana; Deasy Rosmala Dewi; Noor Yulia; Fitria Atmojowati; Yeni Safitri
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem self check-in dirancang khusus agar pasien dapat melakukan pencetakan SEP (Surat Egibilitas Pasien) secara mandiri. Persentase keberhasilan penggunaan self check-in telah mencapai 55,45%. Setiap pasien yang gagal melakukan check-in akan dialihkan ke pendaftaran manual. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang akan menjelaskan dan memberikan gambaran tentang hasil yang diperoleh secara lengkap tentang Kualitas Sistem Informasi self check-in di RS PON menggunakan Webqual 4.0 yang terdiri dari dimensi usability, information quality, dan interaction quality. Berdasarkan hasil didapatkan sistem self check-in dalam kategori 50% berkualitas baik dan 50% berkualitas tidak baik dengan persentase disetiap dimensi sebesar 50.7%, 64.7%,  dan 74%. Beberapa kendala dalam penggunaan sistem informasi self check-in adalah sistem yang digunakan tidak dapat melakukan sinkronisasi data dengan baik. Mulai dari kode tidak valid, NIK tidak valid, data tidak ditemukan, nama dokter yang tidak sesuai, berubahnya tanggal pemeriksaan dan tampilannya terlalu kecil.
Tingkat Kapabilitas Sistem Informasi Rekam Medis Pcare Dengan Framework Cobit 5 Studi Kasus Puskesmas 1 Denpasar Selatan Septa Malan Vergantana I Wayan
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i1.358

Abstract

Puskesmas 1 Denpasar Selatan yang bergerak di bidang kesehatan bagi masyarakat di wilayahnya. Pelayanan kesehatan rekam medis pasien harus berjalan dengan baik yang didukung dengan sistem informasi rekam medis Pcare. Aplikasi PCare adalah sistem informasi rekam medis yang digunakan pada Puskesmas I Denpasar Selatan untuk mencatat rekam medis pasien dan memerlukan perhatian lebih dalam pengevaluasiannya. Penelitian Evaluasi tata kelola Sistem Informasi Rekam Medis PCare pada Puskesmas 1 Denpasar Selatan yang dilakukan berdasarkan kerangka kerja framework COBIT 5 (Control Objective for Information & Related Technology) dari ISACA 2012, yang dimodifikasi disesuaikan dengan kondisi di tempat penelitian. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode Evaluasi tata kelola SIPKD dengan COBIT 5 menggunakan analisis PAM (Proses Assesment Model) sebagai acuan dalam penentuan atributnya, dengan hasil tingkat kapabilitas saat ini berada pada level 3 established process pada proses APO07 sebesar 90.03% largely achieved, dan BAI 02 sebesar 86 % fully achieved .
Kajian Optimisasi Anggaran Pengadaan Formulir Rekam Medis Rawat Jalan Rumah Sakit Totok Subianto
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i1.383

Abstract

Pengadaan formulir rekam medis rumah sakit memerlukan metode yang tepat karena menyangkut penggunaan anggaran. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan anggaran pengadaan formulir rekam medis rawat jalan rumah sakit selama 3 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan anggaran pengadaan formulir masih menggunakan metode kualitatif sehingga keakuratan dapat diragukan. Biaya satuan dan jumlah cenderung meningkat. Peramalan kebutuhan formulir rawat jalan tahun 2018 dengan Metode Least Square di hitung dari data Januari s/d Agustus 2018 dengan persamaan tren linier Y = 2,092 + 14,55X,  sehingga kebutuhan formulir tahun 2018 sejumlah 25.803 set. Kebutuhan formulir rawat jalan tahun 2019, 2020 dan 2021 dihitung dengan persamaan tren linier Y = 23,325 + 2,482X. Proyeksi tahun 2019 sejumlah 28.289 set, tahun 2020 sejumlah 30.771 set dan tahun 2021 sejumlah 33.253 set. Unit cost di hitung dengan asumsi inflasi APBN tahun 2018 sebesar 3,13%. Harga satuan hasil perhitungan tahun 2019 sebesar Rp 4.795,-, tahun 2020 sebesar Rp 4.945,- dan tahun 2021 sebesar Rp 5.100,-, sehingga kebutuhan anggaran tahun 2019 sejumlah Rp 135.662.173,-, tahun 2020 sejumlah Rp 152.196.899,- dan tahun 2021 sejumlah Rp 169.617.228,-. Disarankan agar perhitungan kebutuhan formulir dilakukan dengan metode statistik serta memanfaatkan data di bagian rekam medis.
Penerapan Aplikasi Berbasis SMS, Game dan Android dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja: Literatur Review Fitria Alda Safira; Rohayati Rohayati; Aisyah Latifa Amalia; Fatmawati Fatmawati; Farida Aeini; Ameliana Safitri; Dianatika Azmi; Adila Anbar Syafitri
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i1.395

