cover
Contact Name
Ratna Hidayati
Contact Email
ilkeskh@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ratnahidayati1971@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL ILKES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
ISSN : 20871287     EISSN : 25499408     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ILKES fokus pada penelitian bidang kesehatan dengan cakupan bidang ilmu Keperawatan, Kebidanan dan Gizi.
Arjuna Subject : -
Articles 226 Documents
Analisis Deskriptif Dukungan Sosial yang Diperoleh Caregiver Informal dalam Perawatan Lansia dengan Penyakit Kronis Setyobudi, Yustina Emi; Luhung, Monika; Nurwiyono, Anang
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i2.457

Abstract

Prevalensi lansia di tingkat global dan nasional terus meningkat, sehingga kebutuhan perawatan jangka panjang, terutama bagi lansia dengan penyakit kronis, juga semakin besar. Caregiver informal memiliki peran penting dalam perawatan lansia, namun sering menghadapi beban fisik, emosional, dan sosial. Dukungan sosial merupakan faktor protektif yang dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis caregiver dan kualitas perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran dukungan sosial yang diterima caregiver informal dalam merawat lansia dengan penyakit kronis di Desa Gunungronggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan metode deskriptif. Populasi penelitian ini berjumlah 85 responden. Sampel berjumlah 85 caregiver informal, teknik sampling dalam penelitian ini adalah total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar caregiver berjenis kelamin perempuan (83,5%), berusia 36–55 tahun, dan mayoritas tinggal serumah dengan lansia (77,6%). Tingkat dukungan sosial yang diperoleh responden bervariasi, dengan 57,6% berada pada kategori tinggi, 34,1% sedang, dan 8,2% rendah. Sumber utama dukungan berasal dari keluarga (87,1%), kemudian seseorang spesial atau significant others (64,7%), sementara dukungan dari teman relatif rendah (22,4%). Hal tersebut menunjukkan bahwa caregiver informal di Desa Gunungronggo memperoleh dukungan sosial yang baik, khususnya dari keluarga, yang berperan besar dalam menjaga ketahanan psikologis dan efektivitas caregiving. Namun, rendahnya dukungan dari teman menunjukkan adanya keterbatasan jejaring sosial di luar keluarga. Oleh karena itu, perlu melaksanakan pembentukan komunitas caregiver berbasis desa serta peningkatan peran kader kesehatan untuk memperkuat dukungan sosial, mencegah isolasi, dan mengurangi beban caregiver. Kata kunci: lansia, caregiver informal, dukungan sosial, penyakit kronis
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Melalui Media Audio Visual terhadap Pengetahuan Vulva Hygiene saat Menstruasi pada Remaja Awal Usia 11-13 Tahun di SMPN 4 Kediri Herawati, Sylviana; Titisari, Ira; Indriani, Ririn; Antono, Sumy Dwi
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i2.428

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia transisi, dengan remaja awal berada pada rentang usia 11–13 tahun. Berdasarkan data BPS tahun 2022, terdapat 32,4 juta remaja putri di Indonesia, termasuk 4,3 juta di Jawa Timur dan 34,76 ribu di Kota Kediri. Salah satu tanda pubertas adalah menstruasi, yang menyebabkan area genital menjadi lembap dan rentan infeksi. Oleh karena itu, penting bagi remaja putri memahami vulva hygiene, yaitu menjaga kebersihan area luar organ reproduksi untuk mencegah infeksi dan menjaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas pendidikan kesehatan melalui media audio visual terhadap pengetahuan tentang vulva hygiene saat menstruasi pada remaja awal usia 11-13 tahun di SMPN 4 kediri. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen One Group Pretest-Posttest Design. Pengambilan sampel sejumlah 60 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan, sebagian besar responden berada pada kategori pengetahuan cukup (50%) dan kurang (6,7%). Setelah intervensi, seluruh responden (100%) berada pada kategori pengetahuan baik. Uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest (p = 0,000), yang mengindikasikan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi. Hasil ini menunjukkan bahwa media audio visual efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang vulva hygiene saat menstruasi. Media ini direkomendasikan sebagai metode edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja.
Pengaruh Media E-Book Terhadap Pengetahuan Kesehatan Remaja Tentang Kejadian Pernikahan Dini Di SMA 1 Mojo Azmi, Putri Acacia Fadhilah; Indriani, Ririn; Rahayu, Dwi Estuning; Rahmaningtyas, Indah
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i2.445

