cover
Contact Name
Sonezza Ladyanna
Contact Email
ladyannasonezza@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
puitikaunand@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Puitika
Published by Universitas Andalas
ISSN : 0854817X     EISSN : 25806009     DOI : -
Core Subject : Education,
PUITIKA merupakan jurnal ilmiah humaniora yang menyajikan artikel orisinal tentang penelitian di bidang bahasa, sastra, dan budaya. Artikel yang dimuat telah melalui proses seleksi oleh redaksi, penyuntingan oleh dewan editor, dan penilaian layak muat oleh dewan bestari. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun (April dan September) dan sedang dipersiapkan untuk terakreditasi secara nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 1 (2022)" : 8 Documents clear
Analisis Makna Mitos pada Cerpen Rumah Kopi Selatan Jakarta dan Obrolan-Obrolan setelah Pandemi Karya Doni Ahmadi: Tinjauan Semiologi Roland Barthes Nabilla Hanifah Suci Ramadhani; Sudarmoko Sudarmoko; Zurmailis Zurmailis
Puitika Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.1.85-99.2022

Abstract

Pandemi virus covid-19 di Indonesia menimbulkan berbagai permasalahan sosial bagi kehidupan masyarakat. Realitas itu terdokumentasikan pada cerpen Rumah Kopi Selatan Jakarta dan Obrolan-Obrolan setelah Pandemi Karya Doni Ahmadi. Cerpen berbentuk dialog dan dimunculkan tanda-tanda kultural. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna mitos pada cerpen RKSJOP. Metode yang digunakan adalah metode analisis naratif struktural. Langkah-langkah penelitian: 1) menentukan leksia, 2) mengategorikan kode pembacaan, 3) menyatukan dan menyimpulkan makna kode. Hasil penelitian menunjukkan ada 61 leksia dan lima kode pembacaan. Bentuk mitos adalah rumah kopi di kawasan Jakarta Selatan merupakan simbol prestise sosial tinggi dan modern bagi pemakainya. Makna kosong berupa para tokoh ingin menaikkan status sosial dengan memanfaatkan citra tongkrongan di kawasan Jakarta Selatan.
Intertekstualitas Puisi “Negeri Para Bedebah” Karya (Adhie Massardi) Terhadap Novel Negeri Para Bedebah Karya (Tere Liye): Telaah Intertekstual Julia Kristeva Nur Ainun; Sudarmoko Sudarmoko; Zurmailis Zurmailis
Puitika Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.1.49-60.2022

Abstract

Objek penelitian yang digunakan ada dua, yaitu puisi “Negeri Para Bedebah” karya Adhie Massardi dan novel Negeri Para Bedebah karya Tere Liye. Penelitian ini menggunakan teori intertekstual, yaitu melihat bahwa karya sastra yang tercipta mempunyai hubungan dengan teks yang lahir sebelumnya dan mempunyai hubungan dengan latar sosial penciptaan karya. Adapun tujuan penelitian ini adalah melihat keterkaitan antar kedua karya yang dijadikan objek dalam penelitian ini. Dengan begitu, maka dilakukan analisis tekstual antara kedua karya untuk melihat makna yang dihadirkan kedua teks. Kemudian, analisis tersebut dihubungkan dengan teks sosial dan sejarah zaman tempat dihasilkannya karya.Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa kedua karya ini mempunyai judul yang sama tapi dengan isi yang berbeda. Hal tersebut terjadi karena tahun dan konflik latar belakang penciptaan karyanya hampir bersamaan. Adapun hasil dari penelitian yang dilakukan bahwa kedua karya sastra ini tidak saling memengaruhi. Dengan kata lain, karya yang lahir sesudahnya tidak merupakan transformasi dari karya sebelumnya. Akan tetapi, karya sesudahnya terinspirasi dari karya sebelumnya. Objek penelitian yang digunakan ada dua, yaitu puisi “Negeri Para Bedebah” karya Adhie Massardi dan novel Negeri Para Bedebah karya Tere Liye. Penelitian ini menggunakan teori intertekstual, yaitu melihat bahwa karya sastra yang tercipta mempunyai hubungan dengan teks yang lahir sebelumnya dan mempunyai hubungan dengan latar sosial penciptaan karya. Adapun tujuan penelitian ini adalah melihat keterkaitan antar kedua karya yang dijadikan objek dalam penelitian ini. Dengan begitu, maka dilakukan analisis tekstual antara kedua karya untuk melihat makna yang dihadirkan kedua teks. Kemudian, analisis tersebut dihubungkan dengan teks sosial dan sejarah zaman tempat dihasilkannya karya.Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa kedua karya ini mempunyai judul yang sama tapi dengan isi yang berbeda. Hal tersebut terjadi karena tahun dan konflik latar belakang penciptaan karyanya hampir bersamaan. Adapun hasil dari penelitian yang dilakukan bahwa kedua karya sastra ini tidak saling memengaruhi. Dengan kata lain, karya yang lahir sesudahnya tidak merupakan transformasi dari karya sebelumnya. Akan tetapi, karya sesudahnya terinspirasi dari karya sebelumnya.
Adaptasi Novel Hafalan Shalat Delisa Karya Tere Liye ke Film Hafalan Shalat Delisa yang Disutradarai Sony Gaokasak Hanisa Prana Bella; M. Yusuf; Syafril Syafril
Puitika Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.1.100-117.2022