Abstract

Abstract Aim: This article is to see the effectiveness of implementing SMS, Games, and Android in improving health behavior in adolescentsMethod: This article was written using a literature study approach. Article searches came from Google Scholar, Proquest, and Pubmed. Inclusion criteria include: articles on the use of technology for adolescents to increase health knowledge, articles in the last 5 years (2015-2020). Meanwhile, the exclusion criteria used were non-English & Indonesian articles, articles that were not devoted to the use of technology to improve adolescent reproductive health knowledge.Result: The names of the application uses from the journals obtained include: SMS, Lawan Roma, Papo Reto, ARMADILLO, Respect Yourself, which can increase knowledge about health information.Conclusion: Several journals that have been collected by researchers, that the application of media technology, among others; (1) Short Message Service (SMS), (2) Android, (3) Games, have an effect on increasing knowledge about sexual reproduction health. On average, respondents said they were happy to get information through technology because it was more motivating and easier to obtain information. Abstrak Tujuan: penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui efektifitas penerapan aplikasi SMS, Game, dan Android dalam meningkatkan perilaku kesehatan reproduksi pada remaja.Metode: Artikel ini ditulis menggunakan pendekatan literatur review. Penelusuran artikel berasal dari Google Scholar, Proquest, dan Pubmed. dengan kriteria inklusi meliputi : artikel tentang penggunaan teknologi bagi remaja dapat meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi, artikel dalam 5 tahun terakhir (2015 – 2020). Sementara kriteria eksklusi yang dipergunakan adalah, artikel bukan berbahasa inggris & Indonesia, artikel yang tidak spesifik penggunaan teknologi untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan reprooduksi remaja.Hasil: Nama penggunaan aplikasi dari jurnal yang didapat meliputi : SMS, Lawan Roma, Papo Reto, ARMADILLO, Respect Yourself, yang mampu meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi.Simpulan: dari beberapa jurnal yang telah peneliti kumpulkan, bahwa penerapan media teknologi seperti; (1) Short Message Service (SMS), (2) Android, (3) Game, memberi pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan seksual dan reproduksi. Rata-rata responden menyatakan lebih menikmati mendapatkan informasi melalui teknologi karena lebih memotivasi dan lebih memudahkan mendapat informasi.
Kelengkapan Pengisian Rekam Medis Rawat Inap Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kota Denpasar Ni Luh Putu Devhy
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i1.364

Abstract

Penyelenggaraan pelayanan, pengisian rekam medis yang lengkap serta tepat waktu merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk menilai mutu dari sebuah rumah sakit. Pengisian rekam medis yang tidak lengkap dapat menyebabkan catatan yang tidak baik, sehingga dapat menyebabkan kesalahan yang fatal bagi pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelengkapan pengisian rekam medis pasien rawat inap kasus demam berdarah dengue (DBD) di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian studi observasional, dengan rancangan cross-sectional. Sampel dari penelitian ini merupakan rekam medis rawat inap kasus DBD dari bulan Januari 2021- Maret 2021 sebesar 60 rekam medis. Didapatkan hasil kelengkapan pengisian rekam medis total dari keempat variabel (identitas pasien, laporan penting, autentifikasi, dan pendokumentasian) masih tergolong tidak lengkap yaitu sebesar 90%. Berdasarkan penelitian diatas disarankan agar petugas kesehatan khususnya dokter dan perawat agar dapat bekerja sesuai dengan SPO yang berlaku, dan untuk tenaga rekam medis dapat mengecek dengan maksimal pengisian rekam medisnya, sehingga semua terisi dengan lengkap
Perancangan Sistem Informasi Kader Keluarga Sehat (KADER-KS) Terintegrasi Asih Prasetyowati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i1.386

Abstract

Pengumpulan data tingkat RT dan kader kesehatan dilakukan secara manual dengan beberapa buku catatan. Cara manual ini dirasakan membebani petugas pencatat data karena banyak data yang harus dicatat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan Rancangan Pendataan Kader Keluarga Sehat untuk kemudahan pengumpulan dan pelaporan kegiatan PKK dan Keluarga Sehat.  Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif bersifat cross sectional dengan obyek pendataan keluarga sehat. Subyek penelitian adalah pencatat data keluarga dari tiap RT di RW 12 Kelurahan Sukorejo Semarang sejumlah 14 orang.  Cara pengumpulan data yaitu wawancara dan observasi kepada subyek penelitian dan buku register pencatatan keluarga. Data dianalisis secara diskriptif untuk mendapatkan kebutuhan data dan informasi yang digunakan untuk merancang sistem informasi pendataan keluarga sehat. Sistem informasi pendataan keluarga dengan nama Sistem Informasi Kader Keluarga Sehat (Kader-KS) dirancang berbasis web dengan mengintegrasikan data keluarga, PHBS, dan keluarga sehat. Laporan yang dihasilkan adalah rekapitulasi kegiatan keluarga, PHBS, keluarga sehat, dan laporan kelahiran dan kematian ibu dan bayi. Kedepannya diperlukan dukungan sumber daya server dan pelatihan kader untuk keberlangsungan penggunaan sistem informasi pendataan keluarga.  
Penerimaan Petugas terhadap ePuskesmas di Puskesmas Kecamatan Matraman Jakarta Timur Aqshal Hidayatullah; Nanda Aula Rumana; Puteri Fannya; Laela Indawati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i1.396

