cover
Contact Name
Krishna Purnawan Candra
Contact Email
candra@faperta.unmul.ac.id
Phone
+6281350044920
Journal Mail Official
jtropicalagrifood@gmail.com
Editorial Address
Department of Agricultural Products Technology, Faculty of Agriculture, Mulawarman University Jl. Tanah Grogot Kampus Gunung Kelua Samarinda - Kalimantan Timur, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Journal of Tropical AgriFood
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 26853590     EISSN : 26853604     DOI : https://doi.org/10.35941/jtaf
Core Subject : Agriculture,
Tropical AgriFood is academic journal for research article and review in the field of agricultural technology including agricultural engineering, postharvest physiology and technology, agricultural product processing technology, food science and technology, biotechnology, nutrition, herbal, and functional food.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024" : 8 Documents clear
Rendemen ekstrak, total flavonoid, dan aktivitas antioksidan kombinasi simplisia Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk) dan Kayu Manis (Cinnamomum verum) Werdiningsih, Sulistyo; Saragih, Bernatal
Journal of Tropical AgriFood Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.6.2.2024.11774.92-96

Abstract

Bajakah dan kayu manis merupakan tumbuhan yang banyak ditemukan di Indonesia yang digunakan sebagai tanaman obat atau rempah dalam bentuk serbuk simplisia yang dikonsumsi sebagai minuman herbal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi serbuk simplisia bajakah dan kayu manis terbaik untuk rendemen ekstrak air dan etanol, total flavonoid, dan aktivitas antioksidannya. Penelitian ini merupakan percobaan faktor tunggal dalam Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah kombinasi simplisia bajakah (B) dan kayu manis (K), yaitu B100%, B80% K20%, B60% K40%, B40% K60%, B20% K80%, dan K100%. Semua data dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ekstrak air kombinasi simplisia bajakah-kayu manis menurun dengan bertambahnya simplisia kayu manis. Rendemen ekstrak air B100% dan K100% adalah 9,60 dan 2,81%. Rendemen ekstrak etanol kombinasi simplisia bajakah-kayu manis relatif tetap dengan kisaran 5,28-6,60%. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol kombinasi simplisia Bajakah-Kayu manis meningkat dengan meningkatnya simplisia Kayu manis. IC50 aktivitas antioksidan ekstrak etanol B100% dan K100% adalah 187,46 dan 40,27 ppm. Total flavonoid ekstrak etanol kombinasi simplisia Bajakah-Kayu manis semakin meningkat dengan meningkatnya simplisia kayu manis. Total flavonoid ekstrak B100% dan K100% adalah 50,47 dan 225,98 mg.
Pengaruh pemanasan terhadap karakteristik sensoris dan mikrobiologi minuman sari mentimun selama penyimpanan di refrigerator Arifin, Mohamad; Yuliani, Yuliani; Rohmah, Miftakhur
Journal of Tropical AgriFood Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.6.2.2024.13386.77-84

Abstract

Mentimun(Cucumis sativus L.) merupakan salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dan berpotensi diolah menjadi minuman sari mentimun setelah dipanaskan pada suhu 70oC untuk menghilangkan aroma langu tanpa mengubah rasa sekaligus untuk menghambat pertumbuhan mikroba. Penelitian ini dilakukan dengan percobaan non faktorial dalam Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan (lama pemanasan pada 70oC: 0, 1, 3, 5 menit), masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati adalah karakteristik mikrobiologi dan sensoris untuk lama penyimpanan 1, 3 dan 5 hari. Data sensoris dianalisis dengan RM ANOVA on Rank (Uji Friedman) dilanjutkan dengan uji Dunn. Data karakteristik mikrobiologi dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan dengan uji Dunnet. Data lama penyimpanan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pemanasan pada pengolahan minuman sari mentimun berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan mikroba dan karakteristik sensoris setelah lima hari penyimpanan pada suhu refrigerator. Panelis paling menyukai produk minuman sari mentimun yang dihasilkan dengan pemanasan 70oC selama 5 menit. Karakteristik mikrobiologis sari mentimum tersebut memenuhi standar sari buah untuk nilai TPC, yaitu 103-104 CFU/mL.
Rendemen ekstrak, total tanin, dan aktivitas antioksidan kombinasi simplisia Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk) dan bawang Tiwai (Eleutherine americana Merr.) Rahmayani, Fika; Saragih, Bernatal
Journal of Tropical AgriFood Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.6.2.2024.11222.85-91

