cover
Contact Name
Fahmi Hafid
Contact Email
poltekita@gmail.com
Phone
+6285255530999
Journal Mail Official
poltekita@gmail.com
Editorial Address
Jl. Thalua Konchi, Mamboro, Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94145
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : 1907459X     EISSN : 25277170     DOI : https://doi.org/10.33860
Core Subject : Health, Science,
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan (e-ISSN: 2527-7170, p-ISSN: 1907-459X) is a peer-reviewed open access scientific journal published by Poltekkes Kemenkes Palu. The scope for Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan includes nutrition, midwifery, nursing, public health, environmental health, food, and nutrition.Each volume of Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan is counted in each calendar year that consists of 4 issues. Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan is published two times per year every February, May, August, and November. Articles could be written in either Bahasa Indonesia or English
Articles 516 Documents
Kajian Pustaka: Penggunaan Media Digital Sebagai Alternatif Media Pendidikan Gizi pada Remaja di Masa Pandemi COVID-19 Sarah Yuliani Assabila; Linda Riski Sefrina
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2022): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i1.693

Abstract

Pendidikan gizi menjadi salah satu upaya preventif dalam mengatasi masalah gizi remaja di Indonesia. Namun, adanya pandemi COVID-19 menghambat proses pendidikan gizi pada remaja, mengingat adanya pembatasan kegiatan tatap muka, dan remaja melaksanakan pembelajaran dari rumah. Platform atau media digital berbasis online dapat menjadi media alternatif untuk membantu proses pendidikan gizi pada remaja selama masa pandemi berlangsung. Tujuan dari kajian pustaka ini adalah memberikan gambaran terkait pemanfaatan media digital sebagai media pendidikan gizi di masa pandemi COVID-19. Proses pencarian artikel ilmiah dilakukan melalui database Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital memiliki potensi yang besar sebagai media alternatif pendidikan gizi di masa pandemi COVID-19. Hal tersebut ditunjukkan dengan tercapainya tujuan program-program gizi yang dilaksanakan, yaitu meningkatnya pengetahuan, sikap, dan atau tindakan remaja terhadap gizi seimbang dan PHBS. Media digital yang banyak dimanfaatkan diantaranya Twitter, WhatsApp, Google Meet, Zoom Cloud Meeting, Instagram dan Website, dengan media WhatsApp menjadi media digital yang paling banyak digunakan dalam proses pendidikan dan edukasi gizi pada remaja di masa pandemi COVID-19
Implikasi Media Informasi Terhadap Tingkat Pengetahuan Keluarga Dalam Mengenali Tanda dan Gejala Covid-19 Swaidatul Masluhiya AF; Anung Prasetyo Nugroho; Sirli Mardianna Trishinta
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2022): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i1.700

Abstract

Pada kondisi pandemi saat ini, media informasi sangat berperan penting dalam memberikan informasi terbaru. Media juga berperan penting dalam penyebaran informasi wabah virus Covid-19. Media cetak maupun elektronik sebagai sumber informasi memiliki peran penting dalam membentuk persepsi serta respon publik tentang Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implikasi media informasi terhadap tingkat pengetahuan keluarga dalam mengenali tanda dan gejala covid-19 di Wilayah Desa Kalirejo, Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 627 KK dengan sampel yang diperoleh sebanyak 87 KK diambil dengan menggunakan Purposive sampling. Data dikumpulkan dengan metode wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Pearson Correlation. Berdasarkan hasil penelitian diketahui sebagian besar (55,2%) responden memperoleh informasi tentang Covid-19 dari berita TV. Berdasarkan pendapat responden tentang penilaian media informasi yang dipilih, diketahui sebagian besar (62,07%) responden berpendapat baik tentang media informasi Covid-19. Hasil ini juga menunjukkan sebagian besar (51,7%) pengetahuan keluarga dalam mengenali tanda dan gejala Covid-19 berada pada kategori kurang dengan sig. 0.000 < 0.005 artinya terdapat hubungan antara pendapat masyarakat tentang media yang ditonton dengan pengetahuan serta menunjukkan kekuatan hubungan kategori sedang (0.427). Pengetahuan dapat dikaitkan dengan perilaku seseorang, dimana pengetahuan yang baik dapat menunjukkan perilaku yang baik. Hasil ini selanjutnya dapat dijadikan dasar dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat dalam mengenali tanda dan gejala covid-19
Status Gizi Ibu Hamil dan Kepatuhan Minum Multifle Micronutrien Di 10 Desa Lokus Stunting Di Kabupaten Banggai Wijianto Wijianto; Rugaya Said; Nitro Galenso
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2022): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i1.716

