cover
Contact Name
Mieke
Contact Email
mieke@esaunggul.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
inohim.ueu@esaunggul.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM)
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 23548932     EISSN : 26559129     DOI : -
Core Subject : Health,
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) is a scientific publication devoted to disseminate all information contributing to the understanding and development of Health Information management, Health Informatics and Health Information Management System.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2020): INOHIM" : 5 Documents clear
Analisis Sentimen terhadap Opini Masyarakat dalam Penggunaan Mobile-JKN untuk Pelayanan BPJS Kesehatan Tahun 2019 Mieke Nurmalasari; Nauri Anggita Temesvari; Silvia Ni'matul Maula
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 8, No 1 (2020): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v8i1.208

Abstract

AbstractBPJS Kesehatan (Healthcare and Social Security Agency) is trying to improve their services in this digital era by creating mobile-JKN applications. It was expected that BPJS participants can more easily and quickly get access to health services anytime and anywhere through this application. Expectantly, the mobile-JKN could reduce the length of queues at registration and other BPJS healthcare services. This study aims to see whether the community response is positive, negative, or neutral to the mobile-JKN application. Data was collected from Twitter social media tweets by scraping data for 11 months from January to November 2019. Data was analyzed using sentiment analysis. The result of this study was that out of 528 tweets, 222 tweets (42%) were positive, 153 tweets (29%) were neutral and 152 tweets (29%) were negative. The highest percentage was the positive sentiment and the tweets about the ease of helping health services and the effectiveness of services using JKN. Unfortunately, it was still less than 50%. The utilization of mobile-JKN during 2019 based sentiment analysis still less than 50%. It was suggested that more socialization was needed for participants to maximize the use of the JKN mobile application.Keyword: text mining, sentiment analysis, twitter, mobile-JKN, BPJS KesehatanAbstrakBadan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berusaha meningkatkan layanan mereka di era digital ini dengan membuat aplikasi mobile-JKN. Diharapkan peserta BPJS dapat lebih mudah dan cepat mendapatkan akses ke layanan kesehatan kapan saja dan di mana saja melalui aplikasi ini. Ekspektasinya dengan mobile-JKN dapat mengurangi panjang antrian saat pendaftaran dan layanan kesehatan BPJS lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah respons masyarakat positif, negatif, atau netral terhadap aplikasi mobile-JKN ini. Data dikumpulkan dari tweet media sosial Twitter dengan scraping data selama 11 bulan dari Januari hingga November 2019. Data dianalisis menggunakan analisis sentimen. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa dari 528 tweet, 222 tweets (42%) positif, 153 tweets (29%) adalah netral dan 152 tweets (29%) negatif. Persentase tertinggi adalah sentimen positif dan tweet tentang kemudahan membantu layanan kesehatan dan efektivitas layanan menggunakan JKN. Sayangnya, itu masih kurang dari 50%. Pemanfaatan mobile-JKN selama analisis sentimen berbasis 2019 masih kurang dari 50%. Disarankan bahwa diperlukan lebih banyak sosialisasi terhadap peserta untuk memaksimalkan penggunaan aplikasi seluler JKNKata Kunci: text mining, analisis sentimen, twitter, mobile-JKN, BPJS Kesehatan
Analisis Perbandingan Kelengkapan Rekam Medis Berdasarkan Metode Analisis Kuantitatif dengan Analisis Closed Medical Record Review di Rumah Sakit Kanker “Dharmais” Mohammad Yusuf Setiawan; Lily Widjaja
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 8, No 1 (2020): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v8i1.197

Abstract

AbstractMedical record is a file that contains records and documents about patient identity, examination, treatment, actions and other services that have been provided to patients. Medical records must be made immediately and completed after the patient receives the service. Examination of the completeness and quality of medical records using quantitative medical record analysis methods and Closed Medical Record Review. This study is intended to compare the completeness of the Medical Record Based on Quantitative Analysis Method with the Analysis of Closed Medical Record Review in "Dharmais" Cancer Hospital. The type of this research is analytic descriptive research with cross sectional approach. The sample size in this study was 200 cases of medical records using simple random sampling technique. Data analysis using chi square test. The results of quantitative analysis of medical records showed the completeness of medical records was 82.84%, and incomplete was 17.16%. In the closed medical record review analysis shows the completeness of the medical record of 93.53%, and incomplete of 6.47%. Chi square test results showed that there was no significant difference in the proportion of completeness between the results of the Closed Medical Record Review Analysis and the results of the Quantitative Analysis of medical records (p value = 0.437> 0.05).Keyword:  Medical Record, Quantitative Analysis of Medical Records, Closed Medical Record Review Analysis, Cancer Hospital "Dharmais". AbstrakRekam medis merupakan berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Rekam medis harus dibuat segera dan dilengkapi setelah pasien menerima pelayanan. Pemeriksaan kelengkapan dan kualitas rekam medis menggunakan metode analisis kuantitatif rekam medis dan Closed Medical Record Review. Penelitian ini dimaksudkan untuk membandingkan Kelengkapan Rekam Medis Berdasarkan Metode Analisis Kuantitatif dengan Analisis Closed Medical Record Review di Rumah Sakit Kanker “Dharmais”. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel pada penelitian ini adalah 200 kasus rekam medis dengan menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil analisis kuantitatif rekam medis menunjukkan angka kelengkapan rekam medis sebesar 82,84%, dan tidak lengkap sebesar 17,16%. Pada analisis closed medical record review menunjukkan angka kelengkapan rekam medis sebesar 93,53%, dan tidak lengkap sebesar 6,47%. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan proporsi kelengkapan antara hasil Analisis Closed Medical Record Review dengan hasil Analisis Kuantitatif rekam medis (nilai p.value=0,437 >0,05).Kata Kunci: Rekam Medis, Analisis Kuantitatif Rekam Medis, Analisis Closed Medical Record Review, Rumah Sakit Kanker “Dharmais”.
Manajemen Resiko Redesign Sistem Penjajaran Rekam Medis dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) kori puspita ningsih; Ulfa Tunnisa; Nyndita Erviana
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 8, No 1 (2020): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v8i1.204

