cover
Contact Name
Septyanto Kurniawan
Contact Email
s_yan_k@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sipilummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
TAPAK (Teknologi Aplikasi Konstruksi) : Jurnal Program Studi Teknik Sipil
ISSN : 20892098     EISSN : 25486209     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TAPAK ISSN: 2548-6209 (Electronic) & ISSN: 2089-2098 (Print) adalah jurnal peer-review yang menerbitkan artikel ilmiah dari disiplin ilmu teknik sipil, yang mencakup bidang studi : • Bahan bangunan dan bangunan, • Mekanika dan fisika struktural, • Rekayasa geoteknik, • Rekayasa jalan dan jembatan, • Rekayasa dan ekonomi perkotaan, • Konstruksi teknologi, ekonomi dan manajemen, • Teknologi informasi dalam konstruksi, • Proteksi kebakaran, thermoinsulation dan renovasi bangunan, • Keamanan tenaga kerja dalam konstruksi.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2025): November 2025" : 5 Documents clear
KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL PADA RUAS JALAN PEMUDA-HAYAM WURUK-KAMBOJA KOTA BANDAR LAMPUNG Sriharyani, Leni; Kurniawan, Septyanto; Setiowati, Emilia Dwi
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15, No 1 (2025): November 2025
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i1.4760

Abstract

Simpang tak bersinyal sering  menimbulkan konflik lalu lintas, khususnya pada kawasan dengan aktivitas tinggi. Penelitian ini menganalisis kinerja simpang tak bersinyal di ruas Jalan Pemuda–Hayam Wuruk–Kamboja, Kota Bandar Lampung menggunakan MKJI 1997 dengan parameter kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan, dan peluang antrian. Data diperoleh melalui survei geometrik dan volume lalu lintas selama tujuh hari pada tiga periode jam puncak. Hasil analisis menunjukkan kinerja terpadat pada periode sore, pukul 17.00-18.00 WIB dengan kapasitas (C)  2.125,800 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) 0,703, tundaan simpang (D) 11,773 det/smp, dan peluang antrian (QP%) 20,142%–40,962%. Dengan DS < 0,75, tingkat pelayanan termasuk kategori C, artinya simpang masih mampu menampung arus lalu lintas. Perlintasan sebidang  kereta api dekat simpang diperoleh tundaan terlama 10,34 det/kend dan panjang antrian 150 meter, jarak sisa dari panjang antrian terakhir menuju simpang sekitar 0–20 meter menunjukkan simpang berada pada kategori pengaruh tinggi akibat keberadaan perlintasan sebidang kereta api
PENGEMBANGAN KONSEP BETON RAMAH LINGKUNGAN PADA SELF COMPACTING CONCRETE (SCC) MENGGUNAKAN BOTTOM ASH DAN SIKACIM CONCRETE Rudi, Rudi; Amran, Yusuf; Oktavia, Chica
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15, No 1 (2025): November 2025
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i1.4762

Abstract

Self-Compacting Concrete (SCC) is an innovative type of concrete that can compact itself without the need for a vibrator, thus improving casting efficiency and concrete quality. This study aims to analyze the effect of using bottom ash as a partial replacement for fine aggregates and the addition of Sikacim Concrete on the physical and mechanical properties of SCC. Bottom ash is derived from the waste of the Tarahan coal-fired power plant, while Sikacim Concrete serves as a superplasticizer to improve workability. The mix variations consist of 0%, 25%, and 50% bottom ash and 1.25% Sikacim Concrete. Compressive strength tests were conducted at the ages of 1, 3, 5, and 7 days. The results show that the mixture with 25% bottom ash and 1.25% Sikacim Concrete provided the optimum results at all ages tested. At 1 day, the compressive strength reached 26.233 MPa, an increase from the control concrete which was 19.265 MPa. At 3 days, the highest compressive strength was 33.232 MPa. At 5 days and 7 days, the compressive strength reached 27.571 MPa and 28.718 MPa, respectively, both higher than the control concrete. Conversely, the use of 50% bottom ash led to a decrease in compressive strength at all ages due to a reduction in workability and concrete compaction. Thus, the combination of 25% bottom ash and 1.25% Sikacim Concrete proved effective in improving compressive strength and casting efficiency, as well as being environmentally friendly. This mixture is recommended as an innovative alternative in the development of modern concrete technology while supporting the use of industrial waste as a sustainable construction material
EFEKTIVITAS RAMBU LALU LINTAS TERHADAP KEPATUHAN PENGENDARA DI SIMPANG RANDU KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Khotimah, Khusnul; Sriharyani, Leni; Kurniawan, Septyanto; Hadijah, Ida
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15, No 1 (2025): November 2025
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i1.4763

