cover
Contact Name
Yufitri Mayasari
Contact Email
yufitrimayasrai@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yufitrimayasari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JITEKGI Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi
ISSN : 16933079     EISSN : 26218356     DOI : -
Core Subject : Health,
Bidang ilmu Kedokteran Gigi yang disajikan dalam jurnal ini adalah meliputi Ilmu Konservasi Gigi, Periodontologi, Ortodontik, Ilmu Penyakit Mulut, Prostodontia, Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Ilmu Bedah Mulut, Ilmu kesehatan Gigi Masyarakat & Pencegahan, serta bidang ilmu penunjang Kedokteran Gigi seperti Radiologi Dental, Biologi Oral, Ilmu Material dan Teknologi Kedokteran Gigi, juga bidang ilmu kesehatan umum lain. Jurnal ini terbit berkala dua kali setahun (di bulan Mei dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 186 Documents
PERAN TERAPI BEDAH REGENERATIF TERHADAP SINUS TRACT PADA KASUS ENDODONTIK-PERIODONTAL Natalina Natalina; Muniyati Usman; Benso Sulijaya
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v17i1.1438

Abstract

Latar belakang : masalah pulpa dan periodontal menyebabkan lebih dari 50% kehilangan gigi. Laporan kasus ini merupakan kasus lesi primer endodontik dengan lesi sekunder periodontal yang secara klinis terdapat sinus tract. Kondisi ini merupakan kasus yang secara kolaborasi dikerjakan oleh bidang konservasi gigi, prostodontik dan bidang periodonsia untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Laporan kasus : terdapat tiga kasus lesi endodonti-periodontal, dua merupakan kasus (gigi 21 dan 37) yang setelah beberapa tahun dilakukan perawatan saluran akar (PSA) mengalami pembentukan sinus tract, dan satu kasus (gigi 47) yang setelah PSA namun tidak memeperlihatkan perbaikan sinus tract yang terbentuk di gingiva. Tindakan bedah flap periodontal dilakukan untuk mencari penyebab, menghilangkan jaringan granulasi, dan memperbaiki kerusakan tulang alveolar yang terjadi. Seluruh kasus mengalami kerusakan tulang anguler di daerah furkasi pada gigi posterior (37 dan 47), dan daerah interdental gigi 12-22; sedangkan satu kasus (gigi 12-22) juga mengalami fenestrasi di fasial gigi 21. Defek tulang anguler dan daerah fenestrasi setelah dibersihkan dari jaringan granulasi yang terinfeksi, diisi dengan graf tulang dan ditutup oleh membran pericardium sebagai guided tissue regeneration (GTR), kemudian ditutup degan penjahitan. Kontrol 14 hari setelah tindakan bedah, sinus tract  telah hilang dan warna gingiva normal. Kesimpulan : lesi endodontik-periodontal yang memperlihatkan sinus tract yang persisten setelah perawatan saluran akar merupakan indikasi adanya kerusakan periodontal yang kompleks. Terapi bedah regeneratif setelah perawatan saluran akar dapat berperan dalam menghilangkan sinuc tract.
POTENSI PENGGUNAAN PROTEIN REKOMBINAN FLIC (FLAGELLIN) UNTUK MENINGKATKAN IMUNOGENITAS VAKSIN DNA ANTI KARIES GIGI (Kajian Pustaka) Sinta Deviyanti
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v13i1.853

Abstract

Karies gigi merupakan penyakit infeksi kronis yang menyebabkan pelarutan lokal dan kerusakan jaringan kalsifikasi gigi oleh aktivitas fermentasi dari bakteri terhadap karbohidrat yang dikonsumsi. Streptococcus mutans dianggap sebagai patogen utama pada karies gigi. Berbagai strategi pencegahan karies telah digunakan seperti penyuluhan kesehatan rongga mulut, kontrol plak secara mekanik dan kimia, aplikasi pit dan fissure sealant, penggunaan fluoride. Meskipun demikian, prevalensi karies gigi masih tetap tinggi diseluruh dunia. Upaya pencegahan karies terkini adalah melalui pengembangan vaksin DNA anti karies gigi. Vaksin merupakan bahan kekebalan tubuh biologis yang dirancang untuk menghasilkan perlindungan spesifik terhadap mikroorganisme patogen. Vaksin menstimulasi produksi antibodi pelindung dan mekanisme imun lainnya. Namun imunogenisitas yang rendah dari vaksin DNA, masih menjadi tantangan. Para peneliti menggunakan protein rekombinan FliC (flagellin) yang berasal dari Salmonela sebagai suatu ajuvan mukosa dan aktivator imun yang kuat untuk meningkatkan respon IgG (Imunoglobulin G) serum dan IgA (Imunoglobulin A) saliva. Peningkatan respon spesifik IgG serum dan IgA saliva oleh vaksin DNA yang dikombinasi dengan protein rekombinan FliC pada tikus melalui vaksinasi karies gigi intra nasal, memiliki keterkaitan dengan penghambatan kolonisasi Streptococcus mutans di permukaan gigi dan pengurangan lesi karies secara bermakna.
KORELASI INDEKS MASA TUBUH (BMI) DAN INDEKS KARIES (DEF-T) PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BANDUNG Emma Rachmawati; Risti Primarti Saptarini; Yuliawati Zenab; Mirna Febriani
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v16i2.1103

