cover
Contact Name
imroatun
Contact Email
imroatun@uinbanten.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
imroatun@uinbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
as-sibyan : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : 25415549     EISSN : -     DOI : -
a?-?iby?n: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, ISSN 2541-5549, diterbitkan enam bulan sekali oleh Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berdasarkan Surat Keputusan Rektor IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten No. In.10/F.I/HK.00.5/1201/2016, tanggal 04 April 2016.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 01 (2017): Januari - Juni 2017" : 8 Documents clear
PERILAKU KETIDAKMATANGAN SOSIAL-EMOSIONAL PADA ANAK USIA DINI Yahdinil Firda Nadhirah
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2 No 01 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sosial dan emosi pada anak merupakan kondisi emosi dan kemampuan anak merespon lingkungannya di usia sebelumnya. Para ahli juga sepakat bahwa perkembangan sosial-emosional anak bertujuan untuk mengetahui bagaimana dirinya. Bagaimana cara berhubungan dengan orang lain yaitu teman sebaya dan orang yang lebih tua darinya. Bertanggung jawab akan diri sendiri maupun orang lain dan berprilaku sesuai dengan pro sosial.
THE IMPLEMENTATION OF GAME BASED LEARNING FOR CHILDREN Feny Nida Fitriyani
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2 No 01 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The 21st century requires education to continue creating the young generation who have life skills so that they can survive and compete in the global community. Education as a media to build superior young generation must give innovation in learning activities. Learning which is various and creative is able to attract learners interest. One of the interesting learning is game based learning. Game based learning is divided into five, they are language game based learning, Music game based learning music, Motion game based learning, Color game based learning, and Logic game based learning. Those five types of game based learning must be designed accordance with the suitable subject.
PERKEMBANGAN NORMATIF DAN NON-NORMATIF PADA ANAK USIA DINI Saefudin Zuhri
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2 No 01 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan anak yang bersifat normatif adalah suatu tahap perkembangan yang cenderung mengikuti pola-pola yang sudah umum sesuai dengan konsep perkembangan secara normal dan formalistik, aturan-aturan, adat istiadat, sosial budaya yang berlaku dalam kehidupan yang masyarakat, misalnya anak masuk SD umur 6 tahun, masuk SMP 12 tahun, dan seterusnya. Prinsip non normatif adalah suatu perkmbangan individu yang tidak mampu mengikuti asas norma-norma tersebut yang disebabkan oleh faktor-faktor status sosial ekonomi, kemiskinan, kesehatan, adat istiadat yang kuno. Perkembangan seorang anak hanya dapat dipahami dalam konteks di mana ia tinggal bersama-sama dengan orang lain di sekitarnya. Seorang anak bisa dipengaruhi oleh keluarga mereka. Sementara anak-anak tersebut dan keluarganya juga adalah produk dari lingkungan, kesejahteraan, sosial dan politik di mana mereka tinggal dan tumbuh.
PENGEMBANGAN KECERDASAN SPIRITUAL PADA ANAK USIA DINI MELALUI MUROTTAL BACAAN AL QUR’AN Nuryati Nuryati
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2 No 01 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan kecerdasan spiritual pada anak usia dini melalui metode pembiasaan murottal bacaan Al-Qur’an di RA Nurul Ikhlas Taktakan Serang. Peran guru dalam mengembangkan kecerdasan spiritual pada kegiatan pembelajaran, serta peran orang tua dan masyarakat.Penelitian ini merupakan penelitian kualaitatif fenomenologi pada kelompok B di RA Nurul Ikhlas Legok Widara Taktakan Serang tahun 2017. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman terdirii dari: reduksi data, display data, dan verifikasi. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia dini kecerdasan spiritual pada anak usia dini sangat kurang baik, dimana orang tua dan masyarakat lebih menekankan kecerdasan intelektualnya saja. Hal ini dapat terlihat dengan adanya pergeseran nilai moral anak terhadap orang tua. Peran guru dalam mengembangkan kecerdasan spiritual pada anak usia dini dapat dilakukan melalui pembiasaan murottal bacaan Al-quran yang diputar setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung.
PERKEMBANGAN SOSIAL PADA ANAK USIA DINI Umayah Umayah
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2 No 01 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sosial yaitu perkembangan tingkah laku anak dalam menyesuaikan diri dengan aturan-aturan yang berlaku di masyarakat tempat anak berada. Dapat juga diartikan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral, dan tradisi, meleburkan diri menjadi suatu kesatuan dan saling berkomunikasi. Perkembangan sosial anak-anak dapat dilihat dari tingkatan kemampuannya dalam berhubungan dengan orang lain dan menjadi anggota masyarakat sosial yang produktif. Hal ini mencakup bagaimana seorang anak belajar untuk memiliki suatu kepercayaan terhadap perilakunya dan hubungan sosialnya. Perkembangan sosial meliputi perubahan peningkatan pengetahuan yang berbentuk spiral tentang dirinya sendiri dan orang lain. Hal ini dipengaruhi baik oleh pengalaman maupun hubungan sosial anak dengan orang dewasa dalam kehidupannya, dan oleh tingkatan perkembangan kognitifnya.
