cover
Contact Name
Fahmi Hafid
Contact Email
poltekita@gmail.com
Phone
+6285255530999
Journal Mail Official
poltekita@gmail.com
Editorial Address
Jl. Thalua Konchi, Mamboro, Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94145
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : 1907459X     EISSN : 25277170     DOI : https://doi.org/10.33860
Core Subject : Health, Science,
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan (e-ISSN: 2527-7170, p-ISSN: 1907-459X) is a peer-reviewed open access scientific journal published by Poltekkes Kemenkes Palu. The scope for Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan includes nutrition, midwifery, nursing, public health, environmental health, food, and nutrition.Each volume of Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan is counted in each calendar year that consists of 4 issues. Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan is published two times per year every February, May, August, and November. Articles could be written in either Bahasa Indonesia or English
Articles 516 Documents
Analisis Kualitas Kompos dengan Penambahan Bioaktivator EM4 dan Molase dengan Metode Takakura Febriyana Mustika Dewi S; Haryoto Kusnoputranto
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2022): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i1.1039

Abstract

Kota Cimahi memiliki potensi yang cukup besar sampah –sampah yang memiliki senyawa-senyawa organik untuk bahan  kompos. Sampah organik tidak begitu saja dapat berubah menjadi kompos karena komponen rantai didalamnya tidak sederhana untuk mempercepat pengkomposan diperlukan bioaktivator. Tujuan penelitian yaitu menganalisis perbedaan kualitas kompos dengan adanya penambahan bioaktivator EM 4 dan molase dengan keranjang tatakura dibandingkan dengan SNI 19- 7030- 2004. Penelitian ini  eksperimen dengan metode Quasi Experiment. Terdapat 3 kelompok eksperimen yaitu kelompok A (EM4), Kelompok B (Molase), dan Kelompok C (Kontrol). Analisis data univariat dan dibandingkan dengan SNI 19-7030-2004. Sampel penelitian ini yaitu sampah organik dari TPST 3R melong Asih. Hasil penelitian didapatkan suhu akhir pada hari ke 30 seluruh kelompok perlakuan memenuhi ketentuan SNI 19-7030-2004 yaitu suhu tanah 24°C sampai dengan 26°C tetapi kelompok kontrol tidak mengalami pelapukan karena suhu maksimal saat proses hanya 28,8°C. Pengukuran pH dengan nilai akhir Kelompok A (6.82) dimana sampah organik yang diberikan EM4, sedangkan sampah yang diberi molase dan control hasilnya cenderung alkali (basa). Kesimpulan yaitu pemberian jenis bioaktivator yang berbeda dapat menghasilkan kompos dengan kualitas yang berbeda dan yang paling efektif dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan EM4
Peran Farmasis Terhadap Tingkat Kepatuhan Minum Obat, Pengetahuan, dan Tekanan Darah Pasien Hipertensi Prolanis di Puskesmas Kecamatan Pulogadung Annisa Septyana Putri; Dian Ratih Laksmitawati; Sahat Saragi
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2022): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i1.1104

