cover
Contact Name
Rachmawati Hasid
Contact Email
rhasid64@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bulpenagr@uho.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Berkala Penelitian Agronomi
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 20899858     EISSN : 25023314     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Berkala penelitian agronomi adalah media penyebaran hasil-hasil penelitian ilmiah interdisipliner agronomi pertanian, yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen dan peneliti serta pemerhati Agronomi dengan misi meningkatkan pengetahuan dan keterampilan profesional.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2020)" : 8 Documents clear
Pengendalian Hama Plutella xylostella L. pada Tanaman Kubis yang Ditumpangsarikan dengan Tanaman Tomat Nurmas, Andi; Mallarangeng, Rahayu; Kristianto, Andi
Berkala Penelitian Agronomi Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/bpa.v8i1.12087

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pola tanam terhadap keberadaan hama dan musuh alami, intensitas kerusakan tanaman kubis dan produktivitas lahan tumpangsari kubis dan tomat. Penelitiandilakukan di Laboratorium Lapangan Kebun Percobaan IIdan Laboratorium Unit Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, Kendari, pada bulan April hingga Juni 2018.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 kali ulangan sebagai kelompok sehingga diperoleh 24 unit percobaan, yang terdiri dari monokultur kubis (MK), monokultur tomat (MT), tumpangsari kubis + tomat berjalur (TB) dan tumpangsari kubis + tomat selang-seling (TS). Variabel yang diamati yaitu: (1) intensitas kerusakan daun kubis (%), (2) jenis hama yang ditemukan selama penelitian,  (3) produksi kubis (g), (4) produksi tomat, dan (5) Land Equivalent Ratio (LER).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola tanam tumpangsari kubis + tomat berjalur dan tumpangsari kubis + tomat berselang-seling mampu menekan intensitas serangan hama Plutella xylostella L. danSpodoptera litura. Tumpangsari kubis + tomat berjalur merupakan perlakuan pola tanam terbaik dengan nilai Land Equivalent Ratio (LER) > 1,50. Kata kunci : Jenis hama, Land Equivalent Ratio (LER), Tumpangsari kubis+tomat
Pengaruh Bahan Organik terhadap Spora Fungi Mikoriza Arbuskula dalam Tanah, dan Potensi Tanahnya Sebagai Sumber Inokulum Fahyu Sanjaya, Muhammad; Harjoni Kilowasid, Laode Muhammad; Sabaruddin, Laode; Sulaeman, Darwis; Nurmas, Andi
Berkala Penelitian Agronomi Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/bpa.v8i1.12938

