cover
Contact Name
Nasrul Wathoni
Contact Email
majalah@farmasetika.com
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
majalah@farmasetika.com
Editorial Address
Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran Jl. Bandung-Sumedang KM.21, 45363 Sumedang
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Majalah Farmasetika
ISSN : -     EISSN : 26862506     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmasetika Edisi Khusus merupakan majalah online farmasi di Indonesia berbentuk artikel ilmiah populer, artikel review, laporan kasus, komentar, dan komunikasi penelitian singkat di bidang farmasi. Edisi khusus ini dibuat untuk kepentingan informasi, edukasi dan penelitian kefarmasian. Majalah Farmasetika Edisi Khusus terbit 5 kali dalam setahun.
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019" : 39 Documents clear
Aktivitas Penghambatan Polimerisasi Hem Ekstrak Etanol Daun Cambai Utan (Piper porphyrophyllum) Arnida Arnida; Nurlely Nurlely; Nani Kartinah; Sutomo Sutomo
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25877

Abstract

Resistensi Plasmodium terhadap obat malaria mengakibatkan kegagalan pengobatan. Oleh karena itu ketersediaan antimalaria baru sangat diperlukan untuk melawan resistensi. Pencarian obat baru terus dilakukan melalui berbagai cara termasuk eksplorasi tanaman yang berpotensi sebagai antimalaria. Penelitian ini bertujun untuk menentukan aktivitas penghambatan polimerissi hem dari ekstrak etanol daun Cambai Utan (Piper porphyrophyllum) berdasarkan nilai IC50. Pengujian aktivitas penghambatan polimerisasi hem merupakan suatu metode pengujian awal untuk mengetahui potensi antimalaria. Prinsipnya secara in vitro  menyerupai  mekanisme kerja antimalaria yang menghambat terjadinya polimerisasi hem di dalam Plasmodium. Sampel dan kontrol posistif (klorokuin) dibuat peirngakat konsnetrasi, direaksikan dengan hematin dan asam asetat glasial kemudian diukur absorbansinya pada Elisa Reader panjang gelombang 405 nm, yang dipersamakan pada kurva baku. Nilai persen penghambatan versus konsentrasi dianalisis dengan analisis probit sehingga diperoleh nilai IC50. Persamaan kurva baku yang diperoleh yaitu : y = 0,011x + 0,247. Penghambatan polimerisasi hem ekstrak etanol daun P.  porphyrophyllum masing-masing konsentrasi 10; 5; 2,5; 1,25; 0,625; dan 0,3125 mg/mL adalah berturut-turut 91,82 ± 5,47% ; 84,57 ± 6,18 %; 77,28 ± 7,81 %; 68,46 ± 7,51 %; 57,24 ± 6,23 %; 40,50 ± 7,52 %. Nilai IC50 diperoleh menggunakan analisis probit. Analisis probit menunjukkan bahwa IC50 rata-rata untuk ekstrak adalah 0,47 ± 0,09 mg/mL, sedangkan rata-rata IC50 dari klorokuin adalah 4,67 ± 1,17  mg/mL. Ekstrak etanol daun P.  porphyrophyllum memiliki aktivitas penghambatan polimerisasi hem dengan nilai IC50 0,47 ± 0,09 mg/mL
Efektivitas Repelan Losion Minyak Atsiri Daun Zodia (Evodia Suaveolens) Terhadap Nyamuk Aedes aegypti Linnaeus Aprilita Rina Yanti Eff; Ratih Dyah Lestari Ayu Pertiwi; Tyas Putri Utami
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25868