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan minum obat, pengetahuan, dan tekanan darah pasien hipertensi prolanis sebelum dan sesudah intervensi farmasis. Metode penelitian adalah quasi eksperimental yang dilakukan secara prospektif. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi yang datang berobat ke Puskesmas Kecamatan Pulogadung dengan jumlah sampel 39 orang. Edukasi diberikan dengan menggunakan bantuan penyebaran leaflet dan ceramah secara online yaitu dengan bantuan Google Meeting. Sedangkan untuk reminding dilakukan melalui penulisan pesan yang bersifat motivasi, reminder, jadwal minum obat, dan informasi-informasi lain yang terkait melalui Whatsapp Group. Analisis data menggunakan statistik Uji Wilcoxon, Uji Friedmaan. Hasil penelitian yaitu terdapat perbedaan yang signifikan skor pengetahuan, kepatuhan dan jumlah pil obat yang diminum responden sebelum dan setelah intervensi dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05) dimana terdapat peningkatan skor pengetahuan sebesar 2.46, skor kepatuhan sebesar 1.1, peningkatan jumlah pil yang dikonsumsi pada bulan ke 3 menjadi 92,182. Tekanan darah diastole dan systole juga mengalami penurunan yang signifikan setelah intervensi (p = 0.000). Kesimpulan yaitu edukasi, konseling dan reminder yang dilakukan farmasis dapat meningkatkan kepatuhan minum obat, pengetahuan pasien, dan hasil tekanan darah pada pasien hipertensi prolanis
Implementasi Pemantauan Ibu Hamil Kurang Energi Kronik Dalam Upaya Percepatan Perbaikan 1000 Hari Pertama Kehidupan Rumita Ena Sari; Ismi Nurwaqiah Ibnu; Ayunda Ramadhani
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2022): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i1.1142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Pemantauan Ibu Hamil KEK di Kabupaten Tanjung Jabung Timur 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Informan penelitian berjumlah 9 orang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam (indepth interview), telaah dokumen dan dokumentasi. Bentuk komunikasi dituangkan dalam bentuk SK Bupati lalu di turunkan kepada Dinas Kesehatan, kemudian dari Dinas Kesehatan ke puskesmas mengadakan pertemuan yang dilakukan oleh dinas kesehatan, dan terakhir komunikasi dilakukan dari puskesmas ke sasaran yaitu ibu hamil dengan memberikan edukasi/sosialisasi seputar kehamilan. SDM dalam pemantauan ibu hamil KEK masih belum maksimal dikarenakan kurangnya tenaga ahli gizi yang sesuai dengan bidangnya yang membuat beberapa puskesmas tidak memiliki tenaga ahli gizi. Tidak adanya gudang khusus penyimpanan PMT dan obat-obatan, serta jangka waktu/masa expired PMT sangat pendek, serta jauhnya jarak pengiriman dan pendistribusian. Masih kurangnya anggaran disebabkan terjadinya pandemik Covid-19 yang membuat alokasi Anggaran dialihkan sebagian. Dalam program pemantauan ibu hamil KEK seluruh pelayanan kesehatan wajib dilaksanakan sesuai dengan SPM. Pemantauan ibu hamil KEK dilakukan setiap 2 minggu sekali. Tugas dan fungsi masing-masing tim tingkat kab/kec/puskes/desa telah tercantum dalam SK Pokja. Implementasi kebijakan pemantauan, faktor komunikasi cukup maksimal, sumber daya belum maksimal. Program wajib sesuai SPM. Program pelayanan, pembinaan serta pengawasan belum maksimal
Sintesis Adsorben Epoxidized Natural Rubber β-Siklodekstrin Untuk Pemisahan Karotenoid dari Minyak Kelapa Sawit Nur Endah Saputri; Dzul Fadly; Suko Priyono; Chusnul Hidayat; Umar Santoso
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2022): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i1.1154