Abstract

Masalah gizi yang dialami ibu hamil adalah masalah gizi seperti kurang Energi kronis (KEK) dan anemia gizi. Pemberian multiple micronutrien diharapkan dapat memperbaiki status kesehatan dan status gizi khususnya pada ibu hamil dan WUS (wanita pra konsepsi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi dan status anemia serta kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi multiple micronutrien (MMN). Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan observasional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September –Oktober 2021 bertempat di 10 desa lokus stunting kabupaten Banggai. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan jumlah sampel sebanyak 56 ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang mengalami masalah anemia gizi sebanyak 21.4%, ibu hamil beriso KEK 16.1% dan ibu hamil dengan IMT kategori kurus sebanyak 10.7%. Tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet MMN sebagian besar (64.3%) belum patuh dan rata-rata konsumsi terhadap tablet MMN sebagian besar (66.1%) masih kurang dari 30 tablet. Perlu upaya penanggulangan serius terhadap masalah gizi pada ibu hamil dan upaya peningkatan terhadap cakupan konsumsi tablet MMN melalui pemberdayaan kader dan petugas pengawas minum obat (PMO).
Hubungan Pemanfaatan Sarana Sanitasi Terhadap Kejadian Stunting Tahun 2021 Hanum Sasmita; Sapriana Sapriana; Sony Bernike Magdalena Sitorus
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2022): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i1.753

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan sarana sanitasi terhadap kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Wani Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah tahun 2021. Jenis Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan case control Jumlah sampel kasus sebanyak 198 ksus stunting dan control (1:1) sebanyak 198 sehingga total sampel 396 ksus stunting pada balita adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan case control. Hasil  penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara pemanfaatan sarana sanitasi dengan kejadian stunting. Untuk pemanfaatan sarana air bersih responden yang memanfaatkan memiliki 44,8% balita stunting sedangkan yang tidak memanfaatkan 87,5% memiliki balita stunting, jamban keluarga responden yang memanfaatkan memiliki 43,7% balita stunting sedangkan yang tidak memanfaatkan 78,1% memiliki balita stunting, pemanfaatan sarana cuci tangan pakai sabun responden yang memanfaatkan memiliki 3,8% balita stunting sedangkan yang tidak memanfaatkan 73,4%% memiliki balita stunting, sedangkan pengelolaan limbah cair  rumah tangga responden yang tidak memanfaatkan memiliki balita stunting 74,0% dibandingan dengan responden yang memanfaatkan memiliki balita stunting 41,4%. Dan pengelolaan sampah padat responden yang tidak memanfaatkan,  71,7% memiliki balita stunting, dan responden yang memanfaatkan, 43,4%  memiliki balita stunting. Kesimpuannya bahwa pemanfaatan sarana sanitasi memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian stunting pada balita
Supervisi Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri oleh Perawat Di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Eka Kartika; Dina Dwi Nuryani; Christin Angelina Febriani
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2022): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i1.822

Abstract

Perawat merupakan tenaga kesehatan yang lebih banyak kontak langsung dengan pasien oleh karena itu kepatuhan perawat dalam penggunaan alat pelindung diri sangat berpengaruh pada penularan penyakit. Faktor pengetahuan, fasilitas dan supervisi dapat meningkatkan kepatuhan perawat dalam penggunaan alat pelindung diri di RS Pertamina Bintang Amin. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode wawancara. Informan pada penelitian ini adalah perawat dan supervisi di RS. Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung. Analisis data menggunakan analisa isi yang dimulai dengan cara mengatur urutan data dengan mengorganisir data yang telah terkumpul dari hasil wawancara mendalam serta foto yang diambil sebagai bahan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat bahwa sebagian besar informan sudah baik dalam pengetahuan yang meliputi persepsi dan sikap. Fasilitas APD yang disediakan oleh Rumah Sakit sebagian besar sudah sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Peran supervisi sangat dibutuhkan untuk mengawasi perawat dalam penggunaan alat pelindung diri. Kepatuhan dalam penggunaan alat pelindung diri sebagian besar sudah baik dan sesuai dengan SOP yang ada di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin.
Determinan Kematian Ibu di Jawa Timur Tahun 2020: Analisis Geographically Weighted Regression (GWR) Joko Ade Nursiyono; Marfuah Apriyani
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2022): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i1.844