Abstract

Zodia (Evodia suaveolens) merupakan salah satu tanaman yang mempunyai aroma yang tajam pada bagian bunga dan daunnya dan dipercaya dapat mengusir nyamuk. Daun Zodia mengandung minyak atsiri evodiamine dan rutaecarpine yang tidak disukai oleh nyamuk. Tujuan penelitian ini untuk menilai efektivitas repelen losion mengandung minyak atsiri daun Zodia pada konsentrasi 1%, 1.5% dan 2%. Metodenya dengan iosion yang dibuat dengan mencampurkan minyak atsiri hasil isolasi dari daun Zodia pada konsentrasi 1%, 1,5% dan 2% ke dalam formulasi sediaan losion yang terdiri dari asam stearat, setil alkohol, parafin cair, dimetikon, vaselin kuning, trietanolamin dan asam sitrat. Pengujian dilakukan dengan cara memasukkan lengan secara bergantian antara lengan yang diberi perlakuan (losion) dan kontrol (tidak diberi perlakuan) ke dalam kurungan nyamuk yang berisi 25 ekor nyamuk Aedes aegypti, kemudian  dihitung jumlah nyamuk yang hinggap setiap jam selama enam jam. Efikasi repelan ditentukan berdasarkan daya proteksi yang dihitung dengan rumus : Daya proteksi (DP) =( K - R)/K x 100%; K = banyaknya hinggapan pada lengan control; R = banyaknya hinggapan pada lengan pelakuan.  Hasil penelitian losion mengandung minyak atsiri daun zodia pada konsentrasi 1%, 1,5% dan 2% berpotensi sebagai pengusir nyamuk  (repelan) Aedes aegypti dengan daya proteksi rata-rata selama enam jam berturut-turut  adalah sebesar 74,50%, 75,39% dan 82,45%. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada daya proteksi antara ke 3 konsentrasi losion  (p>0.05) Losion mengandung minyak atsiri daun zodiac pada konsetrasi 1%, 1,5% dan 2% memiliki efektivitas sebagai repelen. Daya proteksi tertinggi ditunjukkan oleh losion yang mengandung minyak atsiri daun Zodia 2% yaitu sebesar 82.45%.
Improvement of Dissolution Rate and Bioavailability of Simvastatin Tablet Dolih Gozali; Taofik Rusdiana; Firman Gustaman
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25858

Abstract

Simvastatin is used to reduce cholesterol levels via inhibition of the 3-hydroxy-3-methylglutaryl-coenzyme A (HMG-CoA) reductase. The low bioavailability in simvastatin is due to the influence of P-glycoprotein, the transporter efflux that plays a role in drug absorption.To increase the bioavailability of simvastatin, it is necessary to add a surfactantwhich serves as a solubilizer and enhancer.The purpose of the study is to determine the effect of Cremophor RH 40 to the dissolution rate and bioavailability improvement of simvastatin tablet. The experiment was consist of four formula with different concentration of Cremophor RH 40 that were 0% (F1), 0,5% (F2), 1%(F3), and 1,5% (F4). Preparation of simvastatin tablets was done by wet granulation method. The tablets obtained were done dissolution test and in vivo test. The formulas with the best value were tested in vivo to the animals. For in vivo study, on the 7th day, the rats blood were taken as Cmax∞ and then the plasma was analyzed with HPLC. Based on the dissolution test results,F2 and F3 gave significant differences (p <0.05) compared to F1. Addition of Cremophor RH 40 of 1% in F3 has the largest simvastatin dissolution rate. The analyze of HPLC on F3 which is the best dissolution result and significant differences was Cmax of F3 (0.3968 ppm). It can be concluded that the addition of Cremophor RH 40 as a surfactant can increase dissolution rate and bioavilability of simvastatin tablet.Keywords: Simvastatin, Cremophor RH 40, Dissolution, HPLC
Kajian Interaksi Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Inap di Salah Satu Rumah Sakit di Bogor, Indonesia Lusi Indriani; Emy Oktaviani
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25884

Abstract

Dewasa ini, penyakit hipertensi menjadi salah satu penyakit degeneratif yang umum terjadi pada kalangan masyarakat di dunia khususnya Indonesia. Pengobatan hipertensi dalam jangka waktu lama seringkali menimbulkan masalah baru pada penderita seperti munculnya komplikasi baik yang berasal dari obat maupun penyakit. Tingginya resiko komplikasi menyebabkan meningkatnya jumlah obat dan menyebabkan meningkatnya resiko interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kejadian interaksi obat antihipertensi berdasarkan tingkat signifikansi, tingkat keparahan dan mekanisme terbanyak serta mengidentifikasi obat antihipertensi yang paling sering berinteraksi.  Desain penelitian observasional non eksperimental pendekatan retrospektif digunakan dalam penelitian ini. Rekam medis pasien sebanyak 74 pasien dilakukan kajian interaksi obat secara teoritik dengan penapisan secara manual menggunakan buku teks Drug Interactions Facts oleh David S. Tatro (2009) dan penapisan secara online menggunakan Medscape dan Drugs.com. Analisis data dengan menghitung persentase interaksi obat berdasarkan tingkat signifikansi, mekanisme, dan tingkat keparahan. Potensi kejadian interaksi obat terjadi pada 49 pasien (66,2%) dengan jumlah 169 kasus interaksi. Berdasarkan mekanisme terdapat 108 kasus (63,9%) interaksi farmakodinamik dan 25 kasus (14,8%) interaksi farmakokinetik dan tidak diketahui sebanyak 36 kasus (21,3%). Berdasarkan tingkat keparahan terdapat interaksi mayor 15 kasus (8,9%), interaksi moderate 140 kasus (82,8%) dan interaksi minor 14 kasus (8,3%). Berdasarkan level signifikansi, kasus terbanyak terjadi pada level signifikansi 3 yaitu sebanyak 8 kasus (4,7%) dan furosemid adalah obat antihipertensi yang paling banyak berinteraksi. Potensi kejadian interaksi obat pada pemakaian obat antihipertensi masih dikategorikan cukup tinggi (lebih dari 50%). Tingginya potensi kejadian interaksi obat selama pengobatan dapat berpengaruh pada ketercapaian efek terapi dan meningkatkan resiko efek samping. Dengan demikian kolaborasi tenaga kesehatan khususnya farmasi diperlukan dalam upaya pemberian pengobatan yang aman dan efektif untuk menghindari terjadinya resiko interaksi obat. Perlu juga adanya monitoring pada pengobatan agar dapat mencegah terjadinya interaksi obat dan penanganan dini jika terjadinya interaksi obat aktual yang membahayakan secara klinis.
Gambaran Persepsi Ibu Hamil Tentang Keamanan Obat Selama Kehamilan di UPT Puskesmas Puter Kota Bandung Dea Ariani Kurniasih; C. S. Salasanti; L. Aprilia
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25874

