cover
Contact Name
Rachmawati Hasid
Contact Email
rhasid64@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bulpenagr@uho.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Berkala Penelitian Agronomi
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 20899858     EISSN : 25023314     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Berkala penelitian agronomi adalah media penyebaran hasil-hasil penelitian ilmiah interdisipliner agronomi pertanian, yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen dan peneliti serta pemerhati Agronomi dengan misi meningkatkan pengetahuan dan keterampilan profesional.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2020)" : 9 Documents clear
Evaluasi Viabilitas dan Patogen Terbawa Benih Jagung pada Perlakuan Fisik dan Kimia Ramdan, Evan Purnama; Arti, Inti Mulyo; Risnawati, Risnawati
Berkala Penelitian Agronomi Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/bpa.v8i2.14900

Abstract

Benih merupakan salah satu bahan tanam penting dalam teknologi produksi pertanian.Oleh karena itu kualitas benih secara genetik, fisiologik, dan fisik perlu diperhatikan secara seksama. Kualitas benih dapat dilihat dari viabilitas benih untuk tumbuh normal menjadi individu tanaman baru. Penelitian bertujuan mengevaluasi viabilitas dan patogen yang menginfeksi benih jagung dengan perlakuan fisik dan kimia. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial yang terdiri dari 10 perlakuan meliputi 1) perlakuan fisik dengan cara dipanaskan dengan pada suhu 40 oC microwave selama 10, 20, 30, 40 detik dan tanpa pemanasan sebagai kontrol, 2) perlakuan kimia dengan cara perendaman benih pada fungisida berbahan aktif difenokonazol selama 15 menit pada konsentrasi 0,5%, 1%, 2%, 3%, dan perendaman dengan aquades sebagai kontrol. Benih yang telah diberi perlakuan ditanam menggunakan teknik growing on test. Kemudian diinkubasi selama satu minggu. Daya kecambah dan pertumbuhan patogen diamati pada akhir inkubasi. Patogen yang menginfeksi kemudian diidentifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan fisik menunjukkan viabilitas benih paling baik (100%) dibandingkan perlakuan kimia. Pengaruh perlakuan kimia difenokonazol dengan konsentrasi 3% menurunkan daya infeksi patogen tular benih sebesar 82% dibandingkan dengan kontrol. Patogen yang teridentifikasi terbawa benih jagung yaitu Aspergillus sp., Fusarium sp. dan Rhizofus sp. Kata Kunci : Aspergillus, Fusarium, mutu benih, perlakuan benih, Rhizofus sp.
Pengaruh Biochar Kulit Buah Kakao dan Berbagai Agens Hayati Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao Arham, Arham; Bahrun, Andi; Karimuna, La; Rakian, Tresjia Corina; Gusnawaty H.S., Gusnawaty H.S.
Berkala Penelitian Agronomi Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/bpa.v8i2.14763

Abstract

The use of cocoa pod husk biochar and various biological agents in the planting medium significantly increased the growth of cocoa seedlings. The research was conducted using a Randomized Block Design (RBD) with a Split Plot pattern.  The main factors consisted of 2 (two) treatment levels, namely: B0 (without biochar of cocoa pod skin) and B1 (15 g of cocoa pod husk biochar), while the child factors consisted of 4 (four) treatment levels, namely: A0 (without biological agents), M (arbuscular mycorrhiza 15 g), MR (arbuscular mycorrhizae 15 g + 15 ml rhizobacteria) and MT (arbuscular mycorrhizae 15 g + Trichoderma sp. 15 ml), so that there are 8 (eight) treatment combinations, namely: B0A0 (without biochar and without biological agents), B0M (without cocoa pod husk biochar + arbuscular mycorrhizae 15 g), B0MR (without cocoa pod husk biochar + arbuscular mycorrhizae 15 g + rhizobacteria 15 ml), B0MT (without cocoa pod husk biochar + arbuscular mycorrhiza 15 g + Trichoderma sp. 15 ml), B1A0 (cocoa pod husk biochar 15 g + without biological agents), B1M (cocoa pod husk biochar 15 g + arbuscular mycorrhizae 15 g), B1MR (cocoa pod husk biochar 15 g + arbuscular mycorrhizae 15 g + rhizobacteria 15 ml), B1MT (cocoa pod husk biochar 15 g + arbuscular mycorrhizae 15 g + Trichoderma sp. 15 ml), which repeated 4 (four) times so that there are 32 experimental units.  The variables observed were plant height, total leaf area, number of leaves, root length, root dry weight, shoot dry weight. The results showed that the interaction of cocoa pod husk biochar and biological agents had no significant effect on the growth of cocoa seedlings. Application of cocoa pod husk biochar 15 g/polybag had a significant effect in increasing the growth of cocoa seedlings compared to without cocoa pod husk biochar, while the application of biological agents was shown in the 15 g arbuscular mycorrhizae + Trichoderma sp. 15 ml / polybag has a very significant effect on increasing the growth of cocoa seedlings compared to without biological agents.Keywords:  Biochar, arbuscular  mycorrhizal, nutrient uptake.
Karakterisasi Morfologi Phytophthora Asal Cabai dan Seleksi Ketahanan Enam Genotipe Cabai Rawit (Capsicum frutescens) terhadap Penyakit Busuk Akar Wartono, Wartono; Kirana, Rinda
Berkala Penelitian Agronomi Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/bpa.v8i2.15175