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh tingginya pelanggaran lalu lintas dan rendahnya kepatuhan pengendara terhadap rambu di Simpang Randu, Kabupaten Lampung Tengah, yang menimbulkan kemacetan hingga kecelakaan. Tujuan penelitian adalah mengetahui kondisi rambu dan marka jalan, menganalisis tingkat kepatuhan dan pemahaman masyarakat, serta mengevaluasi pengaruh kepadatan lalu lintas terhadap efektivitas rambu. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui observasi, survei volume lalu lintas, dan kuesioner kepada pengendara. Analisis dilakukan dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS. Variabel bebas meliputi kejelasan rambu (X₁), keterlihatan (X₂), kondisi fisik (X₃), dan kesesuaian lokasi (X₄), sedangkan variabel terikat adalah kepatuhan pengendara (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat variabel secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan, dengan persamaan regresi Y = 11,677 + 0,534X, nilai korelasi (R) = 0,621, dan koefisien determinasi (R²) = 0,386. Artinya, efektivitas rambu menjelaskan 38,6% variasi kepatuhan, sedangkan 61,4% dipengaruhi faktor lain. Uji signifikansi menghasilkan nilai 0,000 < 0,05, menegaskan adanya pengaruh yang signifikan. Sementara itu, hasil survei lalu lintas menurut PKJI 2014 menunjukkan derajat kejenuhan simpang mendekati batas ideal, dengan pelayanan menurun pada jam sibuk. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin baik efektivitas rambu lalu lintas dilihat dari kejelasan, keterlihatan, kondisi fisik, dan lokasi pemasangan semakin tinggi pula kepatuhan pengendara. Namun, keberhasilan pengendalian lalu lintas tetap memerlukan dukungan berupa penegakan hukum, pemeliharaan rambu secara rutin, serta edukasi masyarakat guna meningkatkan keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas
DAMPAK AKTIVITAS SAMPINGAN TERHADAP PERFORMA JALAN DI RADEN INTAN KOTA BANDAR LAMPUNG Palsamu, Andantino Putra; Wulandary, Irvebry Ayu; Karim, A Ikhsan
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15, No 1 (2025): November 2025
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i1.4764

Abstract

Kota Bandar Lampung memiliki jumlah penduduk sekitar 1.015.910 jiwa. Pertumbuhan populasi yang terus meningkat berdampak pada bertambahnya jumlah kendaraan serta intensitas aktivitas masyarakat, yang pada akhirnya menimbulkan permasalahan sosial dan ekonomi yang sangat bergantung pada kondisi sistem transportasi jalan raya. Salah satu jalur utama dengan tingkat kepadatan tinggi di kota ini adalah Jala Raden Intan, yang berada di wilayah Kecamatan Tanjung Karang Pusat. Jalan tersebut menghubungkan Jalan R.A. Kartini dan Jalan Teuku Umar hingga Bundaran Adipura. Di sepanjang ruas ini, terdapat beberapa titik rawan kemacetan seperti di kawasan Pasar Tengah, Ramayana, dan Jalan Katamso, yang umumnya disebabkan oleh aktivitas hambatan samping. Hambatan tersebut mencakup kegiatan parkir di bahu jalan, keluar-masuk kendaraan menuju area pasar, serta keberadaan arus lalu lintas lambat seperti mobil pribadi, angkot, maupun gerobak dorong. Berdasarkan penelitian berjudul “Dampak Aktivitas Sampingan Terhadap Performa Jalan di Jalan Raden Intan Kota Bandar Lampung)”, diketahui bahwa volume lalu lintas tertinggi tercatat sebesar 3843,75 skr/jam pada hari Minggu, 30 Juli 2024, antara pukul 10.00–11.00 WIB, dari arah Kedaton menuju pusat kota. Sementara itu, tingkat hambatan samping tertinggi terjadi pada hari Senin, 31 Juli 2024, sekitar pukul 17.00–18.00 WIB, yang termasuk dalam kategori sangat tinggi (ST). Hasil analisis korelasi menggunakan SPSS menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara jumlah kendaraan parkir dan volume lalu lintas pada hari Minggu, dengan nilai korelasi sebesar 0,659 di ruas Jalan Raden Intan. Sedangkan hasil analisis regresi linier memperlihatkan hubungan positif antara kendaraan parkir serta kendaraan yang keluar terhadap volume lalu lintas, dengan tingkat pengaruh mencapai 72,4%. Berdasarkan analisis tersebut, diperoleh model persamaan regresi yang menggambarkan hubungan tersebut secara kuantitatif   Y = -542.961 + 6.165X3 + 3.921X5. Besarnya nilai R² yang diperoleh dalam analisis ini adalah 0,724
REVIEW PENGARUH JENIS ALKALI AKTIVATOR TERHADAP SIFAT BETON GEOPOLIMER Wulandary, Irvebry Ayu; Apriliana, Estu Ema; Palsamu, Andantino Putra; Lau, Debora
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15, No 1 (2025): November 2025
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i1.4766

Abstract

Paper ini meninjau pengaruh jenis aktivator alkali terhadap sifat mekanik dan durabilitas beton geopolimer. Material ini dikembangkan sebagai alternatif ramah lingkungan pengganti semen Portland dengan memanfaatkan sumber aluminosilikat seperti abu terbang dan slag yang diaktivasi oleh larutan alkali. Aktivator yang umum digunakan meliputi NaOH, KOH, serta kombinasi dengan natrium atau kalium silikat. Hasil kajian dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa jenis dan konsentrasi aktivator sangat memengaruhi reaksi geopolisasi dan pembentukan gel N–A–S–H maupun C–A–S–H. Kombinasi NaOH dan Na₂SiO₃ dengan rasio optimal menghasilkan kekuatan tekan dan ketahanan kimia lebih tinggi, sedangkan rasio silikat/hidroksida berlebih menurunkan workability dan stabilitas mikrostruktur. Tantangan utama meliputi sifat korosif aktivator, variasi bahan baku, dan belum adanya standar formulasi yang baku. Secara keseluruhan, pemilihan jenis aktivator yang tepat berperan penting dalam meningkatkan kinerja dan keberlanjutan beton geopolimer, sekaligus membuka peluang penerapan luas pada konstruksi hijau masa depan

Page 1 of 1 | Total Record : 5