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis dengan Novel dan Film Hafalan Shalat Delisa yang menggambarkan bagaimana ketegeran dan kesabaran anak kecil bernama Delisa yang berumur 6 tahun dalam menghadapi hidup setelah bencana tsunami yang menimpa kota tempat tinggalnya dan menewaskan Ibu beserta tiga orang kakaknya. Penelitian ini membahas tentang bagaimana adaptasi dari novel Hafalan Shalat Delisa karya Tere Liye ke film Hafalan Shalat Delisa yang disutradarai Sony Gaokasak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana adaptasi novel Hafalan Shalat Delisa karya Tere Liye ke film Hafalan Shalat Delisa yang disutradarai Sony Gaokasak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teori adaptasi dari Linda Hutcheon. Teori ini digunakan untuk menemukan dan menjelaskan dari adaptasi cerita dan adaptasi ideologi dari kedua media novel dan film. Adapun metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menghasilkan data tertulis dari teks yang mengacu pada permasalahan sosial. Teknik yang digunakan adalah pengumpulan data, analisis data, dan penyajian analisis data.Dari penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa yang terjadi antara adaptasi dari novel Hafalan Shalat Delisa ke film Hafalan Shalat Delisa adalah pengurangan tokoh, pengurangan peristiwa, penambahan peristiwa, perubahan alur, perubahan yang divariasikan. Sedangkan adaptasi ideologinya dalam kedua karya yaitu ideologi sosial ke ideologi humanisme yang lebih relijius.
Pandangan Dunia Pengarang dalam Novel Kabar Buruk Dari Langit Karya Muhidin M. Dahlan (Tinjauan Strukturalisme Genetik) Nabila Syuryani; Sudarmoko Sudarmoko; Zurmailis Zurmailis
Puitika Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.1.61-75.2022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) struktur novel, (2) latar belakang sosial dan budaya pengarang, (3) pandangan dunia pengarang yang terdapat dalam novel Kabar Buruk dari Langit, untuk mengetahui hubungan struktur cerita dengan struktur masyarakat Indonesia. Penelitian ini dilakukan menggunakan teori strukturalisme genetik Goldmann. Strukturalisme genetik merupakan analisis struktur yang memberi perhatian terhadap asal-usul karya sastra. Strukturalisme genetik menghubungkan antara struktur karya sastra dengan masyarakat yang menghasilkannya. Dalam penelitian ini, menggunakan metode diakletik dengan prinsip kerjanya adalah pengetahuan mengenai fakta-fakta kemanusiaan yang dihubungkan dengan mengintegrasikannya ke dalam keseluruhan. Langkah kerja dalam penelitian ini dilakukan dengan membaca dan memahami objek serta mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan objek penelitian, dan kemudian dianalisis menggunakan teori strukturalisme genetik Goldmann. Berdasarkan analisis yang dilakukan pada penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa (1) struktur yang terdapat dalam novel Kabar Buruk dari langit, dalam novel ini terdapat satu tokoh utama yaitu Kau, juga beberapa tokoh tambahan seperti Jibril, Zora, Ibnu Suja’I, Kiai Djukriyah, Kiai Kudhori, Sasi Amicta, dan Suster Burni. Latar tempat yang digunakan meliputi Kota Kudus, Bukit Makrifat dan Aceh. Latar waktu yang digunakan adalah merujuk pada kisaran abad ke-19 Masehi atau sekitaran tahun 1900-an. Latar sosialnya adalah pada masa penyebaran agama Islam di pulau Jawa dan Nusantara, (3) latar belakang sosial dan budaya pengarang yang mempengaruhi pandangan dunianya dalam menciptakan novel ini adalah organisasi yang pernah ia ikuti seperti, Pelajar Islam Indonesia (PII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), serta buku-buku bacaanya yang lebih banyak mengenai agama dibandingkan dengan buku sastra, (3) pandangan dunia Muhidin M Dahlan dalam novel Kabar Buruk dari Langit adalah kritikannya terhadap orang-orang yang menjual nama agama demi kepentingan pribadinya sendiri, dan menegaskan bahwa tidak ada satupun manusia yang berhak menghakimi seseorang atas dosanya, hanya Tuhan yang berhak menilai seorang berdosa, dan pantas dihakimi atau tidak.
Majas Dalam Lirik Lagu Opick Album Cahaya Hati: Tinjauan Stilistika Mujiatti Mujiatti
Puitika Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.1.20-33.2022

