cover
Contact Name
Ratna Hidayati
Contact Email
ilkeskh@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ratnahidayati1971@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL ILKES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
ISSN : 20871287     EISSN : 25499408     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ILKES fokus pada penelitian bidang kesehatan dengan cakupan bidang ilmu Keperawatan, Kebidanan dan Gizi.
Arjuna Subject : -
Articles 245 Documents
Analisis Hubungan Skor Healthy Eating Index (HEI) dengan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) pada Anak Usia Sekolah Dasar di Kabupaten Kediri Frenky Arif Budiman; Cucuk Suprihartini
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v17i1.517

Abstract

Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah gizi akibat pergeseran kebiasaan makan yang cenderung berfokus pada makanan tinggi energi dan rendah serat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Healthy Eating Index (HEI) dengan status gizi (IMT/U) pada siswa kelas IV dan V di SDN Dawuhan I Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. Penelitian deskriptif analitik ini melibatkan 47 siswa yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara food recall 3x24 jam tidak berturut-turut untuk perhitungan skor HEI, serta pengukuran antropometri berat dan tinggi badan untuk menentukan status gizi. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (78,72%) berada pada kategori HEI yang buruk, sementara sisanya (21,28%) dalam kategori membutuhkan perbaikan. Meski demikian, sebagian besar responden (70,22%) memiliki status gizi yang normal. Uji statistik membuktikan bahwa tidak terdapat korelasi yang signifikan antara HEI dengan status gizi responden (p=0,787). Disimpulkan bahwa kualitas konsumsi makanan yang diukur dengan HEI tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan status gizi anak usia sekolah dasar di lokasi penelitian. Diperlukan perhatian lebih dari orang tua terkait asupan serat dan keragaman makanan untuk memperbaiki kualitas diet anak.
Hubungan Self-Efficacy Dengan Self-Management Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Sangkanhurip Kabupaten Bandung Monika Ginting; Saur Mian Sinaga; Khaila Salsabila; Roselina Tambunan; Srihesty Manan
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v17i1.476

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan penyebab utama kematian dini dengan prevalensi yang terus meningkat. Pengelolaan mandiri penting untuk mencegah komplikasi, namun seringkali penderita kurang yakin melaksanakannya secara konsisten. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan self-efficacy dengan self-management pada penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Sangkanhurip, Kabupaten Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel ditentukan dengan teknik total sampling, 85 penderita hipertensi berusia 18-59 tahun. Instrumen yang digunakan adalah General Perceived Self-Efficacy Scale dan Persian Hypertension Self-Management Questionnaire. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki self-efficacy tinggi (81%) dan self-management baik (78%). Diperoleh nilai p<0,001 dengan r=0,609, menandakan hubungan kuat dan positif. Disimpulkan bahwa Self-efficacy berhubungan signifikan dengan Self-management pada penderita hipertensi. Temuan ini merekomendasikan pengembangan edukasi kesehatan dengan dukungan keluarga dan motivasi untuk memperkuat self-efficacy sehingga penderita hipertensi mampu mengelola penyakit secara optimal.
PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH BIT TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DENGAN ANEMIA Devita Anugrah Anggraini; Dian Anisia Widianingrum; Nabila Dindadewi Deyane
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v17i1.489

Abstract

Abstract The high incidence of anemia in adolescent girls is due to decreased hemoglobin levels, or red blood cells, characterized by a lack of oxygen-carrying capacity to meet the body's physiological needs. The purpose of this study was to determine the effect of beetroot juice on hemoglobin levels in adolescent girls with anemia. Based on a preliminary study, researchers measured hemoglobin levels in 10 female students at SMKN 04 Madiun and found that 7 out of 10 had hemoglobin levels <12 g/dl. The study used a pre-experimental, one-group pretest-posttest design. The sampling technique used total sampling, with 100 respondents. The research instruments used for the research variables were elastic touch GCHb and observation sheets. Based on statistical analysis using beetroot juice, the results showed that beetroot juice administration was effective in increasing hemoglobin levels in adolescent girls with anemia. Bivariate analysis using the Wilcoxon test yielded a p-value <α. This indicates that the significance value is less than 0.05. This indicates that beetroot juice has an effect on increasing hemoglobin levels in adolescent girls with anemia. Keywords: Anemia, Beetroot Juice, Hemoglobin Levels, Adolescent Girls
ANALISIS SISTEMATIK INTERVENSI NACL 0,9% DALAM PENYEMBUHAN LUKA AKUT DAN KRONIS : PERSPEKTIF SELF-CARE OREM Fitria Yuliana; Cintika Yorinda Sebtalesy; Kartika Kartika
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v17i1.490

