cover
Contact Name
Sri Sugiarsi, SKM, M.Kes
Contact Email
sri.sugiarsi14@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmiki@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI)
ISSN : 2337585X     EISSN : 23376007     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) diterbitkan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI) bekerjasama dengan Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia(PORMIKI). JMIKI diterbitkan 2 kali dalam satu tahun ( Maret dan Oktober). Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian (original) tentang Rekam Medis dan Manjemen Informasi Kesehatan, terutama dalam studi manajemen informasi kesehatan, Klasifikasi Kodifikasi Penyakit dan Tindakan, Sistem Informasi Kesehatan, Teknologi Informasi Kesehatan, Manajemen Mutu Informasi Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2020)" : 13 Documents clear
Hubungan Pengetahuan dan Kesesuaian Pemeriksaan Klinis dengan Ketepatan Kode Diagnosa Demam Berdarah Dengue di RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah Lilik Meilany; Ari Sukawan Sukawan; Nur Fadillah
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i2.282

Abstract

Pengetahuan dan ketepatan hasil pemeriksaan klinis diagnosa DBD berdampak terhadap ketidaktepatan penentuan kode diagnosa demam berdarah dengue (DBD). Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan kesesuaian pemeriksaan klinis dengan ketepatan kode diagnosa demam berdarah dengue di RSKD Ibu Dan Anak Siti Fatimah. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional melalui pendekatan observasional analitik. Populasi subyek dalam penelitian ini adalah seluruh koder di RSKD Ibu Dan Anak Siti Fatimah berjumlah 9 orang. Populasi obyek adalah 9 dokumen medis pasien DBD. sampel yang di ambil dengan cara total sampling. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa tingkat ketepatan pemberian kode diagnosa DBD mencapai 55.6 % atau 5 rekam medis sedangkan kode yang tidak tepat mencapai 44.4% atau sebanyak 4 rekam medis dari 9 rekam medis pasien DBD. ketepatan hasil pemeriksaan klinis diagnosa DBD terdapat 5 atau 55.6% yang tepat sedangkan terdapat 4 atau 44.4% dokumen rekam medis DBD yang tidak tepat. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan kesesuaian pemeriksaan klinis dengan ketepatan kode diagnosa demam berdarah diperoleh hasil uji statistik dengan Uji statistik non-parametrik menggunakan uji korelasi Kendall’s tau_b. yaitu p=0.025<0.05 artinya Ho ditolak dan H1 atau “ada hubungan antara ketepatan hasil pemeriksaan klinis diagnosa DBD dan pengetahuan koder dengan ketepatan kode DBD.”
Analisis Statistik Asuhan Kesehatan Pasien Rawat Inap Di Semen Padang Hospital Periode 01 Februari – 14 Februari 2017 Rahmi Septia Sari
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i2.247

