JITEKGI Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi
Bidang ilmu Kedokteran Gigi yang disajikan dalam jurnal ini adalah meliputi Ilmu Konservasi Gigi, Periodontologi, Ortodontik, Ilmu Penyakit Mulut, Prostodontia, Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Ilmu Bedah Mulut, Ilmu kesehatan Gigi Masyarakat & Pencegahan, serta bidang ilmu penunjang Kedokteran Gigi seperti Radiologi Dental, Biologi Oral, Ilmu Material dan Teknologi Kedokteran Gigi, juga bidang ilmu kesehatan umum lain. Jurnal ini terbit berkala dua kali setahun (di bulan Mei dan November).
Articles
186 Documents
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KARIES GIGI DAN TINDAKAN PENCARIAN PENGOBATAN (Kajian Pada Ibu-ibu RW 07 Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Karang Tengah, Banten)
Michael Reinhart Adiwinata;
Sri Lestari
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v17i1.1341
Latar belakang: karies gigi merupakan salah satu masalah gigi dan mulut yang sering dijumpai serta tidak jarang diabaikan oleh masyarakat. Penting untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat untuk menjaga ataupun mencari pengobatan gigi dan mulut sejak usia dini, khususnya melalui seorang ibu yang lebih berperan di dalam rumah tangga. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang karies gigi dan tindakan pencarian pengobatan. Metode: penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form yang berisi tentang pertanyaan pengetahuan dan tindakan pencarian pengobatan. Kuesioner telah diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan aplikasi statistik JASP (Jeffrey’s Amazing Statistic Program). Jumlah responden sebanyak 85 (delapan puluh lima) responden. Hasil : hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden yang memiliki tingkat pengetahuan karies gigi dengan kategori baik sebanyak 71%, kategori cukup 19% dan kategori kurang 10%. Untuk tindakan pencarian pengobatan dengan kategori baik sebanyak 38%, kategori cukup 40% dan kategori kurang 22%. Kesimpulan: hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tentang karies gigi dengan kategori baik dan tindakan dalam pencarian pengobatan dengan kategori cukup.
SIALODEKTOMI DAN PENGANGKATAN KELENJAR SALIVA SUBMANDIBULA KIRI PADA SIALOLITIASIS (Laporan Kasus)
Ika Ratna Maulani
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v13i2.848
Sialolitiasis merupakan peradangan akibat adanya sialolit. Sialolit (batu kelenjar saliva) terjadi oleh karena akumulasi deposit kalsium atau kalkulus yang terbentuk pada duktus kelenjar saliva atau di dalam kelenjar saliva sehingga menghambat aliran kelenjar saliva. Penatalaksanaan sialolitiasis tergantung pada durasi gejala, jumlah timbulnya gejala yang berulang, ukuran batu dan lokasi batu dan kelenjar yang terlibat. Dilaporkan seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke poli Bedah Mulut dan Maksilofasial Rumah Sakit Hasan Sadikin dengan keluhan rasa sakit dan bengkak yang hilang timbul di bagian dalam mulut sebelah kiri bawah sejak 4 tahun sebelumnya. Pasien didiagnosis dengan sialolitiasis disertai ruptur muara kelenjar ludah submandibula kiri regio posterior (distal gigi molar kedua), kemudian dilakukan sialodektomi submandibula kiri dan pengangkatan kelenjar submandibula kiri dengan anestesi umum oleh Bagian Bedah Mulut Rumah Sakit Hasan Sadikin.