Abstract

Penambahan bahan organik dapat mengubah kondisi dan populasi spora mikoriza arbuskular di tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh campuran berbagai jenis bahan organik terhadap kepadatan fungi mikoriza arbuskula (FMA) dalam tanah, dan potensi tanahnya sebagai sumber inokulum spora FMA. Perlakuan yang diuji dalam penelitian ini adalah campuran tiga jenis bahan organik dengan komposisi (berat / berat), yaitu: B1 (25% serasah pangkasan daun gamal + 50% cangkang biji kakao + 25% bagas sagu), B2 (50% serasah pagkasan daun gamal + 25% cangkang biji kakao + 25% bagas sagu), B3 (25% serasah pangkasan daun gamal + 25% cangkang biji kakao + 50% bagas sagu), B4 (50% serasah pangkasan daun gamal + 50% cangkang biji kakao + 0% bagassagu), B5 ( 50% serasah pangkasan daun gamal + 0% cangkang biji kakao + 50% bagas sagu), B6 (0% serasah pangkasan daun gamal + 50% cangkang biji kakao + 50% bagas sagu), dan setiap perlakuan diulang tiga kali, dan pengacakan mengikuti prosedur rancangan acak kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi bahan organik memiliki pengaruh signifikan terhadap total spora AMF dalam tanah, dengan kepadatan total tertinggi yang terjadi pada perlakuan B4. Tanaman tertinggi pada umur tanam 4 MST, 6 MST, 8 MST, 10 MST, dan 12 MST terjadi pada perlakuan B0. Ukuran diameter batang terbesar pada bibit 6 MST terjadi pada perlakuan B6. Luas daun terlebar dari semua usia 6 MST, 8 MST, 10 MST, dan 12 MST terjadi dalam perlakuan B0. Sementara itu, efek pada jumlah daun, jumlah spora mikoriza di tanah semai, dan persentase infeksi FMA akar tidak signifikan. Disimpulkan bahwa komposisi campuran berbagai jenis bahan organik mempengaruhi kepadatan total spora FMA dalam tanah. Kehadiran serasah pangkasan daun gamal dalam campuran jenis bahan organik yang ditambahkan ke dalam tanah dapat memicu kemampuan infektivitas dari inokulum spora FMA yang terbawa dalam tanah tersebut ke akar bibit kakao. Kata Kunci: Infektif, inokulum, mikoriza, tipe bahan organic
Pengaruh Pupuk Organik MOF terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi Gogo (Oryza zativa L.) Kultivar Rantepera pada Sistem Tanam yang Berbeda Kule, Gabriel; Pasolon, Yulius B.; Afa, La Ode
Berkala Penelitian Agronomi Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/bpa.v8i1.12537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik MOF terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi gogo kultivar rantepera pada sistem tanam yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pombulaa Jaya kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan yang terletak pada kordinat 04000’4.59”S-122031’40.9”E dengan ketinggian tempat ± 13,33  m dpl. dan di Laboratorium Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo yang dilaksanakan  dari bulan Desember 2018 sampai Mei  2019. Penelitian ini menggunakan rancangan  petak terbagi dalam pola racangan acak kelompok (RAK).   Sistem tanam (T) sebagai petak utama yaitu sistem tanam langsung (T1) dan sistem tanam pindah (T2). Pupuk organik MOF (M) sebagai anak petak yaitu tanpa pupuk MOF (M0), pupuk MOF 5 t.ha-1 (M1) dan pupuk MOF 7 t.ha-1 (M2). Perlakuan ini terdiri dari 6 kombinasi yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 18 unit percobaan.  Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas  daun (cm-2), umur berbunga, umur panen,  panjang  malai (cm) per rumpun, total gabah per malai (butir), jumlah gabah isi per malai (butir), jumlah gabah hampa per malai (butir), bobot 1000 butir gabah (g), bobot gabah perumpun (g) dan produksi per hektar (t.ha-1). Data pengamatan dianalisis ragam, jika terdapat pengaruh nyata dan pengaruh sangat nyata dilanjutkan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sistem tanam dan pupuk organik MOF 821 berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil dua kultivar tanaman padi gogo. Mandiri sistem tanam langsung dapat meningkatkan produksi tanaman dibandingkan dengan sistem tanam pindah dan pupuk MOF dosis 7 t.ha-1  lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya.                                   Kata kunci: pupuk MOF 831, kultivar  rantepera, sistem tanam pindah.
Respon Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Pada Pemberian Biochar dan MOL. Adam, Sitti Putri Fitriah Madjidir; Bahrun, Andi; Alwi, La Ode
Berkala Penelitian Agronomi Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/bpa.v8i1.13314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perlakuan pemberian biochar dan larutan MOL terhadap pertumbuhan bibit tanaman kakao. Penelitian di laksanakan di rumah kaca pada Laboratorium Lapangan Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara, pada bulan Juni sampai bulan November tahun 2019. Dengan menggunakan  metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial. Faktor pertama adalah Biochar Kulit Buah Kakao (B) yang terdiri dari 3 (tiga) taraf, yaitu tanpa biochar kulit buah kakao (B0), biochar kulit buah kakao 30 g/polybag (B1), biochar kulit buah kakao 60 g/polybag (B2). Sedangkan faktor kedua adalah Mikro Organisme Lokal (MOL) (M) dari bonggol pisang, rebung bambu dan sabut kelapa  yang terdiri dari 3 (tiga) taraf, yaitu tanpa MOL (M0), MOL 40 ml/polybag(M1),  MOL 80 ml/polybag(M2). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 27 unit percobaan. Data hasil pengamatan di alanalisis dengan analisis ragam, di lanjutkan dengan uji UJBD jika terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi perlakuan biochar dan larutan MOL berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit tanaman kakao yang ditunjukkan dengan peningkatan tinggi tanaman, dan berpengaruh sangat nyata terhadap berat basah akar,  berat kering tajuk dan akar serta panjang akar. Interaksi Pemberian perlakuan biochar 30 g/polybag dan larutan MOL 80 ml/polybag mampu meningkatkan pertumbuhan bibit tanaman kakao dibandingkan dengan kontrol.
Pertumbuhan dan hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Lahan Kering Marginal dengan aplikasi Mikoriza Arbuskula dan Pupuk Kotoran sapi Hasid, Rachmawati; Arma, Makmur Jaya; Nurmas, Andi; Sadar, Sadar
Berkala Penelitian Agronomi Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/bpa.v8i1.9082