Abstract

Minyak kelapa sawit mengandung karotenoid 30 kali lebih besar dibandingkan sumber nabati lain dan sebagaian besar hilang akibat proses pemurnian. Salah satu metode untuk pemisahan karotenoid adalah adsorpsi. β-siklodekstrin (β-CD) merupakan senyawa alternatif untuk memperangkap karotenoid. Namun struktur tiga dimensi matriks β-CD akan rusak ketika mengembang melebihi kapasitas. Epoxidized Natural Rubber (ENR) dapat menjadi sumber gugus epoksi yang bersifat polar. Interaksi gugus epoksi pada ENR dengan gugus hidroksil pada β-CD suatu material polar menurunkan tegangan permukaan, meningkatkan kompabilitas, dan memperbaiki sifat dari material tersebut. Selain itu epoksida bersifat sangat reaktif dan mudah berikatan dengan gugus hidroksil (-OH) yang terdapat pada β-CD secara cross-linking. Sehinnga tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan ENR dengan kandungan gugus epoksi yang tinggi, memperoleh waktu reaksi terbaik untuk menghasilkan sintesis adsorben ENR-β CD dengan kapasitas adsorpsi yang besar dan kemampuan desorpsi yang tinggi, serta menentukan model isotermal adsorpsi yang dapat menggambarkan pemisahan karotenoid menggunakan adsorben ENR- β CD. Hasil penelitian menunjukan % KKK lateks alam 27,23 ± 0,001%. Total karotenoid minyak sawit dan minyak kelapa sawit kaya akan beta karoten masing-masing 385 ± 16,09 mg/L dan 634 ± 1,40 mg/L. Karekteristik ENR hasil sepktra FTIR menunjukan puncak serapan pada panjang gelombang 1298,3 cm-1 dan 830,83 cm-1 (regangan cincin epoksida), dan % mol gugus epoksi sebsesar 13.33 ± 0,00%. Karakteristik adsorben ENR-β CD menunjukan hasil spektra FTIR pada panjang gelombang 3000 cm-1 – 3500 cm-1 yang semakin menghilang dengan semakin lamanya waktu reaksi. Aplikasi adsorben ENR-β CD untuk pemisahan karotenoid minyak kelapa sawit menunjukan peningkatan karotenoid teradsorp dengan peningkatan lama waktu reaksi. Namun pada waktu 18 jam dan 24 jam desorpsi mengalami penurunan. Model isothermal yang cocok digunakan dalam penelitian ini adalah isothermal adsorpsi Langmuir dengan niali kapasitas (Q0) 1.017 mg/g, energi adsorpsi (b) 0.002 L/mg, dan nilai R2 0.506.
Daya Hambat Bakteri Propionibacterium acne Gel Kombinasi Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) dan Ekstrak Sari Jeruk Bali (Citrus maxima Merr) Putri Febriani Dewi Indah; Ratna Djamil; Shelly Taurhesia; Kartika Sari
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2022): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i1.1155

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kombinasi konsentrasi sediaan gel ekstrak kulit buah manggis (Garnicia mangostana) dan ekstrak sari buah jeruk bali (Citrus maxima) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, ekstrak kulit buah manggis dan ekstrak sari buah jeruk bali dibuat dengan teknik maserasi menggunakan pelarut etanol 70% serta dilakukan uji parameter mutu terhadap masing-masing ekstrak dan diuji konsentrasi hambat minimumnya. Hasil penelitian yaitu kadar air pada ekstrak kulit buah manggis telah memenuhi syarat mutu ekstrak, tetapi pada ekstrak sari buah jeruk bali melebihi batas nilai kadar air tanaman obat yaitu >10%. Kadar abu masing-masing ekstrak kulit buah manggis dan ekstrak sari buah jeruk bali secara berturut-turut yaitu 25,48% dan 21,98%. Hasil penapisan fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah manggis dan ekstrak sari buah jeruk Bali mengandung senyawa glikosida, alkaloid, flavonoid, tanin, fenolik, terpenoid, steroid dan minyak atsiri. Ekstrak kulit buah manggis memiliki aktivitas antibakteri sebesar 12,27±0,55 mm dan ekstrak ekstrak sari buah jeruk bali memiliki aktivitas antibakteri sebesar 17,33±0,60 mm. Kesimpulan yaitu Ekstrak kulit buah manggis dan ekstrak sari buah jeruk bali dapat dibuat sediaan gel kombinasi yang memenuhi syarat gel yang baik. Gel kombinasi ekstrak kulit buah manggis dan sari buah jeruk bali  memiliki daya hambat sebesar 3,33±0,10 mm pada F8, sediaan gel kombinasi memiliki efek antibakteri yang lebih kecil jika dibandingkan dengan sediaan gel yang mengandung ekstrak tunggal masing-masing ekstrak dan tidak stabil pada penyimpanan 3 minggu pada suhu 370C
Manajemen Pengelolaan Limbah Pasien Covid-19 Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar Andi Awaliya Anwar; Mega Marindrawati Rochka
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2022): August
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i2.681