THE EFFECT OF HERBAL MOUTHWASH (BETEL LEAF) AGAINST HALITOSIS IN ELDERLY
Poetry Oktanauli;
Pinka Taher;
Dyah Munsyi Aulia
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v16i1.611
Latar belakang: lansia mengalami penurunan kebersihan mulut, berkurangnya jumlah gigi, menurunnya sensitivitas mukosa mulut, dan xerostomia.Xerostomiadapat menyebabkan menurunnya kebersihan mulutdan mengakibatkan terjadinya peningkatan bau mulut (halitosis). Salah satu terapi halitosis yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan obat kumur.Dari berbagai jenis obat kumur yang terdapat di pasaran, belum diketahui efektivitas dari penggunaan obat kumur herbal terhadap halitosis. Penelitian ini menggunakan obat kumur herbal yang mengandung daun sirih, karena daun sirih memiliki kemampuan antibakteri, antioksidan dan antijamur. Tujuan : penelitian ini bertujuan memberikan informasi tentang manfaat obat kumur herbal pada penurunan skor halitosis pada lansia. Metode: penelitian ini merupakan penelitian eksperimental klinis dengan pendekatan cross sectional. Subjek berjumlah30, diambil dengan cara quota sampling.Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur skor halitosis awal dan akhir setelah berkumur dengan obat kumur herbal (daun sirih), menggunakan Tanitabreathchecker. Tanita breath checker adalah monitor seukuran telapak tangan yang dapat mendeteksi dan mengukur keberadaan senyawa volatile sulfur compound (VSC) dengan menampilkan level halitosis. Uji korelasi Spearman digunakan untuk menentukan efek obat kumur herbal pada penurunan skor halitosis.Hasil: terdapat penurunan skor halitosis sebelum dan sesudah berkumur dengan obat kumur herbal (daun sirih). Penurunan signifikan dalam skor halitosis ditunjukkan oleh p = 0,000.Kesimpulan: penelitian menunjukkan bahwa penurunan skor halitosis disebabkan oleh kandungan minyak atsiri dalam daun sirih. Kandungan terbesar minyak atsiri adalah kavikol dan betlephenol. Kavikol memiliki daya antibakteri lima kali lebih kuat dibandingkan fenol. Dengan demikian, obat kumur herbal (daun sirih) dapat digunakan sebagai terapi alternatif untuk mengatasi halitosis pada lansia.
EFEKTIFITAS TEKNIK MENYIKAT GIGI SCRUB DAN FONES TERHADAP PENURUNAN INDEKS PLAK ANAK USIA 3-5 TAHUN
Tri Wijayanti
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v14i2.603
Latar belakang : Penyakit gigi dan mulut terutama karies gigi menjadi salah satu masalah utama bagi anak-anak. Anak dengan indeks plak yang tinggi mempunyai risiko 3,3 kali lebih besar menderita karies.Teknik menyikat gigi scrub dan fones bisa diajarkan kepada anak usia 3-5 tahun tetapi tidak diketahui teknik mana dari kedua teknik ini yang paling efektif untuk menurunkan plak gigi. Tujuan : Untuk mengetahui perbandingan efektifitas teknik menyikat gigi scrub dan fones terhadap penurunan indeks plak pada anak usia 3-5 tahun. Metode : Metode quasi eksperimental dengan rancangan pre-post test one group design. Menggunakan disclosing agent untuk mengidentifikasi plak pada gigi sebelum dan sesudah perlakuan dan menggunakan indeks pengukuran Personal Hygiene Performance(PHP). Hasil : Ada perbedaan signifikan antara teknik menyikat gigi scrub dan fones. Perbandingan rata-rata penurunan skor plak pada kelompok teknik menyikat gigi scrub adalah 1,77 dan fones adalah 0,52. Kesimpulan : Menyikat gigi teknik scrub lebih efektif menurunkan indeks plak dibandingkan dengan teknik fones pada anak usia 3-5 tahun.
MODIFIED FEEDING BOTTLE FOR INFANT WITH CLEFT LIP AND PALATE AT THE PERIPHERAL AREA: A CASE REPORT
Fredy Mardiyantoro;
Diwya Nugrahini Hapsari;
Lalita El Milla
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v15i1.695
Introduction:A newborn can suck at breast and latch well to get breast milk, but infants born with cleft lip and palate have difficulties to press the nipple by their tongues towards palatal direction.Case:A 10-day-old female infant came with complaint of not being able to breastfeed from a normal bottle and accordingly need to use spoon for milk feeding. She was planned to perform first step operation at 3 months with minimum 10 pounds of body weight. For nutrient intake, nasogastric tube had been placed on the patient.Case management :At the first visit, impression procedure was performed using red wax material that previously warmed thus it can be shaped according to the defect on infants palate. Subsequently, feeding obturator was fabricated using the resulting cast. Fabrication of feeding obturator used putty impression material combined with feeding bottle nipple. Thereafter, the modified feeding bottle was tried in the patients mouth.Conclusion:the use of putty material combined with feeding bottle nipple in infants with cleft palate may function as obturator. Furthermore, correction using the one of the modified feeding bottle can be carried out every 1-2 weeks until surgical repair of the cleft palate is performed.Keywords:cleft palate, feeding bottle, putty material, nutrition
PERAWATAN SALURAN AKAR NON BEDAH PADA GIGI ANTERIOR DENGAN LESI PERIAPIKAL YANG MELUAS
Mirza Aryanto
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v14i1.639
Pendahuluan: kasus ini memperlihatkan lesi periapikal yang meluas pada gigi anterior. Perawatan saluran akar dilakukan secara konservatif, dengan mengaplikasikan medikasi intrakanal berupa kalsium hidroksida. Tujuan: setahun setelah perawatan memperlihatkan penyembuhan melalui berkurangnya ukuran lesi. Penatalaksanaan: perawatan saluran akar dilakukan dengan beberapa kali kunjungan menggunakan medikamen berupa kalsium hidroksida Kesimpulan: laporan kasus ini memperlihatkan keberhasilan perawatan saluran akar konvensional non bedah.