Abstract

Latar belakang: kondisi kesehatan umum anak dapat diketahui melalui pengukuran indeks masa tubuh atau body mass indeks (BMI). BMI dapat digunakan sebagai sarana penilaian malnutrisi dengan membandingkan berat badan dan tinggi badan anak menurut usia. BMI memiliki hubungan dengan kondisi kesehatan mulut anak yang ditandaidengan indeks OHI-S  yang secara signifikan  memiliki  hubungan erat dengan indeks def-t. Tujuan: tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui korelasi antara BMI dan def-t anak usia sekolah dasar di Kabupaten Bandung. Metode:penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode cross sectional. Sampel penelitian adalah228 siswa sekolah dasar berusia 5-9 tahun dengan ketentuan tidak memiliki sejarah penyakit sistemik. BMI ditentukan dengan mengukur berat badan dan tinggi badan anak disesuaikan dengan usia, sedangkan indeks karies ditentukan dengan menghitung def-t berdasarkan karakterisasi WHO. Hasil: BMI anak laki-laki adalah 14,47±1,96, BMI anak perempuan adalah 14,62±1,74 sedangkan rata-rata def-t adalah 8,84. Penghitungan korelasi dengan menggunakan Spearman rank didapat nilai p korelasi adalah 0,350 (p0,05), hal ini menunjukkan tidak terdapat hubungan yangsignifikan  antara def-t dengan BMI.  Penghitungan korelasi Spearman rank untuk BMI dan def-t berdasarkan gendermemperlihatkan nilai p untuk anak laki-laki adalah 0,385 (p0,05) dan anak perempuan adalah 0,738 (p0,05),hal ini menunjukkan tidak terdapat korelasi yang signifikan  antara BMI dan def-t baik pada anak laki-laki  maupunperempuan. Kesimpulan: hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat korelasi antara BMI dan def-t baik pada anaklaki-laki maupun pada anak perempuan usia sekolah dasar di Kabupaten Bandung
HUBUNGAN pH PLAK TERHADAP TERJADINYA EARLY CHILDHOOD CARIES (ECC) (Studi Pada Anak Usia 6-48 Bulan di Kecamatan Neglasari Kota Tangerang) Pindobilowo Pindobilowo; Febriana Setiawati; Riska Rina Darwita
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v13i2.845

Abstract

Latar Belakang : salah satu tindakan pencegahan Early Childhood Caries (ECC) adalah menjaga pola makan yaitu dengan membatasi makanan kariogenik, menjaga frekuensi makan, dan selalu menjaga kesehatan gigi dan mulut, karena dengan mengontrol pola makan dan menjaga kesehatan gigi dan mulut maka pH plak dapat terkontrol sehingga gigi akan terhindar terhadap karies, serta di dukung oleh perbaikan status gizi anak dan peran ibu dalam mencukupi gizi selama masa kehamilan. Tujuan : untuk menganalisa hubungan pH plak terhadap terjadinya ECC. Metode : cross sectional pada 287 anak usia 6-48 bulan di kecamatan Neglasari kota Tangerang, wawancara pada ibu, dan pemeriksaan intra oral pada anak, metode sampling multistage cluster random sampling. Hasil : proporsi ECC terbanyak terdapat pada pH plak 6,5- 6,9 sebanyak 79,2% dengan nilai p=0,000 (p0,005) dan merupakan salah satu prediktor yang baik terhadap terjadinya ECC . Simpulan: terdapat hubungan yang bermakna pH plak terhadap terjadinya ECC, variabel ini sesuai dengan pencegahan terjadinya ECC karena termasuk dalam model prediktor ECC , besar variasi model ini 56,9% dengan akurasi prediksi 81,9%.
GAMBARAN KASUS CALCIFYING EPITHELIAL ODONTOGENIC TUMOR (TUMOR PINDBORG) PADA MANDIBULA MENGGUNAKAN RADIOGRAFI PANORAMIK DAN CBCT Siska Damayanti Saifudin; Azhari Azhari
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v15i2.886

