cover
Contact Name
Hengki Armez Hidayat
Contact Email
hengkiarmez@fbs.unp.ac.id
Phone
+6281363124849
Journal Mail Official
sendratasikfbsunp21@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Sendratasik FBS Universitas Negeri Padang Jl. Belibis Air Tawar Padang 25171
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Sendratasik
ISSN : -     EISSN : 23023201     DOI : 10.24036
Jurnal Sendratasik diterbitkan 4 (empat) kali pada bulan S Maret, Juni, September, dan December denganmemuat artikel / artikel penelitian di bidang musik, tari, dan drama serta pembelajarannya. Memuat teks yang dihasilkan oleh kelompok penyunting, naskah yang digunakan adalah naskah yang lolos dan tidak pernah / tidak akan pindah ke jurnal lain. Jurnal Sendratasik menerima naskah yang memberikan wawasan tentang isu-isu terkini, dan terutama berhubungan dengan studi Seni Pertunjukan dan Pembelajarannya(Seni Drama, Tari dan Musik) dengan menyebar luaskan pengetahuan di bidang-bidang yang muncul dan berkembang. Hasil riset, terdiri dari laporan ilmiah yang meningkatkan pengetahuan tentang seni secara umum, seni pertunjukan, dan pendidikan seni. Baik dalam bentuk artikel yang melaporkan hasil studi penelitian kuantitatif atau kualitatif. Artikel secara konseptual harus relevan untuk memajukan Seni Pertunjukan dan Pembelajarannya, menyajikan teori tentang seni, model, posisi filosofis, dll. Artikel juga dapat mengacu pada teori-teori ataupun materi- materi yang dikembangkan dalam praktik dan pendidikan seni pertunjukan. Bahasa naskah yang dikirimkan dalam bahasa Indonesia. Harus membahas tentang masalah serta kontribusi baru yang signifikan untuk bidang praktik dan pendidikan seni pertunjukan. Artikel dapat berasal dari salah satu bidang berikut: - Drama - Tari - Musik dan / atau Musik Tradisional - dan Pembelajarannya
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2024)" : 10 Documents clear
Persepsi Guru SD tentang Mata Pelajaran Seni di Sekolah Dasar dan Pembelajarannya Serly Safitri; Sartono Sartono; Aline Rizky Oktaviari Satrianingsih; Hana Shilfia Iraqi
SENDRATASIK UNP Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v13i2.129673

Abstract

Pendidikan merupakan usaha sadar manusia dalam rangka memanusiakan manusia. Melalui pendidikan, setiap manusia akan memahami perbuatan yang baik dan perbuatan yang buruk. Dalam pendidikan, salah satu cara yang dapat dilakukan dalam memahamkan peserta didik bertindak sesuai dengan norma adalah melalui proses pembelajaran. Salah satu mata pelajaran yang ditemui oleh peserta didik di sekolah dasar dalam proses pembelajaran adalah mata pelajaran seni. Mata pelejaran ini dianggap sebagai wadah dalam menumbukan dan mengembangkan daya imajinasi dan kreatifitas peserta didik. Banyak penelitian yang mengkaji pentingnya mata pelajaran ini bagi peserta didik di sekolah dasar. Namun, belum ada penelitian yang mengungkap persepsi guru SD terhadap mata pelajaran ini. Selain itu, belum ada penelitian yang mengungkap tentang pembelajaran mata pelajaran seni di sekolah dasar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap persepsi guru SD tentang mata pelajaran senin dan pembelajarannya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian survey. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 112 responden yang merupakan guru sekolah dasar di Kota Padang. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa 110 dari 112 respoden mengajarkan mata pelajaran seni di sekolah dasar. Materi seni yang dipelajari adalah seni rupa, seni musik, seni tari, dan seni drama. Media pembelajaran yang paling sering digunakan guru dalam mengajarkan mata pelajaran seni adalah media digital. Sementara itu, model pembelajaran yang paling sering digunakan adalah model PBL. Menurut responden, mata pelajaran seni merupakan mata pelajaran yang sangat penting untuk diajarkan di sekolah dasar. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi oleh guru SD lain dalam mengajarkan mata pelajaran seni. Education is a conscious human effort to humanize humans. Through education, every human being will understand good and bad actions. In education, one way that can be done to realize students acting by norms is through the learning process. One of the subjects encountered by students in elementary school in the learning process is art subjects. This subject is a forum for cultivating and developing students' imagination and creativity. Many studies examine the importance of this subject for students in elementary schools. However, there has been no research that reveals elementary school teachers' perceptions of this subject. Apart from that, no research reveals the learning of art subjects in elementary schools. Therefore, this research aims to expose elementary school teachers' perceptions about Monday subjects and their learning. This research uses a quantitative research design with a survey research type. The number of respondents in this research was 112  who were elementary school teachers in Padang City. Based on the research results, it was found that 110 out of 112 respondents taught art subjects in elementary schools. The art materials studied are fine arts, music, dance, and drama. The learning media most often used by teachers in teaching art subjects is digital media. Meanwhile, the learning model most often used is the PBL model. According to respondents, art subjects are very important subjects to be taught in elementary schools. The results of this research can be used as a reference by other elementary school teachers in teaching art subjects.
Nilai Pendidikan Karakter pada Tari Piring di Sanggar Tuah Saiyo Padang Hasminda Fitri; Belirda Wulan Dhari
SENDRATASIK UNP Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v13i2.129379