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan sekaligus menjadi ukuran keberhasilan Sustainable Development Goals tujuan ketiga. Penelitian ini ingin mengetahui pengaruh indeks pemanfaatan pangan dan jumlah persalinan yang dibantu tenaga kesehatan terhadap jumlah kematian ibu di Jawa Timur tahun 2020 menggunakan pendekatan Geographically Weighted Regression (GWR). Adapun model terbaik yang dihasilkan penelitian ini adalah GWR dengan bandwith Adaptive Bisquare. Hasil uji parsial dan simultan menunjukkan bahwa indeks pemanfaatan pangan dan jumlah tenaga kesehatan yang membantu dalam proses persalinan berpengaruh signifikan terhadap angka kematian ibu dengan model terbaik adalah GWR. Nilai R Square dari model GWR sebesar 0,7472. Artinya, proporsi keragaman jumlah kematian ibu dapat dijelaskan oleh variabel indeks pemanfaatan pangan dan persalinan ibu melahirkan yang dibantu oleh tenaga Kesehatan sebesar 74,72 persen, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model
Asuhan Gizi Terhadap Asupan, Saturasi dan Kadar Glukosa Darah Pasien Corona Virus Disease (COVID 19) Komorbid Diabetes Siti Hadianti; Mertien Sa'pang
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2022): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i1.881

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah gambaran Asuhan Gizi Terhadap Asupan, Saturasi, dan Kadar Glukosa Darah Pasien Corona Virus Disease (COVID 19) Komorbid Diabetes Melitus. Metode penelitian ini, adalah deskriptif dengan design case study. Subyek dalam studi kasus ini adalah enam pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil pengamatan dari enam pasien diruangan ICU Covid Al-Falah setelah dilakukan asuhan gizi 5 pasien mengalami hiperglikemia dan glukosa darah tidak terkontrol. Sedangkan satu pasien gula darah terkontrol. Salah satu penyebab tidak terkontrolnya glukosa darah pada pasien Covid 19 adalah stress metabolik. Selain dari faktor stress penyebab kenaikan glukosa darah pada pasien Covid 19 adalah efek samping dari pemberian obat dexamethasone. Saturasi oksigen dari 6 pasien yang diamati stabil karena penambahan minyak jagung pada intervensi yang diberikan dan pengurangan porsi karbohidrat pada racikan makanan cair yang diberikan. Pasien COVID-19 merupakan salah satu jenis penyakit paru, maka karbohidrat harus dikurangi jumlahnya dan digantikan dengan peningkatan dari sumber lemak.  Hal ini disebabkan karbohidrat memiliki Respiratory Quotient (RQ) yang paling tinggi dibandingkan dengan protein dan lemak yang berakibat pada peningkatan retensi CO2 yang dihasilkan sehingga dapat menambah gejala sesak yang dialami oleh penderita COVID-19. Kesimpulan, Berdasarkan hasil pengamatan dari 6 pasien diruangan ICU Covid Al-Falah setelah dilakukan asuhan gizi 5 pasien mengalami hiperglikemia dan glukosa darah tidak terkontrol. Saturasi oksigen dari 6 pasien yang diamati stabil karena penambahan minyak jagung pada intervensi yang diberikan dan pengurangan porsi karbohidrat pada racikan makanan cair yang diberikan.
Pengaruh Brisk Walking Terhadap Kadar Glukosa Darah Sewaktu Pasien Diabetes Melitus Tipe II Yulis Hati; Rosanti Muchsin
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2022): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i1.898

