cover
Contact Name
aep sunendar
Contact Email
aep.sunendar@unsil.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
aep.sunendar@unsil.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika)
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : 24608599     EISSN : 25812807     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Pendidikan Matematika), dengan ISSN 2460-8599 (print) dan ISSN 2581-2807 (online), adalah jurnal peer-review yang dipublikasikan dua kali setahun (April-September, dan Oktober-Maret) oleh Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi. Jurnal ini menerbitkan tulisan khusus hasil penelitian dalam pendidikan dan pengajaran matematika.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2019)" : 6 Documents clear
Pengaruh model pembelajaran generatif terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematis ditinjau dari kemampuan awal matematis siswa Aan Qonaah; Heni Pujiastuti; Abdul Fatah
JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika) Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jp3m.v5i1.656

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada permasalahan rendahnya kemampuan komunikasi matematis dalam pembelajaran matematika. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan penelitian dengan menggunakan model pembelajaran generatif. Penelitian ini mengkaji masalah peningkatan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang mendapat pembelajaran matematika dengan model generatif dan ekspositori ditinjau dari Kemampuan Awal Matematis (KAM) siswa (tinggi, sedang, dan rendah). Selain itu, diungkap pula hubungan interaksi antara model pembelajaran dengan KAM terhadap kemampuan komunikasi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment, disain  penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design dengan menggunakan Purposive Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 6 Pandeglang  kelas XI Tahun Pelajaran 2018/2019. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa nilai KAM dan tes kemampuan komunikasi matematis. Analisis data dilakukan secara kuantitatif. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan uji-t  dan  uji Anova dua jalur. Hasil penelitian menunjukan (1) Peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa  yang  diberi  perlakuan pembelajaran generatif  lebih baik  daripada siswa  yang mendapat pembelajaran ekspositori; (2) Terdapat interaksi antara metode pembelajaran dan KAM  terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa; (3) Terdapat peningkatan kemampuan komunikasi matematis pada siswa dengan KAM tinggi; (4) Tidak terdapat peningkatan kemampuan komunikasi matematis pada siswa dengan KAM sedang dan rendah. Kata kunci: pembelajaran generatif, kemampuan komunikasi matematis, dan Kemampuan Awal Matematis (KAM)
Pengembangan bahan ajar berorientasi penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran matematika SMA pada materi peluang Ratna Utama; Nurul Anriyani; Aan Hendrayana
JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika) Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jp3m.v5i1.663

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk berupa bahan ajar matematika yang berorientasi pada penguatan pendidikan karakter yang valid. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang meliputi tujuh langkah pokok, yaitu: potensi masalah, kemampuan peneliti sebagai pengembang, produk yang dikembangkan, konsep produk, pengembangan produk, uji ahli, dan uji coba lapangan. Kevalidan buku ajar diperoleh berdasarkan data dari angket penilaian para ahli, yaitu ahli materi, ahli pendidikan matematika, dan ahli media. Penilaian ahli materi diperoleh hasil presentase kelayakan sebesar 88.57%, katagore kelayakan sangat kuat, sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar layak untuk digunakan, Ahli pendidikan matematika diperoleh persentase kelayakan 96.55% dan kategori kelayakan sangat kuat, serta ahli media diperoleh hasil presentase kelayakan sebesar 100%, sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar sangat layak untuk digunakan. Keterbacaan dan kepraktisan buku ajar diperoleh dari data angket penilaian siswa yang hasilnya persentasi sebesar 88.1%. Secara keseluruhan peserta didik merasa puas dengan bahan ajar berupa buku teks. Terdapat beberapa kekurangan dalam bahan ajar tersebut, tetapi bahan ajar sudah dapat dikatakan layak pakai untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah. Disimpulkan bahwa bahan ajar matematika yang berorientasi pada penguatan pendidikan karakter pada materi peluang layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran matematika. Kata kunci: bahan ajar matematika, penguatan pendidikan karakter, peluang
redaktur dan daftar isi jp3m vol. 5 no. 1
JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika) Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jp3m.v5i1.715