Abstract

ABSTRACTMedical records are a compilation of a collection of facts about the patient's health history, including the current and old illnesses and their treatment written by health professionals who helped care for these patients. Data collection was conducted at Semen Padang Hospital by recording data on inpatients returning from February 1 to February 14, 2017, so that data was obtained from 397 patients. Then the data is processed using a computer with the Microsoft Excel application program. Most diagnoses are newborns with the code Z38.0 as many as 28 patients. Grouping diagnosis of patients based on CHAPTER ICD-10, obtained the most diagnosis found in CHAPTER II, namely Neoplasm with a percentage of 14.61% as many as 58 patients. The most common procedure was Sectio Caesar with a code of 74.99 with 14 patients. Based on the DTD code and its definition, the most diagnoses were DTD 298, which were supporting health facilities for other reasons as many as 30 patients. Based on age group, the majority of patients were 25-44 years old as many as 129 patients. Based on regional distribution, the majority of patients came from Padang city as many as 303 patients. After data processing, the total length of stay (TLOS) was 1258 days and the average length of stay (ALOS) was 3.17 or 3 days with the ALOS efficiency rate of 6-9 days. The percentage of bed usage (BOR) is 48.08% with an efficiency rate of 60-85%. Bed exchange rate (BTR) of 2.74 or 3 times, BTR number efficiency cannot be determined because the period needed to know the efficient BTR is one year. The bedtime usage (TI) range is 2.65 or 3 days with the efficiency rate is 1-3 days. Based on the above parameters it was concluded that the obtained ALOS, BOR and BOR were not efficient while the IT obtained was efficient Keywords: Medical Record, Inpatient Health Care Statistics ABSTRAKRekam medis adalah kompilasi kumpulan fakta-fakta sejarah kesehatan pasien, termasuk penyakit lama dan sekarang serta pengobatannya yang ditulis oleh profesional kesehatan yang ikut mengasuh pasien tersebut. Pengumpulan data dilakukan di Semen Padang Hospital dengan mencatat data pasien rawat inap yang pulang sejak 01 Februari-14 Februari 2017, sehingga didapatkan data sejumlah 397 pasien. Kemudian dilakukan pengolahan data menggunakan komputer dengan program aplikasi Microsoft Excel. Diagnosis terbanyak adalah Bayi Baru Lahir dengan kode Z38.0 sebanyak 28 pasien. Pengelompokan diagnosis pasien berdasarkan BAB ICD-10, didapatkan diagnosis terbanyak terdapat pada BAB II yaitu Neoplasm dengan persentase 14,61 % sebanyak 58 pasien. Prosedur terbanyak yaitu Sectio Caesar dengan kode 74.99 sebanyak 14 pasien. Berdasarkan kode DTD dan definisinya, diagnosis terbanyak adalah DTD 298 yaitu Penunjang sarana kesehatan untuk alasan lain sebanyak 30 pasien. Berdasarkan kelompok umur, pasien terbanyak berusia 25-44 tahun sebanyak 129 pasien. Berdasarkan distribusi daerah, pasien terbanyak berasal dari kota Padang sebanyak 303 pasien. Setelah dilakukan pengolahan data diproleh total lama rawat (TLOS) sebanyak 1258 hari dan rata-rata lama rawat (ALOS) sebanyak 3,17 atau 3 hari dengan angka efisiensi ALOS adalah 6-9 hari. Persentase pemakaian tempat tidur (BOR) sebanyak 48,08 % dengan angka efisiensinya adalah 60-85 %. Angka pertukaran tempat tidur (BTR) sebanyak 2,74 atau 3 kali, Keefisienan angka BTR tidak dapat ditentukan karena periode yang dibutuhkan untuk mengetahui BTR yang efisien adalah satu tahun. Rentang waktu pemakaian tempat tidur (TI) sebanyak 2,65 atau 3 hari dengan angka efisiensinya adalah 1-3 hari. Berdasarkan parameter diatas disimpulkan bahwa ALOS, BOR dan BOR yang didapatkan tidak efisien sedangkan TI yang didapatkan efisien.Kata Kunci : Rekam Medis, Statistik Asuhan Kesehatan Rawat Inap
Pengukuran Kinerja dengan Metode Human Resource Scorecard pada Petugas Rekam Medis di Salah Satu Rumah Sakit Daerah Kabupaten Lumajang Feby Erawantini; Galuh Dwi Saraswati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i2.273

