cover
Contact Name
JPPM
Contact Email
jurnal_pls@fkip.unsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_pls@fkip.unsri.ac.id
Editorial Address
Jl. Palembang-Prabumulih, Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23557370     EISSN : 26851628     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (p-ISSN: 2355-7370) menerbitkan artikel penelitian tentang isu-isu terbaru dan tren yang terjadi secara nasional pada pengembangan pendidikan nonformal yang meliputi manajemen pembelajaran, manajemen program dan manajemen Institut dengan tujuan memajukan pengetahuan tentang teori dan praktik pendidikan nonformal di Indonesia . Masalah yang dibahas meliputi topik, (1) Pendidikan Berbasis Masyarakat: melek huruf, kesetaraan, kursus, pelatihan, keterampilan hidup, konseling komunitas, pemberdayaan masyarakat, pekerjaan sosial; (2) Pendidikan Berbasis Keluarga: pengasuhan anak, pendidikan anak usia dini, kelompok bermain, homeschooling.
Arjuna Subject : -
Articles 113 Documents
UPAYA ORANG TUA DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN PENDIDIKAN ANAK KELUARGA NELAYAN DI DESA BANDENGAN KECAMATAN JEPARA KABUPATEN JEPARA Mutoharoh Mutoharoh; Ilyas Ilyas
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 5, No 1 (2018): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppm.v5i1.8301

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan upaya orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak keluarga nelayan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah anggota keluarga nelayan yang berprofesi sebagai nelayan, serta informan yaitu anak nelayan dan tetangga nelayan. Fokus penelitian adalah upaya orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak keluarga nelayan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber, dan metode. Analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak dapat dilihat dari beberapa indikator sebagai berikut: pemilihan sekolah untuk anak, cara orang tua mendidik, suasana rumah, dan penyediaan fasilitas belajar. Kendala yang dihadapi berupa kesalahpahaman antar suami dan istri, pendapatan yang terbatas, kurangnya persiapan kebutuhan pendidikan anak serta jarak tempuh yang dicapai.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENGIKUTI KEGIATAN POSYANDU MAWAR DI KECAMATAN INDRALAYA OGAN ILIR Sari Puspita; Evy Ratna Kartika Waty; Azizah Husin
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppm.v5i2.8282

Abstract

Partisipasi masyarakat serta minat masyarakat dalam memanfaatkan Posyandu masih rendah, hal ini menjadi salah satu masalah yang menghambat terlaksananya pelayanan kesehatan melalui Posyandu. Keikutsertaan masyarakat dapat mempengaruhi keberlangsungan program Posyandu untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam hal ini menyangkut layanan ibu yang memiliki balita, ibu hamil dan Lansia dalam kegiatan Posyandu Mawar di Kelurahan Indralaya Mulya Kecamatan Indralaya Ogan Ilir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif secara deskriptif. Tingkat partisipasi ibu yang memiliki balita adalah tinggi karena sebagian ibu yang memiliki balita sudah memiliki kesadaran akan pentingnya keberadaan Posyandu dalam meningkatkan dan memantau pertumbuhan dan perkembangan balita. Tingkat partisipasi ibu hamil adalah sedang, karena masih ada ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilannya ke Bidan, dikarenakan kegiatan Posyandu Mawar yang hanya dilaksanakan satu bulan sekali. Tingkat partisipasi Lansia adalah sedang, karena hanya sebagian dari Lansia yang ikutserta dalam kegiatan Posyandu dan melakukan pemeriksaan kesehatannya ke Posyandu Mawar.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN TATA KECANTIKAN RAMBUT KEJAR PAKET C SKB KOTA SEMARANG Nugroho Agus Setiyanto; Sungkowo Edy Mulyono
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 4, No 2 (2017): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppm.v4i2.8246

