cover
Contact Name
Ratna Hidayati
Contact Email
ilkeskh@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ratnahidayati1971@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL ILKES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
ISSN : 20871287     EISSN : 25499408     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ILKES fokus pada penelitian bidang kesehatan dengan cakupan bidang ilmu Keperawatan, Kebidanan dan Gizi.
Arjuna Subject : -
Articles 245 Documents
Pengaruh Penambahan Lemon Dan Nanas Pada Produk Infused Water Buah Bit Terhadap Aktivitas Antioksidan, Kadar Kalium, Dan Mutu Uji Organoleptik Untuk Penderita Hipertensi Yeremia Tista Malca Maritza; Maryam Razak
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v17i1.505

Abstract

WHO (2021) menyatakan sebanyak 77% kematian akibat penyakit tidak menular terjadi di negara yang berpenghasilan rendah dan menengah. Pencegahan hipertensi menurut WHO menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang sehat terdiri dari buah – buahan dan sayuran karena menyediakan zat gizi seperti kalium dan serat sehingga dapat mengontrol tekanan darah seperti buah bit, lemon dan nanas yang bisa dijadikan minuman infused water. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penambahan lemon dan nanas pada produk infused water buah bit terhadap aktivitas antioksidan, kalium serta mutu organoleptik bagi penderita hipertensi. Jenis penelitian ini adalah penelitian ekperimen laboratorium dengan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 taraf perlakuan dengan replikasi sebanyak 3 kali setiap taraf perlakuan. Analisis statistik yang digunakan untuk aktivitas antioksidan adalah Kruskal-Wallis, kadar kalium menggunakan Analysis of Varience (ANOVA) dan mutu organoleptik (warna, aroma, rasa) menggunakan Kruskal-Wallis pada tingkat kepercayaan 95%. Penambahan lemon dan nanas pada infused water buah bit menunjukkan perbedaan signifikan terhadap mutu organoleptik yaitu pada taraf perlakuan P0 dengan P1, P2 dan P3. Perlakuan terbaik penambahan lemon dan nanas pada infused water buah bit diperoleh pada mutu dengan organoleptik warna, aroma, rasa tertinggi yaitu 3,20; 2,90; 1,85 dengan aktivitas antioksidan IC50 101,52 ppm dan kadar kalium 1,819 mg. Pada penlitian menunjukkan bahwa penambahan lemon dan nanas pada infused water buah bit memberikan pengaruh pada peningkatan aktivitas antisoksidan dan kadar kalium. Dari hasil analisis penelitian mutu organoleptik menunjukkan bahwa peningkatan presentase lemon dan nanas pada produk dapat meningkatkan penerimaan panelis terhadap warna, aroma dan rasa.
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Melalui Media TikTok terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tentang Antanatal Care di Puskesmas Mrican Kota Kediri Chintia Dewi Permatasari; Rahajeng Siti Nur R; L. A Wijayanti; Ira Titisari
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v17i1.491

Abstract

Antenatal care (ANC) plays an essential role in reducing maternal and infant mortality. However, there is still a gap in ANC visits between K1 and K4, which may be influenced by the knowledge and attitudes of pregnant women. TikTok, as a widely used social media platform, has the potential to become an innovative educational tool. This study aimed to determine the effectiveness of health education through TikTok in improving pregnant women's knowledge and attitudes regarding ANC. The research design used was pre-experimental with a one-group pretest-posttest design. A total of 51 pregnant women were selected using simple random sampling. The instruments included educational TikTok videos and structured questionnaires on knowledge and attitudes. Data analysis was conducted using the Wilcoxon Signed Rank Test. Results showed a significant increase in both knowledge and attitudes after the TikTok-based health education intervention, with p-values < 0.05. In conclusion, TikTok is effective as a media for health education to enhance pregnant women’s understanding and attitudes toward antenatal care.
Formulasi Macaroni Schotel Berbasis Ayam, Jamur Tiram, dan Kelor sebagai Upaya Intervensi Gizi Spesifik pada Balita Enggar Anggraeni; Theresia Puspita
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v17i1.497

