cover
Contact Name
Nani Darmayanti
Contact Email
n.darmayanti@unpad.ac.id
Phone
+6282130179000
Journal Mail Official
n.darmayanti@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung A Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjara Jalan Raya Bandung Sumedang Km 21 Jatinangor Kabupaten Sumedan 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Metahumaniora
ISSN : 20854838     EISSN : 26572176     DOI : 10.24198/metahumaniora
Metahumaniora adalah jurnal dalam bidang bahasa, sastra, dan budaya yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran sejak tahun 2012 dan bertujuan menyebarluaskan pemikiran-pemikiran konseptual maupun hasil riset yang telah dicapai dalam rumpun ilmu humaniora. Fokus dan ruang lingkup Jurnal Metahumaniora adalah kajian dalam rumpun ilmu humaniora, meliputi bidang bahasa (linguistik mikro, linguistik makro, dan linguistik interdisipliner), sastra, filologi, sejarah, dan kajian budaya. Metahumaniora diterbitkan pertama kali pada 10 Februari 2012 dalam versi cetak dengan nomor ISSN 2085-4838. Dan seiring dengan perkembangan sistem teknologi dalam bidang literasi, pada tanggal 12 April 2019 Jurnal Metahumaniora telah menggunakan Online Journal System (OJS) dengan nomor EISSN 2657-2176. Redaksi menerima tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan aplikasi teori, serta ulasan buku. Naskah yang diserahkan harus sesuai dengan fokus dan ruang lingkup jurnal serta sesuai dengan format penulisan yang telah ditetapkan (rujuk format penulisan). Penerbitan Metahumaniora dilakukan tiga kali dalam setahun, yaitu April, September, dan Desember. Meskipun demikian, penerimaan naskah dilakukan sepanjang tahun. Proses penyerahan, penilaian, dan penerbitan naskah seluruhnya dilakukan secara online. Metahumaniora menerapkan proses peer review. Semua artikel yang dikirimkan akan direview secara tertutup (blind review) oleh para mitra bestari. Pada umumnya, setiap artikel akan direview oleh satu sampai dua orang reviewer. Tanggapan dari para reviewer ini akan dijadikan landasan bagi Editor untuk menentukan apakah suatu artikel dapat diterima (accepted), diterima apabila direvisi (accepted with major/minor revision), atau ditolak (rejected).
Articles 263 Documents
RESPON WARGANET DAN ANALISIS SEMANTIK BERITA CORONA DI CNN INDONESIA PADA MEDIA SOSIAL TWITTER: JANUARI - MARET 2020 Indra Sarathan; Randy Ridwansyah; Aditya Pradana
Metahumaniora Vol 10, No 2 (2020): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v10i2.28505

Abstract

Berita tentang wabah corona telah menyita perhatian masyarakat luas. Terdapat banyak portal berita daring yang memberitakan wabah corona tersebut. CNN Indonesia merupakan salah satu portal berita pertama yang memberitakan wabah corona melalui cuitan di akun Twitter resminya. Penelitian ini menganalisis respon warganet terhadap teks judul berita tentang corona di Indonesia serta membahas makna semantik yang terkandung dalam judul berita tersebut. Kemudian, mahadata tersebut dibagi berdasarkan sebelum dan sesudah WHO menyatakan corona sebagai wabah pandemik. Pengumpulan data dilakukan dengan memilih judul berita CNN Indonesia mengenai wabah corona yang paling banyak mendapatkan respon dari warganet di Twitter dengan menggunakan bahasa pemrograman python. Data isi berita kemudian dianalisis secara semantik menggunakan framework USAS (UCREL Semantic Analysis System). Kategori tema yang banyak dibahas sebelum dinyatakan pandemik adalah 1) tubuh dan individu; 2) angka & pengukuran; 3) aksi sosial, negara & proses; 4) pemerintah & publik; serta 5) pergerakan, lokasi, perjalanan, & transportasi. Sedangkan, kategori tema yang banyak dibahas sesudah dinyatakan pandemik adalah 1) angka & pengukuran; 2) aksi sosial, negara & proses; 3) tubuh & individu; 4) bahasa & komunikasi; serta 5) makhluk hidup & kehidupan.
Perbandingan Budaya Bambu Indonesia dan China Uray Afrina
Metahumaniora Vol 9, No 2 (2019): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v9i2.24738