Abstract

Latar belakang : Calcifying Epithelial Odontogenic Tumor (CEOT) adalah neoplasma jinak epitel odontogenik dengan karakteristik pertumbuhan yang lambat dan agresif, cenderung menyerang tulang dan jaringan lunak sekitarnya.    Laporan kasus : pasien perempuan berusia 57 tahun datang ke bagian radiologi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Padjadjaran untuk dilakukan radiografi panoramik. Beberapa hari kemudian pasien di konsulkan kembali untuk dilakukan Cone Beam Computed Tomography (CBCT). Hasil anamnesis didapatkan adanya rasa sakit di sekitar regio posterior mandibula kiri. Keluhan awal adanya fraktur gigi 36, kondisi dibiarkan selama 1 tahun karena memiliki riwayat diabetes melitus (DM) dengan gula darah diatas 200 mg/dL. Setelah dilakukan pencabutan, pasien diberi antibiotik dan penghilang rasa sakit, tetapi rasa sakit masih terasa. Hasil radiograf panoramik dan CBCT menunjukkan daerah radiolusen dengan border jelas tanpa kortikasi, meliputi seluruh bagian tulang pada body mandibula kiri regio 36 ke posterior dengan perluasan sampai ke 1/3 inferior ramus assenden dan canalis mandibula. Adanya erosi pada kortikal bukal dan lingual, disertai adanya kalsifikasi pada area radiolusen. Suspek radiologis pada kasus ini adalah  calcifying epithelial odontogenic tumor pada regio posterior mandibula kiri. Kesimpulan : gambaran calcifying epithelial odontogenic tumor adalah radiolusen dengan tepi jelas tanpa kortikasi, disertai adanya kalsifikasi pada area radiolusen.
Hubungan antara pengetahuan dan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan status kesehatan periodontal pada lanjut usia (kajian di Panti Wreda Abiyoso) Novitasari Ratna Astuti
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v14i2.638

Abstract

Latar belakang : pertumbuhan jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia lima tahun terakhir ini meningkat tajam dari 7,25 % menjadi 7,62%. Peningkatan tersebut berpotensi meningkatnya jumlah penyakit periodontal (gingivitis) pada kaum lanjut usia, karena orang lanjut usia rentan terhadap penyakit dan berkecenderungan terjadi defisiensi jaringan.Tujuan : mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan status kesehatan periodontal pada lanjut usia (kajian di Panti Wreda Abiyoso). Metode penelitian : penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh penghuni Panti Wreda Abiyoso. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Semua sampel diberi kuesioner tentang pengetahuan dan perilaku serta diadakan pemeriksaan terhadap status kesehatan priodontalnya dengan menggunakan lembar pemeriksaan status kesehatan periodontal WHO. Hasil dari uji validitas dan reliabilitas menunjukkan kuesioner valid (r 0,741) dan reabel (r 0.672).Hasil penelitian : hasil uji korelasi Pearson menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan status kesehatan periodontal (gingivitis) (p 0,010), dan hubungan antara perilaku dengan status kesehatan periodontal (gingivitis) (p 0,001). Hasil analisis regresi berganda menunjukkan ada hubungan yang sangat bermakna antara pengetahuan dan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan status kesehatan periodontal (gingivitis) (p 0,000). Kesimpulan : terdapat hubungan yang sangat bermakna antara pengetahuan dan perilaku terhadap status kesehatan periodontal (gingivitis) pada lanjut usia.Kata Kunci : pengetahuan, perilaku, gingivitis
SUPERIMPOSISI SEFALOMETRI PADA MALOKLUSI SKELETAL KELAS III DENGAN BEDAH ORTOGNATIK Albert Suryaprawira
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v15i1.833

Abstract

Latar BelakangMetodeHasilKesimpulan
THE ROLE OF 3D MODEL AS SURGICAL GUIDANCE IN MANDIBULAR RECONSTRUCTION SURGERY Mohammad Adhitya Latief; Benny S Latief; Lilies D S
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v16i2.1079