Abstract

AbstractThe medical record alignment system at Yogyakarta Condong Catur Hospital uses the Straight Numerical Filing (SNF) storage system. Yogyakarta Condong Catur Hospital uses the SNF system which often causes misfiles. Therefore, it is necessary to redesign the medical record alignment system. In redesign activities, proactive risk management is needed to prevent failures and minimize risks when redesigning the medical record alignment system using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method. This study aims to analyze the risk management redesign of medical record alignment from Straight Numerical Filing (SNF) to Terminal Digit Filing (TDF) with the FMEA method. Design research using action research. An instrument to measure the risk management of the medical record alignment system from SNF to TDF by applying the 8 steps of FMEA. After redesigning, the decline in RPN occurred. The highest decrease in RPN in the storage process of failure mode medical record "officers align the medical records not in the TDF order" with the RPN value decreasing from 336 to 72. Thus, it can be concluded after evaluating and monitoring the implementation of the medical record alignment system redesign from SNF to TDF using the method FMEA is able to significantly reduce the risk in the process of receiving medical record requests, taking and storing medical records.Keyword: Risk management, Redesign, Medical record alignment, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)AbstrakSistem penjajaran rekam medis di RS Condong Catur Yogyakarta menggunakan sistem penyimpanan Straight Numerical Filing (SNF). RS Condong Catur Yogyakarta menggunakan sistem SNF yang sering menyebabkan misfile. Oleh karena itu perlu dilakukan desain ulang (redesign) sistem penjajaran rekam medis. Dalam kegiatan redesign diperlukan suatu manajemen resiko yang bersifat proaktif untuk mencegah terjadinya kegagalan dan meminimalkan resiko pada saat redesign sistem penjajaran rekam medis dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen resiko redesign penjajaran rekam medis dari Straight Numerical Filing (SNF) menjadi Terminal Digit Filing (TDF) dengan metode FMEA. Design penelitian menggunakan action research. Instrumen untuk mengukur manajemen resiko redesain sistem penjajaran rekam medis dari SNF menjadi TDF dengan menerapkan ke-8 langkah FMEA. Setelah dilakukan redesign terjadi penurunan RPN. Penurunan RPN tertinggi pada proses penyimpanan rekam medis mode kegagalan “petugas menjajarkan rekam medis tidak sesuai urutan TDF” dengan nilai RPN turun dari 336 menjadi 72. Dengan demikian dapat disimpulkan setelah dilakukan evaluasi dan monitoring implementasi redesign sistem penjajaran rekam medis dari SNF menjadi TDF dengan metode FMEA mampu secara signifikan menurunkan resiko pada proses menerima permintaan rekam medis, pengambilan dan penyimpanan rekam medis. Kata Kunci: Manjemen resiko, Redesign, Penjajaran rekam medis, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
Analisis Pemecahan Masalah Rendahnya Cakupan PHBS di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Puteri Fannya; Laela Indawati
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 8, No 1 (2020): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v8i1.199

