Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Persilangan Kultural dalam Mengelola Keberagaman Pada Masyarakat Muslim-Kristen Siringo-Ringo Sumatera Utara Nurus Shalihin; Dina Sari Hasibuan; M. Yusuf; Muliono Muliono
Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.167 KB) | DOI: 10.15575/rjsalb.v5i2.11847

Abstract

This study aims to explore the potential for diversity in Siringo-Ringo Village to become a role model in the practice of managing diversity in Indonesia. The potential for diversity in Siringo-Ringo is portrayed by the diversity of religion, ethnicity, being and profession of civil society. With a descriptive qualitative research approach and data collection techniques using in-depth interviews, this study answered two questions; first, what is the potential for diversity in the Siringo-Ringo people that makes Muslim and Christian communities live in harmony. Second, how is the institutionalization of diversity in the Siringo-Ringo community between Muslim and Christian communities? This study finds that diversity that experiences crossover (adherents of religion, practice of religious space and economics) is a natural strategy that can create harmony in the midst of diversity. Then, with the institutionalization (married, death and religious holidays) that are cultural in nature, it is able to become a medium for bringing together existing crosses. This study concludes that cross relations can create conditions of harmony, tolerance, inclusion and harmony between various differences.
"Bercadar Itu Pengakuan"; Reproduksi Makna Cadar di Kalangan Pengguna Vivi Sartika; M. Yusuf
Indonesian Journal of Religion and Society Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Indonesian Center for Religion and Society Studies (InTReSt)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36256/ijrs.v2i2.107

Abstract

This study aims to explain the production and reproduction of the meaning of the niqab among the female student who wear niqab at UIN Imam Bonjol Padang. This study used a qualitative research method (field research), with data collection using in-depth interviews with several female students that wearing the niqab at UIN Imam Bonjol Padang. This study uses Antony Giddens' structuring theoretical approach and focuses on how the female student who wearing the niqab produce and reproduce the meaning of the niqab in education. This study found that the actions of wearing the niqab take have created resources for female who wearing niqab in education. These resources can be seen from the reproduction of the meaning of the niqab as a form of applying religious doctrines (personal protection) and the niqab as a form of power (praying for individuals to wear the niqab). This study draws the conclusion that the resource is born on the basis of the practice of the women who wear niqab, but on the other hand, the practice is born in a structure that is restrictive and liberating.
Kitab Cerpen Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi Karya Muhaimin Nurrizqy: Tinjauan Sosiologi Sastra M. Aldhi Uswansyaf; M. Yusuf; Zurmailis Zurmailis
Puitika Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.2.80-90.2022

Abstract

Buku kumpulan cerpen Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi  karya Muhaimin Nurrizqy diambil sebagai objek penelitian. Buku ini digambarkan penulis sebagai kitab bacaan yang memuat cerita-cerita yang muncul dari berbagai sumber. Buku ini juga sudah dkurasi oleh kurator nasional, yaitu Yusrizal K.W. Beberapa cerpen yang terdapat dalam buku ini juga sudah terbit di media nasional. Kitab cerpen ini memiliki 10 cerita pendek, dan akan di ambil sampel 4 cerpen secara acak (Random Selection) di antaranya Tidak Ada Gajah di Tengah Laut, Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi, Harimau Nenek, dan Kapal Itu Berlayar ke Entah.Penelitian ini membahas persoalan sosial yang terdapat dalam cerpen-cerpen pada buku kumpulan cerpen Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi  karya Muhaimin Nurrizqy dengan menggunakan  tinjauan sosiologi sastra. Dalam penelitian ini dipaparkan beberapa bentuk persoalan sosial, serta makna persoalan yang ada di dalam kumpulan cerpen Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi karya Muhaimin Nurrizqy. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra, yakni sosiologi karya. Landasan teori yang dipakai dalam analisis penelitian ini adalah teori Alan Swingewood, tentang karya sastra merupakan cerminan zaman dan realitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis. Buku kumpulan cerpen Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi  karya Muhaimin Nurrizqy diambil sebagai objek penelitian. Buku ini digambarkan penulis sebagai kitab bacaan yang memuat cerita-cerita yang muncul dari berbagai sumber. Buku ini juga sudah dkurasi oleh kurator nasional, yaitu Yusrizal K.W. Beberapa cerpen yang terdapat dalam buku ini juga sudah terbit di media nasional. Kitab cerpen ini memiliki 10 cerita pendek, dan akan di ambil sampel 4 cerpen secara acak (Random Selection) di antaranya Tidak Ada Gajah di Tengah Laut, Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi, Harimau Nenek, dan Kapal Itu Berlayar ke Entah.Penelitian ini membahas persoalan sosial yang terdapat dalam cerpen-cerpen pada buku kumpulan cerpen Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi  karya Muhaimin Nurrizqy dengan menggunakan  tinjauan sosiologi sastra. Dalam penelitian ini dipaparkan beberapa bentuk persoalan sosial, serta makna persoalan yang ada di dalam kumpulan cerpen Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi karya Muhaimin Nurrizqy. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra, yakni sosiologi karya. Landasan teori yang dipakai dalam analisis penelitian ini adalah teori Alan Swingewood, tentang karya sastra merupakan cerminan zaman dan realitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis. 
Adaptasi Novel Hafalan Shalat Delisa Karya Tere Liye ke Film Hafalan Shalat Delisa yang Disutradarai Sony Gaokasak Hanisa Prana Bella; M. Yusuf; Syafril Syafril
Puitika Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.1.100-117.2022