Abstract

reconstruction surgery is a challenging surgery that require well prepared presurgical plan to minimize the risk of failure, to accommodate the need for precision preoperative planning, surgeons frequently need guidance such as a3-dimensional (3D) model to display complex cranial structures. Evaluation of the 3D model as surgical guidance require a review measurement regarding its efficiency and pitfalls. Purpose: the purpose of this research is to understand the importants key points that will resulted succesfull reconstructive surgery using 3D model as surgical guidance. Method:   the evaluation of surgical result in mandibular reconstruction surgery from our Department Oral and Maxillofacial surgery, Universitas Indonesia from 2012 to 2017 reveal the differences. We analyze several keypoints that may affect to the succesfull of reconstruction surgery result. Result: we compared the result between years before and after 2015, this is where we start obligate all reconstruction surgery need to have preoperative planning using3D Model. Several keypoints in using 3D model is acknowledgeable. Conclusion: the use of 3D models as surgical guidance has important role to minimize post reconstructive surgery result, surgeon need to understand the principal and keypoints in preoperative planning and regarding the use of 3D model. 
TOKSIN BOTULINUM (Kajian Pustaka) Elin Hertiana
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v13i1.849

Abstract

Toksin botulinum adalah suatu neurotoxin yang diproduksi oleh bakteri Clostridium botulinum yang dapat menyebabkan paralisis sementara pada otot jika diinjeksikan di sekitarnya. Ada tujuh strain botulinum, yaitu A, B, C, D, E, F, dan G. Botulinum tipe A (BTX-A) dan tipe B (BTX-B) yang banyak digunakan untuk pengobatan. Toksin botulinum bekerja dengan cara menghambat pelepasan asetilkolin sehingga otot tidak dapat berkontraksi dan terjadi paralisis sementara. Penyembuhan parsial akan terjadi dalam 28 hari dan dalam waktu 3 6 bulan otot akan berkontraksi kembali.
PERBANDINGAN STABILITAS WARNA BASIS RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS DENGAN RESIN NILON TERMOPLASTIS DALAM LARUTAN COKLAT Fransiska Nuning kusmawati; Lintang Nitya Parathitaputri
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v16i1.950

Abstract

Latar belakang : bahan yang digunakan untuk  basis gigi tiruan yaitu resin akrilik polimerisasi panas dan nilon termoplastis. Kedua bahan tersebut memiliki kekurangan yang sama, yaitu penyerapan air yang tinggi sehingga dapat menyebabkan perubahan warna pada bahan basis gigi tiruan. Bahan dasar makanan dan minuman yang sering dikonsumsi manusia adalah coklat. Kandungan tanin dalam coklat dapat mempengaruhi perubahan warna pada basis gigi tiruan. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menjelaskan stabilitas warna plat basis resin akrilik polimerisasi panas dengan resin nilon termoplastis dalam  larutan coklat. Metode Penelitian : pada penelitian ini digunakan 32 sampel yang terbagi dalam 2 kelompok resin akrilik polimerisasi panas dan resin nilon termoplastis yang direndam dalam 10 ml larutan coklat selama 7 hari. Pengukuran warna dilakukan dengan alat VITA easyshade sebelum dan setelah perendaman.Data yang diperoleh terdiri dari value, chrome, dan hue lalu diolah menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil : hasil perbandingan perubahan nilai warna basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas dan nilon termoplastis sebelum dan setelah perendaman dengan larutan coklat selama 7 hari menggunakan uji Mann Whitney menunjukkan hasil yang signifkan (p 0.05) untuk value senilai 0.008, chroma 0.000 dan hue 0.000. Terdapat penurunan rata-rata nilai value pada kelompok resin akrilik polimerisasi panas lebih besar dari pada resin nilon termoplastis, peningkatan rata-rata nilai chroma pada kelompok resin nilon termoplastis lebih besar dari pada resin akrilik polimerisasi panas, dan peningkatan rata-rata nilai hue pada kelompok resin nilon termoplastis lebih besar dari pada kelompok resin akrilik polimerisasi panas. Kesimpulan : plat resin akrilik polimerisasi panas lebih stabil terhadap perubahan warna dibandingkan dengan nilon termoplastis dalam perendaman larutan coklat selama 7 hari.

Page 9 of 19 | Total Record : 186