Abstract

Budidaya tanaman pada lahan marginal mengalami berbagai tantangan terkait tingkat kesuburan yang rendah dan seringkali memiliki sifat fisik dan biologi tanah yang kurang mendukung pertumbuhan tanaman. Dalam hal ini, input teknologi berupa pemanfaatan bahan organik dan pupuk hayati sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas lahan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mempelajari sejauhmana pengaruh mikoriza arbuskula indigenous dan pupuk kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pulut lokal Ereke di Lahan kering marginal. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo Kendari. Rancangan yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dalam pola faktorial. Faktor pertama adalah inokulasi mikoriza arbuskula (MA) yang terdiri dari 2 (dua) taraf yaitu tanpa inokulasi (M0) dan inokulasi MA 50 g per lubang tanam (M1). Faktor kedua adalah pemberian pupuk kotoran sapi yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu tanpa pupuk (K0), menggunakan pupuk kotoran sapi 2,5 t. ha-1 (K1), 5 t. ha-1 (K2), 7,5 t. ha-1 (K3), 10 t. ha-1 (K4), dan 12,5 t. ha-1 (K5). Dari dua faktor tersebut diperoleh 12 kombinasi perlakuan yang ditempatkan dalam tiga kelompok sehingga seluruhnya terdapat 36 unit percobaan. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi inokulasi mikoriza arbuskula dengan pupuk kandang mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman pada lahan marginal. Perlakuan terbaik diperoleh pada inokulasi MA 50 g per tanaman dengan takaran pupuk kandang 12,5 t. ha-1 .Kata kunci : Indigenous, jagung pulut, lokal Ereke.
Insidensi Penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) dan Kepadatan Populasi Serangga Vektor Diaphorina citri pada Tanaman Jeruk di Pulau Siompu Kabupaten Buton Selatan Ratu, Serli; Taufik, Muhammad; Khaeruni, Andi
Berkala Penelitian Agronomi Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/bpa.v8i1.13854