Abstract

Zaman sekarang anak belum memahami nilai karakter dalam menumbuhkan kesadaran terhadap pelestarian kesenian daerah, seperti tari piring. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dan mengungkapnya makna nilai karakter yang terkandung dalam tari piring di Sanggar Tuah Saiyo Padang. Manfaat yang dapat diperoleh dari pemahaman secara kontekstual tentang tari sebenarnya akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan karakter siswa yang mempelajari. Dengan pemahaman kontekstualitasi maka anggapan tari sebagai pelajaran praktek ansich akan terkikis. Penelitian menggunakan kajian pustaka dengan menggunakan meta analisis dari review sejumlah jurnal nasional dengan mengelompokkan artikel dengan topik yang sama kemudian dianalisis yaitunya Tari Piring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  terdapat nilai pendidikan karakter dalam gerak tari piring perlu dilakukan secara berkesinambungan untuk menanamkan nilai pendidikan karakter sejak dini.   Today's children do not understand the value of characters in raising awareness for the preservation of local arts, such as the dish dance. This research aims to describe the educational values of characters and reveal the meaning of character values contained in plate dance in Sanggar Tuah Saiyo Padang. The benefits that can be obtained from a contextual understanding of dance will actually make a significant contribution to the formation of the character of the students who study it. By understanding contextualization, the perception of dance as an ansich practical lesson will be eroded.This research aims to articulate the educational value of the character found in the plate dance movement. The study used a literature review using meta-analysis of reviews from a number of national journals by grouping articles with the same topic then analyzed based on the dance moves of the dish. The results of the study show that there is a value of character education in the movement of the plate dance needs to be done continuously to instill the value of character education from an early age.
Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam Naskah Drama "Mencari Taman" Karya Norca M. Massardi Nensy Ika Syafriyanti; Tulus Handra Kadir
SENDRATASIK UNP Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v13i2.129779

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam naskah drama “mencari taman” karya Norca M. Massardi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis). Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Sumber data yang digunakan adalah naskah drama “mencari taman” karya Norca M. Massardi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara membaca dan memahami naskah, lalu mengidentifikasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah mengidentifikasi data, mengklasifiksi data, menyimpulkan dan membuat laporan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat sepuluh nilai-nilai pendidikan karakter dalam naskah drama “mencari taman” karya Norca M. Massardi diantaranya yaitu nilai pendidikan karakter religius, nilai pendidikan karakter jujur, nilai pendidikan karakter toleransi, nilai pendidikan karakter disiplin, nilai pendidikan karakter rasa ingin tahu, nilai pendidikan karakter mandiri, nilai pendidikan karakter bersahabat/komunikatif, nilai pendidikan karakter cinta damai, nilai pendidikan karakter peduli sosial, dan nilai pendidikan karakter tanggung jawab. Dalam naskah drama terdapat dialog yang berupa ungkapan yang diucapkan oleh pemberi tuturan dan dijawab oleh penerima ujaran dan disitulah dipaparkan nilai-nilai pendidikan karakter. This research aims to find and describe the values of character education contained in the script of the drama "looking for a garden" by Norca M. Massardi. This study uses a type of qualitative research with a content analysis method. The main instrument in this study is the researcher himself. The source of data used is the script of the drama "looking for a garden" by Norca M. Massardi. The data collection technique is carried out by reading and understanding the manuscript, then identifying. The steps of analyzing data are identifying data, classifying data, inferring and creating reports. The results of this study revealed that there are ten character education values in the drama script "Looking for a Garden" by Norca M. Massardi, including the value of religious character education, the value of honest character education, the value of tolerance character education, the value of discipline character education, the value of curiosity character education, the value of independent character education, the value of friendly/communicative character education, the value of peace-loving character education,  the value of social care character education, and the value of responsibility character education. In the drama script there is a dialogue in the form of expressions spoken by the speaker and answered by the recipient of the speech and that is where the values of character education are explained.
Estetika Seni Musik Jaranan Grup Mangun Joyo Putro Di Desa Sumber Asri Kabupaten Musi Rawas Premil Pranata; Emridawati Emridawati; Murniati Murniati
SENDRATASIK UNP Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v13i2.129066