Abstract

Tren pernikahan dini di Indonesia menurun dari 10,35% pada 2021 menjadi 6,92% pada 2023, melampaui target RPJMN 2024 sebesar 8,74%, disertai penurunan dispensasi pernikahan di Jawa Timur dari 17.151 kasus pada 2021 menjadi 12.334 pada 2023. Meski angka pernikahan dini menurun, upaya berkelanjutan tetap diperlukan, namun kolaborasi sosialisasi di Kediri dinilai belum optimal. Sementara berbagai faktor minimnya pengetahuan dan pemahaman, mendorong pernikahan dini yang berdampak masa depan remaja. Penyuluhan dan media seperti e-book dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang pernikahan dini, yang berdampak pada sikap lebih kritis dan sadar akan risikonya Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan kesehatan sebelum dan sesudah pemberian media e-book tentang pernikahan dini. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimental dengan 2 kelompok subjek. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner pengetahuan kesehatan, kemudian pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini 79 siswa sebagai kelompok intervensi dan 79 siswa sebagai kelompok kontrol, didapatkan hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test yang menunjukkan p-value Test menunjukkan p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan perbedaan tingkat pengetahuan kesehatan sebelum dan sesudah intervemsi media e-book tentang pernikahan dini, dengan begitu terdapat pengaruh intervensi yang dilakukan didalam penelitian ini.
Instagram Sebagai Media Transformasi Keyakinan Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Pada Remaja Putri: Pendekatan Health Belief Model Khasna, Imtiyaz Kartika; Hardjito, Koekoeh; Wijayanti, Lumastari Ajeng; Cahyani, Desy Dwi
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i2.441

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering dialami oleh perempuan di seluruh dunia. Tindakan pencegahan seperti deteksi dini sangat penting dalam upaya mengendalikan penyakit ini. Metode deteksi diniiyangidapat dilakukan adalah pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Health Belief Modelimerupakanipendekatan teori yang berfokus pada keyakinan individu dan dapat digunakan untuk memahami serta memprediksi perilaku dalam melakukan SADARI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media sosial instagram terhadap keyakinan remaja putri dalam pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) melalui health belief model. Desain penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan rancangan pretest-posttest one group design. Sebanyak 82 remaja kelas X dan XI dipilih menggunakan teknik stratified random sampling dan simple random sampling. Data diperoleh menggunakan kuesioner selanjutnya dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil uji statistik didapatkan nilai p-value 0.000 (α ≤ 0.05), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media sosial instagram @ayo.kita.sadariiterhadap keyakinan remaja putri dalam pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) melalui health belief model. Media sosial instagram ini sebaiknya dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk dijadikan media edukasi.
Faktor Determinan yang Berhubungan dengan Risiko Diabetes Melitus Pada Remaja Putri 'Aabidah, Nabiila Nadziifatul; Wijayanti, Lumastari Ajeng
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i2.443

Abstract

The prevalence of diabetes mellitus (DM) has increased from 10.9%, with 50% of people with diabetes undiagnosed in Indonesia. This article aims to determine the determinants associated with the risk of diabetes mellitus in adolescent girls. The problem focuses on the increasing prevalence of diabetes mellitus (DM), which is now not only experienced by parents but also affects adolescents, especially adolescent girls who are at risk of reproductive disorders due to DM. Data were collected through a descriptive analytical survey with a cross-sectional design, using a questionnaire to 134 adolescent girls selected from a population of 201 people using the Slovin formula. Analysis was performed using the chi-square test and continued with logistic regression using the Backward LR method. The results showed that sweet consumption patterns were the highest risk factor (p = 0.000; CI = 2.01–2.26), followed by obesity, knowledge, physical activity, and information exposure with a significance value of p <0.05 each. This study concluded that these five factors were significantly associated with the risk of diabetes mellitus in adolescent girls. Therefore, promotive and preventive efforts aimed at adolescents are very important to prevent diabetes early.
Pengaruh Konseling Gizi terhadap Pengetahuan, Tingkat Konsumsi Gizi dan Berat Badan Balita Gizi Kurang Romadhoni, Devia Murnadianti Cahya; Fajar, Ibnu; Hadisuyitno, Juin
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i2.458