PENGARUH INTENSITAS SINAR LED TERHADAP PERUBAHAN WARNA RESIN KOMPOSIT FLOWABLE
Irsan Ibrahim;
Prima Luthfia;
Muhammad Reggy Akbar;
Chici Karina
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v17i1.1254
Latar belakang: resin komposit memiliki beberapa sifat yaitu menyerupai warna gigi dan dapat diaplikasikan langsung ke dalam kavitas gigi sehingga memiliki keuntungan dalam segi estetika dan waktu. Resin komposit flowable adalah salah satu jenis resin komposit yang memiliki tingkat viskositas yang rendah dan banyak digunakan pada kavitas servikal, pasien anak-anak dan restorasi pada bagian yang tidak mendapatkan tekanan yang tinggi. Salah satu penyebab perubahan warna pada resin komposit adalah polimerisasi yang tidak sempurna yang diakibatkan oleh kurangnya waktu penyinaran ataupun rendahnya intensitas sinar LED. Tujuan: menjelaskan pengaruh perbedaan intensitas sinar LED terhadap perubahan warna pada resin komposit flowable. Metode: penyinaran dilakukan pada intesitas sinar LED 2400 mW/cm2 selama 2 detik dan intesitas sinar LED 600 mW/cm2 selama 20 detik untuk melihat perbedaan warna pada resin komposit flowable. Pengukuran warna resin komposit dilakukan menggunakan spectrophotometer Vita EasyShade untuk melihat nilai light, chrome, dan hue pada resin komposit. Analisis data menggunakan uji parametrik T-test Independent. Hasil: terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai light, chrome, dan hue pada pada resin komposit flowable yang disinar dengan intensitas sinar LED 2400 mW/cm2 dan dengan intensitas sinar LED 600 mW/cm2. Kesimpulan: terjadi perubahan yang signifikan pada warna light, chrome, dan hue pada pada resin komposit flowable yang disinar dengan intensitas sinar LED 2400 mW/cm2 selama 2 detik.
SEMEN TRIKALSIUM SILIKAT SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF UNTUK PENATALAKSANAAN HIPERSENSITIF DENTIN (Kajian Pustaka)
Sinta Deviyanti
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v13i1.852
Hipersensitif dentin adalah rasa sakit yang timbul khususnya sebagai respon terhadap rangsangan suhu, uap, kimiawi, taktil atau osmotik pada dentin yang terbuka. Hal ini berkaitan dengan terbukanya dentin karena hilangnya email oleh proses abrasi, erosi atau terbukanya permukaan akar gigi akibat resesi gusi atau perawatan periodontal. Rangsanganrangsangan ini akan menyebabkan pergerakan cairan dentin di dalam tubuli dentin yang terbuka sehingga menimbulkan eksitasi saraf dan rasa sakit. Rasa sakit yang timbul pada hipersensitif dentin memiliki variasi sifat yang ekstrim mulai dari kisaran intensitas tidak nyaman sampai sakit sekali. Meskipun berbagai pilihan perawatan menyatakan keberhasilannya dalam menghilangkan keluhan hipersensitif dentin, saat ini belum ada satupun bahan desensitisasi yang dianggap ideal untuk penatalaksanaan kondisi ini. Semen trikalsium silikat kini telah diperkenalkan sebagai bahan kedokteran gigi yang bersifat bioaktif dan biokompatible. Reaksi hidrasi dari semen trikalsium silikat dengan air akan membentuk kalsium hidrat silikat dan reaksi pengerasan. Selama proses hidrasi, bahan ini tetap mampu meresap ke dalam tubuli dentin dan berpotensi memicu penutupan tubuli melalui pengendapan kristal hiroksiapatit. Penutupan tubuli dentin merupakan hal utama yang penting untuk desensitisasi. Penelitian secara in vitro pada semen kalsium silikat telah menunjukkan efektivitasnya dalam mengurangi permeabilitas dentin dan penutupan tubuli. Penggunaan semen trikalsium silikat secara klinis sebagai bahan desensitisasi, layak dipertimbangkan sebagai alternatif penatalaksanaan hipersensitif dentin.