Abstract

China dan Indonesia adalah negara-negara yang kaya akan bambu, karena banyak karakteristik unik dari tanaman bambu seperti tinggi, lurus, kuat dan mudah tumbuh di lingkungan apa pun dan karakteristik unik lainnya, mereka dapat mewakili simbol-simbol yang sangat bermakna. Dapat dikatakan bahwa bambu membawa karakteristik budaya yang baik China dan Indonesia, dan pada saat yang sama mencerminkan tradisi dan nilai-nilai kedua negara. Namun, dengan berbagai perbedaan lingkungan hidup, kedua negara telah mengembangkan karakteristik masing-masing yang berbeda pula. Penelitian ini mencari tahu adaptasi budaya Indonesia dan China dengan menemukan unsur-unsur China dalam budaya bambu Indonesia, membandingkan dan mencari tahu perbedaan dan persamaan budaya penggunaan bambu di kedua negara dan mencari tahu hubungan erat antara Indonesia dan China. Dari aspek budaya bambu, instrumen bambu, lukisan bambu dan aspek lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu mereka yang tertarik untuk mempelajari bahasa dan budaya Indonesia dan China untuk lebih memahami tentang sejarah, komunikasi, budaya dan nilai-nilai yang terintegrasi di Indonesia dan China. Semoga penelitian ini dapat membantu pelajar bahasa dan budaya China dalam memberikan gambaran dan memahami sejarah pertukaran budaya antara China dan Indonesia, serta integrasi timbal balik antara nilai estetika dan nilai lainnya pada masyarakat kedua negara, dan untuk lebih meningkatkan hubungan baik antara masyarakat kedua negara.
Pengaruh Media Sosial terhadap Rancangan Cerita Detektif Penulis Perempuan KPPI Bandung Lestari Manggong
Metahumaniora Vol 8, No 3 (2018): METAHUMANIORA, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v8i3.20719

Abstract

AbstrakPembahasan dalam tulisan ini berfokus pada hasil kegiatan pelatihan bagi Komunitas Penulis Perempuan Indonesia (KPPI) Bandung untuk penulisan cerita detektif yang struktur alur ceritanya merujuk pada pola dalam cerita detektif Sherlock Holmes. Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk meneorikan pengaruh media sosial terhadap rancangan cerita detektif penulis perempuan, yang dalam hal ini diwakili oleh anggota KPPI Bandung. Pembahasan yang dijabarkan dalam tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan metodologi observasional. Dari hasil brainstorming dan clustering yang dilakukan ketika pelatihan, diperoleh daftar 6 topik cerita. Dari daftar topik tersebut, 4 di antaranya mengemuka sebagai akibat dari pengaruh media sosial. Simpulan yang diperoleh dari pembahasan tentang hasil tersebut adalah bahwa dunia yang dikenal oleh partisipan pelatihan adalah dunia yang dipengaruhi kuat oleh keberadaan media sosial, sehingga hal ini berpengaruh terhadap kecenderungan pengumpulan topik cerita.Kata kunci: cerita detektif, media sosial, penulis perempuan, brainstorming, clustering.AbstractThe discussion in this essayfocuses on the workshop results conducted for the Indonesian Women's Writers Community (KPPI) Bandung for detective stories writing with storyline structure referring to Sherlock Holmes. The purpose of this discussion is to theorize the influence of social media on the design of female writers' detective stories, represented by members KPPIBandung. The discussion described in this essay uses qualitative methods with observational methodology. From the results of brainstorming and clustering, a list of 6 topics for the stories was obtained. From the list of topics, 4 emerged as a result of the influence of social media. The conclusion obtained from the discussion about these results is that the world known to participants attending the workshop is a world that is strongly influenced by the existence of social media, which causes an effect on the tendency in the topics of stories obtained.Keywords: detective story, social media, women’s writers, brainstorming, clustering.
Nama Permainan Tradisional Sunda di Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung: Suatu Kajian Geolinguistik Tatang Suparman
Metahumaniora Vol 8, No 1 (2018): METAHUMANIORA, APRIL 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v8i1.18872

