cover
Contact Name
aep sunendar
Contact Email
aep.sunendar@unsil.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
aep.sunendar@unsil.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika)
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : 24608599     EISSN : 25812807     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Pendidikan Matematika), dengan ISSN 2460-8599 (print) dan ISSN 2581-2807 (online), adalah jurnal peer-review yang dipublikasikan dua kali setahun (April-September, dan Oktober-Maret) oleh Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi. Jurnal ini menerbitkan tulisan khusus hasil penelitian dalam pendidikan dan pengajaran matematika.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2020)" : 6 Documents clear
Cover, Redaktur, TOC, Suplemen JP3M ... jp3m unsil
JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika) Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jp3m.v6i1.1553

Abstract

Learner’s Mathematical Conceptual Understanding and Its Relation to The Mathematical Communication Skills Joko Krismanto Harianja; Sarah Lorin Hernadi; Isabela Indah
JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika) Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jp3m.v6i1.1207

Abstract

ABSTRACTThis research was basically conducted to improve students’ understanding of mathematical concepts and mathematical communication skills both verbally and non-verbally using the Rally Coach learning method. In addition, the main purpose of this study is to examine and analyze the relationship between students’ understanding mathematical concepts and mathematical communication. Therefore, the authors first design instruments to measure students’ understanding of mathematical concepts and mathematical communication skills that have been adapted to indicators. This study is based on correlational research method. The instrument was tested to see its validity and reliability using the Cronbach Alpha formula. The results show that the application of the Rally Coach learning model has a positive influence in improving students’ understanding of mathematical concepts and mathematical communication. The results of the analysis by statistical testing with Pearson correlation show that there is a relationship between understanding mathematical conception and mathematical communication skills, but the relationship is not so strong. This can be seen from observations made by authors, some students are able to understand mathematical problems, but are not fully able to communicate verbally.Keywords: mathematical communication; mathematical conceptual understanding; Pearson correlation; rally coach; validity and reliability test.
Keefektifan pendekatan kontekstual berbasis budaya lokal ditinjau dari prestasi, minat belajar, dan apresiasi terhadap matematika Eka Sulistyawati
JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika) Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jp3m.v6i1.1421

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan keefektifan pendekatan kontekstual berbasis budaya lokal dan pendekatan konstekstual dalam pembelajaran matematika dan pendekatan pembelajaran yang lebih efektif  diantara pendekatan  kontekstual dan pendekatan kontekstual berbasis budaya lokal ditinjau dari prestasi belajar, minat belajar dan apresiasi siswa terhadap matematika. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Girimulyo yang memiliki karakteristik yang sama. Sampel penelitian ini adalah 2 kelas yang dipilih secara acak dari seluruh populasi. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) untuk mengidentifikasi perbedaan keefektifan antara pendekatan kontekstual berbasis budaya lokal dan pendekatan kontekstual. Untuk mengetahui pendekatan yang lebih efektif diantara pendekatan kontekstual berbasis budaya lokal dan pendekatan kontekstual data dianalisis menggunakan univariate independent sample t-test. Untuk mengetahui keefektifan pembelajaran matematika menggunakan pendekatan kontekstual berbasis budaya lokal dan pendekatan kontekstual digunakan uji proporsi. Hasil penelitian ini adalah 1) Pendekatan kontekstual berbasis budaya lokal lebih efektif  ditinjau dari prestasi belajar matematika, minat belajar dan apresiasi siswa terhadap matematika; 2) Pendekatan kontekstual efektif ditinjau dari prestasi belajar dan apresiasi siswa terhadap matematika; 3)  Pendekatan kontekstual berbasis budaya lokal lebih efektif dibandingkan pendekatan kontekstual ditinjau dari apresiasi siswa terhadap matematika.  This study aims to describe the effectiveness of teaching mathematics using contextual based on local culture approach and contextual approach and the more effective teaching between contextual based on local culture approach and contextual approach based on student achievement, learning interest, and students appreciation toward mathematics. This research is a quasi-experimental design with nonequivalent groups pretest-posttest control group design. The research population are all of year VIII students that have same characteristic with students in SMP Negeri 4 Girimulyo. The sample consisted of two classes that were randomly established from SMP Negeri 4 Girimulyo. The data were analyzed by means of Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) to determine the differences in the effectiveness between the first experimental class and second experimental class, continued with univariate independent sample t-test to see if the contextual based on local culture approach is more effective than contextual approach. To test the effectiveness of mathematics teaching using contextual based on local culture approach and contextual approach, a proportion test was used. The results of the study shows that: 1) the contextual based on local culture approach are effective in teaching mathematics based on students’ learning achievement, students’ learning interest and appreciation toward mathematics; 2) the contextual approach are effective in teaching mathematics based on students’ learning achievement and appreciation toward mathematics; 3) the contextual based on local culture approach is more effective than contextual approach based on students' appreciation toward mathematics.
Validitas Model Pembelajar IDEA (Issue, Discussion, Establish, and Apply) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Setiawan, Yayan Eryk; Mustangin, Mustangin
JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika) Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jp3m.v6i1.1432