Abstract

Selama masa kehamilan, ibu dan janin adalah unit fungsi yang tak terpisahkan. Survei WHO menunjukkan bahwa 86% wanita memperoleh obat-obatan selama kehamilan. Beberapa obat dapat melintasi plasenta sehingga dapat mempengaruhi janin. Oleh karena itu, penggunaan obat pada ibu hamil perlu mendapatkan perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran persepsi ibu hamil terhadap keamanan obat-obatan selama kehamilan. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey, yaitu data penelitian yang diambil populasi dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok. Pengambilan data primer dilakukan secara cross sectional dengan skala Likert. Berdasarkan analisis Three Box Method, persepsi ibu hamil terhadap keamanan obat yang digunakan selama masa kehamilan berada dalam kategori sedang (baik).
Optimasi Formulasi Nanoemulsi Minyak Biji Anggur Energi Tinggi dengan Box Behnken Design (BBD) Siti Zahliyatul Munawiroh; Fatimah Siyam Handayani; Bambang H Nugroh
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25864

Abstract

Pembuatan emulsi dengan energi rendah membutuhkan surfaktan dalam jumlah besar. Pembuatan nanoemulsi dengan energi tinggi dapat mengurangi jumlah surfaktan dalam pembuatan nanoemulsi yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimasi formulasi  nanoemulsi minyak bijij anggur dengan energi tinggi menggunakan Box Behnken Design (BBD). Variabel bebas yang digunakan adalah persentase Smix (X1), waktu sonikasi (X2), dan pulsar rate (X3). Variabel respon (dependen) adalah ukuran partikel (Y1), indeks polidispersitas (PDI) (Y2) dan potensial zeta (Y3). Eksperimen data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ANOVA menunjukkan model yang signifikan untuk respon ukuran partikel mengikuti model kuadratik. Verifikasi antara prediksi dan pengamatan pada 3 respon (Y1, Y2 dan Y3) di 3 formula optimal yang diperoleh, menunjukkan nilai bias (%) kurang dari 10%. Formula optimal terpilih mempunyai karakteristik ukuran partikel yang kecil < 100 nm (77,8±11,4 nm), nilai PDI yang kecil <0,7 (0,474±0,14) dan memiliki nilai zeta potensial yang besar >±30mV (-54,7±2,31 mV). Sehingga dapat disimpulkan bahwa Box Behnken Design (BBD) dapat digunakan untuk optimasi nanoemulsi minyak biji anggur dengan energi tinggi.
Aktivitas Antimikroba Fraksi Etil Asetat Daun Ceremai [Phyllanthus acidus (L.) Skeels] terhadap Bakteri Resisten Antimikroba dan Jamur dengan Metode KLT Bioautografi Lanny Mulqie; Kusnandar Anggadireja
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25889

