cover
Contact Name
Herman
Contact Email
hermanhafidepid@gmail.com
Phone
+6285292675566
Journal Mail Official
lppm@farmasisandikarsa.ac.id
Editorial Address
Jl. Bung no. 37, Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia, 90225
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Farmasi Sandi Karsa
ISSN : 24610496     EISSN : 26853728     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Pharmacy Journal Sandi Karsa is abbreviated as JFS which is a media publication on Pharmacy and Health in general, which is written in the form of research journal writing and electronic and print based books which are published twice a year with one publication for 6 months / semester.
Articles 125 Documents
Formulasi dan Uji Mutu Fisik Sirup dari Ekstrak Etanol Daun Pare (Momordica charantia L.) Rina Asrina
Jurnal Farmasi Sandi Karsa Vol 6 No 1 (2020): Jurnas Farmasi Sandi Karsa (JFS)
Publisher : Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36060/jfs.v6i1.60

Abstract

Daun Pare (Momordica charantia L.) merupakan salah satu bagian dari tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat karena memiliki senyawa saponin, flavonoid, dan polifenol. Untuk memudahkan penggunaannya, maka diformulasikan dalam bentuk sediaan sirup untuk menutupi rasa Daun Pare yang sangat pahit. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membuat formulasi sirup dari Ekstrak Etanol Daun Pare (Momordica charantia L.) dengan mutu fisik yang baik. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen yang dilakukan di Laboratorium Farmasetika dan Laboratorium Farmakognosi & Fitokimia Jurusan Farmasi Politeknik Sandi Karsa Makassar. Metode penelitian meliputi formulasi sediaan sirup dari Daun Pare yang sebelumnya telah diektraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol, Sirup yang dihasilkan kemudian diuji secara fisik. Hasil yang diperoleh yaitu sediaan sirup berwarna hijau, rasa manis dengan aroma apel yang khas, massa jenis sediaan sirup adalah 1,3047 gram/mL, volume terpindahkan yaitu 59,2 mL, dan memiliki pH 5. Semua pengujian yang dilakukan memenuhi syarat literatur sehingga disimpulkan bahwa Ekstrak Etanol Daun Pare yang dibuat dengan pelarut propilenglikol dan sirup simpleks dapat membentuk sediaan sirup dengan mutu fisik yang baik.
Uji Toksisitas Ekstrak Daun Pletekan (Ruellia tuberosa L ) dengan Pelarut Etanol dan N - Heksan Menggunakan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Zulfiah, Zulfiah
Jurnal Farmasi Sandi Karsa Vol 6 No 1 (2020): Jurnas Farmasi Sandi Karsa (JFS)
Publisher : Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36060/jfs.v6i1.61

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui uji toksisitas daun pletekan dengan menggunakan pelarut Etanol dan n-heksan. Desain penelitian ini yang digunakan adalah eksperimental laboratorium yang dilaksanakan di Kampus Akademi Farmasi Sandi Karsa Makassar. Pletekan (Reullia tuberose L) dapat mengobati beberapa penyakit antara lain sebagai antidiabetes.antihipertensi dan analgesic.Daun pletekan mengandung sejumlah senyawa bioaktif seperti alkaloid ,flavonoid, steroid dan tannin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksik dengan menentukan nilai LC50 dari ekstrak daun pletekan dengan pelarut Etanol dan n-Heksan. Pada penelitian ini daun pletekan diekstrasi menggunakan metode meserasi dengan pelarut Etano dan n-Heksan. Pengujian toksisitas dilakukan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) untuk membunuh Artemia salina L. Dengan % konsentrasi yaitu 20ppm, 40ppm, 60ppm, 80ppm dan 100ppm. Berdasarkan hasil didapatkan ekstrak n-Heksan memiliki aktivitas toksisitas yang paling kuat untuk membunuh Artemia salina Leach nilai toksisitas yaitu 123,03 ppm dibandingkan dengan ekstrak Etanol 147,91 ppm.
Uji Perbandingan Daya Antifungi Ekstrak Cair Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L) dengan Daun Sirih (Piper betle L) Terhadap Candida albicans Sebagai Bahan Utama Pembuatan Vaginal Douches Megawati, Megawati
Jurnal Farmasi Sandi Karsa Vol 6 No 1 (2020): Jurnas Farmasi Sandi Karsa (JFS)
Publisher : Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36060/jfs.v6i1.62