Abstract

Bajakah dan bawang tiwai merupakan komoditas khas Kalimantan yang dapat dikombinasikan dan dikembangkan sebagai pangan fungsional karena memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang dapat berperan sebagai antioksidan dalam tubuh serta dapat menyembuhkan berbagai penyakit degeneratif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kombinasi serbuk simplisia bajakah dan bawang tiwai terhadap kadar sari terlarut, total tanin, dan aktivitas antioksidan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal (kombinasi simplisia Bajakah (B) dan Bawang Tiwai (T)) dengan 6 perlakuan, yaitu B100%, B80% T20%, B60% T40%, B40% T60%, B20% T80%, dan T100%, masing-masing dengan tiga ulangan. Data dianalisis dengan menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi serbuk simplisia bajakah dan bawang tiwai berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap rendemen ekstrak etanol, total tanin, dan aktivitas antioksidan, namun berpengaruh tidak nyata (p>0,05) terhadap rendemen ekstrak air. Rendemen ekstrak air bajakah dan bawang Tiwai, masing-masing adalah 10,62 dan 12,51%, sedangkan rendemen ekstrak etanolnya adalah 3,57 dan 5,43%. Total tanin dan antioksidan dari ekstrak etanol bawang Tiwai lebih tinggi dibanding dari ekstrak etanol Bajakah, yaitu sekitar 10 dan 3 kali. Total tanin bawang Tiwai dan Bajakah, masing-masing adalah 4,65 dan 47,53 ppm, sedangkan aktivitas antioksidan IC50 keduanya, masing-masing adalah 26,08 ppm (kuat) dan 89,59 ppm (sangat kuat).
Karakteristik fisikokimia dan organoleptik makaroni substitusi tepung terigu dengan tepung wortel (Daucus carota L.) Sari, Eirine Yemeima; Prabowo, Sulistyo; Candra, Krishna Purnawan; Suprapto, Hadi
Journal of Tropical AgriFood Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.6.2.2024.16298.97-107

Abstract

Substitusi tepung wortel pada produk berbahan baku tepung terigu merupakan salah satu upaya diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan terhadap gandum dan terigu. Pada penelitian ini dilakukan substitusi tepung terigu dengan tepung wortel pada makaroni. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh substitusi tepung terigu dengan tepung wortel pada makaroni terhadap karakteristik fisiko-kimia dan organoleptik makaroni. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial dengan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah kandungan tepung wortel dalam komposit tepung terigu dan tepung wortel, yaitu 0, 10, 20, dan 30%. Parameter yang diamati adalah karakteristik fisiko-kimia dan organoleptik hedonik makaroni. Data fisiko-kimia dianalisis dengan ANOVA, sedangkan data organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung wortel berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap karakteristik fisiko-kimia yaitu pada tekstur, warna, daya kembang, kadar β-karoten, kadar air, kadar abu dan organoleptik hedonik makaroni. Sedangkan pada kadar lemak, kadar protein dan kadar karbohidrat berpengaruh tidak nyata (p>0,05).
Karakteristik organoleptik dan kimia biskuit dengan formula mocaf dan tepung kacang hijau Mubarak, M. Zainun Syauqil; Mulyadi, Mochtar Nova
Journal of Tropical AgriFood Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.6.2.2024.16385.116-124

Abstract

Pada era global ini, konsumsi makanan tidak sehat, seperti jajanan tinggi lemak dan rendah serat, serta pola makan yang tidak seimbang, meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti diabetes, penyakit jantung, kolesterol tinggi, dan hipertensi. Oleh karena itu, perlu dikembangkan biskuit bergizi dan praktis menggunakan kacang hijau yang kaya serat dan memiliki aroma khas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan faktor tunggal (formula komposit tepung kacang hijau (K) dan mocaf (M), yaitu M100%, M45% : K55%; M35% : K65%; dan M25% : K75%, masing-masing dengan 3 kali ulangan.Parameter yang diamati adalah karakteristik kimia (kadar air dan serat kasar) serta karakteristik organoleptik hedonik untuk rasa, aroma, warna, tekstur, dan keseluruhan. Data sifat kimia dianalisis dengan One-Way ANOVA dilanjutkan dengan uji Tukey, sedangkan data respons organoleptik dianalisis dengan uji Friedman dilanjutkan dengan uji Dunn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk biskuit terbaik berdasarkan respons organoleptik adalah biskuit dengan formula M25% : K75%. Biskuit dengan formula ini memiliki karakteristik organoleptik hedonik untuk keseluruhan agak suka, dengan rincian rasa agak suka, aroma suka, tekstur suka, tetapi dengan warna yang kurang di minati yakni tidak suka. Sedangkan karakteristik kimianya adalah kadar air 7,82% dan kadar serat kasar 5,67%.
Penggunaan pati sagu pregelatinisasi dan tepung kacang hijau dalam pembuatan crackers Putri, Dea Aulia; Fitriani, Shanti; Riftyan, Emma
Journal of Tropical AgriFood Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.6.2.2024.12650.67-76