Abstract

AbstrakJudul makalah hasil penelitian ini adalah “Nama Permainan Tradisionaldi Kabupaten Bandung: Kajian Geolinguistik”. Metode yang digunakan dalampenelitian ini bersifat deskriptif dengan objek penelitian di sembilan titik pengamatandi Kabupaten Bandung. Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikannama permainan tradisional yang ada di Kab. Bandung. (2) Mendeskripsikanvariasi fonetis pada nama permainan tradisional Sunda. (3) Mendeskripsikan variasileksikal pada nama permainan tradisional Sunda. Hasil penelitian di sembilantitik pengamatan menunjukkan bahwa di Kabupaten Bandung ditemukan 26 jenispermainan tradisional yang populer dan di kenal di masyarakat, yaitu (1) Ucingsumput, (2) Boy-boyan, (3) Oray-orayan, (4) Sondah, (5) Kelereng, (6) Jajangkungan,(7) Loncat tinggi, (8) Congkak, (9) Kewuk, (10) Gagarudaan, (11) Ular tangga, (12)Dam-daman, (13) Gatrik, (14) Hompimpa, (15) Ngadu muncang, (16) Perepet jengkol,(17) Benteng, (18) Kobak, (19) Gasing, (20) Perepet jengkol, (21) Katapel, (22) Sorodotgaplok, (23) rorodaan, (24) kelom batok, (25) bedil jepret, dan (26) anjang-anjangan.Seluruh permainan tradisional tersebut berdasarkan kajian geolinguistik diketahuimemiliki variasi yang digolongkan ke dalam 10 variasi fonetis dan 13 variasi leksikalyang berbeda di beberapa titik pengamatan.Kata kunci: geolinguistik, nama permainan tradisional, Bandung, SundaAbstractThe title of this research paper is “The Name of Traditional Games in BandungRegency: Geolinguistic Studies”. The method used in this research is descriptive with theobject of research at nine points of observation in Bandung regency. The purpose of thisstudy are (1) Describe the name of traditional games in Kab. Bandung. (2) Describe phoneticvariations on the name of traditional Sundanese games. (3) Describe lexical variations on thename of traditional Sundanese games. The results of the research at nine points of observationindicate that in Bandung regency found 26 types of traditional games are popular and knownin the community, namely (1) Ucing Sumput, (2) Boy-boyan, (3) Oray-orayan, (4) Sondah,(7) Loncat Tinggi, (8) Congkak, (9) Kewuk, (10) Gagarudaan, (11) Snake ladder, (12) Damdaman,(13) Gatrik, ( 14) Hompimpa, (15) Ngadu muncang, (16) Perepet Jengkol, (17)Benteng, (18) Kobak, (19) Gasing, (20) Perepet Jengkol, (21) Katapel, (22) Sorodot gaplok,(23) rorodaan, (24) kelom batok, (25) bedil jepret, and (26) anjang-anjangan. All of thesetraditional games based on geolinguistic studies are known to have variations classified into10 phonetic variations and 13 different lexical variations at several points of observation.Keywords : Geolinguistic Studies, The Name of Traditional Games, Bandung, Sunda
SIMULAKRA HIPERREALITAS DAN REPRODUKSI TANDA GAME ONLINE-PUBG Studi Kasus Siswa Prosus Inten Jalan Aceh, Kota Bandung, Tahun 2019 Tri Putra Rajagukguk; Kunto Sofianto
Metahumaniora Vol 10, No 1 (2020): METAHUMANIORA, APRIL 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v10i1.22239

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memahami Simulakra, Hiperrealitas, dan Reproduksi Tanda Game Online-PUBG melalui studi siswa Prosus Inten Jalan Aceh, Kota Bandung Tahun 2019. Diketahui bahwa permainan daring ini begitu digandrungi anak-anak, remaja kemungkinan juga dewasa belakangan ini. Hal ini terjadi seiring dengan hadirnya produk-produk digital, gadget pintar (smartphone), yang menyediakan fitur-fitur gim canggih yang dimainkan secara online. Jean Baudrillard, Filsuf asal Perancis, sekaligus teoritikus kebudayaan Postmodern, membaca gejala sosial pengaruh dari produk digital era baru yang disebut sebagai masyarakat konsumer (the consumer society). Berdasarkan teori Baudrillard atas kritiknya terhadap pengaruh media dan teknologi terhadap perilaku manusia, yang dibahas dalam penelitian ini ada dua. Pertama, apa saja bentuk-bentuk simulakra, hiperrealitas, dan reproduksi pada Game Online-PUBG. Kedua, apa implikasinya terhadap produktivitas belajar siswa Prosus Inten Jalan Aceh Tahun 2019. Penelitian ini telah menyebabkan temuan penelitian bahwa bermain PUBG dimulai dari bentuk-bentuk simulacra dan kondisi hiperrealitas “kaburnya realitas asli” sehingga berimplikasi pada perilaku belajar siswa di Prosus Inten Jalan Aceh, Kota Bandung, Tahun 2019. Selanjutnya, ditemukan bahwa mereka mereproduksi tanda sehingga menciptakan identitas semu “virtual” sehingga menyebabkan krisis identitas, di mana identitas nyata hanyalah kisah masa lalu yang romantik, yang ada hanya identitas palsu dan semuanya hanyalah tanda yang bertalian dengan tanda yang lain.Keyword: Simulakra, Hiperrealitas, Reproduksi Tanda, PUBG, Prosus Inten
Relevansi Masakan Rendang dengan Filosofi Merantau Orang Minangkabau Nani Darmayanti
Metahumaniora Vol 7, No 1 (2017): METAHUMANIORA, APRIL 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v7i1.23335