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai Puji dan syukur kepada Allah S.W.T karena limpahan rahmat dan karunianyalah sehingga penelitian dengan Perbandingan Uji Daya Antifungi Ekstrak Cair Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L) Dengan Daun Sirih (Piper betle L) Terhadap Candida Sp. sebagai Bahan Utama Pembuatan Vaginal Douches. Tujuan penelitian ini mengetahui perbandingan uji daya antifungi ekstrak cair kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) dengan daun sirih (Piper betle L) terhadap candida albicans secara In Vitro sebagai bahan utama pembuatan vaginal douches. Untuk mengetahui perbandingan daya antifungi dari kedua sampel tersebut dilakukan penelitian ekspreimental di Laboratorium Mikrobiologi Akademi Farmasi Sandi Karsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan 1 yaitu kontrol negatif tidak menunjukkan adanya kemampuan daya hambat terhadap jamur Candida albicans, untuk perlakuan 2 yaitu kontrol positif, perlakuan 3, dan 4 memiliki daya hambat kuat dengan diameter > 8 mm. Uji SPSS 20 menunjukkan bahwa ekstrak cair daun sirih memiliki nilai signifikan 0,000 (<0,05) artinya adanya perbedaan yang signifikan dengan ekstrak cair kulit buah manggis dalam memberikan daya hambat terhadap Candida albicans. Sedangkan Uji BNT menunjukkan perbedaan efek yang nyata terhadap ekstrak cair kulit buah manggis (Garcinia mangostana Linn) dan daun sirih (Piper battle L) terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Pada ekstrak cair daun sirih (Piper battle L) terhadap kontrol positif tidak terdapat perbedaan yang signifikan karena nilai uji BNT lebih besar dari nilai porbabilitasnya (0,704 > 0,05).
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Kelurahan Talamanrea Jaya di Jalan Bung Tentang Penggunaan Antibiotik yang Rasional H. Ambo Lau, Sulfiyana
Jurnal Farmasi Sandi Karsa Vol 6 No 1 (2020): Jurnas Farmasi Sandi Karsa (JFS)
Publisher : Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36060/jfs.v6i1.63

Abstract

Antibiotik merupakan segolongan senyawa alami atau sintetis yang memiliki kemampuan untuk dapat menghambat atau membunuh bakteri, dimana jika penggunaannya tidak rasional maka mengakibatkan resistensi antibitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan masyarakat Kelurahan Tamalanrea Jaya di Jalan Bung tentang penggunaan antibiotik yang rasional. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yaitu penelitian yang mencakup tentang survei dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-April 2020 di Kelurahan Tamalanrea Jaya di Jalan Bung. Populasi dalam penelitian ini adalah warga Kelurahan Tamalanrea Jaya di Jalan Bung yang pernah menggunakan antibiotik. Sampel pada penelitian ini adalah warga Kelurahan Tamalanrea Jaya di Jalan Bung sebanyak 30 orang diambil secara accidental sampling yang pernah menggunakan Antibiotik. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah responden terbanyak yaitu yang berjenis kelamin perempuan 18 orang (60,00%), berumur 41-50 tahun 12 orang (40,00%), pendidikan SMA 9 orang (30,00%), Wiraswasta 9 orang (30,00%). Dimana Tingkat Pengetahuan Masyarakat Kelurahan Tamalanrea Jaya di Jalan Bung tentang Penggunaan Antibiotik yang rasional sebanyak 71,63%. Kesimpulannya bahwa Tingkat Pengetahuan Penggunaan Antibiotik Tersebut tergolong Sedang.
Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L) Sebagai Antibakteri Dalam Menghambat Pertumbuhan Staphylococcus aureus Penyebab Bisul Hasyim, Muhammad Farid
Jurnal Farmasi Sandi Karsa Vol 6 No 1 (2020): Jurnas Farmasi Sandi Karsa (JFS)
Publisher : Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36060/jfs.v6i1.64