Abstract

Seni musik Jaranan merupakan kesenian tradisional Jawa yang terdapat di desa Sumber Asri, kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Seni musik ini dimainkan oleh penari dengan menaiki kuda tiruan yang terbuat dari anyaman bambu, diiringi instrument ritmis seperti: Gendang, Kenong, Gong dan instrument melodis seperti: Saron, Rancak Saron, Slerompet serta memainkan lagu-lagu Jawa. Penelitian ini berjenis kualitatif, menggunakan metode deskriptif analisis, dan pendekatan musikologis. Teknik pengumpulan data yang digunakan seperti: studi pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa bentuk dan estetika seni musik Jaranan memiliki bentuk struktur sajian pertunjukan, unsur musikal dan nilai estetika yang terkandung di dalamnya seperti: nilai subjektif dan nilai objektif serta unsur-unsur estetika seperti: unsur kesatuan, kerumitan, penonjolan, kesimbangan dan kesungguhan. Jaranan music is a traditional art inherited from Javanese ancestors which is also found in the people of Sumber Asri village, Musi Rawas district, South Sumatra. The art of Jaranan music is played by dancers riding artificial horses made of woven bamboo, and accompanied by the art of Jaranan music which plays Javanese songs. This research uses qualitative research methods. Data collection was carried out through literature study and observation, and interviews. The research results show that the form and aesthetics of Jaranan musical art can be seen from the structure of the performance, the musical elements and aesthetic values contained therein such as subjective values and objective values as well as aesthetic elements such as elements of unity, complexity, prominence, balance and sincerity.
Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Musik Drum Band di SMP Negeri 3 Tambang T.A 2023/2024 Amelia Rahmadani; Idawati Idawati
SENDRATASIK UNP Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v13i2.130082