Abstract

Salah satu hal penting dalam pembelajaran matematika adalah menekankan pemahaman konsep. Namun, kesalahan konsep dalam menyelesaikan masalah matematika masih umum ditemukan. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesalahan konsep adalah mengembangkan model pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman konsep. Model pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini disebut model pembelajaran IDEA (Issue, Discussion, Establish, and Apply). Setelah berhasil dirancang, validitas model pembelajaran IDEA diuji. Tes validitas model pembelajaran IDEA dilakukan oleh 2 ahli dan 1 praktisi. Hasil uji validitas model pembelajaran IDEA menunjukkan bahwa model pembelajaran IDEA valid dan dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep.One of the important things in learning mathematics is to emphasize understanding of concepts. However, concept errors in solving mathematical problems are still commonly found. One solution that can be done to overcome the concept errors is to develop a learning model to improve concept understanding. This research aims to develop a learning model that can improve concept understanding. The learning model developed in this study is called the IDEA learning model (Issue, Discussion, Establish, and Apply). After successfully designed, the validity of the IDEA learning model was tested. The validity test of the IDEA learning model is conducted by 2 experts and 1 practitioner. The validity test results of the IDEA learning model show that the IDEA learning model is valid and can be used to improve understanding of concepts.
Etnomatematika: Eksplorasi Candi Borobudur Rahmi Nur Fitria Utami; Dedi Muhtadi; Nani Ratnaningsih; Sukirwan Sukirwan; Hasan Hamid
JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika) Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jp3m.v6i1.1438

Abstract

Matematika merupakan ilmu tentang pola, struktur dan bentuk yang terintegrasi dalam budaya  masyarakat. Konsep-konsep matematika yang diaplikasikan, merujuk pada aktivitas, kebiasaan, ataupun adat kehidupan masyarakat dalam menyelesaikan masalah disebut etnomatematika. Salah satu aplikasi etnomatematika ini terdapat pada Candi Borobudur. Candi Borobudur adalah megastruktur konseptual matematika yang dibangun sejak berabad-abad tahun yang lalu, dimana pada masa itu belum berkembang teknologi modern. Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang ajaran, filosofi, dan konsep matematika yang terdapat dalam Candi Borobudur, serta hubungan dari ketiganya. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dengan pendekatan historis dan kultural. Simpulan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Candi borobudur sebagai produk etnomatematika menyajikan berbagai konsep agama, moral, budaya, dan matematika, (2) Secara keseluruhan, konsep-konsep tersebut memiliki hubungan dan keterkaitan diantara satu sama lain, (3) Konsep-konsep yang disepakati dan diterapkan dalam realita kehidupan, telah membawa matematika sebagai produk budaya yang tertanam sejak zaman dahulu meskipun mereka tidak menyadarinya, dan (4) Candi borobudur merupakan contoh monumen dari orkesta matematika dalam bentuk etnomatematika.Math is the science about the patterns, structures, and shape, integrated into the culture of the life of the community. Mathematical concepts which applicated in the cultural community, refer to activities or customs, habits, life incomplete the problem is called ethnomathematics. One of these ethnomathematics application is present on the Borobudur Temple. Borobudur Temple is a conceptual mathematical megastructure that was built centuries years ago, which at the time was not yet developing modern technology. The purpose of this study is to discuss the form of teaching, philosophy and mathematical patterns of the structure of the building of the temple, as well as the relationship of the third focus of the study. This research method using exploratory with historical and cultural approaches. The conclusions of this research are as follows: (1) Borobudur temple as ethnomatematics product presents various religious, moral, cultural, and mathematical concepts, (2) Overall, these concepts have a relationship and interrelationships with each other, (3) Concepts which are agreed upon and applied in the reality of life, have brought mathematics as a cultural product that has been embedded since ancient times even though they were not aware of it, and (4) Borobudur temple is an example of a monument of a mathematical orchestra in the form of ethnomatatics.
Eksplorasi etnomatematika dalam merancang kebaya dilihat dari filosofi dan pelajaran matematika Depi Setialesmana; Elis Nurhayati; Zulpi Miftahudin
JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika) Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jp3m.v6i1.1174

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengekplor etnomatematik dalam merancang kebaya dilihat dari filosofi dan  manfaat pelajaran matematika. Pendekatan menggunakan etnografi. Pelaku dalam penelitian ini bertempat di Bonokeling Desa Pakuncen Kecamatan Jatilawang. Aktivitas dalam kegiatan ini pengamatan dan penelitian terhadap etnomatematik dalam filosofi dan merancang kebaya. Pengumpulan data dengan cara wawancara ke informan. Hasil penelitian dilapangan dan wawancara dalam merancang kebaya tidak terlepas dari filosofi karena dalam merancang kebaya tidak terlepas dari pola yang dibuat secara dibuat manual (dengan tangan) dan diukur (dijahit), tapi sekarang kebanyakan dengan mesin jahit. Kebaya yang dikenakan para ibu-ibu di Bonokeling sudah menjadi tradisi dipakai dalam kehidupan sehari-hari, ketika ada orang yang meninggal dan acara-acara keagamaan atau ritual-ritual tertentu. Manfaat pelajaran matematika sangat penting kaitannya dengan pola bilangan, geometri dan skala.The purpose of this research is to exploring ethnomatematics in designing kebaya as seen from philosophy and the benefits of mathematics lessons. Approach to using ethnography. The actors in this study were housed in Bonokeling, Pakuncen Village, Jatilawang District. Activities in this activity are observations and research on ethnomatematics in the philosophy and design of kebaya. Data collection by interviewing informants. The results of field research and interviews in designing kebaya are inseparable from philosophy because in designing kebaya is inseparable from patterns that are made manually (by hand) and measured (sewn), but now mostly with sewing machines. Kebaya worn by the mothers in Bonokeling has become a tradition used in everyday life, when there are people who die and certain religious events or rituals. The benefits of mathematics are very important because they are learned in vocational high schools, which have to do with mathematics about number patterns and scale.

Page 1 of 1 | Total Record : 6