Abstract

Resistensi dan toksisitas antimikroba menyebabkan penggunaan obat herbal sebagai alternatif  pengobatan berbagai penyakit yang disebabkan oleh mikroba. Ekstrak etanol daun ceremai memiliki aktivitas terhadap VRE, MRCNS, dan Candida albicans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba fraksi etil asetat daun ceremai terhadap bakteri resisten antimikroba [Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), Methicillin-Resistant Coagulase Negative Staphylococcus (MRCNS), Vancomycin Resistant Enterococcus (VRE)] dan jamur uji (Candida albicans, Microsporum gypseum, dan Aspergillus niger) dengan metode KLT bioautografi. Fraksinasi dilakukan dengan cara ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut dengan tingkat kepolaran yang berbeda, yaitu n-heksan, etil asetat, dan air. KLT bioautografi pada fraksi etil asetat daun ceremai dilakukan menggunakan fase diam silika gel GF254 dan pengembang etil asetat-asam format-asam asetat-air (100:10:10:22), menggunakan sitroborat sebagai penampak bercak. Pada hasil kromatogram terdapat 5 noda yang berfluoresensi hijau kekuningan dengan nilai rf noda 1 sebesar 0,35; noda 2 sebesar 0,43, noda 3 sebesar 0,62, noda 4 sebesar 0,75 dan noda 5 sebesar 0,90 setelah plat disemprot oleh sitroborat dan dilihat di bawah sinar UV. Hasil pengujian aktivitas antimikroba dengan metode KLT bioautografi menunjukkan terbentuknya zona bening yang dihasilkan noda pada plat yang ditempelkan pada media. Fraksi etil asetat daun ceremai memiliki aktivitas antimikroba terhadap bakteri resisten antimikroba (MRSA, MRCNS, dan VRE) dan jamur  uji (Candida albicans, Microsporum gypseum, dan Aspergillus niger) yang dihasilkan oleh noda 1 (rf 0,35), noda 2 (rf 0,43), noda 3 (rf 0,62), noda 4 (rf 0,75), dan noda 5 (rf 0,90). Golongan senyawa yang diduga memiliki aktivitas antimikroba adalah flavonoid.
Peran Apoteker dalam Aborsi Legal Gunawan Widjadja
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25852

Abstract

Aborsi selalu menjadi perhatian bagi kalangan kesehatan. salah satu metode aborsi adalah dengan pemberian obat, yang tentunya berada pada ranah pelayanan kefarmasian oleh apoteker. Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan apakah apoteker dapat melaksanakan aborsi legal. Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka dilakukanlah penelitian ini dengan menggunakan metode penelitian normatif dengan pendekatan kualitatif. Data yang dicari dan dipergunakan adalah data sekunder yang merupakan bahan hukum primer, yang diterbitkan oleh Negara dan/atau Pemerintah Republik Indonesia dalam bentuk regulasi. Analisis dilakukan dengan menghubungkan regulasi yang satu dengan yang lainnya untuk mencari tahu makna aborsi legal dan kemungkinan pelaksanaannya di Indonesia dan sejauh mana peran apoteker dalam pelaksanaan aborsi legal tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Indonesia, regulasi memungkinkan terjadinya aborsi legal. Dalam regulasi tersebut tenaga kesehatan yang dapat melakukan aborsi legal adalah dokter yang sudah mendapatkan pendidikan khusus, dengan demikian berarti apoteker tidak dimungkinkan untuk melaksanakan aborsi legal secara sendiri. Jika pelaksanaan aborsi menggunakan obat, maka apoteker dapat berperan dan menjadi bagian dari kegiatan aborsi legal. Oleh karena itu, apoteker tidak dapat melaksanakan aborsi legal, namun dapat membantu proses terjadinya aborsi legal melalui proses dispensing obat.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Paitan (Titonia diversifolia, H) Terhadap Kadar Gula Darah Mencit (Mus musculus) jantan Kenti Prahmanti; Dayu Liandra
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25878