Abstract

Pentingnya proses pembelajaran bagi generasi muda guna mengingkatkan sumber daya manusia Indonesia. Dimana membutuhkan generasi muda yang bisa memajukan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen pembelajaran program tata kecantikan rambut yang meliputi: 1) perencanaan penyelenggaraan pembelajaran, 2) pengorganisasian program pembelajaran, 3) Pelaksanaan pembelajaran, 4) Pengawasan, 5) Evaluasi Pembelajaran, 6) kendala kendala dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari satu pengelola, satu tutor, dan empat warga belajar. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: 1) Pengumpulan data, 2) Reduksi data, 3) Penyajian data, dan 4) Penarikan kesimpulan/verifikasi.Teknik yang digunakan untuk pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini adalah Triangulasi Sumber. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini: 1) Perencanaan program dilakukan dengan mengidentifikasi kebutuhan warga belajar, pembelajaran disesuaikan dengan standar LPK atau SKP meliputi  tujuan pembelajaran, metode, materi, media, waktu, sumber, dan evaluasi, 2) Pengorganisasian program Tata Kecantikan Rambut SKB Kota Semarang di organisasikan oleh pengelola program SKB melalui pemilihan tutor dengan memadukan sumber daya yang sudah tersedia, 3) Proses pelaksanaan pembelajaran diawali dengan salam perkenalan, penyampaian materi secara interaktif dengan menggunakan metode ceramah dan mengoptimalkan seluruh fasilitas pembelajaran, bagian akhir pembelajaran ditutup dengan kesimpulan materi, 4) Pengawasan dilakukan secara berkala oleh kepala SKB Kota Semarang dengan melihat performance tutor saat menyampaikan materi pembelajaran, 5) Evaluasi pembelajaran dilakukan tiap akhir bulan tengah semester, dan akhir semester. Dapat diketahui warga belajar dapat memahami dan mempraktikan proses menata rambut sesuai sesuai dengan prosedur Tata Kecantikan Rambut, 6) faktor penghambat pembelajaran yaitu faktor internal yang terdapat dari kesediaan media pembelajaran, dan faktor eksternal dari minat belajar warga belajar sendiri. Berdasarkan hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa manajemen pembelajaran Tata Kecantikan Rambut di SKB Kota Semarang sudah bagus hanya perencanaan sampai pelaksanaanya, untuk pengawasan dan evaluasi masih kurang. Saran yang diberikan 1) lebih diperbaiki di media pembelajarannya, karena pembelajaran akan berjalan sesuai dengan media yang sudah memedahi sehingga warga belajar nyaman dalam pembelajaran, 2) lebih diperbaiki di media pembelajarannya, karena pembelajaran akan berjalan sesuai dengan media yang sudah memedahi sehingga sehingga warga belajar lebih nyaman dalam pembelajaran.
PELATIHAN KETERAMPILAN MINIATUR BAGI WARGA BINAAN DI RUTAN KELAS IIB REMBANG Ajeng Yuanita; Liliek Desmawati
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 6, No 1 (2019): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppm.v6i1.8307

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya keterampilan bagi narapidana yang sedang menjalani masa pidananya di RUTAN Kelas IIB Kabupaten Rembang. Tujuan dalam penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan miniatur bagi warga binaan di RUTAN Kelas IIB Rembang 2) mendeskripsikan kendala dalam  pelaksanaan  pelatihan keterampilan pembuatan miniatur di RUTAN Kelas IIB Rembang. Pendekatan penelitian  ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi.Lokasi penelitian di RUTAN Kelas IIB Rembang. Informan terdiri dari 1 pembina dan 3 warga binaan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: Pengumpulan data, Reduksi data, Penyajian data, dan Penarikan kesimpulan/verifikasi. Teknik yang digunakan untuk pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini adalah Triangulasi Sumber dan metode. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini : (1) Materi yang digunakan harus sesuai dengan kebutuhan belajar dengan menggunakan metode ceramah, praktek, dan diskusi. Evaluasi yang digunakan adalah sumatif. (2) Kendala yang dihadapi adalah peserta yang terkadang malas, belum diberikannya pembelajaran tentang managemen pemasaran, dan ruangan yang digunakan terlalu kecil.
PELATIHAN KOMPUTER GRATIS DI KAMPOENG PINTAR SEBAGAI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Amilya Candra Dewi; Emmy Budiartati
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 5, No 1 (2018): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppm.v5i1.8291