Abstract

Crackers merupakan makanan ringan yang populer dan biasanya terbuat dari tepung terigu. Pati sagu pregelatinisasi dan tepung kacang hijau dapat digunakan sebagai pengganti tepung terigu. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh rasio pati sagu pregelatinisasi dan tepung kacang hijau yang dapat menghasilkan crackers dengan respons hedonik terbaik. Penelitian eksperimental ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan (formula komposit pati sagu pregelatinisasi (S) dan tepung kacang hijau (K)), yaitu S 100%, S 80%, S 60%, S 40%. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan uji DMRT, kecuali untuk data sensoris dianalisis dengan uji Friedman dilanjutkan dengan uji Dunn’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar sagu pregelatinisasi berpengaruh nyata terhadap kadar air, abu, protein, lemak, serat kasar, karbohidrat serta respons sensori hedonik untuk warna, rasa, kerenyahan dan penilaian keseluruhan. Tepung komposit dengan kadar sagu pregelatinisasi 60% dan tepung kacang hijau 40% (S 60%) mendapatkan respons sensoris hedonik terbaik, yaitu disukai oleh panelis untuk atribut warna, aroma, rasa dan kerenyahan. Crackers yang dihasilkan dari formula komposit S 60% mempunyai karakteristik kimia sebagai berikut, kadar air 1,58%, protein 6,13%, lemak 20,36%, serat kasar 4,64%, karbohidrat 68,91%, dan abu 2,84%.
Kondisi daya, waktu dan rasio bahan-pelarut terbaik pada ekstraksi senyawa fenolik daun asam Jawa menggunakan metode Microwave Assisted Extraction (MAE) Hidayati, Nur Agustin; Wicaksono, Luqman Agung; Winarti, Sri; Kurnianto, Muhammad Alfid
Journal of Tropical AgriFood Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.6.2.2024.16635.108-115

Abstract

Daun asam Jawa merupakan bagian dari tanaman asam Jawa yang banyak mengandung metabolit sekunder salah satunya senyawa fenolik. Ekstraksi senyawa fenolik yang dilakukan dengan metode microwave-assisted extraction (MAE) dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti daya ekstraksi, waktu ekstraksi dan rasio pelarut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kondisi terbaik (daya, waktu dan rasio bahan-pelarut) untuk ekstraksi fenol dari daun asam Jawa menggunakan metode MAE. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan pendekatan One Factor at The Time (OFAT). Daya yang digunakan adalah 180-540 Watt, waktu ekstraksi yang dicobakan adalah 1-5 menit, dengan rasio bahan-pelarut adalah 1:10 sampai dengan 1:50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya microwave 450 watt, dengan waktu empat menit, dan rasio bahan-pelarut sebesar 1:10 menghasilkan ekstrak daun asam Jawa dengan kadar fenol tertinggi, yaitu sebesar 3.370,69 mg GAE/L.
Karakteristik dan daya simpan olahan mandai, produk inovasi asal Kalimantan, setelah proses pengalengan suhu tinggi Puspasari, Annisa; Karhani, Raghib; Mawarti, Mawarti; Alviannur, Muhammad Rani; Nurwahid, Akhmad; Utoro, Panggulu Ahmad Ramadhani
Journal of Tropical AgriFood Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.6.2.2024.16890.125-134

Abstract

Indonesia, dengan kekayaan kulinernya yang tersebar di berbagai pulau, termasuk Kalimantan, memiliki potensi besar dalam pengembangan produk pangan berbasis lokal. Salah satu makanan fermentasi tradisional yaitu mandai yang berasal dari kulit dalam (mesokarp) cempedak (Artocarpus champeden). Penelitian ini mengevaluasi pengaruh metode high temperature canning (HTC) terhadap produk fermentasi, umur simpan, dan kandungan gizi oseng mandai ready to eat (RTE). Metode yang dilakukan yaitu mandai difermentasi dengan larutan garam 2%-6% selama 6 hari; kemudian dilakukan pengolahan; pengujian organoleptik; penentuan formulasi terbaik; pengalengan; sterilisasi menggunakan autoclave suhu 121°C selama 20 menit; uji mutu kimia dan umur simpan. Hasil menunjukkan oseng mandai dengan fermentasi menggunakan garam 6% memiliki skor sensorik tertinggi dari uji hedonik dan mutu hedonik. Pengalengan oseng mandai dengan metode HTC dapat mematikan patogen dan memperpanjang umur simpan. Perubahan kadar abu menjadi 10%, pH 4,40, lemak 51,70%, air 7,32%, karbohidrat 22,98%, dan protein 8%. Produk ini memiliki umur simpan 24 hari dengan karakteristik warna coklat kemerahan, aroma mandai dan bumbu bawang, tekstur lembut, serta rasa gurih sedikit asam.

Page 1 of 1 | Total Record : 8