Abstract

Penelitian mengenai kegiatan ekstrakurikuler Drum Band di SMP Negeri 3 Tambang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pelaksanaan bentuk kegiatan ekstrakurikuler di sekolah tersebut. Beberapa komponen penting yang perlu diperhatikan untuk mencapai kesuksesan dalam kegiatan ekstrakurikuler Drum Band adalah tujuan, metode, materi, sarana prasarana, serta evaluasi dan penilaian. Teknik pengumpulan data yang dipakai pada penelitian ini  meliputi wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentas yang hasilnya akan dijelaskan dalam penelitian. Materi yang diajarkan mencakup teknik memainkan berbagai alat musik yang digunakan dalam kegiatan Drum Band. Metode yang digunakan pada kegiatan ekstrakurikuler ini adalaha metode ceramah, demonstrasi, dan praktek. Sarana dan prasarana yang disediakan oleh sekolah meliputi : pinanika, belyra, marching bell, sanre drum, bass drum, trio drum, cymbal, bendera, dan lapangan sebagai tempat berlatih. Evaluasi dan penilaian dalam pembelajaran dilaksanana secara Bersama-sama setelah peserta didik melakukan Latihan pada tahap akhir yang bertujuan untuk mengukur sudah sejauh mana kemampuan siswa dalam memainkan alat musik Drum Band The research on Drum Band extracurricular activities at SMP Negeri 3 Tambang aims to describe and explain the implementation of these activities. Some important components that need to be considered to achieve success in Drum Band extracurricular activities are goals, methods, materials, infrastructure, as well as evaluation and assessment. The data collection techniques used include structured interviews, observations, and documents whose results will be explained in the research. The material taught includes techniques for playing various musical instruments used in Drum Band activities. The methods used in this extracurricular activity are lectures, demonstrations, and practice methods. The facilities and infrastructure provided by the school include: pinanika, belyra, marching bell, sanre drum, bass drum, drum trio, cymbal, flag, and field as a place to practice. The learning evaluation is carried out together after the students do the final stage of training which aims to measure the extent of the student's ability to play the Drum Band instrument. 
Transformasi Fungsi Silat Perisai di Desa Empat Balai Dusun Pulau Empat Kuok Bangkinang Barat Fikhen Tri Wulandari; Riski Alita Istiqomah
SENDRATASIK UNP Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v13i2.128618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang keberadaan serta identitas kebudayaan yang ada di Desa Empat Balai Dusun Pulau Empat Kuok Bangkinang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif, penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena dengan menggunakan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa. Silat Perisai merupakan salah satu tradisi yang ada di Kampar, yang biasanya ditarikan untuk mencari sebuah kemufakatan dari perselisihan yang terjadi di antar suku, yang sekarang beralih fungsi menjadi seni pertunjukan atau hiburan. Keberadaan Silat Perisai di desa Empat Balai merupakan salah satu hasil seni budaya masyarakat yang merupakan realitas kehidupan yang telah dikembangkan oleh masyarakat itu sendiri, namun keberadaan Silat Perisai itu sendiri pada saat sekarang sudah mulai menghilang karena pengaruh dari budaya modern dan seperti tidak memiliki fungsi lagi bagi kehidupan masyarakat desa Empat Balai. Sesuai dengan yang diungkapkan oleh Soedarsono tentang teori fungsi maka isu-isu yang akan dibahas dalam artikel ini adalah fungsi Silat Perisai sebagai sarana upacara, sarana hiburan dan sebagai seni pertunjukan. Implementasi dari fungsi yang terdapat pada Silat Perisai diharapkan dapat dilestarikannya kesenian yang ada didaerah setempat dan dapat direalisasikan terhadap generasi penerus, tradisi harus selalu diperbarui agar tetap diminati oleh masyarakat pendukungnya. This research aims to discuss the existence and identity of culture in the four hamlet villages of Empat Kuok Bangkinang Island. The method used in this research uses a qualitative paradigm. Qualitative research is research that aims to understand phenomena by using descriptions in the form of words and language. Silat Perisai is a tradition in Kampar, which is usually danced to find a consensus on disputes that occur between tribes, which has now changed its function to performing arts or entertainment. The existence of silat shield in Empat Balai village is one of the results of community arts and culture which is a reality of life that has been developed by the community itself, however the existence of silat shield itself is now starting to disappear due to the influence of modern culture and seems to no longer have a function for life of the people of Empat Balai village. In accordance with what Soedarsono expressed about function theory, the issues that will be discussed in this article are the function of silat shield as a means of ceremony, a means of entertainment and as a performing art. It is hoped that the implementation of the functions contained in Silat Shield can preserve the arts in the local area and can be realized by future generations. The tradition must always be updated so that it remains in demand by the supporting community.
Pengembangan Video Gerakan Tari Panen pada Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Di TK N 01 Sitiung Ana Novitasari; Aprimadedi Aprimadedi; Sumira Sumira
SENDRATASIK UNP Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v13i2.129967

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya membangun karakter aku cinta Indonesia sejak dini dengan mencintai kebudayaan sendiri agar menjadi bekal dan menjadikan rakyat Indonesia yang cerdas dan berkarakter yang unggul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengenalkan budaya kepada anak terutama tari tradisional karena anak mengetahui sejarah tarian yang dapat menumbuhkan pemahaman anak tentang kebudayaan yang ada di Indonesia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan (R&D) yang menggunakan model pengembangan 4-D: Definisi, Desain, Development, Disseminate. Berdasarkan hasil validasi dari segi isi/materi 92% (sangat valid). tingkat praktikalitas Video Gerakan Tari Panen pada proyek pengutan profil pelajar Pancasila untuk anak usia 5-6 tahun di TK N 01 Sitiung mencapai nilai rata-rata 100% (sangat praktis). Nilai efektifitas video Gerakan Tari Panen dengan rata-rata 83,75% yang diperoleh dari Gerakan Tari Panen anak usia dini. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Video Gerakan Tari Panen pada proyek pengutan profil pelajar Pancasila untuk anak usia 5-6 tahun di TK N 01 Sitiung dinyatakan valid, praktis dan efektif. This research is motivated by the importance of building the character of I love Indonesia from an early age by loving one's own culture so that it becomes a provision and makes the Indonesian people intelligent and with superior character. The aim of this research is to introduce culture to children, especially traditional dance because children know the history of dance which can increase children's understanding of culture in Indonesia. This type of research is research and development (R&D) research using the 4-D Define, Design, Development, Disseminate) development model. Based on validation results in terms of content/material, 92% (very valid). The level of practicality of the Harvest Dance Movement Video in the project to develop the Pancasila student profile for children aged 5-6 years at TK N 01 Sitiung achieved an average score of 100% (very practical). The effectiveness value of the harvest dance movement video with an average of 83.75% was obtained from early childhood harvest dance movements. Thus, it can be concluded that the Harvest Dance Movement Video in the project to develop the Pancasila student profile for children aged 5-6 years at TK N 01 Sitiung was declared valid, practical and effective.
Implementasi Non-Diagetic Sound pada Film “Onde Mande!” untuk Memberikan Efek Dramatik Andri Maijar; Jhori Andela
SENDRATASIK UNP Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v13i2.129549