Abstract

Penelitian ini berdasarkan permasalahan kurangnya potensi masyarakat dalam penguasaan teknologi. Upaya pemberdayaan yang dilakukan melalui pelaksanaan pelatihan komputer gratis. Tujuan penelitian mengetahui pelaksanaan pelatihan komputer gratis dan faktor pendukung maupun penghambat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles-Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan pelatihan komputer gratis di Kampoeng Pintar sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dengan menyediakan program pelatihan komputer gratis yang dapat diikuti oleh semua masyarakat. Tutor merupakan peserta didik yang telah selesai mengikuti pelatihan komputer. Interaksi dalam pelatihan cukup baik. Materi yang diberikan sesuai dengan kurikulum SKKNI (Standart Kompetensi Kerja Nasional Indonesia), metode pelatihan yang digunakan adalah ceramah dan praktek. Faktor pendukung adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya teknologi. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya fasilitas atau sarana dan prasarana dalam pelaksanaan pelatihan komputer gratis dan sikap masyarakat yang masih tradisional.
MOTIVASI PEREMPUAN MENGIKUTI PELATIHAN SENAM AEROBIK DI SANGGAR SENAM SANTA ANNA SEMARANG Sholihatun Sholihatun; Liliek Desmawati
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppm.v5i2.8272

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan motivasi perempuan mengikuti pelatihan senam aerobik di Sanggar Senam Santa Anna Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dimana data yang dianalisi di dalamnya berbentuk deskriptif serta tidak berbentuk angka. Lokasi penelitian di Sanggar Senam Santa Anna Semarang. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumetasi. Subjek penelitian 5 peserta pelatihan senam aerobik, 3 Instruktur Senam, dan 1 pengelola. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Metode analisis data melalui reduksi data, display data, verifikasi data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan motivasi perempuan mengikuti pelatihan senam aerobik ada 2 yaitu motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsik meliputi: kebutuhan, harapan, dan minat. Sedangkan faktor ekstrinsiknya yaitu: dorongan keluarga dan lingkungan Sanggar Senam. Faktor pendukung motivasi perempuan mengikuti pelatihan senam aerobik yaitu lokasi sanggar yang strategis, biaya relatif murah, sarana dan prasarana, pelayanan yang diberikan, dan instruktur senam yang berpengalaman. Faktor penghambatnya adalah musim yang berubah-ubah, serta susahnya membagi waktu.
PERAN KADER DALAM LAYANAN BINA KELUARGA BALITA (MATAHARI XI KELURAHAN BOJONGBATA KECAMATAN PEMALANG KABUPATEN PEMALANG) Widi Nur Pujiati; Emmy Budiartati; Utsman Utsman
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 6, No 1 (2019): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppm.v6i1.8313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Peran kader dalam layanan BKB. 2) faktor pendukung dalam layanan BKB. 3) faktor penghambat dalam layanan BKB dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kader, peserta, ketua BKB, PLKB, kepala kelurahan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan metode. Analisis data dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan simpulan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: 1) peran kader dalam layanan BKB meliputi penanaman nilai-nilai BKB pada peserta dan keberhasilan dalam pelaksanaan BKB baik administrasi ataupun pelaksanaannya; 2) faktor pendukung dalam layanan BKB yaitu sarana dan prasarana, dukungan/kerjasama dari BAPERMAS KB dan PP, anak dan ketersedian peserta, serta kesiapan kader; 3) faktor penghambat dalam layanan BKB yaitu partisipasi kader, partisipasi peserta, waktu pelaksanaan kegiatan, dan anggaran.
PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK USIA DINI (Studi Kasus di PAUD Mawar I SKB Ogan Ilir) Septariani Septariani; Imron A Hakim; Azizah Husin
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 5, No 1 (2018): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppm.v5i1.8302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang upaya yang dilakukan oleh pendidik dalam mendidik krrakter (kejujuran, kedisiplinan, toleransi dan kemandirian) pada anak usia dini di PAUD Mawar I SKB Ogan Ilir. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa upaya yang dilakukan oleh pendidik dalam mendidik karakter (kejujuran, kedisplinan, toleransi dan kemandirian) pada anak usia dini yaitu melalui kegiatan keteladanan sikap yang dilakukan oleh pendidik itu sendiri,  menggunakan kegiatan spontan  berupa pujian ketika pendidik mengetahui peserta didik melakukan hal yang baikmelalui pemberian teguran berupa nasihat dan bimbingan ketika melihat peserta didik melakukan hal yang tidak baik atau melanggar aturan, melalui pengkondisian lingkungan belajar peserta didik dan menggunakan kegiatan rutin yang dapat membiasakan peserta didik untuk memiliki kejujuran, kedisiplinan, toleransi dan kemandirian.
FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH JENJANG SMP DI KELURAHAN TALANG BETUTU KOTA PALEMBANG Merista Desiliani; Didi Tahyudin; Imron A Hakim
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppm.v5i2.8283