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan majas pada lirik lagu Opick album Cahaya Hati. Tujuan  penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui bentuk majas yang terdapat dalam lirik lagu Opick album Cahaya Hati, (2) mengetahui makna majas dalam lirik lagu Opick album Cahaya Hati.Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa kelima lagu Opick pada album Cahaya Hati memiliki lima jenis majas, yaitu majas aliterasi, asonansi, personifikasi, metafora, dan majas hiperbola. Majas asonansi terdapat sebanyak 13 majas, majas aliterasi terdapat sebanyak 7 majas, Majas metafora terdapat sebanyak sepuluh majas, majas hiperbola terdapat sebanyak satu majas, dan majas personifikasi sebanyak 4 majas.  This research was conducted to explain the figure of speech in the lyrics of the song Opick album Cahaya Hati. The purpose of this study was to (1) determine the form of figure of speech contained in the lyrics of the song Opick album Cahaya Hati, (2) find out the meaning of the figure of speech in the lyrics of the song Opick album Cahaya Hati.Based on the results of the analysis, it was found that the five Opick songs on the Cahaya Hati album have five types of figure of speech, namely alliteration figure of speech, assonance, personification, metaphor, and hyperbole figure of speech. There are 13 assonance figures of speech, 7 alliteration figures of speech, ten of metaphorical figures of speech, one hyperbole figure of speech, and 4 personifications of personification. 
Kemiskinan dalam Naskah Hah Karya Putu Wijaya (Tinjauan Sosiologi Sastra) Yessi Andriani; Syafril Syafril; Noni Sukmawati
Puitika Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.1.76-88.2022

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis dengan naskah HAH karya Putu Wijaya yang mengangkat tentang permasalahan sosial yang sering terjadi dilingkungan masyarakat. Pada akhirnya memfokuskan penelitian pada masalah sosial yaitu kemiskinan dalam naskah HAH ini.Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Landasan teori yang digunakan adalah teori kemiskinan yang dikemukakan oleh Chambers, yang menjelaskan kemiskinan dibagi menjadi empat jenis, yaitu kemiskinan absolut, relatif, kultural dan struktural. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif yang menghasilkan data tertulis dari teks yang mengacu pada masalah sosial. Teknik yang digunakan yaitu pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data.                Setelah dilakukan penelitian ditarik kesimpulan, bahwa jenis kemiskinan yang ada dalam naskah HAH karya Putu Wijaya ini yaitu berupa kemiskinan absolut, kemiskinan relatif, dan kemiskinan kultural. Penyebab terjadinya kemiskinan dalam naskah HAH karya Putu Wijaya ini terdapat beberapa faktor. Yang pertama yaitu disfungsi keluarga, dan tingkat pendidikan yang rendah. Kemudian terdapat beberapa masalah atau akibat yang ditimbulkan oleh kemiskinan tersebut, seperti putus asa dan ingin bunuh diri, dan dikucilkan oleh lingkungan sekitar. Juga terdapat beberapa bentuk kemiskinan dalam naskah HAH karya Putu Wijaya, yaitu miskin materi, miskin hati, miskin agama, dan miskin ilmu.
Nama-Nama Gala Datuak Di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam: Tinjauan Antropolinguistik Gia Fadhila; Nadra Nadra; Alex Darmawan
Puitika Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.1.1-19.2022