Abstract

Wound care is an integral part of nursing practice aimed at accelerating the healing process, preventing infection-related complications, and improving patients’ quality of life. A 0.9% NaCl solution, or normal saline, is widely used as a wound-cleaning agent due to its isotonic properties that do not damage healthy tissue. Although its use is very common in clinical practice, the effectiveness of this solution in accelerating the healing of acute and chronic wounds remains a topic of debate in the scientific literature. This study aims to systematically review empirical evidence regarding the effectiveness of 0.9% NaCl solution in the wound healing process and to evaluate its relevance to Orem’s Self-Care Theory within the context of nursing interventions. This review employed a systematic literature review method by searching literature from various leading academic databases, using strict inclusion criteria to ensure the relevance and quality of the studies. The synthesis results indicate that 0.9% NaCl solution is effective in reducing the risk of infection, supporting granulation tissue growth, and can be applied independently by patients with educational support from nurses. The self-care approach in the use of this solution has been shown to enhance patient participation in wound care, particularly within the supportive-educative nursing system.These findings contribute significantly to evidence-based nursing practice and expand the application of nursing theory in simple, safe, and affordable interventions to support optimal wound healing. Keywords: Normal saline (0.9% NaCl), wound healing, Orem’s Self-Care Theory
Faktor Determinan Proses Persalinan Dengan Sectio Caesarea (SC) Di Rumah Sakit Tk IV DKT Kota Kediri Eliana Wiyatama Putri; Indah Rahmaningtyas; Susanti Pratamaningtyas; Dwi Estuning Rahayu
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v17i1.455

Abstract

Angka persalinan Sectio Caesarea (SC) terjadi peningkatan di RS TK IV DKT Kota Kediri. Persalinan Sectio Caesarea (SC) memiliki risiko komplikasi lebih banyak dibandingkan dengan persalinan pervaginam. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor determinan yang dapat memengaruhi persalinan Sectio Caesarea (SC). Metode dalam penelitian ini yaitu menggunakan kuantitatif desain penelitian cross-sectional dan pendekatan retrospektif. Total sampel berjumlah 444 ibu bersalin yang tercatat dalam rekam medis periode tahun 2024 yang dipilih dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan chi square, uji koefisien kontigensi, dan regresi logistik terhadap empat indikasi medis: ketuban pecah dini, Cephalopelvic Disproprtion (CPD), fetal distress/ gawat janin, dan kelainan letak. Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan secara simultan antara keempat faktor dengan persalinan Sectio Caesarea (SC) dengan nilai signifikasi (p=0,035), namun memiliki kekuatan hubungan yang rendah dengan nilai korelasi (R=0,186). Hanya kelainan letak yang berpengaruh signifikan terhadap persalinan Sectio Caesarea (SC) dengan nilai signifikasi (p=0,016), sementara faktor lainnya tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulannya kelianan letak merupakan faktor determinan yang mempengaruhi persalinan Sectio Caesarea (SC). Oleh karena itu, deteksi dini posisi janin dan edukasi kepada ibu hamil sangat penting agar persalinan Sectio Caesarea (SC) dilakukan hanya berdasarkan indikasi medis yang tepat. Kata kunci: Chepalopelvic Disproportion (CPD), faktor determinan, fetal distress/ gawat janin, kelainan letak, ketuban pecah dini, Sectio Caesarea (SC)
Efektifitas Metode Demonstrasi Terhadap Peningkatan Kemampuan Pertolongan Pertama Keracunan Pestisida Pada Kelompok Petani. Dina Zakiyyatul Fuadah; Pria Wahyu Romadhon Girianto
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v17i1.500