Abstract

Penyakit busuk akar yang disebabkan oleh Phytophthora capsici merupakan penyakit yang sering dijumpai padatanaman cabai rawit. Identifikasi patogen penyebab penyakit dan penyediaan varietas tahan merupakan hal penting yangperlu dilakukan untuk menentukan tindakan pengendalian yang tepat. Penelitian bertujuan mengkarakterisasiPhytophthora asal cabai dan mengevaluasi ketahanan enam genotipe cabai rawit terhadap dua isolat Phytophthora.Phytophthora diisolasi dari dua lokasi tanaman cabai di Jawa Barat. Karakter yang diamati adalah bentuk koloni,sporangia, papila, sporangiofor, dan tipe kawin. Genotipe cabai rawit yang dievaluasi terdiri dari 5 kultivar dan 1 galur.Inokulasi dilakukan pada tanaman berumur 5 minggu dengan menyiramkan 5 mL suspensi zoospora dengan kerapatan2000 zoospora/mL di sekitar perakaran. Pengamatan insidensi dan keparahan penyakit mulai dilakukan pada 3 sampaidengan 37 hari setelah inokulasi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa isolat Phytophthora yang dikarakterisasimempunyai kemiripan morfologi dengan P. capsici. Isolat B1 menunjukkan tingkat virulensi lebih tinggi dibandingkandengan isolat PCB5.1. Berdasarkan hasil evaluasi diketahui bahwa kultivar Lokal Lembang dan Midun bereaksi tahanterhadap Phytophthora isolat B1 dan PCB5.1. Sementara kultivar Madun dan Tripang hanya tahan terhadap isolatPCB5.1.Kata kunci: busuk akar, cabai, evaluasi ketahanan, Phytophthora
Analisis Neraca Air Lahan untuk Perencanaan Waktu Tanam Tanaman Pangan pada Lahan Kering di Kabupaten Kolaka Yunatas, Aris; Sabaruddin, Laode; Madiki, Abdul
Berkala Penelitian Agronomi Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/bpa.v8i2.14441