Abstract

Diabetes Melitus merupakan kelainan metabolisme karbohidrat dengan karakteristik hiperglikemia. Diabetes melitus dapat disebabkan oleh kelainan sekresi insulin karena kerusakan sel beta pada pankreas dan juga resistensi insulin. Daun paitan (Tithonia diversifolia, H) mengandung tanin, flavonoid, glikosida, saponin, dan triterpenoid/ steroid. Aktivitas hipoglikemik tanin terjadi melalui peningkatan glikogenesis, sehingga tanaman ini memiliki potensi sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun paitan (Tithonia diversifolia, H) terhadap kadar gula darah mencit (Mus musculus) jantan. Daun paitan (Tithonia diversifolia, H) Penelitian dilakukan secara in vivo dengan mengukur toleransi glukosa pada hewan uji mencit mencit (Mus musculus). Sampel yang digunakan adalah mencit jantan yang terbagi ke dalam 6 kelompok perlakuan dan 3 kali pengulangan, yaitu KN (kontrol negatif), KP (Aloxan), P1 (aloxan + dosis 250 mg/kgBB/hari), P2 (aloxan + dosis 500 mg/ kgBB/hari), P3 (aloxan + dosis 750 mg/kgBB/hari) dan P4 (aloxan + metformin 500 mg/kgBB.hari). Analisis data menggunakan one way ANOVA, dilanjutkan dengan uji duncan. Hasil penelitian menunjukkan daun paitan (Tithonia diversifolia, H) memberikan pengaruh positif terhadap penurunan kadar gula darah mencit (Mus musculus) jantan. Pada dosis 500 mg/kgBB/hari memberikan aktivitas penurunan kadar gula darah lebih baik dibandingkan dengan obat pembanding (metformin) pada p < 0,05. Daun paitan (Tithonia diversifolia, H) memiliki aktivias antidiabetes pada dosis 500 mg/kgBB/hari.

Page 4 of 4 | Total Record : 39


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 1 (2026) Vol 10, No 6 (2025) Vol 10, No 5 (2025) Vol 10, No 4 (2025) Vol 10, No 3 (2025) Vol 10, No 2 (2025) Vol 10, No 1 (2025) Vol 9, No 6 (2024) Vol 9, No 5 (2024) Vol 9, No 4 (2024) Vol 9, No 3 (2024) Vol 9, No 2 (2024) Supl. 9 No. 1, Tahun 2024 Vol 9, No 1 (2024) Vol 8, No 5 (2023) Vol 8, No 4 (2023) Vol 8, No 3 (2023) Vol 8, No 2 (2023) Vol 8, No 1 (2023) Vol 7, No 5 (2022): Vol. 7, No. 5, Tahun 2022 Vol 7, No 4 (2022): Vol. 7, No. 4, Tahun 2022 Vol 7, No 3 (2022): Vol. 7, No. 3, Tahun 2022 Vol 7, No 2 (2022): Vol. 7, No. 2, Tahun 2022 Vol 7, No 1 (2022): Vol. 7, No. 1, Tahun 2022 Vol 6, No 5 (2021): Vol. 6, No. 5, Tahun 2021 Vol 6, No 4 (2021): Vol. 6, No. 4, Tahun 2021 Vol 6, No 3 (2021): Vol. 6, No. 3, Tahun 2021 Vol 6, No 2 (2021): Vol. 6, No. 2, Tahun 2021 Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6, No. 1, Tahun 2021 Vol. 6, Supl. 1, Tahun 2021 Vol 5, No 5 (2020): Vol. 5, No. 5, Tahun 2020 Vol 5, No 4 (2020): Vol. 5, No. 4, Tahun 2020 Vol 5, No 3 (2020): Vol. 5, No. 3, Tahun 2020 Vol 5, No 2 (2020): Vol. 5, No. 2, Tahun 2020 Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Tahun 2020 Vol 4, No 5 (2019): Vol. 4, No. 5, Tahun 2019 Vol 4, No 4 (2019): Vol. 4, No. 4, Tahun 2019 Vol 4, No 3 (2019): Vol. 4, No. 3, Tahun 2019 Vol 4, No 2 (2019): Vol. 4, No. 2, Tahun 2019 Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4, No. 1, Tahun 2019 Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019 Vol 3, No 5 (2018): Vol. 3, No. 5, Tahun 2018 Vol 3, No 4 (2018): Vol. 3, No. 4, Tahun 2018 Vol 3, No 3 (2018): Vol. 3, No. 3, Tahun 2018 Vol 3, No 2 (2018): Vol. 3, No. 2, Tahun 2018 Vol 3, No 1 (2018): Vol. 3, No. 1, Tahun 2018 Vol 2, No 5 (2017): Vol. 2, No. 5, Tahun 2017 Vol 2, No 4 (2017): Vol. 2, No. 4, Tahun 2017 Vol 2, No 3 (2017): Vol. 2, No. 3, Tahun 2017 Vol 2, No 2 (2017): Vol. 2, No. 2, Tahun 2017 Vol 2, No 1 (2017): Vol. 2, No. 1, Tahun 2017 Vol 1, No 5 (2016): Vol. 1, No. 5, Tahun 2016 Vol 1, No 4 (2016): Vol. 1, No. 4, Tahun 2016 Vol 1, No 3 (2016): Vol. 1, No. 3, Tahun 2016 Vol 1, No 2 (2016): Vol. 1, No. 2, Tahun 2016 Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1, No. 1, Tahun 2016 More Issue