Abstract

Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini, yaitu: (1) Apa saja nama-nama gala datuak dan latar belakang penamaan nama-nama gala datuak di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten agam. (2) Apa saja makna nama yang terdapat dalam nama-nama gala datuak di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. (3) Apa saja nilai-nilai budaya yang terdapat dalam nama-nama gala datuak di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. Adapun tujuan penelitian ini, yaitu untuk menjelaskan nama-nama latar belakang penamaan, makna nama dan nilai-nilai budaya di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. Metode dan teknik yang dikemukakan oleh Sudaryanto tahapan dalam penelitian yaitu: metode dan teknik penyediaan data, metode dan teknik analisis data, metode dan teknik penyajian hasil analisis data. Pada bagian penyediaan data, metode yang digunakan adalah metode simak dan metode cakap. Pada metode simak, teknik yang digunakan ada dua macam yaitu teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasarnya menggunakan teknik sadap, sedangkan teknik lanjutannya menggunakan teknik simak libat cakap (SLC), teknik rekam, dan teknik catat. Pada tahap analisis data, metode yang digunakan adalah metode padan yaitu metode padan referensial. Pada tahap penyajian hasil analisis data, metode yang digunakan adalah metode penyajian informal. Berdasarkan hasil analisis data, nama-nama gala datuak yang ada di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam antara lain, yaitu: Datuak Bagindo Sati, Datuak Rang Batuah, Datuak Nan Barantai, Datuak Mangkudun Datuak Sagalo Kayo, Datuak Panghuu Kayo, Datuak Sinaro Nan Panjang, Datuak Junjungan, Datuak Bapayuang, Datuak Panglimo Kayo, Datuak Putih, Datuak Bakampia Ameh, Datuak Nagari Basa Datuak Sipanjang, Datuak Basa Balimo, Datuak Singo Batuah, Datuak Panduko Sutan, Datuak Rajo Endah Datuak Kampuang Basa, Datuak Diateh, Datuak Maruhun. Latar belakang penamaan namanama gala datuak di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam yaitu: latar belakang penamaan berdasarkan penyebutan sifat khas, penemu dan pembuat, tempat asal, keserupaan. Makna nama pada gala datuak yang ditemukan di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam, yaitu: makna nama futuratif terdapat pada makna situasional. Nilai-nilai budaya pada gala datuak yang ditemukan di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam, yaitu: nilai kesejahteraan sosial, nilai politik dan nilai kuasa,nilai keagamaan dan nilai ketuhanan. nilai kerukunan dan penyelesaian konflik nilai pelestarian dan kreatifitas budaya
Peristiwa 1965 dalam Cerpen-Cerpen Pilihan Kompas: Analisis Wacana Kritis Nafisah Nafisah; Achmad Muchtar; Galih Pangestu Jati
Puitika Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.1.34-48.2022

Abstract

Penelitian ini membahas peristiwa 1965 dalam buku kumpulan cerpen pilihan Kompas. Sejak diterbitkannya kumpulan cerpen pilihan Kompas pertama pada tahun 1992, ditemukan sekitar 20% cerpen yang bercerita mengenai peristiwa 1965. Dalam perjalanannya, pengungkapan peristiwa 1965 di dalam cerpen mengalami perbedaan makna antara yang terbit saat Orde Baru berkuasa dengan masa setelah rezim tersebut lengser.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui narasi dan deskripsi peristiwa 1965 dalam cerpen pilihan Kompas. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis Michel Foucault.Hasil dari penelitian ini adalah cerpen-cerpen mengenai Peristiwa 1965 yang terbit saat Orde Baru berkuasa memuat wacana penempatan massa PKI sebagai pihak yang bersalah. Selain itu, wacana yang lainnya adalah adanya legitimasi kekerasan yang bertumpu pada Peristiwa 1965. Oleh adanya peristiwa ini, pihak lain diperbolehkan untuk melakukan kekerasan terhadap pihak yang bersalah, dalam hal ini PKI. Adapun cerpen-cerpen mengenai Peristiwa 1965 yang terbit setelah Orde Baru berkuasa memuat wacana bahwa orang yang dekat dengan orang-orang komunis dituduh sebagai komunis, padahal mereka tidak berafiliasi dengan PKI. Selain itu, pada masa ini, wacana mengenai Peristiwa 1965 yang dijadikan legitimasi kekerasan masih tampak jelas di dalam cerpen-cerpen Kompas. Hal ini digunakan untuk mendukung wacana yang pertama, yaitu untuk mengungkap bagaimana penderitaan yang disebabkan oleh tuduhan tersebut. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8