cover
Contact Name
Richki Hardi
Contact Email
lp3m@universitasmulia.ac.id
Phone
+6281227224080
Journal Mail Official
lp3m@universitasmulia.ac.id
Editorial Address
LP3M Universitas Mulia Jl. Letjen Z.A. Maulani No. 9 Kelurahan Damai Bahagia Kecamatan Balikpapan Selatan Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur Indonesia
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
METIK JURNAL
Published by Universitas Mulia
ISSN : 24429562     EISSN : 25801503     DOI : -
Media Teknologi Informasi dan Komputer (METIK) Jurnal adalah jurnal teknologi dan informasi nasional berisi artikel-artikel ilmiah yang meliputi bidang-bidang: sistem informasi, informatika, multimedia, jaringan serta penelitian-penelitian lain yang terkait dengan bidang-bidang tersebut. Terbit dua kali dalam setahun bulan Juni dan Desember.
Articles 243 Documents
ANALISIS KLASIFIKASI DAN PENGOLAHAN KNOWLEDGE DALAM EVALUASI PELATIHAN SEA SURVIVAL Muhammad Nurfalah Setiawan; Riovan Styx Roring; Risnawati Risnawati
METIK JURNAL Vol 1 No 2 (2017): METIK Jurnal
Publisher : LP3M Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengeboran minyak lepas pantai adalah kegiatan pengeboran pada permukaan kerak bumi untuk mengambil minyak, air, atau mineral yang terkandung di dalam perut bumi. Kegiatan ini pula tidak terlepas dari pekerjaan yang memiliki potensi bahaya yang besar. Oleh karena itu setiap perusahaan pengeboran wajib melakukan perlindungan terhadap pekerjanya. Salah satu bentuk perlindungan yang diberikan yaitu dengan memberikan pengetahuan kepada pekerja lewat pelatihan, terlebih khusus pelatihan yang berhubungan langsung dengan pengeboran minyak lepas pantai seperti Sea Survival. Hasil evaluasi dari pelatihan ini dirancang berdasarkan kebutuhan perusahaan dengan mengumpulkan output evaluasi ke dalam Knowledge Management System (KMS). Output diklasifikasikan sesuai dengan dimensidimensi data tersebut, kemudian dimensi-dimensi tersebut dibagi menjadi tacit maupun explicit knowledge. Knowledge tersebut kemudian diolah dalam bentuk system dan hasil proses dari KMS tersebut digunakan sebagai bahan penilaian keberhasilan maupun keefektifan pelatihan yang dilakukan.
ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN KELOMPOK DOSEN PENGAMPU MATAKULIAH MENGGUNAKAN METODE WEIGHTRD PRODUCT DAN BORDA Wahyu Nur Alimyaningtias; Kusrini Kusrini
METIK JURNAL Vol 1 No 2 (2017): METIK Jurnal
Publisher : LP3M Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pemilihan dosen pengampu mata kuliah di STMIK Balikpapan proses pemilihan masih dilakukan secara manual oleh pembantu ketua 1 bidang akademik berdasarkan riwayat dosen pengampu mata kuliah pada semester sebelumnya, sehingga tidak ada penilaian khusus yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam penentuan dosen pengampu mata kuliah.Selain itu, hasil evaluasi penentuan dosen peng ampu yang diberikan kurang relevan terhadap dosen pengampu matakuliah. Metode yang digunakan dalam analisis pengambilan keputusan kelompok dalam penentuan dosen pengampu matakuliah adalah dengan menggunakan metode Weighted Products dan Borda sehingga dapat membantu dalam peningkatan mutu pendidikan. Selain itu para dosen dapat mengampu matakuliah sesuai bidang keilmuannya masing-masing. Analisis individu meliputi proses evaluasi kriteria dan alternatif, sehingga menghasilkan ranking setiap dosen yang telah dievaluasi. Hasil evaluasi dari metode weighted product akan di aggregate dengan Borda untuk mendapatkan hasil ranking akhir.