PARESTESIA KANALIS MANDIBULA INFERIOR AKIBAT KISTA ODONTOGENIK DITINJAU DARI RADIOGRAF PANORAMIK
Jatu Rachel Keshena;
Azhari Azhari
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v16i1.887
Latar belakang : lesi radiolusen pada rahang dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Lesi ini dapat mewakili variasi anatomi atau merupakan proses lesi inflamasi, jinak hingga ganas. Kista radikular adalah jenis kista odontogenik yang paling umum di rahang, seringkali tidak menunjukkan adanya gejala kecuali terjadi infeksi sekunder. Kista radikular cenderung bertumbuh lambat, namun tergantung pada ukuran lesi dan hubungannya dengan jaringan sekitar. Kista radikular dapat menyebabkan mobilitas gigi, resorpsi akar, perpindahan gigi hingga parestesia. Parestesia terjadi sebagai akibat dari tekanan lokal yang disebabkan oleh patologi periapikal dan berbagai lesi intraosseous mandibula pada jaringan saraf. Laporan kasus ini menginterpretasikan gambaran kista radikular yang mengakibatkan parestesia kanalis mandibula inferior pada radiograf panoramik dan gambaran lesi radiolusen lainnya. Laporan kasus : seorang pasien laki-laki berusia 32 tahun datang ke Instalasi Radiologi Kedokteran Gigi RSGM Unpad dengan membawa surat rujukan untuk dilakukan pemeriksaan radiograf panoramik. Pada pemeriksaan ekstra oral pasien menunjukkan tidak adanya asimetris wajah. Palpasi menunjukkan adanya krepitasi. Tidak ada kelainan kelenjar getah bening. Pemeriksaan intra oral tampak kavitas di oklusal gigi 47, bengkak, gigi 46 missing, mukosa regio 47 tampak normal sama dengan tampilan mukosa sekitar. Pada sisi yang bersangkutan pasien mengeluhkan adanya rasa baal. Suspek radiodiagnosis pada pemeriksaan radiograf panoramik adalah kista radikular. Kesimpulan : investigasi klinis dan radiografi diperlukan untuk menegakkan diagnosis yang tepat serta memungkinkan dokter mencapai perawatan yang lebih konservatif untuk menyelamatkan integritas baik jaringan lunak dan keras.
DISTRIBUSI FREKUENSI PERUBAHAN GINGIVA PADA PEROKOK
Poetry Oktanauli;
Pinka Taher;
Nabilla Putri Andini
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v13i2.844
Pendahuluan: rokok dapat menimbulkan efek yang berbahaya pada setiap jaringan tubuh termasuk rongga mulut, salah satunya gingiva. Dampak negatif merokok antara lain gingivitis dan pigmentasi gingiva. Tujuan: untuk memberikan informasi mengenai frekuensi perubahan gingiva pada perokok, sehingga diharapkan para perokok dapat menghentikan kebiasaan merokok. Hasil: hasil penelitian menunjukkan dari 30 subjek penelitian yang diperiksa, sebanyak 27 subjek mengalami pigmentasi gingiva, 29 subjek mengalami gingivitis, 18 subjek memiliki skor gingiva berupa inflamasi ringan dan 12 subjek mengalami inflamasi sedang. Diskusi: pigmentasi gingiva disebabkan karena kandungan nikotin dan benzopyrene dalam asap rokok yang merangsang produksi melanin berlebihan yang berasal dari melanosit. Gingivitis pada perokok terjadi karena kandungan tar yang mengendap pada gigi, menyebabkan permukaan gigi menjadi kasar sehingga plak mudah melekat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa di FKG UPDM(B) dengan jumlah subjek penelitian 30 orang yang diambil dengan cara quota sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pemeriksaan klinis gingiva secara visual dan pemeriksaan status gingiva berdasarkan indeks gingiva. Kesimpulan: merokok terbukti dapat menyebabkan terjadinya perubahan pada gingiva.