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan Non-diegetic sound dalam film "Onde Mande!" untuk meningkatkan efek dramatik dan konteks budaya Minangkabau. Film ini disutradarai oleh Paul Agusta dan mengusung genre drama komedi keluarga dengan latar budaya Minangkabau. Tujuan dalam penelitian ini adalah memberikan kontribusi penting dalam memahami peran Non-diegetic sound dalam film sebagai alat naratif yang kuat, khususnya dalam konteks budaya tertentu. Hal ini juga menunjukkan bagaimana elemen audio dapat digunakan secara kreatif untuk memperkaya pengalaman sinematik dan memperkuat identitas budaya dalam film. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan metode analisis isi, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana elemen suara non-diegetik seperti musik latar, voice-over, dan efek suara digunakan untuk membangun emosi, atmosfer, dan narasi film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan musik tradisional Minangkabau sebagai musik dominan, serta penataan suara yang mencerminkan idiom budaya setempat, secara efektif memperkuat karakterisasi dan pesan emosional dalam film. Musik ilustrasi yang dipadukan dengan elemen tradisional berhasil menciptakan suasana yang mendalam dan autentik, sehingga meningkatkan keterlibatan emosional penonton. This research examines the use of Non-diegetic sound in the film "Onde Mande!" to enhance the dramatic effect and Minangkabau cultural context. This film was directed by Paul Agusta and carries the family comedy drama genre with a Minangkabau cultural background. The aim of this research is to make an important contribution to understanding the role of Non-diegetic sound in film as a powerful narrative tool, especially in certain cultural contexts. It also shows how audio elements can be used creatively to enrich the cinematic experience and strengthen cultural identity in films. The research method used is a qualitative approach and content analysis method. This research identifies how Non-diegetic sound elements such as background music, voice-over, and sound effects are used to build emotion, atmosphere, and film narrative. The research results show that the use of traditional Minangkabau music as the dominant soundtrack, as well as sound arrangements that reflect local cultural idioms, effectively strengthens the characterization and emotional messages in the film. Illustrative music combined with traditional elements successfully creates an immersive and authentic atmosphere, thereby increasing the audience's emotional involvement.
Bentuk Musik Rapa’i Tuha sebagai Sarana Komunikasi Seni dalam Masyarakat di Kabupaten Aceh Besar Kembang Ayu Agustya; Asifa Askhan
SENDRATASIK UNP Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v13i2.129839