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Daun Bandotan (Ageratum Conyzoides L.) Sebagai Antibakteri Dalam Menghambat Pertumbuhan Staphylococcus Aureus Penyebab Bisul. Jenis penelitian adalah eksperimental laboratorium dengan menggunakan ekstrak etanol dengan konsentrasi 15%, 25% dan 35% ekstrak etanol daun bandotan, DMSO (Dimetyhl sulfoxide) sebagai kontrol negatif, dan sefadroxil sebagai kontrol positif. Dilakukan replikasi sebanyak 3 kali pada setiap kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya zona hambat setelah 1x24 jam, zona hambat yang menghasilkan daya hambat paling besar adalah pada konsentrasi 35% sebesar 26,94 mm. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun Bandotan (Ageratum conyzoides L.) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus.
Tingkat Kepatuhan Pasien Tentang Penggunaan Antibiotika (Amoxicillin dan Ampisilin) di Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar Murniati, Murniati
Jurnal Farmasi Sandi Karsa Vol 6 No 1 (2020): Jurnas Farmasi Sandi Karsa (JFS)
Publisher : Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36060/jfs.v6i1.65

Abstract

Penggunaan antibiotika (amoxicillin dan ampisilin) di Indonesia jauh lebih banyak dan mencemaskan karena penggunaan dosis dan waktu terapi yang tidak sesuai yang dapat menimbulkan masalah meningkatnya resistensi terhadap penggunaan antibiotika (amoxicillin danampisilin), kepatuhan pasien terhadap penggunaan antibiotika (amoxicillin dan ampisilin) sangat mempengaruhi terjadinya resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien tentang penggunaan antibiotika (amoxicillin dan ampisilin) di Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, yaitu menggambarkan persentase mengenai tingkat kepatuhan pasien tentang penggunaan antibiotika (amoxicillin dan ampisilin) di Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar. Hasil penelitian yang didapatkan, dari jumlah responden sebanyak 78 orang yang patuh sebanyak 88,66% dan yang tidak patuh sebanyak 13,33%. Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan Tingkat Kepatuhan Pasien Tentang Penggunaan Antibiotika (amoxicillin dan ampisilin) Di Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar masuk dalam kategori patuh. Saran bagi Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar agar pelayanan dalam pemberian informasi obat dipertahankan dan ditingkatkan lagi.
Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Gamal (Gliricidia sepium) dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Edi Kamal, Sainal
Jurnal Farmasi Sandi Karsa Vol 6 No 1 (2020): Jurnas Farmasi Sandi Karsa (JFS)
Publisher : Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36060/jfs.v6i1.66

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mempelajari Efektivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Gamal ( Gliricidia sepium ) Dalam Menghambat Perkiraan Bakteri Staphylococcus aureus . Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan konsentrasi 15%, 25%, 35% dan kontrol positif Cefadroxil dan kontrol negatif DMSO (Dimethyl sulfoxide) 10%. Lakukan replikasi sebanyak 3 kali pada setiap kelompok penyelesaian. Hasil penelitian menunjukkan zona hambat setelah 1x24 jam dan tidak ada perbedaan yang ditentukan setiap kontribusi. Zona hambat terluas pada konsentrasi 35% dengan nilai rata-rata 19,76 mm. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol Daun Gamal ( Gliricidia sepium) memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus.
Uji Toksisitas Ekstrak Rimpang Temu Hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.) Terhadap Larva Udang (Artemia salina Leach) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Zulfiah, Zulfiah; Megawati, Megawati; Herman, Herman; H. Ambo Lau, Sulfiyana; Hasyim, Muh. Farid; Murniati, Murniati; Roosevelt, Alfreds; Kadang, Yuniharce Kadang; AR, Nurul Izza; Patandung, Gerfan
Jurnal Farmasi Sandi Karsa Vol 6 No 1 (2020): Jurnas Farmasi Sandi Karsa (JFS)
Publisher : Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36060/jfs.v6i1.67