Abstract

AbstractThe Clean and Healthy Behavior Program (CHBP) is a form of manifestation to increase knowledge, attitudes and behavior in order to be able to implement healthy ways of life in order to improve health. CHBP must start from the household order because a healthy household is an asset for future capital development. This study aimed to look at the problem and find a solution to the problem of the low coverage of CHBP in the working area of the Payakumbuh Health Office . This study was a qualitative study with in-depth interview method. Informants in this study were the Head of Family Health Department, Head of Health Promotion Department, Head of Payakumbuh Health Office, and Head of Padang Karambia Health Center. Data was presented and analyzed using Ishikawa diagrams for analysis of the causes of problems and effectiveness-efficiency methods for problem solving analysis. The results showed that the CHBP target had not been met because there was some problems in 5 aspects: man, money, machine, method, and environment. The priority of solving the problem was training the health promotion officers on effective counseling methods and empowering cadres in the community to conduct CHBP data collection.Keyword: Health Behavior, Cadre, Effectivity-EfficiencyAbstrakProgram Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan bentuk perwujudan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku agar dapat menerapkan cara–cara hidup sehat dalam rangka meningkatkan kesehatan. PHBS harus dimulai dari tatanan rumah tangga karena rumah tangga yang sehat merupakan aset modal pembangunan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat permasalahan dan menemukan pemecahan masalah rendahnya cakupan PHBS di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota (DKK) Payakumbuh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Informan pada penelitian ini adalah Kepala  Bidang Kesehatan Keluarga, Kepala Sesi Promosi Kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dan Kepala Puskesmas Padang Karambia. Data disajikan dan dianalisis menggunakan diagram ishikawa untuk analisis penyebab masalah dan metode efektivitas-efisiensi untuk analisis pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa target PHBS belum terpenuhi terdapat kendala dari segi man (manusia), money (dana), machine (mesin), methode (metode), dan environment (lingkungan). Prioritas pemecahan masalah adalah  melakukan pelatihan kepada petugas promkes tentang metode-metode penyuluhan yang efektif dan memberdayakan kader di masyarakat untuk melakukan pendataan PHBS. Kata Kunci: PHBS, Kader, Efektivitas-Efisiensi  
Evaluasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Daniel Happy Putra
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 8, No 1 (2020): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v8i1.201

Abstract

 Abstract Smoking was one of the risk factors of cardiovascular disease in Indonesia. The risk of smoking behavior cause Indonesia to compose a national scale program aimed at suppressing a community smoking behavior, that is non smoking zone. Health faculty of University of Indonesia as one of the state universities in Indonesia already considered the importance of the issuance of rules regarding the restriction of smokers in campus environment. The Indonesian university's non-smoking regulations have begun to be implemented since 2011. The purpose of this research was to analyze the implementation of a non-smoking area in the Faculty of Public Health University of Indonesia, both from the socialization, supervision, and coaching. Research is done with a qualitative approach using the Rapid Assessment Procedure. Based on the research results a non-smoking area concept in the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia has been conducted in several public areas such as libraries, learning parks and building borders. Although the regulations have been there for a long time there was still remains a breach of the implementation of the program. The offender consists of various students, lecturers, education personnel and hygiene officers. Based on the research results no penalty given to the violator caused the absence of a deterrent effect in the implementation of a non-smoking area program in a campus environment, this is a setback compared to several years when the rule started to take effect. There was a need to strengthened the implementation of no smoking zone in term of socialization supervision, or coaching in Faculty of Public Health Universitas Indonesia to improve the effectiveness of program in the later days. Keyword: Smoking ,Non Smoking Zone, Program Evaluation, Non-communicable diseasesAbstrakMerokok merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskular di Indonesia. Bahaya dari perilaku merokok ini menyebabkan Indonesia menyusun sebuah program berskala nasional yang ditujukan untuk menekan perilaku merokok di lingkungan masyarakat yaitu kawasan tanpa rokok. Universitas Indonesia sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia pada fakultas kesehatan sudah mempertimbangkan akan pentingnya penerbitan aturan mengenai pembatasan perokok di lingkungan kampus. Aturan tentang kawasan tanpa rokok di Universitas Indonesia sudah mulai diterapkan sejak tahun 2011. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pelaksanaan kawasan tanpa rokok di lingkungan  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia baik dari sisi sosialisasi, pengawasan serta pembinaan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan desain Rapid Assesment Procedure. Berdasarkan hasil penelitian konsep kawasan tanpa rokok di lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia telah dilakukan di beberapa tempat umum seperti perpustakaan, taman belajar dan perbatasan gedung. Walaupun peraturan telah ada sejak lama tetap ada kendala berupa pelanggaran terhadap pelaksanaan program tersebut. Pelanggar aturan terdiri dari berbagai kalangan baik mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan maupun petugas kebersihan. Berdasarkan hasil penelitian tidak ada hukuman yang diberikan kepada pelanggar menyebabkan tidak adanya efek jera dalam pelaksanaan program kawasan tanpa rokok di lingkungan kampus, hal ini merupakan kemunduran dibandingkan dengan beberapa tahun mulai berjalannya aturan tersebut. Perlu diadakan penguatan dalam pelaksanaan program kawasan tanpa rokok baik dari segi sosialisasi, pengawasan ataupun pembinaan di lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia untuk meningkatkan efektivitas program di kemudian hari.Kata Kunci: Merokok, Kawasan Tanpa Rokok, Evaluasi Program, Penyakit tidak menular 

Page 1 of 1 | Total Record : 5