Abstract

Kelompok etnis masyarakat berupaya untuk menjaga dan melestarikan kesenian dan kebudayaan yang mereka miliki dengan cara menerapkanya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga terlihat pada kesenian tradisional masyarakat Aceh yang identik dengan hal yang berhubungan dengan ibadah atau praktik ritual yaitu musik Rapa’i Tuha Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian studi kasus melalui pendekatan interdisiplin yaitu pendekatan pendidikan seni dan pendekatan komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: pertama, Bentuk musik Rapa’i Tuha terdiri dari irama, tempo dan dinamika serta syair lagu dalam musik kerakyatan. Dalam komunikasi seni terdapat beberapa komponen yaitu komunikator (Syeh), Komunikan (masyarakat), media dan umpan balik. Ethnic groups try to preserve and preserve their arts and culture by applying them in their daily lives. This is also seen in the traditional arts of the Acehnese people which are synonymous with matters relating to worship or ritual practices, namely Aceh's Rapa'i music. The research method used is qualitative with a case study research design through an interdisciplinary approach namely the communication approach. Results of the study show the following: first, the form of Rapa'i Tuha music consists of rhythm, tempo and dynamics and song lyrics in popular music. Rapa 'i Tuha music song is delivered using art communication so that it seems more interesting. In art communication there are several components, namely communicators (Syeh), Communists (community), media and feedback 
Peran Folklor dalam Pembentukan dan Pemeliharaan Identitas Budaya Masyarakat Kumun Debai: Sebuah Analisis Etnografis Monita Precillia
SENDRATASIK UNP Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v13i2.129217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Folklor dalam pembentukan dan pemeliharaan identitas budaya masyarakat Kumun Debai melalui sebuah analisis etnografis. Masyarakat Kumun Debai memiliki kekayaan budaya lokal yang dilestarikan melalui berbagai bentuk Folklor seperti petatah-petitih, cerita rakyat, nyanyian, dan upacara adat. Studi ini menemukan bahwa Folklor menjadi peran sentral dalam mengikat anggota masyarakat dalam satu kesatuan identitas budaya, menjadi wadah ekspresi budaya, serta sarana transmisi pengetahuan dan nilai-nilai lokal dari satu generasi ke generasi berikutnya. Analisis etnografis mengungkapkan komitmen dan kesadaran masyarakat Kumun Debai yang kuat untuk melestarikan warisan budaya mereka. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, penelitian ini menyimpulkan bahwa Folklor merupakan kekuatan perekat yang fundamental bagi pembentukan dan pemeliharaan identitas budaya unik masyarakat Kumun Debai. Tulisan ini menyajikan perspektif baru tentang peran penting Folklor dalam mempertahankan keragaman budaya lokal di tengah arus globalisasi. This research aims to examine the role of Folklore in the formation and maintenance of cultural identity in the Kumun Debai community through an ethnographic analysis. The Kumun Debai community possesses a rich cultural heritage preserved through various forms of Folklore such as proverbs, folktales, songs, and traditional ceremonies. This study finds that Folklore plays a central role in unifying community members under a cohesive cultural identity, serving as a medium for cultural expression and a means for transmitting local knowledge and values from one generation to the next. The ethnographic analysis reveals the strong commitment and awareness of the Kumun Debai community in preserving their cultural heritage. Utilizing a qualitative approach and data collection methods including participant observation, in-depth interviews, and document analysis, this research concludes that Folklore is a fundamental cohesive force in the formation and maintenance of the unique cultural identity of the Kumun Debai community. This paper presents a new perspective on the critical role of Folklore in sustaining local cultural diversity amidst the forces of globalization.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): (in progress) Vol 13, No 3 (2024) Vol 13, No 2 (2024) Vol 13, No 1 (2024) Vol 12, No 4 (2023) Vol 12, No 3 (2023) Vol 12, No 2 (2023) Vol 12, No 1 (2023): (In Progress) Vol 12, No 1 (2023) Vol 11, No 4 (2022) Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol 11, No 1 (2022) Vol 10, No 4 (2021) Vol 10, No 3 (2021) Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2021) Vol 8, No 4 (2020): Seri A Juni 2020 Vol 9, No 4 (2020) Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol 9, No 1 (2020) Vol 8, No 2 (2019): Seri A Desember 2019 Vol 8, No 2 (2019): Seri B Desember 2019 Vol 8, No 1 (2019): Seri D. September 2019 Vol 8, No 1 (2019): Seri E. September 2019 Vol 8, No 1 (2019): Seri A. September 2019 Vol 8, No 1 (2019): Seri C. September 2019 Vol 7, No 4 (2019): Seri A. Juni 2019 Vol 7, No 3 (2019): Seri E. Maret 2019 Vol 7, No 3 (2019): Seri D. Maret 2019 Vol 8, No 4 (2019) Vol 8, No 3 (2019) Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014): Seri A Vol 3, No 2 (2014): Seri B Vol 3, No 2 (2014): Seri A Vol 3, No 1 (2014): Seri A Vol 2, No 3 (2013): Seri A Vol 2, No 3 (2013): Seri B Vol 2, No 2 (2013): Seri A Vol 2, No 2 (2013): Seri B Vol 2, No 1 (2013): Seri E Vol 2, No 1 (2013): Seri C Vol 2, No 1 (2013): Seri D Vol 2, No 1 (2013): Seri A Vol 2, No 1 (2013): Seri B Vol 1, No 1 (2012): Seri C Vol 1, No 1 (2012): Seri B Vol 1, No 1 (2012): Seri A More Issue