Abstract

Waktu dan pola tanam yang tepat  di suatu wilayah sangat penting diketahui untuk mempertahankan produktivitas tanaman dalam kondisi air yang terbatas (defisit). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkajilama periode waktu  surplus dan defisit pada lahan kering (2) mengkaji waktutanam yang tepatuntuktanamanpangan pada lahankeringberdasarkananalisisneraca air lahan di Kabupaten Kolaka. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Kolaka khususnya di Kecamatan Toari, Kecamatan Polinggona, Kecamatan Watubangga dan kecamatan Tanggetada,  mulai bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2020. Metode yang digunakan adalah metode tumpang tindih (overlay) antara penyebaran rata-rata curah hujan dasarian dengan evapotranspirasi potensial, kebutuhan air tanaman dan neraca air lahan. Hasil analisis neraca air lahan dapat diketahui bahwa kabupaten Kolaka mengalami periode surplus air yaitu pada bulan Februari dasarian ketiga sampai bulan Juni dasarian kedua, sedangkan periode defisit air terjadi pada bulan Juni dasarian ketiga sampai bulan November dasarian kedua. Kabupaten Kolaka hanya dapat sekali waktu penanaman, periode waktu tanam yang sesuai analisis neraca air lahan adalah bulan Februari dasarian ketiga sampai bulan Juni dasarian kedua.
Respon Produksi Kelapa Sawit (Elaeis guinensis Jacq.) terhadap Solum Dangkal (Studi Kasus: Kabupaten Kutai Timur) Noviana, Githa; Ardiani, Fani
Berkala Penelitian Agronomi Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/bpa.v8i2.13196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedalaman solum terhadap produksi tandan buah segar kelapa sawit (TBS). Penelitian dilakukan di PT. SSG pada blok tanaman menghasilkan tahun tanam 2014 yang terletak di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Data penelitian adalah data produksi TBS mulai dari bulan Januari 2018 hingga Desember 2019 pada kedalaman solum 30 cm, 60 cm, dan 80 cm. Analisis data menggunakan metode regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh kedalaman solum terhadap produksi TBS. Nilai R Square menunjukkan angka 0,632, yang artinya pengaruh kedalaman solum sebesar 63,2% terhadap produksi TBS. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa produksi TBS kelapa sawit tertinggi per hektar ditemukan pada kedalaman solum lebih dari 80 cm, sedangkan pada solum dangkal menunjukkan penurunan produksi TBS. Dengan demikian, kedalaman solum yang baik untuk tanaman kelapa sawit lebih dari 80 cm, di mana perkembangan akar dan penyerapan nutrisi lebih efektif yang berdampak pada produksi tanaman.
Aplikasi Mulsa Daun Pisang dan Pupuk Organik Cair (POC) Bonggol Pisang terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) Nurmas, Andi; Adawiyah, Robiatul; Harjoni KW, Laode Muh.; Rakian, Tresjia Corina; Leomo, Sitti; Nurhalimah, Sitti
Berkala Penelitian Agronomi Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/bpa.v8i2.15176

Abstract

Rendahnya produktivitas tanaman cabai di Sulawesi Tenggara disebabkan kesuburan tanah yang rendah danketersediaan air yang terbatas akibat perubahan iklim terutama pada musim kemarau. Tanah-tanah di Sulawesi Tenggaradidominasi tanah marginal sehingga menjadi salah satu faktor penghambat pertumbuhan dan produksi tanaman. Salahsatu upaya yang dapat dilakukan dengan teknologi pemulsaan dan pemberian pupuk organik cair. Tujuan penelitianuntuk mengetahui pengaruh mulsa daun pisang dan POC bonggol pisang dalam meningkatkan pertumbuhan tanamancabai. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Kebun Percobaan II Fakultas Pertanian UHO. yangberlangsung bulan Mei-Agustus 2019. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) polafaktorial. Faktor I adalah mulsa daun pisang (M) terdiri atas 3 taraf yaitu kontrol (M0), Mulsa daun pisang 2 kg perpetak(M1) dan Mulsa daun pisang 4 kg perpetak (M2). Faktor II adalah POC bonggol pisang yang terdiri atas 3 taraf yaitukontrol (P0), POC 10 ml Lˉ1 air (P1) dan POC 20 ml Lˉ1 air (P1). Terdapat 9 kombinasi perlakuan dan masing-masingdiulang 3 kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlahcabang primer, jumlah cabang sekunder dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan mulsadaun pisang dan pupuk organik cair (POC) bonggol pisang memberikan respon berbeda terhadap variabel pertumbuhantanaman cabai, baik secara mandiri maupun interaksi antar perlakuan.Kata Kunci: Mulsa Daun Pisang, Pupuk Organik Cair (POC) bonggol pisang, Tanaman Cabai
Adaptasi Beberapa Varietas Padi Gogo Di Bawah Naungan Kelapa Dalam Karimuna, Siti Rahmah; Raharjo, Didik; Nugroho, Cipto
Berkala Penelitian Agronomi Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/bpa.v8i2.9727