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit gangguan metabolik yang mengakibatkan sel beta pankreas tidak dapat memproduksi cukup insulin secara efektif. Pada penderita diabetes yang melakukan latihan fisik dengan teratur akan meningkatkan toleransi insulin terhadap gula darah. Salah satu contoh latihan ringan yang bisa dilakukan oleh penderita diabetes adalah berjalan kaki selama 30 menit dan berjalan cepat (brisk walking). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Brisk Walking terhadap penurunan kadar glukosa darah pasien diabetes mellitus tipe II. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain pra eksperimental pendekatan One group Pretest-posttest. Populasi sebanyak 150 orang di wilayah kerja Puskesmas Batu Tunggal Kecamatan NA IX X dengan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling berjumlah 40 orang. Hasil penelitian yaitu rata-rata kadar gula darah sebelum dilakukan brisk walking sebesar 222,67 mg/dl dimana kadar gula darah tersebut dikategorikan masih tinggi. Kemudian setelah pelaksanaan brisk walking didapat nilai rata-rata kadar gula darah sebesar 199,33 mg/dl. Berdasarkan hasil uji paired t test didapat bahwa Brisk Walking dapat penurunan kadar glukosa darah pasien diabetes melitus tipe II dengan nilai p = 0,0001. Kesimpulan yaitu terdapat pengaruh brisk walking terhadap kadar glukosa darah pasien diabetes melitus tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Batu Tunggal Kecamatan NA IX X
Kontribusi Pengetahuan Ibu dan Dukungan Petugas Kesehatan terhadap Praktik Pemberian ASI Eksklusif di Kota Batam Rd. Halim; Rizqa Ichlasul Akhir; Evy Wisudariani; Muhammad Syukri; Icha Dian Nurcahyani; Nurbaya Nurbaya
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2022): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i1.976

Abstract

Persentase ASI eksklusif di Puskesmas Botania selama 3 tahun terakhir masih belum mencapai target. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Botania, Kota Batam. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah ibu yang memiliki anak usia 6-12 bulan yang berjumlah 469 ibu. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 87 ibu. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square dilanjutkan dengan uji multivariat menggunakan regresi logistik berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS 16.0. Hasil studi menunjukkan proporsi anak dengan ASI eksklusif sebesar 46%. Variabel yang berhubungan dengan ASI  eksklusif adalah pengetahuan (AOR=3,89; 95%CI 1,50-10,02) dan dukungan petugas kesehatan (AOR=2,97; 95%CI 1,13-1,77). Analisis multivariat menunjukkan pengetahuan merupakan faktor dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu dan dukungan petugas kesehatan terhadap pemberian ASI eksklusif. Pengetahuan merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif pada anak sehingga diperlukan pelatihan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif. Selain itu, kunjungan petugas kesehatan kepada ibu penting dalam memotivasi ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada anaknya
Comparison of Dental Care Policies Before and During The COVID-19 Pandemic: A Literature Review Ika Marta Nia; Inge Dhamanti
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2022): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i1.985

Abstract

Dental care services have the highest risk of transmitting the COVID-19. Many countries and health organizations published policies or procedures for dental care services implementation during the COVID-19 pandemic. This study compared the dental care policies before and during the COVID-19 pandemic. This study narratively reviewed policies of dental care services before and during the COVID-19 pandemic. We searched for recommendations and guidelines on dental care policies by The Ministry of Health of Indonesia and The Centers for Disease Control and Prevention (CDC). The study result showed that the dental care policy before the COVID-19 pandemic explained infection preventive action in dental care facilities. Dental care policy during the COVID-19 pandemic explained COVID-19 preventive efforts and changes in the dental procedure like the use of teledentistry (to assess the dental condition of patients and follow up patients), postponing of elective surgeries, restricting the number of patients, screening COVID-19 for all patients, and implement of COVID-19 health protocol. The most striking differences among dental care policies before and during the COVID-19 pandemic were the pre-visit screening aspect (the use of teledentistry to assess dental condition) and the screening aspect (ensuring patients didn't have COVID-19 symptoms)