Abstract

Penanganan pasien COVID-19 yang sangat meningkat di Indonesia mengakibatkan peningkatan timbunan limbah medis B3 rumah sakit secara signifikan, sehingga membutuhkan sistem manajemen pengelolan limbah rumah sakit yang sesuai dengan standar. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan gambaran manajemen pengelolaan limbah pasien COVID-19 di RSUD Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik observasi langsung dan wawancara. Informan dalam penelitian ini adalah kepala bagian sanitasi IPAL, penanggung jawab pengelola limbah padat, dan operator IPAL, Tenaga Kesehatan dan Cleaning Service. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengelolaan limbah pasien COVID-19 dipisahkan dengan limbah pasien non COVID-19 meliputi proses pewadahan, pemilahan, pengangkutan, sedangkan pengolahan dan pemusnahan dilakukan oleh pihak ke tiga diluar rumah sakit. Semua proses manajemen pengelolaan limbah pasien COVID-19 di RSUD Kota Makassar sudah sesuai dengan standar pedoman pengelolan limbah pasien COVID-19 dari Kementrian Kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa manajemen pengelolaan limbah pasien covi-19 di RSUD Kota Makassar telah sesuai dengan pedoman pengelolaan limbah rumah sakit rujukan pasien COVID-19. Saran untuk pihak rumah sakit agar dapat mengupayakan pengolahan dan pemusnahan limbah di rumah sakit baik dengan cara incinerator maupun autoclave
Pengaruh Konstruksi Sumur Gali Dan Jarak Sumber Pencemar Terhadap Kualitas Bakteriologis Air di Wilayah Kerja Puskesmas Palolo Novarianti Novarianti; Amsal Amsal
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2022): August
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i2.686

Abstract

Di Indonesia pada daerah pedesaan dan perkotaan banyak ditemui sumur gali, karna pada umumnya masyarakat banyak menggunkan sumur gali, karena sumur gali tergolong mudah dan murah pembuatannya. Akan tetapi sumur gali mempunyai resiko pencemaran yang sangat tinggi berupa pencemaran fisik, kimia maupun biologis. Air dan kesehatan merupakan dua hal yang saling berhubungan. Bila kualitas air yang dikonsumsi masyarakat tercemar oleh bakteri coliform dan bakteri E coli, maka dapat menyebabkan penyakit diantaranya diare. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kontruksi sumur gali dan jarak sumber pencemar terhadap kualitas bakteriologis air di Wilayah Kerja Puskesmas Palolo Kabupaten Sigi. Jenis penelitian ini penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian analitik dan desain potong lintang (cross sectional), variabel dependen dan variabel independen diteliti secara bersamaan. Hasil observasi yang dilakukan pada 89 kontruski sumur gali, terdapat 35 (39,3%) yang memenuhi syarat dan 54 (60,7%) yang tidak memenuhi syarat dan hasil analisis statistik nilai p value 0,00 yang berarti bahwa ada  hubungan signifikan kontruksi sumur dengan kualitas bakteri Coliform. Jarak sumber pencemar pada sumur gali ada 31 (34,8%) yang memenuhi syarat dan yang tidak memenuhi syarat ada 58 (65,2%), hasil analisis dimana nilai p value 0,00 yang berarti bahwa ada  hubungan signifikan jarak sumber pencemar dengan kualitas bakteri coliform. Hasil pemeriksaan laboratorium untuk kualitas bakteri E. coli pada sumur gali  terdapat 1 (1,1%) yang memenuhi syarat. Kandungan E. coli hasil analisis statistik pada variabel jarak sumber pencemar nilai p value 0,34 yang berarti bahwa tidak ada hubungan signifikan jarak sumber pencemar dengan kualitas bakteri E. coli pada sumur gali.
Hubungan Umur dan Status Komorbid dengan tingkat kematian pasien covid-19 di RSUD dr. Chasbullah Abdul Madjid Kota Bekasi Siti Rafingah; Nova Muhani; Seniwati Seniwati; Dini Sukmalara
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2022): August
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i2.721