Abstract

Jeruk keprok siompu merupakan salah satu tanaman unggulan Sulawesi Tenggara. Produktivitas jeruk keproksiompu semakin menurun karena adanya gangguan penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) yang disebabkanLiberobacter asiaticum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat insidensi penyakit CVPD dan populasiserangga vektor Diaphorina citri di Pulau Siompu Kabupaten Buton Selatan Propinsi Sulawesi Tenggara. Pengamatandilakukan di empat desa lokasi pertanaman jeruk keprok Siompu, yaitu Desa Kaimbulawa, Waindawula, Batu Awu danTongali. Variabel yang diamati adalah kondisi pertanaman jeruk, gejala penyakit CVPD, insidensi penyakit CVPD danpopulasi serangga vektor D. citri. Data yang diperoleh dianalisis dengan tabulasi sederhana. Rata-rata kejadianpenyakit CVPD di Desa Kaimbulawa sebesar 74,45%, di Desa Waindawula sebesar 56,52%, di Desa Batu Awu sebesar4,45% dan di Desa Tongali sebesar 6,65%. Serangga vektor D. citri ditemukan di dua lokasi pengamatan yakni di DesaKaembulawa dengan rata-rata populasi 4,11 ekor/pohon dan di Desa Waindawula dengan rata-rata populasi 1,06ekor/pohon.Kata kunci :CVPD, Diaphorina citri, Liberobacter asiaticum, Jeruk Keprok Siompu
Efektivitas Pupuk Bokashi dan Beberapa Ekotipe terhadap Pertumbuhan Kacang Tanah pada Lahan Kering di Kecamatan Baito Kabupaten Konawe Selatan Yahya, Suyati; Ray Sadimantara, I Gusti; Rahni, Nini Mila; Sabaruddin, Laode; Halim, Halim
Berkala Penelitian Agronomi Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/bpa.v8i1.12789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara ekotipe kacang tanah lokal Muna dan pupuk bokashi terhadap pertumbuhan kacang tanah pada lahan kering di Kecamatan Baito Kabupaten Konawe Selatan.Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Baito, Kabupaten Konawe Selatan.Analisis  laboratorium dilaksanakan di Laboratorium Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, Kendari. Penelitian ini berlangsung pada Bulan Februari sampai Bulan April 2019.Rancangan yang digunakan rancangan acak kelompok pola faktorial dua faktor yaitu faktor pertama adalah ekotipe kacang tanah dan faktor kedua adalah pupuk bokashi.Parameter yang diamati yaitu laju tumbuh relatif, indeks luas daun dan laju asimilasi bersih.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh interaksi antara ekotipe kacang tanah lokal Muna dan pupuk bokashi terhadap laju tumbuh relatif umur 49-56 HST, indeks luas daun pada umur 49-56 HST dan laju asimilasi bersih umur 35-56 HST. Kata kunci : ekotipe kacang tanah lokal muna, pupuk bokashi.
Suhu Tanah dan Salinitas pada Lahan Cabai Rawit yang Diamandemen Biochar Nasir, La Ode
Berkala Penelitian Agronomi Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/bpa.v8i1.13078

Abstract

Suhu dan salinitas tanah sebagai salah satu faktor lingkungan mikro tanah yang berperan penting dalam mengendalikan proses-proses biologis dalam ekosistem tanah tropika. Biochar dapat mengubah lingkungan mikro tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh biochar yang sebagai bahan pembenah tanah terhadap suhu tanah dan salinitas tanah. Perlakuan percobaan terdiri atas tanpa biochar (B0) dan dengan diamandemen 3 kg biochar (B1). Tiap perlakuan diulangi sebanyak lima kali, mengikuti prosedur rancangan acak kelompok, sehingga terdapat 10 unit/petak perlakuan. Suhu dan salinitas tanah diukur sebanyak empat kali dalam sehari, yakni pada pukul 10.00, 13.00, 17.00, dan 24.00 menggunakan Hanna Soil Test. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh suhu dan salinitas tanah yang diberi biochar dengan dosis 5 ton/ha dibandingkan tanpa biochar, namun perbedaannya tidak signifikan secara statistik. Kesimpulan, biochar sebagai agen pembenah tanah dengan dosis 5 ton/ha memiliki pengaruh terhadap suhu dan salinitas tanah dibanding tanah yang tidak diberi biochar, namun tidak signifikan. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengetahui bahan baku, metode pembuatan dan dosis yang tepat untuk memberikan perbaikan tanah secara signifikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8