Abstract

Supplementary feeding programs (PMT) using local food ingredients are one strategy for addressing nutritional issues. These PMT activities should be accompanied by nutrition and health education, support for exclusive breastfeeding, and hygiene and sanitation education for families. Utilizing moringa leaves, which are readily available to the community, can enhance the nutritional value and appearance of the chicken and oyster mushroom macaroni schotel formulation in the preparation of PMT for toddlers. PMT activities using locally sourced food are expected to promote sustainable food and nutritional self-reliance for families. This experimental study aims to analyze the potential impact of an intervention using formulations of chicken meat, oyster mushrooms, and moringa leaves as PMT for toddlers at the Flamboyan Mrican Posyandu within the service area of the Mrican Public Health Center in Kediri City. The results of the descriptive analysis showed that the highest mean score for the aroma attribute was found in treatment F1, at 3.8. The color attribute in treatment F3 scored 4,3, the taste attribute in F1 scored 4.3, and the texture attribute in F2 and F3 scored 4,6. The results of the Kruskal-Wallis test indicated that only color showed a significant difference. The taste, aroma, and texture aspects did not differ significantly among the three formulas. The best treatment level, as determined by the organoleptic test results as well as nutritional quality and energy value, was treatment 1 (F1) with a composition of chicken meat, oyster mushrooms, and moringa leaves (70:20:10). Meanwhile, the results of the acceptability test using the Comstock method, conducted on 18 toddlers at the Flamboyan Mrican Posyandu in Kediri City, showed an average food residue of 25% for the toddlers, which falls into scale 2.
Perbedaan Tingkat Konsumsi Zat Gizi Makro dan Mikro pada Kejadian Stunting di Wilayah Kota dan Kabupaten Malang Rani Nurmayanti; Sugeng Iwan Setyobudi; Hasan Aroni
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v17i1.515

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi yang disebabkan oleh kurangnya asupan zat gizi dalam waktu lama akibat pemberian makanan tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari janin dalam kandungan dan terlihat saat anak berusia dua tahun. Berdasarkan data SSGI tahun 2022 prevalensi stunting di Kota Malang sebesar 9,55% dan Kabupaten Malang sebesar 7,8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat konsumsi zat gizi makro dan mikro pada kejadian stunting di wilayah Kota dan Kabupaten Malang. Jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan bulan Agustus-September 2024 di Wilayah Kerja Puskesmas Arjuno dan Puskesmas Bululawang dengan populasi 60 balita stunting usia 24–59 bulan serta menggunakan teknik sampling rule of thumb. Instrumen penelitian berupa form food recall 3x24 jam dan food frequency questionnaire (FFQ). Hasil penelitian yaitu terdapat hubungan signifikan antara konsumsi Iodium di di Kota dan Kabupaten Malang dengan tingkat konsumsi di wilayah kabupaten lebih tinggi dibandingkan di wilayah Kota Malang (p=0,019). Sedangkan energi, zat gizi makro dan mikro lainnya tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p>0,05). Mayoritas kedua wilayah memiliki tingkat konsumsi defisit atau kurang. Diperlukan penelitian lanjutan untuk memperoleh variasi tingkat konsumsi di masing-masing wilayah dan pemberian edukasi atau konsultasi gizi seimbang untuk mencapai tingkat konsumsi sesuai kebutuhan.
Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Perkembangan Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Nurhana Alvianti widyaningsih; Koekoeh Hardjito; Ririn Indriani; Eny Sendra
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v17i1.402

Abstract

WHO merekomendasikan bahwa bayi harus disusui secara eksklusif sejak lahir hingga 6 bulan. Cakupan ASI di Jawa Timur pada tahun 2021 sebensar 73,6%, namun pada tahun 2022 cakupan tersebut mengalami penurunan menjadi 73,3%. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) sangat penting bagi tumbuh kembang yang optimal baik fisik maupun mental dan kecerdasan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian Asi Esklusif dengan perkembangan pada bayi usia 6-12 bulan. Desain penelitian ini studi observasional analitik dengan cross sectional study. Sampel yang di gunakan berjumlah 61 Bayi usia 6-12 Bulan di wilayah kerja puskesmas mojo, dengan Teknik pengambilan sampel simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bayi yang memperoleh ASI eksklusif sebanyak 46 bayi (75,4%) dan yang tidak memperoleh ASI eksklusif sebanyak 15 bayi (24.6%). Bayi dengan perkembangan normal sebanyak 60 bayi (98,4%) dan abnormal 1 bayi (1,6%). Ini menunjukkan sebagian besar bayi memperoleh ASI secara eksklusif dan perkembangan yang normal. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa dalam sampel yang di teliti pemberian ASI Ekslusif tidak berhubungan secara signifikan dengan perkembangan, namun hasil ini tidak menghilangkan pentingnya ASI Ekslusif dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi secara keseluruhan. Oleh karena itu rekomendasi pemberian ASI Ekslusif tetap perlu diperhatikan sesuai anjuran pertahanan global