Abstract

Seiringnya perkembangan zaman, banyak kalangan remaja yang mulai putus sekolah dari jenjang SMP hingga SMA yang sering terjadinya putus sekolah, maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi penyebab anak putus sekolah jenjang SMP di Kelurahan Talang Betutu Kota Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik pengumpulan angket dan wawancara. Populasi dan sampel penelitian ini berjumlah 55 orang yakni sesuai dengan jumlah siswa putus sekolah di SMP Kelurahan Talang Betutu Kota Palembang. Dari analisis hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab siswa putus sekolah di SMP Kelurahan Talang Betutu Kota Palembang adalah sebagian besar dikarenakan faktor lingkungan bermain, hal ini terbukti (80%). Sedangkan faktor berikutnya adalah faktor ekonomi merupakan faktor penyebab kedua yakni (52,72%). Faktor perhatian orangtua menyebabkan penyebab ketiga yang mendorong terjadinya putus sekolah (43,63%). Sementara faktor kemampuan siswa dalam belajar menempati urutan keempat yang menjadi siswa putus sekolah (36,36%). Disarankan kepada orangtua siswa, agar dapat mengutamakan kepentingan pendidikan anak – anaknya dan berusaha supaya jangan sampai anaknya berhenti sekolah demi masa depan mereka.
PROGAM PEMBINAAN DAN PEMBELAJARAN BAGI PECANDU NARKOBA DI YAYASAN RUMAH DAMAI SEMARANG Irene Puspita Dewi; Sungkowo Edy Mulyono
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 4, No 2 (2017): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppm.v4i2.8247

Abstract

Pendidikan tidak hanya dapat dilaksanakan oleh masyarakat yang bebas dari catatan hukum saja, tetapi masyarakat yang terkena kasus hukum juga mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan salah satu contoh adalah pecandu narkoba. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui progam pembinaan dan pembelajaran bagi pecandu narkoba di Yayasan Rumah Damai Semarang beserta kendala yang dihadapi. Subyek penelitian terdiri dari 4 peserta dan 3 pembina. Sementara informan berjumlah 2 orang yaitu ketua yayasan dan tenaga kesejahteraan sosial. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Teknik analisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan progam pembinaan di Yayasan Rumah Damai melalui tiga tahapan yaitu penyembuhan, pemulihan dan sosialisasi serta pembelajaran berjalan maksimal karena adanya komponen pembelajaran berupa perumusan tujuan, bahan belajar, kegiatan atau situasi pembelajaran , metode, media, dan alat evaluasi telah terlaksana dengan baik. Kendala yang dialami adalah kurangnya tenaga ahli profesional dan kejenuhan peserta rehabilitasi karena kegiatan yang berulang-ulang serta kurangnya pelatihan ketrampilan untuk peserta rehabilitasi.

Page 3 of 12 | Total Record : 113