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis dengan Novel dan Film Hafalan Shalat Delisa yang menggambarkan bagaimana ketegeran dan kesabaran anak kecil bernama Delisa yang berumur 6 tahun dalam menghadapi hidup setelah bencana tsunami yang menimpa kota tempat tinggalnya dan menewaskan Ibu beserta tiga orang kakaknya. Penelitian ini membahas tentang bagaimana adaptasi dari novel Hafalan Shalat Delisa karya Tere Liye ke film Hafalan Shalat Delisa yang disutradarai Sony Gaokasak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana adaptasi novel Hafalan Shalat Delisa karya Tere Liye ke film Hafalan Shalat Delisa yang disutradarai Sony Gaokasak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teori adaptasi dari Linda Hutcheon. Teori ini digunakan untuk menemukan dan menjelaskan dari adaptasi cerita dan adaptasi ideologi dari kedua media novel dan film. Adapun metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menghasilkan data tertulis dari teks yang mengacu pada permasalahan sosial. Teknik yang digunakan adalah pengumpulan data, analisis data, dan penyajian analisis data.Dari penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa yang terjadi antara adaptasi dari novel Hafalan Shalat Delisa ke film Hafalan Shalat Delisa adalah pengurangan tokoh, pengurangan peristiwa, penambahan peristiwa, perubahan alur, perubahan yang divariasikan. Sedangkan adaptasi ideologinya dalam kedua karya yaitu ideologi sosial ke ideologi humanisme yang lebih relijius.
Proses Aktualisasi Diri Tokoh Utama Dalam Novel Maryam Karya Okky Madasari: Kajian Psikologi Sastra Aisyah Fitri Nabila; Sudarmoko Sudarmoko; M. Yusuf
Puitika Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.2.52-65.2022