Abstract

AbstrakDalam meningkatkan manajemen penyelenggaraan puskesmas perlu dukungan sistem informasi puskesmas yang mampu menjamin ketersediaan data dan informasi secara cepat, akurat, terkini, berkelanjutan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebuah sistem yang digunakan untuk menilai penerimaan pengguna terhadap teknologi diantaranya adalah TAM (Technology Acceptance Model). Tujuan penelitian ini mengetahui penerimaan petugas terhadap ePuskesmas di Puskesmas Kecamatan Matraman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kecamatan Matraman dengan jumlah sampel 62 responden yang mengisi angket penelitian. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pada persepsi kegunaan 44% menyatakan kurang baik, pada persepsi kemudahan 45% menyatakan kurang baik, pada sikap menggunakan 45% menyatakan kurang baik, pada niat perilaku menggunakan 47% menyatakan  kurang baik, pada penggunaan sesungguhnya 48% menyatakan kurang baik. Hasil dari kelima variabel didapatkan penerimaan petugas terhadap ePuskesmas  di Puskesmas Kecamatan Matraman dengan 35 responden (56%) menyatakan menerima ePuskesmas dan 27 responden (44%) menyatakan tidak menerima ePuskesmas.  
Pelaksanaan Penyusutan Berkas Rekam Medis Inaktif di Puskesmas Gombong 1 Wahyu Hari Pramono; Alfina Sekar Rosdiyani
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i1.365

Abstract

Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan di Puskesmas Gombong 1, Berkas Rekam Medis yang berada di rak filling sudah menumpuk. Maka penulis melakukan penelitian di Puskesmas Gombong 1 dengan melakukan penyusutan dengan petugas rekam medis dengan metode penelitian descriptive. Populasi dalam penelitian ini adalah 1000 berkas rekam medis inaktif, Sampel berkas rekam medis yang diambil adalah sebanyak 500 berkas rekam medis. Sebanyak 500 berkas rekam medis inaktif didapatakan 36 berkas rekam medis inaktif belum bisa disusutkan sebanyak (7,2%)  dan 464 berkas rekam medis inaktif sudah bisa disusutkan sebanyak (92,8%) karena sudah melewati jangka waktu >15 tahun. Berdasarkan wawancara yang penulis lakukan, telah mengetahui hambatan-hambatan yang terjadi di Puskesmas Gombong 1. Perlu dilakukan pembuatan JRA agar penyusutan dapat dilakukan secara berkala, pembuatan SOP agar penyusutan dapat dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku seperti pembentukan tim, pembuatan berita acara dll.
Analisis Efisiensi Pelayanan Rawat Inap Sebelum dan Selama Pandemi Covid-19 Berdasarkan Grafik Barber Johnson Di RS PKU Muhammadiyah Nanggulan I Gusti Agung Ngurah Putra Pradnyantara
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i1.389

Abstract

Latar Belakang: Statistik rumah sakit digunakan sebagai tolak ukur kualitas pelayanan dan dasar untuk pengambilan keputusan. Grafik Barber Johnson dapat digunakan sebagai sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan. Untuk mengetahui tingkat efisiensi pengolalaan Tempat Tidur rumah sakit diperlukan indikator rumah sakit yaitu BOR, LOS, TOI, dan BTO.Tujuan: Mengetahui analsisi efisiensi pelayanan rawat inap sebelum dan selama pandemi covid-19berdasarkan grafik Barber Johnson di RS PKU Muhammadiyah Nanggulan tahun 2021.Metode:Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan cara pengumpulan data dengan observasi dan wawancara.Hasil: Adapun batasan efisien Barber Johnson adalah BOR = 75%-85%, LOS = 3-12 hari, TOI = 1-3 hari, dan BTO = 30 kali. Berdasarkan grafik Barber Johson sebelum masa pandemi dan selama masa pandemi tingkat penggunaan tempat tidur belum efisien. Pencapaian nilai BOR sebelum pandemi : 12,67% sedangkan selama pandemi 8,28 %. Untuk LOS sebelum pandemi= 2,69 hari, selama pandemi= 2,19 hari. Untuk TOI sebelum pandemi = 18,59 hari, selama pandemi= 24,35 hari. Sedangkan untuk BTO sebelum pandemi = 17,18 kali dan selama pandemi = 13,74 kali.Kesimpulan: Dari empat indikator Barber Johnson tersebut pelayanan rawat inap sebelum dan selama Pandemi covid-19 belum masuk daerah efisien. Nilai BOR mengalami penurunan. Agar nilai BOR masuk daerah efisien upaya yang dapat dilakukan adalah promosi rumah sakit kepada masyarakat dan meningkatkan pelayanan masyarakat secara optimal.Kata kunci: Efisiensi, Pelayanan Rawat Inap, Grafik Barber Johnson

Page 1 of 2 | Total Record : 15