Abstract

Abstrak ditulis dalam bahasa indonesia masing-masing tidak lebih dari 200 kata yang mencakup atau terdiri dari masalah, tujuan, metode, dan hasil yang dituliskan dalam satu paragaraf, dituliskan dengan font Times New Roman ukuran 10pt spasi 1. Abstrak tidak perlu menyertakan sumber sitasi dan tidak boleh mengandung gambar dan tabel. Abstrak harus menggambarkan isi dari penelitian secara keseluruhan Pengukuran kinerja dapat diterapkan untuk mengetahui sejauh mana kualitas ketenagakerjaan. Penilaian kinerja petugas Unit Kerja Rekam Medis (UKRM) salah satu rumah sakit umum di Kabupaten Lumajang melalui observasi, pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta berdasarkan Standar Kinerja Pegawai (SKP). Sedangkan petugas ditemukan sering terlamat ketika masuk kerja. Tujuan penelitian ini adalah Melakukan Pengukuran Kinerja Seimbang dengan Metode Human Resource Scorecard Pada Petugas Rekam Medis di salah satu rumah sakit umum di Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuntitatif. Populasi yang digunakan adalah 27 petugas rekam medis dengan sample memakai total sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan distribusi frekuensi, didapatkan nilai High Performance Work System (HPWS) baik (79%), HR Deliverable baik (83%), Efisiensi SDM baik (80%), Kinerja baik (86,31%). Sedangkan hasil pengukuran kinerja HR Scorecard pada petugas rekam medis yaitu proporsional,  dengan rata-rata skor  dimensi HR Scorecard 80,67% (baik) dan kinerja 76,15% (baik). Sehingga perlu adanya perhatian terhadap  sistem  reward maupun punishment, pengembangan profesional SDM, sistem presensi secara digital, monitoring dan evaluasi pelaksanaan poin HR Scorecard yang dominan dan kinerja.
Gambaran Ketepatan Kode ICD-10 Kasus Obstetri Triwulan 1 Pada Pasien Rawat Inap Di RSUD Sanjiwani Gianyar I Made Sudarma Adiputra; Ni Luh Putu Devhy; Kadek Intan Puspita Sari
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i2.283

Abstract

Rekam medis merupakan aspek yang sangat penting bagi rumah sakit, dimana salah satu aspek dari rekam medis adalah kode diagnosis Ketepatan kode diagnosis dapat berpengaruh terhadap analisis pembiayaan pelayanan kesehatan khususnya dalam kelancaran proses pengkliman, pelaporan nasional morbiditas dan mortalitas, tabulasi data pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran ketepatan kode ICD-10 kasus obstetri triwulan 1 pada pasien rawat inap di RSUD Sanjiwani Gianyar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskritif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 87 dengan menggunakan metode simple random sampling, alat pengumpulan data menggunakan ceklist dan menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketepatan kode Complication of delivery dapat dilihat bahwa seluruh frekuensi sampel menunjukan hasil yang tepat sesuai kode ICD-10 dengan persentase 100%, ketepatan kode Metode of delivery dari 87 rekam medis diketahui bahwa kode yang tepat sebanyak 77 (88,51%), ketepatan kode Outcome of delivery 87 rekam medis, diketahui bahwa kode yang tepat sebanyak 40 (45,98%). Kesimpulan : Sebagian besar kode diagnosis kasus obstetri tidak tepat, maka sebaiknya petugas koding memperhatikan tanda baca, aturan dan tata cara pengkodingan berdasarkan ICD-10
Perbedaan Klaim Tarif INA-CBG pada Penyakit Sistem Peredaran Darah Berliana Pusparini; Rita Dian Pratiwi
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i2.278

Abstract

Ketepatan kode diagnosis sangat penting karena mempengaruhi hasil grouper INA-CBG. Selain itu, kode diagnosis penyakit pada sistem peredaran darah memerlukan perhatian lebih karena memiliki aturan khusus. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa 80% kode diagnosis tidak tepat dan menghasilkan perbedaan tarif sebesar Rp. 1.483.300. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi ketepatan kode diagnosis penyakit pada sistem peredaran darah dan mengetahui perbedaan tarif INA-CBG di rumah sakit dan tarif INA-CBG peneliti. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi yang dipilih adalah rekam medis pasien rawat inap dengan diagnosis penyakit pada sistem peredaran darah. Jumlah sampel sebanyak 83 yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah studi dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kasus penyakit pada sistem peredaran darah pasien rawat inap tahun 2019 sebanyak 1.591, jumlah kode diagnosis yang tepat sebanyak 33 (39,76%) dan uji statistik paired sample t test menghasilkan p-value sebesar 0,001402.
Platform Informatika Kesehatan Masyarakat Dalam Kasus COVID-19 di Bali Mahayasa Adiputra; Alfred Mulana; Ika Farmani
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i2.284