Abstract

Tanaman pangan khususnya padi, selama ini ditanam lebih dominan pada lahan sawah, sedangkan pada lahankering pemanfaatannya belum optimal. Maka dinilai penting untuk meningkatkan pemanfaatan lahan kering untukusahatani padi gogo (Oryza sativa L.). Pemanfaatan lahan kering untuk padi gogo (Oryza sativa L.) dapat dilakukandengan memanfaatkan lahan perkebunan kelapa dalam (Cocos nucifera L). Tujuan dari penelitian ini yaitu untukmengidentifikasi VUB padi gogo yang adaptif pada lahan dibawah tegakan kelapa dalam. Penelitian ini dilaksanakanpada lahan milik petani seluas 2 ha di Desa Ataku, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan Propinsi SulawesiTenggara dan dilaksanakan pada musim kemarau (MK) bulan Mei sampai dengan Oktober 2018. Kajian menggunakanrancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 ulangan (lahan petani sebagai ulangan) dengan luas masing-masing yaitu 0,5ha dan empat perlakuan varietas padi gogo yang terdiri dari 3 VUB (varietas unggul baru) padi gogo yaitu InpagoUnsoed 1, Inpago 8, Inpago 12 serta varietas Dodokero yang sering ditanam petani setempat yang digunakan sebagaipembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa VUB Inpago 12 juga dapat beradaptasi pada lahan yang ternaungikelapa dalam (Cocos nucifera L.) yang ditunjukkan dengan pertumbuhan dan hasil panen lebih tinggi dari varietas padigogo yang lain dengan produktivitasnya mencapai 3,45 ton/ha GKG.Kata kunci : Lahan kering, Inpago 12, Konawe Selatan, Adaptif
Potensi Hasil dan Keragaman Fenotipik Aren (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) Sulawesi Tenggara Fatsan, Ahmad; Sudarsono, Sudarsono; Dinarti, Diny; Maskromo, Ismail
Berkala Penelitian Agronomi Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/bpa.v8i2.14544

Abstract

Aren adalah salah satu jenis palma yang penyebarannya sangat luas di Indonesia, termasuk di provinsi SulawesiTenggara. Pohon aren memiliki banyak manfaat mulai dari akar sampai daun. Bunga aren berbentuk mayang denganuntaian yang berlapis-lapis. Pengamatan fenotipik dan potensi nira aren dilakukan di tiga Kabupaten yaitu Muna, KolakaTimur dan Bombana.Pengamatan potensi aren Sulawesi Tenggara dilakukan dengan cara mengambil sampel 5 pohonaren di Kabupaten Muna, Kolaka Timur dan Bombana. Parameter karakter fenotipik meliputi lingkar batang dankomponen buah serta potensi poduksi. Hasil uji t-test pengamatan fenotipik aren Sulawesi Tenggara menunjukkanperbedaan yang signifikan pada karakter-karakter fase generatif, terutama aren Muna. Aren Bombana memiliki %brix20.6% lebih baik bila dibandingkan dengan aren Muna dan Kolaka Timur. Produksi rata-rata nira Muna lebih tinggidibandingkan kabupaten lainnya dengan rata-rata produksi23.64 l/mayang/hari sedangkan produksi rata-rata arenSulawesi Tenggara 20.65-23.64 l/mayang/hari.Kata kunci : Aren, Brix, Fenotipik, Generatif,Mayang, Nira
Pengaruh Pupuk Organik Hayati dan Kultivar terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi Gogo (Oryza sativa L.) Lokal Buton Utara Arman, Arman; Safuan, La Ode; Hadini, Hamirul
Berkala Penelitian Agronomi Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/bpa.v8i2.14941

Abstract

Tanaman dapat tumbuh dan berproduksi tinggi sesuai potensi genetiknya jika kondisi lingkungan tumbuhnya sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh interaksi pupuk organik hayati dan kultivar terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi gogo lokal. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok dalam pola rancangan petak terbagi. Petak utama yaitu pupuk organik hayati terdiri dari tanpa pupuk organik hayati (P0), pupuk organik hayati dosis 5 t.ha-1 (P1), 10 t.ha-1 (P2), 15 t.ha-1 (P3), d a n 20 t.ha-1 (P4). Anak petak yaitu kultivar terdiri dari Kultivar Wakawondu (K1), Wangkariri (K2), dan Wakombe (K3). Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, jumlah gabah per malai, bobot 1000 butir dan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk organik hayati dan kultivar yang berbeda menghasilkan pertumbuhan dan produksi tanaman padi gogo lokal Buton Utara yang berbeda. Kultivar Wakawondu menunjukkan pertumbuhan dan produksi tanaman terbaik dibandingkan dengan Kultivar Wangkariri dan Wakombe dan pupuk organik hayati dosis 15 t.ha-1 dan 20 ton ha-1 memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi gogo lokal Buton Utara dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Kata Kunci: Kultivar wakawondu, padi gogo lokal, pupuk organik hayati

Page 1 of 1 | Total Record : 9