Abstract

Corona virus disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit infeksi disebabkan oleh SARS-CoV-2 yang menyebabkan peningkatan morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kematian pada pasien covid-19. Metode penelitian menggunakan pendekatan observasional kohort retrospektif dengan data sekunder dari medical record. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien yang dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdul Madjid Kota Bekasi dari Bulan September 2020 sampai dengan April 2021. Sampel penelitian adalah seluruh pasien covid 19 yang berusia lebih dari 18 tahun dan memiliki komorbid sebanyak 1.371 pasien. Analisis menggunakan chi square test. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa kasus pada pasien laki-laki lebih banyak 724 (52,8%) dibandingkan dengan pasien perempuan 647 (47,2%) dengan tingkat kematian pada laki-laki lebih tinggi yaitu 33,1%. Jenis komorbid yang paling banyak adalah DM, Hipertensi, Penyakit Jantung, penyakit paru dimana kejadian hipertensi, penyakit jantung dan paru prevalensi terbanyak pada laki-laki. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan umur dan status komorbid dengan tingkat kematian pasien covid-19 dengan nilai p value keduanya 0.0001 dan OR pada status komorbid 5,08. Kesimpulan terdapat hubungan status komorbid yaitu komorbid lebih dari satu berisiko mengalami kematian sebesar 5 kali dibandingkan pasien yang hanya memiliki satu macam komorbid. Saran peningkatan upaya pencegahan dan penanganan faktor komorbid yang dapat memperberat dan meningkatkan risiko kematian pada pasien covid-19 dengan edukasi dan pemberian terapi
Pengaruh Konsumsi Buah Pisang Ambon (Musa Paradisiaca var Sapientum Linn) terhadap Peningkatan Kadar Hb pada Ibu Hamil dengan Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Kayamanya Nilda Yulita Siregar; Fransisca Noya; Putu Candriasih
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2022): August
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i2.919

Abstract

Pencegahan anemia dapat dilakukan pengobatan relatif secara mudah dan murah. Salah satu alternatifnya adalah mengonsumsi buah pisang ambon untuk memenuhi asupan zat besi bagi pasien anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh konsumsi buah pisang ambon (Musa Paradisiaca var Sapientum Linn) terhadap peningkatan kadar Hb pada ibu hamil dengan anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Kayamanya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi Quasi Eksperimental, dengan rancangan  pretest-posttest control group design.  Pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sebesar 44 orang. Data diolah dan dianalisis dengan menggunakan distribusi frekuensi dengan ukuran persentase dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan rerata kadar Hb mengalami peningkatan pada kelompok kasus dari 9,09 mg/dl menjadi 10,13 mg/dl dan pada kelompok kontrol dari 8,95 mg/dl menjadi 9,42. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan bermakna sebelum dan setelah intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai 0,000 (p<0,05). Kesimpulan yaitu terdapat pengaruh konsumsi buah pisang ambon (Musa Paradisiaca var Sapientum Linn) terhadap peningkatan kadar Hb pada ibu hamil dengan anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Kayamanya
Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Loyalitas Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit: Scoping Review Dita Aulia Rahma; Diansanto Prayoga
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 3 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i3.967

Abstract

Loyalitas konsumen adalah perilaku yang akan membeli produk atau menggunakan jasa secara berulang-ulang pada perusahaan yang sama, sedangkan loyalitas pasien dikaitkan dengan perilaku pasien untuk menggunakan kembali jasa yang diberikan oleh pelayanan kesehatan salah satunya di rumah sakit. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi loyalitas pasien. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas pasien rawat inap di rumah sakit. Metode yang digunakan adalah scoping review. Pengumpulan data didapatkan melalui dua sumber data base yaitu DOAJ dan google scholar (dibatasi pada 3 halaman pertama). Adapun kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel yaitu: "Faktor" AND "loyalitas" AND "pasien” AND “rawat inap” AND “rumah sakit”. Artikel yang ditemukan sebanyak 23 artikel namun hanya 11 artikel yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi loyalitas pasien rawat inap di rumah sakit adalah faktor kepuasan pasien dan faktor kualitas layanan pasien. Terdapat faktor lain yang dapat mempengaruhi loyalitas pasien rawat inap di rumah sakit seperti faktor perilaku caring perawat, kepercayaan, kenyamanan, kemudahan, dan lain-lain. Kesimpulannya, pihak rumah sakit perlu memperhatikan bagaimana tingkat kepuasan pasien dan kualitas pelayanan yang diberikan karena banyak hasil penelitian yang berhasil menunjukkan pengaruh faktor kepuasan pasien dan faktor kualitas layanan pasien terhadap tingkat loyalitas pasien