Abstract

Pandemi COVID-19 telah menjadi masalah global dunia. Bali sebagai destinasi wisata dunia pun terkena dampak yang cukup memprihatinkan oleh karena laju penularan yang demikian cepat. Sinergi antara kajian kesehatan masyarakat dan teknologi informasi dalam informatika kesehatan masyarakat niscaya dapat berperan efektif dan efisien dalam mengerem laju penularan COVID-19. Penelitian kami bertujuan untuk memberikan informasi terkait COVID-19 yang terintegrasi dari seluruh kabupaten di Bali kepada masyarakat umum dengan tujuan untuk peningkatan kewapadaan serta kemudahan dalam membaca data. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan menghasilkan platform yang dapat digunakan sebagai rujukan pengambilan keputusan dalam intervensi COVID-19 berbasis kesehatan masyarakat. Metode pengembangan perangkat lunak dalam penelitian ini adalah pengembangan platform berupa website, menggunakan metode rapid development dimana metode ini merupakan pengembangan yang dapat menyelesaikan platform dalam waktu singkat dengan tim yang sedikit, dengan project scope yang sudah jelas yaitu menggabungkan data – data COVID-19. Hasil penelitian ini adalah platform berbentuk situs web yang dapat diakses online di www.balisiagacorona.com. Situs Web terdiri dari Halaman Dashboard, Halaman Analitik dan Halaman Kontak. Informatika kesehatan masyarakat dapat berkontribusi memperlambat laju penularan COVID-19. Salah satu bentuk pengembangannya adalah platform digital dengan menggunakan teknologi website. Penelitian ini mengambil kasus COVID-19 di Bali, data diambil dari sumber - sumber tercepaya yaitu website resmi pemerintah di lingkungan provinsi bali dalam penanganan COVID-19.
Hubungan Ketepatan Penulisan Terminologi Medis Terhadap Keakuratan Kode Pada Sistem Cardiovascular Di Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta Eni Nur Rahmawati; Titik Dwi Utami
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i2.251

Abstract

Ketepatan kode diagnosis adalah kesesuaian penulisan dalam ICD-10 dan sangat berpengaruh terhadap hasil grouper dalam aplikasi INA-CBGs. Keakuratan adalah penguraian dari pengkodean yang dilakukan dengan cermat dan teliti sehingga menghasilkan suatu informasi yang akurat dan benar.  Metode penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan retrospektif, pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara, teknik sampling adalah systematic random sampling dengan jumlah populasi 1157 dokumen dan  sampel 100 dokumen. Hasil dan pembahasan menunjukkan data yang dianalisis dengan menggunakan SPSS diketahui p<0,001, berdasarkan hasil tersebut p<0,05 maka terdapat hubungan antara ketepatan penulisan terminologi medis terhadap keakuratan kode dengan persentase ketidaktepatan yaitu 58% disebabkan oleh ketidaksesuaian dengan terminologi medis pada ICD-10, penggunaan Bahasa Indonesia serta penggunaan singkatan yang tidak sesuai dengan buku singkatan dan ICD-10. Sedangkan persentase ketidakakuratan yaitu 44% yang disebabkan oleh tulisan dokter yang tidak terbaca dan keterbatasan ilmu pengetahuan coder.  
Penilaian Program Moewardi Wae Berdasarkan Pengetahuan dan Sikap untuk Berpartisipasi Pasien Rawat Jalan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Ajeng Nugrahenny; Kusuma Estu Werdani
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i2.280