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena kejiwaan yang tampak pada tokoh utama dalam novel Maryam karya Okky Madasari yang disebabkan oleh faktor keyakinan. Fenomena kejiwaan tersebut terjadi ketika tokoh utama berusaha mencapai aktualisasi dirinya. Untuk mencapai aktualisasi diri itu, tokoh utama berusaha mencari kebahagiaannya dengan berusaha membuat ajaran Ahmadiyah dapat diterima dan diakui oleh masyarakat. Dengan demikian, berdasarkan penjelasan tersebut rumusan masalah pada penelitian ini adalah: 1) Bagaimana proses aktualisasi diri tokoh utama dalam novel Maryam karya Okky Madasari? Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Menjelaskan proses aktualisasi diri tokoh utama dalam novel Maryam karya Okky Madasari.Untuk menganalisis aktualisasi diri pada tokoh utama, diperlukan unsur instrinsik yang berhubungan dengan kejiwaan yang dialaminya yaitu: 1) Tokoh dan penokohan, 2) Latar, dan 3) Alur. Terkait dengan kejiwaan tokoh utama dalam novel Maryam karya Okky Madasari, digunakan kajian psikologi sastra dengan didukung oleh teori kebutuhan bertingkat yang dikemukakan oleh Abraham Maslow untuk menganalisis proses pencapaian aktualisasi dirinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik penelitian berupa: 1) Pengumpulan data, 2) Analisis data, dan 3) Penyajian hasil analisis data yang bersifat deskriptif berupa kata-kata tertulis.Dari hasil analisis disimpulkan bahwa tokoh utama dalam novel Maryam karya Okky Madasari telah gagal dalam mencapai aktualisasi dirinya terlihat dari beberapa persoalan kejiwaan yang ia alami yaitu rasa: 1) Gelisah, 2) Takut, dan 3) Ragu dalam menghadapi sikap masyarakat terhadap ajaran Ahmadiyah. Ajaran-ajaran dalam Ahmadiyah berbeda dengan ajaran Islam pada umumnya sehingga menyebabkan ajaran tersebut tidak diakui oleh masyarakat. Maryam juga tidak dapat memenuhi ciri-ciri orang yang mengaktualisasikan diri ditandai dengan: 1) Karakternya yang emosional, 2) Pilihan pasangan dalam rumah tangga jauh lebih buruk, 3) Merasa ragu dalam memutuskan sesuatu serta 4) Selalu dicemari oleh rasa cemas dan takut.
Meta Analisis Studi Kelas Menengah Muslim di Indonesia M. Yusuf; Afrizal Afrizal; Bob Alfiandi
Indonesian Journal of Religion and Society Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Indonesian Center for Religion and Society Studies (InTReSt)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36256/ijrs.v4i1.238

Abstract

The emergence of the Islamic populism movement marked by the "212 Movement" is one of the reasons why the Indonesian Muslim middle class is interesting to be discussed again. Studies on the Muslim middle class in Indonesia have basically been carried out since the 1970s until now. With the abundance of literature on the Muslim middle class in Indonesia, on this basis this article aims to map out existing studies of the Muslim middle class. This article is a meta-analysis study that uses a literature study approach. Literature such as journals and articles are collected through online tools such as google and publis or perish 7 by searching using two keywords namely “Indonesian Middle Class” and “Indonesian Muslim Middle Class”. This study finds that there are three patterns of study of the Muslim middle class in Indonesia: first, the study of the politics of the Muslim middle class; the second is a study of the ideology of the Muslim middle class in Indonesia; The third study is about the lifestyle of the Muslim middle class. There were 12 articles that discussed the politics of the Muslim middle class in Indonesia. For the study of the ideology of the Muslim middle class found as many as 5 articles. Meanwhile, 39 articles were found discussing the lifestyle of the Muslim middle class in Indonesia. In the end, this study concludes that the study of the Muslim middle class in Indonesia is more dominant in discussing behavioral aspects than theoretical and conceptual aspects.
Islamic Populism in The Public Sphere and Interest in 212 Action Nurus Shalihin; M Yusuf
Indonesian Journal of Religion and Society Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Indonesian Center for Religion and Society Studies (InTReSt)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36256/ijrs.v4i2.309

Abstract

This research aimed to examine the importance of Islamic populism against the “212 Action” in Indonesia using qualitative methods. The primary data were collected through in-depth interviews with several informants and analyzed using the analysis offered by Miles and Huberman. The results showed three interests of Islamic populism towards the 212 Action. First, it had been used as a space for a parade of forces to rally the masses and unite militant religious organizations. Second, it made a space to break down the stereotypes against this group. Third, it had been used to instill unity ideology and strengthen the people’s strength. In conclusion, Islamic populism had made the 212 Action a space to convey some of its private interest agenda to the public sphere.
Peran Redaktur Haluan Padang dalam Menerbitkan Cerpen di Koran: Tinjauan Sosiologi Sastra Ardi Hamonangan Siregar; M. Yusuf; Zurmailis Zurmailis
Puitika Vol 19, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v19i1.187