Abstract

Keracunan pestisida dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan, bahkan berpotensi menyebabkankematian apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Namun, masih banyak petani yang belum memilikikemampuan yang memadai dalam melakukan pertolongan pertama keracunan pestisida. Penelitian bertujuanmengetahui pengaruh metode demonstrasi pertolongan pertama keracunan pestisida terhadap kemampuanpertolongan pertama keracunan pestisida pada petani di Dusun Banjarpatoman Desa Amadanom. Desain dalampenelitian ini adalah pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest design. Populasipenelitian adalah seluruh petani di Dusun Banjarpatoman Desa Amadanom sebanyak 80 orang, dengan jumlahsampel 26 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupalembar observasi. Intervensi dilakukan dengan metode demonstrasi sebanyak dua kali dalam satu minggu,masing-masing selama 30 menit. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pertolongan pertama keracunan pestisida pada petanisebelum diberikan metode demonstrasi sebagian besar (76,9%) berada pada kategori kurang. Setelah diberikanmetode demonstrasi, sebagian besar berada pada kategori cukup (57,7%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilaip value 0,000 ≤ 0,05, yang berarti terdapat pengaruh metode demonstrasi pertolongan pertama keracunanpestisida terhadap kemampuan pertolongan pertama keracunan pestisida pada petani. Metode demonstrasimemiliki keunggulan dalam meningkatkan pemahaman karena disertai praktik langsung, sehingga petani lebihmudah memahami dan mempraktikkan pertolongan pertama pada keracunan pestisida. Metode ini dapatdirekomendasikan sebagai salah satu bentuk edukasi kesehatan untuk meningkatkan kemampuan petani dalampertolongan pertama keracunan pestisida.
Daya Terima Pmt Pemulihan (Pmt-P) Berbahan Dasar Labu Kuning Pada Balita Gizi Kurang Enny Kuswinarti; Putri Devi Kemala Ningrum; Rizka Mar'atus Sholichah; Mirthasari Palupi; Cucuk Suprihartini; Enggar Anggraeni; Siska Siska
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v17i1.504

Abstract

Malnutrisi adalah suatu kondisi kesehatan yang disebabkan oleh kekurangan atau kekurangan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan, berpikir dan aktivitas terkait kehidupan, dan masih menjadi masalah kesehatan global dan regional. Penyebab utama gizi kurang pada anak balita adalah rendahnya asupan makanan, pemberian ASI yang tidak eksklusif, rendahnya pengetahuan ibu tentang gizi yang baik untuk bayi, serta rendahnya kualitas ekonomi dan budaya. Anak usia dibawah lima tahun memerlukan pola makan yang seimbang dengan makanan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizinya.. Upaya yang dilakukan agar kebutuhan balita gizi kurang tercukupi yaitu dengan program Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) dengan memanfaatkan pangan lokal salah satunya labu kuning. Pemanfaatan labu kuning masih terbatas dan umumnya hanya diolah sebagai sayuran dan kolak. Labu Kuning juga bisa diolah menjadi roti hotdog, bolu kukus, dan roti manis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya terima dari sisa makan (waste) PMT-P olahan roti hotdog, bolu kukus, dan roti manis. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan desain penelitian deskritif analitik. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu Purposive Sampling dengan alat ukur form food record estimasi pada 40 responden. Jumlah populasi ini adalah balita gizi kurang di Desa Sambirejo. Pengumpulan data dengan metode taksiran visual comstok. Berdasarkan uji daya terima balita roti hotdog berbahan labu kuning dengan kategori baik sebanyak 23%, bolu kukus sebanyak 33%, dan roti manis labu sebanyak 25%. Berdasarkan hasil dilihat dari konsumsi PMT-P dapat disimpulkan bahwa balita usia 1-3 tahun masih menyukai tekstur yang masih lembut. Saran untuk penelitian selanjutnya perlu dilakukan perbaikan pembuatan olahan PMT-P yang disesuaikan dengan karakteristik usianya. Kata kunci : Daya Terima, roti hotdog, bolu kukus, roti manis
Pengembangan Cookies Dengan Penambahan Bubuk Kopi Hijau Terhadap Kadar Senyawa Fenolik Dan Uji Organoleptik Catur Retno Lestari; Nunung Eni Elawati; Agus Sudrajat; Angelina Cantika Zallianty; Elsa Ketinawanda
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v17i1.493