Abstract

Program Moewardi Wae merupakan program live streaming yang dibentuk oleh RSUD Dr. Moewardi Surakarta dengan memanfaatkan media sosial. Dengan mengggunakan media sosial penyampaian informasi kesehatan menjadi lebih cepat, mudah, murah serta jangkauan kepada masyarakat lebih luas. Melalui live streaming masyarakat juga dapat berkonsultasi secara langsung di kolom komentar. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang program Moewardi Wae dengan sikap pasien rawat jalan untuk mengikuti program Moewardi Wae di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien rawat jalan Wijaya Kusuma RSUD Dr. Moewardi dengan pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sebanyak 112 orang. Uji statistik penelitian ini menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikan (p>0,05). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan pasien dengan sikap untuk mengikuti program Moewardi Wae di RSUD Dr. Moewardi Surakarta (p=0,014). Disarankan agar masyarakat tertarik untuk mengikuti live streaming program Moewardi Wae supaya mendapatkan informasi mengenai kesehatan dari narasumber yang terpercaya
Analisis Penerimaan Sistem Pendaftaran Online Puskesmas Menggunakan TAM2 dan UTAUT Nina Dwi Astuti; Kusworo Adi; Antono Suryo Putro
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i2.285

Abstract

Sistem informasi pendaftaran online Puskesmas menjadi bagian penting dalam pelayanan Puskesmas.  Sistem ini dapat membantu mengatur antrian dan meningkatkan kualitas pelayanan. Studi tentang tingkat penerimaan pengguna diperlukan untuk mendukung keberhasilan implementasi sistem ini. Model TAM2 dan UTAUT digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi  niat menggunakan sistem informasi pendaftaran online rawat jalan di Puskesmas Kota Semarang. Studi kuantitatif dengan design cross sectional dilakukan terhadap 200 pengunjung Puskesmas yang menggunakan sistem ini. Hasil analisis menggunakan Stuctural Equation Modelling (SEM) mendapatkan hasil bahwa model TAM2 dapat memprediksi 76,5% persepsi akan manfaat dan 28,3% niat menggunakan, sedangkan model UTAUT mampu memprediksi 41,6% niat menggunakan sistem ini. Hasil yang nyata (T-stat = 3,384) dan kualitas keluaran (T-stat = 2,240) merupakan faktor yang mempengaruhi niat menggunakan sistem informasi pendaftaran online yang dimediasi persepsi akan manfaat berdasarkan model TAM2, sedangkan harapan kinerja (T-stat = 3,209), harapan usaha (T-stat = 2,064) dan harapan usaha yang dimoderasi oleh umur (T-stat = 1,934)  merupakan  faktor yang mempengaruhi niat menggunakan berdasarkan model UTAUT.
Pengaruh Kompetensi PMIK Terhadap Kualitas Koding Klinis Di RSU Vertikal Kementerian Kesehatan DKI Jakarta Yoga Utomo; Hosizah Markam
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i2.264

Abstract

Sejak diberlakukannya pembayaran prospektif dengan pola case-mix berbasis Diagnosis Related Groups (DRG), maka keakurasian data koding klinis sangat penting. Besaran klaim yang dibayarkan dan disetujui tergantung dari ketepatan koding klinis yang dihasilkan. Ketepatan koding klinis dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap PMIK. Pengetahuan dan sikap merupakan bagian dari kompetensi PMIK. Saat ini ketiga RSU vertikal Kementerian Kesehatan Wilayah DKI Jakarta terdapat pengembalian berkas klaim sebesar 3,4 % atau sekitar 850 juta rupiah dikarenakan ketidaktepatan koding klinis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kompetensi PMIK terhadap kualitas koding klinis di RSU vertikal Kementerian Kesehatan DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah sample jenuh dengan total 17 PMIK terdiri dari 6 orang RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, 6 orang RSU Fatmawati dan 5 orang RSU Persahabatan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data dengan regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini diperoleh rata-rata skor kompetensi PMIK 81,65 dan rata-rata kualitas koding yang dihasilkan 8. Hasil regresi linear sederhana diperoleh bahwa ada pengaruh signifikan antara kompetensi PMIK terhadap kualitas koding klinis (p-value 0,000<0,05) dengan persamaan kualitas koding klinis = -4,491 + 0,153 (kompetensi PMIK). Adapun arti koefisien, setiap kompetensi naik 1 poin, maka kualitas koding klinis naik 0,153

Page 1 of 2 | Total Record : 13