IMPLEMENTASI METODE WEIGHTED PRODUCT DALAM MENENTUKAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU PADA STMIK BALIKPAPAN Yeyen Dwi Atma; Jhoanne Fredricka; Kusrini Kusrini
METIK JURNAL Vol 2 No 1 (2018): METIK Jurnal
Publisher : LP3M Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dunia pendidikan mahasiswa merupakan subjek yang perlu diperhatikan. Sebagai subjek mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kualitas dirinya. Kualitas dari pendidikan mahasiswa dapat dilihat dari keaktifan dan perolehan IPK semester. Untuk menunjang perolehan diatas, perlu dilakukan seleksi secara sistematis agar kriteria mahasiswa yang masuk dalam perguruan tinggi sesuai dan mampu menempuh dinamika pendidikan yang ada pada Perguruan Tinggi. Penerimaan calon peserta didik baru yang berkompeten dapat menunjang mutu dan kualitas perguruan tinggi. Maka dari itu perlu adanya sebuah sistem untuk mendukung keputusan dalam penilaian kriteria yang diinginkan. Sistem pendukung keputusan dalam penilaian kriteria mahasiswa baru akan dilakukan dengan menggunakan metode weighted product (WP) dimana terdiri dari beberapa kriteria yang akan medukung dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini dapat membantu koordinator PMB dalam menentukan kualitas calon mahasiswa baru yang diperoleh dari perangkingan setiap alternatif mahasiswa.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN PENERIMA BEASISWA MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) Muhammad Fahmi; Andayani Andayani; Junaidi Sabtu; Kusrini Kusrini
METIK JURNAL Vol 2 No 1 (2018): METIK Jurnal
Publisher : LP3M Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian beasiswa khususnya universitas sudah banyak ditawarkan kepada mahasiswa, beasiswa yang diberikan yaitu berupa beasiswa PPA dan BBM. Beberapa permasalahan yang sering terjadi misalnya pada proses penyeleksian yang kurang akurat karena banyaknya mahasiswa yang mendaftarkan beasiswa dengan menyesuaikan terhadap kriteria yang ada serta proses seleksi yang masih manual karena data mahasiswa akan dibandingkan satu per satu dengan kriteria beasiswa sehingga proses seleksi membutuhkan ketelitian dan waktu maka hal ini tidak efisien. Aplikasi system pendukung keputusan merupakan solusi untuk mengatasi masalah penentuan penerima beasiswa. Aplikasi ini menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW), metode SAW dipilih karena metode ini menentukan bobot dari setiap kriteria yang telah ditentukan kemudian dilanjutkan dalam proses normaliasi sesuai dengan persamaan yang ada pada metode SAW lalu dilanjutkan dengan proses perangkingan untuk menyeleksi alternatif terbaik, dalam hal ini yang dimaksud adalah mahasiswa yang berhak menerima beasiswa. Hasil dari penelitian ini berupa aplikasi sistem pendukung keputusan penentuan penerima beasiswa dengan metode SAW (simple additive weighting). Berdasarkan hasil penelitian dari aplikasi sistem pendukung keputusan penentuan penerima beasiswa dengan simple additive weighting (SAW) ini memudahkan bagian seleksi beasiswa untuk penentuan penerima beasiswa sesuai kriteria yang ada, lebih cepat dan tepat sasaran sesuai yang diharapkan.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN LOKASI PEMBUKAAN CABANG TOKO BARU MENGGUNAKAN METODE FUZZY–SAW Wahyuni Wahyuni; Luqman Hakim; Jajang Nurjaman; Henry Ronald Karnia Tampangela
METIK JURNAL Vol 2 No 1 (2018): METIK Jurnal
Publisher : LP3M Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toko merupakan salah satu usaha perdagangan di Indonesia dimana terjadi transaksi penjualan dan pembelian barang dalam satu ruangan atau gedung. Dalam meningkatkan usahanya salah satu hal yang dapat dilakukan adalah pembukaan cabang baru pada lokasi tertentu yang dinilai strategis dan menguntungkan. Dalam penentuan lokasi yang tepat bukanlah hal yang mudah. Apalagi alternatif lokasi yang akan dipilih banyak dan memiliki kharakter yang hampir mirip sementara yang akan dicari adalah lokasi yang paling baik. Oleh karena itu dalam penelitian ini dirancang dan dibuatlah sistem pendukung pengambilan keputusan untuk menetukan lokasi pembukaan cabang toko baru. Dengan menggunakan Fuzzy Multi Attribute Decision Making dan metode Simple Additive Weighting (SAW) dalam proses pengambilan pengambilan keputusan maka dapat ditentukan mana lokasi yang direkomendasikan. Dalam pembuatan sistem digunakan aplikasi Visual Studio. Hasil atau keluaran dari sistem ini berupa perankingan calon lokasi cabang baru yang disebut sebagai alternatif. Rangking yang paling atas merupakan lokasi terbaik untuk membuka cabang baru berdasarkan hasil perhitungan dari sistem. Setelah sistem diuji cobakan dengan cara membandingkan perhitungan manual dan dengan menggunakan sistem yang telah dibuat, maka dapat disimpulkan bahwa sistem sudah layak untuk digunakan untuk membantu memutuskan mencari lokasi terbaik dalam membuka cabang baru toko.