Abstract

Rendang merupakan salah satu makanan khas dari Minangkabau yang cukup terkenal di berbagai daerah di Indonesia bahkan dunia. Persebaran rendang di Indonesia tidak terlepas dari kebudayaan masyarakat Minangkabau, yaitu merantau. Tekstur rendang asli yang kering dan bisa bertahan hingga berbulan-bulan, membuat rendang menjadi bekal yang biasa dibawa oleh orang Minangkabau saat melakukan perjalanan berbulan-bulan menggunakan kapal laut sejak zaman dulu. Penelitian ini membahas tentang relevansi masakan rendang sebagai makanan khas yang berasal dari Minangkabau dengan filosofi merantau orang Minangkabau ke luar kampung halamannya, sehingga rendang tersebut bisa memiliki nilai yang dianggap lebih dan menjadi suatu budaya yang berharga di Minangkabau dan tanah rantaunya. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan pendekatan sejarah, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini menunjukkan bahwa kebudayaan merantau orang Minangkabau yang telah dilakukan sejak zaman dulu dan membawa rendang sebagai bekal perjalanannya turut berjasa membuat rendang menjadi lebih dikenal, tidak saja hingga pelosok  Indonesia tapi juga mancanegara.
Sunda dan Budaya Lalaban: Melacak Masa Lalu Budaya Makan Sunda Fadly Rahman
Metahumaniora Vol 8, No 3 (2018): METAHUMANIORA, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v8i3.20708

Abstract

AbstrakCitra budaya makan Sunda tidak dapat dipisahkan dari kekayaan vegetasinya. Beragam sayuran digunakan sebagai lalab, sebuah istilah Sunda untuk menyebut jenis-jenis sayuran, baik yang tumbuh liar maupun yang dibudidayakan untuk dipilih sebagai hidangan utama Sunda. Tidak mengherankan jika di lingkungan rumah tangga Sunda atau rumah makan Sunda, sayuran mentah atau yang direbus yang dilengkapi dengan sambal terasi kerap disajikan seakan menjadi menu wajib. Tradisi lalab sendiri seringkali diasosiasikan dengan lingkungan alam Sunda berupa citra tanah suburnya yang mendukung pertumbuhan banyak jenis tanaman bermanfaat untuk bahan lalab. Setidaknya tradisi ini telah membentuk keunikan budaya makan Sunda jika dibandingkan dengan budaya makan di wilayah lainnya di Indonesia. Hal yang menjadi pertanyaan, sejak kapan tradisi lalab melekat dalam budaya makan Sunda? Artikel ini secara historis menjelajahi akar dari tradisi lalab dihubungkan dengan fakta-fakta arkeologis, naskah-naskah kuno, dan penelitian seputar ilmu botani dan makanan pada masa kolonial.Kata kunci: budaya makan Sunda, lalab, sejarah, tradisiAbstractThe image of Sundanese food culture is inseparable from its abundant vegetation. Various vegetables are used as lalab, a Sundanese term used to mention sorts of uncultivated and cultivated vegetables which are selected as the main dishes of Sundanese food. No wonder in the Sundanese households or in Sundanese restaurants, raw and boiled vegetables with sambalterasi (hot sauce of chilli with shrimp paste) always served as a kind of mandatory menu. Lalab tradition itself is often associated with the Sundanesenatural environment havingthe image of fertile soil which support the growth of many plants for lalab. At least this tradition has shaped the uniqueness of Sundanese food culture if compared with other food culture in different regions of Indonesia. The question is since when lalab tradition is inherent in Sundanese food culture? This article explores historically the roots of lalab tradition by making connection with archaeological facts, old manuscripts and scientific research on botanical and food sciences in colonial era.Keywords: Sundanese food culture, lalab, history, tradition
Kesulitan Mahasiswa Pembelajar Pemula Bahasa Perancis dalam Memahami Gramatika Ferli Hasanah
Metahumaniora Vol 7, No 3 (2017): METAHUMANIORA, DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v7i3.18852