Abstract

AbstrakPendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sosiologi sastra, khususnya sosiologi sastra yang membahas tentang penerbitan. Escarpit membagi kegiatan penerbit menjadi tiga kata kerja: memilih, membuat, dan membagikan. Ketiga kegiatan itu saling berkaitan, masing-masing bergantung satu sama lain, dan saling mempengaruhi, serta membentuk suatu siklus yang merupakan keseluruhan kegiatan penerbitan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik, 1) Studi dokumen, 2)observasi, dan 3) wawancara.Analisis data menghasilkan beberapa poin yakni Pertama, Proses penerbitan cerpen oleh redaktur Harian Haluan mencakup: a) naskah cerpen yang dikirimkan merupakan karya asli, belum diterbitkan di media, memiliki unsur lokalitas, dan tidak mengandung unsur SARA. Kedua, dalam cerpen yang di analisis hanya satu yang memiliki unsur lokalitas dan cocok dengan kaidah yang dipapar oleh redaktur dari hasil wawancara.Kata Kunci: Peran redaktur Harian Haluan, koran, cerpen, sosiologi sastra
Social Cohesivity of The Indonesian Muslim Community During the Ramadan Nurus Shalihin; M Yusuf; Hulwati Hulwati
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 9, No 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/islam_realitas.v9i1.6169

Abstract

This study aims to analyze the social cohesiveness of Indonesian Muslim communities during Ramadan. Moral sense, sense of belonging, social har mony, sense of security, and tolerance in this study are used as indicators to understand social cohesiveness.  Data were collected through questionnaires with 600 respondents randomly selected in three districts/cities in West Sumatra and Yogyakarta provinces. The study found that two indicators of social cohesion were in the high category, namely a sense of morality (3.39 or 84.75%) and social harmony (3.30 or 82.50%), while three other indicators of social cohesion were in the medium category, namely a sense of belonging (2.34 or 58.50%), a sense of security (2.54 or 63.50%), and tolerance (2.70 or 67.50%). Thus, the social cohesion of the Muslim community during Ramadan is in the moderate category, with an average of 2.85 or equivalent to 71.17 percent. This study concludes that Ramadan has not contributed significantly to building social cohesiveness. The ambiguity of faith, which is ambiguous in understanding reality; sacred and profane, can be identified as one of the reasons why Ramadan has not been able to build social cohesiveness.
Analisis Bibliometrik: Kajian "Fasilitasi" dalam Isu Pemberdayaan Pratama, Luzian; Sari, Nurmala; Pranata, Deni; Shalihin, Nurus; Azwar, Welhendri; Yusuf, M
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat (Article in Progress)
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/jpm.v11i1.14268

Abstract

Such a massive study of "facilitation" is carried out in discussing issues of community development and empowerment. This article aims to look at the development of articles on facilitation studies in development and empowerment issues. This study was reviewed using a bibliometric approach in which metadata was fully sourced from the Dimension.ai website accessed on January 2, 2023. Metadata related to facilitation studies were searched using the keyword "facilitation" as search input using two filter classifications, namely (a) Document Type "article " (b) Subject Area "human science" which found as many as 2,583 article metadata and stored with the file type Comma Separated Values (CSV). Bibliometric data analysis in this study used VOSviewer software version 1.6.18 for three visualizations (a) visualization of keyword trends (b) visualization of keyword novelty, and (c) visualization of countries. This article finds, first; Facilitation studies in the subject area of human science have been carried out since 1929 by Anderson (1929) under the title An Experimental Study of "Social Facilitation" as Affected by "Intelligence". Second; The article on facilitation studies that was most cited was an article belonging to the Rhodes Team entitled The 'risk environment': a framework for understanding and reducing drug-related harm. Third; there are five clusters related to trending keywords namely "Country" "Group" "Effect" "Cere" and Conflict". This article concludes that the study of facilitation in empowerment issues focuses more on empirical aspects, not much to discuss at the philosophical level.