PERANCANGAN TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 5 PADA AIKOM TERNATE Junaidi Sabtu
METIK JURNAL Vol 2 No 1 (2018): METIK Jurnal
Publisher : LP3M Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi Tata Kelola Teknologi Informasi di perguruan tinggi memiliki peranan penting dalam mengembangkan investasi. Tata kelola TI sangat diharapkan untuk bisa membantu membenahi pelayanan akademik yang masih konvensional. Dimana perencanaan serta pengembangan TI masih dilakukan dengan sporadis yang hanya mengantisipasi perkembangan sesuai Trend TI tertentu saja, maka sering terjadi tidak selarasnya hubungan antara TI dan tujuan strategi, sumber daya TI hanya dipandang sebagai Support System belum menjadi sebagai Enabler System, struktur organisasi belum terlihat penanggungjawab dalam mengatur penggunaan sumber daya TI, serta keamanan dan resiko TI masih minim. Oleh karena itu, salah satu kerangka kerja COBIT 5 yang mempunyai best practice untuk IT Governance diharapkan bisa memberikan keuntungan dalam mencapai tujuan strategi bisnis PT pada masa yang akan datang.
PENGGUNAAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIRARCHY PROCESS (AHP) DALAM MENYELEKSI KELAYAKAN PENERIMA BEASISWA Ridlan Ahmad
METIK JURNAL Vol 2 No 1 (2018): METIK Jurnal
Publisher : LP3M Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian beasiswa pada umumnya ditujukan kepada calon penerima beasiswa yang kurang mampu namun memiliki prestasi dalam belajar. Akan tetapi, dalam melakukan seleksi beasiswa tersebut tentu terdapat kesulitan karena banyaknya pelamar beasiswa dan banyaknya kriteria tertentu yang digunakan untuk menentukan keputusan penerima beasiswa yang sesuai dengan yang diharapkan. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan suatu sistem yang disebut sebagai Sistem Pendukung Keputusan (SPK). SPK adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Penggunaan SPK dalam penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan menyeleksi calon penerima beasiswa dengan menggunakan metode Analytical Hirarchy Process (AHP). Beberapa kriteria yang digunakan pada sistem ini yaitu (1) nilai IPK; (2) jumlah penghasilan orang tua; (3) jumlah tanggungan orang tua; dan (4) usia. Dengan adanya sistem ini, diharapkan dapat membantu menentukan dan memutuskan calon penerima beasiswa yang berhak menerima beasiswa berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan secara bersama-sama.
ANALISIS FAKTOR PENENTU KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP LAYANAN PROSES BELAJAR MENGAJAR DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING PADA STMIK BALIKPAPAN Suhartati Suhartati; Lana Sunarto
METIK JURNAL Vol 2 No 1 (2018): METIK Jurnal
Publisher : LP3M Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan dosen dalam memberikan layanan pendidikan berupa layanan proses belajar mengajar ditentukan oleh kualitas layanan yang diberikan. Untuk mengetahui kualitas pelayanan yang diberikan dapat diukur dengan memuaskan mahasiswa sebagai custumernya. Pengukuran kualitas layanan merupakan elemen penting untuk memberikan layanan yang lebih baik, lebih efisien dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penentu kepuasan mahasiswa terhadap layanan proses belajar mengajar. Data dikumpulkan melalui penyebaran questioner kapada ±300 mahasiswa aktif STMIK Balikpapan. Untuk pengolahan datanya menggunakan salah satu metode dalam Sistem Pengambilan Keputusan (SPK) yaitu Simple Additive Weighting (SAW). Metode ini dipilih karena metode ini mampu melakukan seleksi terhadap alternative – alternative terbaik dari sejumlah alternative. Terdapat sepuluh kriteria yang dipakai dalam penelitian ini diantaranya : Gaya mengajar, kemampuan berkomunikasi, penguasaan materi, kesiapan dan terorganisir, Antusiasme Yang Dinamis, Kepedulian Pribadi Terhadap Mahasiswa, Ketrampilan Berinteraksi, Fleksibilitas dan Kreativitas serta Keterbukaan, Kepribadian yang kuat dan komitmen. Dari kriteria tersebut akan dipadukan dengan faktor penentu kualitas layanan Jasa Diantaranya :Kehandalan (Reliability), Bukti Langsung (Tanggible), Daya Tangkap (Responsiveness), Jaminan (Assurance), dan Empati (Empatthy). Kemudian dilakukan penilaian oleh mahasiswa menggunakan skala linkert dengan bobot yang telah ditentukan. Dari perhitungan penilaian tersebut maka diperoleh hasil bahwa nilai terbesar terdapat pada V3 dan V9 = 15.99, sehingga alternative A3=Penguasaan Materi dan A9 = Kepribadian Yang Kuat adalah alternative yang terpilih sebagai alternative terbaik.