Abstract

ABSTRAKGramatika pada setiap bahasa memiliki kekhasannya masing-masing.Mahasiswa Program Studi Sastra Perancis tahun pertama sebagai pembelajar pemulasering mengalami kesulitan dalam memahami gramatika bahasa. Kesulitan mereka tidakterlepas dari perbedaan-perbedaan mendasar pada struktur bahasa Indonesia sebagaibahasa ibu mereka dan bahasa Perancis yang tengah dipelajari. Penelitian ini dilaksanakandengan tujuan untuk mengetahui hambatan yang dimiliki mahasiswa pembelajar pemuladi Program Studi Sastra Perancis Universitas Padjadjaran dalam memahami gramatikabahasa Perancis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dancatat. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa kesalahan-kesalahan yang umum dilakukanpembelajar pemula ada pada penggunaan accent, konjugasi verba, partikel défini maupunindéfini, accord penanda feminin atau jamak, serta pemilihan preposisi.Kata kunci: gramatika, bahasa Perancis, konjugasiABST RACTThe grammar in every language has its own particularities. French literaturestudents in the first year as a beginner learners often have problem in understandingFrench grammar which is frequently considered difficult. Their struggle is inseparablefrom the fundamental differences between Indonesian structure as their mother tongueand the French language which being studied. This research aims to know the obstaclesof the students of beginner learners in the French Literature of Padjadjaran university inunderstanding the basic French grammar. The method used in this research is referringand taking notes method. The results of the analysis shows that the common mistakes oflearners are in the use of accents, verb conjugations, particles défini or indéfini, markeraccord feminine or plural, and the selection of prepositions.Keywords: grammar, French, conjugation
NOVEL BABALIK PIKIR KARYA SAMSOEDI SEBAGAI BILDUNGSROMAN SUNDA PADA MASA PRAKEMERDEKAAN Liska Puri; Teddi Muhtadin; Ari Jogaiswara Adipurwawidjana
Metahumaniora Vol 11, No 1 (2021): METAHUMANIORA, APRIL 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v11i1.31943

Abstract

Penelitian ini berupaya memetakan karya Samsoedi pada masa prakemerdekaan sebagai Bildungsroman yang diduga dibuat untuk memberikan figur baru untuk anak-anak di lingkungan masyarakat penutur bahasa Sunda pada waktu itu. Kemudian isu-isu sosial dan politik yang dimunculkan  pada karya-karya Samsoedi itu, diduga sengaja dimunculkan untuk memberikan pandangan baru pada anak-anak mengenai modernitas atau pendidikan tertentu yang diusung oleh pemerintah untuk kaum pribumi. Kebijakan pemerintah kolonial dengan meresmikan politik etis, memberikan kesempatan bagi anak-anak  pribumi untuk mengenyam pendidikan. Dengan kesempatan itu, anak-anak pribumi mempunyai kesempatan baru untuk mengetahui pengetahuan dunia melalui bacaan. Bacaan merupakan salah-satu sarana yang dipilih oleh Belanda untuk menjaga kestabilan kekuasaan mereka juga sebagai upaya untuk membentuk masyarakat pribumi seperti pemikiran mereka, sehingga Balai Pustaka diciptakan untuk mendukung itu semua. Pembacaan terhadap lima novel Samsoedi ini didudukan dalam kerangka teoritis sastra anak khususnya Hunt dan Bildungsroman khususnya Jeffers.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola bildungsroman telah difungsikan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat penutur bahasa Sunda, khususnya anak-anak.
STILISTIKA SINTAKSIS IKLAN MCDONALD BERBAHASA JERMAN PERIODE DESEMBER 2020 Prahoro Yudo Purwono
Metahumaniora Vol 11, No 1 (2021): METAHUMANIORA, APRIL 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v11i1.31738

Abstract

Tujuan adanya iklan adalah  sebagai media promosi dan pemasaran untuk menggerakkan dunia industri dan menarik perhatian masyarakat sebagai calon konsumen. McDonald sebagai perusahaan multinasional juga menggunakan iklan sebagai media untuk menarik perhatian masyarakat agar tertarik membeli produknya. Di dalam iklan McDonald terdapat berbagai jenis gaya bahasa yang digunakan sebagai media untuk penyampai pesan kepada masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan makna dan gaya bahasa yang digunakan dalam iklan McDonald. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang didukung oleh beberapa teori gaya bahasa yang sudah ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 iklan McDonald periode Desember 2020 memiliki pesan yang berbeda-beda dan harus dikaitkan dengan konteks yang digunakan agar dapat dipahami secara komprehensif. Kemudian dari 4 iklan yang dianalisis, P1 sampai P4 merupakan jenis kalimat pendek, memiliki diatesis aktif, dan memiliki konstruksi kalimat reduksi. Sedangkan ditinjau dari jenis kalimat dan pola urutan katanya, kalimat pada P1 dan P2 merupakan kalimat deklaratif, sedangkan P3 merupakan jenis kalimat pertanyaan dan elipsis, dan P4 merupakan kalimat elipsis.