Abstract

Cookies experienced an increase from 2016-2020 by 4.25%. Cookies are a food that is widely loved by all levels of society including children, teenagers, and adults because it has a crunchy texture when eaten. Cookies made from coffee have never been studied before, usually coffee is only one of the drinks that are widely liked by people around the world after water and tea. This study aims to determine the phenolic content with the right formulation and panelists' preferences for making cookies with the addition of green coffee powder. This type of research is a quantitative experimental study. Using the Completely Randomized Design (CRD) method with 3 replications using 3 comparisons between green coffee powder, namely, X0 (1%), X1 (5%), and X2 (10%). Then an antioxidant test was carried out by measuring the phenolic content using to determine the level and an organoleptic test was carried out to determine the level of panelists' preferences for each treatment. Based on the results of laboratory tests related to the Phenolic antioxidant content, there are differences in X0 (1%), X1 (5%), and X2 (10%), differences from the graph in figure 1. The most preferred organoleptic acceptability of cookies in terms of color, taste and texture is in treatment X1 (5%), while in terms of aroma it is in X2 (10%). In further research, researchers are expected to be able to test the shelf life of green coffee cookies and there are new innovations.
Pengetahuan Kewirausahaan Dengan Minat Berwirausaha Baby Spa Pada Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Syahida Khoirun Nisa; Finta Isti Kundarti; Eny Sendra; Rahajeng Siti Nur Rahmawati
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v17i1.474

Abstract

The increasing number of midwifery students graduating is not commensurate with the availability of formal employment opportunities, so an alternative is needed in the form of entrepreneurship development in the field of midwifery, one of which is through baby spa businesses. This study aims to analyze the relationship between the level of entrepreneurial knowledge and the interest in baby spa entrepreneurship among students of the Applied Undergraduate Study Program of Midwifery Kediri, Poltekkes Kemenkes Malang. This study is quantitative with a cross-sectional approach. The respondents were 45 final-year students from a total population of 50 people through simple random sampling. The research instrument was a questionnaire, while data analysis was based on Spearman Rank correlation. The results showed a significant relationship between entrepreneurial knowledge and interest in baby spa entrepreneurship (p = 0.014) with a correlation coefficient value of 0.362, indicating a positive relationship with low strength. This study confirms that the better the students' entrepreneurial knowledge, the more likely they are to start a baby spa business as an independent business in the health sector. Therefore, strengthening entrepreneurial competencies and integrating applied materials into the midwifery curriculum is very important to foster an entrepreneurial spirit from the educational period.
Paparan Gadget pada Usia Dini sebagai Faktor yang Berhubungan dengan Perkembangan Anak Usia Dini Brivian Florentis Yustanta; Dwi Ertiana; Dewi Taurisiawati Rahayu
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v17i1.510

Abstract

Gadget use in early childhood continues to increase with the development of digital technology. Data shows that approximately 60–70% of preschool-aged children use gadgets daily, and more than 30% experience usage durations exceeding recommendations. Excessive gadget use has the potential to reduce social interaction and opportunities for optimal stimulation, thus impacting motor, language, social, and independence development. This study aims to analyze the relationship between gadget exposure at an early age and the development of children aged 1–3 years. The study used a correlational analytical design with a cross-sectional approach. The study was conducted at the Asmorobangun Village Integrated Health Post (Posyandu) from May 13–26, 2025. The study population consisted of 98 children aged 1–3 years. A sample of 79 respondents was selected using a simple random sampling technique. Data on gadget use and child development were collected using questionnaires and the Pre-Screening Development Questionnaire (KPSP). Data analysis was performed using the Spearman Rho test with a significance level of α = 0.05. Most respondents had moderate levels of gadget use. Twenty-one children (26.6%) were found to have questionable development. The Spearman's Rho test results showed a p-value of 0.000 and a correlation coefficient of r = -0.706. These findings indicate a significant relationship between gadget use and the development of children aged 1–3 years, with a strong correlation and a negative direction. Children with higher levels of gadget use tend to experience more questionable and deviant development than children with lower levels of gadget use. Therefore, parental supervision and guidance are necessary regarding children's gadget use.