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya potensi toksisitas dari ekstrak rimpang temu hitam terhadap larva udang Artemia salina Leach dengan metode BSLT. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium yang dilaksanakan di Laboratorium Biologi Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar. Tumbuhan rimpang temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.) merupakan salah satu tumbuhan yang berada di Indonesia dan memiliki banyak khasiat. Tanaman ini mengandung senyawa alkaloid, saponin, flavonoid dan kurkuminoid. Penelitian ini mengunakan sampel ekstrak etanol, hewan uji yang digunakan berupa Artemia salina Leach yang dibagi dalam 5 kelompok tiap kelompok terdiri dari 10 ekor larva yang dimasukkan kedalam vial. Konsentrasi yang digunakan adalah 20 ppm, 40 ppm, 60 ppm, 80 ppm dan 100 ppm dan terdapat juga kontrol negatif. Pengamatan terhadap larva yang mati dilakukan 24 jam setelah pemberian sampel uji. Data persen kematian larva Artemia salina Leach dibuat persamaan regresi linier dengan membuat persamaan garis lurus yang menghubungkan antara nilai log konsentrasi dan nilai probit. Hasil penelitian bahwa ekstrak etanol rimpang temu hitam memiliki nilai LC50 37,73115 ppm. Pemberian kelima konsentrasi yang berbeda pada penelitian ini menunjukkan potensi toksisitas terhadap larva Artemia salina Leach.
Formulasi dan Uji Mutu Fisik Pasta Dari Air Perasan Rimpang Lengkuas Merah (Alpinia purpurata K. Schum) Sebagai Penghambat Jamur Malassezia furfur Penyebab Panu Asrina, Rina
Jurnal Farmasi Sandi Karsa Vol 6 No 2 (2020): Jurnas Farmasi Sandi Karsa (JFS)
Publisher : Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36060/jfs.v6i2.69

Abstract

Rimpang lengkuas sangat familiar di masyarakat, ada rimpang yang merah dan ada yang putih. Namun menurut hasil penelitian, rimpang lengkuas yang lebih efektif untuk menghambat jamur Malassezia furfur penyebab panu yaitu rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membuat formula pasta dari air perasan rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum) dengan mutu fisik yang baik. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen laboratorium yang dilakukan di Laboratorium Farmasetika Jurusan Farmasi Politeknik Sandi Karsa Makassar. Metode penelitian meliputi formulasi sediaan pasta dari rimpang lengkuas merah yang sebelumnya telah diparut dan diperas airnya. Pasta yang dihasilkan kemudian diuji secara fisik. Hasil yang diperoleh yaitu sediaan salep berwarna putih sedikit kemerahan, bau khas lengkuas dengan bentuk semi padat, pasta homogen, bebas dari butiran kasar, pH sediaan yaitu pH 5, viskositas sediaan 2,447±257,7 (X±SD dpas), daya lekat 4,779±0,233 (X±SD detik), dan daya sebar 5,484±0,801 (X±SD cm). Semua pengujian yang dilakukan memenuhi syarat literatur sehingga disimpulkan bahwa air perasan rimpang lengkuas merah dapat membentuk sediaan pasta dengan mutu fisik yang baik.
UJi Anti Bakteri Ekstrak Etanol dan Etil Asetat Daun Binahong (Andredera cardifolia (Ten) Steenis) Asal Desa Sakita Kabupaten Morowali Terhadap Propionibakterium acnes Edi Kamal, Sainal; Prayitno, Suprapto
Jurnal Farmasi Sandi Karsa Vol 6 No 2 (2020): Jurnas Farmasi Sandi Karsa (JFS)
Publisher : Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36060/jfs.v6i2.70

Abstract

Berdasarkan catatan studi dermatologi kosmetika Indonesia didapatkan bahwa penderita ance vulgaris tahun 2006 sebanyak 60% dan tahun 2007 sebanyak 80%. Pada umunya insiden acne vulgaris terjadi sekitar usia 14 – 17 tahun pada wanita dan 16 – 19 tahun pada pria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antibakteri ekstrak etanol dan etil asetat Daun Binahong dalam menghambat bakteri Propionibacterium acnes. Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar pada medium NA. Hasil penelitian didapatkan Pada konsentrasi ekstrak etanol 2% diameter rata-rata adalah 10 mm, pada konsentrasi ekstrak etanol 4% diameter rata-rata adalah 12 mm, pada konsentrasi ekstrak etanol 6% diameter rata-rata adalah 14 mm, pada kontrol positif diameter rata-rata adalah 15,6 mm. Sedangkan pada konsentrasi ektrak etil asetat 2% diameter rata-rata adalah 8,3 mm, pada konsentrasi ektrak etil asetat 4% diameter rata-rata adalah 11 mm, pada konsentrasi ektrak etil asetat 6% diameter rata-rata adalah 12,3 mm dan kontrol positif diameter rata-rata adalah 17 mm. Zona hambat terbesar yang terbentuk pada konsetrasi ekstrak etanol adalah 6% dengan diameter rata-rata sebesar 14 mm dan zona hambat terbesar pada konsentrasi ekstrak etil asetat adalah 6% dengan diameter rata-rata sebesar 12,3 mm

Page 7 of 13 | Total Record : 125