HAKIKAT BERMAIN DAN PERMAINAN ANAK USIA DINI DI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) Oman Farhurohman
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2 No 01 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak pada usia dini disebut sebagai usia emas (golden age) sehingga merupakan kesempatan emas bagi anak untuk belajar. Golden age adalah usia anak ketika mereka berumur 0 – 6 tahun. Usia tersebut berada pada perkembangan terbaik untuk fisik dan otak anak. Pada usia ini anak memiliki kemampuan dan semangat untuk belajar yang luar biasa khususnya pada awal masa kanak-kanak. Mengingat anak usia dini merupakan usia emas maka pada masa itu perkembangan anak harus dioptimalkan. Rata –rata anak kecil cenderung senang bermain dan menyukai sebuah permainan. Fungsi permainan bagi anak adalah merangsang pertumbuhan, perkembangan maupun kecerdasan dasar seorang anak. Bermain adalah kegiatan utama yang dijalani anak-anak usia dini setiap hari. Melalui kegiatan bermain, banyak hal yang bisa dikembangkan dari seorang individu anak, yaitu saraf-saraf motoriknya, baik kasar maupun halus, sikap emosional, kecerdasan, sikap sosial, perilaku bekerja mandiri dan bekerjasama, kedisiplinan, dan lain-lain. Tetapi semua perkembangan tersebut hanya bisa diperoleh jika permainan yang dirancang untuk mereka adalah permainan yang bermakna. Permainanan yang bermakna adalah kegiatan bermain yang diarahkan dan dibuat dengan metode, prinsip, dan tujuan yang menekankan pada unsur terciptanya kesenangan, motivasi, berkembangnya motorik yang memicu bekerjanya neuron/ saraf otak, dan bukan paksaan, sekaligus berisi pembelajaran.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI METAKOGNITIF PADA ANAK DENGAN GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIVITAS Dhiarti Tejaningrum
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2 No 01 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan bahasa merupakan bagian dari belajar seorang anak. Perkembangan ketrampilan berbicara merupakan bagian dari perkembangan bahasa dan perkembangan setiap anak berbeda-beda. Banyak hal yang mempengaruhi perkembangan berbicara anak usia dini. Di antaranya terdapat anak-anak yang mengalami permasalahan bahasa. Salah satu anak berkebutuhan khusus (ABK) yang mengalami kesulitan berbicara adalah anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian yang disertai dengan hiperaktivitas. (GPPH). Anak dengan GPPH memiliki beberapa ciri-ciri yang membuat mereka mengalami masalah akademik di antaranya impulsivitas, ketidakmampuan mempertahankan perhatian, dan tingkat kegiatan dan fungsi sensori motorik. Dalam pembelajaran bahasa ada istilah proses, gaya dan strategi. Teknik yang digunakan dalam makalah ini adalah observasi, wawancara, dan bimbingan melalui mengingat kata dengan baik yaitu dengan menggunakan strategi metakognitif. Adi sebagai objek observasi membutuhkan bantuan dan strategi dalam belajar bahasa. Salah satu strategi yang dapat membantunya adalah melatih Adi menggunakan metakognitif yaitu menyadarkannya tentang kata-kata yang sedang dipelajari dan memberikan bimbingan dengan cara memintanya bercerita pengalaman kemudian menyadarkan tentang bunyi bahasa yang tidak tepat dan mengoreksinya.
PERILAKU INSECURE PADA ANAK USIA DINI Uyu Mu'awwanah
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2 No 01 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Insecure, atau rasa tidak aman, bisa diartikan sebagai rasa takut akan sesuatu yang dipicu oleh rasa tidak puas dan tidak yakin akan kapasitas diri sendiri. Rasa insecure inilah yang pada akhirnya, memicu anak untuk menciptakan ‘topeng’ agar sisi lain yang ingin kita sembunyikan itu tidak terlihat oleh orang lain. Perilaku insecure pada anak dapat dicegah dengan mengasuh anak dalam cara-cara yang dapat meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan beradaptasi, dan optimisme anak. Untuk itu orang tua dan guru serta pihak yang terkait dengan anak harus bekerja sama dan membantu anak untuk mengatasi perasaan- perasaan tadi.

Page 1 of 1 | Total Record : 8