Abstract

Meningkatkan kemampuan koneksi matematik mahasiswa melalui model pembelajaran CORE Nita Hidayati; Lessa Roesdiana
JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika) Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jp3m.v5i1.645

Abstract

The issue examined in this study was about the low learning outcomes. The focus of the study discussed was the factors that influenced the learning outcomes, which was the learning model. The learning model chosen was the CORE learning model. The purpose of this study was to invetigate the problem of students' achievement of mathematical connection ability between the learning of using the CORE approach and ordinary learning. This study was a quasi-experimental study with a test design of posttest only control group design. Sampling in this study was using simple random sampling. This was done because the sample members were chosen in proportion. This research was conducted to the students of one of the universities in Karawang. The data collection method was a test, the test instrument was included a mathematical connection ability test. Indicators and variables measured in this study were the level of mathematical connection ability which included the posttest value of the mathematical connection ability test. The data were collected then analyzed using descriptive statistical analysis and inferencial statistics (t-test). Based on data analysis, the achievement of mathematical connection abilities of the students who studied using CORE learning were better than those who studied using expository learning. The achievement of students' mathematical connection skills in the class who studied using the CORE approach was categorized as high while those in the class who studied using expository learning were categorized as medium. Thus, it can be concluded that there are significant differences in student learning outcomes between the learning using CORE approach and using expository learning. 
Pola matematis dan sejarah batik Sukapura: Sebuah kajian semiotika Eko Yulianto; Sufyani Prabawanto; Jozua Sabandar; Wahyudin Wahyudin
JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika) Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jp3m.v5i1.658

Abstract

Batik Sukapura merupakan salah satu identitas bangsa Indonesia yang melambangkan budaya masyarakat Sunda. Batik Sukapura digunakan masyarakat Sunda sebagai pakaian yang formal dan bernilai sakral. Sejumlah penelitian tentang batik telah banyak berkembang, namun lebih kepada pengembangan teknologi membatik. Tujuan penelitian ini membahas tentang teori semiotika yang diterapkan pada Batik Sukapura untuk mencari makna filosofis dari motif-motifnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Peneliti mengobservasi beberapa pengusaha batik senior yang masih bertahan dengan industrinya di daerah Sukaraja Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batik Sukapura memiliki banyak konsep geometri dan sejumlah keteraturan. Sejarah batik Sukapura dimulai dari para pengrajin batik dari Jawa Tengah yang pindah ke Jawa Barat akibat terjadinya peperangan. Saat ini batik tulis semakin terdistorsi akibat perkembangan jaman yang berpindah ke batik cetak bahkan batik digital-printing. Ciri khas batik Sukapura adalah bermotif alam. Dari sudut pandang semiotika, tanda-tanda dari motif ini bukan sekedar pola dan keteraturan matematis namun memiliki makna dan pesan moral yang sangat sesuai dengan falsafah hidup masyarakat Sunda. Penggabungan kajian semiotika dan matematika ini dianggap mampu memberikan penguatan kepada para siswa dalam memaknai nilai-nilai etnomatematika sebagai upaya mengembalikan status matematika yang saat ini dipandang terpisah dari budaya (culturally-free).Kata kunci: sejarah batik sukapura, semiotika
Proses berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah geometri berdasarkan teori Van Hiele ditinjau dari gender Iyad Mulyadi; Dedi Muhtadi
JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika) Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jp3m.v5i1.661

Abstract

This study aims to determine the thinking process of students in solving geometric problems based on Van Hiele's theory in terms of gender. The subjects in this study were 6th grade VII students in one of the public MTs in Pangandaran Regency, which consisted of 3 male and 3 female students, each of whom was capable of high, medium and low. The method used is qualitative research. Data collection techniques were carried out by test and interview methods. The results showed that in terms of gender high-ability male students are at level 2 (informal deduction), male students are capable of being at level 1 (analysis), while low-ability male students are at level 0 (visualization). The female students with high and moderate abilities are at level 1 (analysis), and low-ability female students are at level 0 (visualization). Keywords: Thinking process, geometry, van Hiele's theory, gender

Page 1 of 1 | Total Record : 6