EVALUASI PENERAPAN COBIT 5 PADA LAYANAN PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK (LPSE) DI PROVINSI GORONTALO Stephan Adriansyah Hulukati
METIK JURNAL Vol 2 No 1 (2018): METIK Jurnal
Publisher : LP3M Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan diterbitkan Peraturan Daerah Pemerintah Provinsi Gorontalo No. 3 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pemeriantah Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, maka Pemerintah Daerah wajib mengelola data dalam aplikasi sistem informasi untuk kepentingan internal dan eksternal dengan memperhatikan keamanan penerapan komunikasi dan informatika dalam membangun Provinsi Gorontalo menuju visi e-Government, Tujuan institusi akan tercapai jika perencanaan dan strategi informasi diimplementasikan secara selaras dengan perencanaan dan strategi bisnis organisasi, penerapan teknologi informasi yang selaras dengan tujuan institusi tersebut hanya dapat dihasilkan apabila didukung dengan sistem tata kelola teknologi informasi yang baik sejak tahap perencanaan, im-plementasi, dan evaluasi. Oleh karena perlu dilakukan Evaluasi terhadap layanan teknologi informasi dalam hal ini Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) ini berfungsi untuk memastikan bahwa TI organisasi menggunakan sumber daya secara efisien, mengamankan aset organisasi, menjaga integ-ritas dan keamanan data organisasi, dan mencapai tujuan organisasi secara efektif. Untuk menge-tahui apakah suatu sistem sudah berjalan secara efektif mak perlu dilakukan evaluasi. Evaluasi dengan menggunakan beberapa metode dalam hal ini metode yang tepat dalam melakukan evaluasi pada Layanan Pengadaan Secara Electronic dengan menggunakan COBIT (Control Objective for Information and related Technology Menggunakan standard framework COBIT dengan fokus pada domain Moni-toring and Evaluation (ME) diperoleh hasil dari penelitian ini ME 1 (MONITOR DAN EVALUASI KINERJA TEKNOLOGI INFORMASI ) tingkat keperluan dengan presentase 50%, ME 2 (MONITOR DAN EVALUASI PENGENDALIAN INTERNAL ) tingkat keperluan dengan presentase 30%, ME 3 (MEMASTIKAN KEPATUHAN DENGAN PERSYARATAN EKSTERNAL) tingkat keperluan dengan presen-tase 10%, ME 4 (MENYEDIAKAN TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI ) tingkat keperluan dengan presentase 10%.
PERANCANGAN SISTEM MONITORING TEGANGAN OUTPUT GENSET MENGGUNAKAN ETHERNET SHIELD & SMS GATEWAY BERBASIS ARDUINO UNO Muhammad Safi'i
METIK JURNAL Vol 2 No 1 (2018): METIK Jurnal
Publisher : LP3M Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suplai energi listrik sangat berperan penting pada perusahaan untuk operasional sehingga suplai energi listrik tidak boleh berhenti. Oleh karena itu perusahaan tersebut perlu menggunakan dua alat bantuback-up suplai utama STG yaitu UPS (Uninterruptible Power Supply) dan generator set (genset).Akan tetapi pada saat ini sistem monitoring catu daya genset yang ada hanya berupa lampu indikator pada panel genset, sehingga perlu dilakukan monitoring genset secara onsite. Berdasarkan keterangan diatas penulis bermaksud untuk membuatsistem monitoring yang dapat mendeteksi status tegangan output pada genset. Sistem monitoring yang akan dibuat adalah sistem monitoring yang dapat dilakukan dari jarak jauh untuk mengetahui status tegangan output pada genset. Sistem ini bertujuan untuk memudahkan operator/pengguna mengetahui kondisi tegangan output pada genset tanpa harusmelakukan monitoring genset secara onsite.

Page 4 of 25 | Total Record : 243