Abstract

Gizi kurang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada pertumbuhan, perkembangan, dan kerentanan balita terhadap penyakit infeksi, dengan prevalensi yang masih cukup tinggi baik secara nasional maupun di Kabupaten Magetan. Faktor penyebab gizi kurang meliputi penyebab langsung seperti asupan makanan dan penyakit infeksi, serta penyebab tidak langsung seperti ketersediaan pangan, pola asuh, dan pengetahuan ibu, di mana penelitian menunjukkan pengetahuan ibu berperan penting terhadap status gizi balita. Oleh karena itu, diperlukan penelitian mengenai pengaruh konseling MP-ASI terhadap pengetahuan, konsumsi energi dan protein, serta peningkatan berat badan balita gizi kurang di Puskesmas Parang Kabupaten Magetan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) terhadap pengetahuan, tingkat konsumsi energi dan protein, serta penambahan berat badan balita gizi kurang di Puskesmas Parang, Kabupaten Magetan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 32 balita gizi kurang yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, pengukuran antropometri, dan kuesioner pengetahuan gizi yang diberikan kepada ibu balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling MP-ASI secara signifikan meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi (p = 0,001), yang tercermin dari peningkatan skor pengetahuan sebelum dan sesudah konseling. Selain itu, terdapat peningkatan yang signifikan dalam tingkat konsumsi energi (p = 0,001) dan protein (p = 0,001) balita setelah mendapatkan konseling. Penambahan berat badan balita gizi kurang juga menunjukkan peningkatan yang signifikan (p = 0,001) setelah intervensi konseling. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa konseling MP-ASI efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu, serta berkontribusi pada perbaikan asupan gizi dan pertumbuhan berat badan balita gizi kurang. Kata kunci: konseling, pengetahuan, tingkat konsumsi, berat badan
Efektivitas Edukasi Perawatan Payudara Terhadap Kemampuan Pencegahan Puting Lecet Pada Ibu Hamil Trimester III Nurwijayati, Mufalikha Lingga; Hardjito, Koekoeh; Wijayanti, L.A; Indriani, Ririn
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i2.430

Abstract

Proses menyusui seringkali mengalami hambatan, salah satunya adalah puting lecet yang menyebabkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan. Menurut data UNICEF, sebanyak 17.230.142 ibu mengalami masalah menyusui, dengan 56,4% di antaranya mengalami puting lecet. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi seperti peradangan, infeksi, hingga penyapihan dini yang menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Di Indonesia, cakupan ASI eksklusif mencapai 73,97%, sedangkan 26,03% ibu tidak dapat menyusui secara eksklusif. Puting lecet dapat dicegah melalui teknik menyusui dan perawatan payudara yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi perawatan payudara terhadap kemampuan pencegahan puting lecet pada ibu hamil trimester III. Edukasi dilakukan menggunakan metode demonstrasi dengan media phantom. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 48 ibu hamil trimester III, dengan pemilihan responden menggunakan teknik purposive sampling dalam metode non-probability sampling. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi terhadap peningkatan kemampuan pencegahan puting lecet. Edukasi perawatan payudara terbukti meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menyusui, sehingga masalah puting lecet dapat dicegah dan tujuan pemberian ASI eksklusif dapat tercapai.
Pengaruh Subtitusi Tepung Kacang Tunggak (Vigna Unguiculata) terhadap Daya Terima, Daya Kembang dan Kajian Protein Bolu Panggang Sholichah, Rizka Mar'atus; Puspita, Theresia
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i2.482

Abstract

Di Indonesia, konsumsi makanan jajanan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, khususnya pada anak usia sekolah dasar (7–12 tahun). Kondisi ini dipengaruhi oleh lamanya waktu yang dihabiskan anak di lingkungan sekolah, sehingga mendorong terbentuknya kebiasaan mengonsumsi jajanan secara rutin. Mencermati kandungan gizi pada pada kacang tunggak, maka bisa menjadi salah satu inovasi baru dan dapat dibuat produk bolu panggang sebagai makanan fungsional tinggi protein. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis daya terima organoleptik, daya kembang dan kandungan protein. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan menggunakan 1 kontrol dan 2 perlakuan yang kemudian dilakukan uji daya terima oraganoleptik dan uji daya kembang. Jenis perlakuan pada penelitian ini adalah substitusi tepung kacang tunggak dengan masing-masing pada P0:0%, P1: 10%, dan P2: 20%. Hasil uji organoleptik menunjukkan proposi substitusi tepung kacang tunggak tidak mempengaruhi daya terima warna, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil uji daya kembang produk bolu panggang perlakuan kontrol tanpa substitusi tepung kacang tunggak (0%) memiliki rata-rata daya kembang sebesar 64%, perlakuan 1 dengan substitusi tepung kacang tunggak (10%) memiliki rata-rata daya kembang sebesar 57%, dan pada perlakuan 2 dengan proposi substitusi tepung kacang tunggak (20%) memiliki rata-rata daya kembang 51,5%. Hasil penelitian menunjukkan proposi substitusi tepung kacang tunggak dalam pembuatan bolu panggang dapat mempengaruhi kandungan gizi protein bolu panggang sehingga perlu dilakukan kajian protein. . Kata Kunci : Bolu Panggang, Tepung Kacang Tunggak, Kajian Protein, Daya Terima, Daya Kembang
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Usia Arianti, Anggita Putri; Titisari, Ira; Antono, Sumy Dwi; Hardjito, Koekoeh
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i2.442

Abstract

Diabetes melitus gestasional (DMG) merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang umumnya muncul pada usia kehamilan sekitar 24 minggu dan ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Pengetahuan ibu hamil tentang DMG menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan dan pengelolaan, termasuk menjaga aktivitas fisik selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil usia kurang dari 24 minggu tentang DMG dengan aktivitas fisik sehari-hari di wilayah kerja Puskesmas Sukorame. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 40 ibu hamil yang dipilih melalui teknik random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan tentang DMG dan Baecke Physical Activity Questionnaire (BPAQ). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan positif antara tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik ibu hamil (r = 0,346; p = 0,029), dengan kekuatan hubungan sedang. Meskipun demikian, interpretasi hasil perlu dilakukan secara hati-hati karena instrumen aktivitas fisik belum sepenuhnya mencerminkan kondisi ibu hamil. Peningkatan pengetahuan diharapkan dapat mendorong ibu hamil untuk tetap aktif dalam batas aman, melalui aktivitas ringan hingga sedang. Tenaga kesehatan disarankan memberikan edukasi terarah dalam kelas ibu hamil dengan penekanan pada aktivitas fisik yang sesuai dan tidak membahayakan ibu maupun janin
Efektivitas Pemberian Edukasi Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Makanan Sehat Untuk Mencegah Diabetes Melitus Gestasional Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanon Kabupaten Kediri Virginita, Giska Elma; Pratamaningtyas, Susanti; Titisari, Ira; Antono, Sumy Dwi
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i2.483

Abstract

Diabetes melitus gestasional (DMG) adalah gangguan metabolisme selama kehamilan yang disebabkan oleh resistensi insulin. Salah satu faktor tidak langsung yang memengaruhi terjadinya DMG adalah kurangnya pengetahuan tentang kebiasaan makan sehat. Edukasi tentang pola makan sehat dapat membantu meningkatkan pengetahuan ibu hamil untuk mencegah DMG. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pemberian edukasi terhadap pengetahuan ibu hamil tentang makanan sehat untuk mencegah DMG di Wilayah Kerja Puskesmas Tanon, Kabupaten Kediri. Desain penelitian ini adalah pra-eksperimental dengan rancangan one-group pretest-posttest without a control. Populasi sebanyak 34 ibu hamiltrimester pertama, kedua, dan ketiga dipilih menggunakan teknikProportionate Stratified Random Sampling. Variabel yang di telitiyaitu pemberian edukasi dan pengetahuan ibu hamil mengenaimakanan sehat. data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan sedang (58,82%) dan baik (41,18%). Setelah diberikan edukasi, semua peserta (100%) termasuk dalam kategori "baik". Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pengujian sebelum dan sesudah (Z = -4,513; pV = 0,001 Program edukasi tentang makanan sehat terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai makananuntuk mencegah DMG. Oleh karena itu, program edukasi ini disarankan untuk dijadikan kegiatan rutin dalam pelayanan kesehatan ibu.